cover
Contact Name
NIA APRILLA
Contact Email
niaaprilla.ariqa@gmail.com
Phone
+6285271713592
Journal Mail Official
admin@excellent-health.id
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
EXCELLENT HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 29854822     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Journal focuses to attract, reviewing, and publishing high-quality original research that contributes to advancing public health science and using it as an important means to improve health quality worldwide. This journal is committed to tackling the most pressing issues across all aspects of public health in emerging and developing countries according to International Monetary Fund. We have a strong commitment to publishing original research articles that explore the topic from a broad array of academic disciplines, methodologies, and public health perspectives
Articles 129 Documents
Penerapan Terapi Benson Terhadap Penurunan Nyeri Dada Pada Pasien STEMI Hasma, Hayatul; Safitri, Yenny; Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.184

Abstract

Masalah utama pada penderita STEMI biasanya nyeri dada yang diakibatkan penyumbatan aliran darah ke koroner yang dimanefestasikan dengan nyeri dada akut. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan pemberian terapi benson. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan secara desktiptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15-17 April 2025 dengan sampel yaitu satu responden yang dilakukan di ruangan CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pada Tn. N keluhan utama pasien mengatakan nyeri dada, nyeri dirasakan hilang timbul, pasien mengungkapkan keluhan nyeri dirasakan sudah lama sekitar 1 tahun belakangan ini, nyeri sering kali dirasakan pada pagi hari terutama ketika udara dingin, skala nyeri 6, dari keluhan yang dirasakan oleh pasien maka dirumuskan diagnosa nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis. Salah satu intervensi yang tepat untuk menurunkan skala nyeri pada Tn. N adalah terapi benson. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut yang dilakukan selama 10-15 menit. Hasil asuhan keperawatan ini didapatkan adanya penurunan skala nyeri dengan pengukuran skala nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS) yaitu skala nyeri 3. Hal ini menunjukkan bahwa terapi benson dapat menurunkan skala nyeri pada pasien tersebut. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan terapi benson secara rutin dengan harapan nyeri hilang.
Penerapan Terapi Musik Klasik Kombinasi Butterfly Hug Untuk Nyeri Kepala Karena Hipertensi Ernizanur, Ernizanur; Nurman, Muhammad; Riani, Riani
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.197

Abstract

Nyeri kepala akibat hipertensi yang tidak ditangani bisa berdampak pada kompliksi yang serius. Adanya nyeri kepala akibat hipertensi bisa menjadi tanda peringatan adanya tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan jika dibiarkan dapat menyebabkan pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat, yang berujung pada stroke, kerusakan ginjal, penyakit jantung, dan gangguan penglihatan, kelrulsakan reltina (reltinopati) dan ganggulan saraf yang melnjadi pelnyelbab kelmatian di dulnia. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk penerapan terapi musik klasik kombinasi butterfly hug pada nyeri kepala karena hipertensi. Sampel penelitian ini yaitu Ny. K. Penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08-10 Juni 2025. Metode penelitian yaitu deskriptif dalam bentuk studi kasus. Alat yang dipakai dalam pengumpulan data mencangkup lembar pengkajian keperawatan medikal bedah dan alat yang dipakai handphone, handsfree serta alat pengukur tekanan darah (tensimeter dan spigmomanometer) serta pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan skala nyeri setelah diberikan terapi musik klasik kombinasi butterfly hug yaitu dari skala nyeri 6 menjadi skala  nyeri 2. Diharapkan bagi Ny K dapat melakukan  terapi musik klasik kombinasi butterfly hug untuk mengurangi nyeri kepala karena hipertensi.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Putri, Mawar Eka; Kurniati, Safra Ria; Agustiar, Evan
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.198

