cover
Contact Name
Muhamad Basyrul Muvid
Contact Email
muvid@dinamika.ac.id
Phone
+6285732569344
Journal Mail Official
jurnal.eduaksara@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wonocolo Utara Gg. V No.18 Jemur Wonosari, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Published by CV. Global Aksara Pers
ISSN : 2962715X     EISSN : 28304721     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10842750
Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan merupakan jurnal yang fokus menerbitkan artikel ilmiah dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang diterbitkan oleh CV. Global Aksara Pers. Jurnal Edu Aksara : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan pertama kali terbit pada tahun 2022 dengan ruang lingkup artikel yang diterima yaitu pendidikan, pembelajaran, pemikiran pendidikan, metode, strategi dan media pembelajaran, sosial budaya, seni budaya dan topik kebudayaan dan peradaban lainnya. Jurnal Edu Aksara terbit 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan bulan Desember.
Articles 104 Documents
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DI PERKOTAAN Hikam, Ufi Bahrul
Jurnal Edu Aksara Vol 3 No 2 (2024): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14777176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lembaga pendidikan islam sebagai solusi pencegahan kenalan remaja di perkotaan. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis berupa studi kasus. Peneliti mencari solusi dari masalah atau peristiwa yang terjadi dengan memahami bagaimana permasalahan tersebut bisa terjadi dengan mengumpulkan banyak informosi kemudian dikaji. Kenakalan remaja yang dikenal dengan istilah juvenile delinquent merupakan perbuatan atau perilaku negatif yang berlawanan dengan hukum dan aturan masyarakat. Perbuatan tersebut akan diberikan sanksi jika diketahui oleh petugas hukum. Bentuk kenakalan remaja yang ada di daerah perkotaan, salah satunya di kota surabaya, misalnya tawuran, pencurian, gengster, balapan liar, bolos dan narkoba. Dengan hal ini, lembaga pendidikan islam memiliki solusi untuk menanggulangi masalah tersebut, karena lembaga pendidikan islam adalah tempat yang memiliki peran untuk mengubah tingkah laku individu menjadi lebih baik. Solusi lembaga pendidikan islam untuk mengatasi terjadinya kenakalan remaja, diantaranya; memberikan pengajaran bukan dari aspek pengetahuan dan keterampilan saja, melainkan juga melalui agama, budi pekerti dan etika, menguatkan mental remaja agar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi, memperbaiki hubungan dan keadaan sosialnya dan tempat yang bisa menimbulkan terjadinya kenakalan remaja, dan lain sebagainya.
PEMAKNAAN DAN PENAFSIRAN UNSUR KIAS DALAM KALIMAT PADA CERITA PENDEK: TINJAUAN HERMENEUTIKA Wulandari, Sri
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15377477

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena penggunaan diksi unsur kias dalam kalimat cerpen dan penyampaian pesan cerita secara implisit. Unsur kias dianalis dengan tinjauan hermeneutika. Rumusan masalah ini ialah bagaimana pemaknaan dan penafsiran unsur kias dalam kalimat pada cerpen Kompas.Id yang dianalisis dengan tinjauan hermeneutika? Penyediaan data penelitian ini menggunakan metode baca dan teknik catat. Wujud data penelitian ini ialah kalimat yang mengandung unsur kias. Sumber data penelitian ini iala cerpen “Binar yang Memudar dari Matanya”, “Lelaki Harum Lahang”, dan “Matinya Serai dan Ruku-Ruku Ibu”. Ketiga cerpen ini ialah cerpen terbitan Kompas.Id edisi bulan Oktober 2022. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode agih dan metode padan referensial dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga belas makna unsur kias yang menggunakan diksi realitas alam (Natural Symbol), lima belas makna unsur kias yang menggunakan diksi khusus (Private Symbol), dan satu makna unsur kias yang menggunakan diksi umum (Blank Symbol). Adapun penafsiran unsur kias dalam kalimat pada cerpen dengan tinjauan hermeneutika ditemukan potret sosial, seperti masalah korupsi yang ada di pemerintah daerah, stereotipe seorang sarjana harus bekerja di kantor pemerintah atau perusahaan tertentu, dan gambaran masa penjajahan yang merugikan suatu bangsa.
KLASIFIKASI EMOSI DALAM LIRIK LAGU DETIK, MENIT, JAM KARYA FEBY PUTRI Putri, Leony Assyifa; Azizah, Farah; Damayanti, Welsi
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15377567

