cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian di Coffee Shop Satutujuh.An Rolita Aula; Hairin Fajeri; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9478

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi di dunia, jumlah produksi kopi di Indonesia pada tahun 2019 – 2021 mengalami peningkatan. Selain terjadi peningkatan produksi kopi, Indonesia juga mengalami peningkatan konsumsi kopi. Salah satu alasan peningkatan konsumsi kopi di Indonesia adalah maraknya coffee shop yang bertebaran di Indonesia terkhususnya Kota Banjarbaru. Menurut Pemerintah Kota Banjarbaru ada sekitar kurang lebih 300 coffee shop yang tumbuh dan berkembang di Kota Banjarbaru, salah satunya yaitu coffee shop satutujuh.an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen dan mengidentifikasi serta menganalisis atribut-atribut yang menjadi preferensi konsumen terhadap pembelian di coffee shop satutujuh.an. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2022 sampai dengan Mei 2023, metode penarikan contoh yang digunakan yaitu accidental sampling dengan 41 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen pada coffee shop satutujuh.an mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia 21 – 25 tahun, berstatus belum menikah, pendidikan terakhir SMA atau sederajat, pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa dan berpendapatan rata-rata Rp 500.000–Rp 2.000.000. Preferensi konsumen pada coffee shop satutujuh.an adalah harga terjangkau, kualitas pelayanan cepat, menu minuman dan makanan yang enak, tempat duduk lesehan dan ber AC, tampilan coffee shop menarik dan lokasi yang strategis. Atribut – atribut yang dipertimbangkan yaitu atribut harga, kualitas produk, atmosfer, lokasi, kualitas pelayanan dan fasilitas yang tersedia.
ANALISIS PERILAKU EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI KARET DI KABUPATEN TAPIN Nita Ariyani; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7799

Abstract

Kabupaten Tapin merupakan salah satu daerah sentra penghasil karetyang ada di Kalimantan Selatan, dan sebagai sumber matapencaharian utama bagi rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui curahan tenaga kerja rumah tangga petani karet,pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani karet serta proporsipengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran rumahtangga petani karet. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tapin di DesaHatungun dan Desa Suato Lama, dilaksanakan pada bulan Juni 2021.Teknik pengambilan sampel dengan multi stage random samplingdengan jumlah sampel yang diambil yaitu 40 rumah tangga petanikaret dari populasi sebanyak 700 rumah tangga petani yang tersebarke dalam 2 desa terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwacurahan tenaga kerja rumah tangga petani karet untuk usahatani karet(on farm) sebesar 35,07 HKO/bulan dan non usahatani (non farm)sebesar 3,69 HKO/bulan, serta untuk mengurus rumah tangga (nonekonomi) sebesar 11,6 HKO/bulan sehingga total curahan tenagakerja sebesar 50,36 HKO/bulan. Pendapatan rumah tangga petanidari usahatani karet adalah sebesar Rp 6.983.866 /bulan/usahatani,pendapatan dari non usahatani adalah sebesar Rp 143.000 per bulan,serta pendapatan sumber lainnya yaitu sebesar Rp 106.250 per bulan,sehingga total pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp7.233.116/bulan/usahatani. Pengeluaran rumah tangga petani karetterdiri dari pengeluaran pangan rata-rata sebesar Rp 1.588.575 perbulan, sedangkan pengeluaran non pangan rata-rata sebesar Rp1.723.345 per bulan. Sehingga pengeluaran total mencapai sebesarRp 3.311.920/bulan. Proporsi pengeluaran rumah tangga untukpangan terhadap pengeluaran total rumah tangga petani seluruhnyasebesar 48%, sisanya sebesar 52% pengeluaran rumah tangga petaniuntuk keperluan non pangan.
PERANAN PENYULUH DALAM MENINGKATKAN DINAMIKA KELOMPOK TANI DI DESA PANGGALAMAN KECAMATAN MARTAPURA BARAT KABUPATEN BANJAR Ahmad Farhansyah; Taufik Hidayat; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.643

