Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan berfokus pada publikasi artikel ilmiah yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Ruang lingkup jurnal ini mencakup berbagai disiplin ilmu kesehatan, seperti keperawatan, kebidanan, farmasi, kesehatan masyarakat, kedokteran, dan biomedis, yang memberikan kontribusi penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat. Pada bidang keperawatan, jurnal ini mengutamakan penelitian yang membahas inovasi dalam praktik keperawatan, pengembangan model asuhan keperawatan, serta intervensi keperawatan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup pasien. Selain itu, artikel yang menyoroti pendidikan keperawatan dan manajemen layanan keperawatan juga menjadi bagian penting dalam ruang lingkup ini. Untuk kebidanan, jurnal ini mencakup studi yang mengeksplorasi aspek kesehatan ibu dan anak, pelayanan antenatal, persalinan, dan postnatal, serta upaya peningkatan kesehatan reproduksi. Bidang farmasi mencakup kajian terkait penemuan obat, penggunaan rasional obat, serta terapi berbasis farmasi yang mendukung pelayanan kesehatan holistik. Dalam bidang kesehatan masyarakat, fokus diberikan pada kajian epidemiologi, promosi kesehatan, dan upaya preventif serta intervensi yang dapat mengurangi risiko penyakit di populasi. Jurnal ini juga mencakup kajian di bidang biomedis dan kedokteran yang mengeksplorasi aspek fisiologi, patofisiologi, serta teknologi terbaru dalam diagnosis dan pengobatan. Jurnal ini juga membuka peluang untuk artikel di bidang lain yang bertemakan kesehatan, terutama yang memiliki dampak signifikan dalam praktik kesehatan interdisipliner dan kolaboratif.
Articles
310 Documents
RELAKSASI BENSON MEMPENGARUHI ASPEK PSIKOLOGIS PADA KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA KEMOTERAPI CA MAMAE
Eska Dwi Prajayanti;
Irma Mustika Sari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v13i2.212
Patients ca mamae who through the chemotherapy process will experience a decrease in quality of life. Among other things is the decline in the psychological aspects. These psychological aspects include despair, negative thoughts, anxiety, and decreased self-esteem. This study aims to determine the effect of Benson relaxation on psychological aspects of the quality of life of patients with ca mamae after chemotherapy. This research method is design Quasi studies pre-posttest control an experimental group design. The number of samples in this study were 22 respondents using purposive sampling technique. The sample was divided into treatment group and control group as one of the respondents by handling in accordance with hospital standard without Benson relaxation. Result there was an effect of Benson relaxation related to psychological aspects on quality of life of Ca mamae (sign 2- tailed <0.05). The conclusion that benson relaxation is one of the alternative relaxation techniques that can be utilized to improve the psychological domain of ca mamae
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KASTENGEL BEKATUL SITUBAGENDIT DAN IR64 TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS NON INSULIN
Dodik Luthfianto;
Retno Dewi Noviyanti;
Indah Kurniawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v18i1.765
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia. Pengelolaan Diabetes mellitus memerlukan penanganan multidisiplin yang mencakup terapi non-obat dan terapi obat. Salah satu terapi non-obat dengan diet tinggi serat. Bekatul merupakan jenis bahan pangan yang memiliki kandungan serat tinggi diantaranya bekatul varietas Situbagendit dan IR 64. Tujuan : penelitian untuk menganalisis efektivitas pemberian kastengel bekatul Situbagendit dan IR 64 terhadap penurunan kadar GDS pasien diabetes mellitus non insulin. Metode : Penelitian menggunakan desain experimental randomized pretest-postest control group design. Sampel dalam penelitian penderita diabetes mellitus non insulin. . Hasil penelitian pada kelompok kastengel situbagendit kadar GDS sebelum intervensi adalah 264.70±130.295 dan setelah intervensi adalah 192.90±91.567 dengan nilai p = 0.015. Pada kelompok kastengel IR64 kadar GDS sebelum intervensi adalah 242.00±110.089 setelah intervensi adalah 187.80±119.550 dengan nilai p = 0.013. Ada perbedaan kadar GDS sebelum dan sesudah intervensi pemberian kastengel varietas Situbagendit dan IR6 pada masing-masing kelompok. Perbedaan antar kelompok diperoleh nilai sebelum intervensi (p = 0.679) dan setelah intervensi (p = 0.762). Ada perbedaan kadar GDS sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kastengel situbagendit. Ada perbedaan kadar GDS sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kastengel IR64. Tidak ada perbedaan kadar antara kelompok kastengel Situbagendit dan IR64 setelah intervensi. Pemberian kastengel bekatul varietas IR64 lebih efektif dibandingkan dengan kastengel bekatul varietas Situbagendit berdasarkan penurunan kadar GDS.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI
