cover
Contact Name
Adnan Faris Naufal
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6289698282401
Journal Mail Official
afn778@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta Telpon: +62 271 717417 ext. 0000 Email: fisioterapi@ums.ac.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
FISIO MU: Physiotherapy Evidences
ISSN : 27229629     EISSN : 27229610     DOI : https://doi.org/10.23917/fisiomu.v4i3.5044
Core Subject : Health,
Aim: This journal aims to publish articles with special interest in the development of physiotherapy and health sciences. Not only limited to discussing musculoskeletal, but this journal covers broader health sciences seen from the development of motion and activity. Scope: - Physiotherapy Musculoskeletal - Physiotherapy Neurology - Physiotherapy Cardio Pulmonal - Physiotherapy Pediatric - Physiotherapy Integumen - Physiotherapy Reproduction Health - Physiotherapy Geriatric - Physiotherapy Sport - Physiotherapy Wellness
Articles 148 Documents
Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Beresiko Diabetes Melitus Di Posyandu Desa Kincang Wetan Kota Madiun Harianto, Tantia Dewi; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Yulianti, Atika
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.2, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i2.4962

Abstract

Latar belakang Di Indonesia angka kejadian diabetes melitus mencapai peringkat 5 dunia berdasarkan Federasi Diabetes Internasional. Diabetes melitus adalah kondisi kadar gula darah tinggi (hiperglikemi). Kadar gula darah tinggi menimbulkan gejala yang dapat mempengaruhi kualitas tidur pada malam hari. Lansia sering mengalami kualitas tidur buruk karena proses penuaan. Kualitas tidur buruk berdampak pada kemampuan aktivitas sehari-hari. Tujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula sewaktu dengan kualitas tidur pada lansia beresiko diabetes melitus di Posyandu Desa Kincang Wetan Kota Madiun. Metode penelitian penelitian bersifat desktriptif analitik menggunakan pendekatan observasional dengan disain penelitian cross sectional jumlah sampel 61 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling dengan mengukur kadar gula darah sewaktu menggunakan glucotest dan memberikan kuisioner kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dalam pengambilan data. Hasil hasil penelitian menggunakan Spearman rho didapatkan nilai signifikansi 0.001 atau p kurang dari 0.05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dengan kualitas tidur pada lansia beresiko diabetes melitus di Posyandu Desa Kincang Wetan Kota Madiun.
Kombinasi Plyometric Training Dengan Mobilization With Movement Lebih Baik Dibanding Kombinasi Plyometric Training Dengan Strain Counter Strain Dalam Meningkatkan Keseimbangan Dan Range Of Motion Ankle Joint Pada Kasus Chronic Ankle Instability Di Klinik Barito Farma Hamzah, Arfian; Fauziah, Enny; Sa’diah, Mar’atus
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.2, Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i2.4963

Abstract

Pendahuluan; Chronic Ankle Instability (CAI) merupakan suatu kondisi dimana terjadi ketidakstabilan pergelangan kaki lateral serta gejala sisa seperti nyeri dan keterbatasan luas gerak sendi setelah cedera berulang pada ligament pergelangan kaki lateral. Tujuan; Untuk membandingkan kombinasi plyometric training dengan Mobilization with Movement (MWM) dan kombinasi plyometric training dengan Strain Counter Strain (SCS) terhadap peningkatan keseimbangan, Range of Motion (ROM), dan fungsional ankle pada kasus CAI. Metode; Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan penelitian pre-test and post-test group design. Sampel berjumlah 22 orang yang terdiri dari 11 orang di setiap kelompok. Kelompok 1 diberikan plyometric training dan MWM dan kelompok 2 diberikan plyometric training dan SCS. Latihan diberikan 3x seminggu selama 6 minggu. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Keseimbangan diukur dengan Star Excursion Balance Test (SEBT), ROM diukur dengan Dorsiflexion Range of Motion (DFROM), fungsional ankle diukur dengan Foot and Ankle Ability Measure (FAAM). Hasil; Uji Paired sample t-test pada kedua kelompok didapatkan hasil signifikan untuk SEBT, DFROM, FAAM (p=0,001). Hasil sama pada uji Independent sample t-test nilai SEBT dan DFROM (p=0,001), namun nilai FAAM (p lebih dari 0,05). Simpulan; Kombinasi plyometric training dengan MWM dan kombinasi plyometric training dengan SCS sama-sama meningkatkan keseimbangan, ROM, dan fungsional ankle. Namun, untuk meningkatkan keseimbangan dan ROM kombinasi plyometric training dengan MWM lebih baik.
Pengaruh Penambahan Back School Terhadap Penurunan Nyeri dan Peningkatan Kemampuan Fungsional Pada Kondisi Low Back Pain Myogenik Setiyawan, Agus; Rahayu, Umi Budi
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i1.4964

