cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6281342239898
Journal Mail Official
pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Bosowa, Gedung A, Lt 8. Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Lt. 8 Gedung A Universitas Bosowa Email: pallangga.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pallangga: Journal of Agriculture Science and Research
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 29874149     EISSN : 29875994     DOI : https://doi.org/10.56326/pallangga.v2i2
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang pertanian yang mencakup antara lain ilmu tanah, budidaya tanaman semusim, budidaya pertanian dan perkebunan, pangan olahan, rekayasa pangan, analisis pangan, mikrobiologi pangan, manajemen agribisnis, ekonomi pertanian dan sosiologi pedesaan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Penerapan Kearifan Lokal Pada Usaha Tani Padi Di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara Michael Macmarten Koda Werang; Faidah Azuz; Suryawati Salam
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5698

Abstract

Due to the changing times, local wisdom in each region began to fade, but in Deri Village, the farming community still practices or upholds local wisdom in rice farming. This study aims to determine the practical use of this local wisdom in rice farming in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. North Toraja Regency. This study aims to determine the practical use of local wisdom in rice farming activities in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. This research was conducted in Deri Village, Sesean Sub-district, North Toraja Regency. The informants in this study were determined as many as 15 people consisting of traditional leaders and religious leaders. The data analysis method used in this research is qualitative analysis method. The results showed that the farming community in Deri Village applies local wisdom in rice farming which includes four stages, namely; (1) Pre-Planting Stage which includes:  Ceremony to determine the time to go down the rice field (Medatu) and Ceremony to go down the rice field (Ma' Rara Kalo'); (2) Planting Stage which includes: Making a seeding place (Massukbak Panta'nakan), Planting Rice (Mantanan Pare), Fertilizing and Pest Management; (3) Harvest Stage which includes: Harvesting ceremony (Ma' Rakan for Aluk Todolo) and Rice Harvesting (Mepare); (4) Post-harvesting stage includes: Results and Harvest Thanksgiving. These activities are a form of culture or local wisdom in cultivating paddy rice in Deri Village which is still applied today. The figures involved or play an important role in every implementation of traditional ceremonies or rituals in the application of local wisdom in rice farming in Deri Village, namely: (1). Parandangan Ada' (Customary Leader); (2). Tomina (Prayers); and (3). The local community (both from children to adults/parents). Seiring perkembangan zaman kearifan lokal di setiap daerah mulai memudar, namun di Kelurahan Deri masyarakat petani masih menerapkan atau memegang teguh kearifan lokal dalam berusahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kearifan lokal setempat dalam usahatani padi di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Deri Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Sampel atau informan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang terdiri dari ketua adat dan pemuka agama. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat petani di Kelurahan Deri menerapkan kearifan lokal dalam berusahatani padi yang meliputi empat tahap, yaitu;  (1) Tahap pra tanam yang meliputi:  upacara waktu penentuan turun sawah (Medatu) dan upacara turun sawah (Ma’ Rara Kalo’); (2) Tahap penanaman  yang meliputi: membuat tempat pembenihan (Massukbak Panta’nakan), menanam padi (Mantanan Pare), pemupukan  dan penanganan hama; (3) Tahap panen yang meliputi: upacara penentuan panen (Ma’ Rakan untuk Aluk Todolo) dan panen padi (Mepare); (4) Tahap pasca panen meliputi: hasil dan syukuran panen. Berbagai kegiatan tersebut sebagai bentuk kebudayaan atau kearifan lokal dalam berusahatani padi sawah di Kelurahan Deri yang masih di terapkan sampai sekarang. Tokoh-tokoh yang terlibat atau berperan penting dalam setiap pelaksaan kegiatan upacara atau ritual adat dalam penerapan kearifan lokal pada usahatani padi di Kelurahan Deri yaitu: (1). Parandangan Ada’ (Ketua Adat); (2). Tomina (Pendoa); dan (3). Masyarakat setempat (baik itu dari anak-anak sampai dewasa/orang tua).
Saluran Distribusi Dan Margin Pemasaran Moke Maumere Di Kota Makassar Yohanes Soi; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Faidah Azuz
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5704

