cover
Contact Name
Rusli
Contact Email
journal.egovwiyata@gmail.com
Phone
+6283826748762
Journal Mail Official
journal.egovwiyata@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Pangandaran Cijulang Km 3.3 Kecamatan Pangandaran 46396 Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
Location
Kab. pangandaran,
Jawa barat
INDONESIA
Kybernology : Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Administrasi Publik
ISSN : -     EISSN : 30311063     DOI : -
Core Subject : Social,
Focus : Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik adalah Jurnal nasional yang fokus pada Bidang Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik. Jurnal ini menerima manuskrip hasil penelitian/riset dan hasil kajian literatur (literatur review). Scope : Administrasi Publik Kebijakan Pemerintahan. Manejemen Pemerintahan Birokrasi Pemerintah Politik Pemerintahan Kepemimpinan Pemerintahan Ekonomi Pemerintah Hukum Tata Pemerintah E- Government Pengawasan Pemerintahan Tata Kelola Pemerintahan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Pusat dan Daerah Pembangunan Desa Perencanaan Pemerintah
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025" : 34 Documents clear
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 6 TAHUN 2008 (TERHADAP MARAKNYA PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN JAWA) Agustini, Amalia; Hamdi HS, Hamdi HS
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.281

Abstract

The presence of street vendors (PKL) along Jalan Jawa, Jember Regency, has provided economic benefits for the lower class, but has also caused various problems, such as traffic jams, cleanliness, and public order. The Jember Regency Government has implemented Regional Regulation (Perda) Number 6 of 2008 to regulate and discipline street vendors, but its implementation still faces many obstacles. This study aims to analyze the effectiveness of the regulation, the obstacles faced in its implementation, and the solutions that can be applied to achieve a balance between the economic needs of street vendors and the arrangement of public space. The results of the study indicate that the lack of socialization, limited strategic relocation locations, weak supervision, and community dependence on the informal sector are the main factors that hinder the implementation of the regulation. Therefore such as providing suitable alternative locations, empowering street vendors, and coordination between agencies to create more effective policies.
EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA KUPANG Bessie, Yultriani W.; Toda, Hendrik; Seran, Delila A. Nahak; Sayrani, Laurensius P.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.289

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Layanan Perpustakaan Keliling di Dinas kerasipan dan perpustakaan kota kupang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Metode pengumpulan data menggunaka Observasi, Wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknis analisis data dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu Triangulasi data, Triangulasi Metode dan Triangulasi Sumber. Penelitian ini berlokasi di Dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang Sumber data primer pada penelitian ini adalah data yang di dapat dari observasi langsung, data tentang informan dan wawancara kepada pegawai pemerintah terkait, pengelola dan serta pengunjung perpustakaan keliling. Dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektifitas layanan perpustakaan keliling Di dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang sejak covid-19 hingga sekarang, didapati bebrapa faktor penghambat yang menyebabkan layanan yang diberikan oleh perpustakaan keliling di dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang belum efektif dan layanan ini masih rendah jauh dari harapan. Pada kenyataannya masyarakat kota kupang yang merupakan konsumen atau penikmat layanan ini namun belum semuanya bisa menikmati layanan ini dalam 5 (lima) tahun terakhir sasaran layanan terdiri dari 119 sekolah sasaran dan 51 kelurahan namun tidak semuanya terlayani hanya beberapa lokasi saja yang bisa menikmati layanan perpustakaan keliling itupun juga belum maksimal karena jangkaun dan frekuensi kunjungan yang terbatas dan hanya berfokus pada wilayah yang berdekatan dengan kantor dinas kearsipan dan perpustakaan kota kupang. Sangat diperperlukannya anggaran yang cukup dan tidak boleh dipangkas, peningkatan upaya dalam memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat, konsistensi jangkauan dan jadwal kunjungan layanan, peningkatan sasaran lokasi atau wilayah.
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT (COMMUNITY BASED TOURISM) DI DESA FATUMNASI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Tafui, Yoyada D.; Toda, Hendrik; Rihi, David W.; Pandie, David B.W.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.290

