cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,090 Documents
Analisa Dampak Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Departemen Operasional Sumber Daya Manusia di PT X Jazzyntia Divani, Naina; , Kusnadi; , Muhammad Farid Khoirullah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya adalah elemen yang berarti dalam menghasilkan area kerja yang menunjang kinerja karyawan. PT X telah menetapkan nilai-nilai budaya “AKHLAK” sebagai pedoman operasional, namun penerapan konsistensi nilai-nilai tersebut di Departemen Operasional Sumber Daya Manusia belum pernah dijelaskan secara sistematis. Riset ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi “AKHLAK” terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan adalah regresi linier sederhana dengan populasi sebanyak 20 karyawan yang diambil secara sampling jenuh. Instrumen penelitian ini berbentuk kuesioner skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menampilkan persamaan regresi Y = 11,894 + 0,670X dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 34,6% dan koefisien korelasi sebesar 0,616 yang termasuk kategori kuat. Uji t tersebut menghasilkan thitung 3,322 > ttabel 2,445 sehingga budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Dimensi Harmonis dan Kolaboratif merupakan kekuatan utama, sedangkan dimensi Adaptif memerlukan penguatan. Disimpulkan bahwa budaya AKHLAK berkontribusi positif terhadap kinerja, namun perlunya integrasi lebih lanjut ke dalam sistem penghargaan dan adaptabilitas program untuk memaksimalkan dampaknya.
Analisis Tekno-Ekonomi Penggantian Komponen PLTS yang Mengalami Degradasi  Menggunakan PVsyst Studi Kasus UG Technopark , Setiyono; , Sandi Suryo Prayoga; Dhatu Paragya; Mochamad Karjadi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akibat degradasi komponen menjadi permasalahan utama dalam menjaga keandalan suplai energi dan efisiensi operasional, khususnya pada sistem PLTS berkapasitas kecil-menengah. Kondisi ini menyebabkan produksi energi tidak optimal serta meningkatnya ketergantungan terhadap jaringan listrik konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tekno-ekonomi dari penggantian komponen (repowering) pada sistem PLTS berkapasitas 10,8 kWp di Zona Teknologi Pertanian UG Technopark. Studi dilakukan dengan membandingkan kondisi sistem eksisting yang telah mengalami degradasi dengan skenario repowering yang diusulkan menggunakan perangkat lunak PVsyst. Data yang digunakan meliputi data operasional aktual, spesifikasi teknis komponen, serta data meteorologi lokal. Parameter teknis yang dianalisis terdiri dari produksi energi tahunan, Performance Ratio (PR), dan rugi-rugi sistem, sedangkan analisis ekonomi mencakup Net Present Value (NPV), Levelized Cost of Energy (LCOE), dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem eksisting belum mampu memenuhi kebutuhan energi secara optimal, dengan ketergantungan terhadap jaringan listrik PLN sekitar 44–52%. Setelah dilakukan repowering melalui penggantian inverter dan baterai serta optimasi konfigurasi sistem, kinerja operasional menunjukkan peningkatan stabilitas suplai energi dan pemanfaatan energi surya yang lebih efisien.
Sintesis dan Karakterisasi Mikrokristal Selulosa dari Eceng Gondok dengan Hidrolisis Asam Sulfat Febriyani, Tri Surya; Azza Nabila Rahmadhani; Suprihatin; Sani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng Gondok memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk Mikrokristal Selulosa (MCC) karena kandungan selulosa pada tanaman ini mencapai 60,29%. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi MCC yang memenuhi standar Handbook of Pharmaceutical Excipients melalui tahapan isolasi α-selulosa dan hidrolisis dengan asam sulfat 1,5 M pada suhu 80°C. Proses isolasi menghasilkan kandungan α-selulosa sebesar 43,61%, sedangkan kondisi hidrolisis terbaik dicapai pada volume pelarut 100 mL selama 40 menit. Produk MCC yang dihasilkan berupa bubuk berwarna krem muda, tidak larut dalam air, dengan kadar air 0,24%, densitas 0,8245 g/cm³, dan pH 7,31. Analisis morfologi melalui SEM menunjukkan bentuk batang dan pipih memanjang dengan aglomerasi di beberapa area. Hasil XRD mengonfirmasi pembentukan kristal selulosa II dengan puncak karakteristik pada 11,83°, 12,26°, 20,04°, 21,76°, dan 34,53°. Berdasarkan analisis kuantitatif, derajat kristalinitas sebesar 68,0870%, derajat amorf sebesar 31,9130%, dan ukuran kristal rata-rata sebesar 7,22 nm, menunjukkan struktur produk yang stabil. 
