cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 86 Documents
Peran Pendidikan Dalam Membentuk Moderasi Beragama Di Lingkungan Masyarakat Majemuk Syarif Muhamad Abid Maulana; Basri Wahyudi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/cdnh4m06

Abstract

Education plays a crucial role in shaping moderate attitudes towards religion in diverse societies. Religious conflicts often arise due to stereotypes and misunderstandings among religious groups. Education addresses these challenges by providing deep knowledge about various religions and universal values such as tolerance and respect for differences. Through inclusive curricula and interactive learning, education teaches students to respect cultural diversity as a valuable asset to be preserved.The research methodology employed in this study is qualitative, using in-depth interviews with various stakeholders including teachers, students, religious leaders, and community members from different religious backgrounds. Case studies were conducted in educational institutions successful in promoting inclusive attitudes and moderation towards diverse religious beliefs. Data analysis utilized thematic approaches to identify common patterns and themes related to the role of education in shaping moderate religious attitudes.Findings indicate that religious moderation entails adopting a middle-ground position, avoiding extremism on both the right and left spectrums. Education plays a role in fostering inclusive understanding of religion by teaching critical and analytical thinking skills, and facilitating constructive interfaith dialogue. Additionally, educational institutions create environments supportive of universal values such as empathy and cooperation among individuals. Abstrak Pendidikan memegang peran krusial dalam membentuk sikap moderasi terhadap beragama dalam konteks masyarakat majemuk yang beragam. Konflik agama sering kali muncul di lingkungan ini akibat stereotip dan ketidakpahaman antarkelompok agama. Pendidikan dapat mengatasi tantangan ini dengan memberikan pengetahuan mendalam tentang berbagai agama serta nilai-nilai universal seperti toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Melalui kurikulum inklusif dan pembelajaran interaktif, pendidikan mengajarkan siswa untuk menghormati keberagaman budaya sebagai kekayaan yang harus dijaga. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada berbagai pihak, termasuk guru, siswa, tokoh agama, dan masyarakat dari latar belakang agama yang berbeda. Studi kasus dilakukan di beberapa lembaga pendidikan yang berhasil dalam mempromosikan sikap inklusif dan moderasi terhadap beragam keyakinan agama. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola umum dan tema yang berkaitan dengan peran pendidikan dalam membentuk sikap moderasi beragama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama adalah sikap dan perilaku yang menempatkan diri di tengah-tengah, menghindari ekstremisme baik kanan maupun kiri. Pendidikan berperan dalam mengembangkan pemahaman yang inklusif terhadap beragama dengan mengajarkan keterampilan berpikir kritis dan analitis serta memfasilitasi dialog antaragama yang konstruktif. Selain itu, lembaga pendidikan membentuk lingkungan yang mendukung nilai-nilai universal seperti empati dan kerjasama antarmanusia.
Peran Pendidikan Islam Dalam Melawan Radikalisme Melalui Moderasi Beragama Agustin sri ningsih; Jumiarti Hurairah; Muji rahayu
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, Islamic education is very important to fight radicalism and promote religious moderation. The Ministry of Religion emphasizes the importance of religious education in the school curriculum with a focus on harmonizing intellectual and spiritual knowledge. The importance of the campaign for a moderate understanding of Islam is demonstrated by the horizontal conflict caused by radicalism and intolerance. Responsible for spreading proper understanding of Islamic concepts such as tolerance, jihad, and monotheism are Islamic teachers and educators can educate the next generation to appreciate multicultural life. Madrasas and Islamic boarding schools function as Islamic institutions that teach moderate values. To deal with radicalism, educational institutions, parents, communities and the government must work together. Islamic education can build a tolerant, critical and moderate understanding of religion if implemented correctly. This will encourage increased faith. Abstrak Di Indonesia, pendidikan Islam sangat penting untuk melawan radikalisme dan mempromosikan moderasi beragama. Kementerian Agama menekankan pentingnya pendidikan agama dalam kurikulum sekolah dengan fokus pada penyelarasan pengetahuan intelektual dan spiritual. Sangat pentingnya kampanye pemahaman Islam yang moderat ditunjukkan oleh konflik horizontal yang disebabkan oleh radikalisme dan intoleransi. Bertanggung jawab atas penyebaran pemahaman yang tepat tentang konsep Islam seperti toleransi, jihad, dan tauhid adalah guru dan pendidik Islam. Pendidikan karakter yang inklusif dapat mendidik generasi berikutnya untuk menghargai kehidupan multikultural. Madrasah dan pesantren berfungsi sebagai lembaga  Islam yang mengajarkan tentang nilai-nilai moderat. Untuk menghadapi radikalisme, lembaga pendidikan, orang tua, komunitas, dan pemerintah harus bekerja sama. Pendidikan Islam dapat membangun pemahaman yang toleran, kritis, dan moderat tentang agama jika diterapkan dengan benar. Ini akan mendorong peningkatan iman
Kebangkitan Nasional Landasan Penting Dalam Pendidikan Islam di Indonesia Ismail Triyanto; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/py1nq633

