cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN YOGHURT “ANNISA” (Studi Kasus Pada Usaha Yoghurt Milik Ibu A. Fancy Kumala) Sri Wahyuni; Mira Yulianti; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2902

Abstract

Perusahaan atau usaha industri pengolahan merupakan suatu usaha yang akan melakukan kegiatan proses produksi secara menual dan modern untuk mengubah barang dasar (bahan mentah/row materials) sehingga menjadi barang jadi (finished goods) atau pun barang setengah jadi (work in process) yaitu dari barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya sehingga lebih dekat dengan pemakai akhir, untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran usaha pengolahan yoghurt “Annisa”, mengetahui biaya, penerimaan, dan keuntungan dari usaha pengolahan yoghurt “Annisa”, dan mengetahui permasalahan yang ada pada usaha pengolahan yoghurt “Annisa”. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi dan kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kota Banjarbaru. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total dalam usaha pengolahan yoghurt “Annisa” selama bulan Maret 2019 adalah sebesar Rp 26.680.438,-, total penerimaan selama bulan Maret 2019 sebesar Rp 38.180.000,-, dan keuntungan selama bulan Maret 2019 sebesar Rp 11.499.562,-. Permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan yoghut “Annisa” adalah tidak adanya sistem pencatatan keungan selama proses produksi berlangsung, terkendala tidak memiliki PIRT, BPOM dan label halal dan dalam proses fermentasi bakteri yoghurt disaat musim hujan yang terus menerus membuat yoghurt tidak bisa fermentasi sempurna.
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Produk Makanan Berbahan Baku Tomat (Studi Kasus Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru) Qori Hafiza; Luki Anjardiani; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru, mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal serta menyusun dan merekomendasikan alternafif strategi pengembangan UMKM. Analisis yang digunakan pada penelitian ini menggunakan matriks SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrikx (QSPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa di dapatnya alternatif strategi untuk pengembangan usaha Rumah Kreasi Tomat Banjarbaru. Terdapat 4 (empat) alternatif strategi yang dihasilkan pada penelitian ini, yaitu meningkatkan jumlah produksi dan memperluas pangsa pasar, perlu melakukan promosi, mengembangkan daya saing, serta mengajukan pinjaman kepada bank dan menjalin kerjasama dengan pihak lain. Strategi alternatif yang disarankan adalah meningkatkan jumlah produksi dan memperluas pangsa pasar dengan sebandingnya kemungkinan daya beli yang meningkat serta banyaknya pelanggan tetap.
Strategi Pemasaran Kerajinan Anyaman Purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru Ahmad Algori Rabbani; Masyhudah Rosni; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11550

Abstract

Anyaman purun, sebagai bagian tidak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia, mengemuka sebagai seni tradisional di Kampung Purun, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal terkait penyediaan bahan baku purun dan menganalisis strategi pemasaran di kampung ini. Metode studi kasus digunakan dengan 22 perajin anyaman purun sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan dalam pengambilan bahan baku purun dilakukan dengan dua cara yaitu dicabut dan dipotong, tergantung kondisi air tempat tanaman purun tumbuh. Penjemuran purun sangat tergantung oleh cuaca. Setelah dijemur, purun ditumbuk dengan alat penumbuk yang dibantu mesin diesel. Purun yang sudah ditumbuk, kemudian dipanat (didiamkan selama 2 jam) sehingga mudah untuk dianyam (purunnya amping). Pewarnaan purun, menggunakan pewarna tekstil/ kesumba purun. Penganyaman purun, dilakukan dengan cara tusuk menusuk antara pakan dan lungsi. Kekuatan utama kerajinan anyaman purun adalah produk ramah lingkungan. Kelemahan utama adalah rentan terhadap pengaruh lingkungan. Peluang terbesar adalah gaya hidup ramah lingkungan. Ancaman utama adalah kontinuitas bahan baku. Strategi pemasaran kerajinan anyaman purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru, berada pada posisi pertahankan dan pelihara. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi pengembangan lebih lanjut untukmempertahankan kearifan lokal dan memperkuat posisi pasar kerajinan anyaman purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru
Analisis Hubungan Dinamika Kelompok Tani terhadap Fungsi Kelompok Tani di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Eka Riawati; Mariani Mariani; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.810

