cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-ABSHOR : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 30627141     DOI : -
Al-Abshor: Jurnal Pendidikan Agama Islam is a peer-reviewed journal published by Yayasan Pesantren Al-Qur’an Shalahuddin Al-Ayyubi, located at Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta 55674. This journal aims to disseminate research results from academics, researchers, and practitioners in the field of Islamic Studies, both in theory and practice. Specifically, this journal invites papers discussing topics such as Islamic Education, Islamic thought, learning in Islamic education, students in Islamic education, Islamic education methods, Islamic teacher education, and Islamic education policies. This journal is published online four times a year, namely in January, April, July, and October.
Articles 86 Documents
Studi Etnografi Budaya Sekolah Dalam Membentuk Karakter Religius Di Sekolah Dasar Negeri Bajangan Gondang Wetan Pasuruan Himmatul Ulya; Ahmad Marzuki
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/daw9v562

Abstract

Moral education, or better known as character education, is a series of basic moral principles and the virtues of attitude and character or nature that must be possessed and made a habit by children from the beginning until they become mukallaf, that is, ready to navigate the sea of ​​life. Imam al-Ghazali emphasized that morality is a trait embedded in the human soul, which can be judged good or bad using the standards of science and religious norms. Character education has a very important role in shaping the personality of Indonesian people who have the integrity of their Indonesian soul. This study aims to examine how school culture at Bajangan Gondang Wetan Pasuruan Elementary School shapes the religious character of students. The method used in this study is an ethnographic study, which allows researchers to explore in depth the cultural practices that exist in the school and their influence on the formation of students' religious character. This study uses a qualitative approach with data collection through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The results of the study indicate that the school culture at SDN Bajangan is strongly influenced by religious values, which are reflected in various aspects of school life, such as habituation activities, school regulations, and social interactions between teachers, students, and parents. Habituation activities such as praying together before starting lessons, weekly religious activities, and commemorating religious holidays play a significant role in instilling religious values ​​in students. Furthermore, the attitudes and behavior of teachers as role models in implementing religious values ​​also significantly influence the formation of students' religious character. Harmonious social interactions and mutual respect among school members contribute to strengthening an environment conducive to the development of religious character. Abstrak Pendidikan akhlak atau yang lebih dikenal dengan karakter adalah serangkain prinsip dasar moral dan keutamaan sikap serta watak atau tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga menjadi mukallaf, yakni siap untuk memengarungi lautan kehidupan. Imam al-Ghazali menekankan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, yang dapat dinilai baik atau buruk dengan menggunakan ukuran ilmu pengetahuan dan norma agama Pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pribadi manusia Indonesia yang memiliki keutuhan jiwa ke-Indonesiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana budaya sekolah di Sekolah Dasar Negeri Bajangan Gondang Wetan Pasuruan membentuk karakter religius siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi etnografi, yang memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam praktik budaya yang ada di sekolah serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter religius siswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah di SDN Bajangan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai religius yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sekolah, seperti kegiatan pembiasaan, tata tertib sekolah, dan interaksi sosial antara guru, siswa, dan orang tua. Kegiatan pembiasaan seperti doa bersama sebelum memulai pelajaran, kegiatan keagamaan mingguan, dan peringatan hari-hari besar agama memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa. Selain itu, sikap dan perilaku guru sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai religius juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Interaksi sosial yang harmonis dan saling menghargai antarwarga sekolah turut memperkuat lingkungan yang kondusif bagi pengembangan karakter religius.
Pengembangan Media Pembelajaran PAI Dengan Menggunakan-Platform Raptivity Dalam Memotivasi Belajar Di SMP Al-Inayah Purwosari Pasuruan Ahmad Ma’ruf; Lailatul Mukarromah; Askhabul Kirom; Wiwin Fachrudin Yusuf
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/8a8w1w47

