cover
Contact Name
Khurin In Ratnasari
Contact Email
khurininratnasari@gmail.com
Phone
+6282331288750
Journal Mail Official
khurininratnasari@gmail.com
Editorial Address
Dusun Krajan 1 RT :02 RW : 13 Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
As-sunniyyah
ISSN : -     EISSN : 28092538     DOI : https://doi.org/10.62097/assunniyyah.v3i02.1532
Jurnal As-sunniyyah Merupakan jurnal tentang publikasi hasil penelitian, pengabdian dan karya ilmiah mahasiswa IAI Al-Falah As-sunniyyah Kencong Jember yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan sebagai media komunikasi dan informasi ilmiah dibidang ilmu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak, Bimbingan Konsling , Ekonomi, Hukum, Hukum keluarga islam dan Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal ini diharapkan dapat membantu para dosen dan mahasiswa dalam menginformasikan / mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah lainnya kepada berbagai komunitas ilmiah di seluruh Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Pendampingan Tentang Parenting IT Kepada Orang Tua Melalui Aplikasi Google Family Link Di MI 2 Jombang Imam Bukhori; Mohammad Dasuki; Amak Fadholi
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan anak usia sekolah dasar, terutama dalam penggunaan gadget dan akses internet. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan gadget, menurunnya interaksi sosial, gangguan konsentrasi belajar, serta akses terhadap konten yang tidak sesuai usia anak. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pengawasan digital melalui pendekatan parenting IT. Namun, pada kenyataannya masih banyak orang tua yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pengawasan penggunaan gadget secara efektif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam melakukan pengawasan penggunaan gadget anak melalui aplikasi Google Family Link di MI 2 Jombang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua sebelumnya belum memahami konsep parenting digital dan belum memanfaatkan aplikasi pengawasan digital secara optimal. Setelah dilakukan pendampingan, peserta mampu mengoperasikan aplikasi Google Family Link untuk membatasi waktu penggunaan gadget, memantau aktivitas digital anak, dan mengontrol aplikasi yang digunakan anak. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pengawasan digital yang edukatif, komunikatif, dan bijak dalam lingkungan keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital orang tua dalam mendampingi penggunaan gadget anak secara aman dan bertanggung jawab
Pemberdayaan Guru Dan Orang Tua Melalui Penguatan Komunikasi Edukatif Untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Syarifatul Marwiyah; Muhammad Hori; Imam Bukhori
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v6i01.3125

Abstract

Disiplin belajar siswa merupakan prasyarat fundamental bagi keberhasilan akademik yang berkelanjutan, namun pembentukannya tidak dapat berlangsung secara optimal tanpa sinergi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan model pemberdayaan guru dan orang tua melalui penguatan komunikasi edukatif sebagai strategi peningkatan disiplin belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan dua belas guru dan empat puluh delapan orang tua sebagai ko-peneliti aktif dalam dua siklus intervensi yang terdiri atas tahapan plan, act, observe, dan reflect. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, focus group discussion, catatan lapangan, dan survei. Analisis data dilakukan secara tematik dan reflektif mengikuti siklus PAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi edukatif yang terstruktur, proaktif, dan dialogis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan disiplin belajar siswa melalui tiga mekanisme utama: peningkatan kompetensi komunikasi guru sebagai agen perubahan ekosistem belajar, peningkatan keterlibatan orang tua dari pola pasif menuju kemitraan aktif, serta penguatan sinergi antara microsystem sekolah dan keluarga dalam kerangka ekologi perkembangan Bronfenbrenner. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi pemberdayaan yang efektif harus bersifat simultan dan terkoordinasi — membangun kapasitas guru dan orang tua secara bersama dalam satu kerangka komunikasi yang terintegrasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka school-family partnership dengan menekankan kualitas komunikasi sebagai variabel intervening yang menentukan antara keterlibatan orang tua dan hasil belajar siswa.
Sosialisasi Digital Marketing (Tingkatkan Bisnis Dengan Strategi Online) UMKM di Kecamatan Jenggawah Mu’awanah Mu’awanah; Nanang Budianto; Imra'atus Shalihah
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v6i01.3126

