cover
Contact Name
Khurin In Ratnasari
Contact Email
khurininratnasari@gmail.com
Phone
+6282331288750
Journal Mail Official
khurininratnasari@gmail.com
Editorial Address
Dusun Krajan 1 RT :02 RW : 13 Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
As-sunniyyah
ISSN : -     EISSN : 28092538     DOI : https://doi.org/10.62097/assunniyyah.v3i02.1532
Jurnal As-sunniyyah Merupakan jurnal tentang publikasi hasil penelitian, pengabdian dan karya ilmiah mahasiswa IAI Al-Falah As-sunniyyah Kencong Jember yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan sebagai media komunikasi dan informasi ilmiah dibidang ilmu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak, Bimbingan Konsling , Ekonomi, Hukum, Hukum keluarga islam dan Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal ini diharapkan dapat membantu para dosen dan mahasiswa dalam menginformasikan / mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah lainnya kepada berbagai komunitas ilmiah di seluruh Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
DEEP LEARNING UNTUK MEMPERBAIKI KURIKULUM INDONESIA Budianto, Nanang; Fadholi, Amak; Bukhori, Imam
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2635

Abstract

Salah satu tujuan kecerdasan buatan (AI) adalah untuk mengajarkan komputer untuk berpikir dan belajar seperti manusia. Asisten virtual, pengendali TV jarak jauh yang diaktifkan dengan suara, deteksi penipuan, dan pengenalan wajah otomatis adalah beberapa aplikasi AI yang digunakan dalam produk sehari-hari berkat teknologi deep learning. Dalam teknologi baru seperti mobil tanpa pengemudi dan realitas virtual, pembelajaran mendalam sangat penting. Berkas komputer yang dilatih oleh ilmuwan data untuk melakukan tugas dengan menggunakan algoritme atau rangkaian langkah yang telah ditetapkan dikenal sebagai model pembelajaran mendalam. Perusahaan membuat prediksi untuk berbagai aplikasi dan menganalisis data dengan model deep learning.
PEMANFAATAN TEORI GRAF DALAM MENDESAIN STRUKTUR KURIKULUM DAN KETERKAITAN ANTAR KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA KELAS XI DI SMK AL ISHAQI Sholehah, Musrifatus; Komarullah, Hafif
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teori graf dalam mendesain struktur kurikulum serta memetakan keterkaitan antar kompetensi dasar (KD) mata pelajaran Matematika kelas XI di SMK Al Ishaqi Jember. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif berbasis teori graf. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan validasi ahli yang melibatkan guru matematika dan dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori graf mampu merepresentasikan keterkaitan logis antar KD secara efektif dengan struktur hierarkis dari KD 3.1 hingga KD 3.10. Rantai utama menunjukkan alur pembelajaran yang progresif, sedangkan KD 3.3–3.5 membentuk klaster prosedural, dan KD 3.2 bersifat independen dengan hubungan lemah terhadap KD 3.9. Analisis berbasis graf membantu memvisualisasikan hubungan prasyarat antar KD sehingga guru dapat merancang pembelajaran yang lebih terstruktur dan efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teori graf dapat berfungsi sebagai alat analisis sekaligus visualisasi dalam pengembangan kurikulum untuk menciptakan pembelajaran yang lebih koheren dan saling terhubung.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA (PEER TEACHING) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Wahidah, Nur; Nasihin, Durrotun; Rofiq, M. Nafiur
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2643

Abstract

Your The use of learning methods not only makes it easier to deliver material but can also help improve learning outcomes, build joy and comfort in learning. There are various methods that can be used by teachers, including the peer tutoring method. Peer tutoring is a learning method based on active learning, which is a teaching and learning activity in class that gives students the opportunity to teach and share knowledge and skills with other students to help their friends who are having difficulty learning so that their friends can understand the material well. good This research succeeded in concluding that the results of the posttest in the experimental class and control class using the independent sample ttest obtained a sig (2-tailed) value of 0.000. This value shows that the Sig (2-tailed) value is <0.05 so that the Alternative Hypothesis (Ha ) is accepted and the Null Hypothesis (H0) is rejected. Then it can be concluded that there is an influence of the peer tutoring learning method on student learning outcomes in Islamic religious education lessons in junior high schools.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN CALISTUNG UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PEMANFAATAN APE DI RA MUSLIMAT NU 08 Ulum, Darul; Latifah, Syifatul; Rofi’ah, Siti; Fatmasari, Haifa; Laili, Mu’rifatul; Laily, Zahrotul
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2618

