cover
Contact Name
susanto
Contact Email
susanto@stiab-jinarakkhita.ac.id
Phone
+6281311253505
Journal Mail Official
jgsb@stiab-jinarakkhita.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Suban No. 86, Pidada, Kec. Panjang, Kota Bandar Lampung, Lampung 35241
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kajian & Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (JGSB)
ISSN : -     EISSN : 30311985     DOI : 10.60046/jgsb
Kajian & Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (JGSB) adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan artikel-artikel tinjauan sejawat berkualitas tinggi seputar gagasan dan pemikiran ilmiah mengenai gerakan semangat Buddhayana, Agama Buddha humanis, kajian keagamaan Buddha, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat dengan implementasi praktik dan pandangan agama buddha dalam terminologi agama buddha terapan. Jurnal ini mengambil pendekatan yang obyektif dan konstruktif dalam tinjauan sejawat, memastikan setiap naskah dievaluasi dengan baik berdasarkan manfaat ilmiah dan integritas penelitiannya. Jurnal ini membahas artikel penelitian dan tinjauan literatur di bidang keagamaan Buddha; kitab-kitab agama Buddha; wawasan Buddhayana, agama Buddha humanis, Sastra Buddha, Khotbah Agama Buddha (Sutta Pitaka), Aturan dan Displin dalam Agama Buddha (Vinaya Pitaka), kitab komentri Agama Buddha (Abhidhamma Pitaka), kajian mazhab-mazhab Agama Buddha, dan filsafat dan seni keagamaan Buddha; sejarah agama Buddha, warisan agama Buddha nusantara; perkembangan dan pengembangan Agama Buddha Indonesia; arahan dan ajaran dari sosok dan peran Mendiang Mahabiksu Ashin Jinarakkhita dalam gerakan semangat Buddhayana; etika Buddha; dan semua jenis ilmu keagamaan Buddha baik yang bersifat orthodoks dan kontemporer.
Articles 25 Documents
Does Buddhism Accept the Third Sex Party? The Buddhist Notion on Different Sexual Orientations Vijitha, Moragaswewe
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 2 No 2 (2024): JGSB April-Oktober 2024
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v2i2.122

Abstract

This research explores Buddhism's perspective on the third gender, intersecting religious cultural, and sexological studies. In many religions, sexual intercourse outside heterosexual norms is often viewed as sinful, especially within celibate contexts. Buddhism offers a unique view, seeing kāma taṇhā (sensual desire) as a barrier to overcoming Samsāric existence. True liberation in Buddhism transcends gender, aiming for freedom from psychological afflictions (greed, hatred, delusion). Buddhistic ethics accommodate sexual diversity, including LGBTIQA individuals, advocating non-discriminatory practice. This research, based on textual studies of primary Buddhist teachings and secondary scholarly texts, focuses on early discourses and gender-based myths in the Theravāda tradition. The study seeks to highlight Buddhism's rational humanist aspects to support LGBT social liberation. Findings show Buddhism respects and recognizes human sexual orientation's natural diversity. Historical Buddhist texts document various sexual behaviors—heterosexuality, homosexuality, and intersexuality—as natural phenomena, not marginalization conditions. Additionally, Buddhism promotes an inclusive society free from gender discrimination, emphasizing equality and advocating for compassionate, non-dogmatic human rights approaches. Buddhist teachings highlight that moral and spiritual progress is gender-independent, aligning with modern humanistic values. Conclusively, Buddhism embraces freedom, diversity, and equality, supporting LGBT rights and dignity, and advocating for a society beyond inequality and discrimination.
Mengelola Kekayaan dan Mewujudkan Keseimbangan Batin melalui Sigālovāda dan Karanīyametta Sutta dharma, indra; Viola, Viola; Gautami, Mega Afrilia; Ardianto, Hendri; Mudjiarto, Hari
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 2 No 2 (2024): JGSB April-Oktober 2024
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v2i2.123

