cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285255067957
Journal Mail Official
jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumordjo KM 4 Makassar Ruangan Program Studi Sosiologi Lantai 7 Gedung 1 Email: jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Kontemporer
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28088859     EISSN : 28088840     DOI : https://doi.org/10.56326/jsk.v3i1
Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 67 Documents
Relasi Kuasa Korporasi Terhadap Petani Sawit : Studi Kasus PT. Surya Raya Lestari II Di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah Cawula, Juhi; Maidin, Andi Rusdi; Burchanuddin, A.
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6883

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan relasi kuasa antara korporasi perkebunan dan petani kelapa sawit plasma yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan serta kemandirian petani. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bentuk relasi kuasa yang dibangun PT. Surya Raya Lestari II dengan petani plasma di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, serta dampaknya terhadap aspek sosial-ekonomi petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari petani plasma, karyawan perusahaan, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan inti-plasma berjalan dalam bingkai saling menguntungkan, di mana petani menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan perusahaan memberikan sarana produksi, pendampingan teknis, dan jaminan pasar. Namun, perusahaan memegang dominasi dalam penguasaan pengetahuan teknis, penetapan standar produksi, dan mekanisme pengawasan, yang membatasi daya tawar petani, khususnya pada penentuan harga Tandan Buah Segar (TBS). Kesimpulan penelitian menegaskan adanya keterikatan yang memperkuat posisi dominan perusahaan, meskipun memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kelembagaan petani dan diversifikasi akses pasar untuk menciptakan kemitraan yang lebih setara dan berkelanjutan Welfare and independence. The objective of this study is to analyze the form of power relations established by PT. Surya Raya Lestari II with plasma farmers in Babana Village, Budong-Budong District, and its impact on the farmers' socio-economic conditions. This research employs a descriptive qualitative method, using observation, in-depth interviews, and documentation, with informants comprising plasma farmers, company employees, and community leaders. The findings indicate that the nucleus-plasma partnership operates within a mutually beneficial framework, in which farmers provide land and labor. At the same time, the company supplies production facilities, technical assistance, and market guarantees. However, the company holds dominance in controlling technical knowledge, setting production standards, and implementing monitoring mechanisms, which limit farmers' bargaining power, particularly in determining the price of Fresh Fruit Bunches (FFB). The study concludes that a structural dependency reinforces the company's dominant position, despite providing economic benefits to farmers. The recommendations focus on strengthening farmers' institutions and diversifying market access to create a more equitable and sustainable partnership.
Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Tradisi Sabung Ayam Di Toraja Utara Pangloli, Mona; Nonci, Nurmi; Burchanuddin, A.
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku sosial masyarakat dalam tradisi sabung ayam di Kabupaten Toraja Utara. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang masih melekat kuat di tengah kehidupan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi guna memperoleh data yang mendalam mengenai pandangan masyarakat terhadap praktik sabung ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabung ayam dipahami bukan sekadar permainan, melainkan sarana interaksi sosial, media ritual adat, serta simbol solidaritas dan status sosial. Masyarakat Toraja Utara menilai bahwa praktik ini telah menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Namun, tradisi tersebut juga menimbulkan perdebatan, terutama terkait aspek hukum dan pandangan moral yang berkembang di luar daerah. Kesimpulannya, sabung ayam bagi masyarakat Toraja Utara merupakan fenomena sosial-budaya yang tidak dapat dilepaskan dari nilai adat, meskipun dalam konteks modern menghadapi tantangan regulasi dan perubahan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas mengenai dinamika budaya lokal serta menjadi referensi dalam menjaga warisan budaya agar tetap selaras dengan perkembangan zaman. This research explores the social behavior of the community in the tradition of cockfighting in North Toraja Regency. The practice is not only considered a form of entertainment but also carries deep social, cultural, and religious values that remain strongly embedded in local life. The study applied a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation to gain an in-depth understanding of community perspectives toward cockfighting. The findings reveal that cockfighting is perceived not merely as a game but as a medium of social interaction, a component of ritual ceremonies, and a symbol of solidarity and social status. For the Toraja people, this tradition has become part of their cultural identity, passed down across generations. Nevertheless, the practice also raises debates, particularly concerning legal restrictions and moral views outside the local context. In conclusion, cockfighting in North Toraja represents a socio-cultural phenomenon inseparable from customary values, even though in the modern era it encounters challenges from state regulations and ongoing social change. This study is expected to provide broader insights into local cultural dynamics and serve as a reference for preserving cultural heritage while adapting to contemporary developments.
Relasi Sosial Masyarakat Pendatang Dan Masyarakat Lokal Dikeluarahan Bangkala Kota Makassar Anugrah, M. Dava; Bahri, Syamsul; Burchanuddin, A
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6886

