cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
KELEMBAGAAN SOSIAL PELADANG BERPINDAH DI KECAMATAN BATANG ALAI TIMUR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Muhammad Agus Kurniawan; Taufik Hidayat; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.618

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan lebih dari 60% penduduknya bermata pencarian di bidang pertanian. Peladang berpindah dalam bahasa inggris disebut “shifting Cultivation” terjadi hampir diseluruh dunia khususnya pada daerah-daerah tropika. Perladangan berpindah-pindah adalah salah satu cara manusia memanfaatkan lahan untuk produksi pangan (pertanian) yang sangat sederhana yang dilakukan secara tradisional dengan cara berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lainnya dan kemudian kembali ketempat semula. Metode pengambilan contoh Informan dalam penelitian ini adalah peladang berpindah yang terdapat di Kecamatan Batang Alai Timur yaitu Kepala Adat, Kepala Desa, Tokoh Agama, buruh tani dan orang yang melakukan ladang perpindah. Hasil penelitian terhadap Norma dan Aturan Dalam Kegiatan Ladang Berpindah terdiri dari pemilihan lokasi, hak kepemilikan lahan, penebasan dan penebangan, pembakaran, penanaman, pemeliharaan dan panen. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ladang berpindah yaitu diantaranya masalah persiapan lahan dalam kegiatan ladang berpindah, masalah dalam budidaya tanaman dan masalah lainya kurangnya perhatian dari pemerintah dengan nasib para petani ladang berpindah, mulai terkikisnya kebiasaan adat istiadat dalam kegiatan ladang berpindah dan jarak ladang dengan rumah petani.Kata kunci: ladang berpindah, kelembagaan sosial
Respon Petani terhadap Sekolah Lapangan Program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) di Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin Nurul Kholifah; Eka Radiah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.11734

Abstract

Program IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) dirancang untuk mewujudkan sasaran pembangunan pertanian terutama untuk pengembangan irigasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik petani peserta sekolah lapangan program IPDMIP, untuk menganalisis respon petani terhadap sekolah lapangan program IPDMIP serta untuk menganalisis hubungan antara karakteristik petani dengan respon petani terhadap sekolah lapangam program IPDMIP. Penelitian ini menggunakan metode survei dari jumlah populasi 194 orang yang tersebar kedalam 9 kelompok tani yang ikut program diambil sebanyak 38 orang dengan teknik proporsional random sampling. Untuk menganalisis tujuan tersebut digunakan analisis deskriptif dan kolerasi Rank Spearman (rs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karaktersitik petani didominasi dengan umur produktif, tingkat pendidikan formal relatif masih rendah, tingkat frekuensi pendidikan non formal dalam kegiatan sekolah lapangan program IPDMIP masuk pada kategori sering, luas lahan skala menengah, pengalaman petani termasuk berpengalaman dan pendapatan petani yang rendah. Respon petani terhadap sekolah lapangan program IPDMIP termasuk dalam kategori netral dengan rata-rata skor respon sebesar 52,78%. Hubungan antara umur, pendidikan formal, pendidikan non formal, luas lahan dan pendapatan berhubungan secara signifikan pada α =5%. Sementara pengalaman usahatani tidak berhubungan secara signifikan dengan respon petani terhadap program IPDMP pada α =5%. 
Analisis Kinerja Laporan Keuangan Koperasi Produsen Maju Bersama Kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru M. Fajar Reza Setiawan; Usamah Hanafie; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1275

