cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
PEMASARAN HASIL TANAMAN KARET (LATEKS) DI DESA BIIH DAN DESA SUNGAI BESAR KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Novita Ariani; Emy Rahmawati; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lembaga pemasaran dan saluran pemasaran yang terlibat dalam pemasaran hasil tanaman karet (lateks) dan mengetahui besarnya biaya, margin dan keuntungan pemasaran serta besarnya bagian (share) harga yang diterima oleh pelaku pemasaran hasil tanaman karet (lateks) di Desa Biih dan Desa Sungai Besar Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Waktu penelitian dari bulan Februari hingga Juli 2017. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata – rata biaya pemasaran terbesar adalah sebesar Rp 1.795/kg pada saluran I dipengumpul dengan produk slab. Untuk margin pemasaran terbesar terletak pada saluran III di UPH produk sheet sebesar Rp 10.500/kg. Keuntungan terbesar terletak pada saluran II di UPH produk sheet sebesar Rp 8.248/kg. Share harga tingkat petani terbesar terletak disaluran I dan II dengan produk lump sebesar 64,71%. Profit share terbesar terletak pada saluran III di UPH produk sheet sebesar 54,99%. Cost share terbesar terletak pada saluran I dipengumpul produk slab sebesar 51,89%.Kata kunci: tanaman karet, lateks, pemasaran, profit share, cost share 
Tingkat Kesejahteraan Petani Karet di Desa Nawin Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan Fitria Ulfah; Mariani Mariani; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11552

Abstract

Kesejahteraan mempunyai dua dimensi, yaitu dimensi material dan spritual. Pengukuran kesejahteraan material relatif lebih mudah dan akan menyangkut pemenuhan kebutuhan keluarga yang berkaitan dengan materi, baik pangan, sandang, dan papan, serta kebutuhan lainnya yang dapat diukur dengan materi. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat kesejahteraan dan mengidintifikasi permasalahan yang dihadapi keluarga petani karet di Desa Nawin Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan sejak Januari 2023 sampai dengan Juli 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan populasi, sampel terdiri dari 33 responden. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kesejahteraan kelompok petani karet mupakat sebanyak 17 responden berada pada kriteria tinggi dengan presentase 52% dan 16 responden berada pada kriteria sedang dengan presentase 48%. Permasalah yang dihadapi petani yaitu harga karet, produksi, dan iklim.
Strategi Pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Tape di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar (Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Kios Tape Ibu Hamimah) Mawaddah Rahmah; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1300

Abstract

Abstrak. Industri pengolahan tape memiliki potensi dalam kegiatan pemasaran yang dapat dikembangkan karena lokasi industri berada di Kecamatan Gambut yang salah satu desanya terkenal sebagai kampung tape dan menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Kabupaten Banjar. Namun industri pengolahan tape masih termasuk industri berskala rumah tangga dengan banyak permasalahan pada bidang pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta menganalisis strategi pemasaran pada industri rumah tangga Kios Tape Ibu Hamimah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh faktor kekuatan pemasaran pada industri adalah lokasi toko sudah terdaftar di aplikasi Google Maps, pengawasan mutu yang ketat, sudah memiliki pelanggan tetap, kuntinuitas ketersediaan produk, produk sudah dijual secara online, kemasan rapi dan udah di bawa serta produk terbuat dari bahan alami. Kelemahan yang dimiliki industri adalah izin PIRT belum diperpanjang, belum tersertifikasi halal, belum memiliki label pada kemasan, reseller memiliki kendali di dalam sistem pemasaran, produk tidak tahan lama, varian produk kurang banyak, bentuk produk belum memiliki ciri khas, segmentasi produk terbatas dan dana promosi terbatas. Peluang yang dimiliki industri adalah memiliki lokasi industri terkenal sebagai kampung tape, banyak acara promosi pemasaran dari pemerintah, banyak industri berbahan baku tape, banyak masyarakat yang membeli tape pada hari-hari tertentu, produk terkenal di Kecamatan Gambut, banyak model penjualan online, daya beli masyarakat meningkat dan perkembangan teknologi transportasi, informasi dan telekomunikasi. Sedangkan ancaman yang ada pada industri adalah pengurusan perizinan usaha rumit, banyak pesaing usaha, meningkatnya harga bahan bakar, sulit mendapatkan bahan baku berkualitas dan adanya kebijakan pemerintah. Strategi pemasaran industri yang disarankan adalah strategi defersifikasi atau strategi ST (Strengths-threaths) yaitu menggunakan kekuatan untuk meminimalkan ancaman yang ada dengan cara mempertahankan loyalitas pelanggan, memperluas jaringan pemasok bahan baku dan melakukan manajemen persediaan bahan baku yang baik.Kata kunci: industri rumah tangga, pengolahan tape, strategi pemasaran, analisis SWOT
EFEKTIFITAS PENYALURAN BERAS MISKIN (RASKIN) DI DESA ABUMBUN JAYA KECAMATAN SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR Samuel Eka Putra Depari; Eka Radiah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2920