Abstract

Due to its unique flavor characteristics and deeply held cultural values, moke as a traditional alcoholic beverage not only functions as a drink but also as a symbol of local identity overseas. This causes migrants from Maumere, East Nusa Tenggara who live in Makassar City to always consume Moke from their home place as a medium of bonding and identity. This causes migrants from Maumere, East Nusa Tenggara who live in Makassar City to always consume Moke from their home place as a means of bonding and identity. It is within this context that the study of Moke distribution and marketing finds its relevance. In order to maximize market potential, however, it is important for producers or distributors to understand and manage distribution channels effectively. This study aims to determine the distribution channel model and the amount of Maumere moke marketing margin in Makassar city using quantitative descriptive method. Respondents in this study were 10 moke traders from Maumere in Makassar city. The results showed that the distribution channel of moke maumere in Makassar city showed quite good effectiveness, although it was still faced with several obstacles. A profitable marketing margin of Rp.30,000 / 600ml bottle shows great potential for business development. Karateristik rasa yang unik dan nilai budaya yang dipegang teguh, moke sebagai minuman tradisional beralkohol tidak hanya berfungsi sebagai minuman tetapi juga sebagai simbol identitas daerah (Maumere) di perantauan. Hal ini menyebabkan perantau asal Maumere Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Kota Makassar selalu mengonsumsi Moke dari daerah asal mereka sebagai alat perekat dan identitas. Dalam konteks inilah studi tentang distribusi dan pemasaran Moke menemukan relevansinya. Namun untuk memaksimalkan potensi pasar, penting bagi produsen atau distributor untuk memahami dan mengelola saluran distribusi secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model saluran distribusi dan besarnya margin pemasaran moke maumere di kota Makassar dengan menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Informan dalam penelitian ini adalah pedagang moke asal Maumere di kota Makassar yang berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran distribusi moke maumere di kota Makassar menunjukan efektivitas yang cukup baik, meskipun masih dihadapkan pada beberapa kendala. Margin pemasaran yang menguntungkan yaitu sebesar Rp.30.000/ botol kemasan 600ml menunjukkan potensi besar bagi pengembangan usaha.
Kontribusi Pendapatan Usaha Tani Cabai Katokkon Terhadap Pendapatan Petani Di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja Wahyudi Ramadhan; Baharuddin Baharuddin; Suryawati Salam
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5711

Abstract

Due to determine how the contribution of katokkon chili farming income increases farmers' income in Madandan Village, Rantetayo District, Tana Toraja Regency. The sample taken was 8 farmers. The analysis used is quantitative descriptive analysis. The results of this study are the contribution of income from katokkan chili farming reached 67.48% of the total farmer income, which shows that katokkan chili is the main commodity that supports the economy of farmers in Madandan Village, Rantetayo District, Tana Toraja Regency. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi pendapatan usahatani cabai katokkon dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. Sampel yang diambil sebanyak 8 orang petani. Metode Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kontribusi pendapatan dari usahatani cabai katokkan mencapai 67,48% dari total pendapatan petani, yang menunjukkan bahwa cabai katokkan menjadi komoditas utama yang mendukung perekonomian petani di Desa Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja.
Strategi Pengembangan Usaha Kelapa Sawit Plasma Dan Mandiri Di Desa Kakullasan Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Alfrian Bongga; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Faidah Azuz
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 3 No. 2 (2025): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v3i2.5723

Abstract

This study aims to determine the strategy in developing plasma and independent scheme oil palm businesses in Kakullasan Village, Tommo District, Mamuju Regency. Oil palm is one of the leading commodities that contributes to the regional economy and farmer welfare. This study uses a descriptive method with primary data collection through questionnaires, interviews, and observations and secondary data through government agencies. The population in this study were 25 oil palm farmers. Plasma farmers numbered 10 people, independent farmers numbered 13 people, and P+M numbered 3 people. The results of this study indicate that farmers who carry out extensification are plasma farmers with an average land area of plasma farmers that is larger than independent farmers; then plasma farmers become mixed farmers, namely independent plasma with an average land area of plasma farmers of 3 Ha; while independent farmers are 2.7 Ha and mixed plasma and independent farmers with an average land area of 4.8 Ha. Therefore, farmers who tend to do extensification are plasma farmers compared to independent farmers. Farmers who tend to do extensification will find it easier to increase their palm oil production because they are supported by a larger land area. Penelitian bertujuan untk mengetahui strategi dalam mengembangkan usaha kelapa sawit skema plasma dan skema mandiri di Desa Kakullasan, Kecamatan Tommo, kabupaten Mamuju. Kelapa sawit adalah salah satu komoditas unggulan yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner, wawancara, dan observasi serta data sekunder melalui instansi pemerintah. Populasi dalam penelitian ini adalah petani sawit yang berjumlah 25 orang petani. Petani plasma berjumlah 10 orang, petani mandiri berjumlah 13 orang, dan P+M berjumlah 3 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani yang melakukan ekstensifikasi adalah petani plasma dengan rata-rata luas lahan petani plasma yang lebih banyak dibandingkan petani mandiri; kemudian petani plasma menjadi petani campuran yaitu plasma mandiri dengan luas lahan rata-rata petani plasma yaitu 3 Ha; sedangkan petani mandiri 2,7 Ha dan petani campuran plasma dan mandiri dengan luas lahan rata-rata yaitu 4,8 Ha. Oleh karena itu, petani yang cenderung melakukan ekstensifikasi yaitu petani plasma di banding petani mandiri. Petani yang cenderung melakukan ekstensifikasi akan lebih mudah dalam meningkatkan produksi kelapa sawitnya karena didukung luas lahan yang lebih besar.
Analisis Pendapatan Petani Plasma Pada Pola Kemitraan Di Perkebunan Kelapa Sawit PT Manakarra Unggul Lestari DI Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Yuliana Novi; Baharuddin Baharuddin; Andi Tenri Fitriyah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 2 No. 1 (2024): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Januari 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v2i1.2912