Abstract

Abstract This research is a library research that aims to strengthen the understanding of the strategic role of education in building and maintaining the spirit of nationalism that has been instilled since the National Awakening era. The methodology in this research is to collect data from articles, books, and journals, as well as information from other internet sources originating from credible sources. After the data is collected, it is reduced by reading the abstract, if it is not relevant to the topic of discussion, it is eliminated. And if after reading the abstract, it is relevant to the topic of discussion, it is read in its entirety and compiled in a reference manager to facilitate the management of reference sources. The results of this study indicate that the National Awakening is an important historical milestone for Indonesia that marks the spirit of struggle and awareness of national identity. This study explores how the spirit of National Awakening influences and shapes the education system in Indonesia. Through historical studies and contemporary analysis, this study highlights the role of education in strengthening the spirit of nationalism as well as the challenges and opportunities faced in the context of globalization.  Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bertujuan memperkuat pemahaman tentang peran strategis pendidikan dalam membangun dan mempertahankan semangat Kebangsaan yang telah ditanamkan sejak masa Kebangkitan Nasional. Metodologi dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data-data dari artikel, buku-buku, dan jurnal, serta informasi dari internet lainnya yang berasal dari sumber yang kredibel. Setelah data terkumpul direduksi dengan cara dibaca pada abstraknya, bila tidak relevan dengan topik pembahasan maka dieliminasi. Dan apabila setelah dibaca pada abstraknya ada relevansinya dengan topik pembahasan maka dibaca secara keseluruhan dan dihimpun dalam reference manager untuk mempermudah dalam mengelola sumber-sumber referensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebangkitan nasional merupakan tonggak sejarah penting bagi Indonesia yang menandai semangat perjuangan dan kesadaran akan identitas kebangsaan. Penenlitian ini mengeksplorasi bagaimana semangat kebangkitan nasional mempengaruhi dan membentuk sistem pendidikan di Indonesia. Melalui kajian historis dan analisis kontemporer, penelitian ini menyoroti peran pendidikan dalam memperkuat semangat kebangsaan serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam konteks globalisasi.
Efektivitas Ragam Metode Dalam Pembelajaran PAI Muhammad Yusuf; Andi Marauleng; Islamiah Syam; Siti Masita; Marsuanti Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/w9qyak28

Abstract

  Abstract This study aims to examine the effectiveness of various methods used in Islamic Religious Education (PAI) learning and its implications for improving students' understanding, attitudes, and religious practices. Through a qualitative approach with library research methods, data were collected from various literatures, such as books, scientific journals, articles, and relevant previous research results. The results of the study indicate that there is no one method that is absolutely the most effective, but rather effectiveness depends on the suitability of the method to the learning objectives, characteristics of students, teaching materials, and the context of the learning environment. The lecture method is effective for delivering conceptual information, while discussion and case study methods encourage more active involvement and critical thinking. Contextual and role-playing methods have been proven to be able to increase the internalization of religious values ​​in the real lives of students. Thus, the success of PAI learning is largely determined by the teacher's ability to choose, combine, and implement the right methods creatively and adaptively. This study is expected to be a reference in developing more effective and meaningful PAI learning strategies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai metode yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta implikasinya terhadap peningkatan pemahaman, sikap, dan praktik keagamaan peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari berbagai literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak ada satu metode yang paling efektif secara mutlak, melainkan efektivitas bergantung pada kesesuaian metode dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi ajar, dan konteks lingkungan belajar. Metode ceramah efektif untuk penyampaian informasi konseptual, sedangkan metode diskusi dan studi kasus lebih mendorong keterlibatan aktif dan berpikir kritis. Metode kontekstual dan role playing terbukti mampu meningkatkan internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata peserta didik. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran PAI sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam memilih, mengkombinasikan, dan mengimplementasikan metode yang tepat secara kreatif dan adaptif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan bermakna.
Prespektif Pendidikan Karakter Siswa Pada Sekolah Dasar Negeri 1 Taji Dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gumantar Juwiring Kabupaten Klaten Arbety Wulantika; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zvnse582

