cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 86 Documents
Analisis Kritis Isu-Isu Pendidikan Islam Dalam Kompetisi Negara Asean (Studi Kasus Di Indonesia, Brunei Darussalam Dan Malaysia) Dwi Listiani; Fitri Ariyanto; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The three countries of Indonesia, Brunei Darussalam, and Malaysia have unique histories and developments in Islamic education, facing various challenges and opportunities in the context of modernization and globalization. This analysis is conducted by examining the structure and curriculum of Islamic education, government policies, and the main issues faced by each country. In Indonesia, the main challenges include the quality of education, accessibility, and integration with the national education system. In Brunei Darussalam, the primary focus is on resource limitations and curriculum modernization. Meanwhile, in Malaysia, the dualism of the education system, political influences, and teacher quality are the main concerns. This research aims to critically analyze the issues of Islamic education in three ASEAN countries: Indonesia, Brunei Darussalam, and Malaysia. Through comparison and critical analysis, this research finds that cultural factors, government policies, and regional competition significantly influence the form and effectiveness of Islamic education in these three countries. Additionally, this research highlights the positive and negative impacts of competition in the Islamic education sector in ASEAN and provides policy recommendations that can improve the quality and accessibility of Islamic education regionally. The results of this research are expected to provide insights for policymakers, educators, and researchers in developing more effective and sustainable strategies for Islamic education in ASEAN..  Abstrak Ketiga negara Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia ini memiliki sejarah dan perkembangan pendidikan Islam yang unik serta menghadapi berbagai tantangan dan peluang dalam konteks modernisasi dan globalisasi. Analisis ini dilakukan dengan menelaah struktur dan kurikulum pendidikan Islam, kebijakan pemerintah, serta isu-isu utama yang dihadapi masing-masing negara. Di Indonesia, tantangan utama termasuk kualitas pendidikan, aksesibilitas, dan integrasi dengan sistem pendidikan nasional. Di Brunei Darussalam, keterbatasan sumber daya dan modernisasi kurikulum menjadi fokus utama. Sementara itu, di Malaysia, dualisme sistem pendidikan, pengaruh politik, dan kualitas guru menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis isu-isu pendidikan Islam di tiga negara ASEAN: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Melalui perbandingan dan analisis kritis, penelitian ini menemukan bahwa faktor budaya, kebijakan pemerintah, dan kompetisi regional sangat mempengaruhi bentuk dan efektivitas pendidikan Islam di ketiga negara. Selain itu, penelitian ini menyoroti dampak positif dan negatif dari kompetisi dalam sektor pendidikan Islam di ASEAN, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan Islam secara regional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan peneliti dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk pendidikan Islam di ASEAN
Evaluasi Program Pendidikan Karakter Di Pondok Pesantren Bilal Bin Rabah Fitri Ariyanto; Achmad Rasyid Ridha
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of character education at Pondok Pesantren Bilal bin Rabah Sukoharjo. The study aims to understand how the character education program at Bilal bin Rabah Sukoharjo is evaluated. This research uses descriptive research methods with a qualitative approach. The data collection technique used in this study is interviews. The research was conducted at Bilal bin Rabah Sukoharjo. The results of the study indicate that the evaluation of the character education program at Bilal bin Rabah Islamic boarding school includes: using attendance frequency indicators (checklists), notes from direct observations by the boarding school management, examinations by the boarding school division related to character material, and communication and cooperation with the students' guardians. Abstrak Penelitian ini mencoba mengevaluasi implementasi pendidikan karakter di Pondok Pesantren Bilal bin Rabah Sukoharjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi program pendidikan karakter di Bilal bin Rabah Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara. Penelitian ini dilakukan di Bilal bin Rabah Sukoharjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Evaluasi mengenai program pendidikan karakter di pondok pesantren Bilal bin Rabah antara lain: menggunakan indikator frekuensi kehadiran (checklist), Catatan dari pengamatan langsung dari pihak kesantrian, Ujian dari bagian kesantrian terkait materi seputar karakter, komunikasi dan kerjasama dengan wali santri. 
Peran Literasi Informasi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam: literasi informasi; pendidikan Islam; library research; kualitas pendidikan; teknologi informasi Imam Mahdi; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information literacy is a critical ability to access, evaluate, and use information effectively. In the context of Islamic education, information literacy plays an important role in deepening the understanding of religious teachings, improving the quality of research, and developing students' ability to think critically. The study uses a library research approach to identify challenges, such as resource constraints and lack of training, and recommends policies to improve the integration of information literacy in Islamic educational institutions. The findings highlight the need for collective efforts to strengthen information literacy as a strategy to improve the quality of Islamic education in the digital age. Abstrak Literasi informasi merupakan kemampuan kritis dalam mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Dalam konteks pendidikan Islam, literasi informasi memainkan peran penting dalam memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama, meningkatkan kualitas penelitian, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research untuk mengidentifikasi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan pelatihan yang kurang, serta merekomendasikan kebijakan untuk meningkatkan integrasi literasi informasi di institusi pendidikan Islam. Temuan penelitian ini menyoroti perlunya upaya kolektif dalam memperkuat literasi informasi sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di era digital.
Menilai Keberhasilan Program Tahfidz Al-Qur’an Di Taman Kanak-Kanak (TK) Harapan Bunda Kadibolo Wedi Klaten Achmad Rasyid Ridha; Ismail Triyanto
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/g7ap1z56

