cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Identifikasi Potensi dan Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Usahatani Padi Sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong Nurlina Nurlina; Eka Radiah; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9481

Abstract

Agrowisata dituju sebagai diversifikasi bisnis di bidang pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta memberikan pengalaman yang unik bagi konsumen dalam aktivitas wisata pertanian. Agrowisata berbasis usahatani padi sawah (Embung Sawah) di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro merupakan satu-satunya agrowisata yang berkembang di Kabupaten Tabalong. Panorama hamparan padi sawah dan background pegunungan menjadi daya tarik utama agrowisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi agrowisata, menganalisis strategi pengembangan agrowisata serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dan solusi dalam pengembangan agrowisata berbasis usahatatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penentuan responden adalah teknik Critical Case Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis skoring, analisis SWOT dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, agrowisata ini memiliki potensi serta layak untuk dikembangkan berdasarkan kriteria 4A, dengan skor masing-masing yaitu daya tarik (930), aksesibilitas (600), akomodasi (130) dan sarana dan prasarana (300). Hasil Matriks Posisi faktor internal dan faktor eksternal menunjukkan bahwa agrowisata ini berada pada posisi Kuadran I (menguntungkan), dimana skor pada matriks IFE dan EFE adalah sebesar 3,143 dan 3,126. Permasalahan yang ditemukan pada pengembangan agrowisata ini yaitu kurangnya kualitas sumber daya manusia, pengetahuan tentang konsep agrowisata, fasilitas dan akomodasi yang ditawarkan. Solusi untuk permasalan ini adalah menjalin kerjasama antara pengelola, masyarakat dan pemerintah dalam pemecahan masalah yang ada demi mewujudkan perkembangan agrowisata berbasis usahatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.
Analisis Pertimbangan Konsumen dalam Keputusan Pembelian Sate Taichan Nyt-Nyt di Kota Banjarbaru Rudiansyah Rudiansyah; Muzdalifah Muzdalifah; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7802

Abstract

Rumah makan Sate Taichan Nyt-Nyt adalah salah satu usaha kuliner yang ada di kota Banjarbaru. Sate Taichan cukup banyak diminati oleh konsumen khususnya wilayah Banjarbaru. Dalam Pengambilan keputusan pembelian Sate Taichan Nyt-Nyt, tentunya banyak faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian terhadap Sate Taichan Nyt-Nyt di kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 hingga selesai. Metode penelitian ini menggunakan model survei. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa Karakterisitik konsumen terdiri dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendapat konsumen. Selanjutnya yang melatarbelakangi pengambilan keputasan dalam pembelian Sate Taichan Nyt-nyt di kota Banjarbaru dikarenakan konsumen sudah terbiasa mengkonsumsi, harga yang terjangkau dan rasanya yang enak serta bisa dijadikan sebagai makan malam. Terakhir, Adapun faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian Sate Taichan Nyt-Nyt ada lima yaitu harga, promosi, kebersihan tempat, rasa dan evaluasi harga, promosi, kebersihan tempat, rasa dan evaluasi produk.
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KARET DI KECAMATAN LIMPASU KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Purnama Sari; Nina Budiwati; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.640

Abstract

Potensi pengembangan dari salah satu sub-sektor perkebunan, salah satunya adalah perkebunan karet tanaman ini merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi, dan memiliki peranan yang cukup penting dalam kehidupan perekonomian rakyat. PerkebunanIkaret salah satu pekerjaan utamaIyang diusahakan kebanyakanImasyarakat diIKecamatan Limpasu. Penelitian ini bertujuan mengetahuiIpendapatanIpetani karet diIKecamatan Limpasu dan mengetahui tingkat kesejahteraan petani karet di Kecamatan Limpasu KabupatenIHulu Sungai Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil berjumlah 30 sampel dengan metode proportionate random sampling. Berdasarkan hasil penelitian pendapatan yang diperoleh petani karet di Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah rata-rata sebesar Rp 18.545.336/tahun, pendapatan usahatani padi rata-rata sebesar Rp 4.459.000/tahun, dan rata-rata untuk pendapatan nonusahatani sebesar Rp 5.164.000/tahun. Kemudian untuk rata-rata pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Limpasu adalah Rp 28.168.336/tahun. Tingkat kesejahteraan petani di Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah berdasarkan indikator BKKBN rata-rata termasuk dalam sejahtera II sebanyak 30% dan sejahtera III sebanyak 70%. Menurut acuan dari BPS petani di katakan tidak miskin karena rata-rata pendapatan yang di terima petani diatas acuan dari BPS yaitu sebesar Rp 4.092.288/kapita/tahun. Sedangkan menurut acuan dari Bank Dunia terdapat 80% petani yang pendapatan dibawah Rp 9.651.600/kapita/tahun, sisanya 20% yang memiliki pendapatan diatas acuan Bank Dunia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa petani di Kecamatan Limpasu tergolong tidak sejahtera atau miskin dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.Kata kunci : pendapatan, tingkat kesejahteraan
Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Padi di Lahan Rawa Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Irfan Rifanto; Hairi Firmansyah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2125