Abstract

Learning media is an important component supporting the effectiveness of the learning process carried out. The development of learning media using the raptivity platform applied during the learning process has a significant impact. Especially in building enthusiasm and increasing student learning motivation. This study was conducted to develop and test the effectiveness of learning media using the raptivity platform in increasing learning motivation in class 7 of SMP al-Inayah Purwosari Pasuruan. The method used is the R & D research method, using the Brog and Gall technique which is carried out using several stages. The supporting instruments used as data collection techniques are observation, interviews, documentation, and student response questionnaires. The results of the study conducted on experts as a validation test showed a score that could be said to be decent, although there were still comments and suggestions. Meanwhile, the student response questionnaire provides an illustration that 90% of students stated that they were very satisfied with the raptivity platform media in the learning process carried out. Thus, it can be observed that learning media using the raptivity platform applied to Islamic Religious Education learning is stated to be very worthy of being further developed as an alternative in increasing student learning motivation. Abstrak Media pembelajaran merupakan komponen penting pendukung efektifitas proses pembelajaran yang dilakukan. Pengembangan media pembelajaran menggunakan platform raptivity yang diaplikasikan selama proses pembelajaran memiliki dampak yang signifikan. Terutama dalam membangun semangat dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan dan menguji efektifitas media pembelajaran dengan menggunakan platform raptivity dalam meningkatkan motivasi belajar di kelas 7 SMP al-Inayah Purwosari Pasuruan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian R & D, dengan menggunakan teknik Brog and Gall yang dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan. Instrumen pendukung yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner respon peserta didik. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap para ahli sebagai uji validasi menunjukkan skor yang dapat dikatakan layak, meskipun masih terdapat kometar dan saran. Sedangkan untuk angket respon peserta didik memberikan gambaran bahwa 90% peserta didik menyatakan sangat puas terhadap media platform raptivity dalam proses belajar yang dilakukan. Sehingga, dapat diamati bahwa media pembelajaran dengan menggunakan platform raptivity yang diaplikasikan terhadap pembelajaran PAI dinyatakan sangar layak dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Model Pembelajaran Full Day School Dalam Inovasi Program Tahfidzul Qur’an Di MI Ar-Roihan Lawang Ana Maslihatul Izzah; Ahmad Ma’ruf; Muhammada
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0g5t0g88

Abstract

Full day scholl according to etymology is the word full day school derived from the English language. Full means full, day means day, while school means school. And if combined, it means a full day of school. Meanwhile, according to terminology, there are several opinions that explain the meaning of full day school. The method used in this study is qualitative research, namely research that produces descriptive data. Qualitative research methods are research methods based on the philosophy of post-positivism, used to research on the natural condition of objects. Based on the results of the interviews obtained in the following data exposure, a presentation of the data of the research results will be presented that focuses on the Full Day School learning model in the innovation of the Tahfidzul Qur''an program. The Full Day School learning model at MIT Ar Rohan Lawang Malang has a positive effectiveness and contribution in the innovation of the Tahfidzul Qur''an program. With longer learning times, a supportive educational environment, and integration with the academic curriculum, students can optimize their memorization of the Qur'an as well as develop a deeper understanding of Islamic teachings. In this case, the Full Day School at MIT Ar Rohan Lawang Malang plays an important role in facilitating progress and innovation in the Tahfidzul Qur''an program. The purpose of this study is to find out and describe the full day school learning model as an innovation of tahfidzul qur'an at Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Ar roihan Lawang Malang. And the purpose of this study is to analyze the effectiveness or influence of the full day school learning model in the tahfidzul Qur'an innovation at MIT Ar Roihan Lawang, Malang. Abstrak Full day scholl menurut etimologi adalah kata full day school berasal dari bahasa inggris. Full artinya penuh, day artinya hari, sedangkan school yang mempunyai arti sekolah. Dan jika digabung mengandung arti sekolah sehari penuh. Sedangkan menurut terminologi, ada beberapa pendapat yang menjelaskan tentang pengertian full day school.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post-positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah.Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dalam paparan data berikut ini akan disajikan paparan data hasil penelitian yang berfokus pada model pembelajaran Full Day School dalam inovasi program Tahfidzul Qur''an. , model pembelajaran Full Day School di MIT Ar Rohan Lawang Malang memiliki efektivitas dan kontribusi yang positif dalam inovasi program Tahfidzul Qur''an. Dengan waktu belajar yang lebih lama, lingkungan pendidikan yang mendukung, dan integrasi dengan kurikulum akademik, siswa dapat mengoptimalkan hafalan Al-Qur''an mereka serta mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam. Dalam hal ini, Full Day School di MIT Ar Rohan Lawang Malang berperan penting dalam memfasilitasi kemajuan dan inovasi dalam program Tahfidzul Qur''an. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan model pembelajaran full day school sebagai inovasi tahfidzul qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Ar roihan Lawang Malang. Serta tujuan penelitian ini ialah menganalisis efektivitas atau pengaruh model pembelajaran full day school dalam inovasi tahfidzul Qur''an di MIT Ar Roihan Lawang, Malang
Inovasi Pembelajaran Game Studies Pada Materi Fiqih Di MA Darut Taqwa Purwosari Pasuruan Siti Aisyah Urifah; Ahmad Ma’ruf; Muhammada
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/q8whxz47