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine how the evaluation system implemented by Harapan Bunda Kindergarten Kadibolo Wedi Klaten in realizing the success of the Al-Qur'an memorization program. This study used a qualitative approach with field research methods, where data were obtained through direct observation, interviews with the principal, and documentation. The data analysis process was carried out through a reduction stage to filter relevant information, then the data was displayed and analyzed to obtain valid conclusions. The results of the study indicate that Harapan Bunda Kindergarten has implemented an effective evaluation system, so that it can be used as a basis for formulating policies for the development of the tahfidz program at the institution. Evaluations were carried out in a variety of ways, including daily, weekly, and monthly assessments, both for old memorization (muroja'ah) and new memorization (hifdul jadid). This diverse evaluation method makes students more motivated and does not feel bored in participating in the tahfidz learning process. In addition, the evaluation results also show significant progress, where in each class there are several students who are able to exceed the set memorization targets. This demonstrates that the evaluation system implemented not only measures memorization achievement but also serves as a motivator for children to learn. Therefore, the implementation of evaluation at Harapan Bunda Kindergarten, Kadibolo Wedi, Klaten, can be said to be successful in supporting the goals of the tahfidz program and simultaneously fostering a generation of Quranic students from an early age. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem evaluasi yang diterapkan oleh Taman Kanak-Kanak Harapan Bunda Kadibolo Wedi Klaten dalam mewujudkan keberhasilan program tahfidz Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, di mana data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan kepala sekolah, serta dokumentasi. Proses analisis data dilakukan melalui tahap reduksi untuk menyaring informasi yang relevan, kemudian data ditampilkan (display) dan dianalisis hingga diperoleh kesimpulan yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Harapan Bunda telah melaksanakan sistem evaluasi yang efektif, sehingga dapat dijadikan landasan dalam merumuskan kebijakan untuk pengembangan program tahfidz di lembaga tersebut. Evaluasi dilakukan secara variatif, mencakup penilaian harian, mingguan, dan bulanan, baik pada hafalan lama (muroja’ah) maupun hafalan baru (hifdul jadid). Metode evaluasi yang beragam ini membuat peserta didik lebih termotivasi dan tidak merasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran tahfidz. Selain itu, hasil evaluasi juga menunjukkan adanya perkembangan signifikan, di mana dalam setiap kelas terdapat beberapa peserta didik yang mampu melampaui target hafalan yang telah ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa sistem evaluasi yang dijalankan tidak hanya mampu mengukur pencapaian hafalan, tetapi juga berfungsi sebagai pendorong semangat belajar bagi anak-anak. Dengan demikian, penerapan evaluasi di TK Harapan Bunda Kadibolo Wedi Klaten dapat dikatakan berhasil dalam mendukung tujuan program tahfidz, sekaligus melahirkan generasi Qur’ani sejak usia dini.
Implementasi Metode Talaqqi Dalam Menghafal Qur’an Pada Tahfizh Al Kautsar Al Kautsar Grabag Imam Mahdi; Muhammad Rasyid Ridha
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/7zheyg57