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya pengelolaan kekayaan yang bijaksana dan pencapaian keseimbangan batin dalam kehidupan manusia di era modern. Dengan meningkatnya pola pikir materialistik, banyak individu mengalami masalah psikologis akibat tekanan finansial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengadopsi pendekatan kajian pustaka dengan mengumpulkan informasi primer dan sekunder dari berbagai sumber seperti buku, artikel, dan internet. Dalam konteks ajaran Buddha, Sigālovāda Sutta dan Karanīyametta Sutta memberikan panduan praktis untuk mengelola harta dan membangun cinta kasih sebagai fondasi kesejahteraan emosional. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, individu dapat menemukan keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual, menghasilkan kehidupan yang lebih bermakna dan damai.
Relief Borobudur: Catatan Visual Perjalanan Spiritual Laurent, Lieke; Riyanti, Fitri; Kassapa, Kassapa; Lestari, Sarah Ayu; Widiyanto, Widiyanto
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 2 No 2 (2024): JGSB April-Oktober 2024
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v2i2.125

Abstract

Borobudur Temple, Relief Borobudur is a Buddhist temple in Central Java, Indonesia, recognized as one of the most important world heritage sites. The temple is famous for its magnificent architecture and richly meaningful reliefs. Borobudur is not only a place of worship, but also a spiritual symbol of Buddhism and the path to enlightenment. The temple structure consists of ten levels, reflecting the three realms of Buddhism: Kamadhatu (the realm of lust), Rupadhatu (the realm of form), and ARupadhatu (the realm of formlessness). The reliefs on the temples reflect Buddhism and the life of the people in the past, including hunting stories and traditional arts. The Karmawibhanga, Jataka-Awadana, and Gandawyuha reliefs tell about moral teachings and the law of karma, which emphasizes the principle of cause and effect in human life. The temple acts as a means of information about the past, presenting a picture of social and cultural life. After being rediscovered by Sir Thomas Stamford Raffles in the 19th century, Borobudur has undergone repeated restoration to ensure its preservation. In 1991, UNESCO designated the place as a World Heritage Site. Apart from being an extraordinary work of art, Borobudur also teaches about morality, concentration, and wisdom, making it a spiritual place that blends art and philosophy.Borobudur, Kamadhatu, Rupadhatu, ARupadhatu.
Implementasi Nilai-Nilai Buddhis dalam Pengembangan Kompetensi 4c Di Era Digital Sutiyono; Saddhadika, Adhi Khumara; Ayu, Sukma; Pramono, Eko; Julianti, Mega
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 2 No 2 (2024): JGSB April-Oktober 2024
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v2i2.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi nilai-nilai Buddhis dalam mengembangkan kompetensi 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration) di era digital. Dalam dunia yang semakin terhubung, kompetensi 4C menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki individu agar dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan sosial. Nilai-nilai Buddhis, seperti yoniso manasikara (berpikir bijaksana), anatta (non-ego), samma vaca (komunikasi bijaksana), serta konsep sangha (komunitas kolaboratif), memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengembangan keterampilan ini. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini mengkaji bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diintegrasikan dalam konteks digital untuk membentuk individu yang lebih kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Buddhis dapat menjadi landasan etis dan strategis untuk meningkatkan kompetensi 4C, dengan menekankan pengembangan diri yang berkesadaran penuh, empati, dan tanggung jawab sosial dalam interaksi digital.
Pengaruh Penerapan Sigalovada Sutta Terhadap Kebahagiaan dan Keharmonisan Keluarga Melalui Tujuan Hidup Perumah Tangga Sebagai Mediasi ayu, sukma; Gusnadi, Gunawan; Anjani, Dia; Sutawan, Komang; Pramono, Eko
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 2 No 2 (2024): JGSB April-Oktober 2024
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v2i2.128

