cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285255067957
Journal Mail Official
jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumordjo KM 4 Makassar Ruangan Program Studi Sosiologi Lantai 7 Gedung 1 Email: jurnal.kontemporer@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Kontemporer
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28088859     EISSN : 28088840     DOI : https://doi.org/10.56326/jsk.v3i1
Jurnal Sosiologi Kontemporer menerbitkan artikel yang pada bidang sosiologi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 90 Documents
Implementasi Kebijakan Dinas Kesehatan Dalam Penanganan Gizi Buruk Pada Balita Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya Stephanie M. Kalampung; Andi Muhibuddin; Juharni Juharni
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6422

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi kebijakan Dinas Kesehatan dalam penanganan gizi buruk pada balita di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya dan mengkaji implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Kabupaten Sorong Selatan. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Dinas Kesehatan dalam menangani gizi buruk pada balita dilaksanakan melalui program penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang, pemberian vitamin, suplemen penambah nafsu makan, serta makanan bergizi seperti susu dan biskuit. Selain itu, dilakukan identifikasi penyebab gizi buruk, seperti pola makan, sanitasi, dan pola asuh, serta penyuluhan gizi kepada ibu hamil, anak-anak, dan remaja putri melalui kerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit. Implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat aspek utama: komunikasi, sumber daya, disposisi (komitmen pelaksana), dan struktur birokrasi. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan terdiri atas faktor internal, yakni kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan anggaran, fasilitas dan infrastruktur, serta sistem monitoring dan evaluasi; serta faktor eksternal, seperti kondisi geografis, kesadaran dan partisipasi masyarakat, budaya lokal, kemitraan lintas sektor, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. This study aims to identify the policies of the Health Office in addressing malnutrition among children under five in South Sorong Regency, Southwest Papua Province and examine the implementation of these policies. A qualitative research approach was employed, with the study conducted in South Sorong Regency. Data were collected from primary and secondary sources through observation and in-depth interviews The findings reveal that the Health Office’s policy in addressing malnutrition is carried out through community outreach programs focusing on balanced nutrition, the provision of vitamins, appetite stimulants, and nutritious food such as milk and biscuits. The approach also includes identifying the main causes of malnutrition—such as eating patterns, sanitation, and parenting—followed by education campaigns on nutrition for pregnant women, children, and adolescent girls in collaboration with local health centers and hospitals. Policy implementation is influenced by four key aspects: communication, resources, disposition (implementers’ commitment), and bureaucratic structure. Factors affecting implementation include internal factors such as human resource capacity, budget availability, facilities and infrastructure, and monitoring and evaluation systems; and external factors such as geographical conditions, community awareness and participation, local culture and customs, cross-sectoral partnerships, and socio-economic influences.
Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di SMP Kartika XX-2 Makassar Denny Ibafianda Marsel; Iskandar Iskandar; Asmirah Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Juni 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i1.6423

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kondisi sosial ekonomi orang tua berkontribusi terhadap capaian akademik siswa, sekaligus untuk menggambarkan profil status sosial ekonomi orang tua peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Data yang dimanfaatkan berasal dari dua jenis sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran angket, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, publikasi akademis, serta referensi bacaan lainnya yang relevan dengan pokok masalah yang diteliti. Informasi tambahan juga diperoleh melalui pihak Sekolah Menengah Pertama Kartika XX-2 Makassar sebagai lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, sebagian besar orangtua mampu memberikan serta mencukupi fasilitas belajar yang memadai dan mamapu membayar biaya pendidikan anak, meskipun ada beberapa orangtua mengalami kesulitan dalam menyisihkan pendapatan untuk tabungan pendidikan atau memenuhi kebutuhan sekolah. This study seeks to examine the extent to which parental socioeconomic background impacts students' academic performance, while also gaining insight into the economic and social standing of their families. A quantitative research approach is employed in this investigation. The data utilized consist of both primary and secondary sources. Primary data are gathered through the distribution of questionnaires, whereas secondary data are drawn from various literature sources such as books, scholarly journals, academic publications, and other relevant materials related to the research topic. Additional information is also obtained from Kartika XX-2 Junior High School in Makassar, which serves as the research site. The results of this research indicate that most parents are able to provide and meet adequate learning facilities and can pay for their children's education costs, although some parents face difficulties in setting aside income for educational savings or fulfilling school needs.
