cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,090 Documents
Ekstraksi Pektin dari Limbah Kulit Jeruk Mandarin Sebagai Biokoagulan Pengolahan Limbah Cair Pulp dan Industri Tahu Humairoh, Aditia Adiati; Cindi Ramayanti; Erwana Dewi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah cair industri ke badan air seperti sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi permasalahan serius yang berdampak terhadap ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat. Guna menanggulangi limbah sebelum dibuang ke badan air, limbah cair harus diolah. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan biokoagulan dengan bahan baku dari limbah kulit jeruk mandarin yang diekstraksi senyawa pektinnya. Biokoagulan diekstraksi dengan variasi pelarut asam (HNO3 dan H2SO4) 0,1 N dengan variasi pH ekstraksi (1,5; 2; 2,5; 3; dan 3,5). Filtrat yang dihasilkan diendapkan menggunakan etanol 96% untuk mengisolasi pektin. Setelah itu, pektin dikeringkan selama delapan jam pada suhu 40°C. Sampel biokoagulan terbaik akan dilakukan pengaplikasian pada sampel limbah cair pulp dan industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi terbaik adalah biokoagulan yang memiliki kadar asam galakturonat tertinggi yaitu pada sampel ke-4 sebesar 47,16%; pada sampel ke-6 sebesar 48,57%; pada sampel ke-11 sebesar 42,23%; dan pada sampel ke-20 sebesar 55,25%. Kinerja biokoagulan dari limbah kulit jeruk lebih efisien terhadap air limbah pulp, efisiensi tertinggi pada biokoagulan sampel ke-20 sebesar 66,99%.
Sintesis Zeolit dari Abu Bagasse Sebagai Material Penukar Ion untuk Reduksi Kesadahan Air Alfina Nurmayanti; Tara Nova Rinda Putri; Sani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis zeolit dari abu bagasse telah menarik perhatian yang signifikan dikarenakan memiliki kandungan silika yang tinggi, sehingga memungkinkan terbentuknya struktur aluminosilikat berpori dengan kapasitas pertukaran ion yang sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis zeolit dari abu bagasse serta mengkaji kemampuannya sebagai material penukar ion dalam menurunkan kesadahan air sumur. Proses sintesis dilakukan melalui tahap pembuatan natrium silikat, natrium aluminat, dan dilanjutkan dengan sintesis zeolit menggunakan metode hidrotermal. Karakterisasi material dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil XRF menunjukkan bahwa abu bagasse memiliki kandungan utama CaO sebesar 58,72% dan SiO₂ sebesar 23,94%. Analisis XRD mengindikasikan terbentuknya fase kristalin zeolit, meskipun masih terdapat fase minor pengotor. Hasil SEM menunjukkan morfologi partikel yang tidak beraturan dan berpori. Uji aplikasi menunjukkan bahwa zeolit mampu menurunkan konsentrasi Ca dari 609,25 mg/L menjadi 5,36 mg/L dan Mg dari 20,94 mg/L menjadi 3,64 mg/L. Hasil ini menunjukkan bahwa zeolit dari abu bagasse berpotensi sebagai material alternatif yang efektif dalam pengolahan air sadah.