Abstract

Latar Belakang Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah termasuk salah satu dari gangguan muskuloskeletal serta akibat dari mobilisasi yang salah. LBP menyebabkan timbulnya rasa pegal linu ngilu atau tidak enak pada daerah lumbal bahkan sacrum nyeri punggung bawah dapat disebabkan pula oleh strain otot-otot vertebra HNP spondylosis spondylolisis myogenik tumor vertebra infeksi. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh penambahan Back School setelah pemberian SWD dan TENS terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional pada penderita LBP myogenik. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment yang sering disebut eksperimen semu dengan desain penelitian Pre post test with control design. Dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer yaitu dengan melakukan pengumpulan data sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Berdasarkan uji pengaruh SWD TENS dan Back School terhadap penurunan nyeri dan kemampuan fungsional, terlihat bahwa pada T2 T6 dimana p value kurang dari 0.05 maka Ho ditolak yang artinya ada pengaruh terapi SWD TENS dan Back School terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional. Kesimpulan Terapi pemberian SWD dan TENS saja maupun terapi pemberian SWD TENS dan penambahan Back School berpengaruh terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional namun pemberian SWD TENS dan Back School lebih efektif dan mempercepat kesembuhan daripada terapi SWD dan TENS saja.
Analisis Hubungan Beban Kerja Terhadap Keluhan Muskuloskeletal Pada Tenaga Kependidikan Di UPN Veteran Jakarta Ismiyasa, Suci Wahyu; Prabowo, Eko
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.2, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i2.4965

Abstract

Hubungan beban kerja dan keluhan muskuloskeletal pada tenaga kependidikan di UPN Veteran Jakarta. Latar Belakang Untuk mengetahui apakah di suatu tempat kerja mempunyai pekerja yang memiliki beban kerja dan keluhan muskuloskeletal berlebih atau kurang memiliki hubungan. Salah satu yang ingin dilihat dalam beban kerja pada penelitian ini adalah konsumsi oksigen dengan mengukur denyut nadi. Keluhan muskuloskeletal dengan menggunakan kuesioner nordic body maps. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dampak beban kerja terhadap keluhan muskuloskeletal terutama pada fisik seseorang. Yang akan di teliti adalah bagian tenaga kependidikan UPN Veteran Jakarta. Tujuannya agar pekerja dapat merasa ENASE (Efektif, Nyaman, Aman, Sehat dan Efisien) dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Sebagai langkah selanjutnya dapat dilakukan perbaikan kerja seperti dari sikap kerjanya, posisi kerja, pola kerja dan lain-lain. Metode Penelitian cross sectional Instrumen penelitian Alat oxiometric untuk mengukur SpO2 dan Nordic Body Map untuk mengukur keluhan muskuloskeletal. Hasil Sampel yang diperoleh berjumlah 60 orang. Dilakukan uji analisis univariat dan bivariat. Data berdistribusi normal dengan uji kolomogorov smirnov. Hasil uji spearmen dengan nilai p = 0.036 berarti p kurang dari 0.05 maka ada hubungan beban kerja dan keluhan muskuloskeletal pada tenaga kependidikan UPN Veteran Jakarta. Simpulan Beban kerja yang didapat oleh tenaga kependidikan UPN Veteran Jakarta ringan hal ini dapat dilihat dari hasil HR dan SpO2. Rata-rata tenaga kependidikan UPN Veteran Jakarta mengalami keluhan muskuloskeletal dengan kondisi rendah. Usia dan jenis kelamin apapun akan mengalami keluhan muskuloskeletal.
Pelatihan Rhythmic Auditory Stimulation (RAS) dan Visual Cue Training (VCT) Memperbaiki Kemampuan Berjalan Pasien Stroke Maratis, Jerry; Fatria, Ilham; Meidian, Abdul Chalik; Abdurrasyid, Abdurrasyid; Syah, La Ode Muhammad Gustrin
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.2, Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i2.4966