Analisis Gender Pelaku Ekonomi di Pariwisata Buntu Burake Kab. Tana Toraja Era Sini; Iskandar Iskandar; Asmirah Asmirah
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam pembagian jenis pekerjaan serta kontribusi perempuan terhadap perekonomian keluarga di kawasan wisata Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan (lima perempuan dan tiga laki-laki) yang bekerja sebagai pelaku ekonomi di sektor pariwisata kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian kerja di Buntu Burake masih dipengaruhi konstruksi sosial berbasis gender. Perempuan cenderung mendominasi sektor informal seperti penjualan makanan, minuman, souvenir, dan pekerjaan kebersihan, sedangkan laki-laki lebih banyak terlibat pada pekerjaan fisik seperti pengaturan parkir, keamanan, dan koordinasi lapangan. Meskipun demikian, perempuan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian keluarga, baik melalui pendapatan langsung maupun dukungan dalam menjaga citra pariwisata dan keberlangsungan usaha mikro. Faktor pendorong perempuan bekerja meliputi kebutuhan ekonomi keluarga, fleksibilitas waktu kerja, dan peluang usaha di kawasan wisata. Tantangan yang dihadapi antara lain rendahnya pendapatan pada hari biasa, keterbatasan modal, persaingan usaha, serta stereotip gender. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan melalui pelatihan, akses modal, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan, guna menciptakan pembagian kerja yang lebih adil dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan. This study aims to analyze the role of gender in the division of labor and women's contribution to the family economy in the Buntu Burake tourist area, Tana Toraja Regency. A qualitative descriptive approach wa used, with dat collwction techniques including observation, in-depth interviews, and documentation of eight informants (five women and three men) who work as economic actors in the area's tourism sector. The results indicate that the division of labor in Buntu Burake is still influenced by gender-based social constructs. Women tend to dominate informal sectors such as selling food, beverages, souvenirs, and cleaning, while men are more involved in physical labor such as parking arrangements, security, and field coordination. Nevertheless, women make significant contributions to the family economy, both through direct income and support in maintaining the tourism image and the sustainability of micro-enterprises. Factors driving women to work include family economic needs, flexible working hours, and business opportunities in the tourist area. Challenges faced include low income on weekdays, limited capital, business competition, and gender stereotypes. This study recommends the need to increase the capacity of women entrepreneurs through training, access to capital, and involvement in decision-making, in order to create a more equitable division of labor and encourage sustainable economic empowerment of local communities.