Abstract

Kebijakan pembangunan pertanian di kebanyakan Negara adalah meningkatkan produksi dalam jumlah yang sama dengan pememintaan akan bahan pangan yang semakin meningkat, dengan harga yang bersaing dipasar dunia. Pembangunan pertanian seharusnya berkelanjutan dengan mengikuti perkembangan zaman. informasi yang di lakukan tidak hanya dari penyuluh, tetapi juga dari sumber lain, termasuk pengalaman mereka sendiri serta pengalaman dalam mengembangkan wawasan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat dinamika kelompok tani di Desa Panggalaman termasuk dalam kategori sedang atau cukup dinamis dengan persentase 75,39%. Sedangkan untuk tingkat peran penyuluh dalam meningkatkan dinamika kelompok tani dalam kategori sedang dengan persentase 73,03%. Hal tersebut disebabkan beberapa variabel yang memiliki nilai yang mayoritas tergolong dalam kategori sedang karena hubungan penyuluh dengan kelompok tani dalam memfasilitasi, memperlancar komunikasi dan meningkatkan motivasi belum sepenuhnya tercapai.Kata kunci: pembangunan pertanian, peranan penyuluh, dinamika kelompok
Analisis Preferensi Konsumen terhadap Buah Impor Apel Fuji dan Pir di Kota Banjarbaru Salsabila Salsabila; Luthfi Fatah; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2122

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji karakteristik konsumen buah impor di Kota Banjarbaru, dan mengkaji atribut buah impor yang menjadi preferensi dan yang dipertimbangkan konsumen buah impor di Kota Banjarbaru. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan analisis multiatribut fishbein menggunakan skala likert. Sedangkan untuk menentukan jumlah responden menggunakan purposive sampling. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen buah impor di Kota Banjarbaru bervariasi, dilihat dari faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan, penghasilan, suku, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendidikan. Atribut buah impor yang menjadi preferensi konsumen diantaranya rasa manis dengan nilai skor 4, ukuran besar dengan nilai skor 3,8, dan buah yang memiliki aroma khas dengan nilai skor 3,6. Atribut buah impor yang memiliki nilai kepentingan tertinggi adalah rasa buah dengan nilai skor 17,75.  Kata kunci: buah impor, preferensi konsumen, perilaku konsumen, multiatribut fishbein
Peran Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Produktivitas Padi di Desa Karya Makmur Kecamatantabukan Kabupaten Barito Kuala Risna Novita; Usamah Hanafie; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5943

Abstract

Peran penyuluh adalah menyampaikan informasi yang diperlukan masyarakat untuk keberhasilan pembangunannya. Masyarakat membutuhkan informasi, penerangan, penjelasan, pembinaan, dan pendidikan di kalangan penyuluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas petani padi di Desa Karya Makmur, mengetahui hubungan antara peran penyuluh terhadap produktivitas padi di Desa Karya Makmur Kecamatan Tabukan, dan mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas padi. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan dengan secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel secara acak terproposi dengan diambil 30 orang petani dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus Peran Penyuluh Pertanian (PPP) dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dengan menggunakan Korelasi Pearson. Berdasarkan hasil dari penelitian, peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produktivitas padi di Desa Karya Makmur secara keseluruhan tergolong ke dalam kategori tinggi. Analisis Pearson Product Moment untuk menguji variabel hubungan peran penyuluh pertanian dan peningkatan produktivitas berkorelasi sangat lemah. Hasil perhitungan statistik uji t-hit dengan taraf kepercayaan 95% sebesar yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produktivitas petani padi sawah. Permasalahan yang ada di Desa Karya Makmur yaitu kurangnya pengetahuan, keterampilan petani dalam berusaha tani, disarankan agar penyuluh pertanian lebih mendampingi petani secara rutin dan berkelanjutan sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas padi, dan pemerintah lebih cepat dalam pengadaan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan petani.
Analisis Usaha Rumah Tangga Olahan Jengkol (Archidendron Pauciflorum) di Desa Pingaran Ilir Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Riya Dewi Afriyanti; Masyhudah Rosni; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10331

