cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA TANAMAN HIAS (PT. Antorium Setia Sofi Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu) Anggrio Branta Mukti; Usamah Hanafie; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13061

Abstract

Prospek bisnis yang dimiliki tanaman hias cukup menjanjikan. Usaha tanaman hias ini perlu dibimbing agar dapat tumbuh dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai kelayakan dan keuntungan usaha tanaman hias tersebut agar dapat dipakai sebagai pertimbangan oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tanaman hias yang dijadikan usaha dan menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh dari usaha tanaman hias PT. Antorium Setia Sofi. Studi ini memanfaatkan data primer dan sekunde. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode studi kasus, sehingga pengambilan contoh dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive) dengan sampel yaitu direktur serta karyawan PT. Antorium Setia Sofi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rumus biaya, penerimaan dan keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis tanaman hias diperhitungkan keuntungannya yang meliputi tanaman hias Walisongo, kacang hias, ararea, beauty taiwan, antorium, palm, Dracaena, melati, anggrek dan mawar. Keuntungan yang didapatkan dalam 3 bulan terakhir rata-rata sebesar Rp 9.691.667. Efisiensi usaha tanaman hias didapatkan dengan cara analisis R/C dengan hasil sebesar 1,13. Definisi R/C terhadap pengeluaran keseluruhan sebesar 1,13 adalah untuk setiap Rp 1,00 yang diterbitkan oleh PT. Antorium Setia Sofi akan meraih laba sejumlah Rp 1,13. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa penjualan tanaman hias yang dijalankan oleh PT.Antorium Setia Sofi menguntungkan untuk dijalankan atau dikembangkan.
Strategi Pengembangan Usahatani Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru (Studi Kasus Usahatani Agrotif) Rifki Arselan; Usamah Hanafie; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2116

Abstract

Abstrak. Salah satu dari sektor pertanian dibidang hortikultura yang berpotensi untuk dikembangkan adalah produksi jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengamati faktor internal dan faktor eksternal dalam mengembangkan usahatani Agrotif dan merumuskan beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usahatani pada usahatani Agrotif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Responden meliputi internal dan eksternal usaha. Berdasarkan hasil faktor internal evaluasi didapat skor 2,8155 dan faktor eksternal evaluasi didapat skor 2,5638. Hasil dari total nilai tertimbang pada matriks internal faktor evaluation dan matriks eksternal faktor evaluation pada usahatani Agrotif yang dipetakan dalam matriks IE dan diperoleh posisi di kuadran V yang merupakan posisi “Menjaga dan Mempertahankan” (hold and maintain). Pada matriks SWOT terdapat sembilan strategi yaitu meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas jamur tiram putih, melakukan pengembangan produk usaha jamur tiram putih, meningkatkan dan mempertahankan pelayanan yang baik terhadap pelanggan, mencari tambahan dana untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi SDM yang berkompeten, memelihara hubungan antara pemasok bahan baku, pelanggan serta pekerja, menjalin kemitraan, memperbaiki sistem manajemen, melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pekerja.Kata kunci: strategi pengembangan, jamur tiram putih, analisis SWOT, matriks SWOT
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah di Provinsi Kalimantan Selatan Nur Syifa; Kamiliah Wilda; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah, dan untuk mengetahui elastisitas permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series. Sumber data diperoleh dari instansi seperti Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda melalui program SPSS25. Hasil penelitian menunjukkan persamaan Ln Qd=-4,679-0,026 LnX+ 1,541 Ln X model ini memiliki nilai R² sebesar 65,6%. Uji F diperoleh bahwa variabel harga bawang merah dan variabel jumlah penduduk secara bersama berpengaruh terhadap permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan pada uji-t diperoleh hasil variabel jumlah penduduk berpengaruh nyata, dan variabel harga bawang merah tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil analisis koefisien elastisitas harga bawang merah mempunyai nilai elastisitas sebesar -0,026. Ini berarti bahwa elastisitas bersifat inelastis karena nilai elastisitas kurang dari 1
Analisis Usaha Pengolahan Kue Rengginang di Desa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin (Studi Kasus Usaha Rengginang Serlin) Rina Yuliani; Hairi Firmansyah; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran usaha pengolahan rengginang Serlin. Menganalisis besar biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha pengolahan rengginang Serlin. Serta menganalisis pola pemasaran pada usaha pengolahan rengginang Serlin. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2023 dari tahap perencanaan sampai dengan penulisan laporan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Sumber data yang digunakan pada penelitian terdiri dari dua yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, usaha pengolahan rengginang Serlin adalah usaha industri kecil yang dirintis sejak tahun 2002 hingga sekarang. Jumlah biaya total yang dikeluarkan usaha pengolahan rengginang Serlin pada bulan Maret 2023 sebesar Rp103.860.826 dengan rincian jumlah biaya tetap sebesar Rp930.826 dan biaya variabel sebesar Rp102.930.000, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp125.100.000 dan keuntungan yang didapatkan sebesar Rp21.239.174. Pola pemasaran usaha rengginang Serlin ada dua yaitu, (i) produsen → pedagang toko/kios/warung → konsumen akhir, (ii) produsen → pedagang pengecer/agen → pedagang toko/kios/warung, dan minimarket → konsumen akhir.
Analisis Finansial Usaha Rumah Jamur Tiram Semesta Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan Lindy Karlina; Mira Yulianti; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7825