Abstract

Abstrak. Dalam pelaksanaan kegiatan Koperasi memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar Koperasi itu sendiri, sebab Koperasi dipandang adalah sebagai soko guru dalam sektor ekonomi di Indonesia yang mulai berkembang dari bawah menjadi badan usaha lainnya, seperti Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Unit Desa, Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kinerja keuangan dan menganalisis perkembangan finansial pada Koperasi Produsen Maju Bersama dengan menggunakan analisis Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Produsen Maju Bersama Kelurahan Landasan Ulin Timur Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Hasil penelitian diperoleh mengenai kinerja keuangan di Koperasi Produsen Maju Bersama dilihat dari rasio Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas. Hasil analisis rasio Likuiditas pada penelitian dalam Current Ratio di tahun 2015, 2016 dan 2017 ialah sebesar 4.872%, 3.345% dan 1.972%, disimpulkan bahwa kinerja keuangan Koperasi Produsen Maju Bersama nilai sudah baik. Analisis rasio Solvabilitas yang digunakan pada panelitian adalah Debt to Equity Rasio (DER) di tahun 2015, 2016 dan 2017 ialah sebesar 2,20%, 290%, dan 5,10%, disimpulkan bahwa kinerja keuangan Koperasi Produsen Maju Bersama nilai sudah baik. Analisis rasio Profitabilitas pada penelitian ialah (1) Rentabilitas Ekonomi memperlihatkan bahwa laba yang diperoleh bisa dikatakan kurang baik, sebab di tahun 2015, 2016 dan 2017 nilai Rentabilitas Ekonomi sebesar 9,27%, -1,63% dan -0,02%, (2) Return on Equity memperlihatkan bahwa laba yang diperoleh bisa dikatakan kurang baik, sebab di tahun 2015, 2016 dan 2017 nilai Rentabilitas Ekonomi sebesar 10,43%, -1,65% dan -0,02%, (3) Return on Investment memperlihatkan bahwa laba yang diperoleh bisa dikatakan kurang baik, sebab di tahun 2015, 2016 dan 2017 nilai Rentabilitas Ekonomi sebesar 10,43%, -1,65% dan -0,02%. Kata kunci: koperasi produsen maju bersama, laporan keuangan
STRATEGI PEMASARAN BERAS ORGANIK “PADI MAS MULIA” DI DESA TELUK LIMBUNG KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS GAPOKTAN USAHA BERSAMA) Shofia Maulida; Hamdani Hamdani; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2929

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini menyebabkan permintaan terhadap produk hasil dari budidaya pertanian organik berubah sangat cepat. Hal ini diakibatkan oleh adanya keprihatinan masyarakat akan pentingnya arti hidup sehat yaitu dengan mengkonsumsi produk organik yang menyehatkan dan aman terhadap lingkungan. Serta timbulnya rasa sadar dari para petani  untuk mempraktikan budidaya pertanian organik karena memberikan pengaruh yang baik terhadap lingkungan, memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menyehatkan. Sejak saat itulah Gapoktan Usaha Bersama menjadi Gapoktan perintis beras organik bersertifikat di Kab. HSU. Namun, saat ini Gapoktan Usaha Bersama mengalami permasalahan dibidang pemasaran yaitu disebabkan karena kurangnya promosi, minimnya perancangan yang baik dalam memasarkan produk  yang dilakukan oleh Gapoktan Usaha. Dengan adanya riset ini bertujan buat menelaah faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman), mengetahui dan menganalisis faktor-faktor strategi yang dapat dilakukan dan mengetahui strategi yang paling tepat untuk meningkatkan penjualan beras organik “Padi Mas Mulia”. Data yang diperoleh akan dibahas secara kuantitatif diskriptif. Analisis diskriptif diperlukan sebagai pemaparan keadaan lingkungan Gapoktan Usaha Bersama, menganalisis serta mengidentidikasi faktor-faktor yang menentukan pemasaran beras organik “Padi Mas Mulia”. Analisis kuantitatif diperlukan sebagai penghitungan untuk merumuskan strategi pemasaran beras organik “Padi Mas Mulia”. Perumusan strategi dirumuskan dengan metode SWOT dan AHP. Berlandaskan hasil dari riset ini didapatkan faktor internal yang merupakan kekuataan utama yaitu sertifikasi beras organik Padi Mas Mulia. Faktor kelemahan utama adalah kurangnya partisipasi anggota kelompok dalam memasarkan beras organik padi Mas Mulia. Faktor eksternal yang merupakan faktor peluang utama yaitu meningkatnya kemajuan teknologi informasi. Faktor yang merupakan ancaman utama adalah pemasaran yang masih terbatas pada konsumen menengah ke atas. Berdasarkan analisis A’WOT dihasilkan prioritas utama strategi pemasaran beras organik Padi Mas Mulia yakni memanfaatkan kecepatan teknologi informasi untuk menyampaikan kualitas dan sertifikasi beras organik. Prioritas kedua yaitu membangun kerjasama dengan pemerintah untuk memasarkan beras organik Padi Mas Mulia. Prioritas ketiga yaitu mempertahankan kualitas dan sertifikasi beras organik. Prioritas yang keempat yaitu menetapkan sasaran distribusi beras organik ke masyarakat yang berpendidikan serta berpendapatan tinggi.
Analisis Perbandingan Pendapatan Kelapa Sawit Petani Plasma dan Petani Non Plasma di Desa Bepara Kecamatan Pamukan Utara Kabupaten Kotabaru Yudi Yudi; Mira Yulianti; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9414