Abstract

The plasma core partnership model is a partnership model between small farmers as plasma and companies as business partners to develop oil palm plantations. The aim of this research is to find out how much plasma farmers earn from partnership patterns in oil palm plantations. This research was carried out in Campaloga Village, Tommo District, Mamuju Regency. This research took place in May-June 2023 and the data source was 35 plasma farmers. Data collection was collected through observation and interviews. The analytical method used is a quantitative method. The results of this research show that the income received by plasma farmers is IDR. 1,540,543,780,- with an average of Rp. 44,015,536,571 per respondent and an average of IDR 22,007,768,285 per hectare. Model kemitraan inti plasma merupakan model kemitraan antara petani kecil sebagai plasma dengan perusahaan sebagai mitra usaha untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan petani plasma pada pola kemitraan di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini telah  di laksanakan  di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju. Penelitian ini berlansung pada bulan Mei-Juni 2023 dan sumber datanya adalah petani plasma sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima oleh petani plasma adalah sebesar Rp. 1.540.543.780,- dengan rata-rata Rp. 44.015.536.571 per responden dan rata-rata  Rp 22.007.768,285 per hektar.
Pertumbuhan Dan Produksi Cabai Merah Pada Kombinasi Pupuk Organik Cair Rebung Bambu dan Trichoderma sp. Hismawati Hismawati; A. Muhibuddin Muhibuddin; Muh. Arief Nasution
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4817

Abstract

Declining chili production and deteriorating soil fertility require more sustainable nutrient management. This study evaluated combinations of bamboo shoot liquid organic fertilizer (LOF) and Trichoderma sp. on the growth and fruit production of red chili (Capsicum annuum L.). The experiment was conducted from March to July 2024 at the Integrated Farming System Educational Garden, Faculty of Agriculture, Universitas Bosowa, Gowa, South Sulawesi. A randomized block design comprised five treatments and three replications: F0, control; F1, 100 mL L LOF + 40 g Trichoderma sp.; F2, 150 mL L  + 50 g; F3, 200 mL L +  60 g; and F4, 250 mL L + 70 g. The combinations significantly affected plant height at 30 and 45 days after planting (DAP), leaf number at 30 and 45 DAP, stem diameter at 15, 30, and 45 DAP, and fruit weight per plant. F4 produced the highest values at 45 DAP for plant height (52.07 cm), leaf number (51.33 leaves), and stem diameter (6.45 mm), as well as the highest fruit weight (32.66 g plant). Therefore, F4 was the best combination among the treatments tested, although the separate effects of LOF and Trichoderma sp. could not be distinguished. Penurunan produksi cabai dan degradasi kesuburan tanah memerlukan pengelolaan hara yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kombinasi pupuk organik cair (POC) rebung bambu dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan produksi buah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian dilaksanakan pada Maret hingga Juli 2024 di Kebun Pendidikan Integrated Farming System, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Rancangan acak kelompok terdiri atas lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu F0 sebagai kontrol; F1, POC 100 mL L + Trichoderma sp. 40 g; F2, 150 mL L + 50 g; F3, 200 mL L + 60 g; dan F4, 250 mL L  + 70 g. Kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 30 dan 45 hari setelah tanam (HST), jumlah daun pada 30 dan 45 HST, diameter batang pada 15, 30, dan 45 HST, serta berat buah per tanaman. F4 menghasilkan nilai tertinggi pada 45 HST untuk tinggi tanaman (52,07 cm), jumlah daun (51,33 helai), dan diameter batang (6,45 mm), serta berat buah tertinggi (32,66 g tanaman). Dengan demikian, F4 merupakan kombinasi terbaik di antara perlakuan yang diuji, tetapi kontribusi masing-masing bahan belum dapat dipisahkan.
Analisis Efisiensi Biaya Usahatani Kacang Tanah Di Desa Bonto Padang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone Nurhalizah Putri; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4913