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat diberbagai dunia termasuk Indonesia. Data WHO tahun 2019 menunjukkan bahawa sekitar 22% masyarakat dunia mengalami hipertensi. Hipertensi lebih sering ditemukan pada usia dewasa dan lanjut usia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hipertensi mulai banyak terjadi pada kelompok remaja. Hipertensi dapat menimbulkan berbagai dampak serius seperti penyakit jantung coroner, stroke iskemik dan hemoragik, gagal jantung, serta retinoneopati. Aktivitas fisik menjadi hal yang penting dalam mengurangi risiko sindrom metabolik, risiko kejadian kardiovaskuler, menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik, serta mencapai berat badan yang ideal. Data WHO menjelaskan bahwa 27,5% masyarakat kurang dalam melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja di wilayah Puskesmas Tanjungpinang. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja diwilayah kerja puskesmas Tanjungpinang sebanyak 151 remaja. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian didapatkan nilai ρ-value 0,001 (ρ = ≤ 0,05), artinya terdapat hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja. Diharapkan kedepannya remaja dapat rutin menjalankan aktivitas fisik agar tidak terjadi hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Santri Tentang Skabies Dengan Perilaku Pencegahan Skabies Hidayat, M. Dicky; Dhilon, Dhini Anggraini; Aprilla, Nia
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.199

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei dan sering terjadi di lingkungan padat. Penyakit ini mudah menyebar akibat rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan personal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan santri tentang skabies dengan perilaku pencegahan skabies. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PPMTI) Tanjung Berulak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 86 responden diperoleh melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (65,1%) dan perilaku pencegahan skabies baik (60,5%). Uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,000 (≤0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan scabies. Semakin baik pengetahuan santri tentang skabies maka semakin baik pula perilaku pencegahannya. Diharapkan para santri agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mandi secara teratur, mengganti pakaian dan sprei minimal dua kali seminggu, serta menjemur kasur dan bantal secara rutin.
Gambaran Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Zulsasmi, Cahya Fitri Rahma; Apriza, Apriza; Harahap, Dewi Anggraini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.201

Abstract

Anemia pada ibu hamil memiliki dampak kesehatan yaitu meningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur dan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengana metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 1-3 yang berkunjung di Puskesmas Tambang tahun 2024 yang berjumlah 337 responden dengan menggunakan metode consecutive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran pertanyaan identitas kepada responden dan pengukuran anemia menggunakan hemoglobin meter. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat 266 (78,9%) responden yang tidak mengalami anemia dan 35 (10,4%) responden yang mengalami anemia sedang, 32 (9,5%) responden yang mengalami anemia ringan dan 4 (1,2%) responden yang mengalami anemia berat. Sebagian besar responden berusia tidak beresiko yaitu dalam rentang 20-35 tahun, sebagian besar responden berpendidikan terakhir pada tingkat SD-SMP, sebagian besar responden memiliki pendapatan keluarga kurang dari UMK, sebagian besar responden memiliki jarak kehamilan yang beresiko yaitu < 2 tahun, sebagian besar responden memiliki paritas tidak beresiko yaitu melahirkan 1-3 anak, sebagian besar responden melakukan kunjungan ANC yang tidak lengkap, sebagian besar responden tidak mengalami anemia. Diharapkan kepada ibu hamil agar melakukan kunjungan ANC seperti aturan yang berlaku untuk mengontrol kadar Hb untuk mencegah terjadinya anemia.
Hubungan Religiusitas dengan Kesehatan Mental Pada Narapidana Azlin, Nur; Alini, Alini; Lestari, Rizki Rahmawati
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.203

Abstract

Religiusitas bukan hanya masalah ibadah, tetapi berperan penting sebagai  makna kehidupan, penopang kesehatan mental, kontrol perilaku dan proses rehabilitasi. Narapidana yang tidak mementingkan religiusitas atau tidak memiliki dukungan spiritual dalam proses pembinaan bisa memicu tingkat stres yang lebih tinggi, agresivitas, emosi yang tidak terkontrol, rasa putus asa selama menjalani hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2025. Desain penelitian ini menggunakan cros sectional dengan jumlah sampel 82 narapidana menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner religiusitas Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan kuesioner kesehatan mental Self Reporting Questionnaire (SRQ) dengan uji Fisher’s exact. 52 responden (52%) memiliki religiusitas rendah, dan 72 responden (87,8%) yang terindikasi gangguan emosional. Uji Fisher’s exact menghasilkan p-value 0,004 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental. Terdapat hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi narapidana untuk dapat terus meningkatkan aktivitas keagamaan baik secara personal maupun bersama-sama, seperti mengikuti wirid pengajian, doa bersama, maupun pembinaan rohani.
Karakteristik Penderita Resiko Perilaku Kekerasan Aprilla, Nia; Novrika, Bri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.205