Abstract

Success in the character formation process leads children to achieve a desired goal, resulting in character formation from the strategies used in character education. The aim of this research is to determine the implementation of character education in the learning process and extracurricular activities and the evaluation model for character education in Muhammadiyah Elementary Schools and Madrasah Ibtidaiyah in Juwiring District, Klaten Regency. This research was conducted with a field study using qualitative descriptive methods. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The results of the research show that regarding the implementation of character education in learning, the two institutions both implement it by integrating the indicators and learning objectives of each subject. Then, to implement character education in extracurricular activities, MIM Gumantar Juwiring Klaten places greater emphasis on honesty and discipline. Evaluation of character education at MIM Gumantar Juwiring Klaten and SDN 1 Taji Juwiring Klaten uses an integrated model of indicators of achievement of learning outcomes in each subject. From the indicators of achievement of learning outcomes, it is hoped that the character values ​​developed at the two educational institutions will be able to reflect the students' personalities as superior people. The core character values ​​developed at MIM Gumantar Juwiring Klaten and SDN 1 Taji Juwiring Klaten have several differences, namely MIM Gumantar Juwiring Klaten applies the character values ​​of religious, honest, disciplined, independent, love of the homeland, respect for achievement, love of peace, and care for the environment. Meanwhile, the core character values ​​developed at SDN 1 Taji Juwiring Klaten are honesty, discipline, hard work, love of the country, respect for achievement, love of peace, social care. Abstrak Keberhasilan dalam proses pembentukan karakter mengantarkan anak untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan, sehingga dalam pembentukan karakter dari strategi yang digunakan dalam Pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dan model evaluasi pendidikan karakter di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilakukan dengan studi lapangan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adapun implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran, kedua lembaga tersebut sama-sama menerapkannya dengan cara mengintegrasikan pada indikator dan tujuan pembelajaran masing-masing mata pelajaran. Kemudian untuk implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler, MIM Gumantar Juwiring Klaten lebih menekankan sikap religius dan peduli lingkungan, sedangkan SDN 1 Taji Juwiring Klaten lebih menekankan pada sikap jujur dan disiplin. Evaluasi pendidikan karakter di MIM Gumantar Juwiring Klaten dan SDN 1 Taji Juwiring Klaten menggunakan model terintegrasi pada indikator pencapaian hasil belajar pada masing-masing mata pelajaran. Dari indikator pencapaian hasil belajar tersebut, diharapkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan pada kedua lembaga pendidikan tersebut mampu mencerminkan pribadi peserta didik sebagai insan yang unggul. Nilai karakter inti yang dikembangkan di MIM Gumantar Juwiring Klaten dan SDN 1 Taji Juwiring Klaten memiliki beberapa perbedaan, yakni MIM Gumantar Juwiring Klaten menerapkan nilai karakter religius, jujur, disiplin, mandiri, cinta tanah air, menghargai prestasi, cinta damai, dan peduli lingkungan. Sedangkan nilai karakter inti yang dikembangkan di SDN 1 Taji Juwiring Klaten adalah jujur, disiplin, kerja keras, cinta tanah air, menghargai prestasi, cinta damai, peduli sosial.
Epistimologi Pendidikan Nilai Dan Hubungan Kemanusiaan Dalam Pendidikan Maghfiroh, Anis; Mukh Nursikin
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nxxvjt35