Abstract

Salah satu keterampilan dasar yang penting untuk distimulasi sejak dini adalah kemampuan calistung (membaca, menulis, dan berhitung). Meskipun dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menekankan konsep belajar sambil bermain, stimulasi calistung tetap perlu diberikan secara bertahap dan menyenangkan agar anak memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru ditemukan beberapa masalah yakni sebagian anak kelompok B mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan Calistung. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) dipilih karena sesuai dengan kondisi permasalahan, yakni keterbatasan media pembelajaran atau alat permainan edukatif (APE) dalam menunjang kemampuan calistung anak. Tim pengabdi dengan pendekatan PAR yang terdiri atas identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan program, evaluasi dan refleksi secara tepat merancang, membuat, dan menerapkan APE yang dapat digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan adanya APE yang kreatif dan inovatif tersebut dapat terlihat aspek perkembangan anak sebelum dan sesudah menggunakan APE, yakni anak-anak menjadi lebih antusias, aktif, serta menunjukkan peningkatan keterampilan literasi dan numerasi secara bertahap
PENDAMPINGAN PENGUATAN AKHLAK BAGI SANTRI BARU DI PESANTREN MHI BANGSALSARI MELALUI METODE PEMBIASAAN Mukhlis, Akhmad; Ummah, Bintana Inashlahatul; Purwanto, Edy; Rosyiful Huda, Ahmad Rizal; Aldy Akbaru Rizqi, M.
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.1853

Abstract

Santri baru di Pesantren MHI Bangsalsari masih menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan budaya pesantren, terutama terkait kedisiplinan ibadah dan rutinitas harian, sehingga diperlukan pembinaan akhlak yang lebih terarah. Atas dasar kebutuhan tersebut, program pengabdian ini disusun untuk memperkuat akhlak santri melalui metode pembiasaan, yaitu pendekatan yang menekankan pengulangan perilaku positif hingga menjadi karakter. Data dalam kegiatan ini dianalisis secara tematik berdasarkan hasil observasi harian, wawancara dengan ustadz, serta pre-post assessment. Strategi pembiasaan yang diterapkan mencakup praktik ibadah rutin, kegiatan sosial, pembinaan kedisiplinan, dan pendampingan langsung oleh ustadz sebagai teladan. Sebanyak 18 santri mengikuti program selama empat minggu, dan hasilnya menunjukkan peningkatan nyata pada kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, serta kemandirian ibadah. Perbaikan juga terlihat pada aspek ketepatan waktu, kerapian, dan sikap hormat dalam interaksi sehari-hari.Program ini merekomen-dasikan pengembangan modul pembiasaan digital agar pendampingan dapat berlanjut secara lebih sistematis.
PELATIHAN FIKIH WANITA: MEMAHAMI HAID DAN ISTIHADHOH SECARA KOMPREHENSIF BAGI MUSLIMAT NU GUMUKMAS Rohmah, Lailiyatur; Mualifatun, Mualifatun; Ainiyah, Qurrotul ‘; Hamdi, Muhammad; Syaddad, Anwar
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2799

