cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 86 Documents
Pengembangan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Moderat Dalam Pencak Silat Pagar Nusa di Padepokan Segoro Geni Muhammad Zaenal Abidin; Achmat Mubarok; Muhammad Nur Hadi; Muhammad Jamhuri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/5vr5jw62

Abstract

The phenomenon of riots between pencak silat schools in various regions, particularly in East Java, reflects a moral crisis among the younger generation. The rise in violence, brawls, bullying, and sexual harassment indicates that the moral values ​​and social norms taught in educational institutions are beginning to be neglected. This situation necessitates strategic efforts to instill strong and moderate character in the younger generation through activities based on cultural and spiritual values, such as those conducted at the Segoro Geni Gempol Pasuruan Padepokan. This study aims to describe the implementation of Pagar Nusa activities and the process of developing moderate character education values ​​within the padepokan. The study used a descriptive qualitative method from February to July 2024, with Pagar Nusa trainers and students as subjects, as well as the Head of the Sub-District and the coordinator of instructors as key informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions through triangulation of sources and methods. The research results show that the Pagar Nusa program begins with a tawassul recitation, prayer, warm-up, core exercises, and a closing ceremony. Moderate character values ​​developed include tolerance, national commitment, non-violence, and respect for local culture. The character-building process involves advice, habituation, role modeling, and educational punishment. Abstrak: Fenomena kerusuhan antarperguruan pencak silat di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur, mencerminkan terjadinya krisis moral di kalangan generasi muda. Maraknya tindak kekerasan, tawuran, bullying, dan pelecehan seksual menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak dan norma sosial yang diajarkan di lembaga pendidikan mulai terabaikan. Kondisi ini mendorong perlunya upaya strategis dalam menanamkan karakter yang kuat dan moderat kepada generasi muda melalui kegiatan berbasis nilai-nilai budaya dan spiritual, seperti yang dilakukan di Padepokan Segoro Geni Gempol Pasuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan Pagar Nusa serta proses pengembangan nilai-nilai pendidikan karakter moderat di lingkungan padepokan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Februari hingga Juli 2024, dengan subjek penelitian para pelatih dan peserta didik Pagar Nusa, serta informan utama yaitu Ketua Rayon dan koordinator pembina. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Pagar Nusa dimulai dengan pembacaan tawassul, doa, pemanasan, latihan inti, hingga penutupan. Nilai-nilai karakter moderat yang dikembangkan meliputi toleransi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, dan penghargaan terhadap budaya lokal, dengan proses pembentukan karakter melalui nasihat, pembiasaan, keteladanan, dan pemberian hukuman yang bersifat mendidik.
Peran Ngaji Ngopi Dalam Penguatan Karakter Islam Masyarakat Desa Lengkong Kecamatan Sukarejo Kabupaten Ponorogo Afit Zaelani; Farida Ulvi Na'imah; Ardiyansyah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/5g8s4979

