cover
Contact Name
Imam Ahmad Amin
Contact Email
jeltadib@umb.ac.id
Phone
+628117315600
Journal Mail Official
jeltadib@umb.ac.id
Editorial Address
Jl. Adam Malik Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27755533     DOI : https://doi.org/10.36085/eltadib
Core Subject : Religion, Education,
El-Tadib adalah Jurnal Ilmiah Nasional Terbitan berkala di bidang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Pondok Pesantren, Sosiologi Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan Islami, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan yang terbit secara berkala setiap tahunnya pada bulan April dan Oktober oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Artikel yang dimuat pada Jurnal EL-TADIB: Journal of Islamic Education di publikasikan dalam bentuk elektronik atau e-journal dalam rangka menyebarluaskan ilmu pengetahuan tentang Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Madrasah, Pendidikan Pondok Pesantren, Sosiologi Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan Islami, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan dalam lingkup nasional maupun internasional.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
INTENSITAS MEDIA SOSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR AGAMA ISLAM SISWA SEKOLAH MENEGAH PERTAMA KOTA BENGKULU Alimni Alimni; Alfauzan Amin; Meri Lestari
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.2037

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh media sosial khusunya facebook terhadap prestasi belajar PAI siswa serta mengetahui kualitas belajar siswa setelah menggunakan media sosial facebook. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adkuantitatif. Observasi, angket, serta dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 219 orang. Dari keseluruhan populasi diambil 16% (53 orang) sebagai sampel dengan menggunakan teknik sampling purpose (pertimbangan tertentu). Teknik analis data menggunakan regresi sederhana, validitas dan realibilitas diketahui melalui formula product moment dan alpa cronbach.Berdasarkan uji formula tersebut diperoleh hasil bahwa media sosial berpengaruh terhadap hasil belajar Agama Islam siswa, hal tersebut dibuktikan dengan melihat hasil regresi sederhana adalah t = -4,106  p = 0,000 untuk dikatakan signifikan apabila t hitung > t tabel atau p < α (0,05). T tabel diperoleh dari tabel t dengan ketentuan df = N-1 (df=52) pada taraf signifikansi 0,05. Oleh karena penggunaan media sosial memiliki t hitung > t tabel dan nilai p < α (0,05), maka dapat dikatan bahwa media sosial berpengaruh terhadap hasil belajar Agama Islam Siswa. Nilai negatif pada nilai t menunjukkan arah berlawanan antara penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar Agama Islam Siswa. Arah yang berlawanan artinya semakin tinggi penggunaan media sosial maka  akan semakin rendah pula hasil belajar Agama Islam (PAI) yang dimiliki siswa, begitu juga sebalikanya semakin rendah penggunaan media sosial maka prestasi belajar PAI yang dimiliki siswa akan semakin tinggi.Kata kunci: Penggunaan Media Sosial, Pengaruh, Prestasi Belajar, Agama Islam, Siswa
TELAAH HISTORIS DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN PESANTREN MODERN DI INDONESIA Firmansyah Firmansyah
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v2i1.2038

Abstract

Penelitian ini membahas definisi dan karakteristik pesantren modern, sejarah awal perkembangan pesantren di Indonesia, serta  perkebangan pesantren modern di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian riset kepustakaan (library research), dengan sumber primer penelitian berasal dari buku-buku dengan tema pesantren modern, adapun untuk memperkaya informasi penelitian digunakan sumber data sekunder yang berasal dari berbagai buku dan artikel jurnal yang relevan dengan penelitian ini. Selanjutnya, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan analisis induktif. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Terminologi pesantren modern merujuk pada makna pesantren yang memadukan sistem pendidikan modern dengan sistem pendidikan salafiyah (klasik). Istilah pesantren modern, pertama kali diperkenalkan oleh Pondok Modern Darussalam (yang lebih populer dengan sebutan Pondok Modern Gontor). Istilah Modern yang disematkan kepada Gontor adalah pemberian masyarakat pada umumnya, baik dari golongan Islam, maupun di luarnya. Dalam perkembangan selanjutnya, pesantren pada umumnya, pesantren modern pada khususnya diharapkan dapat menjawab tantangan zaman dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata Kunci      : pesantren, pesantren modern, perkembangan.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAM ISLAM MELALUI PENDEKATAN INTERDISIPLINER DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Surohim Surohim
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.3105