Abstract

Pembangunan dapatodiartikanosebagaiopertumbuhanodanoperubahan. Pembangunan pertanian dapat dikatakan berhasilojika terjadiopertumbuhanosektoropertanianoyangotinggiodan perubahanomasyarakatotanioyangokurangobaikomenjadioyangolebihibaik. Kelompok tani merupakan kelembagaan di tingkat petani yang dibentuk untuk secara langsung mengorganisir para petani dalam berusahatani.  Berdasarkan sumber data dari kelompok tani yang terdapat di BP3K Kecamatan Bajuin terdapat 9 Desa yang terdiri dari 106 kelompok tani. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Kecamatan Bajuin memiliki banyak kelompok tani. Penelitianpinipbertujuanpuntuk menganalisis tingkat dinamikapkelompokptani, menganalisis tingkat fungsipkelompokptani, serta menganalisis hubungan dinamika kelompok tani terhadap fungsi kelompok tani di Desa Tirta Jaya Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode survei. Langkah pertama, menentukan populasi anggota kelompok tani yang ada di Desa Tirta Jaya bejumlah 11 kelompok tani dengan anggota 243 orang. Berdasarkan hasil penelitian Diketahui bahwa tingkat dinamika yang ada di Desa Tirtajaya Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut termasuk dalam kategori dinamis. Dari sembilan unsur dinamika kelompok tani hanya ada dua unsur yang termasuk dalam kategori cukup dinamis yaitu kekompakan kelompok dan maksud terselubung. Tujuh unsur yang memiliki kategori tinggi yaitu tujuan kelompok, struktur kelompok, fungsi tugas, pembinaan kelompok, suasana kelompok, keefektifan kelompok dan tekanan kelompok. Diketahui bahwa fungsi kelompok tani di Desa Tirtajaya Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut termasuk dalam kategori berfungsi, keadaan ini berarti fungsipkelompokptanipsebagai kelaspbelajar, fungsi kelompok tani sebagaipwahanapkerjasamapdan fungsi kelompok tani sebagai unitpproduksi seluruhnya dilakukan oleh kelompok tani dengan baik dan diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dinamika kelompok tani dengan fungsi kelompok tani.Kata kunci: kelompok tani, dinamika kelompok tani, fungsi kelompok tani
PENGELUARAN KONSUMSI PANGAN RUMAHTANGGA PADA PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Feronika Pangaribuan; Muhammad Husaini; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2918

Abstract

Pemerintah telah membuat suatu program yang untuk mendukung pemanfaatan pekarangan rumah yaitu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kecamatan Cempaka sebagai tempat dilaksanakannya penelitian, terdapat beberapa kelompok yang aktif melaksanakan program KRPL. Semua kelompok yang aktif telah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam pelaksaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proporsi pengeluaran pangan dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi pangan anggota KRPL. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi yang ada dan dilakukan secara acak. Analisis data dalam penelitian ini yaitu, menggunakan rumus proporsi pengeluaran pangan dan persamaan regresi dengan menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 82,22% rumahtangga dimana rata-rata proporsi pengeluaran konsumsi pangan sebesar 60,76% dan sisanya sebesar 17,78% rumahtangga proporsi pengeluaran konsumsi pangan rata – ratanya yaitu 39,24%. Hal ini menunjukkan, pengeluaran konsumsi pangan rumahtangga lebih besar dari pengeluaran konsumsi non pangan (> 50%), berarti tingkat kesejahteraan rumahtangga masih rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi pangan yaitu, pendapatan rumahtangga dan jumlah anggota keluarga, sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan yaitu faktor pendidikan ibu rumahtangga.
Analisis Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Theresia Sintia Septy; Muhammad Husaini; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8284

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia sangat penting dalam memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani. Sub-sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor yang berperan penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negri, bahan baku dalam negri. Desa Warukin merupakan salah satu desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani karet terutama karet lokal. Tanaman perkebunan kret di Desa Warukin merupakan lahan milik sendiri dan tenaga kerja yang digunakan untuk menyadap karet hanya mengandalkan tenaga kerja dalam keluarga sendiri. Tanaman karet di Desa Warukin hampir semua menggunakan bibit liar (lokal). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, dan pendapatan petani, menganalisis total pendapatan rumah tangga petani dan menganalisis proporsi pendapatan rumah tangga petani karet. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dan sampelnya sebanyak 30 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple Random Sampling. Hasil penelitian bahwa rata-rata biaya total eksplisit usahatani karet sebesar Rp 1.373.200 dan penerimaan sebesar Rp 32.560.000, sehingga rata-rata pendapatan Rp 31,186,800/usahatani per tahun. Rata- rata total pendapatan rumah tangga petani karet adalah sebesar Rp 36.266.800. Proporsi pendapatan usahatani terhadap pendapatan total rumah tangga rata-rata sebesar 86% dengan artian usahatani karet di Desa Warukin merupakan sumber utama penghasilan utama petani sendiri.
Dampak Keberadaan Pabrik Karet PTNB (PT Nusantara Batulicin) terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Nova Vilayati; Usamah Hanafie; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6031