Iin Pinandita;
Ery Purwanti;
Bambang Utoyo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pain is the most common reason for people to seek health careand is one of the most common complaint of patients after a surgery. Tocope with pain, pain management is needed that includes nonpharmacologicaland pharmacological management. Hand grip relaxationtechnique is one of non-pharmacological techniques to emotions whichcan cause pain increase for the post laparotomy patients. The aim of thisstudy is to find out the influence of hand grip Relaxation Technique toDecrease pain Intensity of Post Laparatomy Patients in PKUMuhammadiyah Gombong Hospital.This research method is a Quasiexperimentwith the pre test-post test approach with control groupdesign. The study was conducted in PKU Muhammadiyah GombongHospital with 34 respondents using purposive sampling based oninclusion and exclusion criteria.The paired t-test shows that mean pain intensity in theexperimental group pre-test = 6.64 and the mean postoperative painintensity of the test = 4.88. While the mean pain intensity in the controlgroup pre test = 6.58 and the mean postoperative pain intensity test =6.47. The average difference of pre and post test in the experimentalgroup =1.764, whereas the average difference of the pre and post test inthe control group = 0.117. Based on independent t-test results, it wasobtained significance (p), with p-value = 0.000, where the value (p <0.05),meaning that there is an influence of hand grip Relaxation Technique toDecrease pain Intensity of Post Laparatomy Patients in PKUMuhammadiyah Gombong Hospital.Keywords Hand grip relaxation technique, Pain, Post Laparatomy
Social Interaction on Patients with Schizophrenia in Psychiatric Hospital
CECILIA INDRI KURNIASARI
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v15i2.335
Social interaction is one of important indicator in the recovery process of mental patients, especially in patients with schizophrenia. Active social interactions can help patients with schizophrenia to socialize, while less active social interactions can cause social isolation to the risk of suicide. The purpose of this study was to determine the social interaction of patients with schizophrenia in psychiatric hospital. The number of participant in this study were 52 patients. Sampling with a purposive sampling technique. Data were collected using Social Interaction Questionnaire and Behavior Observation Sheet consisting of 18 statements. The analysis of this study was using univariate analysis with table of frequency distribution. The results showed that social interactions in schizophrenia patients were 45 patients with less active interacting categories, 5 patients with moderately active interacting categories, and 2 patients with active interacting categories. The results of the study can be used as a reference in determining appropriate nursing therapy in increasing social interaction in schizophrenia patients in mental hospitalsKeywords: social interaction; social psychological factors; schizophrenia;
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN
Retno Darwati;
Cokro Aminoto;
Ernawati -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 10, No 3 (2014): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Personal protective equipment(PPE)is very important for nurses whoarealways in contactwith the patient.Oneofthe equipments is a glove.Theuse of glovesisto protect the hands and contactwith blood,allkindsof body fluids,secretions, non-intact skin,mucous membranes and contaminated objects.Thenurse's knowledge is the basicfoundation of attitudesandbehaviors in PPEusage especially sterilegloves for infusion installationThe aim of this study is to determine the correlation between nurses’ knowledgeabout the prevention of infection with the complianceofusing sterile gloves when applying infusion on class iii ward of SarasHusadaHospital Purworejo.Thisis a descriptiveobservational correlationresearchusing crosssectionalapproach.Thepopulations in this studywere all nurses intheclass III inpatientward Saras HusadaGeneralHospital totaling 34 peopleand 31 of them weretaken as the samples. Questionnaires were used togain data about knowledge about preventionof infection. Observationsheetswere used to gain data about the sterile gloves usage.Dataanalysis used ChiSquare testOf 77.4%of the respondents had good category of knowledgeaboutinfectionprevention. 80.6% of therespondents complied to use sterile gloves when applying infusion. Thus mean that there is a correlation betweennurses’ knowledge about the prevention ofinfection with the complianceofusing sterile gloves when applying infusion on class Hospital. Keywords: Knowledge,InfectionPrevention,Compliance in steril using gloves
