cover
Contact Name
Noviati
Contact Email
jurnalpengabdianmba@gmail.com
Phone
+6287866159980
Journal Mail Official
jurnalpengabdianmba@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kota Kendari Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
ISSN : -     EISSN : 29626633     DOI : https://doi.org/10.54883/jpmba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa (JPMBA) merupakan jurnal (Open Journal System) yang diterbitkan oleh LPPM Universitas Mandala Waluya untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial dan kesehatan. Jurnal terbit dua kali setahun yaitu pada Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 110 Documents
Strategi Pemasaran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Masyarakat Sekitar Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Dewi Fitriani; Sahindomi Bana; Nur Arafah; Umar Ode Hasani; Arniawati; La Ahmaliun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1679

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masyarakat sekitar Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) melalui sosialisasi dan FGD strategi pemasaran. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM di kawasan ini mencakup empat aspek utama, yaitu: masalah sumber daya manusia (SDM) yang meliputi rendahnya regenerasi, lemahnya kemampuan manajerial, terbatasnya tenaga kerja, rendahnya produktivitas dan lemahnya asosiasi usaha; masalah operasional berupa rendahnya inovasi, pengendalian kualitas, akses bahan baku, pemanfaatan teknologi dan tata letak usaha; masalah keuangan yang mencakup terbatasnya modal kerja, rendahnya akses kredit dan lemahnya kemampuan pengelolaan keuangan; serta masalah lingkungan terkait persaingan dari pesaing baru, banyaknya produk pengganti, kenaikan harga dan perubahan selera konsumen. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tatangge sebagai bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pendekatan yang digunakan adalah sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) partisipatif. Materi yang disampaikan mencakup strategi pemasaran UMKM, tips agar produk terjual, serta strategi menarik pasar ke kawasan TNRAW-Tatangge dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta tentang permasalahan UMKM dan strategi mengatasinya, serta tersusunnya rencana aksi pemasaran berbasis potensi lokal TNRAW yang mencakup penciptaan lingkungan wisata yang aman, nyaman dan atraktif guna mendorong kunjungan wisatawan yang lebih lama dan lebih sering.
Penguatan Peran Masyarakat dalam Penggunaan Obat Rasional melalui Edukasi DAGUSIBU di Wilayah Pesisir Desa Aoreo Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan Risky Juliansyah Putri; Nurhyuni; Waode Siti Hartina; Sari Arie Lestari B; Ririn Teguh Ardiansyah; Hartian Dode; Nur Hatidjah Awaliyah Halid; Himaniarwati; Dian Rahmaniar Trisnaputri; Wa Ode Ida Fitriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1691

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi masalah di masyarakat, khususnya dalam hal cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, serta membuang obat yang belum dilakukan dengan tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi DAGUSIBU di Desa Aoreo, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan. Metode kegiatan dilakukan dengan pendekatan door-to-door yang meliputi penyuluhan secara langsung, pembagian leaflet, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 Februari 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 52,3 pada pretest menjadi 67,8 pada posttest. Selain itu, persentase kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 20% menjadi 70%, sementara kategori “kurang” menurun dari 42,5% menjadi 5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar. Oleh karena itu, kegiatan edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung penggunaan obat yang rasional di masyarakat. 
Edukasi Klasifikasi Logo Obat dan Penggunaan Antibiotik secara Rasional selama Ramadhan pada Kelompok Ibu Peserta Posyandu di Wilayah Pesisir Desa Lalonggombu Nur Hatidjah Awaliyah Halid; Eka Dharma Putra Marhanto; Himaniarwati; Risky Juliansyah Putri; Firmansyah; Rahmat Hidayat; Krisna Indrawan; Misna Wati; Nur Aisyah; Devi Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1692

