cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285255067957
Journal Mail Official
jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumordjo KM 4 Makassar Ruangan Program Studi Sosiologi Lantai 7 Gedung 1 Email: jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Kontemporer
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28088859     EISSN : 28088840     DOI : https://doi.org/10.56326/jsk.v3i1
Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 96 Documents
Partisipasi Masyarakat Suku Kamoro Dalam Program Pemberdayaan Di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah Selpi Dwi Putri Leme; Rusdi Maidin; Nurmi Nonci
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.6595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk partisipasi masyarakat Suku Kamoro dalam program pemberdayaan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat partisipasi tersebut di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan, yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam berbagai aspek seperti ekonomi, pendidikan, dan budaya. Partisipasi masyarakat cenderung tinggi ketika program disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan melibatkan masyarakat secara langsung. Faktor pendukung partisipasi antara lain adanya aset lokal yang potensial, semangat gotong royong, dan peran aktif tokoh adat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan informasi, rendahnya pendidikan, budaya paternalistik, dan dominasi pengambilan keputusan oleh elit lokal. Analisis menggunakan Teori Partisipasi (Arnstein) menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berada pada level kemitraan dan pendelegasian wewenang, meskipun belum menyeluruh. Teori Pemberdayaan (Chambers) menguatkan bahwa partisipasi aktif dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Sementara itu, Teori Interaksi Sosial digunakan untuk menjelaskan alasan ketidakterlibatan sebagian warga, khususnya karena kurangnya komunikasi sosial dan eksklusi dalam jaringan partisipatif. This study aims to determine the forms of participation of the Kamoro people in empowerment programs and to identify factors that support and inhibit such participation in Iwaka District, Mimika Regency, Central Papua Province. A qualitative descriptive method was used, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation with eight informants, consisting of traditional leaders, community leaders, and local residents. The results indicate that community empowerment is carried out in various aspects, including economic, educational, and cultural aspects. Community participation tends to be high when programs are tailored to local needs and directly involve the community. Supporting factors for participation include the existence of potential local assets, a spirit of mutual cooperation, and the active role of traditional leaders. Meanwhile, inhibiting factors include limited information, low education, a paternalistic culture, and the dominance of decision-making by local elites. Analysis using Arnstein's Participation Theory indicates that community participation is at the level of partnership and delegation of authority, although not yet comprehensive. Chambers' Empowerment Theory confirms that active participation can increase community capacity and independence. Meanwhile, Social Interaction Theory is used to explain the reasons for the disengagement of some residents, particularly due to a lack of social communication and exclusion within participatory networks.
Pengelolaan Objek Wisata Lempe Lolai: Studi Perubahan Sosial Pada Masyarakat Toraja Utara Venisa Erma Patricia; Syamsul Bahri; Andi Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.6882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengembangan objek wisata lempe lolai terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat lokal di Kabupaten Toraja Utara. Metode penelitian yang digubakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat dan pengelola, serta dokumentasi dari berbagai sumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan objek wisata Lempe Lolai membawa pengaruh positif, khususnya dalam bidang ekonomi. Hal ini terlihat dari meningkatnya pendapatan masyarakat, munculnya berbagai usaha kecil seperti warung, kios, dan penginapan, serta terbukanya peluang baru. Dari sisi sosial, masyarakat menunjukkan perubahan sikap yang lebih terbuka terhadap wisatawan, meningkatnya kesadaran akan kebersihan lingkungan, serta menjaga keramahan sebagai identitas budaya lokal. Selain itu, trdisi dan nilai-nilai adat tetap dipertahankan sebagai daya tarik wisata. Namun, pengelolaan berkelanjutan masih perlu diperhatikan agar perkembangan pariwisata tidak menimbulkan dampak negative di masa depan. This study aims to analyze the impact of the development of the Lempe Lolai tourist attraction on the social and economic life of local communities in North Toraja Regency. The research method used was qualitative with a descriptive approach. Data were collected through direct field observations, in-depth interviews with the community and management, and documentation from various relevant sources. The results indicate that the presence of the Lempe Lolai tourist attraction has had a positive impact, particularly on the economy. This is evident in the increase in community income, the emergence of various small businesses such as food stalls, kiosks, and lodgings, and the opening of new opportunities. Socially, the community has shown a change in attitude toward tourists, increased awareness of environmental cleanliness, and the preservation of hospitality as a local cultural identity. Furthermore, traditions and traditional values are maintained as tourist attractions. However, sustainable management is still needed to ensure that tourism development does not have negative impacts in the future.
Pengaruh Sosial Dana Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Batu Parigi Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah Semi Kristiani Joi; Iskandar Iskandar; Asmirah Asmirah; Ahmad Muhajir
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.6904