Abstract

Tujuan; Mempelajari pengaruh pelatihan rhythmic auditory stimulation (RAS) terhadap visual cue training (VCT) untuk memperbaiki kemampuan berjalan pasien stroke. Metode; Penelitian bersifat quasi experimental yang melibatkan 20 sampel dengan pembagian 10 sampel kontrol hanya VCT dan 10 sampel perlakuan RAS dan VCT, kemampuan berjalan diukur menggunakan dynamic gait index (DGI). Hasil; Pada kelompok kontrol di uji dengan paired sample test didapatkan nilai sebelum 14,80 kurang lebih 1,61 dan sesudah 15,10 kurang lebih 1,28, p=0,193 (p lebih besar 0,05) artinya tidak ditemui perubahan kemampuan berjalan pasien stroke. Pada kelompok perlakuan diuji dengan wilcoxon sign rank test didapatkan nilai sebelum 12,90 kurang lebih 2,42 dan sesudah 14,10 kurang lebih 1,66, p=0,016 (p kurang dari 0,05) artinya terdapat perubahan kemampuan berjalan pasien stroke. Pengaruh antara kedua kelompok diuji dengan mann whitney u test didapatkan nilai p=0,030 (p kurang dari 0,05) artinya ada perbedaan kemampuan berjalan. Kesimpulan; Pelatihan rhythmic auditory stimulation dan visual cue training berpengaruh signifikan terhadap perbaikan kemampuan berjalan pasien stroke.
Pengaruh Latihan Penguatan Dengan Elastic Band Dalam Meningkatkan Kemampuan Pasien Osteoarthritis Knee Di Rumah Sakit Condong Catur Sleman Wahyuni, Wahyuni; Zakaria, Ricky Fauzi
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.2, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i2.4967

Abstract

Background Osteoarthritis is a degenerative disease caused by joint cartilage damage. The main symptoms of osteoarthritis are pain and movement disorders that can affect the functional disorders. The prevalence of knee osteoarthritis in Indonesia is quite high reaching 15.5% in men and 12.7% in women. It is estimated that 1 to 2 million older people in Indonesia suffer from disabilities due to osteoarthritis. Osteoarthritis treatment is intended to reduce pain improve functional ability and prevent deformity. Elastic band strengthening exercises are exercises that can be used to reduce pain increase muscle strength and functional ability. Objective This study aims at determining the effect of elastic band strengthening exercises in improving knee osteoarthritis functional capabilities. Method The method used in this study was quasi-experimental with pre and post-test control group design. The number of respondents of this study was 20 respondents diagnosed with knee osteoarthritis in Condong Catur Hospital Sleman. Respondents were randomly divided into two groups namely the treatment group that received elastic band strengthening exercise treatment and the control group that received standard treatment given at the hospital. The treatment was given twice a week for four weeks. Measurement of functional ability was done using WOMAC score. Results There was a decrease in pain level in the treatment group while in the control group the pain level was still the same as before. In the functional ability there was an increase in the treatment group. The statistical test showed that there was an influence between the treatment group and the control group. Conclusion Elastic band strengthening exercises effectively improved functional capabilities in knee osteoarthritis in Condong Catur Hospital Sleman. Keywords elastic band strengthening exercises functional capabilities knee osteoarthritis
Perbandingan Agility Pada Pemain Sepak Bola Paska Rehabilitasi Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament Dengan Pemain Sepak Bola Sehat Mardiyanto, Halim; Perdana, Suryo Saputra; Norasmi, Ihsan
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i1.4968