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat, khususnya kelompok ibu peserta Posyandu di wilayah pesisir Desa Lalonggombu, mengenai klasifikasi logo obat dan penggunaan antibiotik secara rasional selama bulan Ramadhan. Perubahan pola makan dan jadwal konsumsi obat pada saat berpuasa dapat mempengaruhi kepatuhan terapi serta meningkatkan risiko penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok ibu peserta Posyandu mengenai identifikasi logo kemasan obat serta prinsip penggunaan antibiotik secara rasional. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi tatap muka interaktif dengan media leaflet dan diskusi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan secara deskriptif dengan skala 0–100. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 55,0 pada pre-test menjadi 75,0 pada post-test. Peningkatan ini menggambarkan adanya perbaikan pemahaman peserta setelah diberikan edukasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi klasifikasi logo obat dan penggunaan antibiotik secara rasional dapat meningkatkan pengetahuan kelompok ibu peserta Posyandu di wilayah pesisir, sehingga berpotensi mendukung penggunaan obat yang lebih aman dan tepat di tingkat rumah tangga.
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanarawa Desa Tatangge dalam Pengelolaan Wisata di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) Dewi Fitriani; Nur Arafah; Sahindomi Bana; Umar Ode Hasani; Arniawati; La Ahmaliun; Sarwinda Intan Putri; Wa Ode Aulya Nurandina; Irni Mutiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1716

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanarawa Desa Tatangge dalam pengelolaan wisata alam di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW). Pokdarwis Tanarawa merupakan kelompok masyarakat yang berperan strategis sebagai motor penggerak pariwisata berbasis masyarakat di kawasan penyangga TNRAW yang kaya akan ekosistem rawa, mangrove, savana dan hutan tropis. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas pemandu wisata, lemahnya promosi berbasis media sosial dan belum optimalnya pengembangan ide bisnis dan paket wisata berbasis potensi lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) 2025. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, diskusi interaktif dan simulasi praktik. Tiga fokus utama kegiatan adalah: (1) pelatihan pemandu wisata khusus berbasis ekowisata TNRAW mencakup interpretasi alam, keamanan lapangan dan fotografi dasar; (2) pengelolaan media sosial untuk promosi destinasi wisata; dan (3) pengembangan ide bisnis dan paket wisata alam berbasis potensi lokal TNRAW. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan anggota Pokdarwis Tanarawa dalam ketiga bidang tersebut, ditandai dengan terbentuknya tim-tim kerja berbasis minat (Tim Pemandu Gunung, Tim Pemandu Rawa-Savana, Tim Produk Souvenir), tersusunnya draf paket wisata alam berpaket, serta meningkatnya kesadaran anggota akan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi destinasi. Kegiatan ini berpotensi menjadi salah satu alternatif model pemberdayaan Pokdarwis di kawasan taman nasional.
Edukasi dan Pemberian Makanan Jajanan Sehat Di TK I Itdal Matabondo Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe Sitti Masriwati; La Ode Saltar; Heltty; Dedi Krismiadi; Cece Indriani; Hasnia Dina; La Ode Ardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1719

Abstract

Konsumsi makanan jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak, khususnya anak usia taman kanak-kanak. Namun, masih banyak jajanan yang tidak memenuhi standar kebersihan dan memiliki kandungan gizi yang kurang baik sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, seperti gangguan pencernaan, karies gigi, dan masalah gizi pada anak. Kurangnya pengetahuan mengenai pemilihan jajanan sehat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak tetap mengonsumsi jajanan yang tidak sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak TK tentang makanan jajanan sehat. Metode yang digunakan meliputi edukasi mengenai jenis-jenis jajanan sehat, dampak konsumsi jajanan tidak sehat, serta pembagian contoh jajanan sehat. Kegiatan diikuti oleh 20 siswa TK beserta orang tua siswa yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap informasi yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Sebelum penyuluhan, sebanyak 8 siswa (40,0%) memiliki pengetahuan baik dan 12 siswa (60,0%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah penyuluhan, jumlah siswa dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 15 siswa (75,0%), sedangkan siswa dengan pengetahuan kurang menurun menjadi 5 siswa (25,0%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai pemilihan jajanan sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong anak-anak untuk lebih cermat dalam memilih makanan jajanan sehat sehingga mendukung pertumbuhan dan kesehatan yang optimal.
Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Santri Pondok Pesantren Al Mukhlis Kota Kendari melalui Edukasi DAGUSIBU Nur Sari Fatimah; Putri Mega Wijayanti; Rina Andriani; Jastria Pusmarani; Ardianto Saputra; Iin Anggelia Arnidha; Yanti Puspitasari; Linda Dwi Andriyani; Sitti Hasninal; Putri Salsabila Laugi; Yusti; Asha Thantry Awwalya; Wa Ode Villa Indriani; Veniartin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1722

