cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 613 Documents
REPRESENTASI KESEHATAN MENTAL PENGGUNA NARKOBA DALAM FILM PENDEK “THE COOK” (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE) Otniel Kawengian; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.71983

Abstract

Penelitian ini berjudul “Representasi Kesehatan Mental Pengguna Narkoba dalam Film Pendek “THE COOK” (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesehatan mental pengguna narkoba direpresentasikan dalam film pendek "The Cook" melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis tanda berupa ikon, indeks, dan simbol dalam narasi serta visual film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "The Cook" merepresentasikan kesehatan mental pengguna narkoba melalui simbolisasi emosi negatif seperti kecemasan, delusi, trauma, dan kesepian. Representasi tersebut diperkuat dengan gestur, ekspresi, serta efek sinematik yang menekankan keterasingan tokoh. Dalam perspektif Stuart Hall, makna yang dibentuk tidak netral dan memengaruhi pandangan penonton terhadap pengguna narkoba. Film ini menyampaikan isu kesehatan mental secara implisit namun kuat secara visual dan naratif.  
Strategi Komunikasi Interpersonal Shadow Teacher Dalam Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Siswa Tunagrahita di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo Chafifah Hanum; Anam Miftakhul Huda
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal yang digunakan shadow teacher dalam meningkatkan kemampuan bina diri siswa tunagrahita di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo. Shadow teacher berperan penting sebagai pendamping khusus dalam proses belajar siswa berkebutuhan khusus, terutama dalam membantu siswa tunagrahita agar lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa shadow teacher menerapkan beberapa strategi komunikasi interpersonal, antara lain komunikasi verbal yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, komunikasi nonverbal seperti gestur dan ekspresi wajah, serta pendekatan personal yang penuh empati dan kesabaran. Selain itu, penggunaan media visual dan pemberian pujian sebagai bentuk motivasi juga menjadi bagian dari strategi yang efektif. Hambatan komunikasi yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman siswa dan kondisi emosional yang tidak stabil, namun dapat diatasi melalui pendekatan yang konsisten dan kolaborasi dengan guru serta orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi interpersonal yang tepat dari shadow teacher sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan bina diri siswa tunagrahita. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan inklusi di tingkat sekolah dasar.
Pengaruh Strategi Komunikasi Pemasaran Gery X Quest Factory Terhadap Brand Image PT. Garudafood Putra Putri Jaya Gresik Nur Azizah Diah Ananda Putri; Hasna Nur Lina
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran kampanye Gery X Quest Factory terhadap brand image PT Garudafood Putra Putri Jaya Gresik. Strategi yang diterapkan meliputi media sosial, event interaktif, iklan, pemasaran langsung, dan aktivasi merek berbasis teknologi AR dan VR untuk menarik minat generasi muda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei terhadap 106 responden pengunjung Gery X Quest Factory tahun 2023–2024. Analisis dilakukan dengan regresi linear sederhana.Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran berpengaruh signifikan dan positif terhadap brand image dengan nilai R² sebesar 0,854 (85,4%). Artinya, semakin efektif strategi komunikasi, semakin kuat citra merek di benak konsumen. Perusahaan disarankan untuk terus mengembangkan komunikasi pemasaran yang menyentuh pengalaman langsung konsumen.
Motif Wisatawan Pengguna Jasa Open trip Travel (Studi Fenomenologi pada Generasi Z Urban) Alfurizqi, Salma Maylinda Putri; Gilang Gusti Aji
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72072