Abstract

This study aims to propose an innovation in the use of game studies as a medium for learning Islamic jurisprudence (fiqh) at MA Darut Taqwa Purwosari Pasuruan. The background is the need for more engaging, interactive, and relevant learning methods for today's digital generation. By utilizing a game-based approach, students are not only encouraged to understand the theoretical principles of Islamic jurisprudence but also experience practical learning through simulations, scenarios, and ethically based choices that depict real-life situations in everyday life. The game development method in this study is adapted to the fiqh material taught at the MA level. The game's level design is designed to present fiqh scenarios, such as buying and selling practices, acts of worship, transactions, and contemporary issues. Each level presents reflective questions and alternative course of action, encouraging students to think critically while internalizing Islamic legal values. This makes fiqh learning more lively, contextual, and enjoyable, and can increase student motivation in understanding material previously considered difficult or boring. The results show that the application of game studies in fiqh learning can have a positive impact on student engagement and understanding. This innovation opens up new perspectives on the immense potential of games in Islamic religious education, particularly in teaching fiqh (Islamic jurisprudence) in a way that is more relevant to the needs of the younger generation. Thus, this research provides an important foundation for further development in the use of games as an innovative medium in fiqh studies, while also addressing the challenges of education in the digital age. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan inovasi dalam penggunaan game studies sebagai media pembelajaran fiqih di MA Darut Taqwa Purwosari Pasuruan. Latar belakangnya adalah kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan generasi digital saat ini. Dengan memanfaatkan pendekatan berbasis game, siswa tidak hanya diajak untuk memahami prinsip-prinsip fiqih secara teoritis, tetapi juga dapat merasakan pengalaman belajar yang aplikatif melalui simulasi, skenario, dan pilihan-pilihan berbasis etika yang menggambarkan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengembangan game dalam penelitian ini disesuaikan dengan materi fiqih yang diajarkan di tingkat MA. Desain level dalam game dirancang sedemikian rupa sehingga menampilkan skenario fiqih, seperti praktik jual beli, ibadah, muamalah, dan masalah kontemporer. Setiap level menyajikan pertanyaan reflektif dan alternatif pilihan tindakan, sehingga mendorong siswa untuk berpikir kritis sekaligus menginternalisasi nilai-nilai hukum Islam. Hal ini membuat pembelajaran fiqih lebih hidup, kontekstual, dan menyenangkan, serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam memahami materi yang sebelumnya dianggap sulit atau membosankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan game studies dalam pembelajaran fiqih mampu memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Inovasi ini membuka perspektif baru tentang potensi besar game dalam pendidikan agama Islam, terutama dalam mengajarkan fiqih dengan cara yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan penting untuk pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan game sebagai media inovatif dalam studi fiqih, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Peran Guru PAI Dalam Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di SMA Antartika Sidoarjo Laode Daffa Valderama Syaputra; Ali Mohtarom; Wiwin Fachrudin Yusuf; Askhabul Kirom
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/62pjb612

