cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,075 Documents
Redesign of the Temporary Storage Area for Hazardous Waste at PT XYZ , Nati; Temmy Wikaningrum
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of the manufacturing sector in Indonesia has significantly contributed to the national economy. However, it has also increased the generation of hazardous and toxic waste (B3). The manufacturing industry is one of the major contributors to B3 waste and is therefore required to comply with Government Regulation No. 22 of 2021 and Minister of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021. PT XYZ, an automotive spare parts manufacturing company located in the Cikarang industrial area, generates B3 waste including contaminated packaging, used oil, coolant, contaminated scrap metal, and anti-rust residue. Preliminary observations indicate that the existing temporary storage facility (TPS) for B3 waste does not fully comply with technical and regulatory requirements. This study aims to redesign the B3 waste temporary storage facility in accordance with applicable regulations and to calculate the required supporting facilities. The methodology includes identifying the types, characteristics, and quantities of waste generated, evaluating existing conditions, and calculating the required number of containers, pallets ventilation openings, lighting units, spill containment capacity, and forklift access lanes. The results indicate a requirement of 97 drums, 13 spill pallets, and a minimum spill containment capacity of 19.206 m3 for a 90-day storage period. The proposed design measures 9.3 m x 9.1 m x 4.5 m and includes adequate ventilation, 9 LED lamps, a 3-meter-wide forklift lane, hazard-based zoning separation, and a compliant drainage system, thereby improving safety and minimizing environmental pollution risks.
Analisis Efektivitas Proses Elektrokoagulasi Terhadap Penurunan Jumlah Mikroplastik dan Kadar TSS pada Air Lindi TPA Renovan Rizky Heryanto Putra; Amalia, Aussie
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah sampah plastik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) berpotensi menghasilkan air lindi yang mengandung mikroplastik dan dapat mencemari lingkungan perairan. Air lindi TPA Randegan Kota Mojokerto diketahui memiliki kandungan mikroplastik sebesar 116 partikel/liter dan kadar Total Suspended Solid (TSS) sebesar 448,4 mg/l. Kadar TSS tersebut telah melebihi baku mutu lingkungan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 untuk baku mutu air sungai kelas 3, yaitu sebesar 100 mg/l. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan partikel mikroplastik dan mengurangi kadar TSS adalah proses elektrokoagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses elektrokoagulasi dalam menurunkan jumlah mikroplastik pada air lindi dengan variasi luas permukaan elektroda dan jarak elektroda. Metode yang digunakan adalah elektrokoagulasi sistem batch menggunakan elektroda aluminium dengan tegangan 15 V, kuat arus 2 A, dan waktu kontak 50 menit. Variasi yang digunakan meliputi luas permukaan elektroda (4×10; 5×10; 6×10; 7×10 cm) dan jarak elektroda (1; 1,5; 2; 2,5 cm). Parameter yang dianalisis meliputi jumlah mikroplastik, kadar TSS serta zeta potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi mampu menghilangkan jumlah partikel mikroplastik sebesar 85% dan mengurangi kadar TSS sebesar 83% hingga memenuhi baku mutu lingkungan. Kondisi optimum diperoleh pada luas permukaan elektroda 7×10 cm dan jarak elektroda 1,5 cm.
Proses Oxic-Anoxic dengan Metode Moving Bed Biofilm Reactor dalam Meremoval Parameter Organik pada Limbah Rumah Potong Ayam Aditya Reyhan Prasetyo; Rachmanto, Tuhu Agung
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Rumah Potong Ayam (RPA) menghasilkan limbah cair berkadar organik dan nitrogen tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan menggunakan proses Oxic-Anoxic dalam meremoval parameter Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Nitrogen (N-Total). Penelitian skala laboratorium ini menggunakan reaktor 10 liter dengan media Bioball BB-30. Variabel yang diuji meliputi variasi volume isian media (15%, 25%, dan 35%) serta Hydraulic Retention Time (HRT) selama 4, 6, dan 8 jam. Tahapan penelitian mencakup pre-treatment, seeding hingga MLSS mencapai 2000 mg/L, dan aklimatisasi bertahap hingga kondisi steady state. Hasil menunjukkan kondisi operasional optimum tercapai pada volume media 35% dan HRT 8 jam. Pada titik ini, reaktor mampu mereduksi kadar COD sebesar 80% (dari 3050,2 mg/L menjadi 610 mg/L) dan N-Total sebesar 71,7% (dari 264,5 mg/L menjadi 74,85 mg/L). Parameter pendukung seperti pH, suhu, dan Dissolved Oxygen berada pada rentang optimal bagi aktivitas bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi. Disimpulkan bahwa peningkatan volume media dan waktu tinggal berbanding lurus dengan efisiensi penyisihan polutan karena menyediakan luas permukaan biofilm yang lebih besar bagi mikroorganisme.
