cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia, Kode Pos 23687
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468949     EISSN : 30468957     DOI : -
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin nasional yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Hukum, 2. Ekonomi, 3. Psikologi, 4. Komunikasi, 5. Seni dan Budaya, 6. Sosial dan Politik, 7. Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Articles 88 Documents
Pernikahan Sesuku dan Identitas Budaya Minangkabau di Era Globalisasi Yusfita Sari; Frizti Mayendi; Hoktaviandri Hoktaviandri
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.530

Abstract

Dalam masyarakat Minangkabau, adat istiadat yang didasarkan pada sistem kekerabatan matrilineal melarang pernikahan sesuku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis signifikansi larangan pernikahan sesuku dalam identitas budaya Minangkabau di tengah konteks globalisasi. Konsep pernikahan dalam tradisi Minangkabau, landasan filosofis larangan pernikahan sesuku, serta dampak dan perubahan opini publik terkait hukum ini merupakan beberapa topik yang diteliti. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan pustaka (penelitian perpustakaan), yang mencakup pemeriksaan berbagai bahan literer yang berkaitan dengan adat, kekerabatan, dan transformasi sosial dalam masyarakat Minangkabau.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larangan menikah dengan suku yang sama memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial, memperluas jaringan kekerabatan, dan mempertahankan garis keturunan yang berbeda. Namun, di era globalisasi, nilai-nilai kontemporer seperti kebebasan individu dan akal sehat mulai membentuk cara pandang masyarakat, terutama generasi muda, terhadap norma-norma tradisional tersebut. Akibatnya, terjadi benturan antara keinginan individu dan prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi oleh masyarakat secara keseluruhan. Namun, adat Minangkabau tetap bertahan dengan cara bernegosiasi dan beradaptasi dengan masa kini. Oleh karena itu, larangan menikah dengan suku yang sama masih penting sebagai komponen identitas budaya, tetapi memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual untuk memastikan bahwa larangan tersebut masih relevan mengingat dinamika masyarakat kontemporer.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Fotosintesis di Sekolah Dasar Nur Afifah Ain; Nadhiratul Ain; Lilis Sofiatun Najah
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.533

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan empiris di lapangan yang menunjukkan bahwa materi fotosintesis menjadi salah satu topik paling sulit dipahami oleh siswa sekolah dasar. Kompleksitas materi yang bersifat abstrak serta keterbatasan media visual yang tersedia di sekolah sering kali menyebabkan miskonsepsi dan rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa, meliputi aspek kognitif, motivasi, serta keterbatasan sarana pembelajaran yang digunakan oleh pendidik. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi di kelas, penyebaran angket kesulitan belajar, serta wawancara mendalam dengan siswa dan guru untuk memetakan hambatan pedagogis yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa tidak hanya dipicu oleh kerumitan materi itu sendiri, tetapi juga disebabkan oleh metode pengajaran yang kurang variatif dan minimnya pemanfaatan media konkret yang mampu memvisualisasikan proses biologis fotosintesis secara jelas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa terdapat urgensi untuk melakukan inovasi dalam strategi pembelajaran, terutama melalui penggunaan media interaktif yang mampu mengonkretkan konsep abstrak menjadi lebih dinamis. Pendidik diharapkan dapat mengintegrasikan media berbasis digital atau alat peraga sederhana yang disesuaikan dengan konteks lingkungan sekitar siswa agar proses pemahaman konsep fotosintesis menjadi lebih bermakna, efektif, dan mampu meningkatkan minat belajar siswa di tingkat sekolah dasar secara berkelanjutan.
Strategi Komunikasi Baitul Mal Aceh dalam Pengumpulan Zakat Penghasilan Azzah Liddiana; Abdul Rani Usman; Teuku Zulyadi
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.534

