cover
Contact Name
Muhammad Nizar
Contact Email
muhammad.nizar@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285260604262
Journal Mail Official
yaman_gayo@pnl.ac.id
Editorial Address
Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Journal Serambi Engineering (JSE)
ISSN : 25283561     EISSN : 25411934     DOI : -
Jurnal ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem turbin angin sebagai alat pengusir hama burung sekaligus sebagai pembangkit listrik alternatif di area persawahan. Penelitian difokuskan pada pemanfaatan energi angin untuk menggerakkan perangkat mekanik penghasil suara (sebagai pengusir burung pipit) serta menghasilkan energi listrik menggunakan generator Nema17 untuk pengisian baterai. Selain itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kecepatan angin, desain blade (panjang dan karakteristiknya), putaran turbin, serta tegangan dan daya listrik yang dihasilkan, guna memperoleh performa optimal dalam kondisi lapangan
Arjuna Subject : -
Articles 1,051 Documents
Analisis Postur Kerja Operator Mesin CNC Milling Menggunakan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) di PT. ABC Dawam Al Firdaus; Dwi Nurul Izzhati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. ABC adalah perusahaan riset dan teknologi yang berfokus pada pengembangan teknologi inovatif. Khususnya melalui divisi Performance, perusahaan ini bergerak di bidang produksi suku cadang motor yang dikenal dengan nama PT ABC. Proses produksi suku cadang PT ABC menggunakan mesin CNC Supermill MK 2 yang dikembangkan oleh PT ABC. Pengoperasian mesin CNC Supermill MK 2 memerlukan alat pemotong seperti Endmill, Chamfer Cutter, Threadmill dan Ball Endmill. Pada saat ini postur kerja pada bagian CNC Milling dilakukan dengan posisi berdiri sehingga dapat menyebabkan gangguan Musculoskeletal Disorders (MSD’s) pada operator. Untuk menganalisis postur tubuh pekerja akan menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Metode REBA merupakan metode yang memberikan sistem penilaian aktivitas otot yang disebabkan oleh postur tubuh yang tetap, dinamis, perubahan yang labil, serta memberikan tingkat tindakan dengan indikasi darurat. Setelah dilakukan analisis didapatkan skor sebesar 4 yang menunjukan di perlukan perbaikan yang akan direkomendasikan kepada PT. ABC khususnya dibagian CNC Milling.
Analisis dan Optimalisasi Pencahayaan Penerangan Jalan Umum pada Jalan Langko Kota Mataram Menggunakan Software DiaLux Harjian, Muhammad Rivaldi; Muljono, Agung Budi; , Akbar Tawaqqal
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) sarana penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, tantangan mendasar dalam pengelolaan sistem kelistrikan PJU saat ini terletak pada upaya mencapai keseimbangan antara mutu pencahayaan dan efisiensi penggunaan energi. Pada banyak ruas jalan di Kota Mataram masih dijumpai penerapan teknologi PJU yang tidak sesuai standar ditandai oleh tingkat iluminasi dan kemerataan cahaya yang tidak sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pencahayaan serta mengoptimalkan sistem PJU pada ruas Jalan Langko, Kota Mataram, berdasarkan standar SNI 7391:2008. Metode yang digunakan adalah pengukuran langsung intensitas pencahayaan (lux) di lapangan serta simulasi menggunakan perangkat lunak DIALux. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar titik memiliki tingkat iluminasi yang cukup baik, namun masih terdapat beberapa lokasi dengan distribusi cahaya belum merata. Simulasi dilakukan dengan dua skenario konfigurasi, yaitu susunan lampu berhadapan (kondisi eksisting) dan bersilangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi bersilangan menghasilkan distribusi cahaya yang lebih seragam, mengurangi potensi silau, serta meningkatkan kenyamanan visual pengguna jalan tanpa menambah konsumsi energi. Dengan demikian, optimalisasi tata letak PJU berbasis simulasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pencahayaan pada infrastruktur jalan di Kota Mataram.