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan sebuah tindakan keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi. Aktor utama dalam pengembangan pariwisata adalah masyarakat lokal. Penerapan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) di Desa Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan suatu pendekatan pembangunan pariwisata dengan perencanaan yang partisipatif yang menekankan pada peran aktif dari masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskkriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi dengan pendekatan CBT masih belum efektif seperti aksesibilitas beberapa jalan, fasilitas pendukung lainnya seperti penyediaan tempat makan/ warung makan dan kesadaran berupa kebersihan tempat wisata di Desa Fatumnasi yang masih belum terpenuhi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata dengan berbasiskan pada partisipasi masyarakat masih belum sepenuhnya baik dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia yang ada. Perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan pengembangan pariwisata di Desa Fatumnasi dengan pendekatan Community Based Tourism terutama dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Fatumnasi.
PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR PANTAI DI KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA Kale Paddu, Vannesa Angel Desember; Wadu, Jacob; Rihi, David W.; Djaha, Ajis S. Adang
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, pengelolaan wilayah pesisir pantai di Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua. Wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya alam yang signifikan, baik dari segi perikanan, pariwisata, maupun ekosistem laut yang mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Namun, kurangnya tata kelola yang terintegrasi seringkali menyebabkan degradasi lingkungan, konflik pemanfaatan ruang, dan ketimpangan sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wilayah pesisir di Sabu Barat masih menghadapi berbagai kendala seperti lemahnya koordinasi antarinstansi, minimnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan regulasi lokal. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pengelolaan terpadu berbasis masyarakat dan kebijakan yang adaptif terhadap kondisi lokal guna mewujudkan pembangunan pesisir yang berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP ( PTSL ) DALAM RANGKA PEMBERIAN SERTIFIKAT GRATIS (STUDI PADA KELURAHAN MANULAI II ) Lette, Nafa Anggreany; Niga, Jacoba D.; Benyamin, Rouwland A.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.296

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kelurahan Manulai II berdasarkan indikator input, proses, dan output menurut Sedarmayanti (2009). Hasil studi menunjukkan bahwa efektivitas program ini belum maksimal. Dari sisi input, ditemukan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) pada panitia ajudikasi BPN dan kelurahan, yang berdampak pada kinerja dan kualitas pelayanan karena harus merangkap tugas. Banyak masyarakat juga masih minim pengetahuan terkait prosedur dan persyaratan, menyebabkan pengembalian berkas tidak lengkap. Aspek Anggaran/Biaya meskipun secara teknis sesuai petunjuk, mengalami pemangkasan pasca-COVID-19 dan masyarakat masih dibebani biaya signifikan (sekitar Rp500.000 per bidang) yang menimbulkan keluhan karena program dianggap tidak sepenuhnya gratis. Fasilitas yang tersedia juga belum sepenuhnya memadai, dengan keterbatasan perangkat survei digital dan kondisi alat yang usang/tidak akurat, memperlambat proses pengukuran dan memengaruhi presisi data. Pada aspek proses, Penyuluhan/Sosialisasi program PTSL tidak dilakukan secara komprehensif dan kurang melibatkan masyarakat secara langsung, seringkali hanya dilakukan satu kali dan terbatas pada perangkat RT/RW. Hal ini menyebabkan banyak warga tidak mendapatkan informasi utuh, menimbulkan kebingungan, keraguan, dan menghambat partisipasi. Meskipun Pengolahan Data Yuridis dan Pembuktian Hak berjalan cukup baik, terdapat tantangan signifikan berupa 50 bidang tanah sengketa/adat dan 55 hektar tanah di kawasan hutan yang tidak dapat didaftarkan, serta kejelasan statusnya belum tuntas. Pemeriksaan Tanah juga menghadapi kendala masalah tumpang tindih kepemilikan pada beberapa bidang tanah akibat transaksi tanpa pembaruan data di BPN, yang hingga kini belum terselesaikan meskipun kelurahan aktif memfasilitasi mediasi. Pada sisi output, program PTSL di Kelurahan Manulai II belum sepenuhnya efektif. Meskipun 1.715 sertifikat telah diterbitkan dan memuaskan sebagian penerima, target awal penerbitan (3.353 sertifikat) belum tercapai, dengan 1.638 bidang tanah masih belum bersertifikat. Lebih lanjut, kualitas sertifikat yang diterbitkan bermasalah karena adanya kesalahan data (nama, luas, batas tanah), menimbulkan kekecewaan dan mengharuskan masyarakat menjalani proses perbaikan yang panjang. Sebagai saran, penelitian ini merekomendasikan penambahan jumlah panitia ajudikasi dan peningkatan fasilitas survei oleh BPN. Kelurahan Manulai II perlu melakukan sosialisasi berkala dan melibatkan masyarakat secara langsung, berkoordinasi dengan BPN terkait biaya, dan memperjelas status tanah bermasalah. Masyarakat diharapkan lebih proaktif mencari informasi dari sumber resmi (kantor lurah dan BPN) dan berpartisipasi aktif dalam program PTSL.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM MUSRENBANG (Studi Pada Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang) Neno, Melania Adelin; Toda, Hendrik; Rene, Mariayani O.; Pradana, I Putu Yoga B.
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.297