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penerapan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) merupakan upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kurangnya pemahaman mengenai praktik hidup bersih dan sehat serta pengelolaan obat yang tepat masih menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan, terutama pada remaja yang tinggal di lingkungan pesantren. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri terkait penerapan PHBS dan DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai indikator PHBS yang meliputi kebersihan diri dan lingkungan serta pengelolaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang dilaksanakan di Pesantren Al Mukhlis Kota Kendari pada 10 Mei 2026 dengan melibatkan 56 santri. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet. Tingkat pengetahuan peserta dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi. Pada aspek PHBS, peningkatan pengetahuan terjadi pada indikator kebiasaan mandi minimal dua kali sehari (18,9%), tidak menggunakan handuk, pakaian, atau tempat tidur secara bergantian (35,7%), rutin mengganti pakaian dan sprei (32,4%), serta pemahaman mengenai pentingnya PHBS dalam pencegahan penyakit (15,9%). Pada aspek DAGUSIBU, peningkatan tertinggi ditemukan pada pengetahuan tentang cara membuang obat yang benar (57,0%), cara menyimpan obat yang benar (50,2%), dan pemahaman konsep DAGUSIBU (49,0%). Secara keseluruhan, rata-rata tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 54,0% sebelum edukasi menjadi 90,3% setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 36,3%. Kesimpulan: Edukasi PHBS dan DAGUSIBU terbukti mampu meningkatkan pengetahuan santri mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta pengelolaan obat yang tepat. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi promotif dalam mendukung terbentuknya perilaku kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Edukasi Pemanfaatan dan Pengelolaan Minuman Bunga Telang Untuk Kesehatan Masyarakat Kelurahan Labibia Aulia Rahmin Putri; Fitriani W.Alani; Juliana Baco; Mulyadi Prasetyo; Ayu Prada Nita; Desri Mawaddayanti; Sarlinda; Muh. Chezar; Febrianti; Sukma Irmayanti; Anisa Damayanti; Ratna Ningsih; Sitti Retri Amulia; Dita Melani Saputri; Wa Ode Amina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1723

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman herbal yang mudah tumbuh di daerah beriklim tropis dan banyak ditemukan di pekarangan rumah masyarakat. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti antosianin, flavonoid, alkaloid, dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Meskipun bunga telang cukup banyak ditemukan di Kelurahan Labibia, pemanfaatannya oleh masyarakat masih rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat kesehatan serta cara pengolahan bunga telang menjadi produk yang bernilai guna. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan pemanfaatan bunga telang dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Labibia mengenai manfaat dan pemanfaatan bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai tanaman herbal yang dapat diolah menjadi produk pangan fungsional. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi pengolahan bunga telang kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 36,7% peserta mampu menjelaskan kandungan bunga telang sebagai sumber antioksidan, 33,3% peserta mampu menjelaskan manfaat bunga telang bagi kesehatan, 23,3% peserta dapat menyebutkan penyakit yang dapat dibantu dengan pemanfaatan bunga telang, dan hanya 6,7% peserta yang masih belum memahami materi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan pengolahan bunga telang.
Edukasi Kesehatan: Pencegahan Stunting Sebagai Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan Balita Di Kelurahan Lapulu, Kota Kendari Firnadus Belawing; Firhani Anggriani Syafrie; Mus Ifaya; Bai Arthur Ridwan; Citrawati; Dian Pratiwi; Mudhmainna Husain; Alya Shelomita Putry Zulfy; Insan Melani Putri; Azzahra Algafari; Eka Tiara; Putri Handayani; Nur Halisah Mesi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1724