Pembuatan Bioflokulan Pati Biji Asam Jawa dan Aplikasinya pada Penurunan Kadar COD serta BOD Limbah Cair Industri Tahu Hildhan Reicky Saputra; Gefira Anelia Fauzi; Ketut Sumada
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan flokulan berbasis bahan alami diperlukan sebagai alternatif flokulan sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bioflokulan dari pati biji asam jawa serta mengkaji pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu perendaman terhadap kadar pati yang dihasilkan. Bioflokulan kemudian diaplikasikan pada limbah cair industri tahu untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan parameter pencemar. Metode penelitian meliputi isolasi pati biji asam jawa dan proses flokulasi dalam pengolahan limbah. Isolasi pati dilakukan melalui tahap deproteinasi menggunakan larutan NaOH dengan variasi konsentrasi 0,04; 0,1; 0,16; 0,22; dan 0,28% serta variasi waktu perendaman 1; 1,5; 2; 2,5; dan 3 jam, dilanjutkan dengan tahap demineralisasi menggunakan larutan HCl 0,04% selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,04% dan waktu perendaman 3 jam dengan kadar pati tertinggi sebesar 21,3135%. Aplikasi bioflokulan mampu menurunkan parameter pencemar limbah cair industri tahu, yaitu pH sebesar 20,86%, BOD 6,97%, COD 57,77%, dan TSS 11,05%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH cenderung menurunkan kadar pati, sedangkan peningkatan waktu perendaman cenderung meningkatkan kadar pati yang diperoleh.
Analisis Spesifikasi Pertasol Ca dengan Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis Pada PPSDM Migas Ananta, Ayu; Rudy Tjahyono
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) adalah lembaga pemerintah yang memiliki peran dalam pengelolaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi. Dalam pengolahannya, PPSDM Migas menghasilkan produk Pertasol CA, Pertasol CB, Pertasol CC, residu, dan solar. Penelitian ini berfokus pada analisis spesifikasi produksi Pertasol CA berdasarkan parameter density pada 15°C, distilasi dan warna menggunakan metode Fault Tree Analysis (FMA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Data diperoleh melalui data primer dengan melakukan wawancara pada pihak terkait dan data sekunder sebagai pendukung berupa hasil pengujian Pertasol CA selama bulan Februari 2025. Hasil penilaian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian pada parameter density pada 15°C sebanyak 11 kali kesalahan apabila dibandingkan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan analisis Fault Tree Analysis (FMA) didapatkan faktor yang mempengaruhi adalah faktor material dan manusia, sedangkan dari hasil penilaian dengan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) didapatkan nilai tertinggi yaitu 108. Selanjutnya rekomendasi perbaikan diberikan dengan memperbaiki pencahayaan dan suhu pada ruang laboratorium serta penyetaraan alat uji antara PPSDM dengan supplier. 
Assessing Mosque Accessibility and Evacuation Capacity in a Dense Urban Area: Case Study of Keuramat, Banda Aceh Shah, Azlan; Ahmad Muhajir; Rauzatul Jannah; Husnus Sawab
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Densely populated urban areas face high disaster risk due to limited open space, constrained evacuation routes, and insufficient emergency shelter capacity. This study evaluates the evacuation performance of two mosques in Keuramat Village, Banda Aceh, with contrasting spatial characteristics, including floor configuration, courtyard availability, and building scale. The study applies three GIS-based analyses: Euclidean buffer analysis, shelter capacity assessment, and household-to-mosque pedestrian network simulation. Results show that 743 residential buildings (96.99%) are located within a 300 m radius of a mosque, and 3,376 people (99.88%) can reach the nearest mosque within 10 minutes on foot. However, under capacity-constrained allocation, the effective accommodation level drops to only 53% of the total population. Baiturrahmah Mosque provides greater evacuation capacity (1,222 people) than Al-Ikhlas Mosque (572 people), mainly due to its larger courtyard area. These findings demonstrate that high accessibility alone does not guarantee adequate evacuation performance when shelter capacity is limited. The study highlights the need to integrate accessibility and capacity in mosque-based evacuation planning and supports the inclusion of mosques as distributed evacuation points in dense urban areas.
