cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Business Model Canvas (BMC) dan Kelayakan Usaha pada Warung Keprek’an Bu Yayu Di Kota Banjarbaru Nia Octaviani; Rifiana Rifiana; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13599

Abstract

Warung Keprek’an Bu Yayu adalah sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada sektor kuliner di kota Banjarbaru dan telah didirikan sejak tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pada Warung Keprek’an Bu Yayu dengan menggunakan Business Model Canvas dan untuk menganalisis kelayakan usaha Warung Keprek’an Bu Yayu. Pada penelitian ini digunakan metode studi kasus yang melibatkan pengumpulan informasi secara mendetail. Metode yang digunakan adalah metode observasi aktif dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada blok segmentasi pelanggan yaitu sebagian besar konsumen Warung Keprek’an Bu Yayu berjenis kelamin perempuan dengan usia dewasa, memiliki pekerjaan sebagai mahasiswa, jarak tempat tinggal < 1 km – 2 km dari lokasi usaha, memiliki gaya hidup yang menyukai makanan kekinian sehingga melakukan pembelian rata-rata 1-2 kali seminggu. Blok proporsi nilai yaitu rasa yang khas, ukuran ayam yang besar, sambal yang disajikan terpisah, memiliki perbedaan nama brand yaitu “keprek” dan memberikan pelayanan yang cepat serta ramah. Blok saluran yaitu secara offline dan online. Blok hubungan pelanggan yaitu pelayanan secara personal assistance, dan menyedikan kontak WhatsApp pemilik usaha. Blok arus pendapatan yaitu penerimaan dari menu utama, menu indomie, dan menu minuman serta keuntungan usaha. Blok sumberdaya utama yaitu tempat usaha, modal produksi, dan tenaga kerja. Blok aktivitas kunci yaitu memproduksi dan menjual makanan dan minuman. Blok kemitraan utama yaitu UD Mutia, UD Borneo, Grab, Gojek, Shopee, dan F-Jek. Blok struktur biaya terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Dari sudut pandang keuangan, Warung Keprek’an Bu Yayu dianggap layak untuk dijalankan karena nilai RCR > 1.
Analisis Usahatani Kangkung Darat di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Afrillia Wulandari; Muhammad Husaini; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13588

Abstract

Usahatani kangkung di Kecamatan Kumai sebagai salah satu usahatani yang paling banyak diusahakan para petani. Dalam usahatani kangkung di perlukan biaya yang cukup besar, sementara harga dan produksi usahatani kangkung relatif berfluktuasi, tergantung iklim dan hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan (RCR) dari usahatani kangkung di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat. Populasi petani kangkung di 4 desa sebanyak 145 petani. Dari jumlah tersebut, diambil sebanyak 30 orang petani kangkung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan petani kangkung sebesar Rp1.125.968 per usahatani, dengan penerimaan sebesar Rp1.830.783 per usahatani, maka keuntungan petani sebesar Rp703.815 per usahatani. Usahatani kangkung yang dilaksanakan petani di Kecamatan Kumai layak dan menguntungkan dengan nilai RCR 1,62 per usahatani dan lebih besar dari 1. Sehingga setiap biaya yang dikeluarkan sebesar satu rupiah, maka diperoleh penerimaan sebesar 1,6 rupiah. Dengan kata lain usahatani kangkung di Kecamatan Kumai menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Studi Preferensi Konsumen terhadap Buah Impor Jeruk Mandarin (Citrus Reticulata) di Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru Hanafi Hanafi; Luki Anjardiani; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan karakteristik konsumen buah impor, bagaimana proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian buah impor jeruk mandarin. Menunjukkan bagaimana perilaku konsumen terhadap buah impor jeruk mandarin di Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan Preferensi konsumen terhadap buah impor dibandingkan buah lokal di Kecamatan Banjarbaru Utara adalah cukup baik. Hasil dari sikap konsumen sebesar 17,927 dengan kategori tinggi. Dikaitkan dengan hasil analisis tingkat kepentingan/evaluasi dengan tingkat kepercayaan secara keseluruhan dinilai sama oleh konsumen. Terlihat dari yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Ukuran buah dan yang paling rendah adalah atribut harga. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa hasil analisis sikap konsumen terhadap buah impor jeruk mandarin masih tergolong tinggi walaupun dengan harga yang cukup relatif mahal di pasaran. Akan tetapi, warna yang cerah, ukuran yang besar, aroma buah yang harum dan kesegaran buah yang terjaga dengan baik membuat sikap konsumen dalam memutuskan proses pembelian buah impor jeruk mandarin tetap tergolong tinggi dibandingkan dengan buah lokal sejenisnya. Sehingga petani buah jeruk lokal seperti Buah Jeruk Siam harus memperbaiki kualitas buah jeruk tersebut, dikarenakan masyarakat/responden menyukai buah jeruk dengan ukuran yang besar, rasa buah jeruk yang manis, kesegaran buah dengan selalu menyediakan stok buah jeruk yang baru, warna buah jeruk yang cerah, aroma harum buah jeruk yang khas dan dengan harga yang kompetitif di pasaran.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Keripik Jamur di Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Zulfa Dhiya Ulhaq; Rifiana Rifiana; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13584

