Journal of Innovation and Teacher Professionalism
JITPro is fundamentally concerned with the improvement of teacher education, curriculum, policy, and in-service training. Besides these, the journal also accepts researches related to the problems of teacher educators and researchers in the field of educational sciences.
Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 1 (2025)"
:
30 Documents
clear
Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar Negeri di Kota Malang pada Pembelajaran Matematika di Kurikulum Merdeka
Ronald, Ronald;
Rahmania, Lidya Amalia
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p1-10
Pembelajaran matematika berfokus pada pengembangan kreativitas, bakat, dan potensi siswa dengan cara yang interaktif, menantang, menginspirasi, menyenangkan, dan bermakna. Siswa dapat berkembang secara fisik dan psikologis sesuai dengan tingkat perkembangan mereka. Hal tersebut sesuai dengan gagasan tentang pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan upaya untuk menyesuaikan proses pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa. Saat ini, penerapan pembelajaran berdiferensiasi masih terbatas. Peneliti melakukan tinjauan pustaka terkait topik tersebut dari segi konten, prosedur, produk, dan lingkungan belajar. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk (1) menjelaskan apa itu pembelajaran berdiferensiasi, (2) menjelaskan prinsip dan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi, dan (3) mengobservasi bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika. Tinjauan pustaka ini didasarkan pada artikel ilmiah dan buku. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Pendekatan berdiferensiasi dapat digabungkan dengan berbagai model pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa, seperti Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), dan model lainnya yang sesuai dengan kebutuhan siswa; (2) pendekatan ini lebih menarik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa; dan (3) pendekatan ini dapat digunakan dalam pembelajaran matematika karena dapat mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang disesuaikan dengan gaya belajar mereka dan minat mereka.
Implementasi Metode Project Based Learning (PjBL) dalam Pembelajaran Matematika Kelas 1 Sekolah Dasar
Miranda, Varianta Java Yuam;
Utama, Candra
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p11-18
Metode Project Based Learning (PjBL) merupakan metode pembelajaran yang bermakna dan bersifat kontekstual, dengan menerapkan metode PjBL siswa dapat menunjukkan kreativitasnya dan juga siswa diharapkan dapat belajar mandiri dengan meningkatkan motivasi belajarnya. Maka dari itu, guru dituntut untuk memilih dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai khususnya pada pembelajaran Matematika. Matematika salah satu mata pelajaran wajib yang harus dipelajari oleh siswa pada jenjang sekolah dasar, dengan mempelajari ilmu matematika siswa dapat mengenal angka, penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian macam-macam bangun sekaligus bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari dalam memecahkan masalah. Artikel ini mendiskusikan tentang implementasi atau penerapan metode Project Based Learning (PjBL) metode ini merupakan metode yang cocok untuk meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika. Pada akhir pembahasan akan diuraikan bagaimana implementasi metode Project Based Learning dalam pembelajaran Matematika kelas 1 di sekolah dasar.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe TGT Berbantuan E-LKPD Crossword Puzzle terhadap Hasil Belajar IPA Kelas VIII
Ilma, Izza Nuril;
Sutrisno, Sutrisno;
Lestari, Lia Puji
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p19-27
Tujuan penelitian ini adalah menuangkan hasil pengalaman praktik mengajar mandiri selama PPL PPG peneliti dalam meningkatkan hasil belajar IPA melalui model kooperatif tipe TGT berbantuan E-LKPD crossword puzzle. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental dengan desain penelitian One Grup Pretest-Posttest. Penelitian ini menggunakan satu kelas eksperimen tanpa adanya kelas kontrol. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 5 Malang dengan jumlah 32 orang dan objek penelitiannya hasil belajar peserta didik materi senyawa. Instrumen yang digunakan meliputi 1) pretest-posttest, 2) Lembar Kerja Peserta Didik, 3) lembar wawancara respon guru dan peserta didik terhadap pembelajaran, 4) lembar observasi, dan 5) dokumentasi. Untuk menjawab rumusan penelitian, analisis data yang digunakan merupakan data kuantitatif yang kemudian di deskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran koopertif tipe TGT berbantuan E-LKPD crossword puzzle yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Selain itu juga dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka melalui kegiatan berkelompok dan meningkatkan keaktifan selama proses pembelajara.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Games TGT dalam Meningkatkan Partisipasi Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS
Ni’matuzzuriyah, Ni’matuzzuriyah;
Ervina, Ervina
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p28-33
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran wajib dan penting bagi peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran IPS sering kali rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini, upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis permainan, yaitu Teams Games Tournaments (TGT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil implementasi model pembelajaran berbasis games TGT dalam meningkatkan partisipasi peserta didik pada mata pelajaran IPS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 8E di SMP Negeri 16 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, studi dokumentasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT secara signifikan meningkatkan tingkat partisipasi peserta didik dalam pembelajaran IPS. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar.