Abstract

Berdasarkan observasi awal, pemerintah desa Lengkong Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo bersama tokoh masyarakat menginisiasi sebuah kegiatan positif. Kegiatan tersebut berupa kajian rohani yang diadakan setiap Jumat pagi di masjid atau mushola setempat, dengan diikuti acara minum kopi bersama. Materi yang disampaikan dibuat sederhana dan menarik, sehingga dapat diterima dengan baik oleh kalangan muda dan mendorong partisipasi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan di Desa Lengkong, Kecamatan Sukarejo, Kabupaten Ponorogo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru. Analisis data meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pelaksanaan kegiatan "Ngaji Ngopi Pagi" di Desa Lengkong berlangsung setiap Jumat pagi, dengan tambahan kegiatan "Bahtsul Masail" atau tanya jawab seputar keagamaan pada Jumat Legi, menggunakan kitab Nashoihul Ibad sebagai acuan, dengan metode ala pesantren yang menjelaskan setiap lafadz secara terperinci. 2. Peran "Ngaji Ngopi Pagi" dalam meningkatkan karakter islami masyarakat Desa Lengkong meliputi: a. Pembinaan Keagamaan, b. Penguatan Keluarga Sakinah, dan c. Menjadi tempat belajar ilmu agama. Abstract Based on initial observations, the Lengkong village government, Sukorejo District, Ponorogo Regency, together with community leaders initiated a positive activity. The activity is in the form of a spiritual study held every Friday morning at the local mosque or prayer room, followed by a coffee drinking event together. The material presented is made simple and interesting, so that it can be well received by young people and encourage their participation. This research is a qualitative research with a case study approach, which was carried out in Lengkong Village, Sukarejo District, Ponorogo Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with data sources consisting of the Principal and Teachers. Data analysis includes collection, reduction, presentation, and drawing conclusions, while the validity of the data was tested through source triangulation. The results of the study show that: 1. The implementation of the "Ngaji Ngopi Pagi" activity in Lengkong Village takes place every Friday morning, with the addition of the "Bahtsul Masail" activity or question and answer about religion on Friday Legi, using the Nashoihul Ibad book as a reference, with a pesantren-style method that explains each lafadz in detail. 2. The role of "Ngaji Ngopi Pagi" in improving the Islamic character of the Lengkong Village community includes: a. Religious Guidance, b. Strengthening Sakinah Families, and c. Becoming a place to learn religious knowledge.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran PAI Pada MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo Aulidiyah Paramasasti; Ahmad Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/4vz2sn75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo. Kurikulum Merdeka hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan pada kebebasan belajar, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam menjadi instrumen strategis dalam membentuk karakter religius, sikap toleran, dan akhlak mulia peserta didik sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan kepala madrasah, serta dokumentasi pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI di MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo telah berjalan cukup efektif. Guru-guru PAI menerapkan pendekatan diferensiasi dan pembelajaran berbasis projek keagamaan yang kontekstual. Nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran dan pembiasaan harian. Penilaian dilakukan secara autentik dengan memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan pemahaman kurikulum yang belum merata, pihak madrasah terus melakukan inovasi dan penguatan kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka di MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius dan sosial yang kuat. Abstract This study aims to describe and analyze the implementation of the Independent Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) learning at MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo. The Independent Curriculum is present as an educational approach that emphasizes freedom of learning, student-centered learning, and character building through the Pancasila Student Profile and the Rahmatan lil 'Alamin Student Profile. In this context, Islamic Religious Education becomes a strategic instrument in forming religious character, tolerant attitudes, and noble morals of students from an early age. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews with PAI teachers and madrasah principals, and learning documentation. Data analysis is carried out using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the Independent Curriculum in PAI learning at MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo has been quite effective. PAI teachers apply a differentiation approach and contextual religious project-based learning. The values ​​of Pancasila and Islamic teachings are integrated into daily learning and habituation activities. Assessments are carried out authentically by paying attention to cognitive, affective, and psychomotor aspects. Although there are several obstacles such as limited facilities and uneven understanding of the curriculum, the madrasah continues to innovate and strengthen collaboration between teachers, parents, and the surrounding environment. Thus, Islamic Religious Education learning in the Independent Curriculum at MI Miftahul Khoir 1 Karangrejo is able to form students who are not only intellectually intelligent, but also have strong religious and social characters.
Kepemimpinan Pengasuh Dalam Mewujudkan Santri Yang Berdaya Saing Di Pondok Pesantren Fathul Ulum Diwek Jombang Sukron Makmun; Hermanto; Shohib
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/hj5ve636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tentang kepemimpinan pengasuh dalam mewujudkan santri yang berdaya saing di Pondok Pesantren Fathul Ulum, Diwek, Jombang. Pondok pesantren, sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi santri. Di tengah dinamika globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, pondok pesantren dituntut untuk menghasilkan santri yang tidak hanya memiliki kemampuan religius yang kuat, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti dalam konteks yang spesifik. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh, guru, dan santri, serta studi dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung praktik-praktik kepemimpinan yang diterapkan di pondok pesantren. Wawancara mendalam bertujuan untuk mendapatkan informasi yang detail dan komprehensif tentang pandangan dan pengalaman subjek penelitian terkait kepemimpinan pengasuh. Studi dokumentasi dilakukan dengan menelaah berbagai dokumen yang berkaitan dengan kebijakan dan program-program pendidikan di pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kepemimpinan pengasuh di Pondok Pesantren Fathul Ulum sangat berperan dalam membentuk karakter dan kompetensi santri. Pengasuh menerapkan kepemimpinan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren, Kyai mengimplementasikan kepemimpinan otoriter-karismatik. (2) strategi kepemimpinan kyai dalam peningkatan kualitas pendidikan pesantren yaitu dengan (a). peningkatan kualitas guru/asatidz. (b). meningkatkan kualitas santri (c). meningkatkan materi pelajaran atau kurikulum. (d). peningkatan sarana dan prasarana (3). Implikasi dari kepemimpinan pengasuh ini adalah terciptanya santri yang memiliki pemahaman agama yang kuat, kemandirian, kompetensi tinggi, serta mampu bersaing di berbagai bidang, baik di ranah akademik maupun dunia kerja.
Inovasi Metode Pembelajaran Syawir Untuk Meningkatkan Pemahaman Nahwu Dalam Kitab Matan Jurumiyah Di Pondok Pesantren Ngalah Viza fikriyani; M. Jamhuri; Ahmad Marzuki; Askhabul Kirom
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/jyh3kj63

