cover
Contact Name
Lukas Umbu Zogara
Contact Email
lukasumbuzogara68@gmail.com
Phone
+6285333440949
Journal Mail Official
admin@igakerta.com
Editorial Address
Jl. Palem Raya No. 15 Petukangan Utara, Pesanggrahan Jakarta Selatan 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovasi Gagasan Abdimas & Kuliah Kerja Nyata
Published by IGAKERTA Publisher
ISSN : -     EISSN : 30484499     DOI : https://doi.org/10.70234.
Core Subject : Education,
Jurnal Igakerta (Inovasi Gagasan Abdimas & Kuliah Kerja Nyata) adalah sebuah platform publikasi yang bersifat terbuka dan memberikan ruang bagi para mahasiswa, dosen, akademisi, maupun praktisi untuk berbagi inovasi, gagasan, dan pengalaman yang terkait dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) & Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan berbasis Open Jurnal System, Jurnal Igakerta memberikan akses luas bagi penulis dan pembaca yang tertarik pada beragam topik seputar inovasi dan gagasan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jurnal ini menjadi wadah inovasi dan gagasan yang memperkaya wawasan dan pengetahuan, serta mendorong kolaborasi dan pertukaran pemikiran di kalangan akademisi tentang kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
Analisis Kesesuaian Lahan Pertanian Guna Mendukung SDG,s Poin 2, 4, dan 17 di Desa Krasak, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali Raja Susatio; Hashfi Matin; Siti Rachmawati; Prabang Setyono; Lia Kusumaningrum
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/3bd74e30

Abstract

Ketahanan pangan memerlukan pemanfaatan lahan pertanian yang sesuai dengan karakteristik biofisik wilayah. Desa Krasak, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali memiliki potensi pertanian yang besar, namun belum didukung informasi kesesuaian lahan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyusun kajian dan peta kesesuaian lahan untuk merekomendasikan pengembangan varietas padi yang sesuai. Metode meliputi pengumpulan data primer berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 79 Tahun 2013 dan analisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap varietas Inpari 32, Inpari 64, Mentik Wangi, dan Pandan Wangi. Hasil menunjukkan tingkat kesesuaian lahan bervariasi dari kategori S3 (Sesuai Marginal) hingga S1 (Sangat Sesuai). Inpari 32 dan Mentik Wangi didominasi kategori S1, sedangkan Inpari 64 dan Pandan Wangi tersebar pada kategori S3–S1. Luaran berupa peta kesesuaian lahan dan rekomendasi pemanfaatan lahan mendukung perencanaan pertanian berbasis potensi wilayah serta pencapaian SDGs 2, 4, dan 17.
Upaya Pengurangan Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Demonstrasi Pemanfaatan Pangan Lokal Di Desa Maron Wetan Andrian Adi Saputra; M. Firman Syah; Achmad Naufal Fajrur Ramadhani; Wahyu Adji Anugrah; Muslim Abdurrahman Alhanif; Anisah Rahmadani; Rani Saptya Ramadhani; Fathur Rohman
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/yecxft84

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis di Indonesia, termasuk di Desa Maron Wetan yang tercatat memiliki 48 anak stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program edukasi gizi dan demonstrasi pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan ibu balita dan kader posyandu. Hasil menunjukkan bahwa seluruh informan mengalami peningkatan pengetahuan mengenai stunting, 88,9% menyatakan demonstrasi mudah dipraktikkan, dan 77,8% mulai menerapkan perubahan pola konsumsi dengan memanfaatkan pangan lokal, meskipun masih dijumpai beberapa kendala. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat, serta berpotensi direplikasi pada komunitas pedesaan lain. 
Pemberdayaan Pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga melalui Pelatihan Komunikasi Digital Julaiha Probo Anggraini; Haronas Kutanto
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/33f1c334