Abstract

Karya seni memiliki nilai yang tak ternilai, dan lagu adalah salah satu bentuk seni yang memberikan manfaat besar bagi para penikmatnya di era modern ini. Perkembangan variasi lagu telah melaju pesat, dan di awalnya, lagu seringkali dipakai semata-mata untuk kesenangan dan hiburan. Namun, seiring berjalannya waktu, lagu-lagu ini menjadi semakin beragam, dengan setiap lirik mengekspresikan beragam jenis emosi. Melalui lagu, penulis dapat menyampaikan perasaan dan situasi mereka kepada pendengar. Analisis emosi dalam lirik lagu "detik, menit, jam" memberi kesempatan bagi pendengar untuk lebih mendalami makna emosional yang ingin disampaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang berfokus pada pengungkapan makna, deskripsi, klarifikasi, dan penempatan data dalam konteks yang relevan. Hasil klasifikasi emosi menunjukkan bahwa lagu "detik, menit, jam" menggambarkan tentang kebangkitan dan keteguhan dalam menghadapi kritik negatif dari lingkungan sekitar. Fokus utama dalam lirik-lirik modern adalah emosi, di mana lirik harus mampu mengekspresikan perasaan dengan cara yang autentik dan menyentuh jiwa pendengar. Oleh karena itu, pemilihan kata-kata yang tepat menjadi sangat krusial agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens.
IMAJI PADA ANTOLOGI PUISI MENGAPA LUKA TIDAK MEMAAFKAN PISAU KARYA M. AAN MANSYUR SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN PUISI DI SMA Pinuji, Ayudyah Sekar
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15377775

Abstract

Penelitian ini membahas tentang imaji pada antologi puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau karya M. Aan Mansyur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan menjadikan puisi-puisi pada antologi puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau karya M. Aan Mansyur sebagai sumber data. Analisis data menggunakan teknik pilah unsur penentu. Data didapatkan dari mereduksi bait-bait puisi yang terdapat unsur penentu dari setiap jenis imaji. Yang kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis imaji. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dalam kumpulan puisi Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau karya M. Aan Mansyur, terdapat enam jenis imaji, yaitu imaji visual 28 data, imaji pendengaran 16 data, imaji penciuman 3 data, imaji rasaan 1 data, imaji rabaan 11 data, dan imaji gerak 5 data. Dengan imaji visual merupakan imaji yang paling banyak muncul. Penelitian ini akan diimplikasikan dalam pembelajaran menulis puisi. Hasil akhir dari penellitian ini yaitu berupa Handout pembelajaran. Handout ini dapat diterapkan sebagai alternatif bahan ajar menulis puisi untuk kelas X.
GAYA BAHASA ANTOLOGI PUISI KABAR SUKACINTA KARYA JOKO PINURBO SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS PUISI KELAS XI SMK Setyananda, Bagas Daffa; Mulyani, Mimi; Syahroni, Mashud
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15378122

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan gaya bahasa dalam teks puisi. Dalam menulis puisi, gaya bahasa merupakan salah satu aspek yan perlu dikuasai peserta didik untuk membuat sebuah karya puisi. Pengggunaan gaya bahasa dapat membantu peserta didik memahami cara menulis puisi menggunakan elemen bahasa untuk mengungkapkan perasaan dan ide secara lebih kompleks. Dari hasil observasi, bahan ajar yang digunakan dalam menulis puisi dirasa masih kurang mendukung proses pembelajaran. Penelitin ini bertujuan untuk menemukan gaya bahasa yang terdapat pada antologi puisi Kabar Sukacinta karya Joko Pinurbo serta mengimplementasikannya menjadi bahan ajar di sekolah. Analisis penelitian ini menggunakan teori Gorys Keraf. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah gaya bahasa dalam antologi puisi Kabar Sukacintai karya Joko Pinurbo. Metode pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil  penelitian ini menujukkan jenis-jenis gaya bahasa yang diperoleh dari kalimat pada larik dan bait pada antologi puisi Kabar Sukacinta. Gaya bahasa yang ditemukan yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Adapun gaya bahasa retoris yang ditemukan meliputi gaya bahasa aliterasi, asonansi, prolepsis, perifrasis, dan kiasmus. Sedangkan gaya bahasa kiasan yang ditemukan meliputi gaya bahasa simile,  personifikasi, metonimia, ironi, dan satire.
JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA METAFORA DALAM BAIT-BAIT LIRIK LAGU .FEAST DALAM ALBUM ABDI LARA INSANI Hanif, Abdul
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15709074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, fungsi, dan makna metafora dalam bait-bait lirik lagu album Abdi Lara Insani karya .Feast. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik simak dan catat, serta analisis data menggunakan metode padan dan teknik Pilah Unsur Penentu berdasarkan teori Ullman dan Leech. Ditemukan jenis metafora antropomorfis, sinestetik, pengabstrakan, dan binatang. Fungsi metafora yang ditemukan meliputi informatif, pragmatik, dan ekspresif. Makna metafora mencakup stilistik, konotatif, afektif, reflektif, dan kolokatif. Hasil penelitian menunjukkan metafora dalam lirik lagu .Feast sebagai sarana ekspresi ideologi serta kritik sosial secara estetis dan relevan dalam pembelajaran stilistika di sekolah.
QISAS DALAM ISLAM DAN RELEVANSINYA PADA MASA KINI Dwi Faradila, Afifah; Sa’i, Mad
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15709130