Abstract

This study aims to explore the implementation of the talaqqi method in memorizing the Qur'an in early childhood in Tahfizh Early Childhood Al Kautsar Grabag, as well as to analyse its impact on children's memorization and cognitive and emotional development. The research method used is a qualitative approach with case study methods. Data is collected through observations, in-depth interviews, and documentation, then analyzed descriptively. The results of the research show that the talaqqi method was applied with repetition and correction techniques directly by the teacher, as well as the use of visual and auditorium assistance. This method has been shown to be effective in improving the ability to memorize the Qur'an in children of early age, with a significant improvement in the ability of memorizing the Quran. In addition, the talaqqi method also has a positive impact on the child's cognitive and emotional development, such as increased concentration, memory, and confidence. Factors supporting the success of the talaqqi method include teacher commitment, parent support, and the use of learning technology. However, the main challenges are time constraints and consistency in learning. The study concludes that the talaqqi method is an effective approach in memorizing the Quran in early childhood and provides recommendations for further development and application in other religious educational institutions. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode talaqqi dalam menghafal Al-Qur'an pada anak usia dini di Tahfizh Anak Usia Dini Al Kautsar Grabag, serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan menghafal dan perkembangan kognitif serta emosional anak-anak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi diterapkan dengan teknik pengulangan dan koreksi langsung oleh guru, serta penggunaan bantuan visual dan auditori. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur'an pada anak-anak usia dini, dengan peningkatan signifikan dalam kemampuan menghafal surat-surat Al-Qur'an. Selain itu, metode talaqqi juga berdampak positif pada perkembangan kognitif dan emosional anak, seperti peningkatan konsentrasi, daya ingat, dan rasa percaya diri. Faktor pendukung keberhasilan metode talaqqi meliputi komitmen guru, dukungan orang tua, dan penggunaan teknologi pembelajaran. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu dan konsistensi dalam pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode talaqqi merupakan pendekatan yang efektif dalam menghafal Al-Qur'an pada anak usia dini dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut serta penerapan di lembaga pendidikan agama lainnya.
Peran Tpq Wijaya Kusuma Dalam Pembinaan Akhlak Anak Di Kampung Srambatan Kota Surakarta Novenna Citrasari Muria Wijaya; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of a child's morals cannot be separated from the role of education, both formal education at school and non-formal. Al-Quran Education Park (TPQ) is one of the non-formal educational institutions for children that helps children understand and practice Islamic teachings, including aqidah, worship, and morals. As a non-formal institution that has a role, TPQ certainly requires good management and human resources. As a non-formal institution that has an important role in the education process, in addition there are still many parents who have not been able to educate their children comprehensively with many limitations such as time, knowledge, teaching methods and others. TPQ is expected to take a role in the process of developing children's potential in forming attitudes, knowledge and also skills about religion by using an approach that can adapt to the child's development process based on the Qur'an and AsSunnah. TPQ Wijaya Kusuma in Kampung Srambatan, Surakarta City is a TPQ that is in an environment that is not conducive and risky (High Risk) for children's moral growth. The purpose of this study is to describe the role of TPQ in the formation of children's morals. This study uses a comparative approach with a qualitative type. Data collection techniques are carried out by direct observation to the target TPQ and also open interviews with several research subjects. The results of the study obtained are that there are similarities in both TPQs, namely the personal approach method, giving advice, exemplary behavior and also behavioral habits. While the difference lies in the provision of rewards and punishments in the learning process. Abstrak Pembinaan akhlak seorang anak tidak terlepas dari peran pendidikan, baik pendidikan formal disekolah maupun non formal. Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) merupakan salah satu wadah pendidikan non formal bagi anak yang membantu anak dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama islam, diantaranya aqidah, ibadah, akhlak. Sebagai lembaga non formal yang memiliki peran, TPQ tentu memerlukan manajamen dan sumber daya manusia yang baik. Sebagai lembaga non formal yang memiliki peran penting dalam proses pendidikan, selain itu masih banyak orang tua yang belum mampu mendidik anak secara menyeluruh dengan banyaknya keterbatasan seperti waktu, ilmu pengetahuan, metode mengajar dan lainnya. TPQ diharapkan mengambil peran dalam proses pengembangan potensi anak dalam pembentukan sikap, pengetahuan dan juga keterampilan tentang keagamaan dengan menggunakan pendekatan yang bisa menyesuaikan dengan proses perkembangan anak berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah. TPQ Wijaya Kusuma di Kampung Srambatan Kota Surakarta adalah TPQ yang berada di lingkungan yang tidak kondusif dan risti (Resiko Tinggi) untuk pertumbuhan ahlak anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran TPQ terhadap pembentukan akhlakul karimah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan jenis kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung ke TPQ sasaran dan juga wawancara terbuka terhadap beberapa subjek penelitian. Hasil penelitian yang didapat ialah terdapat kesamaan pada kedua TPQ yaitu metode pendekatan personal, pemberian nasihat, keteladanan dan juga pembiasaan perilaku. Sedangkan perbedaanya terdapat pada pemberian hadiah dan hukuman dalam proses pembelajaran.
Administrasi Guru Dan Kegiatan Belajar Mengajar Meti Fatimah; Muhammad Ilyas
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teacher administration is an important element in the implementation of effective and efficient education. This administration covers various aspects, including planning, implementation, evaluation, and management of educational resources. In the context of teaching and learning activities, teacher administration plays a role in ensuring that the learning process runs smoothly, is structured, and in accordance with the established curriculum. Teacher administration involves arranging lesson schedules, managing classes, monitoring student progress, and preparing and implementing learning programs. In addition, teacher administration is also related to the development of teacher professionalism through training and workshops aimed at improving the competence and quality of teaching. Effective teaching and learning activities depend not only on the academic abilities of teachers, but also on their ability to manage administration well. With well-organized administration, teachers can focus more on the teaching process, create a conducive learning environment, and meet the individual needs of students. This study aims to explore the relationship between teacher administration and the effectiveness of teaching and learning activities in schools. The results of the study are expected to provide new insights for the development of better education management strategies, as well as improving the quality of education at various levels. Abstrak Administrasi guru merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang efektif dan efisien. Administrasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengelolaan sumber daya pendidikan. Dalam konteks kegiatan belajar mengajar, administrasi guru berperan dalam memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan lancar, terstruktur, dan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Administrasi guru melibatkan pengaturan jadwal pelajaran, pengelolaan kelas, pemantauan perkembangan siswa, serta penyusunan dan pelaksanaan program pembelajaran. Selain itu, administrasi guru juga berkaitan dengan pengembangan profesionalisme guru melalui pelatihan dan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pengajaran. Kegiatan belajar mengajar yang efektif tidak hanya bergantung pada kemampuan akademis guru, tetapi juga pada kemampuan mereka dalam mengelola administrasi dengan baik. Dengan administrasi yang tertata rapi, guru dapat lebih fokus pada proses pengajaran, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan memenuhi kebutuhan individual siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara administrasi guru dan efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pengembangan strategi pengelolaan pendidikan yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai jenjang.
Transformasi Pendidikan Islam Di Era Globalisasi Dan Teknologi: Tantangan Dan Solusi Muhammad Ilyas; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/sbxme815

