cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2019)" : 33 Documents clear
Analisis Usahatani Integrasi Peternakan Ayam Ras Petelur dan Tanaman Jagung Hibrida di Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Usahatani Bapak Ideham Chalid) M. Mahardika Syahti; Hairi Firmansyah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1277

Abstract

Abstrak. Usahatani intgerasi memperpadukan lebih dari satu usahatani yang secara optimal yang mampu menghasilkan keuntungan lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani integrasi peternakan ayam petelur dan tanaman jagung, menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan kentungan, dan menganalisis pengaruh harga terhadap suatu barang. Penelitian ini menggunakan studi kasus yaitu pada usahatani integrasi peternakan ayam petelur dengan tanaman jagung di Desa Bentok Kampung Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data perimer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 294.676.708/produksi. Hasil produksi selama penelitian diperoleh sebesar 19.050 kg dan penjualan ayam afkir sebesar Rp 10.000.000, sehingga penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 450.520.000/produksi. Keuntungan yang diperoleh sebesar 157.143.292/produksi. Berdasarkan pengaruh harga telur ayam diturunkan maka usahatani mampu bertahan sampai 25%. Maka disampulkan usahatani ini mampu bertahan meskipun harga telur ayam turun sampai 25%. Kata kunci : analisis usaha,  ayam petelur, jagung, integrasi.
Analisis Sikap Konsumen terhadap Produk Ayam Geprek di Kecamatan Martapura Henny Pasriantie; Abdullah Dja'far; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1296

Abstract

Abstrak. Suatu objek memiliki atribut tertentu dan pembentukan sikap melibatkan berbagai atribut, konsumen memiliki penilaian idealnya masing-masing dan dengan atribut-atribut yang ada ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian konsumen terhadap tingkat kepentingan, tingkat permorma ideal, dan tingkat performa aktual atribut ayam geprek di Kecamatan Martapura dan menganalisis penilaian rata-rata sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut ayam geprek di Kecamatan Martapura. Penelitian ini menggunakan metode survei, lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), metode penarikan contoh dilakukan dengan teknik convenience sampling dan didapat 64 orang responden. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui penilaian terhadap atribut yaitu dengan Model Angka Ideal dan Skala Linear Numerik. Dari hasil analisis Model Angka Ideal, atribut yang dianggap paling penting oleh konsumen adalah atribut kebersihan ruang makan (Wi=4,50) dan atribut dengan nilai kepentingan terendah yaitu atribut dekorasi rumah makan (Wi=3,58), atribut dengan nilai total sikap (Ab) yang paling baik menurut konsumen adalah atribut lokasi rumah makan yang strategis (0,12), sedangkan atribut dengan nilai total sikap (Ab) yang paling buruk adalah atribut dekorasi rumah makan (2,07). Kemudian nilai total sikap konsumen terhadap keseluruhan atribut ayam geprek adalah 10,00, angka ini berada pada kategori skala 0     34,34  yang menunjukkan bahwa keseluruhan atribut ayam geprek dianggap sangat baik oleh konsumen.Kata kunci: sikap konsumen, atribut, model angka ideal, skala linear numerik
Tingkat Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Upaya Program Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Rudi Handoko; Taufik Hidayat; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1310

Abstract

Abstrak. Partisipasi merupakan keikutsertaan seseorang didalam suatu kelompok sosial untuk mengambil bagian dari kegiatan masyarakat, diluar kegiatan atau profesinya sendiri. Kegiatani upaya peningkatan produksi padi, jagungi dan kedelai dalam pencapaian swasembada pangan berkelanjutan padi, jagungandan kedelai terdiri dari pengembangan jaringan irigasi dan optimalisasi lahan pertanian pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam  programerupayaionpeningkatani produksih padi, jagunga dan kedelai, untuk mengetahui motivasi anggota kelompok tani dalami mengikuti programe upaya khususi peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Untuk mengetahui kendala yang dialami oleh anggota kelompok tani dalamii mengikuti pelaksanaan programeerupaya khususi peningkatan produksi, padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (tinggi, sedang, rendah) untuk mengetahui tingkat partisipasipankelompok tani dalam upaya programerepeningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk mengetahui tujuan kedua dan ketiga untuk mengetahui motivasi dan kendala dilakukan wawancara secara terbuka kepada responden dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan penelitian secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam  programerupaya  peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu tergolong dalam kategori tinggi (90,23%). Dari hasil wawancara yang telah dilakukan bahwa ada beberapa motivasi anggota kelompok tani dalam berpartisipasi yaitu adanya dorongan dengan keinginan untuk meningkatkan hasil produksi lebih baik dan terdapat beberapa kendala yang disampaikan oleh responden diantaranya tidak adanya lahan untuk bercocok tanam dan adanya keterlambatan bantuan yang disalurkan kepada petani seperti benih, pupuk dan alsintan.Kata kunci: tingkat partisipasi, program pajale, motivasi
Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium cepa L) di Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin Amrul Kahfi; Artahnan Aid; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1323