Abstract

Sigalovada Sutta sebagai ajaran etis dalam agama Buddha menawarkan panduan penting bagi perumah tangga dalam mencapai keseimbangan kebahagiaan duniawi dan spiritual di tengah tantangan modern, seperti perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang memengaruhi keharmonisan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ajaran Sigalovada Sutta dalam menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan keluarga, khususnya dalam menghadapi berbagai perubahan sosial di era digital. Menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat Smart PLS, data diperoleh dari 30 responden umat Buddha di Lampung melalui kuesioner yang menilai pemahaman dan penerapan ajaran Sigalovada Sutta dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sigalovada Sutta berkontribusi signifikan terhadap kebahagiaan perumah tangga dan membentuk tujuan hidup yang selaras dengan nilai moral Buddhis, meskipun tidak berdampak langsung pada keharmonisan yang lebih dipengaruhi oleh komunikasi dan manajemen konflik. Selain itu, terdapat efek tidak langsung di mana tujuan hidup yang sejalan dengan ajaran Sigalovada Sutta meningkatkan keharmonisan keluarga. Temuan ini menyoroti pentingnya penerapan ajaran Sigalovada Sutta secara realistis untuk menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan keluarga yang seimbang di era modern.
Inklusivisme dalam Kotbah Buddha dan Implikasinya bagi Masyarakat Modern Yatmiati, Yatmiati; Tupari, Tupari
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 3 No 1 (2025): JGSB Oktober-April 2025
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v3i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep inklusivisme dalam ajaran Buddha dan implikasinya bagi masyarakat modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Tinjauan literatur dilakukan untuk mengumpulkan, meninjau, dan menganalisis literatur yang relevan  tentang inklusivisme dalam kotbah-kotbah Buddha serta implikasinya dalam konteks sosial masyarakat modern. Penelitian ini menginvestigasi konsep inklusivisme dalam ajaran Buddha serta implikasinya bagi masyarakat modern. Melalui analisis terhadap beberapa sutta yang menjadi bagian integral dari ajaran Buddha, penelitian ini menyoroti nilai-nilai inklusivisme, solidaritas, dan kepedulian terhadap orang lain yang ditekankan dalam ajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Buddha secara konsisten menekankan pentingnya menerima, menghargai, dan mencintai semua makhluk tanpa terkecuali, serta mempraktikkan kerja keras untuk kepentingan banyak orang.
Transformasi Filsafat Buddha dalam Seni Keagamaan Kontemporer: Inovasi, Makna, dan Ekspresi Kreatif Sutiyono, Sutiyono; Pramono, Eko; Selawati, Indria; Lia, Lia; Damo, Saca
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 3 No 1 (2025): JGSB Oktober-April 2025
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v3i1.145

Abstract

Transformasi filsafat Buddha dalam seni keagamaan kontemporer mencerminkan upaya untuk menjaga relevansi ajaran spiritual tradisional di tengah dinamika sosial dan budaya yang terus berubah. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai inti filsafat Buddha, seperti anicca (ketidakpermanenan), dukkha (penderitaan), dan anatta (tanpa-diri), direinterpretasi dan diadaptasi dalam seni modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengkaji berbagai karya seni dan sumber akademik untuk memahami bagaimana seniman Buddhis mengintegrasikan teknologi digital, mixed media, dan inovasi kreatif lainnya dalam menciptakan karya seni yang dinamis dan interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana seni keagamaan Buddha dapat tetap mempertahankan esensi spiritualnya sambil merespons tantangan-tantangan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni Buddhis kontemporer tidak hanya mempertahankan makna spiritual yang mendalam, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk inovasi artistik yang mampu menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dengan demikian, seni keagamaan Buddha menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan ajaran-ajaran Buddha dalam konteks yang lebih luas dan relevan bagi audiens modern.
The Future Buddhist Education Development in Indonesia: Reconstruction of Buddhism Views and Advocating for the Buddhayāna Spirit Movement to Integrate into Indonesian Buddhist Education Nyanabhadra, Phap Tu; Sutawan, Komang; Susanto, Susanto; Tang, Troi Bao
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 3 No 1 (2025): JGSB Oktober-April 2025
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v3i1.157