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Karang Bintang Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu provinsi Kalimantan Selatan, sebelum dan sesudah adanya pabrik pengolahan karet PT Nusantara Batulicin . Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari narasumber yang dipilih secara sengaja (purposive sampling), yakni masyarakat Desa Karang Bintang, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, baik cetak ataupun elektronik. Hasil penelitian menunjukan bahwa masuknya pabrik pengolahan karet PT Nusantara Batulicin memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat, baik secara sosial maupun secara ekonomi. Perubahan yang terjadi pada kondisi sosial di Desa ini setelah masuknya PT Nusantara Batulicin yaitu, tingkat pendidikan masyarakat semakin meningkat dari sebelumnya, sarana dan prasarana yang tersedia di Desa ini lebih memadai, baik sarana dan prasarana Desa (jalan, pembangunan pada sekolah, pasar dan juga tempat ibadah). Pada Bidang kesehatan juga terjadi perubahan atau kemajuan, yang awalnya di Desa Karang Bintang ini belum ada puskesmas dan puskesdes,sekarang sudah ada, bahkan dilengkapi dengan ruang UGD dan juga tersedianya ambulance yang tentunya sangat membantu masyarakat. Perubahan juga terjadi pada lembaga sosial, yang awalnya belum memiliki tempat atau ruangan khusus untuk kegiatan ibu – ibu IKK, sekarang sudah ada, dan juga tentunya dengan adanya PT Nusantara Batulicin di Desa ini dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Sedangkan pada kondisi ekonomi perubahan yang terjadi yaitu, pendapatan yang diperoleh masyarakat semakin meningkat, sehingga kebutuhan mereka dapat terpenuhi dan juga semakin banyak masyarakat sekitar yang memiliki usaha mikro atau usaha kecil.
Persepsi Konsumen Usia Muda terhadap Buah Timun Suri di Kota Banjarbaru Rizki Laurinayudis Pratama; Djoko Santoso; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.762

Abstract

Di kota Banjarbaru Buah timun suri banyak terdapat di bulan ramadhan, padahal buah timun suri merupakan buah yang non climatoric artinya dapat tumbuh kapan saja tidak tergantung oleh musim, berbanding terbalik dengan bulan ramadhan akan sangat sulit sekali menemui keberadaan buah timun suri di luar bulan ramadhan, padahal tidak menutup kemungkinan konsumen membeli dan mencari buah timun suri diluar bulan ramadhan, terdapat persepsi  yang mempengaruhi dalam keputusan pembelian oleh konsumen, dengan mengetahui pesrepsi  konsumen usia muda di harapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan buah timun suri di luar bulan ramadhan agar , oleh karena itu  tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi konsumen khususnya konsumen usia muda terhadap buah timun suri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2017. Metode pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan menggunakan teknik Convience Group Sampling (pengambilan sampel secara kebetulan). Convience Group Sampling adalah ini memilih sampel berdasarkan kebetulan saja, yang mana bersedia dan mau menjadi responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan alat statistik sederhana yaitu tabulasi silang, uji chi kuadrat dan modus. Dari hasil uji chi kuadrat diketahui tidak terdapat hubungan yang signifikan antara musim (Bulan ramadhan dan selain bulan ramadhan) dengan keputusan pembelian buah timun suri oleh konsumen.Kata kunci:Buah timun suri, usia muda, analisis deskriptif, persepsi
ANALISIS USAHATANI SEMANGKA DI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR Muhammad Rezani; Luthfi Fatah; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan, dan masalah apa saja yang dihadapi petani semangka di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar pada Maret 2023. Metode penarikan contoh yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel, hal ini dilakukan karena populasi kurang dari 30. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa usahatani semangka di kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar mengeluarkan rata-rata total biaya implisit sebesar Rp.9.596.826,00 dan biaya eksplisit sebesar Rp8.270.270,00. Secara keseluruhan, rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp17.867.270,00. Sedangkan rata-rata penerimaan yang dihasilkan oleh petani sebesar Rp31.875.000,00, dan rata-rata pendapatan yang dihasilkan oleh petani adalah sebesar Rp23.604.730,00. Keuntungan yang diperoleh petani lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, yaitu sebesar Rp14.007.903,96, sehingga usahatani semangka diKecamatan Mataraman Kabupaten Banjar dinilai layak dan menguntungkan dengan nilai kelayakan sebesar 1,78.
Identifikasi Kepuasan Kerja dan Kinerja Penyuluh Pertanian di BPP Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala Didik Eko Prasetyo; Yudi Ferrianta; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1316

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan kerja dan kinerja penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluh Pertanian Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi kepuasan kerja penyuluh pertanian lapangan di Balai Penyuluh Pertanian di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala berada pada kategori puas (1.182), yang dihitung dengan menjumlahkan seluruh skor yang didapat (168.857,1) kemudian dibagi dengan jumlah responden Penyuluh Pertanian Lapangan yaitu sebanyak 7 orang. Lima dimensi untuk menilai kepuasan kerja penyuluh pertanian lapangan yang diperoleh yaitu kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri mempunyai skor rata-rata 248 dengan kategori puas, kepuasan terhadap gaji mempunyai skor rata-rata 104 dengan kategori kurang puas, kepuasan terhadap kesempatan promosi mempunyai skor rata-rata 177 dengan kategori netral, kepuasan terhadap supervisi mempunyai skor rata-rata 334 dengan kategori sangat puas, kepuasan terhadap orang sekitar mempunyai skor rata-rata 319  dengan kategori sangat puas. Total bobot  diperoleh dari penilaian tingkat kinerja penyuluh yang telah dilakukan oleh petani di Kecamatan. Rantau Badauh Kabupaten. Barito Kuala diperoleh skor sebesar 2.909 yang artinya bahwa tingkat kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten. Barito Kuala dalam kategori sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa penyuluh telah memenuhi dan melaksanakan semua kriteria penilaian dengan sangat baik.Kata kunci : kepuasan kerja, kinerja, penyuluh pertanian