Abstract

Jamur tiram putih merupakan jenis jamur yang sudah banyak dibudidayakan untuk produksi komersil. Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang tidak terlalu mahal, serta tingginya permintaan akan jamur tiram. Tujuan penelitian menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, Break Event Point dan permasalahan yang dihadapi Usaha Rumah Jamur Tiram Semesta Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis dilakukan dengan pendekatan besar biaya, penerimaan, keuntungan dan BEP (Break Event Point) serta deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, total biaya yang dikeluarkan selama satu periode sebesar Rp 6.550.139, penerimaan yang diperoleh Rp 10.534.000, keuntungan Rp 3.983.861. Adapun minimal produksi yang harus dihasilkan agar tidak mengalami kerugian adalah sebesar 188kg/1 periode (3 bulan) dan pendapatan minimal yang harus diperoleh sebesar Rp 4.277.906 agar usaha tidak mengalami kerugian. Nilai produksi yang dihasilkan oleh usaha rumah jamur tiram Semesta lebih besar dari nilai produksi minimal ( 458 kg ˃ 188 kg) dan berdasarkan penelitian penerimaan per 1 periode (3 bulan) dari penjualan produksi jamur tiram segar pada usaha budidaya jamur tiram Semesta lebih besar dari penerimaan minimal yang harus didapatkan (Rp 10.534.000 > Rp 4.277.906). Maka dapat dikatakan bahwa usaha budidaya jamur tiram Semesta layak untuk diusahakan. Pada usaha rumah jamur tiram Semesta mempunyai masalah kesulitan dalam hal manajemen permodalan dan banyaknya permintaan konsumen yang tidak terpenuhi.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI LOKAL DAN PETANI PADI UNGGUL DI DAERAH PENGEMBANGAN PAJALE PADA KELOMPOK TANI BERUNTUNG DESA PEJAMBUAN KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Arif Sabila Rosyad; Emy Rahmawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.674