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap manusia agar menjadi manusia yang berdaya guna. Dalam undaang-undang RI No.20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 Ayat (1) disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklaq mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kenakalan remaja di SMA Antartika Sidoarjo. Kenakalan remaja merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi oleh sekolah-sekolah menengah, termasuk SMA Antartika Sidoarjo. Guru PAI memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam pengajaran materi agama, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan moral siswa. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMA Antartika Sidoarjo memainkan peran yang signifikan dalam mengurangi kenakalan remaja melalui berbagai strategi, termasuk pendidikan karakter, pendekatan personal, serta kolaborasi dengan orang tua dan pihak sekolah. Guru PAI juga berperan sebagai teladan, memberikan bimbingan spiritual dan moral yang mendalam kepada siswa. Selain itu, program kegiatan ekstrakurikuler yang diinisiasi oleh guru PAI juga terbukti efektif dalam mengalihkan energi siswa ke arah kegiatan positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran proaktif dan kolaboratif dari guru PAI sangat penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan dalam membentuk perilaku siswa yang lebih baik. Abstract Education is a necessity for every human being to become a useful human being. In the Republic of Indonesia Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System. Article 1 Paragraph (1) states that education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have spiritual religious strength, self-control, personality, intelligence, noble morals, and skills needed by themselves, society, nation, and state. This study aims to explore the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in overcoming juvenile delinquency at SMA Antarctica Sidoarjo. Juvenile delinquency is one of the serious challenges faced by secondary schools, including SMA Antarctica Sidoarjo. PAI teachers have the responsibility not only in teaching religious material, but also in forming students' character and morals. Through a qualitative approach, this study collected data through in-depth interviews, observations, and document studies. The results of the study indicate that PAI teachers at SMA Antarctica Sidoarjo play a significant role in reducing juvenile delinquency through various strategies, including character education, personal approaches, and collaboration with parents and the school. Islamic Religious Education teachers also act as role models, providing deep spiritual and moral guidance to students. In addition, extracurricular activity programs initiated by Islamic Religious Education teachers have also proven effective in diverting students' energy towards positive activities. This study concludes that the proactive and collaborative role of Islamic Religious Education teachers is very important in creating a conducive school environment and in shaping better student behavior.
Peran Kepala TPQ Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Taman Pendidikan Al-Qur’an Al Jamilun Kota Batam Muhammad Qosim; Affan Hasnan Mubarrok; Ardiyansyah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/pp400m87

Abstract

Al-Jamilun TPQ was established in 1998 with initial activities in the form of religious study held at the home of a resident around the Al-Jamilun Mosque, before finally being centered at the mosque. This study aims to describe and analyze the role of the TPQ head and the quality of educators at the Al-Jamilun TPQ Batam City. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The research location was conducted at TPQ Al-Jamilun Batam City with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, while data validity was checked using triangulation. The results of the study indicate that the role of the TPQ head is very central to improving the quality of education. This role covers six main aspects. First, as an educator, the TPQ head provides guidance, direction, and encouragement to the ustadz and ustadzah. Second, as an administrator, he or she develops the curriculum and learning tools. Third, as a motivator, the TPQ head fosters the enthusiasm of the students to continue improving the quality of their Qur'an reading. Fourth, as a leader, he held meetings to discuss the evaluation and development of the institution. Fifth, as an innovator, the head of the TPQ designed flagship programs to develop the interests and talents of students. Sixth, as a supervisor, he directly supervised students both face-to-face in class and through social media. The quality of education at TPQ Al-Jamilun for the 2019–2023 period can be seen from two perspectives. First, the quality of graduates, who demonstrated an increased ability to read the Quran correctly. Second, the quality of moral education, where students were nurtured to have religious attitudes, good manners, and discipline in accordance with Islamic values. Abstrak TPQ Al-Jamilun didirikan pada tahun 1998 dengan kegiatan awal berupa pengajian yang dilaksanakan di rumah salah satu warga sekitar Masjid Al-Jamilun, sebelum akhirnya berpusat di masjid tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sekaligus menganalisis peran kepala TPQ dan mutu pendidik di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Jamilun Kota Batam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di TPQ Al-Jamilun Kota Batam dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala TPQ sangat sentral dalam meningkatkan mutu pendidikan. Peran tersebut mencakup enam aspek utama. Pertama, sebagai educator, kepala TPQ memberikan bimbingan, arahan, serta dorongan kepada para ustadz dan ustadzah. Kedua, sebagai administrator, ia menyusun kurikulum dan perangkat pembelajaran. Ketiga, sebagai motivator, kepala TPQ menumbuhkan semangat para santri agar terus meningkatkan kualitas baca Al-Qur’an. Keempat, sebagai leader, ia mengadakan rapat untuk membahas evaluasi dan perkembangan lembaga. Kelima, sebagai inovator, kepala TPQ merancang program unggulan guna mengembangkan minat dan bakat santri. Keenam, sebagai supervisor, ia turun langsung melakukan supervisi baik secara tatap muka di kelas maupun melalui media sosial. Adapun mutu pendidikan di TPQ Al-Jamilun periode 2019–2023 dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, mutu lulusan yang menunjukkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar. Kedua, mutu pendidikan akhlak, di mana santri dibina agar memiliki sikap religius, sopan santun, dan disiplin sesuai dengan nilai-nilai Islami.
Pengembangan Media Audio Visual Dalam Meningkatkan Pembelajaran PAI Kisah Nabi Muhammad SAW Membangun Kota Madinah Di SDN Oro-Oro Pule Kejayan Pasuruan Muhammad Sofiyulloh; Ahmad Ma’ruf; Muhammada
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/qxf03b09