Abstract

Humanitarian values ​​education is a learning approach that focuses on strengthening students' character through simple, meaningful habits, such as praying together, sitting quietly, telling stories, and singing. These habits are not only routine but also a means of forming attitudes and behaviors rooted in humanitarian values. Through these activities, students are trained to cultivate spiritual, emotional, and social awareness that will shape individuals with character. At Sekolah Insan Teladan, humanitarian values ​​education is implemented by emphasizing five main principles that form the basis of education: truth, virtue, peace, compassion, and freedom from violence. The principle of truth encourages students to be honest and consistent in all their actions. Virtue fosters caring and kindness towards others, while peace emphasizes the importance of living in harmony and avoiding conflict. Compassion trains students to have empathy, understand others' feelings, and foster a spirit of mutual assistance. Meanwhile, the principle of freedom from violence teaches respect for differences and the importance of resolving problems peacefully. The results of this study indicate that humanitarian values ​​education can bring about positive changes in students, both in their mindsets, attitudes, and daily behavior. A good education ultimately contributes significantly to shaping the nation's next generation with morals, ethics, and culture. One of the essential goals of education is to foster mental change for the better. Therefore, character education based on humanitarian values ​​is a fundamental necessity in the educational world to produce a generation that is intelligent, moral, and compassionate. Abstrak Pendidikan nilai-nilai kemanusiaan merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penguatan karakter peserta didik melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang penuh makna, seperti berdoa bersama, duduk tenang, bercerita, dan menyanyi. Kebiasaan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan sikap dan perilaku yang berakar pada nilai kemanusiaan. Melalui aktivitas tersebut, siswa dilatih untuk menumbuhkan kesadaran spiritual, emosional, dan sosial yang akan membentuk pribadi berkarakter. Di Sekolah Insan Teladan, pendidikan nilai-nilai kemanusiaan dijalankan dengan menekankan lima prinsip utama yang menjadi dasar pendidikan, yaitu kebenaran, kebajikan, kedamaian, belas kasihan, dan bebas dari kekerasan. Prinsip kebenaran mendorong siswa untuk bersikap jujur dan konsisten dalam setiap tindakan. Kebajikan menumbuhkan sikap peduli dan berbuat baik kepada sesama, sedangkan kedamaian menekankan pentingnya hidup rukun serta menghindari konflik. Belas kasihan melatih siswa untuk memiliki empati, memahami perasaan orang lain, dan menumbuhkan sikap tolong-menolong. Sementara itu, prinsip bebas dari kekerasan mengajarkan penghargaan terhadap perbedaan serta pentingnya menyelesaikan masalah dengan cara damai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai-nilai kemanusiaan mampu membawa perubahan positif dalam diri peserta didik, baik dalam pola pikir, sikap, maupun perilaku sehari-hari. Pendidikan yang baik pada akhirnya memberikan kontribusi besar dalam membentuk generasi penerus bangsa yang bermoral, berakhlak, dan berbudaya. Salah satu tujuan penting pendidikan adalah mendorong perubahan mental ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai kemanusiaan merupakan kebutuhan mendasar dalam dunia pendidikan untuk mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan saling mencintai.
Kontribusi KH. Abdul Wahid Hasyim Dalam Dunia Pendidikan Mulyanto Abdulloh Khoir; Aulia Arsinta; Ikke Fitriana Nugrahini
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/rtfw9h80

Abstract

Education is a fundamental aspect in advancing a country, including religious education which plays a significant role in forming the character of individuals and society. This article discusses the thoughts and contributions of KH. Abdul Wahid Hasyim in developing the Islamic education curriculum in Indonesia. KH. Abdul Wahid Hasyim, a prominent cleric, succeeded in combining religious education and general education in Islamic boarding schools, making him a pioneer of modern education in Islamic boarding schools. He introduced the classical system, speech courses, and foreign languages ​​such as Dutch and English. The emphasis on inclusivity, tolerance, and lifelong education are characteristic of his thinking. This research uses qualitative methods with observation techniques and literature data collection. The research results show that KH. Abdul Wahid Hasyim is very relevant to today's education, especially in character formation, tolerance and inclusiveness. His contributions include developing a curriculum based on religious values, character building, and promoting the values ​​of tolerance. KH's thoughts. Abdul Wahid Hasyim provides valuable insights for the development of an education system that is holistic and relevant to the demands of the times. Abstrak Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam memajukan suatu negara, termasuk di dalamnya pendidikan agama yang memainkan peran signifikan dalam pembentukan karakter individu dan masyarakat. Artikel ini membahas pemikiran dan kontribusi KH. Abdul Wahid Hasyim dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam di Indonesia. KH. Abdul Wahid Hasyim, seorang ulama terkemuka, berhasil memadukan pendidikan agama dan pendidikan umum dalam pesantren, menjadikannya perintis pendidikan modern di pesantren. Beliau memperkenalkan sistem klasikal, kursus pidato, serta bahasa asing seperti Belanda dan Inggris. Penekanan pada inklusivitas, toleransi, serta pendidikan seumur hidup merupakan ciri khas pemikirannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan pengumpulan data literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran KH. Abdul Wahid Hasyim sangat relevan dengan pendidikan masa kini, terutama dalam pembentukan karakter toleransi, dan inklusivitas. Kontribusi beliau mencakup pengembangan kurikulum yang berlandaskan nilai-nilai agama, pembentukan karakter, dan promosi nilai-nilai toleransi. Pemikiran KH. Abdul Wahid Hasyim memberikan pandangan berharga bagi pengembangan sistem pendidikan yang holistik dan relevan dengan tuntutan zaman.
Islam dan Sain: Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengilmuan Islam Kasori; Ikke Fitriana Nugrahini; Aulia Arsinta
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mn1ja674