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris, artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Sebagai upaya peningkatan hasil padi Kementerian Pertanian telah merancang dan menetapkan Upaya Khusus (Upsus) untuk peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (PAJALE) secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaran usahatani, biaya usahatani, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan permasalahan yang dihadapi oleh penyelenggara usahatani. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode survey. Pengambilan contoh melalui tiga tahap, pertama menentukan kecamatan mana yang akan diteliti, kecamatan yang dipilih adalah Kecamatan Sungai Tabuk, kedua dilakukan pemilihan dengan wilayah yang lebih kecil, desa yang terpilih adalah Desa Pejambuan, ketiga penentuan kelompok tani, kelompok tani yang terpilih adalah Kelompok Tani Beruntung. Penentuan pemilihan anggota kelompok tani dilakukan secara acak (random sampling) dari 25 anggota kelompok tani diambil masing-masing 10 orang petani padi lokal, dan 10 orang petani padi unggul. Biaya usahatani padi unggul Rp 12.528.700 sedangkan padi lokal Rp 8.489.200. Total biaya eksplisit padi unggul Rp 12.523.700 sedangkan padi lokal Rp 8.489.200. Biaya benih padi unggul Rp 113.029,41 sedangkan padi lokal Rp 163.113,21. Biaya pupuk padi unggul Rp 1.697.970 sedangkan padi lokal Rp 784.800. Biaya pestisida padi unggul Rp 1.215.126,05 sedangkan padi lokal Rp 1.144.340. Biaya tenaga kerja padi unggul Rp 8.860.250 sedangkan padi lokal Rp 6.118.000. Biaya penyusutan alat padi unggul Rp 241.300 sedangkan padi lokal Rp 200.500. Biaya pengairan lahan padi unggul Rp 143.675 sedangkan padi lokal tidak dilakukan pengairan. Biaya total padi unggul Rp 10.269.426,23 sedangkan padi lokal Rp 7.860.370,37. Penerimaan petani padi unggul Rp 20.475.000 sedangkan padi lokal Rp 16.009.259,3. Keuntungan padi unggul Rp 10.205.573,77 sedangkan padi lokal Rp 8.148.888,93. Kendala/permasalahan yaitu pengairan tidak lancar, tanaman padi unggul lebih rentan hama penyakit, perawatan tanaman padi unggul lebih rumit dibandingkan padi lokal, harga jual padi unggul rendah dan belum ada pasar yang pasti.Kata kunci : upsus pajale, usahatani padi, biaya usahatani, penerimaan, pendapatan bersih
OPTIMALISASI POLA TANAM USAHATANI SAYURAN DI KECAMATAN LANDASAN ULIN Anggi Oksyifa Putri; Abdurrahman Abdurrahman; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2640

Abstract

Petani di kecamatan Landasan Ulin banyak yang mengusahakan tanaman kangkung, bayam, dan sawi. Ketiga tanaman ini sangat mudah dalam pemeliharaan dan relatif murah dalam penyelenggaraan usahataninya. Namun karena produksi yang dihasilkan petani mengalami fluktuasi diperlukan penentuan pola tanam yang optimal agar pendapatan yang diperoleh petani dapat maksimal dan dapat mengurangi dampak buruk bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan bersih usahatani sayuran serta pola tanam usahatani sayuran yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2017 sampai dengan bulan Agustus 2018. Metode penelitian dilakukan terhadap 24 orang petani dengan sensus. Analisis data dengan melihat data yang diperoleh dari petani contoh serta menghitung total penerimaan, total biaya, pendapatan bersih, penyusutan peralatan, kemudian menghitung optimalisasi pola tanam usahatani dengan analisis linear programming. Hasil dari penelitian pendapatan bersih usahatani sayuran sebesar Rp 5.155.719,04 setelah dioptimalisasi menjadi Rp 6.090.903,00 pada model 1 dan Rp 5.155.719,04 pada model 2. Pada model 1 pola tanam dapat mencapai keuntungan optimal jika hanya menanam sayuran kangkung, sedangkan model 2 didapat keuntungan optimal jika menanam ke-3 tanaman tersebut. Untuk mencapai keuntungan optimal dengam menanam ketiga tanaman digunakan model 2.Kata kunci: optimalisasi pola tanam, usahatani sayuran 
Peran Penyuluh Pertanian terhadap Peningkatan Produksi Jagung di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Adhitya Agung Saputra; Masyhudah Rosni; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5989