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu sindroma atau pola psikologis atau perilaku yang penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitkan dengan adanya distress  atau disabilitas disertai peningkatan risiko kematian yang menyakitkan, nyeri, disabilitas, atau sangat kehilangan kebebasan. Salah satu bentuk gangguan kejiwaan adalah resiko perilaku kekerasan. Karakteristik responden yang dapat mempengaruhi resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama waktu. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui karakteristik penderita resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 s/d 26Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif. Populasi penelitian ini adalah  seluruh penderita resiko perilaku kekerasan yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia produktif (15-50 th)  sebanyak 28 responden (93,3%), pada karakteristik pendidikan  sebagian besar berpendidikan rendah sebanyak 26 responden (86,7% , sebagian besar  responden tidak bekerja yaitu sebanyak 18 responden (60,0%) dan sebagian besar responden berada pada rentang waktu lama menderita 6 Bulan yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Disarankan kepada Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau untuk dapat memberikan penyuluhan mengenai resiko perilaku kekerasan dan pencegahannya.
Karakteristik Kejadian Self-Harm Pada Remaja Di SMPN 1 Bangkinang Kota Alini, Alini; Aprilla, Nia; Novrika, Bri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.210

Abstract

Perilaku self-harm pada remaja menjadi isu kesehatan mental yang mengkhawatirkan, terutama di masa transisi pubertas di mana emosi labil sering memicu mekanisme coping maladaptif seperti melukai diri tanpa niat bunuh diri. Di Indonesia, prevalensi self-harm mencapai 20-37% pada remaja SMP, dengan perempuan lebih rentan akibat tekanan sosial, bullying, dan konflik keluarga. Kajian karakteristik kejadian ini esensial untuk intervensi dini, mengingat dampaknya mencakup depresi, infeksi fisik, isolasi sosial, dan risiko eskalasi ke perilaku berat.​ Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kejadian self-harm pada remaja siswa SMPN 1 Bangkinang Kota tahun 2026 berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). Populasi adalah seluruh siswa kelas VII-VIII SMPN 1 Bangkinang Kota (n=800). Sampel sebanyak 114 responden diambil secara total sampling dari skrining awal menggunakan Self-Harm Inventory for Adolescents (SHIA-18), dengan kriteria inklusi siswa berusia 13-14 tahun yang melaporkan riwayat self-harm.​ Dari 114 responden (50 laki-laki/43,9%, 64 perempuan/56,1%; 5 usia 13 tahun/4,4%, 109 usia 14 tahun/95,6%), self-harm kategori ringan dominan (81 kasus/71,1%), sedang 19 kasus (16,7%), dan berat 14 kasus (12,3%). Perempuan usia 14 tahun paling banyak terlibat pada kategori ringan-sedang (p<0,05).​ Sekolah disarankan rutinkan skrining SHIA-18, konseling emosi, dan edukasi orang tua/guru untuk pencegahan eskalasi self-harm berat.​
Hubungan antara Kebiasaan Makan dan Tingkat Stres dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2025 Afrinis, Nur; Hendarini, Any Tri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.211

Abstract

Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik fisik maupun psikologis. Kondisi ini kerap dipicu oleh kebiasaan makan yang kurang baik dan tingkat stress yang dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan tanggal Juni 2025, sampel berjumlah 132 siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui stratified random sampling dari total populasi 439 siswa. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk menentukan kejadian gizi lebih, variabel kebiasaan makan (SQ-FFQ), dan tingkat stres (Perceived Stress Scale/PSS-10).  Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 36% responden mengalami gizi lebih, 35,3% memiliki kebiasaan makan yang tidak baik, 66% mengalami stress tingkat sedang. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan status gizi lebih (p=0,000). Disarankan pada siswa/i untuk mulai memperbaiki kebiasaan makan yang kurang baik dan mengelola stress dengan baik agar terhindar dari gizi lebih.

Page 13 of 13 | Total Record : 129