ANALISA FAKTOR BIOPSIKOSOSIAL YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP WANITA MENOPAUSE
Ariesti, Ellia;
Sutiyarsih, Emy;
Diantarti, Narita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v19i2.1140
Pada setiap tahap kehidupan, wanita akan menghadapi perubahan mulai dari masa menarche hingga pada tahap menopause. wanita biasanya mengala mi gejala klimakterik terlebih dahulu diantaranya gejala vasomotor, fisik, keluhan psikologis maupun seksual, dengan keadaan kekurangan esterogen yang berdampak pada berbagai masalah kesehatan yang mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Biopsikososial Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Wanita Menopause di RW I Kelurahan Sukoharjo Wilayah Puskesmas Bareng Kota Malang. Design penelitian adalah penelitian analitik komparatif non eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah metode cross sectional, Pada penelitian ini Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 faktor biopsikosial yang ada, terdapat 2 faktor yang memiliki nilai pvalue < 0.05 yaitu pertama faktor tingkat pendidikan (Pvalue 0.0001) dan kedua faktor dukungan keluarga (Pvalue = 0.028). Berdasarkan hal tersebut, maka dinyatakan H0 ditolak yang artinya ada hubungan antara tingkat pendidikan responden dan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup wanita menopause. responden dengan pendidikan setingkat diploma atau sarjana memiliki odds 26.1 kali lebih besar untuk memiliki kualitas hidup yang baik dibandingkan dengan responden yang tidak menempuh pendidikan sekolah atau responden dengan pendidikan setingkat SD, SMP, dan SMA. Selain itu, Responden yang mendapatkan dukungan keluarga juga memiliki odds 24.6 kali lebih besar untuk memiliki kualitas hidup yang baik dibandingkan dengan responden yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Untuk itu dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh wanita menopause.
HUBUNGAN STIGMA MASYARAKAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS PUHJARAK KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI
Riris Nur Rizqiya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 17, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v17i1.511
TB Paru adalah penyebab utama penyakit di antara 10 penyebab kematian teratas di seluruh dunia. Pengobatan TB minimal memerlukan waktu 6 bulan sehingga memerlukan dukungan sosial yang baik kepada penderita TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stigma masyarakat dengan kepatuhan minum obat. Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 67 pasien TB Paru dengan teknik pengambilan datanya menggunakan teknik simple random sampling didapatkan 45 sampel. Instrumen stigma masyarakat menggunakan kuesioner Internalized Stigma of Mental Illness (ISMI) dengan r tabel 0,62 dan reliabilitas 0,964 didapatkan 28 item yang valid. Instrumen kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dengan r tabel 0.8 dan reliabilitas 0,7 didapatkan 8 item yang valid. Uji etika penelitian dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Jember dengan nomor: No.3561/UN25.1.14/SP/2020. Analisis data yang digunakan adalah uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara stigma masyarakat dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru (p-value = 0,404;CI=95%).Data demografi pasien didapatkan usia responden TB Paru dengan nilai median 48.00 (Q1, Q3;35.00,61.00) dengan min-max 15-70 dan jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki yaitu 30 responden (66.7%). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara sitgma masyarakat dengan kepatuhan minum obat. Puskesmas telah meningkatkan program edukasi tentang penyakit TB Paru dan pencegahannya dimungkinkan menjadi salah satu menurunnya stigma pada pasien TB Paru. Dukungan keluarga terhadap pengobatan pasien ditandai dengan adanya pendampingan ketika berobat ke Puskesmas. Puskesmas memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TB Paru baik secara langsung maupun tidak langsung. Kata kunci: tuberkulosis paru, stigma masyarakat, kepatuhan minum obat.HUBUNGAN STIGMA MASYARAKAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS PUHJARAK KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI
BALANCE EXERCISE MENURUNKAN RISIKO JATUH PADA LANSIA
Rina Saraswati;
Zaim Afifuddin Fasya;