Abstract

Abstrak. Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting di Indonesia, bawang merah dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk tanpa melihat tingkat sosialnya, mengingat potensi serapan pasar yang terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk, menjadikan komoditas ini sumber pendapatan yang menjanjikan untuk diusahakan. Berdasarkan sumber data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tapin, Kecamatan Tapin Selatan merupakan daerah produksi bawang merah terbesar di Kabupaten Tapin dengan jumlah produksi sebesar 549,2 ton tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, fungsi pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian terdapat empat pola saluran pemasaran yaitu; saluran I: petani-konsumen, saluran II: petani-pedagang pengecer-konsumen, saluran III: petani-pedagang pengumpul-pedanga pengecer-konsumen, saluran IV: petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. Petani dan lembaga pemasaran telah melakukan keseluruhan fungsi pemasaran yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Total biaya pemasaran terbesar yaitu pada saluran IV sebesar Rp 5.771,59/kg dan biaya terkecil pada saluran IIb Rp 1.455,33/kg. Margin total terbesar yaitu pada saluran IV sebesar Rp 12.833,00/kg, sedangkan margin total terkecil pada saluran I Rp 6.667,00/kg. Keuntung total terbesar pada saluran III sebesar Rp 8.550,92/kg dan keuntungan total terkecil pada saluran I Rp 5.078,68/kg. Share petani yang paling baik terdapat pada saluran I yaitu 100%, dan share petani terendah pada saluran IV sebesar 50,32%. Keempat saluran pemasaran efisien, jika dilihat dari diversfikasi pasar maka saluran II lebih efisien dari sisi ekonomis dan teknis, sedangkan untuk petani saluran I lebih efisien karena memiliki nilai farmer’s share tertinggi dan nilai margin paling rendah.Kata kunci: bawang merah, saluran pemasaran, margin, efisiensi
Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi Inseminasi Buatan pada Peternak Sapi Potong di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut Sutikno Sutikno; Luki Anjardiani; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1273

Abstract

Abstrak. Adopsi adalah sebagai proses penerimaan inovasi dan atau perubahan perilaku baik yang berupa pengetahuan, sikap, maupun keterampilan pada diri seseorang setelah menerima inovasi yang disampaikan penyuluh oleh masyarakat sasarannya. Inovasi adalah sesuatu ide,produk, informasi teknologi, kelembagaan, prilaku, nilai-nilai dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima dan digunakan/diterapkan/dilaksanakan yangdapat di gunakan atau mendorong terjadinya perubahan-perubahan dari segala aspek kehidupan masyarakat.Pelaksanaan kegiatan inseminasi buatan adalah bagian dari salah satu upaya adopsi teknologi tepat guna yang merupakan inovasi teknologi reproduksi ternak untuk peningkatan mutu genetik pada sapi potong.Melalui kegiatan inseminasi buatan, penyebaran bibit unggul ternak sapi dengan menggunakan semen yang berkualitas yang dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan bisa meningkatkan pendapatan bagi para peternaksapi potong di Desa Sumber Mulia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sejauh mana petani dalam mengadopsiteknologi inseminasi buatan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan peternak dari penerimaaninformasi yang akan diterapkan, kualitas hasil sesuai rekomendasi dan luas inseminasi buatanyang diterapkan pada ternaknya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan mengkategorikan (tinggi, sedang, rendah) untuk menentukan tingkat adopsi inovasi teknologi inseminasi buatan pada peternak. Hasil Penelitian di peroleh bahwa tingkat adopsi inovasi teknologi inseminasi buatan berada pada kategori tinggi (78,41%). Pada uji korelasi menunjukan variabel karakteritik peternak, penyuluhan dan sifat teknologi mempunyai hubungan yang signifikan terhadap tingkat adopsi inovasi teknologi inseminasi buatan pada peternak sapi potong di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.  Kata kunci: adopsi inovasi, inseminasi buatan, peternak sapi potong
Identifikasi Kepuasan Kerja dan Kinerja Penyuluh Pertanian di BPP Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala Didik Eko Prasetyo; Yudi Ferrianta; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1316