Abstract

Ligamentum cruciatum anterior (ACL) adalah salah satu yang paling banyak ligamen yang biasanya mengalami cedera pada lutut. Tingkat cedera tahunan untuk atlet yang kompetitif adalah setinggi 3.67%, Jumlah tertinggi cedera ACL adalah berkelanjutan di antara atlet yang terlibat dalam kecepatan tinggi atau olahraga multi arah seperti bola basket dan sepak bola. Dalam olahraga yang diberikan atlet wanita mempunyai tingkat insiden cedera ACL lebih tinggi daripada laki-laki. Sekitar 70% cedera ACL terjadi sebagai akibat dari mekanisme noncontact, seperti pendaratan dari lompatan. Agility yang biasanya disebut kelincahan adalah kapasitas fisik yang penting untuk kinerja olahraga. kelincahan secara keseluruhan didefinisikan sebagai kemampuan untuk bergerak dan mengendalikan tubuh secepat mungkin selama akselerasi deselerasi dan perubahan arah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan agility antara pemain sepak bola yang pernah rekonstruksi anterior cruciate ligament dengan pemain sepak bola sehat atau yang tidak pernah melakukan rekonstruksi anterior cruciate ligament. Metode Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional yang berbasis populasi dimana desain yang digunakan adalah cross-sectional study bertujuan untuk mencari perbedaan agility antara pemain sepak bola yang pernah melakukan rekonstruksi anterior cruciate ligament (ACL) dengan pemain sepak bola sehat atau tidak pernah rekonstruksi anterior cruciate ligament.
Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Kebugaran Lansia Dalam Masa Pandemi Covid-19 : Narrative Review Anuar, Restu; Imani, Dika Rizki; Norlinta, Siti Nadhir Ollin
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.2, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i2.4969

Abstract

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap kebugaran lansia dimasa pandemi covid 19 dan macam-macam latihan fisik beserta dosisnya. Metode Penelitian Metode yang digunakan Narrative Review dan mengidentifikasi research question dengan framework PICO. Identifikasi artikel yang publikasi dari tahun 2010 2020 berkaitan dengan Latihan fisik terhadap kebugaran lansia dengan menggunakan database yang relevan (Pubmed Science Direct Google schoolar) dengan kata kunci yang telah ditentukan.Seleksi artikel menggunakan Critical Appraisal setelah itu dimasukkan ke dalam prisma flowchart. Hasil Berdasarkan 10 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai Latihan Fisik terhadap kebugaran lansia ada pengaruh latihan fisik terhadap kebugaran lansia. Kesimpulan Ada pengaruh latihan fisik terhadap kebugaran lansia dalam masa pandemi covid19. Kata Kunci Latihan Fisik Kebugaran Lansia ABSTRACTPurpose This study aims to determine the effect of physical exercise on the fitness of the elderly during the Covid 19 pandemic and various types of physical exercise and their dosage. Methodology Narrative Review was employed as the method of the study. Meanwhile research questions were identified using the PICO framework. Articles published from 2010 2020 related to physical exercise on the fitness of the elderly were identified from relevant databases (PubMed ScienceDirect Google Scholar) with predetermined keywords. The selection of articles was conducted using Critical Appraisal before being inputted to a flowchart prism. Results Based on 10 research journals that had been conducted previously concerning physical exercise on the fitness of the elderly. they suggest that there is an effect of physical exercise on the fitness of the elderly. Conclusion There is an effect of physical exercise on the fitness of the elderly during the Covid19 pandemicKeywords Physical Exercise Elderly Fitness
Efektifitas Penambahan Intervensi Kinesiotaping Pada Mill’s Manipulation Dan Transverse Friction Terhadap Disabilitas Siku Kasus Tennis Elbow Tipe II Lesmana, Syahmirza Indra
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i1.4970