Abstract

Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi yang diterapkan Baitul Mal Aceh dalam meningkatkan penghimpunan zakat penghasilan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi zakat penghasilan di Aceh yang mencapai Rp2.469,38 miliar, sementara realisasi penghimpunannya masih belum optimal. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang terdiri atas unsur internal BMA dan muzakki, serta diperkuat dengan data sekunder dari laporan kelembagaan dan penelitian relevan. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan NVivo dengan Teori Difusi Inovasi Rogers sebagai pisau analisis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BMA mengembangkan komunikasi interpersonal, visual, formal, dan digital dalam sosialisasi zakat penghasilan. Pendekatan interpersonal menjadi strategi yang paling efektif karena mampu meningkatkan kepercayaan, kedekatan, dan kepatuhan muzakki dalam menunaikan zakat melalui BMA.
Dampak Media Sosial Terhadap Pergeseran Etika Komunikasi Pada  Generasi Muda Natalia Onam; Nativita Afrila Jallosa; Natalia Sartika Setia; Maria Goreti Helena; Maria Elfiana Amul
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.542

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari generasi muda di Indonesia. Platform seperti Instagram, TikTok, X (Twitter), dan Facebook memungkinkan komunikasi yang cepat dan lintas batas, tetapi sekaligus memicu pergeseran etika komunikasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang pergeseran nilai etika komunikasi tradisional akibat penggunaan media sosial yang intensif, merumuskan permasalahan utama, menjelaskan metode analisis yang digunakan, serta menyimpulkan temuan penelitian. Latar belakang masalah mencakup transformasi dari etika komunikasi tatap muka yang berlandaskan sopan santun, empati, gotong royong, rasa hormat, dan nilai-nilai Pancasila menuju pola komunikasi digital yang serba cepat, anonim, emosional tanpa filter, dan sering bersifat provokatif. Rumusan masalah penelitian meliputi: (1) Bagaimana bentuk-bentuk pergeseran etika komunikasi pada generasi muda akibat media sosial? (2) Faktor-faktor apa yang mempercepat pergeseran tersebut? (3) Strategi apa yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif dan memperkuat dampak positif? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan analisis konten tematik terhadap delapan belas sumber ilmiah (60% artikel jurnal dan 40% buku). Hasil penelitian menunjukkan dampak ganda media sosial. Dampak positif mencakup peningkatan akses informasi dan partisipasi sosial, sedangkan dampak negatif yang lebih dominan meliputi penurunan empati, maraknya cyberbullying, hate speech, degradasi bahasa, pengabaian privasi, serta berkurangnya kemampuan interaksi tatap muka. Generasi Z dan milenial sebagai digital natives sangat rentan terhadap pengaruh algoritma, anonimitas, dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan pendidikan literasi digital secara terintegrasi di sekolah, keluarga, dan masyarakat agar generasi muda dapat bermedia sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Implementasi Kebijakan Penurunan Stunting Di Tingkat Desa: Analisis Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Desa Miyambanga Timur Sofyan Noho; Yakob Noho Nani; Sri Yulianty Mozin; Asna Aneta; Rahmatia Pakaya
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.555

Abstract

Studi ini meneliti mengapa kebijakan pengurangan stunting yang dirancang dengan baik seringkali gagal menghasilkan hasil yang konsisten di tingkat lokal. Menggunakan pendekatan deskriptif-analitis kualitatif, penelitian ini menyelidiki implementasi kebijakan dalam konteks desa, dengan fokus pada keterkaitan antara perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan beroperasi secara administratif tetapi kurang berdampak substantif karena proses yang terfragmentasi: perencanaan kurang kontekstual, implementasi dibatasi oleh koordinasi yang lemah dan kapasitas relasional yang terbatas, dan evaluasi gagal berfungsi sebagai mekanisme pembelajaran. Kesenjangan ini menunjukkan bukan kegagalan yang terisolasi, tetapi kerusakan sistemik dalam integrasi kebijakan. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memperkenalkan konsep ketidaksesuaian kebijakan-implementasi , menyoroti ketidakselarasan antara desain kebijakan normatif dan kapasitas operasional. Hal ini menantang model implementasi linier dan administratif dan menyerukan pergeseran menuju sistem tata kelola yang relasional, adaptif, dan berbasis pembelajaran. Temuan memberikan wawasan yang lebih luas tentang kegagalan tata kelola dalam kebijakan sosial yang kompleks di luar konteks stunting.
Dari Keteladanan Ke Empati Pelayanan: Model Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di DPM-PTSP Kabupaten Gorontalo Novi Pratiwi Usman; Yakob Noho Nani; Alexander Badjuka; Juriko Abdussamad; Abduls Muchlis Akuba
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.556