Perencanaan Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 Laboratorium Kimia di Fakultas Teknik dan Sains UPN “Veteran” Jawa Timur Michel Adam Yudistira; Mohamad Mirwan; Praditya Sigit Ardisty Sitogasa
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur memiliki tujuh program studi dengan aktivitas laboratorium kimia yang berpotensi menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3). Saat ini, pengelolaan LB3 masih dilaksanakan secara mandiri oleh tiap laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Tempat Penyimpanan Sementara LB3 (TPSLB3) yang sesuai dengan spesifikasi teknis Peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 6 Tahun 2021. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data dilaksanakan melalui pengukuran langsung, dan estimasi timbulan limbah berdasarkan data inventarisasi dan wawancara dengan laboran. Hasil penelitian menunjukkan total timbulan harian terdiri dari limbah dari laboratorium yang mengandung B3 (3,964 L/hari), limbah terkontaminasi B3 (2,266 kg/hari), kemasan bekas (0,107 kg/hari), lampu TL (0,043 kg/hari), baterai bekas (0,004 kg/hari), dan cartridge bekas (0,007 kg/hari). Berdasarkan data tersebut, dirancang TPSLB3 berupa bangunan permanen dengan ruangan berdimensi 10,8 m x 5,1 m x 4,2 m dengan masa simpan maksimal 180 hari. Fasilitas penyimpanan dilengkapi dengan sistem keselamatan berupa lampu explosion proof, APAR, bak penampung ceceran, pintu darurat serta 9 blok penyimpanan tersegregasi berdasarkan karakteristik mudah menyala, korosif, dan beracun.
Efisiensi Penjadwalan Produksi Flowshop Dengan Metode Metaheuristic Particle Swarm (Studi Kasus: Kakimoto House) Firdiansyah, Adam; Antono Adhi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan produksi merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan manufaktur. Kakimoto House sebagai perusahaan manufaktur furnitur di Jepang menghadapi permasalahan penjadwalan produksi akibat variasi produk, fluktuasi permintaan, serta adanya bottleneck pada mesin Line Edge dan Sanding Amplas. Sistem penjadwalan yang digunakan belum mampu meminimalkan makespan secara optimal sehingga berdampak pada meningkatnya idle time dan kurang optimalnya utilisasi mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan produksi menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO) serta membandingkan kinerjanya dengan metode FIFO (First In First Out) dan NEH (Nawaz–Enscore–Ham). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan objek penelitian berupa data waktu proses delapan job pada dua mesin dalam sistem flowshop. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi laporan produksi. Parameter PSO yang digunakan meliputi jumlah populasi 5 partikel, bobot inersia (w) sebesar 0,8, koefisien kognitif (c1) sebesar 1,0, koefisien sosial (c2) sebesar 1,0, serta 500 iterasi. Kriteria evaluasi yang digunakan adalah nilai makespan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PSO menghasilkan nilai makespan yang lebih kecil dibandingkan metode FIFO dan NEH. PSO mampu memberikan solusi penjadwalan yang lebih optimal karena memiliki kemampuan eksplorasi dan eksploitasi yang baik dalam ruang solusi, sehingga dapat menghindari solusi lokal. Dengan demikian, penerapan PSO pada sistem penjadwalan produksi Kakimoto House terbukti lebih efektif dalam meminimalkan makespan dan meningkatkan efisiensi produksi dibandingkan metode konvensional.
Evaluasi dan Rekonstruksi Jembatan Menggunakan Pedoman Pemeriksaan Jembatan No. 01/P/BM/2022 (Studi Kasus: Jembatan Desa Pendreh) Esther Viktoria Br Sembiring; Fransisco Happy Riadi Haputra Baru; Okta Meilawaty
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan menjadi sarana yang penting dan wajib untuk diperhatikan kondisinya. Jembatan yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan dan pemeliharaan akan menyebabkan jembatan tidak lagi mencapai keamanan dan kenyamanan seperti yang dirancang sebelumnya. Desa Pendreh memiliki anak sungai yang menghalangi sistem jalan sehingga membutuhkan jembatan sebagai solusi dalam menyelesaikan akses jalan. Jembatan tersebut lama tidak dioperasikan serta dalam proses perancangan tidak memperhitungkan standar lalu lintas. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu memberikan penilaian serta penanganan yang tepat dengan menganalisis kebutuhan penggunaan jalan yang ada di Desa Pendreh yang sudah memenuhi spesifikasi untuk layak digunakan kembali. Penelitian ini menggunakan Pedoman Pemeriksaan Jembatan No. 01/P/BM/2022 dengan jenis pemeriksaan detail. Hasil penelitian menunjukkan jembatan dalam kondisi kritis dan memerlukan penanganan berupa pembangunan jembatan baru dengan pemilihan material komposit yang dianggap optimal dalam mengakomodasi jembatan dengan panjang bentang 17 m. Jembatan termasuk dalam kelas jalan III karena terletak pada pedesaan jalan lokal dengan lalu lintas harian ± 500 kendaraan sehingga jembatan dirancang dengan lebar 3,6 m dan diperkirakan mampu menahan beban truk dengan jenis Mitsubishi PS115 dengan berat kendaraan 85 kN.