Abstract

Program Raskin adalah salah satu program pemerintah bantuan beras bagi masyarakat berpendapatan rendah. Tujuan penelitian menganalisis efektifitas pencapaian tepat sasaran jumlah dan harga dalam pendistribusian serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pendistribusian atau penyaluran Raskin. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus yaitu mengambil keseluruhan populasi di Desa Abumbun Jaya sebanyak 72 KK penerima beras Raskin tahun 2019. Analisis dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, indeks ketepatan sasaran distribusi Raskin 78, indeks ketepatan jumlah penyaluran Raskin 33,33 dan Indeks Ketepatan Harga 100. Terdapat perbedaan jumlah penerima Raskin yang seyogianya dengan yang real dilapangan. Berdasarkan data yang terdaftar ada 59 KK tetapi yang terjadi dilapangan ada 72 KK penerima diluar kriteria Raskin. Dalam pelaksanaanya memang semua terdistribusi dengan IKS 78 dan dinyatakan baik. Rata-rata Raskin yang diterima 5 Kg/bulan jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah Raskin normatif 15 kg/bulan, Distribusi Raskin di desa Abumbun Jaya sudah tepat harga dengan Indeks Ketepatan Harga 100 karena seluruh harga Raskin yang dibayarkan oleh responden penerima Raskin Rp1.600/kg sesuai dengan harga normatif Rp1.600/kg.
Sikap Konsumen Terhadap Produk Chocomo dari UMKM Moringa Factory Bintang Fatma Lestari; Mira Yulianti; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap konsumen terhadap produk cokelat merek Chocomo di Moringa Factory serta menganalisis pendapat responden terhadap produk baru cokelat merek Chocomo. Penelitian ini dimulai bulan September 2022 hingga Februari 2023. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah Non Probability Sampling, jenis penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, sementara ukuran sampel responden yaitu sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan di area Car Free Day (CFD) di Lapangan Murjani sebanyak 25 responden dan CFD halaman kantor gubernur Kalimantan Selatan sebanyak 25 responden. Nilai evaluasi semua atribut memiliki penilaian yang baik (dengan posisi skor 4-5). Atribut yang memiliki penilaian tertinggi adalah atribut promosi secara langsung dengan skor 4,54 (sangat setuju). Promosi secara langsung disertai pemberian tester menjadi pilihan karena dapat berkomunikasi dua arah serta memastikan produk yang dipasarkan baik dan rasanya sesuai oleh selera konsumen. Nilai kepentingan semua atribut memiliki penilaian yang baik (dengan posisi skor 4- 5). Atribut yang memiliki penilaian tertinggi adalah atribut promosi secara langsung dengan skor 4,54 (sangat penting). Hal ini disebabkan promosi secara langsung membuat konsumen lebih mengenal produk secara langsung, meraba bentuk dan merasakan produk dengan baik sehingga dapat lebih mudah memutuskan dalam membeli produk. Produk cokelat kelor merek Chocomo mendapatkan skor sikap A0 dengan interpretasi positif, hal tersebut menunjukkan produk sudah dapat diterima oleh konsumen dan memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas.
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Jagung Manis (Zea Mays L.) di Desa Kambat Utara Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Media Madiani; Umi Salawati; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6033