Abstract

Kualitas pelayanan publik masih menjadi tantangan utama dalam administrasi publik, khususnya dalam memahami bagaimana kepemimpinan memengaruhi hasil pelayanan di luar prosedur formal dan mekanisme pengendalian administratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana kepemimpinan transformasional membentuk kualitas pelayanan publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif interpretif dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan pengkodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional bekerja melalui empat mekanisme utama. Keteladanan membentuk akuntabilitas melalui internalisasi integritas dan tanggung jawab; motivasi inspiratif memperkuat responsivitas melalui komitmen pelayanan; inovasi meningkatkan efisiensi melalui pembelajaran organisasi dan perbaikan proses kerja; serta perhatian personal membangun empati melalui hubungan interpersonal yang suportif. Penelitian ini mengembangkan model kepemimpinan transformasional dalam pelayanan publik yang menjelaskan bagaimana dimensi kepemimpinan menghasilkan outcome pelayanan yang berbeda melalui mekanisme organisasi yang spesifik. Temuan ini memperluas literatur kepemimpinan transformasional dengan memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai bagaimana kepemimpinan diterjemahkan ke dalam akuntabilitas, responsivitas, efisiensi, dan empati dalam organisasi pelayanan publik.
Kepemimpinan Kolaboratif dalam Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan: Analisis Kesenjangan antara Kapasitas Kolaborasi dan Kebutuhan Layanan Pendidikan Syahril H. Hamim; Rustam Tohopi; Alfiah Agussalim; Yakob Noho Nani; Alexander Badjuka
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.557

Abstract

Studi ini meneliti kepemimpinan kolaboratif dalam pengelolaan infrastruktur pendidikan dari perspektif sistem. Dengan menggunakan studi kasus eksploratif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi, koordinasi, partisipasi, dan pemanfaatan infrastruktur ada tetapi tidak terintegrasi secara sistemik. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan kapasitas kolaboratif di empat dimensi: komunikasi beroperasi sebagai transmisi informasi tanpa koordinasi, koordinasi mencerminkan ambiguitas dan fragmentasi peran, partisipasi tetap formal daripada substantif, dan pemanfaatan infrastruktur menunjukkan ketidaksesuaian antara perencanaan dan praktik. Kesenjangan yang saling terkait ini menghasilkan sistem tata kelola yang terfragmentasi yang membatasi efektivitas pengelolaan infrastruktur. Studi ini berkontribusi pada literatur tata kelola kolaboratif dengan menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan bergantung pada keselarasan sistem daripada kapasitas individu. Studi ini menyoroti bahwa peningkatan pengelolaan infrastruktur pendidikan membutuhkan penguatan integrasi sistemik di antara aktor, peran, dan proses.
Fenomena “Overthinking Pasca Interaksi Sosial” Pada Pengguna Tiktok: Analisis Psikologi Komunikasi Ismiati Ismiati; Kusmawati Hatta; Mila Rahmatillah
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.604

Abstract

Perkembangan platform media sosial Tiktok telah melahirkan berbagai fenomena komunikasi, salah satunya adalah munculnya konten-konten yang menggambarkan pengalaman overthinking pasca interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena overthinking setelah berbicara pada pengguna Tiktok melalui perspektif psikologi komunikasi. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan Teknik analisis isi (content analysis) terhadap konten Tiktok berupa video, narasi, caption, dan komentar pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena tersebut merupakan manifestasi dari Post-Event Processing (PEP), yakni proses kognitif berupa evaluasi diri yang berulang dan negative setelah peristiwa komunikasi berakhir. Melalui mekanisme Computer Mediated Communication (CMC), Tiktok berperan mengubah pengalaman psikologis yang semula bersifat individual menjadi pengalaman kolektif (Share experience) melalui interaksi di kolom komentar. Temuan ini memperlihatkan bahwa Tiktok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang psikologis kolektif tempat individu mengekspresikan, memaknai, dan memvalidasi kondisi psikologis mereka bersama komunitas digital.