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kurangnya pemahaman santri terhadap isi kitab Matan Jurumiyah, yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam membaca kitab tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana pelaksanaan inovasi metode pembelajaran syawir untuk meningkatkan pemahaman nahwu, (2) faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya, serta (3) dampak dari inovasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan inovasi metode pembelajaran syawir meliputi evaluasi awal, pengimplementasian berdasarkan jenjang sorogan, evaluasi acak, dan pemberian sanksi. (2) Faktor pendukung meliputi dukungan pengasuh, penyediaan materi yang memadai, lingkungan belajar yang kondusif, dan motivasi santri. Faktor penghambat termasuk keterbatasan waktu, variasi kemampuan santri, serta stres akibat evaluasi acak. (3) Dampak inovasi ini mencakup perencanaan yang lebih terstruktur, peningkatan motivasi belajar, efektivitas pembelajaran yang lebih baik, serta disiplin dan ketelitian santri dalam memahami materi. Abstract This study is based on the lack of understanding of the students regarding the contents of the Matan Jurumiyah book, which affects their ability to read the book. This study aims to determine (1) how the implementation of the innovation of the syawir learning method improves the understanding of nahwu, (2) the supporting and inhibiting factors in its implementation, and (3) the impact of the innovation. The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that: (1) The implementation of the innovation of the syawir learning method includes initial evaluation, implementation based on sorogan levels, random evaluation, and the imposition of sanctions. (2) Supporting factors include support from caregivers, provision of adequate materials, a conducive learning environment, and student motivation. Inhibiting factors include time constraints, variations in student abilities, and stress due to random evaluations. (3) The impact of this innovation includes more structured planning, increased learning motivation, better learning effectiveness, and student discipline and accuracy in understanding the material.
Efektivitas Metode Sorogan Dalam Pembelajaran Fathul Qorib Untuk Peningkatan Kemampuan Membaca Kitab Madin Darut Taqwa, Purwosari Pasuruan Lailatul Masruroh; M. Anang Sholikhudin; M. Nur Hadi; Muhammada
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/mx3k1k22

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab di kalangan siswa kelas 6 Ula Madin Darut Taqwa. Kitab Fathul Qorib adalah salah satu teks penting dalam pendidikan pesantren, namun banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan membaca teks ini dengan benar. Metode Sorogan, sebuah metode pengajaran tradisional yang melibatkan pembelajaran individual di hadapan guru, dianggap memiliki potensi untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Sorogan dalam pembelajaran kitab Fathul Qorib. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Sorogan secara signifikan meningkatkan kemampuan membaca kitab siswa, mencakup aspek kefasihan, pemahaman, dan ketepatan membaca teks Arab. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode Sorogan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab serta memberikan perhatian individu yang lebih intensif, sehingga membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Dengan demikian, disarankan agar metode Sorogan diadopsi lebih luas dalam pembelajaran kitab klasik di pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman teks-teks agama. Abstract This study was motivated by the need to improve the ability to read books among grade 6 students of Ula Madin Darut Taqwa. The Fathul Qorib book is one of the important texts in Islamic boarding school education, but many students have difficulty in understanding and reading this text correctly. The Sorogan method, a traditional teaching method that involves individual learning in front of a teacher, is considered to have the potential to overcome this problem. This study aims to evaluate the effectiveness of the Sorogan method in learning the Fathul Qorib book. This study uses a qualitative method with a field research type. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation of the learning process. Data analysis was carried out using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the Sorogan method significantly improved students' ability to read books, including aspects of fluency, comprehension, and accuracy in reading Arabic texts. These findings indicate that the Sorogan method is effective in improving the ability to read books and providing more intensive individual attention, thus helping students understand the material better. Thus, it is suggested that the Sorogan method be adopted more widely in the learning of classical books in Islamic boarding school education in order to improve the quality of learning and understanding of religious texts
Implementasi Media Pembelajaran Gamifikasi Quizizz Pada Materi Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Interaksi Siswa SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Mohamad Diyan Romadoni; Achmat Mubarok; Muhammad Nur Hadi; M. Jamhuri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/phryvc37