Biokonversi Limbah Ikan Afkir Oleh Larva Black Soldier Fly Serta Dampaknya Terhadap Kualitas Nutrisi Pakan dan Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca Huda, M.Miftahul; Mirwan, Mohamad
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan lele bergantung pada pakan komersial mahal, sementara limbah ikan afkir belum dimanfaatkan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis biokonversi limbah ikan afkir menggunakan larva BSF terhadap peningkatan kualitas nutrisi pakan dan reduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Penelitian eksperimental dengan pendekatan life cycle inventory dilaksanakan di Surabaya pada Oktober 2025. Empat variasi media biokonversi (M1–M4) digunakan untuk membiakkan larva BSF selama 15 hari. Tiga variasi pakan (Vpl 1–Vpl 3) dengan proporsi tepung maggot 25%, 50%, dan 75% diuji pada ikan lele. Parameter yang diukur meliputi SGR, proksimat, SR, dan emisi karbon (gate-to-gate). Hasil menunjukkan M4 (0,56 kg dedak + 2,24 kg limbah ikan) menghasilkan protein larva tertinggi (11,31%) dan lemak (9,87%). Vpl 3 (75% maggot) menghasilkan protein pakan tertinggi (17,45%) dan lemak (14,43%) mendekati SNI. Ikan lele yang diberi Vpl 3 menunjukkan pertumbuhan 22,7% dan SR 100%. Namun, peningkatan proporsi maggot meningkatkan emisi karbon dari 1,29 kg CO2e/kg (Vpl 1) menjadi 1,60 kg CO2e/kg (Vpl 3), dengan kontribusi LPG 97–98%. Biokonversi limbah ikan afkir oleh larva BSF efektif meningkatkan kualitas nutrisi pakan, namun terdapat trade-off dengan peningkatan emisi karbon.
Analisis Faktor Penghambat Implementasi Waste Management Pada Material Proyek Perumahan di Wilayah Terpadat di  Kota Palangka Raya Findy Evrisda Br Ginting; Waluyo Nuswantoro; Subrata Aditama K.A Uda
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan perumahan yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang juga meningkat di kota Palangka Raya, hal ini juga berdampak pada tingginya limbah konstruksi yang dihasilkan, terutama di daerah dengan jumlah penduduk yang padat di wilayah Kota Palangka Raya. Pada penelitian sebelumnya menunjukkan efektivitas pengelolaan sampah Pembangunan perumahan di Kota Palangka Raya masih tergolong rendah dengan skor WMPET sebesar 543,96/1.000 sehingga perlu diketahui hambatan efektivitas yang rendah ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat waste material yang terjadi pada proyek perumahan dengan menggunakan  metode Relative Importance Index (RII) untuk mengetahui faktor dominan yang menjadi kendala utama sehingga developer dapat mengetahui tindakan pertama untuk mengurangi waste material di lokasi proyek. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa terdapat enam faktor dominan, yaitu regulasi pemerintah, tenaga kerja, manajemen & lingkungan, sosial, teknis, dan ekonomi, dengan faktor regulasi pemerintah sebagai faktor dominan dengan nilai RII tertinggi sebesar 0,681. Hasil penelitian ini juga akan dipetakan menggunakan Fishbone diagram untuk memudahkan mengetahui sebab dan akibat dari masing-masing faktor.