Penerapan Model Pembelajaran Klasikal dengan Media Dadu untuk Mata Pelajaran Matematika Materi Penjumlahan di Kelas 1 SD
Fadhillah, Alfiah Lailatul
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p34-39
Penelitian ini dilakukan untuk melihat capaian pembelajaran peserta didik kelas 1 di Sekolah Dasar Negeri di Kota Malang, melalui media dadu dan menggunakan model pembelajaran klasikal dengan mengajak peserta didik untuk aktif selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan yang dilihat yaitu masih belum optimalnya peserta didik dalam materi penjumlahan sampai 20. Masih ada beberapa peserta didik yang perlu bimbingan oleh guru selama pembelajaran. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, maka sebagai calon guru profesional diharuskan memiliki metode atau model yang efektif selama pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran klasikal dan media dadu untuk mengajak peserta didik untuk memahami materi penjumlahan sampai 20. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan peserta didik dalam materi penjumlahan untuk melihat tercapainya kemampuan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang signifikan dan memiliki capaian yang bagus. Peserta didik senang selama mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media dadu dan memudahkan dalam memahami materi penjumlahan sampai 20. Model pembelajaran klasikal juga memiliki fokus dalam melihat keaktifan peserta didik selama mengikuti pembelajaran dengan pola tugas dan kegiatan yang sama sehingga membantu guru untuk membantu meningkatkan kemampuannya.
Implementasi Ice Breaking dengan Metode Permainan terhadap Keaktifan Peserta Didik Fase A dalam Pembelajaran Matematika
Shoolikhah, Luthfiya ‘Aqidatu
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p40-46
Pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat peserta didik merupakan salah satu kunci utama keberhasilan guru dalam mengajar, meskipun dalam pelaksanaannya seringkali dihadapi dengan kendala, terutama dalam menjaga konsentrasi peserta didik agar tetap fokus memperhatikan materi, terutama dalam mata pelajaran matematika yang sering kali bersifat abstrak. Salah satu strategi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang melibatkan keaktifan peserta didik adalah dengan menggunakan ice breaking dan metode permainan. Metode ini tidak hanya memecah kebekuan awal dalam kelas, tetapi juga meningkatkan interaksi sosial dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar-mengajar. Penggunaan benda-benda konkret dalam metode permainan, seperti gelas dan mangkok plastik yang bertuliskan angka, membantu peserta didik untuk memahami konsep matematika secara lebih konkret dan nyata. Artikel ini bertujuan untuk menggali implementasi ice breaking dan metode permainan terhadap keaktifan peserta didik fase A dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian meliputi guru kelas dan peserta didik kelas 2 fase A. Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan ice breaking dengan metode permainan efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam materi bilangan. Implementasi ini telah terbukti menjadi alternatif yang efektif dalam menciptakan suasana kelas yang interaktif dan dinamis. Pembelajaran yang mengimplementasikan ice breaking dan permainan tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, tetapi juga menjadikan proses pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik, memungkinkan mereka untuk aktif berpartisipasi dan memahami konsep-konsep matematika dengan lebih baik.