Abstract

The industrial era 4.0 demands that educational institutions must be able to transform into all-digital institutions, as the assumption does not rule out the possibility that with the rapid progress of science and technology there will be global changes and will affect the values, attitudes or behavior of students' lives and modern society, it could be These values, attitudes and behaviors are in line with the teachings of Islam and support the success of development. On the other hand, it could be contrary to the teachings of Islam and even do not support the success of development, such as weak religious beliefs, individualistic, materialistic, hedonistic attitudes. criticisms of the weaknesses of the implementation of Islamic religious education in schools, such as (1) in the field of theology, there is a tendency towards fatalistic understanding. (2) The field of worship is only taught as a routine religious activity and is not emphasized as a process of personality formation, (3) the field of morals is oriented towards politeness and has not been understood as a whole religious human person, (4) the field of fiqh tends to be taught as a boundary of governance. rules that will not change over time, and do not understand the dynamics and spirit of Islamic law, (5) Islam tends to be taught as a dogma and does not develop rationality and love for science and technology advances, (6) the orientation of studying the Qur'an still tends to on the ability to read texts, has not led to understanding meaning and extracting meaning. There needs to be positive and reactive innovation towards the Islamic religious education learning system so that it becomes more effective, namely through an interdisciplinary approach. This interdisciplinary approach in Islamic religious education is able to bring a new atmosphere for students to keep trying to learn so that noble ideals are achieved. Islamic religious education with an interdisciplinary approach has been able to change the form and way of learning Islamic religious education from classical learning to modern learning.Keywords: Islamic Education Learning, Interdisciplinary Approach, Learning Effectiveness
DUALISME DAN DIKOTOMI PENDIDIKAN DI INDONESIA (Tinjauan Historis dan Telaah Kebijakan Pemerintah) Lety Febriana; Desi Firmasari
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.3148

Abstract

The dichotomy of education is the separation of the education system between Islamic religious education and general education which separates religious awareness and science or general knowledge. the dichotomization of the curriculum, namely the general curriculum and the religious curriculum. As a result, there is also a dichotomization of graduation between the two institutions. Worse yet, in terms of expertise, the dichotomization seems to have created an Islamic label and a non-Islamic label for graduation. In addition, because madrasa graduates often receive discriminatory treatment because they are considered to have general abilities that are not equivalent to public schools. Law Number 2 of 1989 concerning the National Education System, Government Regulations Number 28 and 29 of 1990 concerning Primary and Secondary Education, and the enactment of the 1994 Curriculum, where madrasas changed their status to schools with Islamic characteristics. The Indonesian national education system was initially recognized as a form of system formed from a dualistic education system between general education and religious education (Islam). Dualism itself was originally a product of Dutch colonialism, but to some extent it is also a reflection of the struggle of two political bases, Islam and Nationalism. This form of dualism and education dichotomy can be seen from government policies, both from policies in the national education law, government regulations. Thus the struggle between the national education system and the Islamic education system continues, through a long process of the birth of Law no. 2 of 1989 concerning the National Education System, which is expected to be able to lay strong foundations that can be used as benchmarks to bring the various poles of dualistic and dichotomous education closer together in Indonesia. However, this fact cannot eliminate the paradigm of dualism and management dichotomy that has so far surrounded national education. The Ministry of Religion as the authority for managing religious education is dealing with the Ministry of Education and Culture as the manager of general education so that the issue of curriculum dichotomization arises, discrimination of graduates, unbalanced monetary policies and others. Keywords: Educational Dualism, Educational Dichotomy
PRESTASI BELAJAR SISWA HAFIDZUL QUR’AN DI KELAS VIII SMP IHYA’UL QUR’AN BENGKULU TENGAH Imam Ahmad Amin; Muslikh Suyuthie; Lety Febriana; Erina Erina
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2021): september
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v1i2.3149

Abstract

Learning achievement is the teacher's assessment of the learning process and learning outcomes by producing change. These changes include knowledge, understanding, attitudes, applications, and abilities which include cognitive, affective, and psychomotor aspects of students. A student in a religious school, including a boarding school is not only being required to master general knowledge but also knowledge about religion. The purpose of this research was to determine The Students’ Achievement of Hafidzul Qur'an in Class VIII SMP Ihya'ul Qur'an Central Bengkulu. This research used a descriptive qualitative method. The results of the research show that students in class VIII SMP Ihya'ul Qur'an Central Bengkulu have learning achievement that can be seen from students' learning outcomes in the form of report card assessments. The students are not only smart in terms of memorizing Al- Qur'an but also achievement in class. The inhibiting factors for memorizing Al-Qur'an are laziness, different backgrounds of students, little time, and often easily forget. Meanwhile, the supporting factors for memorizing Al-Qur'an are the supporting from family, motivating from Ustadzah, supporting from Ustad / ustadzah, and rewards from school. Keywords: Learning Achievement, Hafidzul Qur'an.
SENI MENDIDIK KARAKTER ANAK DALAM KELUARGA Hendriyenti
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v2i1.3512