Kajian Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index serta Perencanaan Anggaran Biaya pada Ruas Jalan Raya Amurang - Ratahan Tendean, Cyntha; Peginusa, Stefani Switly; Karundeng, Adriana; Pandaleke, Agistia Trifena Renvi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) serta menyusun rencana anggaran biaya pemeliharaan pada ruas Jalan Raya Amurang–Ratahan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan penanganan dan optimalisasi alokasi anggaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan secara langsung pada ruas jalan sepanjang ±2.500 m di Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, dengan penilaian kondisi perkerasan berdasarkan jenis, tingkat keparahan, dan luas kerusakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total luas perkerasan 15.000 m², kondisi jalan didominasi oleh kategori sedang sebesar 64%, diikuti kondisi baik sebesar 28%, dan rusak berat sebesar 8%, tanpa adanya kategori rusak ringan. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar ruas jalan telah mengalami penurunan kualitas yang memerlukan pemeliharaan berkala hingga rehabilitasi. Sejalan dengan kondisi tersebut, perencanaan anggaran biaya menunjukkan bahwa kebutuhan biaya pemeliharaan mencapai Rp 359.096.000, dengan komponen terbesar dialokasikan pada pekerjaan pelapisan ulang aspal (AC-WC) sebagai upaya utama dalam meningkatkan kualitas permukaan jalan. Penelitian ini menegaskan bahwa metode SDI efektif digunakan dalam mengidentifikasi tingkat kerusakan jalan dan mendukung penyusunan prioritas penanganan, di mana dominasi kerusakan kategori sedang berimplikasi pada kebutuhan intervensi pemeliharaan yang sistematis.
Pemanfaatan Koreksi Bias Data Hujan Satelit Global Precipitation Measurement IMERG Dalam Model Limpasan Permukaan (Studi Kasus : DAS Brantas) Rana Karinta Hapsari; Ayu Fatimah Sari; Nur Laily Lupita Sari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sumber daya air terpadu di Indonesia memerlukan analisis hidrologi yang akurat berbasis data jangka panjang untuk menjamin ketepatan desain dan estimasi debit air. Namun, pengamatan hujan langsung terbatas secara spasial, satelit diperlukan untuk memperluas jangkauan distribusi dan meningkatkan akurasi prakiraan. Global Precipitation Measurement (GPM) mampu memperkirakan peristiwa ekstrem, mempelajari iklim global serta menyediakan peta curah hujan global. Studi ini membahas penggunaan faktor koreksi hujan bulanan GPM untuk pemodelan limpasan permukaan sehingga didapatkan debit air yang akurat. Lokasi studi berada pada dua sub Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada dalam DAS Brantas yaitu Kali Bodo dan Brodot. Koreksi data hujan GPM IMERG menggunakan peta faktor koreksi hujan GPM DAS Brantas pada lima probabilitas hujan. Berdasarkan koreksi data hujan GPM IMERG meningkatkan angka NSE tiap lokasi menjadi ≥ 0,7. Penurunan rBias yang signifikan sebesar 29,3% pada sub DAS Kali Bodo dengan luas 122,71 km2. Hasil pemodelan debit limpasan permukaan menggunakan hujan GPM terkoreksi pada sub DAS Kali Bodo menunjukkan kenaikan nilai NSE dari nilai awal 0,46 menjadi 0,64.