Abstract

Abstrak. Penerapan merupakan tindakan yang dilakukan secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, penerapan harus memuat unsur berikut, adanya program yang dilaksanakan, adanya kelompok target, yaitu masyarakat yang menjadi sasaran dan diharapkan akan menerima manfaat dari program tersebut. Adanya pelaksanaan baik organisasi ataupun perorangan yang bertanggung jawab dan pengelolan, pelaksanaan maupun pengawasan dari proses penerapan. Teknologi adalah penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknologi dalam suatu bidang.  Penyelenggaraan budidaya padi di lahan rawa bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup petani agar mempunyai penghasilan tambahan dengan sasaran kegiatan peningkatan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 atau IP 100 sampai dengan IP 300 sehingga meningkatkan  produktivitas dan produksi padi di lahan rawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat penerapan teknologi budidaya padi pada lahan rawa di Kecamatan Sungai Tabuk dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat penerapan budidaya padi di lahan rawa. Hasil Penelitian di dapat bahwa tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa kecamatan Sungai Tabuk pada kategori sedang (72,087%). Berdasarkan uji korelasi, faktor internal petani (umur, pendidikan, pengalaman berusahatani dan kekosmopolitan) dan faktor ekternal petani (modal, luas lahan, jumlah tenaga kerja dan interaksi dengan penyuluh) terhadap tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa signifikan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten BanjarKata kunci: penerapan, teknologi, penyelenggaraan budidaya padi
Analisis Finansial Usaha Roti dan Kue di Kelurahan Pasayangan Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Usaha Roti dan Kue Hj. Ibai Martapura) Tasya Zhara Prillia; Nina Budiwati; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5948

Abstract

Agroindustri pada konteks penelitian ini ialah menekankan pada agroindustri hilir (food processing management), dalam suatu perusahaan produk olahan yang bahan baku utamanya adalah produk pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan, penerimaan yang diperoleh dan keuntungan yang diperoleh serta menentukkan titik impas (Break Even Point). Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui wawancara langsung secara mendalam mengenai usaha roti dan kue ini dengan narasumber pemilik usaha dan pekerja roti dan kue. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas dan instansi yang terkait dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan periode analisis 1 bulan (30 hari) dimulai dari 23 April - 23 Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan mengadakan pengamatan langsung di lapangan untuk mencari informasi yang dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan perhitungan biaya total (total cost), penerimaan total (total revenue) dan keuntungan atau laba serta titik impas (Break Even Point) selain itu mengetahui permasalahan pada usaha dan memberikan solusi. Hasil penelitian menunjukkan usaha roti dan kue Hj. Ibai Martapura memiliki biaya total yang dikeluarkan selama 1 bulan adalah sebesar Rp 24.996.682,5. Penerimaan yang diperoleh pada 1 bulan adalah sebesar Rp 72.479.000, Keuntungan yang diperoleh 1 bulan adalah sebesar Rp 47.482.317,5. Titik impas (Break Even Point) tercapai pada produksi sebesar 1.743 unit. Titik impas dalam satuan rupiah adalah sebesar Rp 58.382.112,3. Masalah pada usaha yaitu tidak ada distributor cadangan untuk bahan-bahan penting dan pembukuan terkadang diabaikan, solusinya adalah harus memiliki distributor cadangan dan melakukan pembukuan dengan benar dan konsisten.
Analisis Usaha Roti Manis Shofi di Kelurahan Pasayangan Utara Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Nurlina Ayu Hasanah; Nina Budiwati; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10334