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan kerja dan kinerja penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluh Pertanian Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi kepuasan kerja penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluh Pertanian di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala berada pada kategori puas (1.182), yang dihitung dengan menjumlahkan seluruh skor yang didapat (168.857,1) kemudian dibagi dengan jumlah responden Penyuluh Pertanian Lapangan yaitu sebanyak 7 orang. Lima dimensi untuk menilai kepuasan kerja penyuluh pertanian lapangan yang diperoleh yaitu kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri mempunyai skor rata-rata 248 dengan kategori puas, kepuasan terhadap gaji mempunyai skor rata-rata 104 dengan kategori kurang puas, kepuasan terhadap kesempatan promosi mempunyai skor rata-rata 177 dengan kategori netral, kepuasan terhadap supervisi mempunyai skor rata-rata 334 dengan kategori sangat puas, kepuasan terhadap orang sekitar mempunyai skor rata-rata 319  dengan kategori sangat puas. Total bobot  diperoleh dari penilaian tingkat kinerja penyuluh yang telah dilakukan oleh petani di Kecamatan. Rantau Badauh Kabupaten. Barito Kuala diperoleh skor sebesar 2.909 yang artinya bahwa tingkat kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten. Barito Kuala dalam kategori sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa penyuluh telah memenuhi dan melaksanakan semua kriteria penilaian dengan sangat baik.Kata kunci : kepuasan kerja, kinerja, penyuluh pertanian
Analisis Usahatani dan Nilai Tambah Jagung Hibrida Pipil Kering Sebagai Pakan Ternak di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Rivaldi Ramadani; Eka Radiah; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1305

Abstract

Abstrak. Sebagai salah satu sumber bahan pangan, jagung telah menjadi komoditas utama dan menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah sendiri mengalami permasalahan. Iklim yang tidak menentu serta terbatasnya pengetahuan petani dalam analisis usahatani yang mereka jalankan menyebabkan kurang maksimalnya pengetahuan petani secara teorisits tentang usahatani jagung pipil yang dilakukan apakah memberikan keuntungan yang maksimum atau tidak jika dilihat dari RCR (Return Cost Ratio). Adanya nilai tambah terhadap penjualan jagung pipil, didasari oleh perbedaan harga jual antara jagung pipil kering dan jagung pipil basah. Tujuan penelitian ini yaitu, menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah dari usahatani jagung pipil tersebut. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode simple random sampling (contoh acak sederhana) yaitu 47 responden petani jagung pipil yang diambil. Analisis data yang digunakan adalah biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani jagung pipil untuk satu kali periode tanam mencapai 23.890,97 kg dengan jumlah 1.122.876 kg. Kemudian untuk penerimaan petani jagung pipil rata-rata sebesar Rp 69.283.838,30,00 dengan jumlah Rp 3.256.340.400 dari keseluruhan petani responden. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani dalam satu kali periode tanam sebesar Rp 33.950.143,61,00 dengan total biaya sebesar Rp 1.595.656.750,00. Pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp 1.799.905.650,00 dengan keuntungan sebesar Rp 1.660.683.650,00. Nilai R/C Ratio pada usahatani jagung pipil sebesar 2.21. Berdasarkan kriteria nilai R/C Ratio > 1 yang artinya usahatani jagung pipil di Desa Tajau Pecah dapat dikatakan efisiensi dan layak untuk diusahakan. Selanjutnya untuk nilai tambah yang diperoleh dalam usahatani jagung pipil kering sebesar Rp 1.285,00 Nilai tambah tersebut diperoleh dari pengurangan nilai output (jagung pipil kering) dengan biaya bahan baku dan biaya input lainnya.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, efisiensi usaha dan nilai tambah 
Analisis Pemasaran Perusahaan Roti Gepeng Cap ZB di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Normaulida Normaulida; Muzdalifah Muzdalifah; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1284

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  fungsi-fungsi pemasaran, menghitung biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran dan share pemasaran yang dilakukan pada perusahaan Roti Gepeng ZB dan mengetahui masalah - masalah yang dihadapi dalam perusahaan Roti Gepeng ZB. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu di Perusahaan Roti Gepeng Cap ZB Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, fungsi pemasaran pada perusahaan Roti Gepeng cap ZB pada saluran I  adalah fungsi pertukaran dan fungsi fasilitas. Saluran II-A dan II-B melakukan fungsi pertukaran yaitu penjualan dan pembelian, fungsi fisik yaitu pengangkutan dan fungsi fasilitas yaitu penanggungan resiko.Biaya pemasaran tertinggi yang dikeluarkan terdapat pada pola saluran II-A yaitu sebesar Rp102,5/biji dan keuntungan pemasaran tertinggi terdapat pada pola saluran II-B yaitu sebesar Rp152,5/biji. Total margin pada saluran I sebesar Rp100/biji sedangkan saluran II-A dan II-B yaitu sebesar Rp250/biji. Dan share pemasaran  yang didapat pada saluran I yaitu sebesar 100% dan saluran II (II-A dan II-B) yaitu sebesar 100%. Permasalahan yang dihadapi adalah persaingan yang cukup ketat antar perusahaan roti sejenis yang ada di daerah Banjarbaru membuat perusahaan harus menjaga mutu produksi agar tetap sama walau kadang terjadi penaikan harga bahan baku yang membuat perusahaan kesulitan. Masalah yang juga dihadapi perusahaan adalah menaikkan harga penjualan roti yang tergolong lambat.Kata kunci:roti, fungsi pemasaran, saluran pemasaran, biaya pemasaran
Analisis Pemasaran Bakso Ikan di Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan (Studi Kasus Usaha Bakso Ikan Kub Mina Usaha) Gilang Ahmad Pratama; Taufik Hidayat; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1294