Abstract

Pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) membutuhkan penguatan komunikasi publik dan kecakapan digital untuk mendukung pelayanan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat public speaking, pengelolaan media sosial, dan literasi digital melalui pelatihan partisipatif pada 6 Juni 2026 di RPTRA Cempaka, Rawa Buaya, Jakarta Barat, dengan 40 peserta. Metode meliputi ceramah interaktif, simulasi, praktik, studi kasus, dan refleksi. Evaluasi berdasarkan observasi, testimoni, dokumentasi, dan 29 respons kuesioner valid menunjukkan rata-rata kualitas pelatihan 4,90 dari 5, kepuasan dan motivasi 4,76, serta persepsi peningkatan kepercayaan diri 4,83. Peserta menunjukkan pemahaman awal terhadap struktur pesan, pengelolaan konten, verifikasi informasi, etika digital, dan perlindungan data. Pelatihan terpadu bicarapublikasi-verifikasi bermanfaat sebagai penguatan kapasitas awal dan perlu dilanjutkan melalui pendampingan serta evaluasi penerapan. 
Implementasi Emergency Bell sebagai Upaya Meningkatkan Kecepatan Respons terhadap Keadaan Darurat pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup Dwiki Aditya; Baroko Prioris Sony; Sri Qowiyun Risyad Syamshiddiq Ahmad; Denny Nazaria Rifani; Mitro Subroto
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/hsdrbb34

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) membutuhkan sistem komunikasi yang cepat dalam menghadapi keadaan darurat. Berdasarkan hasil observasi di Lapas Kelas IIA Curup, penyampaian informasi darurat di blok hunian masih mengandalkan komunikasi verbal dan kontrol petugas, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan respons. Oleh karena itu anggota Kuliah Kerja Nyata Taruna Tingkat III Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (KKN) pada kegiatan ini mengimplementasikan Emergency bell sebagai sarana komunikasi darurat untuk mempercepat penyampaian informasi dan meningkatkan kesiapsiagaan petugas. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi, identifikasi kebutuhan, pemasangan perangkat, edukasi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pengarahan kepada petugas, uji coba, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan Emergency bell telah terpasang dan dapat digunakan sebagai sarana penyampaian tanda darurat dari Blok F kepada petugas. Program ini diharapkan mendukung respons yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi terhadap keadaan darurat.
Penguatan Pangan Lokal Melalui Inovasi Keripik Pepaya Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Padukuhan Bendungan, Sumberharjo, Prambanan, Sleman Asyifa Muzakki; Alifian Syafiq Ashbar; Dayana Lovin Raestian; Delta Sharla Kumaya Dewi; Diaz Putra Sagita; Fawzan Hatman Maqdhiyya; Frestia Deliana Putri; Gavin Athallah Danendra; Nafidza Shadrina; Rizky Putra Permana; Tetri Widiyani
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/7sf1p748

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk pangan lokal yang berpotensi mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Padukuhan Bendungan merupakan daerah penghasil pepaya. Program kerja ini bertujuan mengembangkan inovasi pengolahan pepaya menjadi keripik serta memperkenalkan pelabelan produk untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing produk olahan. Metode yang digunakan adalah edukatif dan partisipatif dengan melibatkan peserta dalam praktik pengolahan dan pelabelan produk. Tahapan kegiatan meliputi persiapan materi, penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, praktik pembuatan keripik pepaya, pelabelan produk, evaluasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti tahapan pengolahan pepaya menjadi keripik dan memahami proses pelabelan produk. Peserta menunjukkan keterlibatan aktif dari pengolahan hingga penyusunan label. Hasil tersebut menunjukkan respons positif terhadap pemanfaatan pepaya sebagai bahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan pepaya secara optimal serta meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan dan pelabelan produk pangan lokal. 
Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pestisida Nabati Berbasis Daun Singkong untuk Pemeliharaan TOGA di Desa Meteseh Moch Akbar Maulana; Izma Noor Aulia; Sella Stephanie; Ambar Setyoningrum; Siti Ridloah; Cikha Marcelia Eka Putri; Erza Saputra; Widiyana Kharisah Gusma Putri; Angga Raksa Rafi Kasali; Aulia Rahma Attika; Achmad Bilal Hamdani
Jurnal Igakerta Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/6d0n6p27

Abstract

Penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan organisme non-target. Di sisi lain, daun singkong yang tersedia cukup melimpah di Dusun Rowosari, Desa Meteseh, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya lokal. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan daun singkong sebagai bahan pestisida nabati untuk mendukung pemeliharaan tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode sosialisasi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta selama praktik, diskusi dan tanya jawab, serta kemampuan peserta dalam menjelaskan kembali tahapan pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti tahapan pembuatan pestisida nabati secara langsung dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah diberikan. Peserta juga menunjukkan antusiasme melalui pertanyaan mengenai mekanisme kerja, penggunaan, dan dampak pestisida nabati serta ketertarikan untuk mencoba penerapannya pada tanaman di lingkungan rumah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal melalui pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi pendekatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendukung pemeliharaan TOGA yang lebih ramah lingkungan.