cover
Contact Name
Zauhani Kusnul H
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta, No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Pamenang
ISSN : 2988327X     EISSN : 29649625     DOI : https://doi.org/10.53599/jap.v2i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Abdimas Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 84 Documents
UPAYA MODIFIKASI LINGKUNGAN YANG AMAN UNTUK MENCEGAH RESIKO JATUH PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDA JOMBANG DI PARE: MODIFICATION OF A SAFE ENVIRONMENT TO PREVENT THE RISK OF FALLS FOR THE ELDERLY AT THE TRESNA WERDA JOMBANG SOCIAL HOME IN PARE Kusnul, Zauhani; Susetiyanto Atmojo, Didik
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.246

Abstract

Abstrak   Proses penuaan menyebabkan lansia mengalami perubahan fisiologi antara lain perubahan fisik yang terjadi pada sistem muskuloskeletal yaitu perubahan morfologis pada otot yang menyebabkan perubahan fungsional otot, yaitu terjadi penurunan kekuatan dan kontraksi otot, elastisitas dan fleksibilitas otot, serta kecepatan dan waktu reaksi. Penurunan fungsi dan kekuatan otot akan mengakibatkan penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan fisik atau keseimbangan tubuh lansia. Semua penurunan fungsi tersebut merupakan penyebab utama yang sering mengakibatkan seorang lansia mudah jatuh. Kejadian jatuh pada lansia dapat berdampak besar bahkan dapat menyebabkan patah tulang karena secara umum kepadatan tulang lansia sudah menurun sehingga perlu diupayakan supaya kejadian jatuh pada lansia dapat dicegah. Kegiatan modifikasi lingkungan ini kami lakukan untuk menurunkan resiko jatuh pada lansia. Dari gambaran situasi ini kami akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa kegiatan modifikasi lingkungan yang aman untuk mencegah resiko jatuh pada lansia. Kegiatan dilaksanakan secara langsung oleh tim dosen dan mahasiswa Stikes Pamenang di PSTW Jombang di Pare selama dua hari penuh dengan bentuk kegiatan pembersihan dan penataan lingkungan, juga latihan senam kaki bagi lansia. Kegiatan berjalan lancar, pengelola panti dan lansia menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat. Harapan ke depan kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk semakin meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lansia. Kata kunci : lansia, resiko jatuh, modifikasi lingkungan   Abstract The aging process causes elderly people to experience physiological changes, including physical changes that occur in the musculoskeletal system, namely morphological changes in muscles which cause functional changes in muscles, namely a decrease in muscle strength and contraction, muscle elasticity and flexibility, as well as speed and reaction time. A decrease in muscle function and strength will result in a decrease in the ability to maintain physical balance or body balance in the elderly. All of these functional declines are the main causes that often result in elderly people falling easily. Falls in the elderly can have a big impact and can even cause bone fractures because in general the bone density of the elderly has decreased so efforts need to be made to prevent falls in the elderly. We carry out this environmental modification activity to reduce the risk of falls in the elderly. From this situation description, we will carry out community service activities in the form of safe environmental modification activities to prevent the risk of falls in the elderly. The activity was carried out directly by a team of Stikes Pamenang lecturers and students at PSTW Jombang in Pare for two full days, including environmental cleaning and structuring activities, as well as foot exercise training for the elderly. The activity went smoothly, the orphanage management and the elderly stated that this activity was very useful. It is hoped that in the future this kind of activity can be carried out in a sustainable manner to further improve the quality of life and health of the elderly. Key words: elderly, risk of falls, environmental modification
SKRINING DAN DETEKSI DINI PADA LANSIA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI POSYANDU LANSIA “DAHLIA” DESA PELEM KABUPATEN KEDIRI : SCREENING AND EARLY DETECTION IN THE ELDERLY AS AN EFFORT TO PREVENT COMPLICATIONS OF NON-COMMUNICABLE DISEASES AT THE POSYANDU FOR THE ELDERLY "DAHLIA" PELEM VILLAGE, KEDIRI DISTRICT Rahayu, Dwi; Erni Rahmawati; Suryono; Didik Susetiyanto Atmojo; Dyah Ika Krisnawati; Muhamad Khafid
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.254