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menelaah berbagai strategi yang telah diimplementasikan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Batu Parigi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Fokus utama kajian diarahkan pada pemanfaatan dana desa yang berfungsi sebagai instrumen penting dalam menggerakkan beragam program pemberdayaan. Selain itu, penelitian ini berusaha menilai secara lebih mendalam sejauh mana alokasi serta pengelolaan dana desa mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat setempat. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan dukungan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di lapangan, penyebaran kuesioner terstruktur, serta telaah dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan program desa. Responden penelitian berjumlah 99 orang, terdiri atas 53 laki-laki dan 46 perempuan yang merupakan penduduk tetap Desa Batu Parigi. Seluruh data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif dan inferensial guna memetakan pola pengaruh sekaligus menilai signifikansi hubungan antara pemanfaatan dana desa dan proses pemberdayaan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa memberikan dampak sosial yang cukup kuat dalam proses pemberdayaan masyarakat. Program-program yang teridentifikasi berhasil dijalankan meliputi pelatihan keterampilan vokasional dan kewirausahaan, pelaksanaan musyawarah desa yang lebih partisipatif, pendampingan intensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun kelompok tani, penyediaan akses terhadap permodalan serta informasi pasar, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa dalam perencanaan dan pengelolaan kegiatan pemberdayaan. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan adanya korelasi positif yang signifikan antara efektivitas penggunaan dana desa dengan peningkatan kemandirian, partisipasi, serta kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Artinya, semakin baik transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, maka semakin besar pula kontribusinya terhadap penguatan kapasitas masyarakat secara menyeluruh. Berdasarkan hasil tersebut, dapat ditegaskan bahwa dana desa tidak hanya berperan pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi instrumen fundamental dalam memperkuat struktur sosial-ekonomi melalui program produktif seperti pelatihan kewirausahaan, pengembangan sarana ekonomi, dan penguatan organisasi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan sistem pengawasan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta literasi keuangan desa agar pemanfaatan dana desa di masa mendatang dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan. This research explores the role of village funds in strengthening community empowerment in Batu Parigi Village, Tobadak District, Central Mamuju. The study emphasizes how fund allocation and management contribute to improving social, economic, and institutional capacities within the local community. A quantitative design was applied, combining field observation, structured questionnaires, and document analysis. The sample consisted of 99 permanent residents, including 53 men and 46 women. Data were processed using descriptive and inferential analysis to examine both the patterns and the significance of relationships between the use of village funds and empowerment outcomes. The results indicate that village funds have positively influenced empowerment initiatives, particularly through skill development training, participatory village forums, support for MSMEs and farmer groups, access to financial and market resources, and capacity-building for village officials. The findings further confirm a significant positive relationship between transparent and effective fund management and improvements in independence, participation, and socio-economic welfare of the community. Overall, village funds function not only as a driver of physical development but also as a strategic tool to strengthen social and economic resilience. Strengthening monitoring systems, enhancing institutional skills, and improving financial literacy are recommended to ensure sustainability and effectiveness in future village fund management.
Pengaruh Pelaku Usaha Industri Kecil Terhadap Pendapatan Keluarga Di PT Kima Kota Makassar: Studi Kasus : PT Aneka Sari Pangan – Makanan Ringan Nurul Fadylah; Nurmi Nonci; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.6910

