cover
Contact Name
Muhammad Nashir
Contact Email
jupe2@stikesbanyuwangi.ac.id
Phone
+6285748015150
Journal Mail Official
jupe2@stikesbanyuwangi.ac.id
Editorial Address
Jl. Letkol Istiqlah No.109, Lingkungan Mojoroto R, Mojopanggung, Kec. Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68422
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan & Pengajaran
ISSN : 29859891     EISSN : 29856736     DOI : https://doi.org/10.54832/jupe2.v2i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan & Pengajaran (JUPE2) publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication includes the following topics: Early childhood, primary, and secondary education Language Education Mathematics and science education Guidance and counseling education Educational technology Character education Special needs education Global issues in education Technical and vocational education Language education Social science education Educational management Sport science and physical education Health Education Other areas in education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Pengelolaan Proses Belajar Mengajar pada Anak Usia Dini di Alam Terbuka yang Kondusif Ismawati, Desi
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v1i2.167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengelolaan proses belajar mengajar pada anak usia dini di alam terbuka yang kondusif. Hal tersebut penting untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif dan menyenangkan. Melalui proses tersebut anak akan belajar tanpa menyadari bahwa dirinya sedang belajar karena pembelajaran yang menyenangkan, di alam terbuka membuat anak mudah memahami apabila belajar benda konkret, menanamkan kecintaan pada alam dan sang pencipta, memberikan pengertian bahwa anak tidak harus selalu didalam kelas/ situasi formal, meperkuat otot-otot/ motorik anak, meningkatkan keakraban antar anak dan guru, memperluas pandangan anak bahwa belajar bisa menggunakan apa saja yang ada disekitar anak
Code Switching in English Teacher Instruction: A study of the Teacher Language in English Classroom and Its Implications for Indonesian Students Language Education Abdul Gani, Hastini; Nabilah Nur Izzah; Jamiluddin
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i1.168

Abstract

Teaching English in Indonesia is not the same as teaching English in a country where English is the native language. The teacher should make sure the students understand the explanation or instruction from the teacher. In the foreign language classroom, code switching is naturally occurring to make the teaching learning process run smoothly. Therefore, this study aimed to explain the function of code switching, students perceptions of the teacher’s code switching, and the effect of teacher’s code switching practices on students’ understanding in the teaching learning process. It was conducted at SMAN 9 Palu by using descriptive qualitative as the method. The researcher used observation, questionnaire and interview to get the data. The results of the study showed that first, there were three functions of code switching used by the teacher proposed by Sert (2005), those are topic switch, affective function, and repetitive function. Second, most of the students had positive perceptions about students' understanding and students' feelings during learning with code switching used by the teacher. Third, code switching used by the teacher in teaching learning English process provides a positive effect in providing a positive learning environment, and facilitating students with low level of second language proficiency . Keywords: Code switching, English classroom, teacher instruction
Analisis Persiapan Guru dalam Mempersiapkan Kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) pada Implementasi Kurikulum Merdeka Muhammad Abdul Lathif; Nadi Suprapto
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v1i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persiapan guru dalam merencanakan kegiatan P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang akan diberikan kepada peserta didik. Metode yang digunakan adalah library research dengan menggunakan data sekunder dari penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan sekolah dalam mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan P5 meliputi pembentukan tim kerja, pemilihan tema yang sesuai, dan pelatihan untuk meningkatkan kreativitas guru. Penelitian ini penting karena mewakili upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka dan konsep Merdeka Belajar yang berpusat pada peserta didik. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya peran guru sebagai perancang pembelajaran dalam menentukan kegiatan P5 yang tepat untuk mencapai tujuan Profil Pelajar Pancasila. Dalam rangka mencapai visi mencerdaskan kehidupan bangsa, lembaga pendidikan perlu memperhatikan persiapan yang matang dan peningkatan keterampilan guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan P5 yang bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya implementasi Kurikulum Merdeka dan integrasi keenam Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya persiapan yang matang dalam merencanakan kegiatan P5 agar dapat membentuk Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Penelitian ini juga memberikan panduan bagi lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran dan mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka.
Dimensi Aksiologis Pendidikan Islam Nor Holis
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v1i2.170