Perancangan Meja Mesin Jahit yang Ergonomis Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment dengan Analisis Rapid Upper Limb Assessment Anugrah, Ibnu; Dinda Okta Dwiyanti Ridwan Gucci; Resta Wulan Zaauza; Elsa Sri Erjuni Rumapea; Amirah Nova Khairiyah Pane; Elsa Putri Pertiwi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan totebag souvenir melibatkan beberapa tahapan yang menuntut efisiensi dan kenyamanan kerja operator. Dalam aktivitas menjahit, pekerja membutuhkan fasilitas kerja yang ergonomis seperti meja mesin jahit yang dirancang agar operator tidak perlu berpindah tempat berulang kali. Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan, kenyamanan, serta menjaga kesehatan pekerja selama proses produksi. Penelitian ini menggabungkan metode Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk menganalisis keluhan otot dan postur kerja awal. Hasil survei NBM menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) merasakan nyeri atau pegal di bahu kiri dan punggung, sementara 87% mengeluh pada lengan bawah kiri dan pergelangan tangan kiri. Berdasarkan analisis RULA, aktivitas menjahit dinilai memiliki tingkat risiko sedang dan memerlukan tindakan perbaikan dalam waktu dekat. Melalui metode Ergonomic Function Deployment (EFD) dan data antropometri, dilakukan perancangan ulang meja menjahit dengan prioritas utama mengurangi rasa pegal (skor 2,28), menambah kenyamanan (skor 2,19), serta mencegah cedera (skor 1,86). Hasil akhirnya berupa meja mesin jahit ergonomis berukuran 150 × 92 × 74 cm, dengan panjang mengikuti rentang tangan, lebar berdasarkan jangkauan tangan, serta tinggi disesuaikan dengan tinggi siku dan popliteal duduk.
Penentuan Kebutuhan Udara Pembakaran Gas Buang pada Sistem Smokeless Flare (Studi Kasus di PT XYZ) Ramadhani, Gina Dea
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi pada fasilitas pengolahan minyak dan gas menghasilkan gas buang yang berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan sistem pembuangan yang aman dan efisien. Salah satu metode yang digunakan adalah sistem flaring, yaitu pembakaran gas buang sebelum dilepaskan ke atmosfer. Namun, dalam implementasinya proses pembakaran sering kali menghasilkan asap hitam akibat pembakaran yang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis flare yang tepat, menghitung fraksi uap kondensat yang dibakar, memperkirakan kebutuhan udara untuk mencapai pembakaran sempurna, serta menentukan daya blower yang diperlukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis flare yang paling sesuai adalah air-assisted flare, dengan fraksi uap kondensat sebesar 0,148 dari total produksi sebesar 1322,6 lbmol. Kebutuhan udara teoritis untuk pembakaran sempurna sebesar 7.220,97 lbmol, yang meningkat menjadi 9.129 SCF/menit setelah penambahan excess air sebesar 20%. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan blower dengan daya sebesar 13,75 kW. Penerapan pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran serta menurunkan emisi gas buang ke lingkungan.
Keandalan Suplai Air Baku Sungai Krueng Seulimeum untuk Pengembangan Instalasi Pengolahan Air Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar Agus Dian Syahril; Juanda; Hasrina Sari; Radiansyah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibukota Kecamatan (IKK) Seulimeum Kabupaten Aceh Besar saat ini beroperasi dengan kapasitas terpasang 10 L/detik melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dibangun tahun 2004. Kapasitas tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan, ditandai dengan adanya 337 Sambungan Rumah (SR) tidak aktif serta tingkat kehilangan air (NRW) sekitar 10%. Seiring pertumbuhan penduduk dan rencana perluasan layanan ke Kecamatan Kuta Cot Glie yang belum memiliki SPAM, diperlukan peningkatan kapasitas sebesar 40 L/detik. Penelitian ini bertujuan menganalisis proyeksi kebutuhan air minum hingga 5 tahun ke depan serta mengevaluasi keandalan sumber air baku Sungai Krueng Seulimeum. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi dengan model FJ Mock untuk simulasi debit aliran, perhitungan evapotranspirasi dengan metode Penman modifikasi, serta proyeksi kebutuhan air berdasarkan standar Permen PU No. 18/2007. Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan air mencapai 44 L/detik dengan 4.382 SR pada tahun 2030. Debit andalan Q90 Sungai Krueng Seulimeum dibandingkan dengan kebutuhan tersebut menjadi dasar penilaian keandalan suplai. Studi ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas SPAM Seulimeum sebagai solusi strategis regional sekaligus memastikan keberlanjutan suplai air baku untuk mendukung pelayanan masyarakat.
