cover
Contact Name
Sutanto
Contact Email
mastanto5150@gmail.com
Phone
+6282220112411
Journal Mail Official
admin@jurnalgurusd.com
Editorial Address
Desa Plosorejo Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Jawa Tengah 58191
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
JGSD : Jurnal Guru Sekolah Dasar
ISSN : 30630169     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Guru SD adalah jurnal akses terbuka peer-review yang didirikan oleh Forum Guru Wiyata Bhakti (FGWB) yang berkedudukan di Kabupaten Grobogan. Jurnal ini berfungsi sebagai platform penting yang didedikasikan untuk menerbitkan artikel penelitian berkualitas tinggi, makalah ulasan, dan studi kasus di bidang pendidikan dasar. Misi kami adalah untuk memajukan bidang ini dengan memberikan para pendidik, peneliti, dan praktisi wawasan berharga serta praktik inovatif yang dapat meningkatkan hasil belajar mengajar di sekolah dasar. Fokus dan Lingkup Jurnal: Metode dan strategi pengajaran di sekolah dasar Pengembangan kurikulum dan bahan ajar Teknologi pendidikan dalam pembelajaran Penilaian dan evaluasi pembelajaran Pendidikan inklusif dan kebutuhan khusus Pengembangan profesional guru Kebijakan pendidikan dasar Studi kasus dan laporan pengalaman praktis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
Peran Guru Penggerak dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Fenomenologi Kusumaningtyas, Wahyu
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Agustus 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i2.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru penggerak dalam meningkatkan profesionalisme guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Dengan menggunakan metode kualitatif naratif, penelitian ini melibatkan 10 guru SD dan 5 kepala sekolah yang berpartisipasi dalam program Guru Penggerak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang dilakukan dari Januari 2024 hingga April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memberikan dukungan moral dan teknis yang signifikan, membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kinerja guru lainnya. Mereka juga memfasilitasi implementasi praktik pembelajaran inovatif seperti metode pembelajaran berbasis proyek dan flipped classroom. Selain itu, guru penggerak mempromosikan budaya kolaborasi melalui kegiatan professional learning communities (PLC), yang meningkatkan keterampilan profesional dan semangat kebersamaan di antara guru. Kepala sekolah melaporkan bahwa guru penggerak berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang efektif, memotivasi dan mengarahkan guru lain dalam strategi pengajaran yang berfokus pada kebutuhan siswa. Kesimpulannya, program Guru Penggerak efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan mendukung pengembangan profesional guru.
Strategi Inklusif untuk Mengakomodasi Kebutuhan Belajar Peserta didik Slow Learner di Sekolah Dasar Darwanti, Asri; Latif, Azminudin; Wahyuni, Sri; Widyasari, Choiriyah; Minsih, Minsih
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Agustus 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi inklusif guru dalam mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik slow learner di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian  ini dilaksanakan di SDN 02 Pablengan, Matesih, Karanganyar dengan sumber data yang berasal dari informan penelitian yaitu guru kelas I. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis  data dalam  penelitian  ini menggunakan analisis  data dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan akomodasi yang diberikan mencakup aspek cara pengajaran dan materi, tugas dan penilaian, tuntutan waktu, serta pengelolaan lingkungan belajar. Pendekatan yang dilakukan oleh guru, seperti memberikan pengulangan materi, menggunakan bahasa yang sederhana, serta memanfaatkan media konkret dan teknologi, telah menunjukkan efektivitas dalam membantu peserta didik slow learner memahami materi pelajaran. Selain itu, penyesuaian tugas dan penilaian, serta tambahan waktu yang diberikan, memungkinkan peserta didik slow learner untuk mengerjakan tugas dengan lebih baik dan tanpa tekanan. Pengaturan lingkungan belajar, termasuk penempatan tempat duduk dan pemberian umpan balik positif, juga berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan suportif.
Optimalisasi Pembelajaran Matematika Untuk Siswa Autis Di Lingkungan Sekolah Dasar Negeri Subagyo, Roni Agus; Masruroh, Ummie; Dewi, Intan Kumala; Minsih, Minsih; Ernawati, Ernawati
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Agustus 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i2.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mndeskripsikan optimalisasi pembelajaran matematika untuk siswa autis di sekolah dasar negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 01 Bolong Karanganyar dengan subjek penelitian terdiri dari 1 siswa autis yang berada di kelas 4, Guru kelas 4, serta 1 orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan analisis dokumen. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan analisis dokumen dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika yang disesuaikan dengan kebutuhan anak autis dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami konsep-konsep dasar matematika. Pendekatan yang inklusif, penggunaan berbagai strategi pembelajaran, serta peran aktif orang tua dan guru sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran anak autis.
Penggunaan Media Kartu Huruf dan Aplikasi Marbel Membaca Untuk Mengatasi Kesulitan Membaca pada Anak Disleksia di Kelas V Sekolah Dasar Widyawati, Yenny; Susanto, Ahsanul Huda; Widyasari, Choiriyah; Minsih, Minsih
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Agustus 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i2.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media kartu huruf dan aplikasi Marbel Membaca untuk mengatasi kesulitan membaca pada anak disleksia di kelas V SDN 02 Karangsari Jatiyoso Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Subjek penelitian adalah satu anak disleksia dan guru kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Milles & Huberman yang diadaptasi untuk analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu huruf dan aplikasi Marbel Membaca efektif dalam mengatasi kesulitan membaca pada anak disleksia di kelas V SDN 02 Karangsari Jatiyoso Karanganyar. Media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak disleksia dapat meningkatkan motivasi, minat, dan pemahaman mereka dalam membaca. Dengan stimulus yang rutin dan tepat, anak disleksia dapat berinteraksi normal dalam masyarakat dan mengejar ketertinggalan akademis mereka. Hal ini menegaskan bahwa anak disleksia bukanlah anak yang cacat mental atau abnormal, melainkan memiliki gangguan pada syaraf batang otak yang mempengaruhi kemampuan bahasa mereka.
Kebijakan Zonasi Sekolah di Indonesia: Kajian Literatur Mengenai Penyimpangan dan Implikasinya Sutanto, Sutanto
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Oktober 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i3.1

