cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK TANI DENGAN EFEKTIVITAS KELOMPOK TANI DIKELURAHAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Aida Fiteriani; Taufik Hidayat; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2906

Abstract

Fungsi kelompk tani baik apabila pemimpin dalam hal ini adalah ketua kelompok tani menggrakkan angggta kelompok tani untuk melakukan tujuan. Kesesuaian keadaan mampu dalam kelompok akan berjalan sesuatu dengan mencapai kepemimpinan ketua kelompok tani akan mewujdkan keefektifan kelompok tani yang dibina. Sehingga petani dapat manfaat sebagai memperolehkondis kelompok. Penelitian ini Kelurahan di Cempaka Kota Banjarbaru yaitu bagian dari yang suatu pada penelitian memusatkan menggunakan metode deskriptif masalah masa - anggota masalah sekarang/aktual dilaksanakan.  populasi pada dalam adalah penelitian ini semua anggota tani kelompok yang menggunakan teknik sampel dalam 33 tani kelompok di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Pada penelitian ini petani penentuan efektivitas proportional stratified random sampling. Sehingga terpilih 15  kelompok pada tani sampel dengan 2 tani di setiap kelompok. Kelompok terdiri tani beberapa Kelompok dari Tani Ketua dengan Efektivitas orang Kelompok di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru kelompok tingkatan kelompok yaitu pemula, lanjut, dan madya. Metode analisis ini menggunakan adalah Uji Koefisien Korelasi (rs). Spearman skor penelitian degan rata dari hasil dinyatakan bahwa Kepemimpinan Tani Rank kepemimpinan ketua tani di Kelurahan Cempaka termasuk kategori degan tinggi -rata 29,57 atau sebesar 82,13%. Efektivitas di Kelurahan Cempaka sehingga dalam kategori kelompok ttani sedang skor rata-rata 45,50 atau sebesar 75,83%. Hasil korelasi Rank Spearman menunjukan nilai rs 0,465 dengan nilai thitung (2,779) diketahui nilai thitung > dari ttabel (α = 0,05) = 2,042. Hal ini menunjukan yang bahwa terdapat kepemimpinan kelompok t diantara ani dengan hubungan signifikan ketua tani kelompok di Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru.
Strategi Pemasaran Amplang di Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada Rini Amplang) Fadhillah Saputra; Nina Budiwati; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8272

Abstract

Sektor pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia, dan memegang peranan penting dalam perokonomian nasional. Hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai macam usaha, mulai dari usaha kecil milik perorangan dan perusahaan besar yang sudah berkembang, yang lebih dikenal dengan istilah Usaha Industri Rumah Tangga (IRT). Salah satu usaha pengolahan yang menggunakan bahan baku Ikan Tenggiri di Kota Banjarbaru adalah Industri Pengolahan Produk Amplang “Rini Amplang” yang terletak di Kelurahan Sungai Kecamatan Banjarbaru Utara, Komplek Permata Rizky, Blok A No 42 Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran seperti kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Rini Amplang. Penelitian ini berlangsung dari April 2021 hingga Januari 2022. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian, perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan. sehingga perencana strategis dapat dengan mudah merencanakan strategi pemasaran. Sebelum melakukan analisis, maka diperlukan tahap pengumpulan data yang terdiri atas tiga model yaitu Matriks faktor strategi internal, Matriks faktor strategi eksternal dan Matriks posisi. Hasil identifikasi faktor internal menghasilkan tujuh faktor kunci kekuatan dan tujuh faktor kunci kelemahan. Sedangkan hasil identifikasi faktor eksternal, terdapat lima faktor kunci peluang dan enam faktor kunci ancaman.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Risiko Produksi Padi di Desa Sungai Rangas Hambuku Kabupaten Banjar Farras Dita Nurulhuda; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6017

Abstract

Petani di Desa Sungai Rangas Hambuku Kabupaten Banjar mengalami variasi terhadap produktivitas padi yang disebabkan oleh penggunaan input produksi, sehingga dapat mengidentifikasi adanya risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas dan risiko produksi, serta mengetahui pendapatan dan kelayakan usahatani padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Rangas Hambuku Kabupaten Banjar dengan jumlah petani responden sebanyak 50 orang dari 673 orang populasi petani. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan model Just and Pope untuk menganalisis risiko produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan penggunaan benih, pupuk, kapur dolomit dan tenaga kerja berdampak besar pada peningkatan produktivitas padi, sekaligus peningkatan penggunaan pestisida dapat menurunkan produktivitas padi. peningkatan penggunaan benih, pupuk, kapur dolomit dan tenaga kerja memiliki pengaruh nyata terhadap peningkatan variance produktivitas, sehingga dapat menimbulkan risiko produksi (risk inducing factor). Rata – rata pendapatan petani responden sebesar Rp 4.882.290,53/usahatani dan Rp 5.738.065,63/Ha.
KOMPARASI PENDAPATAN BERSIH USAHATANI PADI VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI DESA TAMBAK SARINAH KABUPATEN TANAH LAUT Ria Sartika; Nuri Dewi Yanti; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.632