Abstract

Buddhist education in Indonesia faces significant challenges and opportunities in future developments, especially in integrating spiritual values with the demands of modern times. This review and study analyzed the dynamics of the development of Buddhist education by reconstructing the Buddhist community's view of religious education and the advocacy efforts of the Buddhayāna spirit movement. This approach emphasizes building a collective consciousness oriented towards universal human wisdom and values. The reconstruction of the Buddhist community's view includes the transformation of the traditional paradigm towards a more inclusive, relevant, and adaptive approach to the needs of the millennial generation and the digital generation. In addition, the Buddhayāna spirit movement was introduced as an integrative strategy to bridge traditional Buddhism with modern education in both formal and informal realms. This movement emphasizes the importance of curriculum reform, the development of technology-based learning methods, and the strengthening of Buddhist ethical values in creating a generation that is not only intellectually intelligent but also wise and with integrity. The results of the analysis show that collaboration between religious stakeholders, government, and society is the key to the success of Buddhist education in the future. Applying the Buddhayāna spirit is expected to strengthen the position of Buddhist education in supporting inclusive and harmonious nation-building. Therefore, this research provides a strategic and practical perspective to advance Buddhist education in Indonesia through an innovative, integrative, and relevant approach to the existing socio-cultural context.
Pelopor Kesetaraan Gender Dalam Buddhisme: Maha Prajapati Gotami Fingky Angelina; Arauf, Muta Ali
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 3 No 1 (2025): JGSB Oktober-April 2025
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v3i1.205

Abstract

Penelitian ini membahas peran Maha Prajapati Gotami sebagai pelopor kesetaraan gender dalam agama Buddha. Sebagai ibu angkat dari Siddhartha Gautama (Sang Buddha), Maha Prajapati Gotami merupakan perempuan pertama yang ditahbiskan sebagai Bhikkhuni. Penelitian ini menggunakan metode historis untuk menelusuri peran dan kontribusinya dalam pembentukan komunitas Bhikkhuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Maha Prajapati Gotami berhasil memperoleh persetujuan Sang Buddha untuk mendirikan Bhikkhuni Sangha, keberadaan aturan Garudhamma menunjukkan adanya ketimpangan kedudukan antara Bhikkhuni dan Bhikkhu. Meskipun demikian, pendirian Bhikkhuni Sangha menjadi tonggak penting dalam sejarah kesetaraan gender dalam agama Buddha. Kajian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang peran perempuan dalam sejarah awal agama Buddha serta relevansinya dalam wacana kesetaraan gender di masa kini.
Defense Of Digital Business Morals and Ethics Based On Chess Paramitha Arta, I Putu Sugih
Kajian dan Reviu Jinarakkhita: Jurnal Gerakan Semangat Buddhayana (Jinarakkhita Review & Studies: Journal of Buddhayana Spirit Movement) Vol 3 No 1 (2025): JGSB Oktober-April 2025
Publisher : LPPM STIAB JINARAKKHITA LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60046/jgsb.v3i1.207

Abstract

The demographic bonus that will occur in the future is certain to be filled by the Gen-Z population who are very familiar with the digital world as a guide in their activities. Life really depends on the role of digital business. The business world will note new entrants who survive and disappear in a relatively quick time. Likewise, the business profession will enter areas without the scientific discipline they are engaged in, thus potentially causing conflict. To achieve ideal business goals, one must pay attention to the correct ideological superstructure (Sandeson, 2003:60) in accordance with moral teachings in religious life. Hinduism and Buddhism recognize the term Catur Paramitha, namely metta (Buddhist) or maîtri (Hindu), Karuna, Upeksa and Muditha. If the teachings of Catur Paramitha are digitized from an early age, they will help lay the foundation for religious values applied to business activities. The process of maintaining morals cannot be done instantly,because it takes a long time to go through the phases of an individual human life. The digital world, which is an alternative teacher for the Gen-Z age population, must of course have started the change by introducing the teachings of Catur Pramitha from an early age in the form of animated film visualizations up to adulthood with adult films containing the teachings of Catur Paramitha. It is hoped that the implications of this teaching will provide a strong ethical foundation inbusiness, a business person understands the elements of business by applying the values of friendship (maîtri/metta), love (karuna), sympathy (muditha) and tolerance (upeksha).

Page 2 of 3 | Total Record : 25