Penerapan Model Pembelajaran POGIL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Materi Evaluasi pada Program Keahlian Pekerjaan Sosial di SMK Negeri
Syarafibi, Aulia Koen;
Milwati, Susi;
Mahpud, Apud
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p47-52
Penerapan model pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Inquiry Learning) pada mata pelajaran evaluasi untuk kelas XI PS 2 di SMK Negeri 2 Malang telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Dalam penelitian ini, peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan model POGIL mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis mereka. Hasil ulangan harian rata-rata kelas mencapai 81,207, yang menunjukkan peningkatan prestasi akademik secara keseluruhan. Selain peningkatan dalam aspek kognitif, model POGIL juga terbukti efektif dalam membentuk keterampilan sosial peserta didik, seperti kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi. Hal ini mengindikasikan bahwa POGIL tidak hanya berkontribusi pada pencapaian hasil belajar yang lebih baik, tetapi juga mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan di masa depan. Dengan demikian, POGIL menjadi salah satu model pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan holistik peserta didik, menjadikannya lebih siap untuk tantangan di dunia kerja dan kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPS Berbasis Outdoor Learning Media Peta Harta Karun Kelas VIII SMP
Dwiyanti, Evrilia;
Soelistijo, Djoko
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p53-59
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan modul pembelajaran IPS berbasis outdoor learning dengan bantuan media PHK (Peta Harta Karun) pada materi perkembangan kerajaan Islam di Indonesia. Tujuan ini didasarkan pada hasil analisis yang menunjukkan bahwa siswa merasa bosan dengan pembelajaran konvensional dan beranggapan bahwa materi IPS hanya sekadar hafalan di kelas, sehingga membuat mereka jenuh dan kurang termotivasi. Dalam konteks ini, diperlukan perencanaan pembelajaran yang inovatif dalam penggunaan PHK agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan sesuai dengan karakteristik siswa yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dalam tahap awal, analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa dan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran IPS. Tahap desain melibatkan perencanaan modul pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas outdoor learning dan penggunaan media PHK. Pengembangan modul dilakukan dengan merancang materi dan aktivitas yang interaktif dan menarik. Uji kelayakan modul dilakukan melalui validasi oleh ahli materi dan media untuk memastikan kualitas dan kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. Tahap implementasi dilakukan dengan melibatkan siswa dan guru dalam penggunaan modul yang telah dikembangkan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Aktivitas outdoor learning yang memanfaatkan PHK mampu menarik perhatian siswa dan membuat mereka lebih tertarik untuk memahami materi perkembangan kerajaan Islam di Indonesia. Evaluasi dari tahap implementasi menunjukkan peningkatan minat belajar siswa secara signifikan. Siswa tidak hanya lebih aktif, tetapi juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap materi yang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan mampu memberikan dampak positif, berupa peningkatan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi IPS. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan modul pembelajaran berbasis outdoor learning dengan bantuan media PHK efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran di kelas.
Peningkatan Hasil Belajar Berbantuan Media Flash Card pada Pembelajaran IPS Peserta Didik Kelas VII SMP
Inaru, Irna;
Nuraini, Sa’diya
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p60-67
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa peserta didik kelas VII sering mengalami kesulitan dalam memahami materi IPS yang disampaikan melalui pendekatan tematik. Peserta didik kurang mendapatkan pengalaman langsung dengan situasi nyata atau kontekstual, sehingga mereka membutuhkan pemahaman konkret yang dapat diperoleh melalui pengalaman langsung. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan media flash card terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VII di SMP Negeri 15 Malang tahun ajaran 2023/2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media flash card efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan tes formatif, nilai rata-rata pada Siklus I adalah 69,33 dengan 21 peserta didik mencapai tingkat pencapaian yang memadai. Pada Siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata kelas menjadi 81,67 dengan 30 peserta didik mencapai tingkat pencapaian yang memadai. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan media flash card secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar pada kelas VII di SMP Negeri 15 Malang tahun ajaran 2023/2024.
Penerapan Scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) Kelas X DKV-2 Di SMK terhadap Mata Pelajaran Sejarah
Swastika, Aprilia Iva;
Utami, Indah Wahyu Puji
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um084v3i12025p68-76
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Scaffolding dalam konteks Zone of Proximal Development (ZPD) menurut teori Vygotsky, serta mengaplikasikannya dalam pembelajaran sejarah di kelas X DKV-2 di SMK Negeri 10 Malang. Metode kualitatif dipilih untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana ZPD dapat diterapkan dalam konteks nyata pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Penelitian dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran sejarah, fokus pada interaksi antara guru dan siswa dalam implementasi konsep Scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Scaffolding pada ZPD dapat dilaksanakan secara efektif. Guru berperan dalam memonitor dan memberikan bantuan secara bertahap kepada siswa sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, mulai dari bimbingan aktif hingga memfasilitasi siswa untuk aktif berdiskusi dan melakukan presentasi. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman siswa terhadap materi sejarah, tetapi juga mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Melalui Scaffolding, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri, sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif mereka. Implikasi dari penelitian ini mendukung pentingnya penerapan teori Vygotsky dalam konteks pendidikan praktis, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan bimbingan terarah untuk memajukan kemampuan siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman kita tentang bagaimana konsep Scaffolding dapat diterapkan dengan efektif dalam konteks ZPD di pendidikan sekolah menengah kejuruan, serta relevansinya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada perkembangan siswa.