Abstract

Keripik jamur merek “3 Ardi'' merupakan satu-satunya jenis keripik jamur yang ada di kelurahan Karang taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Industri ini berdiri sejak tahun 2008 hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, pendapatan, keuntungan dan nilai tambah industri dalam negeri keripik jamur merek “3 Ardi”. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu penyelidikan mendalam mengenai situasi spesifik yang mencakup analisis sistem terbatas atau pengumpulan data yang sangat detail dan luas . Periode analisis pada penelitian ini adalah satu bulan yaitu bulan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan total biaya sebesar Rp 37.548.777, terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 441.218 dan biaya variabel sebesar Rp 37.107.559. Total penjualan sebesar Rp 48.825.000 dan keuntungan sebesar Rp 11.276.223. Berdasarkan analisis nilai tambah dengan metode hayami diperoleh nilai tambah industri dalam negeri keripik jamur merek “3 Ardi” sebesar Rp 55. 167/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 52,54%.
Analisis Titik Impas Usahatani Bayam di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Axel Jangkon Bagas Hutajulu; Nuri Dewi Yanti; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usahatani bayam di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru dan menganalisis titik impas usahatani bayam di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dari bulan November 2022 sampai April 2024. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Data primer adalah jenis data yang terus berkembang dan dikumpulkan secara langsung melalui wawancara menggunakan kuesioner dan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Simple Random Sampling yaitu teknik penentuan sampel secara acak. Populasi petani yang mengusahakan tanaman bayam di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru berjumlah 112 orang. Ukuran sampel yang peneliti ambil berjumlah 30 sampel. Analisis yang dilakukan yaitu analisis keuntungan dan analisis titik impas. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, diketahui biaya rata-rata yang dikeluarkan petani bayam yaitu sebesar Rp1.732.772/UT/MT biaya ini terdiri dari biaya variabel yang berjumlah Rp1.682.481/UT/MT dan biaya tetap yang berjumlah Rp50.291/UT/MT. Penerimaan dan keuntungan petani bayam dalam satu musim tanam sebesar Rp7.336.667 dan Rp5.603.895. Analisis titik impas penerimaan dan analisis titik impas produksi dalam satu musim tanam yaitu sebesar Rp66.172 dan 14 ikat.
Analisis Business Model Canvas (BMC) Pada Usaha Hatara Coffee di Kota Banjarbaru Anggia Dwi Yustianingsih; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13590

Abstract

Hatara merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang Coffee shop yang menyediakan berbagai macam minuman kopi dan non-kopi. Selain itu, Hatara juga menawarkan makanan berat dan makanan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Business Model Canvas pada usaha Hatara Coffee. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Mei 2024. Metode penarikan contoh yang digunakan yaitu metode studi kasus. Metode penarikan sampelnya menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 2 metode, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Dalam analisis data yang digunakan, maka tujuan penelitian ini yaitu menerapkan business model canvas melalui 9 blok, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue streams, key resources, key activities, key partnership, dan cost structure. Hasil penelitian ini menunjukkan 9 blok Business Model Canvas yang digunakan usaha Hatara Coffee dalam melaksanakan bisnisnya dan mengetahui kelayakan usaha Hatara Coffee sebagai solusi dalam keberlangsungan usahanya.
Analisis Finansial Industri Tahu di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu (Studi Kasus Usaha Milik Bapak Irwan M. Hadi) Novita Limbong; Ahmad Yousuf Kurniawan; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14592

Abstract

Industri tahu adalah sektor produksi yang menghasilkan tahu, yaitu produk makanan berbahan dasar kedelai yang melalui berbagai proses yaitu perendaman, penggilingan, pemanasan, pengentalan, dan pencetakan. Usaha yang diterapkan oleh Bapak Irwan M. Hadi, yang merupakan usaha industri tahu yang telah dijalankan sejak tahun 2012. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan, dan sensitivitas usaha industri tahu milik Pak Irwan M. Hadi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian biaya total yang dikeluarkan usaha Industri Tahu milik Pak Irwan pada bulan Mei 2024 yaitu sebesar Rp87.407.167,36 dengan penerimaan total sebesar Rp123.225.000,00 dan keuntungan yang diperoleh yaitu sebesar Rp 35.817.832,64. Kelayakan usaha Industri Tahu milik Pak Irwan pada bulan Mei 2024 yaitu sebesar 1,41. Hal ini menunjukkan bahwa usaha Industri Tahu milik Pak Irwan layak dan menguntungkan untuk dijalankan. Sensitivitas usaha Industri Tahu milik Pak Irwan pada kenaikan harga kedelai 5% mengalami penurunan laba sekitar 6,72 persen.  Sedangkan, pada kenaikan harga kedelai 10% mengalami penurunan laba sekitar 13,50 persen. Dan pada kenaikan harga kedelai 15% mengalami penurunan laba sebesar 20,20 persen.
Analisis Kelayakan Usaha Keripik Pisang Lumer di Kelurahan Loktabat Utara Kecamatan Banjarbaru Utara (Studi Kasus Usaha Rumah Tangga Keripik Pisang Lumer “Bana-Nation” Dari Markas Snack) Sulis Kirana Murni; Mariani Mariani; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14588