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan pemasaran produk melalui media digital. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di Kecamatan Jenggawah masih belum memahami pemanfaatan digital marketing secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai digital marketing kepada pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran produk. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi, penyampaian materi, praktik penggunaan media sosial bisnis, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai strategi pemasaran digital, penggunaan media sosial, serta pembuatan konten promosi sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar secara digital.
Edukasi Reaktualisasi Hukum Kewarisan Islam Perspektif Keadilan Gender Dan Maqāṣid Al-Syarī’ah Bagi Santriwati Asrama Fathimah Az-Zahra Yasinat Jember Beni Ashari; Moch. Aufal Hadliq Khaiyyul millati waddin; Ahmad Muhammad Naseh
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v6i01.2963

Abstract

This community service article aims to re-actualize the understanding of Islamic inheritance law among female students through the perspective of gender justice and maqāsid al-syarī’ah. The program was conducted at Asrama Fathimah Az-Zahra YASINAT Wuluhan Jember involving 30 senior female students as participants. The study employed a Participatory Action Research (PAR) approach implemented through cycles of problem identification, action planning, mentoring implementation, and collective reflection. Data were collected through participatory observation, focus group discussions, semi-structured interviews, and analysis of reflective notes. The findings indicate that participants initially understood inheritance law in a textual and mathematical manner without considering the changing social roles of women within contemporary families. After dialogical mentoring and maqāsid-based analysis, participants demonstrated increased critical awareness regarding substantive justice, social responsibility, and public welfare in inheritance distribution. The program affirms that integrating maqāsid perspectives and gender justice strengthens normative understanding in a contextual manner without negating the foundational principles of Islamic law. This study recommends the development of participatory inheritance literacy models in Islamic educational institutions to prevent potential family conflicts and to foster reflective legal awareness among young Muslims.
Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Darul Lughah Wa Da’wah Pasuruan Akhmad Fauzi Hamzah
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The school principal holds a central role in determining the quality and direction of an educational institution's development. At Madrasah Aliyah (MA) Darul Lughah wa Dawah (Dalwa) Pasuruan a modern pesantren-based senior Islamic secondary school that has produced thousands of quality alumni the principal's leadership is a highly critical factor in maintaining and improving educational quality amid the challenges of globalization and increasingly intense competition among educational institutions. This article examines effective strategies for principals in improving educational quality at MA Dalwa through an analytical-critical library research approach. By reviewing reputable academic literature in Islamic educational management, educational leadership, and institutional quality development, this research constructs a comprehensive analytical framework. Three main dimensions are analyzed: first, the theoretical foundations of transformational leadership for school principals in the perspective of Islamic educational management; second, the strategy of developing an Islam-based quality culture as the foundation for continuous quality improvement; and third, the strategy of managing and developing human resources (teachers and education staff) as the frontline implementers of quality. This article argues that an effective principal at MA Dalwa is not merely an administrator managing routines, but a transformational leader capable of inspiring, building shared vision, developing individual capacities, and instilling a quality culture deeply rooted in Islamic values in a sustainable manner
The Penguatan Kesehatan Mental Sosial-Emosional Anak Usia Dini di Era Digital Ikha Durrotun Nasikhah; Nihna Atho’a Rosfalia; Wiwin Dwi Kusuma
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v6i01.2925

Abstract

The development of digital technology has a significant impact on the lives of young children, including aspects of socio-emotional mental health. Uncontrolled exposure to digital media can affect children's ability to manage emotions, interact with peers, and build healthy social relationships. Therefore, it is necessary to provide guidance involving the roles of teachers and parents so that the use of technology can be directed positively. This community service activity aims to strengthen the social-emotional mental health of early childhood children thru a program that guides the wiser use of digital technology. The method used in this activity is Participatory Action Research (PAR), which is carried out participatively thru several stages, namely problem identification, program planning, activity implementation, reflection, and joint evaluation. The community service activity is conducted at TK Darul Mukhlasin Puger Jember, involving teachers, parents, and children as the main targets of the program. Data collection techniques were carried out thru observation, interviews, documentation, and measurement of children's social-emotional abilities before and after the program was implemented. The results of the activities show an improvement in several indicators of children's socio-emotional development, such as the ability to manage emotions, empathy toward friends, positive social interactions, and children's involvement in learning activities. In addition, this program also enhances the understanding of teachers and parents regarding the importance of balanced guidance in the use of digital technology. These findings indicate that collaboration between schools and families is an important factor in supporting the socio-emotional mental health of children in the digital era. This service program is expected to become one of the model approaches that can be applied in efforts to support the holistic development of early childhood.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Mohamad Hori
AS-SUNNIYYAH Vol 4 No 02 (2025): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v4i02.3354