Abstract

Abstrak. Kabupaten Tanah Bumbu memiliki potensi alam yang tinggi dalam bidang perikanannya. Salah satu hasil olahannya adalah bakso ikan yang menempati posisi ketiga besar, setelah penggaraman dan pengolahan abon. Namun, pemasaran bakso ikan masih belum berkembang dan perlu diteliti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran bakso ikan di KUB Mina Usaha, untuk mengidentifikasi biaya, margin, keuntungan dan share pemasaran bakso ikan. Serta menentukan faktor-faktor dalam pemilihan produk bakso ikan dan mengetahui baik kendala maupun permasalahan dalam pemasaran bakso ikan di KUB Mina Usaha. Responden dalam penelitian ini adalah produsen bakso ikan, tenaga kerja, pedagang dan konsumen. Untuk produsen dan tenaga kerja dipilih secara purposive sampling, pedagang dipilih secara snowball sampling, dan konsumen dipilih menggunakan inccedental sampling. Hasil penelitian menunjukkan saluran pemasaran di KUB  Mina Usaha memiliki dua pola yaitu saluran satu lembaga pemasaran di mana bakso ikan yang berasal dari produsen langsung dijual ke konsumen sedangkan saluran dua lembaga pemasaran yaitu produsen menjual kepada konsumen melalui pedagang pengecer. Total biaya tertinggi antara kelima saluran adalah biaya pada saluran II D lama penyimpanan maksimal dan biaya terkecil terdapat pada saluran ke I lama penyimpanan perhari. Margin total terbesar yaitu pada saluran II D. Sedangkan margin terkecil juga pada saluran I. Keuntungan terbesar terdapat pada saluran II D dan keuntungan terkecil pada saluran I.  Producer share tertinggi terdapat pada saluran pertama yaitu saluran I dan yang terendah pada saluran II D. Faktor-faktor yang menentukan pemilihan bakso adalah informasi label halal, cita rasa, kepuasan membeli dan mengonsumsi, kehigienisan, dan produk tidak mudah rusak. Sedangkan untuk nilai terendah adalah bentuk dan ukuran bakso ikan. Permasalahan yang dihadapi produsen adalah pemasarannya yang masih sempit dan perizinan dalam berdagang, pada pedagang pengecer adalah kurang terkenalnya produk bakso ikan, keterlambatan dalam  pemasokan dan ketersediaan tempat penyimpanan yang rusak dan pada konsumen kurangnya stok bakso ikan.Kata kunci: saluran pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, share pemasaran, bakso ikan
Peran Wanita Pedagang Sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru dalam Pengambilan Keputusan dalam Keluarga Adetya Mardita Fitria Ningrum; Usamah Hanafie; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1312

Abstract

Abstrak. Pemberdayaan sumberj dayaj manusiaj merupakanj salahj satuj caraj agarj dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perempuan menjadi salah satu objek dalam pemberdayaan. Seorang wanita kini dituntut untuk kreatif, sabar, ulet, dan tekun dalam mencapai kesejahteraan keluarga. Kedudukanj danj peranj seorangj ibuj adalahj penanggungjawabj urusanj rumahj tanggaj dan mengasuhj anak. Namunj dalamj perkembangannya, pembagianj kerjaj yangj tidakj tertulisj ini mengalamij banyakj perubahan. Wanita tidak hanya berperan di sektor domestik tetapi juga di sektor publik. Pekerjaan di sektor publik yang dilakukan wanita salah satunya sebagai pedagang sayur-mayur, termasuk wanita di Kota Banjarbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru dalam tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga, serta mengetahui faktor sosial ekonomi (umur, pendidikan formal, lama berdagang, dan pendapatan) wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru yang berhubungan dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Penelitianj inij dilaksanakanj denganj metodej survei. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita pedagang sayur yang ada di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sample. Sampel yang diambil sebanyak 30 wanita pedagang sayur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa wanita pedagang sayur di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru berperan dalam tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Tingkat pengambilan keputusan wanita pedagang sayur tergolong sedang dengan persentase 71,82%. Faktor umur, pendidikan formal, dan lama berdagang wanita pedagang sayur tidak berhubungan secara nyata dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga. Sedangkan faktor pendapatan wanita pedagang sayur berhubungan secara nyata dengan tingkat pengambilan keputusan dalam keluarga.Kata kunci: pedagang kaki lima, pengambilan keputusan, peran wanita

Page 3 of 4 | Total Record : 33