Comparative Study of Biggest Log Modulus and Direct Synthesis Tuning Methods for Multiloop PI Controllers in a Distillation System Mukhlishien; Azwar; Hisbullah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most chemical processes exhibit multivariable characteristics with complex interactions between control loops; therefore, this study evaluates the performance of the Biggest Log Modulus (BLT) and Direct Synthesis (DS) tuning methods on multiloop Proportional-Integral (PI) controllers within a binary distillation system to determine optimal tuning parameters. Through simulations of the set point tracking scenario (Y1), the DS method proved superior, yielding an Integral Absolute Error (IAE) of 10.32 (compared to 37.18 for BLT) and settling times of 119 seconds for Y1 and 111 seconds for Y2. Similarly, in disturbance rejection, the DS method demonstrated a more responsive performance with an IAE of 3.392 and settling times of 71 seconds for Y1 and 52 seconds for Y2, confirming that fine-tuning techniques are crucial for minimizing overshoot and maintaining overall system stability. The advantage of the DS method in dampening oscillations provides higher operational certainty for distillation columns, which are highly sensitive to thermal fluctuations and sudden changes in feed composition. Implementing precise parameters through this approach is expected to reduce operational costs resulting from energy waste during control transitions. The results of this research provide a significant contribution to the development of adaptive control strategies in the dynamic chemical process industry in selecting the most effective tuning method to achieve maximum efficiency, workplace safety, and optimal long-term operational stability.
Proses Transesterification in Situ Dua Tahap Spent Bleaching Earth Menjadi Biodiesel Tanjung, Muhammad Chapis Abdilla; Zamhari, Mustain; Aznury, Martha
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan biodiesel dari SBE melalui transesterifikasi in situ dua tahap, yang menggabungkan proses ekstraksi minyak dan reaksi transesterifikasi dalam satu rangkaian. Proses tersebut dilakukan secara sistematis di laboratorium Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, dengan variasi waktu reaksi (45, 50, 55, dan 60 menit) dan kecepatan pengadukan (500, 550, dan 600 rpm) sebagai variabel bebas. Kombinasi waktu 60 menit dan kecepatan pengadukan 600 rpm menghasilkan % yield tertinggi sebesar 59,8%, densitas mencapai 0,8759 g/cm³, dan angka setana (cetane number) tertinggi sebesar 78,9, yang telah memenuhi standar mutu SNI 7182:2015. Selain itu, nilai viskositas dan titik nyala juga berada dalam rentang yang sesuai untuk karakteristik biodiesel yang baik. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah SBE untuk produksi biodiesel bukan hanya memberikan solusi terhadap persoalan limbah B3, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan energi alternatif terbarukan.
Analisis Beban Kerja Karyawan Dengan Metode Full Time Equivalent di PT XYZ Iman Wahyudi, Kukuh; Ade Momon Subagyo
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor manufaktur memegang peranan penting dalam perekonomian nasional dan sangat bergantung pada efisiensi pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketidakseimbangan beban kerja, yang dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan pemborosan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja petugas inspeksi outgoing di PT XYZ dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), baik sebelum maupun setelah penambahan tugas pemindaian barcode sebagai bagian dari sistem pelacakan produk. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui studi kasus, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja petugas inspeksi pada proses muat curah, retail, dan packing masih berada dalam kondisi underload, dengan nilai FTE masing-masing sebesar 0,227; 0,115; dan 0,187 sebelum penambahan tugas, serta meningkat menjadi 0,240; 0,134; dan 0,211 setelah penambahan tugas. Meskipun terdapat peningkatan beban kerja akibat penambahan aktivitas scan barcode, nilai FTE tetap menunjukkan kapasitas kerja yang belum optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa petugas inspeksi masih memiliki ruang untuk menerima tugas tambahan tanpa memerlukan penambahan tenaga kerja. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan aktivitas baru yang relevan serta penerapan metode analisis lanjutan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam manajemen tenaga kerja industri manufaktur.
Analisis Pengendalian Kualitas Menggunakan Metode SQC pada Mesin 8 di PT XYZ Sendra, Edrico; Safariyani, Eva
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan aspek penting dalam menjaga mutu produk dan daya saing industri manufaktur, termasuk pada PT XYZ sebagai produsen atap fiber semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kestabilan proses produksi, mengidentifikasi jenis cacat dominan, serta menggali penyebab utama produk cacat pada Mesin 8 di PT XYZ menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC). Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan mengumpulkan data hasil produksi dan produk cacat selama Oktober 2024 hingga Januari 2025 melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan checksheet, histogram, diagram Pareto, peta kendali P, dan diagram fishbone untuk memetakan akar penyebab cacat berdasarkan kategori manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat GTS Ceper merupakan jenis cacat paling dominan dengan kontribusi 42% dari total cacat. Faktor utama penyebab cacat meliputi kurang teliti operator, keausan mesin, penerapan SOP yang tidak konsisten, kualitas bahan baku tidak merata, dan kondisi lingkungan produksi kurang optimal. Penerapan SQC efektif dalam memantau dan meningkatkan kualitas produksi secara statistik. Disarankan perusahaan memperluas metode analisis, fokus pada perbaikan cacat dominan, serta melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap tindakan perbaikan guna menjaga kualitas produksi jangka panjang.