Abstract

Penelitian fenomenologi ini mengeksplorasi motif Gen Z urban dalam memilih jasa open trip travel. Meski open trip tampak populer saat ini, hasil penelitian menunjukkan open trip seringkali bukan preferensi utama yang berulang, melainkan pilihan situasional ketika Gen Z urban mengalami keterbatasan atau kekurangan informasi, belum memiliki teman perjalanan, atau sebagai pengalaman traveling awal. Tujuan penelitian adalah memahami makna traveling sebagai gaya hidup dan esensi pengalaman memilih open trip bagi mereka. Dengan metode kualitatif melalui in-depth interview pada Gen Z urban, ditemukan bahwa motif traveling secara umum didorong oleh faktor personal (eksplorasi diri, pengalaman baru, aktualisasi diri) dan situasional (lingkungan psikososial dan objektif). Dengan melihat motif tersebut, open trip menjadi solusi praktis yang menjembatani dorongan personal dengan keterbatasan situasional dan dipilihnya open trip sebagai model wisata banyak didasari oleh alasan "pengalaman pertama" karena menawarkan rasa aman, praktis, dan tersedianya komunitas sementara sehingga menciptakan kesempatan jejaring sosial.
ANALISIS RESEPSI AUDIENS TERHADAP LIVE STREAMING TIKTOK PRODUK GLAD2GLOW Miftahul Nurul Qolbidiasih; Teguh Dwi Putranto
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72118

Abstract

Perkembangan platform digital yang pesat telah menggeser strategi pemasaran tradisional menuju format yang lebih interaktif seperti live streaming di TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana audiens memaknai pesan promosi dalam live streaming TikTok Glad2Glow, dengan menggunakan konsep pemaknaan Stuart Hall yang meliputi posisi dominant-hegemonic, negotiated, atau oppositional. Selain itu, penelitian ini juga akan dikaji melalui perspektif Elaboration Likelihood Model (ELM), yakni jalur pemrosesan pesan melalui central route dan peripheral route. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi, melalui wawancara mendalam terhadap informan berusia 18-35 tahun yang pernah menonton live streaming TikTok Glad2Glow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens memiliki resepsi yang beragam. Dua informan berada dalam posisi dominant-hegemonic, yakni menerima pesan secara utuh dan positif yang cenderung memproses pesan melalui jalur periferal. Dua informan berada pada posisi negotiated yang cenderung berada pada jalur pemrosesan pesan yang bervariasi tergantung pada aspek mana yang mereka sepakati atau tolak, karena dalam hal ini informan menerima sebagian pesan namun melakukan penyesuaian terhadap hal lain. Sementara satu informan berada pada posisi oppositional di mana pemrosesan pesan melalui jalur sentral yang menunjukkan ketidaksetujuan terhadap pesan karena kurang relevan dengan kebutuhan dan preferensi belanja pribadinya. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas live streaming sebagai strategi komunikasi pemasaran bergantung pada kombinasi antara pesan yang persuasif, kredibilitas komunikator, visualisasi produk, interaktivitas, serta kesesuaian dengan kebutuhan audiens.
Representasi Patologi Sosial Anak Muda dalam Film Jakarta Versus Everybody Menggunakan Analisis Semiotika David Ubaydulloh; Awang Dharmawan
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi patologi sosial anak muda dalam film Jakarta vs Everybody dengan menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Film ini menggambarkan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh remaja, khususnya pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba yang marak di kota besar seperti Jakarta. Dengan menggunakan teori semiotika Barthes, penelitian ini mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal dalam film, yang kemudian dianalisis untuk mengungkapkan makna denotatif dan konotatif yang tersirat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan patologi sosial melalui karakter-karakter yang terjerumus dalam gaya hidup hedonistik dan destruktif, yang mencerminkan hilangnya nilai-nilai moral dan ketidakmampuan untuk membangun hubungan emosional yang sehat. Melalui konflik internal yang dialami oleh tokoh Dom, film ini mengajak penonton untuk memahami dampak negatif dari pergaulan bebas dan narkoba dalam membentuk identitas sosial anak muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami peran media, khususnya film, dalam membentuk persepsi sosial tentang masalah sosial yang berkembang di masyarakat urban.
Representasi Kebijaksanaan Karakter Hutch Mansel dalam Film Nobody Muhammad Rizaldi; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kebijaksanaan dalam karakter Hutch Mansell dalam film Nobody (2021) menggunakan pendekatan semiotika Charls Sanders Peirce dan teori representasi Stuart Hall. Hutch digambarkan sebagai sosok ayah yang mengalami transformasi dari figure pasif menjadi sosok yang bijaksana dalam pengambilan keputusan untuk melindungi keluarganya, dengan memunculkan nilai utama kepahlawanan utama menurut Scott T. Allison, yakni kebijaksanaan. Temuan menunjukkan bahwa representasi tersebut terbentuk melalui unsur naratif dan sinematik yang kompleks, seperti simbol visual, dialog, dan tindakan karakter utama. Film Nobody memuat representasi konstruksionis dalam narasi kebijaksanaan yang ambivalen. Penelitian ini mengungkap bagaimana film aksi dapat menjadi media yang efektif untuk menarasikan peran ayah secara kompleks, mencerminkan nilai budaya dan ideologi maskulinitas dalam konteks keluarga.
Strategi Komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) PFPreneur dalam Pemberdayaan Perempuan Karolina Ratnasari; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72138