Abstract

Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama yang bertanggung jawab untuk mendidik setiap anak sebelum mereka memasuki pendidikan sekolah. Pendidikan keluarga merupakan unit fundamental yang bertanggung jawab dan harus melayani kebutuhan fisik dan fsikis anak selama mereka dalam pertumbuhan menuju kedewasaan. Orang tua dituntut dapat benar-benar berfungsi sebagai pendidik. Karena salah satu faktor dominan yang mempengaruhi pola perilaku dan karakter anak dalam proses pendidikannya adalah lingkungan keluarga. Karakter yang ditumbuhkan adalah faktor yang amat penting dalam kepribadian anak, karena banyak mempengaruhi prestasi dalam berbagai bidang. Ilmu pengetahuan dan kemampuan teknik adalah penting untuk mencapai keberhasilan, tetapi tidak akan mampu mencapai hasil maksimal kalau tidak disertai karakter. Kata kunci: Pendidikan karakter, dan peran keluarga
Pembelajaran Al Quran Hadist Secara Daring Di Masa Covid 19 Pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 01 Nanti Agung, Kepahiang Dedy Novriadi; Syubli; Bram Kumbara
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v2i1.3513

Abstract

Pembelajaran Al Quran Hadist secara daring merupakan salah satu pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan internet di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 01 Nanti Agung.Tujuan Penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetaui Untuk mengetahui kendala pembelajaran Al Quran Hadist secara Daring pada masa Pandemi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 01 Nanti Agung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi.Sumber data dari penelitian ini adalah guru Al Quran Hadist dan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 01 Nanti Agung. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran Al Quran Hadist secara daring selama Pandemi Covid 19 di Madrasah Ibtidiyah Negeri 01 Nanti Agung dilakukan belum maksimal, dikarenakan pembelajaran secara daring oleh guru Al Quran Hadist menggunakan aplikasi WhatsApp dengan cara memberikan materi dan tugas belajar tidak bisa diberikan kepada semua siswa, disebabkan tidak semua siswa memiliki handphone berbasis android dan keterbatasan kuota internet. Disiplin siswa dalam belajat masih sangat rendah dan melaporkan hasil tugas sering tidak sesuai waktu yang telah ditentukan oleh guru. Tidak semua materi pembelajaran Al Quran Hadist bisa dilaksanakan dikarenakan kendala waktu dan perangkat pembelajaran yang terbatas.Kendala Pembelajaran Al Quran Hadist secara daring selama Pandemi Covid 19 di Madrasah Ibtidiyah Negeri 01 Nanti Agung, guru dalam penerapan metode daring pembelajaran Al Quran Hadist masih terkendala jaringan singgal yang jelek di setiap wilayah tempat tinggal siswa tidak sama kualitas jaringan singgalnya dan orang tua siswa terkendala dalam kemampuan finansial untuk membeli handphone android. Kata Kunci: Pembelajaran Al Quran Hadits, Daring, Pandemi
Meningkatkan Konsentrasi Siswa pada Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Berdasarkan Pandangan Islam Vida Mahdalena Humaedi; Sonya Iklima Maulida; Dita Amalia; Muhammad Thariq Aziz
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v2i1.3514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan konsentrasi siswa berkebutuhan khusus dalam praktif pendidikan inklusi disekolah dasar serta bagaimana pandangan Islam terhadap pendidikan inklusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian meningkatkan konsentrasi siswa pada pendidikan inklusi di sekolah dasar berdasarkan perspektif islam menunjukkan bahwa tidak hanya satu macam siswa yang berkebutuhan khusus didalam sebuah sekolah, tetapi terdapat beberapa macam salah satunya autis. Adapun konsep bahan ajar untuk meningkatkan kosentrasi siswa pada pendidikan inklusi, yakni: (1) menyusun strategi pembelajaran yang tepat untuk siswa berkebutuhan khusus dengan mencari berbagai referensi yang aktual (2) menganalisis serta menggunakan Teori belajar dan Indikator konsentrasi belajar (3) guru belum bisa mengembangkan strategi pembelajaran untuk meningkatkan konsentrasi siswa berkebutuhan khusus (4) guru membutuhkan bahan ajar yang lengkap untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar dengan siswa berkebutuhan khusus. Kata kunci: Konsentrasi, pendidikan inklusi, sekolah dasar, pandangan islam.
Penerapan Pembelajaran Student Centered Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Shalat Siswa Kelas VII di SMP Negeri 4 Rejang Lebong Tahun 2021 Sasra Yulina
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v2i1.3694