Media Sosial dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Lowongan Ketenagakerjaan terhadap Literasi Digital di Kalangan Tenaga Kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar Alviona Asran; Nurmi Nonci; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media soisal dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital di kalangan tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana mencari informasi lowongan kerja, yang berpotensi memengaruhi keterampilan literasi digital masyarakat, khususnya angkatan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran atau yang disebut mixed methode dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, dan jumlah sampel adalah 135 responden yang ditentukan menggunakan teknik Total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentas, selanjutnya melakukan wawancara kepada 10 informan guna mendukung data kuantitaif kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan menggunakan pendekatan purposive sampling. Berdasarkan hasil data disimpulkan bahwa nilai signifikansi pada variabel “media sosial” (X1) adalah 0,003 dan variabel pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan (X2) adalah 0,000, yang lebih kecil dari signifikansi 0,05. Selain itu, nilai t-hitung adalah 2,769 pada variabel “media sosial” (X2) dan 4,966 pada variabel pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan (X2), kedua nilai t-hitung tersebut melebihi t-tabel sebesar 1,977. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel X1 dan X2 secara positif dan signifikan mempengaruhi variabel Y. Dengan demikian, penelitian ini memvalidasi hipotesis penelitian (H1) yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh media sosial terhadap literasi digital” dan (H2) yang menyatakan bahwa “terdapat pengaruh pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital”. Hipotesis nol (H0) yang menyatakan bahwa “tidak terdapat pengaruh media sosial dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan ketenagakerjaan terhadap literasi digital” ditolak. Hal ini didukung dari hasil wawancara yang menyatakan bahwa media sosial memiliki peran yang cukup signifikan sebagai sarana informasi informal yang praktis, cepat dan mudah dijangkau dalam meningkatkan keterampilan literasi digital di era digitalisasi sebagai bentuk tindakan algoritmik di era digital. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media sosial dan pemenuhan kebutuhan informasi lowongan kerja berpengaruh terhadap literasi digital tenaga kerja di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial bukan hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan literasi digital masyarakat dalam menghadapi era digitalisasi. This study aims to analyze the influence of social media and the fulfillment of job vacancy information needs on digital literacy among workers in Tamamaung Village, Makassar City. The background of this study is the growing use of social media to find job vacancy information, which may affect the community's digital literacy skills, particularly among the workforce. The research method employed is a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The population of this study was all workers in Tamamaung Village, and the number of samples was 135 respondents, determined using the Total sampling technique. Data were collected through questionnaires and documentation, then conducted interviews with 10 informants to support quantitative data and then analysed using multiple linear regression analysis and using a purposive sampling approach. Based on the data results, it was concluded that the significance value of the "social media" variable (X2) was 0.003, and the variable fulfilling job vacancy information needs (X2) was 0.000, which is smaller than the significance of 0.05. In addition, the t-count value is 2.769 on the variable "social media" (X1) and 4.966 on the variable of fulfilling the need for information on job vacancies (X2), both t-count values exceed the t table of 1.977. This indicates that variables X1 and X2 positively and significantly influence variable Y. Thus, this study validates the research hypothesis (H1) which states that "there is an influence of social media on digital literacy" and (H2), which states that "there is an influence of fulfilling the need for information on job vacancies on digital literacy". The null hypothesis (H0) which states that "there is no influence of social media and fulfilling the need for information on job vacancies on digital literacy" is rejected. This is supported by the results of interviews, which state that social media has a significant role as a means of informal information that is practical, fast and easy to access in improving digital literacy skills in the digitalisation era as a form of algorithmic action in the digital era. Based on this, the study demonstrates that social media use and the need for job vacancy information influence the workforce's digital literacy in Tamamaung Village, Makassar City. This demonstrates that social media is not only a source of information but also capable of improving the community's digital literacy skills in the digital era.
Relasi Kuasa Korporasi Terhadap Petani Sawit : Studi Kasus PT. Surya Raya Lestari II Di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah Juhi Cawula; Andi Rusdi Maidin; A. Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6883

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan relasi kuasa antara korporasi perkebunan dan petani kelapa sawit plasma yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan serta kemandirian petani. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bentuk relasi kuasa yang dibangun PT. Surya Raya Lestari II dengan petani plasma di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, serta dampaknya terhadap aspek sosial-ekonomi petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari petani plasma, karyawan perusahaan, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan inti-plasma berjalan dalam bingkai saling menguntungkan, di mana petani menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan perusahaan memberikan sarana produksi, pendampingan teknis, dan jaminan pasar. Namun, perusahaan memegang dominasi dalam penguasaan pengetahuan teknis, penetapan standar produksi, dan mekanisme pengawasan, yang membatasi daya tawar petani, khususnya pada penentuan harga Tandan Buah Segar (TBS). Kesimpulan penelitian menegaskan adanya keterikatan yang memperkuat posisi dominan perusahaan, meskipun memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kelembagaan petani dan diversifikasi akses pasar untuk menciptakan kemitraan yang lebih setara dan berkelanjutan Welfare and independence. The objective of this study is to analyze the form of power relations established by PT. Surya Raya Lestari II with plasma farmers in Babana Village, Budong-Budong District, and its impact on the farmers' socio-economic conditions. This research employs a descriptive qualitative method, using observation, in-depth interviews, and documentation, with informants comprising plasma farmers, company employees, and community leaders. The findings indicate that the nucleus-plasma partnership operates within a mutually beneficial framework, in which farmers provide land and labor. At the same time, the company supplies production facilities, technical assistance, and market guarantees. However, the company holds dominance in controlling technical knowledge, setting production standards, and implementing monitoring mechanisms, which limit farmers' bargaining power, particularly in determining the price of Fresh Fruit Bunches (FFB). The study concludes that a structural dependency reinforces the company's dominant position, despite providing economic benefits to farmers. The recommendations focus on strengthening farmers' institutions and diversifying market access to create a more equitable and sustainable partnership.
Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Tradisi Sabung Ayam Di Toraja Utara Mona Pangloli; Nurmi Nonci; A. Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku sosial masyarakat dalam tradisi sabung ayam di Kabupaten Toraja Utara. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang masih melekat kuat di tengah kehidupan masyarakat setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi guna memperoleh data yang mendalam mengenai pandangan masyarakat terhadap praktik sabung ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabung ayam dipahami bukan sekadar permainan, melainkan sarana interaksi sosial, media ritual adat, serta simbol solidaritas dan status sosial. Masyarakat Toraja Utara menilai bahwa praktik ini telah menjadi bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Namun, tradisi tersebut juga menimbulkan perdebatan, terutama terkait aspek hukum dan pandangan moral yang berkembang di luar daerah. Kesimpulannya, sabung ayam bagi masyarakat Toraja Utara merupakan fenomena sosial-budaya yang tidak dapat dilepaskan dari nilai adat, meskipun dalam konteks modern menghadapi tantangan regulasi dan perubahan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas mengenai dinamika budaya lokal serta menjadi referensi dalam menjaga warisan budaya agar tetap selaras dengan perkembangan zaman. This research explores the social behavior of the community in the tradition of cockfighting in North Toraja Regency. The practice is not only considered a form of entertainment but also carries deep social, cultural, and religious values that remain strongly embedded in local life. The study applied a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation to gain an in-depth understanding of community perspectives toward cockfighting. The findings reveal that cockfighting is perceived not merely as a game but as a medium of social interaction, a component of ritual ceremonies, and a symbol of solidarity and social status. For the Toraja people, this tradition has become part of their cultural identity, passed down across generations. Nevertheless, the practice also raises debates, particularly concerning legal restrictions and moral views outside the local context. In conclusion, cockfighting in North Toraja represents a socio-cultural phenomenon inseparable from customary values, even though in the modern era it encounters challenges from state regulations and ongoing social change. This study is expected to provide broader insights into local cultural dynamics and serve as a reference for preserving cultural heritage while adapting to contemporary developments.