Abstract

This study aims to develop audiovisual media in Islamic Religious Education (PAI) learning, specifically on the story of the Prophet Muhammad SAW building the City of Medina at SDN Oro-Oro Pule, Kejayan, Pasuruan. The background of the study is based on the needs of students for learning media that are interesting, interactive, and able to provide meaningful learning experiences. The history of the Prophet is often considered difficult to understand if only delivered verbally through the lecture method, so that media innovations are needed that can present stories visually and auditorily to make them easier for students to digest. This study uses a research and development method (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects were fifth-grade students of SDN Oro-Oro Pule. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and product trials. Data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively to determine the feasibility and effectiveness of the developed media. The results of the study indicate that the developed audiovisual media is considered very suitable for use in PAI learning, both in terms of material, appearance, and ease of use. Teacher and student responses indicated a high level of satisfaction, as this media fostered interest in learning, facilitated understanding of the Prophet's story, and increased student active participation in the learning process. Furthermore, the implementation of this media positively impacted learning outcomes, as evidenced by the increase in students' average grades after using the media. Thus, the development of audiovisual media has proven effective in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning, particularly in elementary schools, on the story of the Prophet Muhammad's construction of Medina. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media audio visual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada materi kisah Nabi Muhammad SAW membangun Kota Madinah di SDN Oro-Oro Pule, Kejayan, Pasuruan. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan peserta didik terhadap media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu menghadirkan pengalaman belajar bermakna. Materi sejarah Nabi seringkali dianggap sulit dipahami jika hanya disampaikan secara verbal melalui metode ceramah, sehingga diperlukan inovasi media yang dapat menampilkan kisah secara visual dan auditori agar lebih mudah dicerna siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Oro-Oro Pule. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta uji coba produk. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui kelayakan serta efektivitas media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual yang dikembangkan dinilai sangat layak digunakan dalam pembelajaran PAI, baik dari aspek materi, tampilan, maupun kemudahan penggunaan. Respon guru dan siswa menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi karena media ini mampu menumbuhkan minat belajar, mempermudah pemahaman kisah Nabi, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, penerapan media ini berdampak positif terhadap pencapaian hasil belajar, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa setelah menggunakan media. Dengan demikian, pengembangan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, khususnya pada materi kisah Nabi Muhammad SAW membangun Kota Madinah di sekolah dasar.
Peran Orang Tua Dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Sebagai Peserta Didik Di MI Miftahul Khoir III Purwosari Pasuruan Wiky Nur Fajar; Askhabul Kirom; Muhammad Anang Sholikhudin; Ali Muhtarom
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/7e12tg81