Abstract

Usaha tani jagung merupakan salah satu komoditas yang paling diminati sehingga perlu meningkatkan produksi jagung untuk memenuhi permintaan, sehingga peran penyuluh disini sangat penting untuk peningkatan produksi jagung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam peningkatan produksi jagung di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batu Tungku Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Februari 2021 sampai dengan Juni 2021. Kaidah penetapan responden yang dipakai di pengkajian adalah memakai kaidah simple random sampling dimana semua Petani Jagung Batu Tungku adalah populasi yang bersifat homogen sehingga diambil sebanyak 30 untuk mewakili populasi. Tugas Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator dalam rangka memfasilitasi kebutuhan petani dalam hal penyediaan saprodi, mendapatkan benih unggul, mencari mitra untuk menjual jagung, membantu menyediakan pupuk bersubsidi, pengendalian hama dan penyakit, dan membantu petani untuk mendapatkan alat atau sarana kegiatan panen telah dilaksanakan dengan baik. Akan tetapi dalam hal bantuan modal, sistem pengairan lahan, penjualan ke pakan ternak, dan pendampingan pada saat pasca panen masih kurang maksimal. Selain itu, tugas peran penyuluh sebagai edukator dalam pemberian pengetahuan tentang teknik pengairan lahan, pengetahuan cara pengolahan pada tanaman jagung sebelum proses penanaman, pengetahuan atau informasi tentang bibit jagung yang unggul dan tujuan mengapa harus memakai bibit unggul, memberikan pengetahuan tentang cara mengendalikan hama dan memberikan ide atau gagasan baru kepada petani untuk meningkatkan produksi jagung sudah terlaksana dengan baik. Namun, dari pengetahuan tentang penanganan pasca panen, informasi pasar untuk memasarkan hasil panen, dan tentang mendemonstrasikan cara memilih saprodi yang baik (bibit, pupuk, pestisida, peralatan), dan cara panen maupun tanam untuk meningkatkan produksi jagung belum terlaksana.
Analisis Pendapatan Bersih Usahatani Kelapa Sawit di Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Misbahrudin Misbahrudin; Umi Salawati; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7878

Abstract

Prospek perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat menjanjikan, selain itu negara Indonesia memiliki kondisi yang cocok untuk tanaman kelapa sawit seperti iklim tropis serta area lahan yang masih luas untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih dan permasalahan yang dihadapi petani pada usahatani kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe pada bulan Februari sampai Juni 2022. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 28 orang yang umur tanam sawitnya 10 tahun ke atas dan dipilih secara simple ramdom sampling (acak sederhana). Biaya awal pada usahatani kelapa sawit terdiri dari biaya pembersihan lahan, pembuatan lubang, pembelian bibit, pemancangan, pemupukan dan penanaman bibit. Biaya awal yang dikeluarkan sebesar Rp. 794.475/tahun. Biaya tetap meliputi penyusutan alat dan sewa lahan, yaitu Rp 389.175/tahun. Biaya variabel meliputi biaya tidak tetap yaitu pemupukan, herbisida dan tenaga kerja sebesar Rp. 10.407.692. sehingga biaya total adalah Rp. 11.591.342. Produksi rata-rata yang diperoleh dalam satu tahun adalah 24.646/kg. Rata-rata harga jual TBS adalah Rp. 2.046,67/kg, sehingga penerimaan sebesar Rp. 50.442.229/tahun. Rata-rata pendapatan bersih usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 38.850.887/tahun. Masalah yang dihadapi oleh para petani diantaranya adalah aspek harga jual TBS yang fluktuatif, kecenderungan upah tenaga kerja luar keluarga yang meningkat, kenaikan harga pupuk dan herbisida dan kualitas bibit kelapa sawit yang rendah.
Analisis Usaha Pembuatan Tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Julian Nur; Masyhudah Rosni; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6004

Abstract

Kecamatan Landasan Ulin merupakan kecamatan yang memiliki Industri Tahu terbanyak di Kota Banjarbaru dengan jumlah 29 produsen dan jumlah total produksi mencapai 3.107,563 Ton/Tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat profitabilitas industri pembuatan tahu rumahan dan mengetahui kelayakan usaha industri pembuatan tahu di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Syamsudin Noor, dalam penelitian ini, sampel secara acak digunakan untuk menentukan ruang lingkup penelitian yang dimaksud (pengambilan sampel khusus) dengan memilih usaha tahu skala kecil sebanyak 4 contoh, usaha tahu skala menengah sebanyak 2 contoh dan usaha tahu skala besar sebanyak 2 contoh. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Syamsudin Noor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 dan data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diringkas rata-rata biaya tetap sebagai berikut: 21.147.935/bulan. Rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan oleh pengusaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor adalah sebesar Rp 12.922.500//bulan. Rata-rata biaya total usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar Rp34,070,435/bulan. Rata-rata penerimaan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor Rp55,714,286/bulan. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sangat besar, dari delapan usaha tahu diperoleh keuntungan rata-rata sebesar Rp21,643,850/bulan.Rata-rata kelayakan usaha tahu di Kelurahan Syamsudin Noor sebesar 2 yang dapat dikatakan layak, karena semua usaha tahu di Kelurahan tersebut memiliki nilai lebih dari satu.