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui edukasi kesehatan mengenai gizi keluarga kepada masyarakat. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu serta ibu balita tentang pencegahan stunting melalui penerapan gizi keluarga yang baik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2026 di Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas kader posyandu dan ibu balita. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengertian stunting, faktor penyebab, dampak stunting, pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, MPASI, pola asuh, serta upaya pencegahan stunting pada 1.000 HPK. Media yang digunakan berupa presentasi dan poster edukasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan pengisian post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif, aktif dalam diskusi, dan mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting dan pentingnya gizi keluarga. Hal ini didukung oleh hasil post test dari 19 peserta dengan rata-rata 70,53 meningkat menjadi 87,89, yaitu sebesar 24,62% dari nilai pre test. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan edukasi kesehatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman kader posyandu dan ibu balita sehingga mendukung upaya pencegahan stunting di masyarakat secara berkelanjutan.
Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Hipertensi pada Masyarakat Desa Lambangi Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan Noviati; Titi Saparina; Abdul Rahim Sya`ban; Toto Surianto S.; Wa Ode Yuliastri; La Ode Ardiansyah; Fadilla Ananda; Wilin Agustina; Doni Harianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1738

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan hipertensi di Desa Lambangi, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan kesehatan melalui ceramah dan diskusi, serta pembagian media edukasi berupa poster dan leaflet. Materi yang diberikan mencakup faktor risiko, komplikasi, dan upaya pencegahan hipertensi melalui pola hidup sehat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan penerapan gaya hidup sehat untuk mencegah hipertensi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Peningkatan Literasi dan Skrining Kesehatan Mental Berbasis Komunitas untuk Mencegah Gangguan Mental Armayani; Mimi Yati; Dewi Sari Pratiwi; Noviati; Laode Muhammad Adlu; La Ode Muhammad Arsyi; Artha Yuni Sucitra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v5i1.1743

Abstract

Kesehatan mental merupakan komponen kesehatan yang sering terabaikan di masyarakat. Rendahnya literasi kesehatan mental dan minimnya deteksi dini melalui skrining menyebabkan banyak kasus gangguan mental tidak tertangani secara optimal di tingkat komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan 105 peserta Penyuluhan dilakukan secara interaktif menggunakan media audiovisual, leaflet, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Evaluasi literasi menggunakan instrumen Mental Health Literacy Questionnaire-Short Version Adult (MHLq-SVa) melalui pre-test dan post-test. Skrining kesehatan mental dilaksanakan menggunakan tiga instrumen terstandarisasi, yaitu Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20), Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test. Terjadi peningkatan rata-rata skor literasi kesehatan mental yang signifikan dari 48,4 (pre-test) menjadi 78,5 (post-test), dengan persentase peningkatan sebesar 62,2% (p-value = 0,000). Hasil skrining SRQ-20 menunjukkan 29,5% peserta berisiko gangguan mental umum. Skrining PHQ-9 mengidentifikasi 41,9% peserta dengan gejala depresi, dan GAD-7 menemukan 39,0% peserta dengan gejala kecemasan pada berbagai tingkat keparahan. Sebanyak 18 peserta (17,1%) dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Integrasi program peningkatan literasi dan skrining kesehatan mental berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendeteksi dini kasus gangguan mental yang belum tertangani. Pendekatan CBPR dengan pelibatan aktif kader kesehatan lokal menjadi kunci keberhasilan program. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan primer yang berkelanjutan.

Page 11 of 11 | Total Record : 110