Abstract

Jengkol (Archidendron pauciflorum) adalah salah satu tanaman pangan hortikultura yang memiliki banyak manfaat baik sebagai konsumsi pangan dan sebagai pengobatan. Sehingga jengkol ini memiliki nilai ekonomis tinggi. Terdapat di salah satu desa tepatnya di Desa Pingaran Ilir usaha rumah tangga olahan jengkol sebanyak 21unit usaha. Tujuan dilaksanakan penelitian ini untuk seperti apa proses pengolahan jengkol dan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dari usaha rumah tangga olahan jengkol di Desa Pingaran Ilir. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 21 unit usaha rumah tangga pengolahan jengkol yang diambil dengan metode sensus. Pada hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 9 tahapan dalam proses pengolahan jengkol yaitu dimulai dari (1) Perendaman jengkol (2) Pembelahan jengkol (3) Perebusan buah jengkol pertama, (4) Perebusan buah jengkol kedua, (5) Hasil jengkol yang sudah direbus dibuang airnya (6) Pengemasan jengkol, (7) Pemarutan buah kelapa dan pemerasan (8) Pemasakan santan, dan yang terakhir (9) lalaan dari hasil dari pemasakan santan selama kurang lebih lima jam. Biaya total rata- rata yang telah dikeluarkan untuk proses produksi hingga penjualan jengkol adalah sebesar Rp 25.991.888/bulan, sedangkan penerimaan yang diperoleh rata-rata setiap bulannya mencapai Rp 44.471.429. Sehingga diperoleh keuntungan rata-rata usaha pengolahan jengkol ini sebesar Rp 18.479,541/bulan. dengan hasil produksinya sebanyak 721 kg/bulan dan menghasilkan sebanyak 1.200 cangkir/bulan.
Analisis Usaha Kue Cincin pada Industri Rumah Tangga Ulit Cincin di Desa Binjai Pemangkih Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Dengan Bisnis Model Canvas Muhammad Arif Abdillah; Muhammad Fauzi; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total biaya, pendapatan dan keuntungan pada industri rumah tangga kue cincin “Ulit Cincin” dan gambaran bisnis model kanvas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binjai Pemangkih Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada bulan Januari 2022 sampai Juli 2022. Periode pengambilan dan perhitungan data dilakukan satu bulan produksi yaitu pada bulan Januari 2022 dan Penelitian dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan- pertimbangan tertentu. Industri rumah tangga kue cincin “Ulit Cincin”memproduksi sebanyak 1.200 biji dalam satu hari dengan harga jual Rp.600/biji. Total biaya yang dikeluarkan selama satu bulan adalah sebesar Rp.18.898.416 dengan perhitungan dari biaya eksplisit Rp.16.648.416 dan biaya implisit Rp. 2.250.000. Penerimaan Rp. 21.600.000 hasil tersebut perkalian dari 1.200 biji kue cincin setiap harinya dengan harga jual Rp. 600/biji. Pendapatan Rp.4.951.584 dan Keuntungan Rp.2.701.584 Bisnis model kanvas adalah konsep bisnis yang menjadi sederhana yang ditampilkan pada satu lembar kanvas dengan sembilan elemen Bisnis model kanvas terdapat dua elemen yang utama yaitu Costumer Segment sebagai tujuan bisnis dan Value propositions sebagai penentu langkah bisnis selanjutnya. Costumer Segmen, jumlah konsumen di luar Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 70 % dan Masyarakat setempat sebesar 30%. Value propositions, pemilik usaha konsisten dalam membuat kue cincin yang memiliki rasa enak, tekstur yang gurih, aromanya harum, dan harga yang terjangkau, serta sudah memiliki izin usaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS (Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission) dan Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dari Dinas Kesehatan.
Analisis Efisiensi Pemasaran Cabai Besar di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Lisa Oktaviani; Muhammad Husaini; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.687