Abstract

One of the agricultural products from the horticultural sector that has high value is peanuts. Peanut cultivation provides considerable benefits for farmers because market demand continues to increase, thus increasing farmers' income. This study aims to identify factors that influence efficiency and how they affect farmers' income. The study was conducted in Bontopadang Village, Kahu District, Bone Regency. The research sample used was 15% of the population, namely 97 people with the simple random sampling method. The data analysis method used quantitative descriptive analysis. The results showed that the average total income was IDR 16,736,923 / Ha / Mt, with an average total cost of IDR 5,609,658 / Ha / Mt. So that the average income obtained from peanut farming in Bontopadang Village, Kahu District, Bone Regency is IDR 11,127,265 / Ha / Mt. The peanut farming business run by farmers in Bontopadang Village is quite efficient to be cultivated or developed, where the R/C Ratio is IDR 2.98. Salah satu hasil pertanian dari sektor tanaman hortikultura yang bernilai tinggi adalah kacang tanah. Budidaya kacang tanah memberikan keuntungan yang cukup besar bagi para petaninya karena kebutuhan pasar yang terus meningkat sehingga meningkatkan pendapataan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan petani. Penelitian dilakukan di Desa Bontopadang Kecamatan Kahu Kabupaten bone. Sampel penelitian yang digunakan adalah 15% dari jumlah populasi yaitu 97 orang dengan metode simple random samplin. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penerimaan rata-rata Rp. 16.736.923/Ha/Mt, dengan total biaya rata-rata yang dikeluarkan Rp. 5.609.658/Ha/Mt. Sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh pada usahatani kacang tanah di Desa Bontopadang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone yaitu sebesar Rp 11.  127.265/Ha/Mt.  Usahatani kacang tanah yang dijalankan oleh petani di Desa Bontopadang cukup efisien untuk diusahakan atau dikembangkan dimana R/C Ratio sebesar Rp 2,98.
Analisis Curahan Tenaga Kerja Pada Penyadapan Getah Pohon Karet Milik Mandiri: Studi Kasus Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan Afdal Iswari; Faidah Azuz; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4916

Abstract

Rubber plants are plantation crops that grow in various regions in Indonesia. Rubber is a product of the process of clumping rubber plant sap (latex), normal rubber trees are tapped in the 5th year. People's rubber plantations in Bulukumba Regency have become a part of people's daily lives. In general, it is managed by farmers on a small scale using traditional systems. This is different only from those carried out by private companies, where the business is carried out on a large scale and uses modern technological systems. This research was carried out from June to July 2024. at a rubber plantation in Ujung Loe District, Bulukumba Regency, South Sulawesi province. The researcher took a sample of 25% of the total population on the grounds that the sample size of 25% was considered by the researcher to be representative of the existing population. So the number of respondents was 28 people. The research data consists of primary and secondary data. Based on the results of this research, it is known that the amount of labor in Ujung Loe District, Bulukumba Regency for tapping independently owned rubber tree sap was 287.01 HOK. Labor units are usually called Men's Equal Working Days (HKSP) and Women's Equal Working Days (HKSW). The way to measure HKSP and HKSW units is usually by comparing the size of the workforce. The supply of labor is an important aspect in supporting production, however, with the development of science and technology, a large number of workers is not synonymous with high productivity. Based on the discussion of the research results, it can be concluded that the results of this research show that the amount of labor in Ujung Loe District, Bulukumba Regency for tapping independently owned rubber tree sap was 287.01 HOK. Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia. Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanaman karet (lateks), pohon karet normal disadap pada tahun ke-5. Perkebunan karet rakyat di Kabupaten Bulukumba sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat sehari – hari. Pada umumnya dikelolah oleh petani dalam skala kecil dengan sistem tradisional. Lain hanya dengan yang oleh perusahaan, swasta, dimana pengusahaanya dilakukan pada skala besar dan menggunakan sistem teknologi modern. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2024. di perkebunan karet Kecematan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, provinsi Sulawesi Selatan. Peneliti mengambil sampel sebanyak 28 orang Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa besar curahan tenaga kerja di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba pada penyadapan getah pohon karet milik mandiri sebesar 287,01 HOK. satuan tenaga kerja yang biasa disebut Hari Kerja Setara Pria (HKSP) dan Hari Kerja Setara Wanita (HKSW) cara mengukur satuan HKSP dan HKSW ini biasanya dengan membandingkan besar kecilnya tenaga kerja. Curahan tenaga kerja salah satu aspek yang penting dalam menunjang produksi, namun dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jumlah tenaga kerja yang banyak tidak identik dengan produktivitas yang tinggi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini diketahui bahwa besar curahan tenaga kerja di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba pada penyadapan getah pohon karet milik mandiri sebesar 287,01 HOK.
Pendapatan Usaha Ternak Ayam Ras Petelur Di Desa Lawadia Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara: Studi Kasus Pada CV. Zidan Farm Nurhalisa Nanda Putri; Suryawati Salam; A. Tenri Fitriyah
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4935