Abstract

Padi varieats unggul diketahui mampu menghasilkan produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan padi varietas lokal sehingga diharapkan mampu unutk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan juga mampu meningkatkan pendapatan petani. Namun sebagian besar petani di Desa Tambak Sarinah masih enggan melaksanakan usahatani varietas unggul karena biaya yang lebih besar, serangan hama yang tinggi dan harga yang lebih murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani dan perbandingan pendapatan usahatani padi vaietas lokal dan varietas unggul serta kendala apa saja yang dihadapi petani dalam melaksanakan usahatani padi varietas unggul. metode yang digunakan adalah hipotesis statistika dengan rumus Uji T. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa biaya ekplisist usahatani padi varietas lokal Rp. 5.117.178 dan Rp5.827.197 untuk padi vareitas unggul. Biaya implisit usahatani padi varietas lokal Rp. 4.578.212 dan Rp. 6.128.583 untuk varietas unggul. Rata – rata produksi untuk varietas lokal 1.526 kg dengan harga jual Rp. 7.500/kh dan untuk varietas unggul berjumlah 2.334 kg dengan harga jual Rp. 5.000/kg. adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitupendapaan petani varietas lokal Rp. 6.327.822/usahatani dan Rp. 5.842.803/usahatani. Untuk perbandingan pendapatan dengan uji T, diketahui bahwa Berdasarkan Kriteria pengambilan keputusannya dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05 maka diketahui bahwa ttabel memiliki nilai 2,042. Dengan analisis statistika Uji T berikut, diketahui bahwa thitung  = 1,227 dan ttabel = 2,042 sehingga thitung < ttabel  maka ditarik kesimpulan terima H1 dan H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan pendapatan antara usahatani padi varietas lokal dan varietas unggul dimana varietas lokal memberikan nilai pendapatan yang lebih besar. Kendala yang dihadapi petani dalam melakasanakan usahatani padi varietas unggul yaitu minimnya tenaga kerja, serangaan hama yang sangat terutama burung dan tikus, biaya yang besar dan minimnya modal usahatani.Kata kunci: Komparasi, pendapatan, usahatani, varietas unggul, varietas lokal 
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP IMPLEMENTASI PESTISIDA NABATI OLEH PETANI KARET DI DESA MANDIKAPAU BARAT KECAMATAN KARANG INTAN Gusti Najimah Nur Aina; Hairi Firmansyah; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh terhadap implementasi pestisida nabati oleh petani karet di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan dan untuk menganalisis permasalahan yang dialami Penyuluh dalam menjalankan peran sebagai penyuluh di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini bertempat di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan skala likert dengan variabel Edukator, Diseminator, Fasilitator, Konsultan, Supervisor, Evaluator, dan analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian ini, Peran Penyuluh Pertanian di Desa Mandikapau Barat, termasuk dalam kategori sangat berperan, dengan jumlah skor rata-rata 3,010 dan persentase sebesar 83,6%. Indikator edukator dengan skor rata-rata 119,00 dan persentase sebesar 79,3% kategori berperan. Diseminator dengan total skor 122,25 dan persentase sebesar 81,5% kategori sangat berperan. Fasilitator dengan skor rata-rata 111,75 dan persentase sebesar 74,5% kategori berperan. Konsultan dengan skor rata-rata143,25 dan persentase sebesar 95,5% kategori sangat berperan. Supervisor dengan persentase sebesar 90,5% kategori sangat berperan. Pemantauan dan evaluasi dengan skor rata-rata 120,50 dengan persentase sebesar 80,3% kategori sangat berperan. Permasalahan yang dialami oleh penyuluh pertanian adalah kurangnya pengetahuan terhadap teknologi untuk membuat media penyuluhan.
Persepsi Konsumen terhadap Sayur Organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru Nadila Satifa Nopiyanti; Muzdalifah Muzdalifah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1302