Eko Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v18i1.615
Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Pada lansia akan mengalami proses penuaan yang menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan akibat terjadinya perubahan dan penurunan fungsi fisiologis. Hal ini dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi lansia apabila tidak dilakukan penanganan dan pencegahan yang baik. Dampak yang sering terjadi pada lansia salah satunya adalah penurunan pada fungsi otot dan tulang, yang mengakibatkan lansia mengalami ketidakseimbangan tubuh dan menimbulkan insiden jatuh pada lansia. Untuk mencegah cidera akibat jatuh perlu adanya latihan keseimbangan tubuh salah satunya yaitu dengan cara latihan balance exercise. Tujuan dari studi ini yaitu mengetahui pengaruh balance exercise terhadap keseimbangan tubuh untuk menurunkan risiko jatuh pada lansia. Berdasarkan hasil penerapan balance exercise selama tiga kali dalam satu minggu selama satu bulan dengan durasi latihan 15 menit, didapatkan hasil bahwa pasien mengalami peningkatan keseimbangan dan tidak ada risiko jatuh pada lansia
FAKTOR RISIKO RIWAYAT KELUARGA, IMT DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI SURAKARTA
Muwakhidah Muwakhidah;
Syafira Azalia Khanza;
Alfina Rahmadita;
Ayu Kurnia Athasya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 1 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v19i1.1049
Risk factors for diabetes mellitus include: genetics/family history, age, diet, obesity and others. Family history and obesity are risk factors for diabetes mellitus. Data from the Surakarta Health Office found that the highest proportion of diabetes mellitus cases was found in 3 puskesmas including the Jayengan Health Center with 51.8%, Penumping Health Center 44.9% and Sibela Health Center 43.6%. The purpose of this study was to determine the risk factors for family history, BMI, waist circumference with the incidence of diabetes mellitus. This study method used a cross-sectional design with a sample of 49 diabetic patients and 49 non-diabetic mellitus patients. This study used the location of 3 health centers in Surakarta City, namely the Jayengan, Penumping and Sibela health centers. The diagnosis of DM and non-DM patients was based on the doctor's diagnosis at the puskesmas and the patient's medical records. The research instrument used questionnaires and weight scales and microtoice to measure height and metlin to measure waist circumference. Data analysis used the Chi Square test. The results showed that family history, occupation, and waist circumference were significant risk factors for DM (p < 0.001, p = 0.03, and p = < 0.001), while age, gender and BMI were not significant for DM. The need to maintain diet and physical activity so that BMI and waist circumference remain normal.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFORA JACK) TERSTANDAR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIK TESTIS TIKUS WISTAR
Condro Suro Miyarso;
Tri Cahyani Widiastuti;
Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 13, No 3 (2017): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26753/jikk.v13i3.230
The root of pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) is one of plant from Indonesia known as aphrodisiac. The study about its standardized extract as aphrodisiac was show increasing libido, testosterone level, FSH and LH on male rats. This study was conducted to evaluate testosterone level and histopathological changes of the testes of male rats of standardized extract of pasak bumi root. There are 50 old male rats which ages 3-4 months old divided to five groups. Group I as negative control was administered aquadestilata. Group II as positive control was administered testosterone (Andriol®). Group III, IV and V ware given standardized extract of pasak bumi root at the dose 50, 100 and 200 mg/kg body weight Respectively. The extract was given orally twice a day for six days and forty nine days and then the testes was taken out on 7th and 50th day. The histopathological of the testes was evaluated using quantitative parameter by the presence of testes weight, number and diameter of Leydig cells. Testosterone level was taken on 7th and 50th day used ELISA method. The results were analyzed using parametric test, one way ANOVA (P<0,05), post hoc Dunnet (2-sided) (P < 0,05). The result of this study shows that the standardized extract of pasak bumi root was not effect on histopathological changes of the testes but it could increased the level of testosterone m at the dose 100 and 200 mg/kg body weight. Key word : Eurycoma longifolia, Jack, aphrodisiac, histopathological testes testosteron