Abstract

Kurangnya perhatian guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang menarik dapat membuat siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan. Sehingga hal tersebut juga dapat menyebabkan suasana pembelajaran di kelas menjadi kurang interaktif dan dapat menyebabkan siswa kurang memiliki keterampilan berpikir kritis saat belajar di kelas. Dalam hal ini, gamifikasi memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui lebih jauh tentang Implementasi Media Pembelajaran Quizizz Gamification pada Materi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi dan Interaksi Siswa (Studi Kasus di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Media Pembelajaran Quizizz Gamification pada Materi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi dan Interaksi Siswa (Studi Kasus di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dimana data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa cerita atau proses dalam penggunaan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penerapan Media Pembelajaran Gamifikasi Quizizz pada Materi Pendidikan Agama Islam adalah menumbuhkan rasa semangat belajar yang tinggi sehingga penggunaan gamifikasi Quizizz dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan motivasi dan interaksi siswa di SMK Ar-Roudhoh Beji Pasuruan. Abstract Lack of teacher attention in implementing interesting learning methods can make students less enthusiastic about learning in class, especially in Islamic Religious Education subjects at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School. So it can also cause the learning atmosphere in the classroom to be less interactive and can cause students to lack the skills to think critically when learning in class. In this case, gamification plays a very important role in the development of Islamic Religious Education teaching materials. Therefore, the author wants to know more about the implementation of Quizizz Gamification Learning Media in Islamic Religious Education Materials in Increasing Student Motivation and Interaction (Case Study at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School). The aim of this research is to describe the implementation of Quizizz Gamification Learning Media in Islamic Religious Education Materials in Increasing Student Motivation and Interaction (Case Study at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School). The type of research used is qualitative descriptive research. Where the data obtained in this research is in the form of stories or processes in the use of techniques used in data collection in the form of observation, interviews and documentation. The results of implementing Quizizz Gamification Learning Media in Islamic Religious Education Materials are to foster a high sense of enthusiasm for learning so that the use of Quizizz gamification in Islamic Religious Education learning can increase student motivation and interaction at Ar-Roudhoh Beji Pasuruan Vocational School.
Pengembangan Pembelajaran PPBA Berbasis Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Santri di Pondok Pesantren Ngalah Rofiqotul Kamilia; M. Anang Sholikhudin; Muhammad Nur Hadi; Askhabul Kirom
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/m10cxk71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning di Asrama I Pondok Pesantren Ngalah, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengembangan tersebut, dan mengevaluasi dampaknya terhadap hasil belajar santri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif jenis Research and Development (R&D), dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran Problem Based Learning sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar santri. Selain itu, ditemukan bahwa untuk mencapai hasil yang lebih optimal, perlu meminimalisir kekurangan yang ada. Secara keseluruhan, pengembangan PBL terbukti berhasil meningkatkan ketuntasan hasil belajar santri dari 36,36% menjadi 72,73%. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran di pondok pesantren. Abstract This study aims to develop a learning model based on Problem Based Learning in Dormitory I of Ngalah Islamic Boarding School, as well as to identify supporting and inhibiting factors for the development, and to evaluate its impact on students' learning outcomes. The approach used is a qualitative type of Research and Development (R&D), with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the development of Problem Based Learning is very effective in improving students' learning outcomes. In addition, it was found that in order to achieve more optimal results, it is necessary to minimize existing deficiencies. Overall, the development of PBL has proven successful in increasing the completeness of students' learning outcomes from 36.36% to 72.73%. This finding provides important implications for the development of learning models in Islamic boarding schools.
Peran Orang Tua Dalam Pembiasaan Ibadah Shalat Fardhu Siswa Kelas VI SDN Cendono 1 Cahyo Nur Selamet; Ahmad Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nmjcj947