Integrasi Kebijakan Nasional dan Perencanaan Wilayah dalam Pengelolaan Sampah Kabupaten Sidenreng Rappang: Analisis Kesenjangan Kapasitas Sarana dan Pengembangan 3R/WtE Maula, Rahmatun; Qanitatul Isra Qamal; Iqbal Kamaruddin; AR Fuad Hasanuddin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan timbulan sampah dan keterbatasan kapasitas layanan menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu isu strategis dalam pembangunan wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. Sistem yang masih didominasi pola kumpul–angkut–buang perlu diarahkan menuju pengurangan di sumber, pemanfaatan kembali, dan pemrosesan yang lebih ramah lingkungan agar sejalan dengan agenda nasional dan prinsip ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem pengelolaan sampah Kabupaten Sidenreng Rappang terhadap target nasional pengurangan 30% dan penanganan 70%, sekaligus merumuskan arah pengembangan 3R dan waste-to-energy (WtE) dalam kerangka perencanaan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah tahun 2024 mencapai 132,30 ton/hari, pengurangan masih di bawah 20%, sampah terkelola baru mendekati 75%, dan cakupan pelayanan sekitar 67,9%, sehingga beberapa indikator kinerja belum memenuhi target, terutama pada pengurangan, kapasitas dan kualitas TPA, serta kesiapan infrastruktur pendukung WtE. Pendekatan yang digunakan menegaskan urgensi penguatan 3R di hulu, modernisasi TPA Patommo, penataan layanan berbasis zonasi, serta penguatan kelembagaan dan pembiayaan agar transformasi sistem persampahan dapat berjalan berkelanjutan. Temuan ini memberikan dasar perencanaan yang operasional bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan kebijakan nasional persampahan dengan strategi pengelolaan di tingkat kabupaten yang lebih efektif dan adaptif.
Pengaruh Variasi Dosis Enzim Papain Pada Pembuatan Gelatin Dari Tulang Ikan Tenggiri Agustina, Zaryuni; Anerasari Meidinariasty; Akbar Ismi Aziz Pramito
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi dosis enzim papain terhadap rendemen dan karakteristik fisikokimia gelatin yang diekstraksi dari tulang ikan tenggiri (Scomberomorus commerson). Bahan baku yang digunakan merupakan limbah tulang ikan dari industri pengolahan hasil perikanan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber kolagen alternatif. Proses ekstraksi dilakukan melalui tahap pra-perlakuan, perendaman dengan enzim papain selama 24 jam, ekstraksi pada suhu 70°C selama 6–7 jam, serta pengeringan pada suhu 55–65°C. Variasi dosis enzim yang digunakan yaitu 2, 3, 4, 5, dan 6 gram pada massa tulang 150 gram dan 300 gram. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar protein, pH, dan viskositas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis enzim papain berpengaruh signifikan terhadap peningkatan rendemen dan kadar protein gelatin. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan 6 gram papain dengan massa tulang 300 gram sebesar 8,6%. Kadar air berkisar antara 7,3%–8,99% dan kadar abu 1,13%–1,4%, yang seluruhnya memenuhi standar mutu gelatin nasional. Nilai pH berada pada kisaran 6–7, sedangkan viskositas meningkat hingga 7,3 cP pada perlakuan terbaik. Secara keseluruhan, penggunaan 6 gram enzim papain pada massa tulang 300 gram menghasilkan karakteristik gelatin paling optimal.  
Pengaruh Tekanan Fluida Terhadap Unit Pengolahan Air Minum Menggunakan Membran Reverse Osmosis, Post Carbon dan Bio Ceramic Lia, Yuniar; Yuniar; Erwana Dewi; Tahdid
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Minum Isi Ulang (AMIU) banyak dipilih sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan Air Minum Kemasan (AMDK). Namun, kualitasnya sering dipertanyakan karena tidak semua stasiun isi ulang memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan fluida (3–7 bar) pada unit pengolahan air minum menggunakan Reverse Osmosis (RO) Silvertec ULP 2012-100, dikombinasikan dengan Post Carbon dan Bio Ceramic, dengan air PDAM sebagai bahan baku. Teknologi RO mampu menyaring kontaminan pada tingkat molekuler, sedangkan Post Carbon meningkatkan rasa air dan Bio Ceramic membantu memecah molekul agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya dengan mengukur parameter fisik (pH, TDS) dan kimia (Fe, Mn, Cl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tekanan mempengaruhi kualitas air, dengan 5 bar diidentifikasi sebagai kondisi optimum. Pada tekanan ini, air yang diolah memenuhi semua standar kualitas air minum sehingga sistem ini menjadi solusi yang efektif.