Abstract

Qisās adalah konsep dalam hukum Islam yang mengatur pembalasan setimpal terhadap tindakan pembunuhan dan penganiayaan. Tujuannya adalah menegakkan keadilan dan memberikan efek jera. Namun, penerapan qisās menimbulkan perdebatan mengenai relevansinya dalam konteks masyarakat modern. Beberapa negara dengan sistem hukum Islam, seperti Arab Saudi, Iran, dan Pakistan, masih menerapkan qisās dalam sistem peradilan mereka. Misalnya, di Iran, hukum pidana mencakup qisās sebagai metode hukuman, di mana keluarga korban dapat meminta hukuman yang setimpal bagi pelaku. Namun, penerapan qisās juga menghadapi kritik, terutama terkait dengan kemungkinan penyalahgunaan, seperti dalam kasus pembunuhan atas dasar kehormatan. Selain itu, terdapat pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan hak asasi manusia dan standar keadilan modern. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi kembali penerapan qisās dalam konteks masa kini, dengan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perkembangan sistem peradilan modern.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMP ISLAM INSAN KAMIL WONOAYU SIDOARJO Shofi, Millatus; Mukminin, Sholikatul
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16418973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di SMP Islam Insan Kamil Wonoayu. Kompetensi profesional guru merupakan aspek penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui berbagai strategi seperti pelaksanaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) internal, pemberian kesempatan mengikuti pelatihan atau workshop, serta penguatan supervisi dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, kepala sekolah juga menciptakan iklim kerja yang kondusif dan memfasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi dan sumber belajar. Upaya ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalitas guru.
Membentuk Kemandirian Belajar Mahasiswa pada Matakuliah Pancasila melalui Penggunaan LMS Brilian Muvid, Muhamad Basyrul
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 2 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16535377

Abstract

Kemandirian belajar menjadi salah satu tujuan dalam pembelajaran abad 21 ini yang memang pembelajaran era sekarang cenderung pada pembelajaran online dan juga asinkronus. Untuk memenuhi kebutuhan belajar maka perlu memanfaatkan LMS, sehingga belajar mahasiswa bisa terakomodir dengan baik. Tujuan penelitian ini ialah bagaimana membentuk kemandirian belajar mahasiswa pada matakuliah Pancasila melalui penggunaan LMS Brilian. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan jenis studi kasus, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, teknik analisa data menggunakan induksi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar dapat dibentuk melalui penggunaan LMS Brilian pada matakuliah Pancasila. Kemandirian belajar terbentuk by desain dengan cara sajian materi sudah lengkap selama satu semester di LMS Brilian, ditambah adanya aktivitas pembelajaran di dalamnya sehingga pemilihan fitur yang ada di LMS tersebut harus disesuaikan. Kesiapan LMS Brilian menjadi syarat mutlak untuk membentuk kemandirian belajar mahasiswa. Kesiapan LSM Brilian bisa terwujud manakala peran dosen MK juga maksimal. Hubungan kemandirian belajar dengan penggunaan LMS Brilian saling berhubungan dan mempengaruhi sehingga LMS Brilian harus betul-betul dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung proses belajar mahasiswa, juga proses mengajar dosen. Kemandirian belajar yang dibentuk bukan serta merta untuk meninggalkan kewajiban peran dosen sebagai pengajar, namun sebagai bentuk meluaskan akses belajar dan mengembangkan proses belajar sehingga peran dosen tetap ada sebagai pengontrol dan pembimbing mahasiswa.
Desain Pembelajaran PAI Berbasis Deep Learning: Membangun Pengalaman Belajar Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi Ghurron Muhajjalina, Kuunu
Jurnal Edu Aksara Vol 4 No 1 (2025): Edu Aksara: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Global Aksara Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16779397

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan spiritualitas peserta didik namun, praktik pembelajaran yang masih dominan berfokus pada hafalan dan pemahaman permukaan (surface learning) membuat siswa kurang mampu menghayati serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual desain pembelajaran PAI berbasis deep learning sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu dengan menelaah berbagai sumber literatur terkait teori deep learning dan praktik pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning menekankan pada pengalaman belajar yang utuh, mencakup tiga tahapan utama: memahami ajaran Islam secara mendalam, mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta merefleksi proses pembelajaran untuk menilai sejauh mana pemahaman dan penerapan yang telah dilakukan. Strategi yang mendukung pendekatan ini mencakup diskusi reflektif, studi kasus, pembelajaran kolaboratif dan Problem Based Learning (PBL). Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membangun pemahaman bermakna dan internalisasi nilai yang mendalam pada peserta didik.

Page 6 of 11 | Total Record : 104