Abstract

Pendidikan Islam saat ini mengalami krisis nilai (aksiologi), baik meliputi benar dan salah atau baik dan buruk tentang cara atau proses dan tujuan dari pendidikan islam itu sendiri. Maka dari itu sangat penting sekali penanaman nilai (aksiologi) dalam proses pendidikan islam agar cara atau proses dan tujuan dari pendidikan berorientasi pada nilai-nilai keislaman yang bersumber dari al-Quran dan al-Hadis. Artikel ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan jenis pendekatan library research. Karena jenis pendekatan library research sendiri adalah kegiatan yang mendeskripsikan tentang permasalahan yang dikaji. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dalam proses dan tujuan pendidikan Islam orientasinya pada penanaman nilai sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah, tidak benar jika di dalam pendidikan Islam tujuan orientasinya hanya duniawi yang tidak mempunyai nilai di dalamnya. Kata kunci: aksiologi (nilai), pendidikan, Islam.
Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SD Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Pembelajaran IPA Sasmita, Febriarsita Eka; Kusuma, Rendra Sakbana; Sunanto
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v1i2.173

Abstract

Sangat penting bagi siswa sekolah dasar untuk mempelajari kemampuan berpikir kritis, yang merupakan salah satu kemampuan tingkat tinggi yang perlu dilatih. Mencari cara untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran kelas masih jarang dan sulit bagi guru. Hal ini menyulitkan siswa untuk membangun keterampilan berpikir kritis.Model pembelajaran inkuiri merupakan salah satu model yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Model ini menumbuhkan kemampuan tingkat tinggi dengan memberikan pembelajaran dengan mencari tahu sebagai langkah utama yang dapat membuat siswa memecahkan masalah pada topik tertentu serta pengaturan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimental. Sesuai dengan hasil tes kemampuan berpikir kritis yang siswa dapatkan sendiri sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing, terdapat sebanyak 16 siswa kategori sedang dan persentase 42%, serta terdapat 22 siswa kategori tinggi dan persentase 58%. Menurut temuan ini, dapat dikatakan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing benar-benar membantu dalam pertumbuhan siswa dengan memungkinkan mereka untuk menerapkan dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka.
Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Positif Melalui Kegiatan Home Visit Di KB/TK Anak Sholeh Kloposepuluh Sukodono-Sidoarjo Asnal Mala; Deviana Putri Ari Sandy
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 1 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v1i2.175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk Internalisasi nilai-nilai karakter Anak Usia Di KB/TB Anak Sholeh Klopohsepuluh Sukodono-Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada anak usia dini berusia 5 dan 6 tahun pada kelas TK A dan B. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan internalisasi dapat meningkatkan pemahaman anak usia dini terkait dengan materi mencuci tangan dan membaca doa sebelum beraktivitas. Hasil Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan upaya penanaman akhlak mulia pada anak, baik perilaku kebiasaan sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah seperti membiasakan berdoa sebelum makan dan selesai makan, membaca basmallah dalam melakukan aktivitas, pembiasaan beribadah, perilaku yang baik kepada orangtua, teman dan, perilaku berinteraksi lingkungan sekitar, dan perilaku terpuji yang bermanfaat untuk kesuksesan hidupnya. Pendidikan karakter dilaksanakan pada setiap lingkungan di mana anak berada. Lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama yang ditemukan anak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan sikap-sikap yang baik pada anak. Orang tua tidak semestinya menyerahkan pendidikan karakter anak kepada guru. Orang tua dan guru adalah model yang akan ditiru dan diteladani oleh anak, baik ucapan maupun perbuatannya. Penanaman karakter pada anak dapat dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, keteladanan, dan penguatan. Kata Kunci: Internalisasi karakter positif, Anak usia dini, Home visit
Harmonizing Language Acquisition: Exploring the Link between English Song Listening Frequency and Vocabulary Proficiency Abdul Gani, Hastini; Michael Belo; Darmawan
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i1.187