Abstract

The transformation of Islamic education in the era of globalization and the development of information technology has become an urgent need to remain relevant to changing times. Globalization brings challenges such as information transparency, cultural plurality, and increasingly fierce global competition. Meanwhile, information technology presents significant opportunities to expand access to education, improve the quality of learning, and introduce innovation in teaching methods. Islamic education serves not only as a means of transmitting religious values ​​but also as a strategic medium for shaping a generation with faith, noble character, and 21st-century skills. Integrating technology into the learning process is a key step, where technology acts as an interactive medium that can increase learning effectiveness while enriching students' learning experiences. The study revealed that the main challenges in the transformation of Islamic education include the gap in technology access between educational institutions, low digital literacy among both educators and students, limited supporting infrastructure, and a curriculum that is not yet fully adapted to global needs. However, on the other hand, emerging opportunities include the ability to utilize technology for online learning, the development of digital literacy, and the strengthening of multicultural education relevant to the context of a pluralistic global society. As a solution, concrete strategies are needed in the form of formulating an adaptive curriculum, intensive training for educators in the use of technology, providing adequate digital infrastructure, and internalizing multicultural values ​​based on Islamic teachings. Abstrak Transformasi pendidikan Islam di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi menjadi suatu kebutuhan mendesak agar tetap relevan dengan perubahan zaman. Globalisasi membawa tantangan berupa keterbukaan informasi, pluralitas budaya, serta kompetisi global yang semakin ketat. Sementara itu, teknologi informasi menghadirkan peluang besar dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menghadirkan inovasi dalam metode pengajaran. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai media strategis untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan abad ke-21. Integrasi teknologi dalam proses pembelajaran menjadi langkah utama, di mana teknologi berperan sebagai medium interaktif yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam transformasi pendidikan Islam mencakup kesenjangan akses teknologi antara lembaga pendidikan, rendahnya literasi digital di kalangan pendidik maupun peserta didik, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta kurikulum yang belum sepenuhnya adaptif dengan kebutuhan global. Namun, di sisi lain, peluang yang muncul antara lain kemampuan memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran daring, pengembangan literasi digital, serta penguatan pendidikan multikultural yang relevan dengan konteks masyarakat global yang plural. Sebagai solusi, dibutuhkan strategi konkret berupa perumusan kurikulum adaptif, pelatihan intensif bagi pendidik dalam pemanfaatan teknologi, penyediaan infrastruktur digital yang memadai, serta internalisasi nilai multikultural yang berpijak pada ajaran Islam.
Evaluasi Kinerja Guru PAI Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Di SDIT Ar Risalah Wonosari Klaten Achmad Rasyid Ridha; Arbety Wulantika
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/dm2twb72

Abstract

This study aims to evaluate the performance of Islamic Religious Education (PAI) Teachers in implementing the Independent Curriculum at SDIT Ar Risalah Wonosari, Klaten. The Independent Curriculum emphasizes student-centered learning, character building, and the development of Pancasila student profiles. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants in this study included the Principal, PAI Teachers, and several students and parents as data triangulation. The results of the study indicate that PAI Teachers at SDIT Ar Risalah have implemented the Independent Curriculum in stages by innovating in learning methods, utilizing Pancasila student profile strengthening projects, and integrating Islamic values ​​into learning activities. However, several obstacles were still found, such as limited in-depth understanding of the Independent Curriculum concept and limited technical training. Overall, the performance of PAI Teachers is considered quite good, but there needs to be ongoing assistance and increased competence so that the implementation of the curriculum can run more optimally and effectively. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SDIT Ar Risalah Wonosari, Klaten. Kurikulum Merdeka menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penguatan karakter, serta pengembangan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru PAI, serta beberapa siswa dan orang tua sebagai triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI di SDIT Ar Risalah telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap dengan melakukan inovasi dalam metode pembelajaran, pemanfaatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam aktivitas belajar. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman mendalam terhadap konsep Kurikulum Merdeka dan keterbatasan pelatihan teknis. Secara keseluruhan, kinerja Guru PAI dinilai cukup baik, namun perlu adanya pendampingan berkelanjutan dan peningkatan kompetensi agar implementasi kurikulum dapat berjalan lebih optimal dan efektif.
Pelaksanaan Evaluasi Program BTA Pada Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo Alifian Nurush Sholahuddin; Ahmad Rasyid Ridha
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/rbzeq443

Abstract

The aim of this research is to describe the implementation of the BTA program evaluation on PAI learning at SMP Negeri 1 Grogol. The type of research used by the author is qualitative research and the data collection technique uses observation, interviews and documentation techniques. Then, the data analysis technique uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of this research is that the evaluation of the BTA program in PAI learning at SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo was carried out using practical tests as well as written tests and classroom observations. Even though the results of the program have been positive and implementation has gone well, the program still requires ongoing evaluation so that it can always be developed. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan pelaksanaan evaluasi program BTA pada pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Grogol. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan evaluasi program BTA pada pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo dilakukan dengan tes praktek maupun tes tertulis dan observasi kelas. Meskipun hasil program sudah bersifat positif dan pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik, program tersebut tetap memerlukan evaluasi secara berkelanjutan agar selalu dapat dikembangkan.