Abstract

Pendidikan moral dan karakter anak sangat dipengaruhi oleh peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. MI Miftahul Khoir III Purwosari Pasuruan merupakan lembaga pendidikan yang sangat memperhatikan peran orang tua dalam memotivasi anak-anak untuk belajar. Teori belajar sosial Albert Bandura menekankan pentingnya pengamatan, penyimpanan, reproduksi, dan motivasi dalam proses pembelajaran sosial.Penelitian ini berfokus pada peran orang tua di MI Miftahul Khoir III Purwosari dalam memotivasi anak-anak mereka untuk belajar dan mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi anak sebagai peserta didik. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana komunikasi yang efektif dan perhatian ekstra dari orang tua dapat meningkatkan semangat belajar anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada beberapa orang tua murid di MI Miftahul Khoir III Purwosari. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait peran orang tua dalam memotivasi anak-anak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua di MI Miftahul Khoir III Purwosari memainkan peran yang sangat penting dalam memotivasi anak-anak mereka untuk belajar melalui komunikasi yang baik, memberikan contoh perilaku positif, serta dukungan moral dan penghargaan. Temuan ini mendukung teori belajar sosial Bandura dan penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam memotivasi dan mendukung proses belajar anak. Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua merupakan faktor kunci dalam keberhasilan akademik dan pengembangan karakter anak. Abstract Children's moral and character education is greatly influenced by the role of parents as the first and foremost educators. MI Miftahul Khoir III Purwosari Pasuruan is an educational institution that pays great attention to the role of parents in motivating children to learn. Albert Bandura's social learning theory emphasizes the importance of observation, storage, reproduction, and motivation in the social learning process. This study focuses on the role of parents at MI Miftahul Khoir III Purwosari in motivating their children to learn and overcoming various obstacles faced by children as students. This study also explores how effective communication and extra attention from parents can increase children's enthusiasm for learning. This study uses a qualitative approach with an in-depth interview method with several parents of students at MI Miftahul Khoir III Purwosari. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis techniques to identify key patterns and themes related to the role of parents in motivating children. The results showed that parents at MI Miftahul Khoir III Purwosari play a very important role in motivating their children to learn through good communication, providing examples of positive behavior, and moral support and rewards. These findings support Bandura's social learning theory and previous studies that emphasize the importance of the role of parents in motivating and supporting children's learning processes. Thus, active parental involvement is a key factor in children's academic success and character development.
Strategi Branding SMP Berbasis Pesantren Amanatul Ummah Dalam Membangun Citra Program Unggulan Ayub Hermanto; Ammar Zainuddin; Nurida Aini
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/j07cjq44