Abstract

Permasalahan mengenai fikih Wanita khususnya haid dan istihadhoh Adalah perkara yang sangat penting untuk difahami oleh tiap Muslimah, namun faktanya kondisi pemahaman perempuan Muslim mengenai haid dan istihadlah saat ini menunjukkan adanya variasi yang signifikan, begitu pula ibu ibu muslimat dan fatayat NU, padahal sangat erat kaitannya dengan ibadah sehari-hari. Sehingga upaya pengadaan pelatihan fikih Wanita untuk Muslimah sangat penting untuk dilakukan. Pengabdian ini menggunakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) Pendekatan ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. pengabdian ini melibatkan ibu-ibu muslimat NU kecamatan Gumukmas sebagai peserta, dan berkolaborasi Bersama penyuluh dari KUA Gumukmas, dengan tujuan meningkatkan pemahaman ibu-ibu muslimat NU mengenai fikih Wanita, khususnya haid, nifas dan istihadhoh. Pelatihan fikih Wanita ini mampu memberikan dampak berupa peningkatan pemahaman ibu-ibu muslimat NU Gumukmas yang lebih komprehensif, dan besar harapan ibu-ibu muslimat NU ini mampu menyampaikan kembali pemahaman fikih Wanita di lingkungan sekitarnya.
EVOLUSI PARADIGMA KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA (1945–2025): DARI KONTROL NEGARA MENUJU DUALISME FILOSOFIS Basyar, Achmad Beadie Busyroel; Mukhbir, M.
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengulas perkembangan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia sejak masa kemerdekaan hingga era Reformasi, serta mengkaji paradigma politik dan filosofis yang melandasinya. Terdapat gap kajian yang berfokus pada identifikasi pergeseran fundamental paradigma politik yang menjadi latar belakang kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur historis-komparatif dengan analisis konten kualitatif terhadap dokumen kebijakan. Hasil penelitian memetakan evolusi kebijakan melalui tiga periode: Orde Lama yang transisional dan fokus legitimasi; Orde Baru yang sentralistik/fungsional untuk fokus stabilitas; dan Reformasi yang demokratis, desentralistis dan fokus kesetaraan. Namun, desentralisasi era Reformasi memunculkan dualisme paradigmatik baru yang bersifat filosofis. Dualisme ini terwujud dalam kebijakan Deep Learning (Kemendikdasmen), yang berakar pada Paradigma Neoliberal yang menekankan kompetensi pasar dan teknologi, berlawanan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dari Kemenag, yang mengadopsi Paradigma Humanis, dimana itu menekankan spiritualitas dan karakter. Temuan ini menggarisbawahi bahwa tantangan dualisme telah bertransformasi dari dualisme kelembagaan menjadi dualisme filosofis kurikulum di tingkat substansi. Kontribusi artikel adalah pemetaan evolusi paradigma politik dan identifikasi transformasi tantangan dualisme kebijakan di Indonesia.
PELATIHAN DIGITAL PARENTING DALAM MENDIDIK ANAK SECARA BIJAK DI ERA GEMPURAN KONEKTIVITAS GLOBAL Rosfalia, Nihna Atho'a; Suhasto, Firman Priyo; Nasikhah, Ikha Durrotun; Zulaiha, Mailinda Anis
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya konektivitas global menuntut orang tua memiliki kompetensi dalam melakukan pengasuhan digital (digital parenting). Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua mengenai praktik pengasuhan digital yang bijak serta keterampilan teknis dalam mendampingi anak saat menggunakan internet. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 80%, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata dari kategori cukup menjadi baik pada aspek literasi digital dasar, kemampuan mengarahkan aktivitas daring edukatif, serta praktik pendampingan. Sebanyak 20% peserta masih menghadapi kendala teknis, terutama dalam mengoperasikan fitur parental control dan manajemen waktu pendampingan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan digital parenting efektif meningkatkan kesiapan orang tua dalam menghadapi risiko penggunaan teknologi pada anak, namun masih diperlukan intervensi lanjutan yang bersifat praktis dan berkelanjutan.
TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS SEBAGAI PILAR GOOD GOVERNANCE DALAM MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Puspita W, Dhevin M.Q Agus; Tabrani, Abd Muis; Fatmawati, Erma; Pramitha, Devi
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan analitis peran transparansi dan akuntabilitas sebagai pilar utama good governance dalam manajemen lembaga pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin kuatnya tuntutan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel seiring dengan meningkatnya keterlibatan publik serta regulasi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur deskriptif-analitis terhadap buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis tematik yang disintesis secara konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme administratif dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam, tetapi juga memiliki landasan normatif yang kuat dalam ajaran Islam melalui nilai amanah, ṣidq (kejujuran), dan mas’ūliyyah (tanggung jawab). Transparansi berperan penting dalam membuka akses informasi, memperkuat pengawasan publik, serta meningkatkan partisipasi pemangku kepentingan, sedangkan akuntabilitas menjadi mekanisme pertanggungjawaban yang mencakup dimensi administratif, profesional, dan spiritual. Integrasi prinsip good governance dengan nilai-nilai Islam terbukti berkontribusi terhadap peningkatan mutu kelembagaan dan penguatan kepercayaan publik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pelaporan, pengawasan internal, dan budaya organisasi berbasis etika dan spiritualitas Islam sebagai strategi pengembangan manajemen lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN ICT PADA MATA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Ratnasari, Khurin In; Sholihah, Mar'atus; Bukhori, Imam; Mua'wanah, Mua'wanah; Hori, Muhammad; Arifandi, Zainal
AS-SUNNIYYAH Vol 5 No 01 (2025): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v5i01.2861

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam menerapkan model pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam mata pelajaran Matematika. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru sebagai subjek aktif dalam seluruh tahapan kegiatan mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan pelatihan, refleksi, hingga evaluasi. Kegiatan dilakukan diikuti oleh 25 guru Matematika dari kelas III hingga VI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan guru menggunakan perangkat dan aplikasi ICT seperti GeoGebra, Google Classroom, dan PowerPoint interaktif. Selain itu, guru juga lebih percaya diri dalam mengembangkan bahan ajar berbasis digital. Program ini membuktikan bahwa pendekatan PAR mampu meningkatkan keterlibatan guru dan keberlanjutan praktik pembelajaran yang inovatif.