Abstract

Laying hens are superior breeds resulting from crosses between chickens which are known to have high productivity in terms of meat and egg production, as well as eggs for consumption or as a source of income. This research was conducted with the aim of knowing the size of the income of the business of laying hens CV. Zidan Farm in Lawadia Village, Tiwu District, North Kolaka Regency. This research was conducted from May to June 2023. The research location was determined purposively, meaning that the research area was determined deliberately. The sample in this study belongs to CV. Zidan Farm. Methods of data analysis using income analysis. the research results show that the acceptance obtained in the CV. Zidan Farm in Lawadia Village, Tiwu District, North Kolaka Regency in one year is Rp. 864,090,000 per year, and a variable cost of Rp. 622,740,000, and a fixed cost of Rp. 11,952,500 per year. So, the income received by CV. Zidan Farm in the laying hen’s business of Rp. 229,397,500 per year. Usaha ternak ayam ras petelur merupakan jenis ras unggul hasil persilangan ayam yang dikenal sangat produktif dalam hal produksi daging dan telur, serta telur untuk konsumsi atau sebagai sumber pendapatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha peternakan ayam petelur CV. Zidan Farm di Desa Lawadia Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini dilakukan mulai Mei hingga Juni 2023. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja, yakni penentuan wilayah penelitian secara sengaja. Sampel penelitian ini adalah pemilik CV. Zidan Farm. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan yang diperoleh dalam CV. Zidan Farm di Desa Lawadia Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara dalam satu tahun sebesar Rp. 864.090.000 pertahun, dan di perlukan biaya variabel Rp. 622.740.000, dan biaya tetap sebesar Rp. 11.952.500 pertahun, pendapatan yang di terima CV. Zidan Farm pada usaha ayam ras petelur sebesar Rp. 229.397.500 pertahun.
Pola Perilaku Manajerial Pengusaha Kebun Wisata: Studi Kasus Pada Kebun Denassa Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa A. Nadya Batari Anwar; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4950

Abstract

Entrepreneurs who are able to implement appropriate managerial behavior will be more effective in facing business challenges, increasing tourist attractions and maintaining visitor satisfaction. The aim of this research was to find out the managerial behavior patterns of Tourism Garden entrepreneurs (Case Study at Denassa Gardens in Bontonompo District, Gowa Regency). This research was conducted at Denassa Gardens, Bontonompo District, Gowa Regency. The respondents of this research are the business owners of the Denassa Botanical Garden (Denassa Botanical Garden) Bontonompo District, Gowa Regency). To achieve the research objectives, descriptive analysis was used. Descriptive analysis is a clear and detailed explanation or depiction using words, namely by describing the managerial behavior patterns of Tourism Garden entrepreneurs (Case Study of Denassa Gardens in Bontonompo District, Gowa Regency). The research results show that Denassa Gardens entrepreneurs have stages in managing the Garden business, such as planning, implementation, supervision and business evaluation stages. Pengusaha yang mampu menerapkan perilaku manajerial yang tepat akan lebih efektif dalam menghadapi tantangan bisnis, meningkatkan daya tarik wisata, dan mempertahankan kepuasan pengunjung. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola perilaku manajerial pengusaha Kebun Wisata (Studi Kasus pada Kebun Denassa di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa). Penelitian ini dilakukan di Kebun Denassa, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Responden penelitian ini adalah pemilik usaha Kebun Denassa (Denassa Botanical Garden) Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa). Untuk mencapai tujuan penelitian, digunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci, yaitu dengan mendeskripsikan pola perilaku manajerial pengusaha Kebun Wisata (Studi Kasus pada Kebun Denassa di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusaha Kebun Denassa memiliki tahapan dalam memanajemen usaha kebun seperti tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta evaluasi usaha.