Abstract

Branding perlu dilakukan pada lembaga pendidikan dalam membentuk citra yang baik. Hal ini dapat diciptakan dengan pengajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dan orientasi kompetensi peserta didik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga peserta didik tidak gaptek dengan alat media bantu yang ada. Hal ini menjadikan sebuah lembaga pendidikan melihat pesaing pasar dalam membranding. Di tengah bermunculannya sekolah-sekolah baru yang semakin inovatif yang menjadi sekolah favorit dan unggulan di Kabupaten Mojokerto, SMP BP Amanatul Ummah merupakan salah satu lembaga sekolah pondok pesantren Amanatul Ummah Mojokerto yang telah menjadi pondok pesantren favorit bukan hanya pada masyarakat Mojokerto saja, melainkan diluar provinsi juga banyak yang sekolah di sekolahan tersebut. Alasanya sekolah tersebut mempunyai citra yang baik dalam pandangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis SMP berbasis pesantren Amanatul Ummah dalam membangun citra program unggulan di platform media sosial dan untuk menganalisis evaluasi strategi branding SMP berbasis pesantren Amanatul Ummah dalam membangun citra program unggulan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. SMP BP Amanatul Ummah, ini terletak di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam a) Membangun citra program unggulan di platform media sosial: memperkenalkan keunggulan dan prestasi program unggulan melalui berbagai platform media sosial dan situs web, serta mengunakan  media audiensi sasaran adalah lingkungan sekolah dan masyarakat umum dari semua golongan dengan kriteria tertentu. Program unggulan yang diperkenalkan adalah program tahfidzul qur’an, Yang menjadi kekurangannya yaitu kurangnya konten di media sosial dan  anggota target audience sekolah atau program unggulan tersebut tidak semua aktif di platform media sosial. b) Evaluasi strategi branding  SMP berbasis pesantren Amanatul Ummah dalam membangun citra program unggulan: kemudahan akses masyarakat terhadap layanan internet dan  media  sosial sehinga dapat  meningkatnya jumlah santri, mempermudah penerimaan siswa baru dengan mengisi formulir pendaftaran melaui link, mengenalkan program Tahfidzul Qur’an dan prestasi yang didapat melalui media sosial yang mudah diakses. Adapun kekurangan yaitu kurangnya ide konten yang tidak konsisten pada media sosial sekolah, kurangnya SDM khusus dalam pengolaan digital marketing, penggunaan digital yang belum mampu menjangkau semua kalangan, persaingan antar sekolah yang sangat ketat dalam pemasaran. Abstract Branding needs to be done in educational institutions in forming a good image. This can be created with teaching that is in accordance with the development of the times and the orientation of student competencies by utilizing existing facilities so that students are not technologically illiterate with existing media tools. This makes an educational institution see market competitors in branding. In the midst of the emergence of new schools that are increasingly innovative which have become favorite and superior schools in Mojokerto Regency, SMP BP Amanatul Ummah is one of the Amanatul Ummah Islamic boarding school institutions in Mojokerto which has become a favorite Islamic boarding school not only in the Mojokerto community, but also outside the province, many go to school at the school. The reason is that the school has a good image in the eyes of the community. This study aims to analyze the Amanatul Ummah Islamic boarding school-based junior high school in building the image of superior programs on social media platforms and to analyze the evaluation of the branding strategy of the Amanatul Ummah Islamic boarding school-based junior high school in building the image of superior programs. The type of research used in this study is qualitative research with a case study approach and the data collection techniques used are observation, interviews and documentation. SMP BP Amanatul Ummah, is located in Kembang Belor Village, Pacet District, Mojokerto Regency, East Java Province. The results of the study showed that in a) Building the image of the flagship program on social media platforms: introducing the advantages and achievements of the flagship program through various social media platforms and websites, and using the target audience media is the school environment and the general public from all groups with certain criteria. The flagship program introduced is the tahfidzul qur'an program, the drawbacks are the lack of content on social media and the target audience members of the school or the flagship program are not all active on social media platforms. b) Evaluation of the branding strategy of the Amanatul Ummah Islamic Boarding School-based Junior High School in building the image of the flagship program: easy public access to internet services and social media so that the number of students can increase, facilitate the acceptance of new students by filling out the registration form via the link, introduce the Tahfidzul Qur'an program and achievements obtained through easily accessible social media. The shortcomings are the lack of inconsistent content ideas on school social media, the lack of specialized human resources in digital marketing management, the use of digital that has not been able to reach all groups, and the very tight competition between schools in marketing
Analisis Implementasi Pembelajaran Berbasis Gamifikasi Pada Peningkatan Motivasi Belajar Siswa M Mahbubi; Homaidi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/wf9q5253

Abstract

Artikel ini menganalisis implementasi pembelajaran berbasis gamifikasi sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Gamifikasi, yang melibatkan penerapan elemen permainan seperti poin, lencana, dan papan peringkat dalam konteks pendidikan, terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena yang sedang diteliti dalam konteks nyata. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa, menciptakan suasana kompetitif yang positif, serta memberikan umpan balik langsung yang mendukung proses belajar. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti perbedaan akses teknologi dan kebutuhan untuk adaptasi kurikulum, artikel ini merekomendasikan solusi seperti pelatihan guru dan keterlibatan siswa dalam desain gamifikasi. Dengan strategi yang tepat, gamifikasi memiliki potensi untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berpusat pada siswa, sehingga membantu mereka mencapai potensi maksimal dalam pendidikan. Abstract This article analyses the implementation of gamification-based learning as a strategy to improve student motivation and learning outcomes. Gamification, which involves applying game elements such as points, badges and leaderboards in an educational context, is proven to create an engaging and interactive learning environment. This research uses a qualitative method with a case study approach. This approach allows researchers to gain an in-depth understanding of the phenomenon under study in a real context. The research aims to provide insight into the effectiveness of gamification in improving student engagement and learning outcomes, as well as to identify the challenges faced in its implementation. The research shows that gamification can increase student engagement, create a positive competitive atmosphere and provide immediate feedback that supports the learning process. While there are challenges in its implementation, such as differences in access to technology and the need for curriculum adaptation, this article recommends solutions such as teacher training and student involvement in gamification design. With the right strategy, gamification has the potential to create a dynamic and student-centred learning environment, helping them to reach their full potential in education.