Abstract

Industri rumah tangga yang cukup terkenal di daerah Kabupaten Banjar adalah Roti Manis. Roti Manis Shofi saat ini memiliki banyak pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah terkadang Roti Manis Shofi juga dijadikan oleh-oleh khas dari daerah MartapuraPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses produksi Roti Manis Shofi di Martapura; menghitung besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan dan solusi menyangkut usaha Roti Manis Shofi di Martapura. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan konsep biaya dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian proses produksi roti manis dan roti isi shofi terbagi menjadi 3 tahapan yakni proses persiapan peralatan kerja, persiapan bahan-bahan roti dan proses pengolahan adonan roti. Biaya total yang dikeluarkan pada priode 1 tahun penelitian yakni Maret – Desember 2021 dan Januari – Februari 2022 adalah Rp 2.332.089.000 dengan biaya tetap sebesar Rp 82.860.000 dan biaya variabel sebesar Rp 2.249.229.000 Penerimaan yang diperoleh adalah senilai Rp 3.446.650.000. sedangkan keuntungan yang diperoleh adalah senilai Rp 1.114.561.000. BEP untuk roti manis pada harga Rp 27.000 menghasilkan BEP (unit) 5.592 unit dan BEP (rupiah) Rp 150.996.599 sedangkan pada harga Rp 29.000 menghasilkan BEP (unit) 4.650 unit dan BEP (rupiah) Rp 134.853.333. BEP untuk roti isi pada harga Rp 33.000 menghasilkan BEP (unit) 2.803 unit dan BEP (rupiah) Rp 92.511.398. BEP untuk roti isi pada harga Rp 35.000 menghasilkan BEP (unit) 2.331 unit dan BEP (rupiah) Rp 81.584.871. Permasalahan yang dihadapi Toko roti manis shofi yakni penurunan penjualan pada saat tanggal-tanggal diakhir bulan dan pada saat musim buah. Alternatif yang dilakuakan adalah menurunkan jumlah produksi pada tanggal-tanggal akhir bulan dan pada saat musim buah hal ini bertujuan agar penjualan tetap dapat berjalan dan mengurangi produk tersisa karena tidak terbeli oleh konsumen.
Sikap Petani terhadap Penerapan Inovasi Teknologi Banjarsapa Plus di Desa Sungai Landas Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Jamiatul Aqidah; Eka Radiah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7854

Abstract

Teknologi Banjarsapa Plus merupakan salah satu inovasi dari Dinas tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar. Teknologi ini telah dilakukan demontrasi plot di lahan percontohan Desa Sungai Landas Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Keberhasilan suatu teknologi tentunya sangat bergantung kepada sikap petani. Sikap petani merupakan kecenderungan dalam melakukan penilaian terhadap teknologi tersebut yang berasal dari pengetahuan, keyakinan, serta perasaan hingga melahirkan suatu tindakan seperti menerima ataupun menolak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap petani terhadap penerapan inovasi teknologi Banjarsapa Plus dan untuk mengetahui hubungan antara pengalaman berusahatani, orang lain yang dianggap penting (tokoh masyarakat), akses media massa dan pendidikan non formal dengan sikap petani terhadap penerapan inovasi teknologi Banjarsapa Plus. Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan jumlah populasi sebanyak 50 orang, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang petani dengan teknik simple rando sampling. Berdasarkan hasil penelitian, sikap petani terhadap penerapan inovasi teknologi Banjarsapa Plus indeks sebesar 74,3% dan tergolong kedalam kriteria sikap setuju karena berada pada indeks interval 61% - 80%. Faktor-faktor pengalaman berusahatani, orang lain yang dianggap penting (tokoh masyarakat tokoh masyarakat yang diikuti petani), akses media massa dan pendidikan non formal berhubungan secara signifikan dengan sikap petani terhadap penerapan inovasi teknologi Banjarsapa Plus.
Analisis Pemasaran Buah Naga Pada (Studi Kasus) PT Kelola Alam Subur (Kas) Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Rizka Sukma Aditya; Artahnan Aid; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.690

Abstract

Jenis buah tropis maupun subtropis dapat tumbuh dan dihasilkan di Indonesia, karna memiliki agroekologi yang sesuai. Buah - buahan cukup potensial untuk dikembangkan dengan pertimbangan permintaanya terus meningkat. Salah satu komoditas buah yang mempunyai prospek untuk dikembangkan adalah buah naga. Bisnis buah naga di Indonesia memiliki prospek cerah. Selain cara menanamnya mudah, permintaan pasar yang juga bagus. Wajar bila masyarakat di Kalimantan Selatan, Cempaka Banjarbaru mulai membangun usaha budidaya tanaman buah naga dari skala kecil hingga besar. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2016 sampai dengan selesai.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode Snowball Sampling. Penelitian dilakukan untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya, marjin, tingkat efesiensi dan kendala dalam pemasaran buah naga di PT KAS Cempaka Kota Banjarbaru. PT KAS merupakan anak perusahaan dari PT Amanah Anugerah Adi Mulia yang bergerak di bidang usaha pertanian, perkebunan serta agrowisata. Perusahaan sampai saat ini rutin memproduksi buah naga dengan berbagai macam jenis seperti jenis buah naga sabilla, super red dan mawar. Menurut hasil dari penelitian terdapat 5 saluran pemasaran di PT KAS Cempaka Kota Banjarbaru, terdiri dari produsen, pedagang besar, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. Efisisensi pemasaran digunakan untuk mengetahui produktivitas pemasaran, tingkat efisiensi oleh PT KAS tinggi dibandingkan biaya pemasaran yang kecil sehingga menghasilkan keuntungan yang besar. Kendala yang sering dihadapi oleh produsen, pedagang besar, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer dilapangan adalah masalah cuaca yang berubah-ubah, untuk produsen hal ini mengakibatkan hasil produksi buah naga yang tidak menentu. Untuk pedagang besar, pedagang pengumpul dan pedagang pengecer hal ini mengakibatkan buah naga yang dipasarkan cepat membusuk.Kata kunci: pemasaran, saluran pemasaran, efisiensi, kendala
Analisis Pemasaran Tahu Rumahan Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Abdul Aziz; Yudi Ferrianta; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10357