Abstract

Sub-sektor pertanian yang cukup berperan dalam menciptakan lapangan kerja adalah sektor perkebunan, salah satunya perkebunan kelapa sawit. Desa Bapera merupakan salah satu Desa yang ada di Kabupaten Kotabaru dimana penduduknya bermata pencaharian sebagai pekebun di perkebunan kelapa sawit. Sebagian dari petani memiliki kebun sendiri, dan sebagian lagi sebagai pekerja di perusahaan sawit serta ada juga sebagian petani yang mengikutsertakan kebunnya sebagai plasma. Kondisi ekonomi masyarakat sebagai petani plasma belum sepenuhnya sejahtera dan keadaan ekonominya tergolong rendah dikarena pembayaran plasma tidak berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan kelapa sawit petani non plasma dan petani plasma di Desa Bepara. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel pada penelitian ini diambil secara random sampling yaitu petani plasma terdiri 15 dan petani non plasma terdiri dari 15 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbandingan usahatani kelapa sawit plasma dan non plasma memiliki selisih pendapatan perhektar sebesar Rp 402.497 dimana pendapatan petani plasma lebih besar daripada petani non plasma. Hal ini dikarenakan petani plasma dalam mengushakan usahataninya lebih dikelola secara prusedur perusahaan. Rata-rata pendapatan usahatani kelapa sawit untuk petani plasma adalah Rp 1.712.648/ha Sedangkan rata-rata pendapatan usahatani petani non adalah Rp 1.310.151/ha.
Analisis Pendapatan Bersih Petani Kelapa Sawit di Desa Maju Mulyo Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Hendrik Fahrudin; Umi Salawati; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih pada petani kelapa sawit dan permasalahan yang dialami oleh petani kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Maju Mulyo Kecamatan Mantewe Januari 2020 sampai Desember 2020. Responden yang diteliti adalah petani yang umur tanaman sawit adalah 10 tahun dengan jumlah 22 responden dipilih secara simple random sampling (acak sederhana).Biaya awal pada usahatani kelapa sawit terdiri dari biaya pembersihan lahan, pembuatan lubang, pembelian bibit, pemancangan, pemupukan dan penanaman bibit. diketahui biaya awal pada tahun pertama yang dikeluarkan petani kelapa sawit di Desa Maju Mulyo yaitu sebesar Rp. 13.555.909. Biaya awal pada tahun kedua sebesar Rp. 601.363. Sehingga biaya awal yang dikeluarkan sebesar Rp. 14.157.271. Biaya Tetap meliputi penyusutan alat usahatani kelapa sawit dan sewa lahan, Adapaun alat yang digunakan adalah parang, dodos, egrek, tojok, gancu dan sprayer (alat semprot). Biaya Variabel meliputi biaya tidak tetap yaitu pemupukan, obat dan tenaga kerja, biaya yg dikeluarkan biaya variabel sebesar Rp. 9.535.000,18. Adapun biaya total yang dikeluakan yaitu sebesar Rp. 13.887.326. Produksi rata-rata yang diperoleh dalam sata tahun adalah 20.704 kg. Rata-rata harga jual tandan buah segar adalah Rp. 1.493,75/kg, Sehingga Penerimaan usahatani kelapa sawit sebesar Rp. 30.926.600 per tahun. Rata-rata pendapatan bersih usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 17.236.437. Masalah utama yang masih dihadapi oleh para petani diantaranya adalah aspek harga jual TBS yang naik turun/fluktuasi. Selain itu harga sarana produksi seperti pupuk dan herbisida cendrung mengalami kenaikan. Sehinga produksi akan mengalami penerunan.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGEMASAN PETIS MERK HMD DI KELURAHAN SUNGAI ULIN KOTA BANJARBARU Mustafizurrahman Mustafizurrahman; Rifiana Rifiana; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan petis merk “HMD”,mengetahui besar biaya, penerimaan, keuntungan dan kelayakan, serta besar nilai tambah dari usaha pengemasan petis merk “HMD” dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam usaha pengemasan petis merk “HMD”. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2016 sampai Februari 2018. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengemasan petis merk “HMD” cukup sederhana yaitu, bahan baku seprti gula merah, bawang putih, dan cabai dihaluskan terlebih dahulu menggunakan penggilingan. Setelah itu, penambahan gula putih sebanyak 5 kg untuk 1 blek petis. Selanjutnya, proses perebusan petis yang sudah dicampur dengan semua bahan baku. Perebusan dilakukan selama 30 menit. Kemudian setelah perebusan selesai, tahap selanjutnya pendinginan yang dilakukan selama satu malam, setelah petis benar-benar dingin baru bisa dilakukan proses pengemasan. Biaya total adalah semua biaya yang digunakan dalam usaha yang meliputi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total dalam usaha pengemasan petis merk “HMD” selama tahun 2016 sebesar Rp 636.831.001. Total penerimaan usaha pengemasan petis merk “HMD” selama tahun 2016 sebesar Rp 1.299.000.000, keuntungan sebesar Rp 683.536.000, kelayakan usaha pengemasan petis merk “HMD” akan memberikan penerimaan sebesar 2,11, karena RCR > 1, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha pengemasan petis merk “HMD” layak untuk diteruskan, dan untuk nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp 775.331.000. Permasalahan yang dihadapi dalam usaha pengemasan petis merk “HMD” yaitu tidak stabilnya harga cabai dipasaran menjadi kendala pengusaha.Kata kunci: pengemasan, biaya, kelayakan, nilai tambah
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DI CAFE BUBBLE TIE BANJARBARU Fauzan Maulidian Noor; Kamiliah Wilda; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasankonsumen / pelanggan terhadap kinerja Cafe Bubble Tie dan untuk mengetahui indikator pelayanan yang dianggap penting oleh pelanggan dan kinerja yang diterima oleh pelanggan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode pengumpulan data menggunakan teknik accidental sampling dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Pengunjung yang datang akan diminta untuk mengisi kuisioner melalui Google Formatau secara langsung. Pada penelitian ini, analisis data yangdigunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA). Pada penelitian ini, variabel yang akan diukur merupakan variabel bagian dari kualitas pelayanan. Terdapat 6 dimensi yang akan diteliti, mulai dari dimensi suasana tempat, penampilan fisikbarista / karyawan, kecakapan, pelayanan, kepastian dan empati. Hasil pada penelitian ini menunjukkan Indeks Kepuasan Pelanggan adalah 3,83. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diterima oleh pelanggan Cafe Bubble Tie dinilai oleh pelanggan Cafe Bubble Tie termasuk ke dalam kategori Puas. Pada diagram kartesius menunjukkan bahwa terdapat 10 indikator termasuk dalam kuadran A (Keep Up The Good Work) yaitu, D1.1, D1.2,D1.3, D2.7, D2.8, D3.10, D4.14, D5.19, D6.20, dan D6.21. terdapat 4 indikator yang termasuk Kuadran B (Concentrate Here) yaitu D1.4, D4.15, D5.17, dan D5.18. 5 indikator termasuk dalam kuadran C (Low Priority) yaitu, D1.5, D1.6, D2.9, D4.13, danD4.16. Serta 2 indikator termasuk dalam kuadran D (Possibble Overkill) yaitu, D3.11 dan D3.12. Pada uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat 16 dimensi indikator memiliki perbedaan terhadap kualitas pelayanan yang diharapkan oleh pelanggan dengan kualitas pelayanan yang diterima oleh pelanggan Cafe Bubble Tie, sedangkan 5 dimensi indikator tidak memiliki perbedaan.
Strategi Pengembangan Usaha Bawang Goreng (Studi Kasus pada Bawang Goreng Mak Yem) Maulida Kartika Dwi Utami; Hairin Fajeri; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1961