Sintesis dan Karakterisasi Hidroksiapatit dari Cangkang Kepiting dengan Metode Sol Gel Dwipayanti, Juvita Retno; Yuani Firanita; Srie Muljani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi hidroksiapatit dari limbah cangkang kepiting menggunakan metode sol-gel serta mengetahui pengaruh pH dan suhu sintering terhadap hasil yang diperoleh. Cangkang kepiting dimanfaatkan sebagai sumber kalsium karena memiliki kandungan CaCO₃ yang tinggi dan berpotensi sebagai bahan baku ramah lingkungan. Variasi pH 7–11 dan suhu sintering 400–800°C digunakan dalam proses sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield hidroksiapatit berada pada rentang 51–65%. Analisis XRF menunjukkan kondisi terbaik pada pH 7 dan suhu sintering 800°C dengan rasio Ca/P sebesar 2,67, dimana nilai tersebut masih lebih tinggi dari standar 1,67 yang diduga disebabkan oleh tingginya kandungan kalsium dan adanya ion Mg²⁺. Analisis XRD menunjukkan bahwa hidroksiapatit telah terbentuk namun belum sepenuhnya murni karena masih terdapat fase sekunder berupa Calcium Magnesium Hydrogen Phosphate, meskipun beberapa puncak difraksi telah sesuai dengan pola standar hidroksiapatit. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah cangkang kepiting berpotensi sebagai bahan baku hidroksiapatit dengan pengendalian kondisi proses yang tepat.
Reuse Air Limbah Rusunawa Menggunakan Teknologi SBR-Membran Ultrafiltrasi dan SBR-Adsorpsi Menjadi Air Bersih Salsabilah, Nada; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair yang berasal dari septic tank di kawasan permukiman padat penduduk, seperti Rusunawa Gunung Anyar, Surabaya, menjadi salah satu permasalahan penting dalam pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi proses Sequencing Batch Reactor (SBR) dan adsorpsi dalam mengolah limbah domestik serta mengevaluasi efisiensi penyisihan parameter pencemar. Proses SBR dilakukan dengan variasi waktu tinggal hidrolik (HRT) yaitu 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Efluen dari proses SBR kemudian dilanjutkan dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben dari kulit singkong dan bonggol jagung yang telah diaktivasi selama 1 hari. Parameter yang dianalisis meliputi COD, BOD₅, TSS, amonia, dan total fosfat. Penelitian ini juga membandingkan kinerja kombinasi SBR-adsorpsi dengan SBR-ultrafiltrasi, yang menunjukkan bahwa kedua metode memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas efluen hingga memenuhi kriteria pemanfaatan kembali (reuse). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode adsorpsi memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan ultrafiltrasi dalam menyisihkan parameter organik dan nutrien. Efisiensi penyisihan BOD mencapai 84–91% pada kulit singkong dan 86–90% pada bonggol jagung, sedangkan ultrafiltrasi berada pada kisaran 75–79%. Pada parameter COD, efisiensi ultrafiltrasi berkisar antara 52–59%, sementara adsorpsi kulit singkong mencapai 66–74% dan bonggol jagung 70–80%. Untuk parameter nutrien, adsorpsi menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi, yaitu hingga 90% pada beberapa kondisi. Sebaliknya pada parameter TSS, ultrafiltrasi menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan efisiensi hingga 80%.