Abstract

Sungai Paring merupakan salah satu Kelurahan yang merupakan sentra produksi tahu di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, keuntungan dan efesien pemasaran pada industri tahu rumah tangga di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember - Maret 2020. Pemilihan tempat penelitian ini dilakukan purposive sampling di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar karena Kelurahan Sungai Paring merupakan sentral produksi tahu yang terbesar ke 2 di Kabupaten Banjar. Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah metode snow ball sampling, yaitu metode penarikan sampel yang berantai, dari satu sampel responden yang diketahui diteruskan kepada responden berikutnya sesuai dengan informasi responden pertama, begitu seterusnya, sehingga responden yang dihubungkan semakin lama semakin besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan proses berjalannya pemasaran yang ada di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar hingga tahu mentah sampai ke tangan konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 658.99,- dan keuntungan sebesar Rp 5.441.172,-. saluran pemasaran terdiri dari lima saluran yaitu pada saluran I (produsen → konsumen), saluran II (produsen → pedagang pengecer → konsumen), saluran III (produsen → pedagang pengecer → pedagang besar → konsumen), saluran IV (produsen → pedagang pengecer → pedagang kecil → konsumen akhir), saluran ke V (pedagang pengecer → pedagang besar → pedagang kecil → konsumen). Dari ke lima saluran yang tersedia, biaya keuntungan dan farmer’s share yang diterima bervariatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran II dapat dikatakan lebih efisien karena nilai margin lebih kecil dari pada keempat saluran yang ada. Adapun beberapa permasalahn yang ada di saat produsen tahu rumahan melakukan pemasaran di Kelurahan Sungai Paring Kecamatan Martapura Kabupaten
Analisis Pendapatan Usaha Industri Gula Aren Skala Rumah Tangga di Desa Lobang Baru, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar Hamzah Asadulloh Al-Ahmady; Abdussamad Abdussamad; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.802

Abstract

Pengembangan produk pertanian di Indonesia berpotensi menjadi salah satu solusi mengatasi dampak krisis ekonomi global. Aren (Arrenga pinnata Merr.) merupakan tanaman yang mempunyai potensi nilai ekonomi yang tinggi, salah satunya ialah air nira yang diolah menjadi produk gula aren. Industri gula aren yang ada di Desa Lobang Baru Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar telah diusahakan secara turun temurun. Industri gula aren tersebut masih dalam skala rumah tangga dengan menggunakan peralatan yang masih sederhana dalam proses pengolahannya dan kurangnya memperhatikan manajemen usaha. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usaha industri gula aren skala rumah tangga serta mengetahui permasalahan yang dihadapi pengrajin gula aren di Desa Lobang Baru, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah simple random sampling yaitu 15 responden pengrajin gula aren asli dan 15 responden pengrajin gula aren campur. Analisis pengolahan data pada penelitian ini adalah biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan usaha. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengrajin gula aren asli di Desa Lobang Baru memperoleh pendapatan adalah sebanyak Rp 31.021.236,00 per enam bulan atau Rp 5.170.206,00 per bulan dan pada pengrajin gula aren campur memperoleh pendapatan sebesar Rp 29.046.773,00 per enam bulan atau Rp 4.481.129,00 per bulan. Sedangkan keuntungan yang diperoleh pengrajin gula aren asli di Desa Lobang Baru adalah sebanyak Rp 15.813.135,00 per enam bulan atau Rp 2.635.523,00 per bulan dan pada pengrajin gula aren campur memperoleh keuntungan sebanyak Rp 15.303.939,00 per enam bulan atau Rp 2.550.657,00. Dengan nilai R/C Ratio pada usaha industri gula aren asli sebesar 1,62 sedangkan pada usaha industri gula aren campur memiliki R/C ratio sebesar 1,57. Berdasarkan kriteria nilai R/C Ratio > 1 yang artinya usaha industri gula aren skala rumah tangga di Desa Lobang Baru, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar layak untuk diusahakan.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usaha