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, di awali dengan evaluasi diagnostik untuk menentukan kemampuan awal peserta didik. Pendidikan Agama Islam bukan hanya sebatas pengetahuan semata, melainkan yang paling utama realisasi dalam kehidupan sehari-hari. Perintah untuk mendirikan ibadah shalat adalah hal yang pokok untuk itu, Pendidikan Agama Islam harus memberikan bekal terhadap peserta didik agatr memiliki kemampuan shalat. Ibadah yang sesuai dengan aturan syari’at Islam. Hasil evaluasi diagnostik yang lakukan di awal semester 1 bulan Juli mingggu ke tiga tahun 2021. Dari 32 peserta didik dalam satu kelas diuji kemampuan shalat sebanyak 22 orang sisiwa (62,5%) tidak mampu melakukan shalat dengan benar. Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam melaksanakan ibadah shalat sesuai dengan kaifiatnya, maka guru Pendidikan Agama Islam perlu melakukan pendekatan yang sesuai dalam pembelajaran. Pendekatan yang dilakukan adalah Student Centered Learning (SCL) pada siswa kelas VII tahun 2021 di SMP Negeri 4 Rejang Lebong. Peserta didik menjadi pelaku utama dalam pembelajaran sedangkan guru hanya mengarahkan dan membimbing jalannya pembelajaran. Batasan permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Penerapan Pendekatan Pembelajaran Student Centered Learning di kelas VII SMP Negeri 4 Rejang Lebong. Apakah dengan melalui pendekatan Pembelajaran Centered Learning dapat meningkatkan kemampuan peserta didik di kelas VII SMP Negeri 4 Rejang Lebong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan metode Student Centered Learning (SCL) di kelas VII untuk meningkatkan kemampuan ibadah salat peserta didik di SMP Negeri 4 Rejang Lebong. Menjelaskan peningkatan keterampilan peserta didik dalam pelaksanaan ibadah shalat. Batas ketuntasan hasil pembelajaran akhir yang diharapkan dari data yang diperoleh adalah 85 % dari keseluruhan jumlah dapat melaksanakan ibadah shalat. Hasil yang diperoleh dalam penerapan pendekatan Student Centered Learning (SCL) terdapat peningkatan, di mana sebelum menerapkan pendekatan Student Centered Learning (SCL) hanya 10 orang dari 32 siswa (31,25%) yang mampu melaksanakan ibadah shalat sesuai dengan ketentuan syari’at Islam. Pada siklus 1 meningkat sebanyak 15 orang siswa (46,87%) siswa yang sudah bisa melaksanakan shalat dan pada sisklus 2 sudah 31 orang siswa (96,87%) yang mampu melaksanakan ibadah shalat. Kata Kunci; Student Centered Learning, Keterampilan Ibdah Shalat, Pendidikan Agama Islam.
PERANAN PENGURUS PKK DALAM PENDAMPINGAN BACA AL-QURAN IBU-IBU DI DESA GUNUNG TIGA II KECAMATAN SEMIDANG GUMAY Surohim Surohim; Gita Palisa Anggreani; Desi Firmasari; Fredi Supriyadi; Nurul Kharimah
EL-TA’DIB: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Univesitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/eltadib.v2i1.3695

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan guna menjawab permasalahan tentang apa saja peranan pengurus PKK dalam pendampingan baca Al-Qur’an ibu-ibu di desa Gunung Tiga II Kecamatan Semidang Gumay. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena dengan metode ini peneliti dapat berinteraksi secara langsung dengan subjek dan informasi sehingga diperoleh data yang jelas, lengkap dan terpercaya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, dalam proses menganalisis data reduksi,data penyajian data, dan menarik kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan pengurus PKK dalam Pendampingan baca Al-Qur’an Ibu-Ibu di Desa Gunung Tiga II Kecamatan Semidang Gumay, Banyaknya pihak yang ikut andil dalam melaksanakan kegiatan pendampingan baca Al-Qur’an, tersediaanya dukungan anggaran APBDes dan menguatnya Lembaga Pemerintahan Desa serta munculnya kesadaran bersama untuk membentuk desa religius. Kata Kunci : PKK Desa, Baca Al-Qur’an