Abstract

Tujuan Untuk mengetahui perbedaan efek penambahan kinesiotaping pada intervensi mills manipulation dan transverse friction terhadap disabilitas siku kasus tennis elbow tipe II. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental untuk mengetahui disabilitas siku dengan pemberian kinesiotaping pada mills manipulation dan transverse friction. Total sampel sebanyak 14 orang yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan menggunakan assesmen yang tersedia. Alat ukur yang digunakan adalah disability of the arm shoulder and hand (DASH). Hasil Hasil uji normalitas dengan shapiro wilk test sedangkan uji homogenitas dengan independent sample t test. Hasil uji hipotesis pada kelompok kontrol dengan paried sample t test didapatkan nilai p sama dengan 0.001 sedangkan pada kelompok perlakuan dengan paried sample t test didapatkan nilai p sama dengan 0.001. Pada hasil independent sample t test menunjukkan nilai 0.003 untuk disabilitas siku yang berarti ada perbedaan efek penambahan intervensi kinesiotaping pada miils manipulation dan transverse friction terhadap disabilitas siku kasus tennis elbow tipe II. Kesimpulan Ada perbedaan efektifitas penambahan intervensi kinesiotaping pada mills manipulation dan transverse friction terhadap disabilitas siku kasus tennis elbow tipe II.
Efektivitas Ultrasound The rapy Dan Auto Stretching Dengan Penambahan Neuromuscular Taping Terhadap Penurunan Nyeri Dan Peningkatan Luas Gerak Sendi Proximal Interphalangeal Pada Pasien Trigger Finger Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Juliastuti, Juliastuti; Alma, Aisyah Dwi Ayu; Sarina, Sarina
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.2, Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i2.4972

Abstract

Trigger finger adalah kondisi yang menyerang tendon-tendon pada jari atau ibu jari, sehingga membatasi gerakan pada jari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa signifikan efek penerapan modalitas fisioterapi berupa Ultrasound dan Auto Stretching dengan penambahan Neuromuscular Taping pada pasien trigger finger di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Single-Case dengan desain A-B-A dengan ketentuan A1 adalah kondisi baseline awal sebelum diberi perlakuan, B adalah kondisi pemberian treatment, A2 adalah kondisi baseline pengulangan atau follow up setelah pemberian intervensi. Intervensi yang digunakan berupa modalitas Ultrasound therapy dan Auto Stretching dengan penambahan Neuromuscular Taping selama 1 minggu. Populasi penelitian ini adalah pasien poliklinik fisioterapi Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan diagnosa Trigger Finger. Pengambilan sampel dilakukan secara matching alocation karena pemilihan sampel dilakukan atas pertimbangan tertentu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan berdasarkan variabel yang diteliti. Pada penelitian ini seluruh populasi menjadi sampel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yang sederhana dengan menggunakan grafik garis sebagai suatu gambaran dari pelaksanaan dan hasil eksperimen. Hasil penelitian didapatkan penurunan derajad nyeri gerak dengan Visual Analoque Scale (VAS) terhadap 5 (lima) subjek, pada baseline awal (intervensi Ultrasound therapy) rata-rata nilai VAS 6,46, pada fase treatment (penambahan NMT) rata-rata nilai VAS 5,07 dan pada fase baseline 2 atau fase follow up rata-rata nilai VAS 4,49, terdapat peningkatan LGS proximal interphalangeal, pada baseline awal (intervensi Ultrasound therapy) rata-rata nilai LGS proximal interphalangeal 25 derajat, pada fase treatment (penambahan NMT) rata-rata nilai LGS 29.1 derajat dan pada fase baseline 2 atau fase follow up rata-rata nilai LGS 31.9 derajat. Simpulan penelitian ini adanya perubahan nyeri dan lingkup gerak sendi pada baseline 1, treatment, dan baseline 2.

Page 5 of 15 | Total Record : 148