Abstract

The development of prayer in the family environment has a great influence on the implementation of daily student prayers, because in this family students will receive religious education and guidance that is very important for the spiritual development of students. Therefore, the role of parents is very important in realizing students who love worship so that they will get used to doing it in the future. Prayer is a very important means to get closer to Allah swt. By performing prayer, the heart will become calm so that by performing obligatory prayer, human beings will always avoid despicable acts. Therefore, education about prayer must be instilled from childhood. Therefore, based on the above knowledge, here the author conducted a research to find out the role of parents in fostering the implementation of prayer for grade VI students of SDN Cendono 1. The method used in this study is a qualitative method that is descriptive. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Research results: 1) The role of parents of grade VI students at home has carried out their role well, starting from the aspects of teaching, guiding, supervising, motivating, and providing the necessary facilities. 2) Some children show a tendency to perform prayers consistently, while others still cannot perform prayers regularly or even do not perform them at all. 3) The role of parents in the habit of obligatory prayer for grade VI students at home shows good results, although there is still a role of parents who have not been maximized in guiding their children due to the busyness of parents at work. Abstrak Pembinaan ibadah shalat dalam lingkungan keluarga sangat besar pengaruhnya terhadap pelaksanaan ibadah shalat siswa sehari-hari, karena dalam keluarga inilah siswa akan mendapatkan pendidikan keagamaan serta bimbingan yang sangat penting untuk perkembangan spiritual siswa. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam mewujudkan siswa yang cinta beribadah agar kelak terbiasa untuk menjalankannya. Ibadah shalat merupakan sarana yang sangat penting untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan melaksanakan ibadah shalat hati akan menjadi tenteram sehingga dengan melaksanakan ibadah shalat wajib manusia akan senantiasa terhindar dari perbuatan tercela. Oleh karena itu pendidikan mengenai ibadah shalat harus ditanamkan sejak kecil. Oleh karenanya, berdasarkan pengetahuan di atas di sini penulis mengadakan penelitian untuk mengetahui peran orang tua dalam membina pelaksanaan ibadah shalat siswa kelas VI SDN Cendono 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian: 1) Peran orang tua siswa kelas VI di rumah sudah menjalankan perannya dengan baik, dimulai dari segi mengajarkan, membimbing, mengawasi, memotivasi, dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. 2) Beberapa anak menunjukkan kecenderungan untuk melaksanakan shalat dengan konsisten, sementara beberapa lainnya masih belum bisa melaksanakan shalat secara teratur atau bahkan tidak melaksanakannya sama sekali. 3) Peran orang tua dalam pembiasaan ibadah shalat fardhu siswa kelas VI di rumah menunjukkan hasil yang baik, walaupun masih terdapat peran orang tua yang belum maksimal dalam membimbing anaknya dikarenakan kesubukan orang tua dalam bekerja.
PENYERAHAN SEPARUH MAHAR MENURUT HUKUM ISLAM(Studi Kasus Masyarakat Ramong District Betong Thailand Selatan) Suhana Sakeng; Fatkul Chodir; Tiara Yuliarsih
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui praktik dan tata cara penyerahan separuh mahar saat akad nikah dalam tradisi Masyarakat Ramong (Thailand Selatan), dan untuk mengatahui Hukum tradisi penyerahan separuh mahar saat akad nikah di Masyarakat Ramong (Thailand Selatan). Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan mengambil sumber data secara online dari masyarakat di Ramong sebagai sumber data ini. Hasil penelitian ini ditemui bahwasanya praktik dan tata cara penyerahan separuh mahar saat akad nikah di Masyarakat Ramong Thailand Selatan yaitu bahwa separuh mahar diserahkan ketika berlangsung akad nikah. Namun dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan yang dilakukan ketika berlangsung akad nikah dan separuh lagi setelah akat nikah. Tradisi yang telah berlaku di masyarakat memang sudah sejak lama berkembang, bagaimanapun bentuknya itu telah diterima dan dilakukan oleh masyarakat. Pemberian separuh maharnya di masyarakat Ramong ialah bisa memberi separuhnya dan separuh lagi memberinya setelah akat nikah tapi harus ada janjian pembayaran. Dan saparuh maharnya lagi bisa digantikan dengan barang tapi harus disetujui sebelah pihak perempuan juga, dikarenakan takut salah paham ataupun menjadi permasalahan. Abstract This study aims to determine the practice and procedure for handing over half of the dowry during the marriage contract in the Ramong Community tradition (Southern Thailand), and to determine the Law of the tradition of handing over half of the dowry during the marriage contract in the Ramong Community (Southern Thailand). This type of research is field research using a qualitative approach. By taking online data sources from the community in Ramong as the source of this data. The results of this study found that the practice and procedure for handing over half of the dowry during the marriage contract in the Ramong Community of Southern Thailand is that half of the dowry is handed over when the marriage contract takes place. However, from the groom to the bride which is done when the marriage contract takes place and the other half after the marriage contract. The tradition that has been in place in society has indeed developed for a long time, whatever its form has been accepted and carried out by society. The giving of half of the dowry in the Ramong community is that half can be given and the other half given after the marriage contract but there must be a payment agreement. And the other half of the dowry can be replaced with goods but must be approved by the woman too, because of fear of misunderstanding or becoming a problem.