Abstract

Komoditas pisang merupakan komoditas tanaman hortikultura terbesar di Indonesia dengan 34,65% lebih banyak dibandingkan dengan komoditas lainnya. Dalam penelitian ini dipilih keripik pisang lumer yang diproduksi oleh Markas Snack. Pada umumnya, suatu usaha dirikan untuk memperoleh keuntungan besar dengan meminimalkan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan pembutan keripik pisang lumer “Bana-Nation” pada usaha rumah tangga Markas Snack. (2) Menganalisis tingkat kelayakan usaha keripik pisang lumer “Bana-Nation” pada usaha rumah tangga Markas Snack. (3) Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam usaha keripik pisang lumer pada industri rumah tangga Markas Snack. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dikeluarkan dari usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack pada bulan Januari-April 2023 sebesar Rp6.904.443,50 dengan penerimaan total sebesar Rp8.624.000,00 dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp1.719.556,50. Kelayakan pada usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack pada bulan Januari-April 2023 yaitu sebesar 1,25. Hal ini menunjukan bahwa usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Permasalah yang dihadapi usaha pengolahan keripik pisang lumer “Bana-Nation” dari Markas Snack adalah kurangnya permodalan, sulitnya mencari bahan baku dan masih menggunakan alat tradisional.
Analisis Usaha Wisata Petik Buah Kiram Farm di Kabupaten Banjar Ribka Dhea Pujiani; Muzdalifah Muzdalifah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14593

Abstract

Wisata Petik Buah Kiram Farm adalah bentuk usaha yang mengembangkan serta memanfaatkan potensi pertanian dan alam dengan cara memetik buah langsung dari kebunnya sebagai daya tarik wisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan usaha Wisata Petik Buah Kiram Farm serta menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan usaha Wisata Petik Buah Kiram Farm. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus, menggunakan data yang diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, Wisata Petik Buah Kiram Farm menawarkan pengalaman bagi pengunjung dengan menyediakan berbagai jenis buah yang dapat dipetik langsung dari kebunnya. Adapun produk yang ditawarkan selama periode penelitian yaitu berupa buah jambu kristal, belimbing, lemon dan pepaya california. Usaha ini memiliki potensi pengembangan yang besar karena berada di lokasi yang strategis dengan pesona keindahan alam serta mudahnya akses bagi pengunjung dari luar daerah. Namun, terdapat permasalah yang dihadapi, seperti perubahan cuaca yang tidak terduga yang menyebabkan ketidakpastian dalam jumlah buah yang dapat dipetik. Selain itu, kurangnya promosi yang dilakukan juga menyebabkan sedikit pengunjung, dan berpengaruh terhadap pendapatan usaha. Total biaya yang dikeluarkan usaha ini selama periode penelitian yaitu sebesar Rp 56.841.625, dengan biaya tetap sebesar Rp 17.499.625 dan biaya variabel sebesar Rp 39.342.000. Total penerimaan sebesar Rp 81.336.000 dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 24.494.375, dengan rata-rata sebesar Rp 8.164.792/bulan.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kerupuk Bawang “Mr” di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Raihanah Raihanah; Mira Yulianti; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan yang diterapkan pada usaha kerupuk bawang “MR” dan untuk menganalisis jumlah pesanan persediaan yang ekonomis pada usaha kerupuk bawang “MR” di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitin, frekuensi pemesanan usaha kerupuk bawang “MR” yaitu 10 kali pada periode tahun 2022, dengan 1 kali pemesanan setiap bulan, biaya pemesanan Rp3.673.000,00 untuk 713 kg kerupuk bawang dan  Rp1.514.840,00 untuk biaya penyimpanan, jadi totalnya mencapai Rp5.187.000,00. Usaha kerupuk bawang “MR” tidak memiliki Sefety Stock (Persediaan Pengaman jadi usaha ini  pernah mengalami kekurangan bahkan kehabisan bahan baku. Dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), didapat jumlah pesanan ekonomis dengan frekuensi pemesanan 2 kali dalam setahun dengan jumlah pemebelian 496 kg kerupuk bawang, usaha kerupuk bawang “MR” dapat membayar biaya pemesanan ekonomis sebesar Rp527.944,00 per pesan dan biaya penyimpanan sebesar Rp527.000,00 Safety Stock (Persediaan Pengaman) sebanyak 48 kg untuk menghindari kekurangan persediaan kerupuk bawang. Jika kerupuk bawang mencapai  sebanyak 16,2 kg, ROP dilakukan. Waktu tunggu adalah sekitar 6 hari.