Abstract

This article discusses the Relations of Islam and Science by examining the Islamization  of  Science  Syed Muhammad  al-Naquib  al-Attas,  Kuntowijoyo Islamic    Studies    and    the    Paradigm    of    Interconnection    Integration-Transintegration of Science Amin Abdullah. The method used in this research is descriptive-qualitative method, and is  included  in  the  literature  research.  The process of collecting data in this study is by observing, in the sense of tracking various references that have relevance regarding the focus of the study, both from books, articles, and so on that function to support these data. The data analysis technique used in this research is the content analysis method. From the studies conducted,  it  can  be  seen  that  First,  there  are  two  similarities  between  the Islamization   of   science,   Islamic   scholarship   and   the   trans-integration   of knowledge, namely both being an Islamic response to the development of science and both rejecting secularism. Second, the difference between the Islamization of knowledge, Islamic scholarship and the transtegration of knowledge lies in  the emphasis and details of the key concepts. The Islamization of science places more emphasis on Islam, Islamic scholarship places more emphasis on science, while the integration   of   interconnections   tends   to   be   more   balanced   in   seeing   the relationship  between  Islam  and  science.   Third,   the  difference  between   the Islamization   of   knowledge,   Islamic   scholarship   and   the   transtegration   of knowledge occurs because of differences in background between the three.  The Islamization  of  knowledge  was  initiated  by people  who  were  traumatized  by colonialism, while Islamic scholarship and the transtegration of knowledge were not. Abstrak Artikel ini membahas tentang Relasi Islam dan Sains dengan mengkaji Islamisasi Sains Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kajian Islam Kuntowijoyo dan Paradigma Integrasi Interkoneksi— Transintegrasi Sains Amin Abdullah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, dan termasuk dalam penelitian kepustakaan.  Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, dalam arti menelusuri berbagai referensi yang mempunyai relevansi mengenai fokus penelitian, baik dari buku, artikel, dan lain sebagainya yang berfungsi untuk mendukung data tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi. Dari kajian yang dilakukan terlihat bahwa Pertama, terdapat dua kesamaan antara Islamisasi ilmu pengetahuan, keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan, yaitu keduanya merupakan respon Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sama-sama menolak sekularisme. Kedua, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terletak pada penekanan dan rincian konsep-konsep kuncinya. Islamisasi ilmu pengetahuan lebih menekankan pada Islam, keilmuan Islam lebih menekankan pada ilmu pengetahuan, sedangkan integrasi interkoneksi cenderung lebih seimbang dalam melihat hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan.   Ketiga, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terjadi karena perbedaan latar belakang ketiganya.  Islamisasi ilmu pengetahuan diprakarsai oleh masyarakat yang trauma dengan kolonialisme, sedangkan keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan tidak.
Jaringan Ilmu Nusantara-Timur Tengah Dan Peran Pesantren Dalam Jaringan-nya Muhammad Isa Anshori; Ikke Fitriana Nugrahini; Aulia Arsinta
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/xwz2pq04