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi kekuatan Mak Yem, kelemahan Mak Yem, peluang  Mak Yem, dan ancaman Mak Yem serta menyusun dan merumuskan strategi pengembangan usaha pada Mak Yem. Metode yang digunakan dalam penelitian strategi pengembangan usaha bawang goreng ini adalah metode analisis SWOT (strengths‚ weaknesses‚ opportunities‚ threats). Hasil penelitian ini adalah hasil analisis matriks faktor strategi internal (IFAS)‚ faktor strategi yang merupakan kekuatan bagi Mak Yem adalah hubungan sangat baik dengan pelanggan (0‚34086). Sedangkan faktor strategi yang merupakan kelemahan bagi Mak Yem adalah kemasan produk bawang goreng dari plastik terlihat sama dengan produk produsen lain (0‚06462). Hasil analisis matriks faktor strategi eksternal (EFAS)‚ faktor strategi yang merupakan peluang bagi Mak Yem adalah pelanggan tetap yang banyak (0‚4596). Sedangkan faktor strategi yang merupakan ancaman bagi Mak Yem adalah pembeli bebas menentukan membeli bawang goreng yang ada di pasaran (0‚1104). Hasil analisis matriks internal eksternal (IE) menggambarkan Mak Yem  pada kuadran I yaitu strategi pertumbuhan (growth strategy). Strategi pertumbuhan didesain untuk mencapai pertumbuhan Mak Yem‚ baik dalam aset Mak  Yem‚ penjualan Mak Yem‚ keuntungan Mak Yem maupun kombinasi dari ketiganya. Hal tersebut dapat dicapai dengan strategi pengembangan usaha yaitu  pengembangan pasar, penetrasi pasar, dan pengembangan produk. Hasil analisis matriks SWOT mengindikasikan bahwa strategi pengembangan usaha Mak Yem berada pada kuadran I yang berarti lebih dikonsentrasikan pada strategi SO yaitu strategi yang menggunakan kekuatan-kekuatan internal Mak Yem untuk meraih peluang-peluang yang ada di luar Mak Yem dengan cara mendukung kebijakan pertumbuhan Mak Yem yang agresif (growth oriented strategy). Berikut strategi SO sesuai dengan faktor strategi Mak Yem yang ada yaitu memperluas pasar baru untuk meningkatkan penjualan bawang goreng‚ mengoptimalkan saluran distribusi Mak Yem yang ada dalam penyampaian bawang goreng dari Mak Yem ke konsumen‚ memanfaatkan sosial media untuk promosi dan berjualan secara online dengan intensif‚ melakukan pencatatan keuangan yang jelas dan tepat.Kata kunci: SWOT, internal, eksternal, pertumbuhan, pengembangan
Analisis Finansial Usaha Pengolahan Kopi Bubuk di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar (Studi Kasus Usaha Kopi Bubuk Ibu Patimah) Muhammad Guntur Akbar; Rifiana Rifiana; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5917

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu: menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, nilai tambah, kelayakan usaha Ibu Patimah, titik  impas, dan mendeskripsikan permasalahan-permasalahan dalam usaha pengolahan kopi bubuk Ibu Patimah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan berlokasi di tempat produksi kopi bubuk milik Ibu Patimah di Desa Jati Baru RT 02, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh biaya total selama bulan Februari 2021 sebesar Rp137.167.944 dengan biaya tetap Rp1.361.944, dan biaya variabel Rp135.806.000. Jumlah peneriman sebesar Rp236.000.000 dengan keuntungan Rp 98.832.056. Nilai tambah kopi bubuk original Rp 59.715.175 atau Rp 23.326/kg. Nilai tambah kopi bubuk rasa jahe Rp10.464.396 atau Rp 32.701/kg sedangkan nilai tambah kopi bubuk campur jagung Rp 28.652.482 atau Rp14.326/kg. Tingkat kelayakan usaha sebesar 1,721 yang berarti usaha layak untuk diteruskan secara finansial. Titik impas kopi bubuk original tercapai pada 30,2674 kg dengan harga Rp36.674/kg dan penjualan sebesar Rp 1.816.044. Titik impas kopi bubuk rasa jahe tercapai pada 2,70794 kg dengan harga Rp37.299/kg dan penjualan sebesar Rp 189.556. Titik impas kopi bubuk campur jagung tercapai pada 38,218 kg dengan harga Rp15.674/kg dan penjualan sebesar Rp1.146.540. Permasalahan usaha yaitu ketersediaan biji kopi yang tidak menentu, penipuan pengadaan bahan baku, pencatatan keuangan tidak teratur, kemasan masih tradisional, dan tidak mempunyai logo usaha.