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pelaku usaha industri kecil terhadap pendapatan keluarga, dengan studi kasus pada PT Aneka Sari Pangan yang berlokasi di PT KIMA Kota Makassar. Industri kecil memainkan peran penting dalam menopang perekonomian nasional dan lokal, serta berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pelaku usaha, mengidentifikasi kontribusi usaha makanan ringan terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga, dan menganalisis faktor pendukung serta penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain sekuensial eksplanatoris. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan SPSS, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari pelaku usaha industri kecil terhadap pendapatan keluarga. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 10,890 yang lebih besar dari t-tabel 1,984 dan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05). Hasil wawancara juga mendukung temuan ini, di mana mayoritas pekerja merasakan adanya peningkatan pendapatan yang memberikan rasa aman dan stabilitas dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, beberapa pekerja juga menyatakan bahwa pendapatan yang diperoleh masih terbatas dan tidak sepenuhnya mencukupi semua kebutuhan, sehingga perlu mencari penghasilan tambahan. Secara keseluruhan, pekerjaan di PT Aneka Sari Pangan dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan kondisi sosial dan ekonomi keluarga. This study analyzes the influence of small-scale industrial entrepreneurs on family income, using a case study of PT Aneka Sari Pangan, located in PT KIMA, Makassar City. Small-scale industrial entrepreneurs play a crucial role in supporting the national and local economies and contributing to household income. The purpose of this study was to understand the role of small-scale industrial entrepreneurs, identify the contribution of snack businesses to family economic well-being, and analyze the supporting and inhibiting factors. This study used a mixed methods approach with an explanatory sequential design. Quantitative data were collected using questionnaires and analyzed using SPSS, while qualitative data were obtained through in-depth interviews. The results indicate a positive and significant influence of small-scale industrial entrepreneurs on family income. This is evidenced by the calculated t-value of 10.890, which is greater than the t-table of 1.984 and has a significance level of 0.00 (<0.05). Interview results also support this finding, indicating that the majority of workers perceived an increase in income that provided a sense of security and stability in meeting household needs. However, some workers also stated that their income was still limited and insufficient to fully cover all needs, necessitating the need to seek additional income. Overall, work at PT Aneka Sari Pangan is considered to provide a real contribution to improving the social and economic conditions of families.
Adaptasi Sosial Masyarakat Suku Toraja Terhadap Warga Lokal Di Kelurahan Macege Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan Yober Alexander R Alexander; A.M. Rusdi Rusdi; Syamsul Bachri
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.7019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika sosial antara masyarakat pendatang Suku Toraja dan warga lokal di Kelurahan Macege, Kabupaten Bone, yang menunjukkan proses adaptasi dan interaksi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah menganalisis bentuk adaptasi sosial dan proses interaksi yang terjalin antara kedua kelompok masyarakat tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap warga Toraja pendatang dan warga lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Toraja melakukan adaptasi sosial melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan, gotong royong, dan hubungan kekerabatan yang bersifat terbuka. Interaksi sosial yang terbentuk cenderung harmonis, ditandai dengan kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian menyimpulkan bahwa adaptasi sosial masyarakat Toraja mampu menciptakan integrasi sosial yang kondusif dengan warga lokal. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penguatan nilai toleransi dan solidaritas dalam masyarakat multietnis di tingkat lokal. This research is motivated by the social dynamics between the Toraja immigrant community and local residents in Macege Village, Bone Regency, which demonstrates the process of adaptation and cultural interaction in everyday life. The research objective is to analyze the forms of social adaptation and the interaction processes that exist between the two community groups. The research uses a qualitative approach with a case study method, through in-depth interviews, observation, and documentation of Toraja immigrants and local residents. The results show that the Toraja community carries out social adaptation through participation in religious activities, mutual cooperation, and open kinship relationships. The social interactions that are formed tend to be harmonious, characterized by cooperation in the economic, social, and cultural fields. The study concludes that the social adaptation of the Toraja community is able to create conducive social integration with local residents. These findings have implications for the importance of strengthening the values of tolerance and solidarity in multi-ethnic societies at the local level.
Konstruksi Peran Gender Dalam Keluarga Milenial: Negosiasi Antara Budaya Gayo Dan Perubahan Sosial Di Kampung Wihni Durin, Aceh Tengah Wahdaini Wahdaini; Musdawati Musdawati; FatimahSyam FatimahSyam
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v6i1.9518

Abstract

Perubahan sosial, meningkatnya partisipasi perempuan dalam sektor publik, serta perkembangan pendidikan dan teknologi telah mendorong perubahan pembagian peran gender dalam keluarga. Namun, perubahan tersebut berlangsung secara berbeda pada masyarakat yang masih mempertahankan nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi peran gender dalam keluarga milenial di Kampung Wihni Durin, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan terdiri atas sembilan individu dari keluarga milenial serta dua informan kunci, yaitu Reje Kampung dan Petue Kampung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian peran dalam keluarga milenial mulai menjadi lebih fleksibel melalui komunikasi, kerja sama, dan penyesuaian terhadap kebutuhan keluarga. Namun, perubahan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan pola patriarki karena perempuan masih cenderung memikul tanggung jawab domestik yang lebih besar dan mengalami beban ganda. Nilai sumang dan mukemel masih memengaruhi penilaian sosial terhadap peran laki-laki dan perempuan. Sementara itu, pendidikan, kondisi ekonomi, media sosial, dan pengalaman keluarga mendorong munculnya pemahaman serta praktik pembagian peran yang lebih fleksibel. Temuan ini menunjukkan bahwa konstruksi peran gender dalam keluarga milenial berlangsung secara dinamis melalui negosiasi antara nilai budaya yang diwariskan dan perubahan kebutuhan dalam kehidupan keluarga. Social change, increased female participation in the public sector, and developments in education and technology have driven changes in the division of gender roles within families. However, these changes occur differently in communities that still maintain local cultural values. This study aims to analyze the construction of gender roles in millennial families in Wihni Durin Village, Silih Nara District, Central Aceh Regency. This study used a qualitative approach with a case study design. Informants were selected through purposive sampling and consisted of nine individuals from millennial families and two key informants: Reje Kampung and Petue Kampung. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through the stages of data condensation, data presentation, and drawing and verifying conclusions. The results show that the division of roles in millennial families is becoming more flexible through communication, cooperation, and adjustments to family needs. However, these changes have not eliminated patriarchal patterns because women still tend to bear greater domestic responsibilities and experience a double burden. The values of sumang and mukemel continue to influence social assessments of men's and women's roles. Meanwhile, education, economic conditions, social media, and family experiences foster a more flexible understanding and practice of role allocation. These findings suggest that gender role construction in millennial families occurs dynamically through negotiations between inherited cultural values and changing needs in family life.

Page 10 of 10 | Total Record : 96