Abstract

Percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Kesetaraan Gender (SDG 5), menuntut keterlibatan perempuan sebagai subjek pembangunan. Namun, realitasnya, konstruksi budaya dan stereotip gender di Indonesia masih membatasi partisipasi perempuan, terutama dalam forum perencanaan seperti Musrenbang. Di Desa Niukbaun, Kabupaten Kupang, meskipun jumlah penduduk laki-laki dan perempuan relatif seimbang, partisipasi perempuan dalam Musrenbangdes tahun 2024 masih rendah dan cenderung simbolis, dengan hanya 8 dari 54 peserta merupakan tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis gender Harvard untuk menganalisis partisipasi perempuan dalam Musrenbang Desa Niukbaun, dengan fokus pada profil aktivitas, akses, kontrol, dan manfaat. Hasil menunjukkan bahwa dalam profil aktivitas, kepanitiaan Musrenbang Desa Niukbaun 2024 didominasi laki-laki, membatasi perempuan pada peran domestik akibat stereotip gender dan beban ganda. Pada profil akses, keterlibatan perempuan di komisi masih rendah, terutama di komisi fisik dan prasarana, mencerminkan stereotip gender yang menghambat partisipasi di bidang teknis. Dalam profil kontrol, meskipun ada peluang, perempuan cenderung tidak mengambil peran strategis karena beban domestik dan kurangnya kepercayaan diri, menghasilkan kontrol rendah dalam perencanaan pembangunan. Namun, dari profil manfaat, perempuan menunjukkan kesadaran akan hak mereka dan aktif menyampaikan usulan terkait kesehatan dan ekonomi, meskipun manfaat belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi perempuan dalam Musrenbang Desa Niukbaun masih menghadapi tantangan signifikan akibat stereotip gender dan kurangnya kesempatan strategis, yang memerlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kesadaran, pelatihan, dan lingkungan yang lebih inklusif demi pembangunan desa yang setara.
PERILAKU POLITIK MASYARAKAT SUKU BANTEN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR (Dinamika Politik di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan) AZ-ZAHRA, NAZIRA AULIA
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.271

Abstract

Pemilihan gubernur merupakan salah satu bentuk partisipasi politik masyarakat dalam sistem demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pemilih dalam Pemilihan Gubernur Banten dengan pendekatan struktural, sosiologis, ekologis, psikologis, dan rasional. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap pemilih di wilayah pedesaan dan perkotaan untuk memahami pola preferensi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di pedesaan, pemilih cenderung dipengaruhi oleh faktor struktural dan ekologis, seperti kedekatan sosial, latar belakang ekonomi, serta figur yang dikenal secara lokal. Sementara itu, di perkotaan, faktor psikologis dan rasional lebih dominan, di mana pemilih lebih mempertimbangkan citra kandidat, strategi kampanye, dan rekam jejak. Selain itu, ditemukan bahwa tingkat golput lebih tinggi di perkotaan akibat rendahnya keterikatan sosial dan tingginya skeptisisme terhadap politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan perilaku pemilih tidak dapat dipahami secara tunggal, melainkan sebagai hasil interaksi berbagai faktor yang berbeda antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Oleh karena itu, strategi kampanye politik harus mempertimbangkan karakteristik demografi dan sosial masing-masing wilayah agar lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi pemilih.
TINGKAT KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN TANJUNG UNGGAT KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2024 ( Studi Kasus Masyarakat RT 05 RW 06 ) Marchella, Marchella; Nurhidayah, Etia Tri
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.285