Efektivitas Biokoagulan Berbasis Ampas Tebu dalam Pengolahan Palm Oil Mill Effluent: Analisis Pengaruh Dosis Ayu Setyowati, Sekar; Kusyanto; Dedy Irawan; Nur Fadillah Ramadhani; Alfidah Tyas Suciningrum
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair kelapa sawit (POME) merupakan hasil dari proses perebusan/sterilisasi dan klarifikasi yang mengandung sludge, air kondensat, dan air sisa cucian pabrik. Pengolahan konvensional POME menggunakan sistem kolam terbuka kurang efektif karena dapat menimbulkan masalah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengolahan POME yang ramah lingkungan seperti penggunaan biokoagulan ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan pengaruh dosis biokoagulan dari ampas tebu pada pengolahan POME. Ampas tebu dengan kandungan lignoselulosa tinggi, memiliki potensi sebagai agen biokoagulan. Ampas tebu yang telah dipreparasi kemudian didelignifikasi dengan NaOH 8% pada suhu 120°C selama 120 menit untuk menghasilkan biokoagulan. Pengaplikasian dilakukan dengan proses klarifikasi dengan variasi dosis 7,5; 10; 12,5; 15; dan 17,5 (g/L). Pengaplikasian bikoagulan dilakukan pengadukan cepat selama 2 menit, pengadukan lambat selama 20 menit, dan diikuti dengan sedimentasi selama 60 menit. Setelah itu dilakukan analisis pH, TSS, dan kekeruhan. Peningkatan dosisi bikoagulan meningkatkan nilai pH dan penurunan nilai kekeruhan. Dosis optimal diperoleh pada 10 g/L dengan efektivitas penurunan TSS sebesar 32,49%, kekeruhan sebesar 9,43%, dan nilai pH 5,1.
Efisiensi Penyisihan Mikroplastik Pada Instalasi Pengolahan Air Minum di Asia: Tinjauan Literatur Sistematik Herni Nurulaeni; Mochamad Adhiraga Pratama; Sandyanto Adityosulindro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran plastik menjadi isu lingkungan yang krusial yang berdampak pada kesehatan manusia dan kualitas lingkungan. Plastik bersifat persisten dapat terdegradasi menjadi mikroplastik dan terakumulasi di perairan. Sungai sebagai sumber utama air baku instalasi pengolahan air minum (IPAM) menjadi jalur masuk mikroplastik ke sistem penyediaan air. Meskipun IPAM dirancang untuk menghasilkan air yang aman bagi masyarakat, teknologi pengolahan yang ada belum sepenuhnya efektif dalam menyisihkan mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dari beberapa hasil penelitian terkait efisiensi penyisihan mikroplastik pada IPAM melalui pendekatan systematic literature review menggunakan metode PRISMA 2020. Artikel dikumpulkan dari database ilmiah dengan rentang tahun 2020–2025 berdasarkan kata kunci terkait mikroplastik pada instalasi pengolahan air minum. Sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan mikroplastik di IPAM bervariasi antara 30–99%, dipengaruhi oleh perbedaan metode analisis mikroplastik, kelimpahan dan karakteristik mikroplastik, teknologi pengolahan, serta faktor musim. Bentuk dominan mikroplastik adalah fiber dan fragmen yang umumnya berasal dari aktivitas domestik. IPAM dengan sumber air baku sungai cenderung memiliki kelimpahan mikroplastik lebih tinggi dibandingkan danau atau waduk. Unit filtrasi merupakan proses paling efektif dalam penyisihan mikroplastik, namun teknologi lanjutan seperti membran diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, terutama untuk partikel berukuran kecil.