Relasi Sosial Masyarakat Pendatang Dan Masyarakat Lokal Dikeluarahan Bangkala Kota Makassar M. Dava Anugrah; Syamsul Bahri; A Burchanuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.6886

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan fakta mengenai bagaiman relasi sosial antara masyarakat pendatang dan  masyarakat lokal, di Kelurahan Bangkala Kota Makassar dan bagaimana strategi masyarakat pendatang beradaptasi dengan masyarakat lokal di Kelurahan Bangkala Kota Makassar Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa: (1) relasi sosial antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal di sekitar Kelurahan Bangkala Kota Makassar terdapat hubungan yang baik, terdapat adanya bentuk relasi yang bersifat asosiatif dan terdapat bentuk relasi yang bersifat disosiatif. (2) Strategi masyarakat pendatang beradaptasi dengan masyarakat lokal dengan cara: membangun komunikasi yang baik, mengikuti kegiatan yang diadakan masyarakat lokal, serta mengikuti aturan-aturan yang ada yang ada pada masyarakat lokal. Di Kelurahan Bangkala Kota Makassar The purpose of this study is to obtain data and facts regarding the social relations between migrants and local communities in Bangkala Village, Makassar City and how migrants adapt to the local community in Bangkala Village, Makassar City. The author used a qualitative research method with a case study approach. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Furthermore, the data analysis technique used was the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results, it is known that: (1) social relations between immigrants and local communities around Bangkala Village, Makassar City are good, with both associative and dissociative forms of relations. (2) strategies for immigrants to adapt to local communities include: building good communication, participating in activities held by local communities, and following existing rules within the local community. In Bangkala Village, Makassar City
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanganan Sampah Dilorong Wisata Kelurahan Bakung Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Muhammad Naufal Amir; Nurmi Nonci; Andi Rusdi Maidin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7049

Abstract

Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui pemberdayaan, partisipasi serta kesadaran warga dalam menangani sampah terkhususnya masyarakat yang tinggal didalam lorong wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif Kualiatif, yang dimana objek penelitian nya adalah Masyarakat dan Pihak yang berwenang yang tinggal di Lorong wisata. Pengumpulan data menggunakan tehnik Observasi,Wawancara, Dokumentasi dan Voice Record. Tujuan Skripsi ini di lakukan agar kita dapat mengetahui pemberdayaan dalam penanganan sampah yang terjadi baik itu dari bentuk kesadaran warga, kerja sama warga maupun kegiatan yang lain yang berhubungan dengan pemberdayaan msayarakat dalam menangani sampah. Bentuk pemberdayaan yang muncul di antara warga  dan pihak berwenang seperti RT/RW yaitu bentuk interaksi yang dimana interaksi inilah yang menimbulkan adanya  hubungan dan kerja sama yang baik  di dalam penanganan sampah yang efektif didalam lorong wisata. This research was conducted to determine the empowerment, participation and awareness of residents in handling waste, especially the people who live in the tourist alley. The research method used is a qualitative descriptive research method, where the research objects are the community and authorities who live in the tourist alley. Data collection uses observation, interview, documentation and voice recording techniques. The purpose of this thesis is so that we can find out the empowerment in waste management that occurs both in the form of citizen awareness, citizen cooperation and other activities related to community empowerment in handling waste. The form of empowerment that appears between residents and authorities such as RT / RW is a form of interaction where this interaction gives rise to good relationships and cooperation in effective waste management in the tourist alley.
Influencer, Generasi Z Dan Pemberdayaan Literasi Di Kota Makassar Muizzah Azizah Putri; Syamsul Bahri; Harifuddin Harifuddin
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer terhadap pemberdayaan literasi Generasi Z di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan uji regresi dan uji t, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara influencer terhadap pemberdayaan literasi Generasi Z di Kota Makassar. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, t hitung 6,071 > t tabel 2,000, serta koefisien regresi sebesar 0,681. Temuan kuantitatif ini diperkuat dengan hasil wawancara kualitatif yang menunjukkan bahwa mahasiswa menilai influencer mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan dorongan untuk lebih kreatif serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran. Namun demikian, terdapat pula potensi dampak negatif berupa kecenderungan mengikuti tren hiburan dan perilaku konsumtif. Hasil penelitian ini memperkuat konsep sosiologi komunikasi yang menekankan pengaruh interaksi digital terhadap perilaku sosial, serta teori dampak sosial yang menjelaskan adanya dampak positif maupun negatif dari kehadiran influencer terhadap literasi generasi muda. This study aims to determine the influence of influencers on the empowerment of Generation Z literacy in Makassar City. The research method used is a quantitative approach with regression tests and t-tests, as well as a qualitative approach through interviews to strengthen the findings. Based on the results of data analysis, it was found that the Null Hypothesis (H0) was rejected and the Alternative Hypothesis (H1) was accepted, which means there is a significant influence between influencers on the empowerment of Generation Z literacy in Makassar City. This is evidenced by a significance value of 0.000 < 0.05, t count 6.071 > t table 2.000, and a regression coefficient of 0.681. These quantitative findings are reinforced by the results of qualitative interviews which show that students assess influencers are able to provide inspiration, motivation, and encouragement to be more creative and utilize social media as a learning tool. However, there are also potential negative impacts in the form of a tendency to follow entertainment trends and consumptive behavior. The results of this study strengthen the concept of communication sociology which emphasizes the influence of digital interaction on social behavior, as well as the theory of social impact which explains the positive and negative impacts of the presence of influencers on the literacy of the younger generation.