Abstract

Pertanian adalah sektor yang berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Peran sektor pertanian diantaranya sebagai pembangunan ekonomi, sebagai sumber pendapatan, pembukaan kesempatan kerja, pemberantas kemiskinan, dan peningkatan ketahanan pangan nasional. Jagung manis (Zea Mays L.) juga merupakan komoditas yang strategis, karena jagung adalah bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi dan juga sebagai sumber penghasilan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan keluarga petani jagung manis, mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani jagung manis dan mengetahui permasalahan yang dialami petani jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September sampai Desember 2020. Data yang digunakan adalah data primer dari responden yang dipilih secara purposive yaitu petani jagung manis. Metode penarikan contoh dilakukan dengan cara proportioned random sampling dari 8 (delapan) kelompok tani di Desa Kambat Utara. Jumlah sampel adalah 30 orang responden yang menanam jagung manis 2 kali dalam 1 tahun. Data sekunder didapatkan dari dinas terkait diantaranya BPS Kalimantan Selatan, BPS Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Pandawan dan Kantor Kepala Desa Kambat Utara. Data yang diambil dalam penelitian sebagai periode analisis adalah data penanaman di Bulan April sampai Juni 2020 dan Bulan September sampai November 2020. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pendapatan rata-rata petani jagung manis pada musim tanam pertama sebesar Rp.5.531.602 dan musim tanam kedua sebesar Rp.6.191.898, sehingga rata-rata pendapatan per tahun berjumlah Rp.11.723.500. Adapun tingkat kesejahteraan petani jagung manis menurut kriteria World Bank dengan persentase terhadap jumlah total petani responden tingkat kesejahteraan sedang sebesar 43,33% dan tingkat kesejahteraan sejahtera 56,67%. Selanjutnya permasalahan yang dihadapi oleh petani diantaranya perubahan iklim, keterbatasan modal dan terbatasnya kemampuan petani dalam pemasaran.
SEGMENTASI PASAR USAHATANI BUNGA MELATI DI DESA BINCAU, KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Bella Anggraini; Mariani Mariani; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis macam/jenis saluran pemasaran pada usahatani bunga melati di Desa Bincau, mengetahui segmentasi pasar bunga melati di Desa Bincau dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam proses pemasaran pada usahatani bunga melati di Desa Bincau. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2017 - Oktober 2017 di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitiian menujukkan bahwa saluran pemasaran bunga melati di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar memiliki empat saluran pemasaran yaitu, pada Saluran I (Petani ke Konsumen) 10%, saluran II (Petani ke Pedagang Pengecer ke Konsumen) 15%, saluran III (Petani ke Pengrajin Bunga Melati ke Perias Pengantin ke Konsumen) 30% dan saluran IV (Petani ke Pedagang Pengecer ke Pedagang Pengumpul ke Konsumen) 45%. Segmentasi pasar bunga melati yang ada di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota menurut variabel yang diteliti. Segmentasi Demografis, menurut usia pembelian rangkaian bunga melati, berkisar antara 21-30 tahun. Jenis kelamin yang banyak melakukan pembelian rangkaian bunga melati adalah perempuan. Tingkat pendidikan yang paling dominan pembeli rangkaian bunga melati adalah lulusan SMA. Pendapatan perangkai bunga melati paling banyak berkisar Rp.2.000.000 – Rp.3.000.000. Domisili pembeli rangkaian bunga melati berasal dari daerah Martapura, Landasan Ulin, Pelaihari, Banjarbaru, Banjarmasin, Hulu Sungai dan paling jauh Kota Baru. Segmentasi geografis, daerah penjualan rangkaian bunga melati yang sudah rutin dilakukan adalah Martapura, Landasan Ulin, Pelaihari, Banjarbaru, Banjarmasin, Hulu Sungai dan Kota Baru. Sebanyak 30% pemesanan rangkaian bunga melati ada di Kabupten Banjar. Permasalahan yang dihadapi petani di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota adalah, modal yang terbatas, harga jual, bunga melati yang tidak tahan lama, serangan hama dan penyakit.Kata kunci: melati, saluran pemasaran, segmentasi pasar
ANALISIS USAHATANI DAUN BAWANG (Allium fistulosum L.) DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG Ayu Cahya Amalia; Ahmad Yousuf Kurniawan; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, pendapatan, keuntungan, kelayakan dan kontribusi budidaya daun bawang di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Data primer dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dengan pemilik peternakan di lokasi penelitian, dengan menggunakan kuesioner yang disediakan. Sedangkan data sekunder diambil dari buku, majalah, instansi dan organisasi yang terkait dengan penelitian ini. Populasi petani berdasarkan dari luas tanaman dan produksi sayur-sayuran di Kota Banjarbaru. Populasi penelitian adalah petani yang menanam daun bawang yaitu sebanyak 30 orang petani. Hasil penelitian menunjukan biaya eksplisit Rp9.413.618/usahatani, biaya implisit Rp1.826.954/usahatani, total biaya (TC) Rp11.240.571/usahatani, penerimaan total Rp21.850.000/usahatani, pendapatan Rp11.163.669/usahatani, dan keuntungan yang didapat Rp9.384.762/usahatani. Nilai RCR adalah 1,94 artinya usahatani bawang daun ini menguntungkan dan layak untuk di kembangkan. Kontribusi pendapatan usahatani daun bawang terhadap pendapatan total rumah tangga petani sebesar Rp91,37% yang artinya hampir seluruh pendapatan rumah tangga petani berasal dari usahatani daun bawang.
Struktur Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Muhammad Mirza Effendy; Muhammad Fauzi; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1318