Abstract

The intellectual network between the Indonesian Archipelago and the Middle East has existed since the early centuries of Islam and has played an important role in the development of Islamic scholarship in the Southeast Asian region. This study aims to examine the dynamics of the scientific relationship between Indonesian and Middle Eastern scholars and to trace the contribution of Islamic boarding schools as traditional Islamic educational institutions in building and strengthening this network. Using a qualitative approach and literature study of manuscripts, biographies of scholars, and classical works, this study found that Islamic boarding schools have a strategic role as centers for the transmission of knowledge, preservers of scientific traditions, and liaisons between local students and centers of knowledge in the Middle East, such as Mecca, Medina, and Cairo. Through the departure of students to the Middle East and the arrival of scholars to the Indonesian Archipelago, there was an exchange of ideas, teaching methods, and the development of contextual Islamic thought. The role of Islamic boarding schools in this network is not only limited to the educational aspect, but also forms a strong, moderate, and traditional local Islamic identity. This finding emphasizes the importance of Islamic boarding schools in maintaining the continuity of global Islamic knowledge while maintaining local wisdom within the framework of Islamic civilization. Abstrak Jaringan intelektual antara Nusantara dan Timur Tengah telah berlangsung sejak abad-abad awal kedatangan Islam dan memainkan peran penting dalam perkembangan keilmuan Islam di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika hubungan keilmuan antara ulama Nusantara dan Timur Tengah serta menelusuri kontribusi pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tradisional dalam membangun dan memperkuat jaringan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka terhadap manuskrip, biografi ulama, serta karya-karya klasik, penelitian ini menemukan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat transmisi ilmu, pelestari tradisi keilmuan, dan penghubung antara pelajar lokal dengan pusat-pusat ilmu di Timur Tengah, seperti Mekkah, Madinah, dan Kairo. Melalui keberangkatan santri ke Timur Tengah dan kedatangan ulama ke Nusantara, terjadi pertukaran ide, metode pengajaran, serta pengembangan pemikiran keislaman yang kontekstual. Peran pesantren dalam jaringan ini tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, tetapi juga membentuk identitas keislaman lokal yang kuat, moderat, dan berakar pada tradisi. Temuan ini menegaskan pentingnya pesantren dalam mempertahankan kesinambungan keilmuan Islam global sekaligus merawat kearifan lokal dalam bingkai peradaban Islam.
Peran Rahmah El Yunusiyah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Di Sekolah Salma Navi’ati Kholisa Dewi; Mulyanto Abdullah Khoir; Gali Nurma Saudi; Sabila Nurul Azizah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/efgapd12

Abstract

This study examines the crucial role of Rahmah El Yunusiyah in improving the quality of Islamic education in schools, emphasizing the contributions of her thought and practice, particularly for women. Rahmah, an educational figure from West Sumatra, is known as a pioneer of modern Islamic education that integrates Islamic values ​​with general knowledge and character building. Through the establishment of Diniyah Puteri Padang Panjang in 1923, she presented an innovative, values-based educational model, while simultaneously positioning women as active subjects in the teaching and learning process. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method to explore Rahmah's ideas, strategies, and influence on the development of the Islamic education system. The results of the study indicate that Rahmah's thinking is able to encourage educational transformation through the implementation of a holistic curriculum, which not only teaches knowledge and skills but also emphasizes the development of noble morals. She also positions the role of women as educators and prime movers, thus opening up space for women's empowerment in the world of Islamic education. Furthermore, Rahmah El Yunusiyah's ideas are not only relevant in the historical context of her struggle but also serve as a valuable inspiration for the development of contemporary Islamic education. Her thinking provides a foundation for the creation of quality, inclusive, and gender-equitable Islamic education. By emphasizing that education is a means to improve the dignity and worth of women, Rahmah has succeeded in building a legacy that remains relevant today, especially in facing the challenges of globalization and the need for education that is humanistic and oriented towards Islamic values. Abstrak Penelitian ini membahas peran penting Rahmah El Yunusiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di sekolah, dengan menekankan kontribusi pemikiran dan praksisnya, terutama bagi perempuan. Rahmah, tokoh pendidikan asal Sumatera Barat, dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan umum serta pembentukan karakter. Melalui pendirian Diniyah Puteri Padang Panjang pada tahun 1923, ia menghadirkan model pendidikan yang inovatif dan berbasis nilai, sekaligus menempatkan perempuan sebagai subjek aktif dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka untuk menelusuri gagasan, strategi, dan pengaruh Rahmah terhadap perkembangan sistem pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Rahmah mampu mendorong transformasi pendidikan melalui penerapan kurikulum yang holistik, yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menekankan pembinaan akhlak mulia. Ia juga menempatkan peran perempuan sebagai pendidik dan penggerak utama, sehingga membuka ruang bagi pemberdayaan perempuan dalam dunia pendidikan Islam. Lebih jauh, gagasan Rahmah El Yunusiyah tidak hanya relevan dalam konteks historis masa perjuangannya, tetapi juga menjadi inspirasi berharga dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Pemikirannya memberikan landasan bagi terciptanya pendidikan Islam yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan gender. Dengan menegaskan bahwa pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan, Rahmah berhasil membangun warisan yang tetap aktual hingga kini, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kebutuhan akan pendidikan yang humanis serta berorientasi pada nilai-nilai keislaman.