Normalisasi Money Politic dan Habitus Digital Generasi Z di Akun TikTok Andik Nur Prabowo dalam Pemilu Indonesia 2024 Oschar Ebenheazer Laumalay; Rizki Amalia Yanuartha; Royke Roberth Siahainenia
Jurnal Sosiologi Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Sosiologi Kontemporer, Desember 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jsk.v5i2.7828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana politik uang (money politic) direpresentasikan dan dinormalisasi dalam konten media sosial, khususnya melalui akun TikTok Andik Nur Prab menjelang Pemilu Indonesia 2024. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk dan teori habitus Pierre Bourdieu, penelitian ini menelusuri struktur teks, kognisi sosial, serta konteks sosial dari interaksi pengguna terhadap konten parodi bertema “serangan fajar”. Data diperoleh melalui observasi daring terhadap unggahan video dan komentar publik pada akun TikTok tersebut selama periode Desember 2023-Februari 2024, dengan total interaksi mencapai jutaan penayangan dan ribuan tanggapan pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik politik uang tidak hanya direpresentasikan secara humoris dan simbolik, tetapi juga dipahami oleh generasi Z sebagai hal yang lumrah dan tidak bermasalah secara etika. Struktur wacana yang ringan dan menghibur justru memperkuat legitimasi sosial terhadap praktik politik transaksional. Melalui teori habitus Bourdieu, ditemukan bahwa modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik berperan dalam membentuk habitus digital yang permisif terhadap praktik politik uang. Media sosial, khususnya TikTok, berfungsi bukan hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai arena produksi dan reproduksi ideologi yang menguatkan normalisasi money politic dalam budaya politik generasi muda. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interaksi pengguna TikTok sebagai bentuk produksi habitus politik digital, yang menjelaskan bagaimana wacana viral di media sosial berkontribusi pada pembentukan opini publik dan pelemahan etika demokrasi di kalangan generasi muda Indonesia. This study aims to analyze how the discourse of money politics is represented and normalized in social media content, particularly through the TikTok account of Andik Nur Prabowo in the context of Indonesia’s 2024 general election. Using Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) and Pierre Bourdieu’s theory of habitus, this research examines the textual structure, social cognition, and social context of user interactions with parody content themed around the so-called “dawn attack” (vote-buying practice). Data were collected through online observation of videos and public comments posted on the account between December 2023 and February 2024, which generated millions of views and thousands of user engagements. The findings reveal that money politics is not only presented humorously and symbolically but also perceived by Generation Z as normal and ethically acceptable. The humorous and relatable narrative structure reinforces the social legitimacy of transactional politics. Through Bourdieu’s framework, the study identifies that economic, social, cultural, and symbolic capitals shape a permissive digital habitus toward money politics. Social media, especially TikTok functions not merely as a space of entertainment but as an arena for the production and reproduction of political ideology, strengthening the normalization of money politics in youth political culture. The novelty of this study lies in its analysis of TikTok user interactions as a form of digital political habitus production, explaining how viral discourses on social media contribute to shaping public opinion and weakening democratic ethics among Indonesia’s younger generation.