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman holtikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permintaan cabai yang relatif kontinyu dan cukup tinggi apalagi pada saat hajatan atau hari besar yang membuat diperlukannya pasokan cabai yang mencukupi. Kecamatan Haruyan merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang memiliki produksi cabai besar tertinggi diantara Kecamatan yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, fungsi pemasaran, lembaga pemasaran, dan untuk mengetahui margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Metode penarikan contoh pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu random sampling dengan sebanyak masing-masing 10 petani responden pada Desa Lokbuntar, Desa Tabat Padang dan Desa Pangabau Hilir Dalam dan menggunakan snowball sampling pada lembaga pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran terdiri dari 3 saluran yang terbentuk (petani – konsumen, petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen, dan petani – pedagang pengumpul, pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen). Saluran yang paling banyak dipilih oleh petani adalah saluran II dengan presentase 65,52%. Fungsi pemasaran yang dilakukan petani pada saluran I yaitu petani melakukan semua fungsi pemasaran sedangkan petani pada saluran lainnya petani hanya melakukan sebagian dari fungsi pemasaran. Saluran pemasaran yang efisien berdasarkan analisis margin, farmer’s share dan rasio keuntungan ada pada saluran IIA dan saluran IIB dengan masing-masing nilai total margin sebesar Rp.5.999/kg pada cabai merah, dan Rp.4500/kg pada cabai hijau di saluran IIA, sedangkan saluran IIB total margin sebesar Rp.6.417/kg pada cabai merah dan Rp.5.643/kg pada cabai hijau, farmer’s share sebesar 68% dan 63% untuk cabai merah dan cabai hijau pada saluran IIA sedangkan farmer’s share pada saluran IIB sebesar 65% pada cabai merah dan 56% pada cabai hijau, dan rasio keuntungan menujukkan keuntungan terhadap biaya pada saluran IIA dan IIB adalah efisien, tetapi pada pemasaran di Kecamatan Haruyan petani lebih banyak memilih saluran III karena petani sudah terikat hubungan berlangganan dengan para pedagang pengumpulKata kunci : saluran pemasaran, margin, efisiensi pemasaran
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tomat di Provinsi Kalimantan Selatan Bayu Setiawan; Mariani Mariani; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7869

Abstract

Hortikultura merupakan bagian dari sub sektor tanaman pangan dan juga berfungsi sebagai penghasil bahan pangan. Salah satu tanaman hortikultura yang di kembangkan di Indonesia adalah tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tomat dan untuk mengetahui elastisitas produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan yaitu data time series. Sumber data yang diperoleh dari instansi seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda melalui program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan persamaan Yt = -10.515,138 + 0,579X1(t-1) – 4,322X2(t) + 93,180X3(t-1) + 0,773X4(t-1). Model ini memiliki nilai R2 sebesar 78,1%. Uji F diperoleh bahwa variabel harga tomat pada tahun sebelumnya, rata-rata curah hujan pada tahun t, luas areal tanam pada tahun sebelumnya, dan jumlah produksi tomat pada tahun sebelumnya secara bersama berpengaruh terhadap produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan uji t diperoleh hasil variabel luas areal tanam pada tahun sebelumnya dan jumlah produksi tomat pada tahun sebelumnya secara individu berpengaruh nyata terhadap produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan. Variabel harga tomat pada tahun sebelumnya dan rata-rata curah hujan pada tahun secara individu tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tomat di Provinsi Kalimantan Selatan. Elastisitas pada variabel rata-rata curah hujan pada tahun t dan luas areal tanam pada tahun sebelumnya bersifat elastis. Sedangkan variabel harga tomat pada tahun sebelumnya dan jumlah produksi tomat pada tahun sebelumnya bersifat inelastis
PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN KELOMPOK TANI PADA USAHATANI JERUK SIAM DI KECAMATAN ASTAMBUL, KABUPATEN BANJAR Anis Wulandari; Abdussamad Abdussamad; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2650

Abstract

Tujuan penelitian ini adalahuntuk (1) mengetahui karakteristik responden petani dalam kegiatan kelompok tani usaha Jeruk Siam, (2) mengetahui tingkat partisipasi petani dalam kegiatan kelompok tani pada usaha tani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, dan untuk (3) mengetahui kegiatan yang dihadapi kelompok tani dalam melakukan partisipasi petani pada usahatani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian bahwa Kecamatan Astambul berada pada usia produktif 86,67% yaitu petani rata-rata berumur 29-64 tahun dan petani jeruk siam di Kecamatan Astambul yang tamat Sekolah Dasar (SD) sangat banyak yaitu 43,33%. Tingkat Partisipasi anggota kelompok tani jeruk siam di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar tergolong sedang yaitu (76,86%). Beberapa permasalahan yanga ada dalam kelompok tani antaralain: (63,3%) menyatakankurangnya komunikasi antara ketua gapoktan, dan ketua kelompok tani untuk memutuskan suatu rencana kedepan, (60%) menyatakan kurang stabilnya pelaksanaan kegiatan kelompok tani terkait pemasukan dan pengeluaran uang kas, (56,6%) menyatakan minimnya wawasan para petani terhadap daya peningkatan hasil panen, (80% ) menyatakan terbatasnya modal petani terkait kegunaan jenis pupukyang digunakan.Kata kunci: partisipasi petani, jeruk siam, kelompok tani