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat kepedulian masyarakat mengenai kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka yang masih rendah. Tingkat kepedulian masyarakat mengenai kebersihan lingkungan seringkali diabaikan dan tidak ditegaskan dalam kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan sebagai pengukuran tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di RT 05 RW 06 Kelurahan Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang tahun 2024. Penelitian ini memiliki fokus kepada pengukuran tingkat kepedulian masyarakat mengenai kebersihan lingkungan. Pada penelitian ini digunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, wawancara, dan kuesioner. Populasi pada penelitian ini merupakan warga yang berdomisili di Kelurahan Tanjung Unggat.
ANALISIS POTENSI DAN DAMPAK DESENTRALISASI KHUSUS STUDI KASUS KEPULAUAN RIAU Hanafi, Aprinaldi; Setiawan, Bayu; Samongilailai, Jerlianus
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.286

Abstract

Desentraliasi khusus merupakan kebijakan yang memberikan kewenangan yang lebih besar atau khusus untuk daerah tertentu dengan mempertimbangkan dari segi geografis, sosial, dan ekonomi. Kebijakan ini sangat dianggap cocok bagi daerah Kepulauan Riau, yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi strategis sebagai jalur perdagangan internasional. Pemeberian status desentralisasi khusus belum dilaksanankan di Kepulauan Riau tetapi dapat dilihat dari potensi dan dampak dari kebijakan ini.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi serta tantangan dari penerapan desentralisasi khusus di Kepulauan Riau dengan melakukan pendekatan studi literatur. Hasil analisis ini menunjukan bahwa kebijakan ini akan memberikan potensi serta manfaat yang sangat signifikan seperti peningkatan kapasitas ekonomi lokal, percepatan pembangunan infrastuktur, dan pengeuatan tata kelola pemerintahanan. Dengan adanya kewenangan yang lebih besar pemerintah daerah memiliki peluang untuk mengembangkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan manfaatkan sumber daya secara lebih optimal. Tetapi dari kebijakan ini juga memberikan tantangan. Beberapa di antaranya memiliki resiko akan ketimpangan sosial terutama di wilayah terpencil yang kurang mendapatkan akses dari pembangunan, serta kemungkinan penyalahgunaan kewenangan jika tidak adanya pengawasan secara efektif. Selain itu sumber daya manusia juga menjadi kunci dalam menetukan keberhasilan pelaksanaanya. Desentralisasi khusus berpotensi menjadi strategi penting dalam mepercepat pembangunan di Kepulauan Ria. Meski begitu diperlukan perencanaan yang komprehensif, pengelolaan yang transparansi, dan pengawasan yang memadai agar kebijakan ini dapat memberikan hasil yang optimal tanpa memberikan dampak negatif.
STRATEGI DINAS PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG DALAM MENGEMBANGKAN WISATA SEJARAH DAN BUDAYA PULAU PENYENGAT Nabilla, Salsa; Abniarti, Nia
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v3i1.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang dalam pengembangan dan promosi wisata sejarah dan budaya di Pulau Penyengat, serta mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang diambil untuk memaksimalkan potensi wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan perangkat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota TanjungPinang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Strategi Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang dalam mengembangkan wisata sejarah dan budaya Pulau Penyengat telah menunjukkan hasil yang positif. Strategi ini mencakup tujuan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi lokal, pengarahan yang efektif melalui kolaborasi, serta tindakan berupa perbaikan infrastruktur, promosi budaya, dan pelatihan masyarakat. Meskipun terdapat tantangan seperti resistensi masyarakat dan pelestarian budaya, langkah-langkah yang diambil telah berhasil meningkatkan jumlah wisatawan dan pelestarian situs budaya. Evaluasi dan pembelajaran berkelanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan pengembangan di masa depan.

Page 3 of 4 | Total Record : 34