Abstract

Rendahnya minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (Pendidikan Agama Islam (PAI)) di madrasah ibtidaiyah kerap disebabkan oleh dominasi metode ceramah yang menempatkan peserta didik sebagai penerima informasi secara pasif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas IV A2 MI Al-Ma'arif 02 Jombang, Kabupaten Jember, tahun pelajaran 2021/2022, ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas satu pendidik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 17 peserta didik kelas IV A2 (9 laki-laki dan 8 perempuan). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan Discovery Learning, dari 17 peserta didik hanya 6 peserta didik (35,3%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70, sedangkan 11 peserta didik (64,7%) lainnya belum tuntas. Setelah model Discovery Learning diterapkan melalui tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan/generalisasi, peserta didik menunjukkan peningkatan keaktifan, keberanian mengemukakan pendapat, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) karena mereka dilibatkan secara langsung dalam proses penemuan, bukan sekadar mendengarkan penjelasan guru. Penelitian ini merekomendasikan penerapan Discovery Learning sebagai alternatif strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang madrasah ibtidaiyah untuk mendorong pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.
IMPLEMENTATION OF LESSONS ON THE CERTAINITY OF TAYYIBAH SENTENCES (SUBHANALLAH, ALLAHU AKBAR, MASYAALLAH) THROUGH THE PROBLEM BASED LEARNING MODEL FOR GRADE IV STUDENTS AT MI MA'ARIF TEMPURAN Muhammad Hori
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.3358

Abstract

Learning Aqidah Akhlak in elementary madrasah is often still teacher-centered, which affects students' activeness and learning outcomes. This condition was found among fourth-grade students of MI Ma'arif Tempuran, Kencong, Jember, where understanding of Kalimat Tayyibah (Subhanallah, Allahu Akbar, Masyaallah) remained below the minimum mastery criterion. This study aimed to describe students' learning outcomes before and after the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model, as well as the steps taken by the teacher in applying it. This research used a qualitative Classroom Action Research (CAR) design following Hopkins' spiral model, consisting of planning, action, observation, and reflection, carried out in two cycles. The subjects were 18 fourth-grade students (10 boys and 8 girls). Data were collected through tests, observation, and interviews, then analyzed descriptively using percentage and mean-score formulas. The results showed that in Cycle I, 11 students (61%) achieved mastery with a class average of 69, which had not yet reached classical completeness. After improving the learning steps, Cycle II showed an increase to 15 students (83%) achieving mastery with a class average of 78, meeting the classical completeness criterion. These findings indicate that the PBL model can improve students' activeness and learning outcomes on the Kalimat Tayyibah material and can be considered as an alternative learning strategy for Aqidah Akhlak in elementary madrasah.
Analisa Makna Pengalaman Siswa Madrasah Ibtidaiyah Dalam Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Tim Dengan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Sesuai Nilai Islami Muhammad Hori
AS-SUNNIYYAH Vol 6 No 01 (2026): Maret
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v6i01.3359

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa menguasai keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah, yang semakin ditekankan dalam pendidikan dasar Islam. Namun, pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih cenderung berpusat pada guru, sehingga keterampilan sosial siswa seperti kerja sama dan komunikasi dalam kelompok tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pengalaman siswa MI dalam pembelajaran kolaboratif berbasis tim dengan model Problem Based Learning (PBL) serta mengukur pengaruhnya terhadap keterampilan sosial sesuai nilai Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa kelas V MI Assunniyyah 45 Paseban, Kencong, Jember, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert, didukung wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari 15 butir angket yang diuji, 13 butir dinyatakan valid dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,834) dan digunakan dalam pengumpulan data. Data dianalisis secara deskriptif serta diuji normalitas dan homogenitasnya sebelum dilakukan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor posttest yang signifikan dibandingkan pretest (Sig. < 0,05), yang menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif berbasis tim dengan model PBL secara signifikan meningkatkan makna pengalaman belajar siswa dan keterampilan sosialnya, khususnya dalam hal kerja sama, komunikasi, toleransi, dan ukhuwah Islamiyah. Temuan kualitatif dari wawancara dan observasi memperkuat hasil tersebut melalui triangulasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kolaboratif berbasis PBL dapat dijadikan strategi efektif untuk memperkuat keterampilan sosial Islami siswa madrasah ibtidaiyah.