Peningkatan Efisiensi dengan Integrasi BIM 5D: Literarture Review Danubrata, Fitra Maulidia; Lenggogeni; Muh. Abdhy Ghazali HS
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia sebagian besar masih menggunakan metode konvensional dalam proses perencanaan dan perhitungan biaya, yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data, kesalahan estimasi, serta inefisiensi waktu dan biaya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D dalam meningkatkan efisiensi proyek konstruksi melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam kurun waktu 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa BIM 5D mampu meningkatkan efisiensi proyek secara signifikan, khususnya dalam aspek estimasi biaya dan perhitungan volume material. Efisiensi biaya yang diperoleh dari berbagai studi berkisar antara 0,73% hingga lebih dari 12%, sementara efisiensi volume material mencapai lebih dari 7%. Keunggulan utama BIM 5D meliputi kemampuan clash detection otomatis, penerapan parametric modeling, serta kolaborasi berbasis cloud secara real-time yang meningkatkan akurasi data dan koordinasi antar pihak. Namun demikian, implementasi BIM 5D di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan kompetensi sumber daya manusia, kompleksitas pemodelan serta tingginya biaya investasi awal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan kapasitas dan dukungan kebijakan untuk mendorong adopsi BIM 5D secara lebih luas dalam industri konstruksi nasional.
Sintesis  Pupuk Organik Dari Kotoran Sapi dan Ampas Kopi Menggunakan Bioaktivator Promi Dengan Metode Fermentasi Anaerob Pratiwi, Dea Vanny; Siregar, Aldo Yehezkiel; Suprihatin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kotoran sapi dan ampas kopi merupakan limbah pertanian dan peternakan yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik karena kaya akan nutrisi makro seperti nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K). Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis pupuk organik dari kotoran sapi dan ampas kopi serta mengevaluasi pengaruh jumlah ampas kopi dan durasi fermentasi anaerob terhadap rasio C/N guna menentukan kondisi proses yang optimum sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Proses fermentasi dilakukan secara anaerob menggunakan bioaktivator PROMI yang mengandung mikroba Trichoderma harzianum, Pseudokoningii, dan Aspergillus sp. untuk mempercepat dekomposisi bahan organik. Variasi konsentrasi ampas kopi yang digunakan adalah 13%, 16%, 19%, 22%, dan 25% dengan durasi fermentasi selama 3, 6, 9, 12, dan 15 hari. Kadar karbon (C) organik dan nitrogen (N) total diuji menggunakan metode spektrofotometri, sementara nilai pH dipantau untuk memastikan kualitas pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik jumlah ampas kopi maupun waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap perubahan kadar C-organik, N-total, dan rasio C/N. Kondisi optimum dicapai pada variasi ampas kopi 25% dengan waktu fermentasi 3 hari, yang menghasilkan rasio C/N sebesar 16,36, kadar fosfor 0,39%, dan kadar kalium 1,75%. Semua parameter pada kondisi tersebut telah memenuhi standar mutu SNI 19-7030-2004, menandakan pupuk telah matang dan layak digunakan.
Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah di PT. X Menggunakan Pendekatan Efisiensi Relatif Matematis Wardhani, Eka; Djajus, Muhammad Ghafa Irawan; Pharmawati, Kancitra; Irmansyah, Athaya Zahrani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan industri tekstil terintegrasi di Kabupaten Sumedang yang menghasilkan air limbah dari berbagai proses produksi seperti pencelupan, printing, dan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber air limbah, mendeskripsikan alur proses pengolahan, serta mengevaluasi kinerja tiga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 16 Tahun 2019. Evaluasi dilakukan menggunakan data kualitas air limbah periode Januari hingga Juni 2022 pada parameter Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), dan Chemical Oxygen Demand (COD). Analisis kinerja dilakukan menggunakan perhitungan efisiensi serta pendekatan efisiensi relatif untuk menilai konsistensi kinerja pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh IPAL dengan kapasitas 3.000 hingga 28.000 m³/hari menerapkan kombinasi proses fisika, kimia, dan biologi. Nilai efisiensi menunjukkan kinerja yang sangat baik, dengan TSS sebesar 81,88%–97,83%, BOD 81,70%–97,83%, dan COD 80,43%–97,55%. Analisis efisiensi relatif menunjukkan kinerja berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan kinerja optimum terjadi pada bulan Maret. Seluruh parameter outlet telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Pemeliharaan rutin disarankan untuk menjaga keselamatan operasional dan kinerja pengolahan tetap optimal.