Abstract

Abstrak. Outlet Kebonan Mas Untung adalah tempat perbelanjaan sayur organik dan buah segar, baik buah lokal maupun buah impor, serta di Outlet Kebonan Mas Untung ini pula menyediakan kebutuhan untuk makanan pendamping air susu ibu (MPASI) khususnya bagi konsumen masyarakat yang ada di kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Dilihat dari kebutuhan pangan saat ini didominasi oleh makanan yang tidak menyehatkan karena mengandung banyak bahan kimia. Oleh karena itu masyarakat mulai sadar untuk mengganti makanan mereka dengan makanan organik, salah satunya sayur organik. Sayur organik adalah produk pangan yang terbebas dari bahan-bahan kimia, yang bermanfaat bagi kesehatan dalam jangka waktu Panjang. Kemajuan zaman akan menuntun manusia untuk hidup lebih sehat, sehingga mereka lambat laun akan berpaling ke makanan organik yang dapat menjaga kesehatan mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap sayur organik, dan menganalisis sikap konsumen terhadap atribut yang dimiliki sayur organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli sayur organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen terhadap sayur organik di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru adalah cukup baik. Variabel core benefit adalah yang paling tinggi yang dipilih oleh konsumen terhadap sayur organik, disusul dengan expected product, potential product, augmented product, dan generic product. Analisis sikap konsumen terhadap atribut dalam memilih sayur organik sebesar 14,67 dengan kategori sedang. Sikap konsumen ditentukan dengan analisis tingkat kepentingan/evaluasi dan tingkat kepercayaan pada atribut sayur organik. Terlihat bahwa tingkat kepentingan/evaluasi  atribut harga dinilai paling penting oleh konsumen, begitu pula tingkat kepercayaan atribut harga menjadi kriteria utama dalam membentuk sikap konsumen terhadap sayur organik, disusul dengan atribut kandungan gizi serta vitamin sayur organik, bebas dari zat kimia, derajat kesegaran sayur organik, kontinuitas dan ketersediaan sayur organik, rasa sayur organik, dan warna sayur organik.Kata kunci: persepsi konsumen, sikap konsumen, sayur organik
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI PROGRAM BANJAR SAPA DI DESA TAKUTI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR Nurul Syaubah; Muhammad Fauzi; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2938

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani padi peserta program Banjar Sapa dengan petani bukan peserta Banjar Sapa dan mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani terhadap keberadaan program Banjar Sapa di Desa Takuti Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode sensus yaitu dengan dengan mengambil seluruh  anggota kelompok tani Bina Bersama yang mengikuti program Banjar Sapa yang berjumlah 25 orang sebagai responden dan Purposive Sampling yaitu kelompok tani Bunga Mawar yang berjumlah 18 orang karena hanya kelompok tani tersebut yang melakukan penanaman 2 kali dalam setahun sehingga jumlah responden keseluruhan berjumlah 43 orang. Hasil  penelitian produksi anggota Banjar Sapa varietas padi lokal adalah sebesar 221 blek/ha dengan harga jual sebesar Rp. 65.000/blek dengan rata-raat luas lahan yaitu 0,88 ha, sedangkan produksi padi lokal petani bukan anggota Banjar Sapa sebesar 217 blek/ha dengan harga jual Rp. 60.000/blek dengan rata-rata luas lahan yaitu 1,02 ha. Produksi padi unggul pada petani anggota Banjar Sapa sebesar 238 blek/ha dengan harga jual sebesar Rp. 50.000/blek dengan rata-rata luas lahan yaitu 0,80 ha, sedangkan produksi padi unggul petani bukan anggota Banjar Sapa sebesar 203 blek/ha dengan harga jual sebesar Rp. 50.000/blek dengan rata-rata luas lahan yaitu 0,99 ha. Pendapatan petani padi lokal peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 10.517.669/ha, sedangkan pendapatan petani bukan peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 8.915.564/ha. Pendapatan petani  padi unggul peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 7.777.343/ha, sedangkan pendapatan petani bukan peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 6.156.359/ha. Hasil pengujian statistik disimpulkan bahwa pendapatan petani peserta program Banjar Sapa dengan varietas unggul dan lokal lebih besar dibandingkan pendapatan petani bukan peserta Banjar Sapa.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru Andi Artika Gizdajudan; Nuri Dewi Yanti; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9423