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan fakta mengenai bagaiman relasi sosial antara masyarakat pendatang dan  masyarakat lokal, di Kelurahan Bangkala Kota Makassar dan bagaimana strategi masyarakat pendatang beradaptasi dengan masyarakat lokal di Kelurahan Bangkala Kota Makassar Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa: (1) relasi sosial antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal di sekitar Kelurahan Bangkala Kota Makassar terdapat hubungan yang baik, terdapat adanya bentuk relasi yang bersifat asosiatif dan terdapat bentuk relasi yang bersifat disosiatif. (2) Strategi masyarakat pendatang beradaptasi dengan masyarakat lokal dengan cara: membangun komunikasi yang baik, mengikuti kegiatan yang diadakan masyarakat lokal, serta mengikuti aturan-aturan yang ada yang ada pada masyarakat lokal. Di Kelurahan Bangkala Kota Makassar The purpose of this study is to obtain data and facts regarding the social relations between migrants and local communities in Bangkala Village, Makassar City and how migrants adapt to the local community in Bangkala Village, Makassar City. The author used a qualitative research method with a case study approach. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Furthermore, the data analysis technique used was the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results, it is known that: (1) social relations between immigrants and local communities around Bangkala Village, Makassar City are good, with both associative and dissociative forms of relations. (2) strategies for immigrants to adapt to local communities include: building good communication, participating in activities held by local communities, and following existing rules within the local community. In Bangkala Village, Makassar City
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanganan Sampah Dilorong Wisata Kelurahan Bakung Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Amir, Muhammad Naufal; Nonci, Nurmi; Maidin, Andi Rusdi
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7049