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat. Salah satu kelompok sasaran penting dalam program CSR adalah perempuan, mengingat peran strategis mereka dalam keluarga dan komunitas. PFPreneur merupakan inisiatif sosial yang bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi dan sosial perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan, serta akses terhadap jaringan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggambarkan bagaimana komunikasi CSR dirancang, disampaikan, dan diterima oleh para penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi PFPreneur menekankan pada pendekatan informatif, persuasif dan edukatif dengan memanfaatkan media sosial. Strategi ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan, meningkatkan partisipasi aktif, serta memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan. Sehingga dapat mewujudkan keberhasilan pelaksanaan program CSR PFPreneur dibidang pemberdayaan perempuan.
STUDI NETNOGRAFI GERAKAN FEMINISME LIBERAL DALAM AKUN INSTAGRAM @WMNATION Adhinda Zahro Haania; Tsuroyya
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi dan gerakan feminisme liberal yang terjadi pada akuninstagram @wmnation. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi. Teknikpengambilan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi virtual dan dokumentasi berupa tangkapanlayar. Teknik analisis data menggunakan cara pengkodean, pencatatan, abstraksi, memeriksa dan memperbaiki,generalisasi, berteori. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori oleh Mary Wollstonecraft.Hasil penelitian menunjukkan bagaimana interaksi terbangun antara konten yang diunggah terhadap pengikut dansebaran nilai feminisme liberal yang terjadi. Hal ini kemudian dapat disimpulkan bahwa interaksi yang terjadidalam unggahan menunjukkan adanya keterbukaan informasi dan nilai-nilai gerakan feminisme liberal yangdiberikan dikemas dengan pendekatan yang tepat dengan mengambil beberapa kasus nyata yang terjadi di sekitaratau melalui sebuah karya seperti film atau drama yang masih berhubungan dengan nilai yang akan disampaikan.
Diskriminasi Gender di Dunia Maya (Studi Netnografi di Twitter Komunitas Virtual Korean Roleplayer) ALIFIA; Tsuroyya
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana diskriminasi gender yang ada di dunia maya, khususnya pada komunitas virtual korean roleplayer. Dengan menggunakan metode netnografi peneliti melakukan pengamatan terhadap interaksi, diskursus, dan dinamika sosial yang terjadi dalam komunitas tersebut selama kurun waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya praktik-praktik diskriminatif yang bersifat terselubung maupun terang-terangan, seperti banyaknya stereotip yang melekat berdasarkan identitas gender tertentu, marginalisasi terhadap suatu kelompok, dan banyaknya kejadian kekerasan yang merujuk pada sexual harassment, cyberbullying dan doxing. Selain itu, media sosial sebagai ruang bebas sering kali memperkuat adanya bias gender melalui algoritma dan budaya populer yang sedang berkembang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun dunia maya dianggap sebagai ruang terbuka dan egaliter, diskriminasi berbasis gender tetap terjadi dan bahkan dalpat berkembang dalam bentuk-bentuk baru yang sulit dikenali secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam kajian komunikasi digital dan kesadaran kritis terhadap praktik diskriminatif di dunia maya