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang dilalui garis khatulistiwa dengan musim dan cuaca relatif stabil dan tanah yang subur sehingga berpeluang besar untuk menjadi Negara penghasil kopi ternama di dunia. Bisnis Cafe adalah bentuk usaha yang menawarkan layanan dan produk. Oleh karena itu Cafe harus mampu mengetahui kebutuhan dan keinginan yang mampu menciptakan kepuasan bagi konsumennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik konsumen dan tingkat kepuasan konsumen terhadap Cafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru. Sampel didalam penelitian ini adalah konsumen yang sedang berada di kafe Balai Kuta dan telah melakukan kunjungan ke kafe Balai Kuta. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan jenis pengambilan data menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 138 responden yang telah memenuhi karakteristik. Tingkat kepuasan konsumen dalam penelitian ini diukur menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dengan 16 atribut kepuasan konsumen. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat kepuasan konsumen Kafe Balai Kuta di Kota Banjarbaru berada pada tingkat “Puas” (48%). Kesimpulan pada penelitian ini tingkat kepuasan pelanggan di Kafe Balai Kuta Banjarbaru, mayoritas atribut menunjukkan kategori pertahankan prestasi yakni, pelayaman termasuk penting dan memuaskan. Beberapa atribut yang termasuk dalam kategori tersebut adalah aroma kopi, kenyamanan tempat, kebersihan tempat, lokasi dan dekorasi.
Analisis Usaha Pembesaran Itik Peking (Anas platyrhynchos domestica) Petelur Desa Palimbangan Gusti Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara Muhammad Andi Fitri; Nuri Dewi Yanti; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7788

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran umum dan menganalisi besaran biaya produksi, penerimaan dan keuntungan usaha pembesaran Itik Peking petelur Desa Palimbangan Gusti Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis menggunakan perhitungan. Berdasarkan hasil penelitian usaha pembesaran Itik Peking Desa Palimbangan Gusti memiliki dilakukan dengan sistem pemeliharaan intensif. Itik yang dipelihara dari umur 1 hari dan dibesarkan hingga berumur 6 bulan. Pemeliharaan dilakukan selama 6 bulan, yang meliputi proses pembelian bibit, pemeliharaan (pemberian pakan dan vitamin) pengontrolan itik (pembersihan kandang dan sebagainya) hingga pemasaran. Biaya produksi usaha pembesaran Itik Peking petelur Desa Palimbangan Gusti rata-rata sebesar Rp. 21.162.326. Biaya tersebut terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 1.367.326 dan biaya variabel sebesar Rp. 19.795.000. Penerimaan usaha didapat rata-rata sebesar Rp. 27.500.000 dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp. 6.337.674. Biaya paling besar terdapat pada biaya variabel, yaitu biaya pembelian pakan yang mencapai Rp. 10. 230.000.
ANALISIS EFEKTIVITAS PUPUK BERSUBIDI PADI SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Siti Khadijah; Rifiana Rifiana; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.596

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dimana sektor pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Disamping itu pertanian pun menjadi peranan yang penting pada kesejahteraan kehidupan penduduk Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pada kebijakan yang pupuk bersubsidi berdasarkan enam indikator di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk di Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi di Kecamatan Hantakan. Hasil dari penelitian ini adalah dari hasil persentase keseluruhan indikator terlihat bahwa persentase yang menyatakan tidak tepat lebih besar persentasenya daripada persentase yang tepat. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persentase ketepatan lebih kecil dari 80%, sehingga dapat dikatakan kebijakan pupuk bersubsidi tidak efektif. Efektivitas kebijakan subsidi pupuk mempunyai peran yang penting dalam pemenuhan kebutuhan pupuk di tingkat petani karena setiap terjadi perubahan harga dan penambahan luas lahan di tingkat petani akan mempengaruhi pengeluaran biaya pupuk oleh petani terutama indikator tepat harga dan tepat jumlah. Apabila petani kesulitan dalam memperoleh faktor-faktor produksi yaitu jumlah permintaan pupuk urea, penggunaan luas lahan, dan penggunaan benih maka akan langsung berpengaruh terhadap produksi padi. Pengaruh positif setiap variabel terhadap produksi padi ini berarti bahwa apabila terdapat kenaikan setiap variabel sebesar 1% maka akan meningkatkan produksi padi dengan persentase sebesar koefisien masing-masing variabel dalam persamaan regresi. Hal ini berarti bahwa semakin efektif kebijakan pupuk bersubsidi terutama indikator tepat harga dan tepat jumlah maka produksi padi juga akan semakin meningkat.Kata Kunci : analisis, efektivitas, subsidi pupuk