Abstract

Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui pemberdayaan, partisipasi serta kesadaran warga dalam menangani sampah terkhususnya masyarakat yang tinggal didalam lorong wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif Kualiatif, yang dimana objek penelitian nya adalah Masyarakat dan Pihak yang berwenang yang tinggal di Lorong wisata. Pengumpulan data menggunakan tehnik Observasi,Wawancara, Dokumentasi dan Voice Record. Tujuan Skripsi ini di lakukan agar kita dapat mengetahui pemberdayaan dalam penanganan sampah yang terjadi baik itu dari bentuk kesadaran warga, kerja sama warga maupun kegiatan yang lain yang berhubungan dengan pemberdayaan msayarakat dalam menangani sampah. Bentuk pemberdayaan yang muncul di antara warga  dan pihak berwenang seperti RT/RW yaitu bentuk interaksi yang dimana interaksi inilah yang menimbulkan adanya  hubungan dan kerja sama yang baik  di dalam penanganan sampah yang efektif didalam lorong wisata. This research was conducted to determine the empowerment, participation and awareness of residents in handling waste, especially the people who live in the tourist alley. The research method used is a qualitative descriptive research method, where the research objects are the community and authorities who live in the tourist alley. Data collection uses observation, interview, documentation and voice recording techniques. The purpose of this thesis is so that we can find out the empowerment in waste management that occurs both in the form of citizen awareness, citizen cooperation and other activities related to community empowerment in handling waste. The form of empowerment that appears between residents and authorities such as RT / RW is a form of interaction where this interaction gives rise to good relationships and cooperation in effective waste management in the tourist alley.
Influencer, Generasi Z Dan Pemberdayaan Literasi Di Kota Makassar Putri, Muizzah Azizah; Bahri, Syamsul; Harifuddin, Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer terhadap pemberdayaan literasi Generasi Z di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan uji regresi dan uji t, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara influencer terhadap pemberdayaan literasi Generasi Z di Kota Makassar. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, t hitung 6,071 > t tabel 2,000, serta koefisien regresi sebesar 0,681. Temuan kuantitatif ini diperkuat dengan hasil wawancara kualitatif yang menunjukkan bahwa mahasiswa menilai influencer mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan dorongan untuk lebih kreatif serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran. Namun demikian, terdapat pula potensi dampak negatif berupa kecenderungan mengikuti tren hiburan dan perilaku konsumtif. Hasil penelitian ini memperkuat konsep sosiologi komunikasi yang menekankan pengaruh interaksi digital terhadap perilaku sosial, serta teori dampak sosial yang menjelaskan adanya dampak positif maupun negatif dari kehadiran influencer terhadap literasi generasi muda. This study aims to determine the influence of influencers on the empowerment of Generation Z literacy in Makassar City. The research method used is a quantitative approach with regression tests and t-tests, as well as a qualitative approach through interviews to strengthen the findings. Based on the results of data analysis, it was found that the Null Hypothesis (H0) was rejected and the Alternative Hypothesis (H1) was accepted, which means there is a significant influence between influencers on the empowerment of Generation Z literacy in Makassar City. This is evidenced by a significance value of 0.000 < 0.05, t count 6.071 > t table 2.000, and a regression coefficient of 0.681. These quantitative findings are reinforced by the results of qualitative interviews which show that students assess influencers are able to provide inspiration, motivation, and encouragement to be more creative and utilize social media as a learning tool. However, there are also potential negative impacts in the form of a tendency to follow entertainment trends and consumptive behavior. The results of this study strengthen the concept of communication sociology which emphasizes the influence of digital interaction on social behavior, as well as the theory of social impact which explains the positive and negative impacts of the presence of influencers on the literacy of the younger generation.
Normalisasi Money Politic dan Habitus Digital Generasi Z di Akun TikTok Andik Nur Prabowo dalam Pemilu Indonesia 2024 Laumalay, Oschar Ebenheazer; Yanuartha, Rizki Amalia; Siahainenia, Royke Roberth
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana politik uang (money politic) direpresentasikan dan dinormalisasi dalam konten media sosial, khususnya melalui akun TikTok Andik Nur Prab menjelang Pemilu Indonesia 2024. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk dan teori habitus Pierre Bourdieu, penelitian ini menelusuri struktur teks, kognisi sosial, serta konteks sosial dari interaksi pengguna terhadap konten parodi bertema “serangan fajar”. Data diperoleh melalui observasi daring terhadap unggahan video dan komentar publik pada akun TikTok tersebut selama periode Desember 2023-Februari 2024, dengan total interaksi mencapai jutaan penayangan dan ribuan tanggapan pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik politik uang tidak hanya direpresentasikan secara humoris dan simbolik, tetapi juga dipahami oleh generasi Z sebagai hal yang lumrah dan tidak bermasalah secara etika. Struktur wacana yang ringan dan menghibur justru memperkuat legitimasi sosial terhadap praktik politik transaksional. Melalui teori habitus Bourdieu, ditemukan bahwa modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik berperan dalam membentuk habitus digital yang permisif terhadap praktik politik uang. Media sosial, khususnya TikTok, berfungsi bukan hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai arena produksi dan reproduksi ideologi yang menguatkan normalisasi money politic dalam budaya politik generasi muda. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interaksi pengguna TikTok sebagai bentuk produksi habitus politik digital, yang menjelaskan bagaimana wacana viral di media sosial berkontribusi pada pembentukan opini publik dan pelemahan etika demokrasi di kalangan generasi muda Indonesia. This study aims to analyze how the discourse of money politics is represented and normalized in social media content, particularly through the TikTok account of Andik Nur Prabowo in the context of Indonesia’s 2024 general election. Using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) and Pierre Bourdieu’s theory of habitus, this research examines the textual structure, social cognition, and social context of user interactions with parody content themed around the so-called “dawn attack” (vote-buying practice). Data were collected through online observation of videos and public comments posted on the account between December 2023 and February 2024, which generated millions of views and thousands of user engagements. The findings reveal that money politics is not only presented humorously and symbolically but also perceived by Generation Z as normal and ethically acceptable. The humorous and relatable narrative structure reinforces the social legitimacy of transactional politics. Through Bourdieu’s framework, the study identifies that economic, social, cultural, and symbolic capitals shape a permissive digital habitus toward money politics. Social media, especially TikTok functions not merely as a space of entertainment but as an arena for the production and reproduction of political ideology, strengthening the normalization of money politics in youth political culture. The novelty of this study lies in its analysis of TikTok user interactions as a form of digital political habitus production, explaining how viral discourses on social media contribute to shaping public opinion and weakening democratic ethics among Indonesia’s younger generation.
Analisis Sosiologi Konflik Akibat Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis: Antara Kebijakan dan Keselamatan Sede, Roswita; Waso, Ansellalu; Sunbanu, Cince; Talonggoe, Dian; Jehamat, Lasarus; Nahak, Imelda; Mite, Petrus Sales
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7927

Abstract

Penelitian ini menelaah konflik sosial yang muncul setelah kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memusatkan perhatian pada pengalaman orang tua siswa serta respons institusi melalui wawancara, analisis pemberitaan, dan studi dokumen. Temuan menunjukkan adanya implementation gap yang dipicu oleh lemahnya pengawasan keamanan pangan, proses pemeriksaan laboratorium yang tidak transparan, serta praktik pengadaan yang rentan penyimpangan sehingga memperburuk ketegangan antara orang tua, sekolah, dan pemerintah. Studi ini menegaskan pentingnya peningkatan akuntabilitas, transparansi informasi, partisipasi publik, serta reformasi tata kelola pelaksanaan program untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memastikan keselamatan siswa. This study explores the social conflict that emerged following the food-poisoning incident in the Free Nutritious Meal Program (MBG), focusing on parents’ experiences and institutional responses through interviews, media content analysis, and document review. The findings reveal a clear implementation gap driven by inadequate food-safety monitoring, non-transparent laboratory reporting, and procurement practices vulnerable to irregularities, all of which intensified tensions among parents, schools, and government actors. The study highlights the need for stronger accountability, transparent information flow, public participation, and governance reforms to restore community trust and ensure student safety.