Abstract

Students need to have a wide range of vocabulary to communicate effectively. However, many students face vocabulary-related problems such as a lack of vocabulary and difficulty in identifying word meanings. One of method that can help improve students' vocabulary is to listen to English songs repeatedly and acquire vocabulary through the lyrics of the songs. This study was conducted at SMAN 6 Sigi with a sample size of 90 students. This research is quantitative research with correlational method. The researchers collected data using interview and test. The Pearson Product Moment result of both data analysis instruments is 0.011. The category is neligible. This indicates that there is no relationship between both variables. There are several factors identified as the cause of no correlation; first, the context of the vocabulary measurement instrument is not relevant to the frequency listening instrument. Second is the low motivation of students to learn English through songs, as only about 29% of students have motivation to learn English through songs. Third, the listener's experience with English and the frequency of listening to English songs. Fourth is the student's time preference when listening to English songs. And the last factor is the music preferences of each student. Keywords: Correlation; Listening to English Song; Vocabulary
Deiksis Dalam Film 'Mulan': Analisis Pragmatik Nur Wahyuni; Indah Afrianti; Mulya Yusnarti; Lila; Nurlaila
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan deiksis dalam film 'Mulan' dengan pendekatan pragmatik. Deiksis adalah fenomena linguistik di mana makna suatu ungkapan bergantung pada konteks komunikatifnya. Dalam konteks film, deiksis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman karakter, hubungan interpersonal, dan dinamika cerita. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis pragmatik, dengan fokus pada pengidentifikasian tipe deiksis yang muncul dalam dialog, visual, dan penggunaan ruang dalam adegan tertentu. Penelitian ini juga melibatkan analisis wacana untuk mengeksplorasi bagaimana deiksis berkontribusi pada konstruksi makna dan hubungan antar karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis dalam film 'Mulan' digunakan secara cermat untuk memperkuat dimensi karakter, menciptakan keintiman antar karakter, dan membangun ketegangan dramatis. Selain itu, terdapat perbedaan dalam penggunaan deiksis antara adegan yang melibatkan interaksi interpersonal dan adegan pertempuran, mencerminkan peran deiksis dalam membentuk dinamika naratif. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang peran deiksis dalam film sebagai alat penting dalam menyampaikan makna dan merancang pengalaman penonton. Implikasi praktis penelitian ini mencakup pemahaman yang lebih baik tentang cara pembuat film menggunakan deiksis untuk mencapai efek tertentu dan potensi pengembangan metode analisis pragmatik dalam konteks filmologi.
Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS di SMPN 3 Woja sulaiman; Jama’ah; Baiq Senyah; Inul Justita
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i1.227

Abstract

Pendidikan harus dilaksanakan secara optimal sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan bangsa. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Tapi kenyataan menunjukkan bahwa pembelajaran IPS belum meningkatkan prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. Dalam pembelajaran IPS, guru masih menggunakan metode ceramah/konvensional, pada saat proses pembelajaran. Guru masih kurang kreatif dan inovatif untuk mengembangkan teknik pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar tes dan lembar observasi sedangkan teknik pengumpulan datanya yaitu teknik tes dan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan skor rata-rata aktivitas siswa siklus I adalah 8,5 dengan kategori “cukup aktif” dan pada siklus II meningkat menjadi 13 dengan kategori “aktif”. Skor rata-rata aktivitas guru siklus I yaitu 10,5 dengan kategori “baik” dan pada siklus II meningkaat menjadi yaitu 15 dengan kategori “sangar baik”. Ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 62% dan pada siklus II meningkat menjadi 90%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pembelajaran Media Audio Visual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII-A di SMPN 3 Woja.
Pengaruh Metode Latihan Circuit Training Terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai Pada Siswa Ekstrakurikuler Volley Ball Susila, Linda; Munandar, Rizki Aris; Suhendra, Fabian
JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jupe2.v2i1.228

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan circuit training terhadap peningkatan power otot tungkai pada siswa Ekstrakuriker voleey ball. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan memakai metode penelitian One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler yang berada di SMA Negeri 2 Manggelewa yang berjumlah 15 orang siswa. Instrument untuk mengukur kekuatan power otot tungkai adalah tes vertical jump. Data di peroleh melalui pretest dan postest. Dari hasil teknik analisis data menggunakan uji-t. Dari hasil penelitian pengaruh metode latihan circuit training terhadap peningkatan power otot tungkai pada siswa Ekstrakuriker volley ball., di peroleh t-hitung sebesar 18,812 dan t-tabel sebesar 1,76131 dan p < dari 0,05. Hasil tersebut diartikan bahwa hipotesis dinyatakan diterima, sehingga hipotesis yang diajukan menyatakan bahwa Metode Latihan Circuit Training sangat tepat untuk peningkatan Power Otot tungkai khususnya dalam permainan volley ball.