Abstract

Kebijakan zonasi sekolah di Indonesia diimplementasikan untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan dan mengurangi kesenjangan antar sekolah. Namun, implementasi kebijakan ini sering kali mengalami penyimpangan yang menghambat pencapaian tujuan utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur yang ada mengenai penyimpangan dalam implementasi kebijakan zonasi sekolah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan seperti pemalsuan alamat domisili, manipulasi dokumen administrasi, kurangnya sosialisasi, infrastruktur teknis yang tidak memadai, serta pengawasan yang lemah merupakan beberapa tantangan utama. Penyimpangan ini memiliki implikasi serius terhadap pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Rekomendasi kebijakan yang diusulkan meliputi peningkatan sosialisasi, penguatan pengawasan, peningkatan infrastruktur teknologi, pemerataan kualitas sekolah, partisipasi masyarakat, fleksibilitas dalam kebijakan zonasi, evaluasi berkala, dan kolaborasi antar lembaga. Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, termasuk ketergantungan pada sumber sekunder dan kurangnya analisis statistik mendalam. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam mengenai implementasi kebijakan zonasi sekolah di Indonesia.
Analisis Perkembangan Sosial Emosional Siswa Kelas 2 SD Negeri 4 Jono dalam Berinteraksi dengan Teman Sebaya Rahayuningsih, Tri
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Oktober 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i3.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional siswa kelas 2 di SD Negeri 4 Jono, terutama dalam interaksi mereka dengan teman sebaya. Menggunakan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang positif, dinamika emosional yang sehat, dan lingkungan sekolah yang mendukung berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan sosial emosional siswa. Siswa yang terlibat dalam kegiatan kelompok menunjukkan peningkatan dalam keterampilan sosial seperti kerjasama dan empati, serta kemampuan pengelolaan emosi. Selain itu, kebijakan anti-bullying dan program pembelajaran sosial emosional (SEL) yang diterapkan di sekolah menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, yang mendukung kesejahteraan emosional siswa. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi program SEL dan kegiatan kelompok dalam kurikulum sekolah, serta pelatihan guru dalam strategi SEL untuk mendukung perkembangan sosial emosional siswa. Penelitian ini memberikan wawasan baru bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan sosial emosional di sekolah dasar.
Efektivitas Penerapan Metode Teaching at the Right Level dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa di Kelas 2 SD Negeri 2 Plosorejo: Studi Kasus Susanti, Susanti
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Oktober 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i3.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan metode Teaching at the Right Level (TaRL) di kelas 2 SD Negeri 2 Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan metode kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode TaRL meningkatkan kemampuan literasi siswa dan motivasi belajar. Siswa yang dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan mereka menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan pemahaman teks. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi, seperti kebutuhan pelatihan guru dan keterbatasan sumber daya, manfaat yang diperoleh lebih besar. Penelitian ini memberikan bukti empiris yang mendukung penggunaan metode TaRL dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Studi Kasus Penerapan Prinsip Understanding by Design Pada Pembelajaran Matematika Kelas 5 di SD Negeri 1 Selo Kecamatan Tawangharjo Sutanto, Sutanto
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Oktober 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i3.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip Understanding by Design (UbD) dalam pembelajaran matematika di kelas 5 SD Negeri 1 Selo, Kecamatan Tawangharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan UbD meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menghubungkan konsep-konsep matematika dengan situasi nyata dan dalam menjelaskan alasan di balik jawaban mereka. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif di sekolah dasar.
Penerapan Kegiatan KEREN dalam Pembelajaran di Kelas 4 SD Negeri 3 Plosorejo Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan Murtiningsih, Murtiningsih
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Oktober 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i3.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Kegiatan KEREN (Keberagaman dalam Rencana Pembelajaran yang Nyata) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas 4 SD Negeri 3 Plosorejo. Kegiatan KEREN dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan beragam, dengan menekankan pada diferensiasi dalam metode pengajaran. Penelitian ini mengadopsi metode studi kasus dengan menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan KEREN berhasil meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman materi, dan interaksi sosial di dalam kelas. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti kebutuhan untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan individual siswa dan keterbatasan sumber daya. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya adopsi metode pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif di sekolah dasar.
Studi Kasus School Refusal pada Siswa Kelas Tiga Sekolah Dasar Putrawan, Gde Dharma
JGSD: Jurnal Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Guru Sekolah Dasar Bulan Desember 2024
Publisher : Jurnal Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70277/jgsd.v1i4.1

Abstract

School refusal merupakan masalah belajar yang terkait dengan keengganan seseorang untuk bersekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berjenis studi kasus yang membahas tentang school refusal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang gejala school refusal dan penyebab school refusal pada siswa sekolah dasar. Subjek penelitian ini yaitu seorang siswa kelas tiga sekolah dasar yang mengalami school refusal. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Sumber data penelitian ini yaitu siswa, orangtua, dan guru. Penelitian ini menemukan gejala dan penyebab school refusal yang dialami oleh subjek penelitian. Gejala-gejala school refusal yang dialami oleh subjek penelitian yaitu menolak pergi ke sekolah, berbuat tingkah laku yang tidak diharapkan, dan kurangnya kemampuan mengendalikan emosi saat berada di sekolah. Penyebab subjek mengalami school refusal yaitu pengalaman buruk saat bersekolah dan kecemasan berpisah dengan orangtua.