Microplastic Contamination in Groundwater Around Landfills: A Systematic Literature Review Luthfia Aqilah Zahra; Mochamad Adhiraga Pratama; Sucipta Laksono
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microplastic contamination in groundwater has become an emerging environmental concern, particularly in areas surrounding landfill sites. This study aims to systematically review the occurrence, distribution, characteristics, and influencing factors of microplastics in groundwater near landfills. A systematic literature review was conducted using the PRISMA 2020 framework, selecting articles published between 2021 and 2025 from Scopus and Google Scholar based on defined criteria. A total of 18 relevant studies were analyzed. The results show that microplastic abundance in groundwater varies widely, ranging from less than 1 particle/L to more than 1000 particles/L. Most microplastics are smaller than 500 µm, with polyethylene (PE) and polypropylene (PP) as the dominant polymers. Fragments and fibers are the most common forms, while color variation reflects differences in waste composition and environmental conditions. Microplastic distribution is influenced by distance from landfills, well type, depth, and age. Wells located within 1 km of landfills and shallow dug wells are more vulnerable to contamination. Landfill leachate plays a key role in transporting microplastics into groundwater systems. Therefore, integrated management strategies based on the Source–Pathway–Receptor approach are essential to mitigate contamination and protect groundwater quality.
Kemampuan Adsorben Tanah Liat dengan Kombinasi Aktivasi Termal dan Aktivasi Asam untuk Mengurangi Kadar Surfaktan Limbah Laundry Tri Wibowo, Bagus; Tuhu Agung Rachmanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair laundry cenderung memiliki kadar surfaktan anionik yang tinggi, sehingga sangat berbahaya bagi lingkungan serta makhluk hidup karena bersifat toksik. Oleh karena itu, dilakukannya upaya pengolahan air untuk mereduksi kadar surfaktan pada limbah laundry dengan adsorben tanah liat.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja adsorben tanah liat (kaolinit dan bentonit) yang diaktivasi secara termal dan asam dalam menurunkan kadar surfaktan, fosfat, dan TSS pada limbah laundry. Aktivasi termal dilakukan pada suhu 500°C dan 800°C, dilanjutkan dengan aktivasi asam HCl (0,5–3 N). Uji adsorpsi dilakukan secara batch dengan dosis 10 g/L, kecepatan pengadukan 200 rpm, dan waktu kontak 2 jam. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam meningkatkan efisiensi penurunan surfaktan dan fosfat akibat bertambahnya muatan aktif dan porositas adsorben. Kinerja terbaik diperoleh pada kaolinit dengan aktivasi 500°C dan HCl 3 N pada kondisi limbah sedikit asam, dengan efisiensi 95,4% untuk surfaktan dan 99,3% untuk fosfat. Analisis statistik (ANOVA)  menunjukkan aktivasi asam berpengaruh signifikan, sedangkan suhu tidak selalu signifikan. Diketahui adanya peningkatan nilai TSS hingga 304% untuk kaolinit dan 72% untuk bentonit akibat abrasi adsorben selama proses adsorpsi. Secara keseluruhan, kaolinit kombinasi aktivasi asam dan termal berpotensi sebagai adsorben efektif dan ekonomis untuk pengolahan limbah laundry.
Redesigning a Hazardous Waste Storage Facility to Improve Compliance and Safety in a Plastic Packaging Company in Bekasi Regency Sede, Johanes Surya Utama; Wikaningrum, Temmy
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluates critical non-compliances in the Temporary Storage Facility for Hazardous and Toxic Waste (TPS LB3) at a plastic packaging manufacturer in West Java, Indonesia. The assessment was conducted in accordance with Government Regulation No. 22 of 2021, Ministry of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021, and relevant Indonesian National Standards (SNI). A descriptive engineering design approach was applied, integrating gap analysis, qualitative risk assessment using a 5×5 risk matrix, and Computer-Aided Design (AutoCAD 2024). Key deficiencies identified include insufficient spill containment capacity (0.015 m³ vs. 0.22 m³), improper drainage of emergency eyewash to stormwater systems, inadequate aisle width (10 cm vs. 60 cm standard), and unsafe co-storage of incompatible waste types. The proposed redesign (10.5 m × 6.06 m) addresses these issues through an 8-meter drainage system, a 0.225 m³ containment basin, ANSI Z358.1-compliant eyewash installation, improved layout with proper spacing and zoning, and verified ventilation and lighting systems. The redesigned facility is capable of safely accommodating a peak waste accumulation of 4.566 tons within a 90-day storage period while meeting regulatory compliance.