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan  mengetahui struktur pendapatan rumah tangga petani karet yang ada di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar baik yang bersumber dari kegiatan on-farm, off-farm maupun  non-farm. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber pendapatan nyata petani hanya dari kegiatan on-farm yaitu bersumber dari usahatani karet dan usahatani padi. Pendapatan rata-rata usahatani karet sebesar Rp 22.394.429,- per tahun, dan pendapatan rata-rata usahatani padi sebesar Rp 2.864.700,- per tahun. kontribusi pendapatan dari usahatani karet masih penyumbang terbesar pendapatan rumah tangga petani yaitu  sebesar 89%. Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan rumah tangga petani karet adalah luas lahan, jumlah pohon yang telah menghasilkan, dan jumlah anggota rumah tangga petani. Kata kunci : pendapatan on-farm, off-farm dan non-farm
Analisis Nilai Tambah Kelapa Menjadi Kopra di Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Mellyanti Mellyanti; Emy Rahmawati; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.5906

Abstract

Kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak diminati oleh masyarakat petani yang ada di Kecamatan Teluk Sampit. Hal ini dikarenakan kelapa merupakan pohon yang serba guna yang mempunyai nilai ekonomis. berbagai macam produk olahan yang bermanfaat bagi masyarakat salah satu produk olahan sekunder dari buah kelapa adalah kopra. Penelitian dilaksanakan di Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu salah satu daerah yang melakukan pengolahan kopra. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis pendapatan petani yang mengolah kelapa menjadi kopra serta mengetahui kelapa dengan nilai tambah yang diolah menjadi kopra di Desa Regei Lestari Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. Ada 20 responden petani pembuatan kopra. Perhitungan ini dilakukan pada periode per tiga bulan dengan total penerimaan sebesar Rp 11.250.000, dengan biaya total sebesar Rp 9.237.715 dengan keuntungan sebesar Rp 2.012. 285.