Abstract

Abstrak Kesehatan lansia merupakan topik yang harus terus diinvestigasi dan dievaluasi karena jumlah penduduk usia lanjut terus tumbuh. Populasi usia lanjut juga menghadapi beban penyakit tidak menular yang signifikan, yang memerlukan perawatan kesehatan yang menyeluruh untuk mengatasi masalah kesehatan mereka. Saat ini perhatian penyakit tidak menular semakin meningkat karena frekuensi kejadiannya pada masyarakat semakin meningkat. Dari sepuluh penyebab utama kematian, dua diantaranya adalah penyakit tidak menular. Usia Harapan Hidup (UHH) menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu negara. Saat ini angka Usia Harapan Hidup di Indonesiam mencapai 73,6 tahun. Pembangunan kesehatan di dukung dengan adanya program-program kesehatan seperti posyandu. Saat ini posyandu menjadi program unggulan lini terdepan yang masih aktif dijalankan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Posyandu lansia salah satu program untuk meningkatkan usia harapan hidup dengan berbagai kegiatan didalamnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk screening dan deteksi dini pada lansia sebagai upaya pencegahan komplikasi penyakit tidak menular.Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat pada lansia di Posyandu lansia “Dahlia” Desa Pelem Kabupaten Kediri. Kegiatan dilakukan pada hari Rabu, 12 Juni 2024 di Gedung Posyandu Lansia “Dahlia” Desa Pelem. Kegiatan ini diikuti oleh 46 lansia. Hasil pemeriksaan didapatkan terdapat 11% lansia mengalami peningkatan kadar gula darah, 65% lansia mengalami peningkatan kadar kolesterol dan 39% lansia mengalami peningkatan kadar asam urat. Hasil screening dan deteksi dini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami peningkatan kadar kolesterol sehingga dibutuhkan penatalaksaanaan selanjutnya terkait pengelolaan diet pada lansia dengan kolesterol tinggi. Kata kunci : Deteksi Dini, Pemeriksaan, Lansia, Penyakit Tidak Menular Abstract The health of the elderly is a topic that must continue to be investigated and evaluated because the number of elderly people continues to grow. The aging population also faces a significant burden of non-communicable diseases, requiring comprehensive health care to address their health concerns. Currently, attention to non-communicable diseases is increasing because their frequency of occurrence in society is increasing. Of the ten main causes of death, two of them are non-communicable diseases. Life Expectancy is an indicator of the success of health development in a country. Currently, life expectancy in Indonesia has reached 73.6 years. Health development is supported by health programs such as posyandu. Currently, posyandu is a leading frontline program that is still actively implemented to improve the level of public health. Posyandu for the elderly is a program to increase life expectancy with various activities. The aim of this community service is screening and early detection of the elderly as an effort to prevent complications of non-communicable diseases. The method used in this community service is checking blood sugar, cholesterol and uric acid in the elderly at the "Dahlia" elderly Posyandu, Pelem Village, Kediri Regency. The activity was carried out on Wednesday, June 12 2024 at the "Dahlia" Elderly Posyandu Building, Pelem Village. This activity was attended by 46 elderly people. The results of the examination showed that 11% of the elderly had increased blood sugar levels, 65% of the elderly had increased cholesterol levels and 39% of the elderly had increased uric acid levels. The results of screening and early detection show that the majority of elderly people have increased cholesterol levels, so further management is needed regarding diet management in elderly people with high cholesterol. Keywords: Early Detection, Examination, Elderly, Non-Communicable Diseases
PENINGKATAN PENGETAHUN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO: INCREASING ADOLESCENT KNOWLEDGE ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH TO PREVENT RISKY SEXUAL BEHAVIOR Africia, Fresty; Nirmala KS; Dwi Rahayu; Erni Rahmawati; Pratiwi Yuliansari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.255

Abstract

Remaja merupakan masa tansisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja suatu periode yang kritis, serta dimulainya eksplorasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksual dan romantisme. Tanpa dibekali dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, akan ada banyak masalah kesehatan reproduksi bagi remaja termasuk remaja akan cenderung berperilaku seksual berisiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2023 di Desa Sambirobyong Kabupaten Kediri, sasaran 16 remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dan video edukasi dengan materi defnisi dan klasifikasi remaja, perubahan pada remaja, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta masalah-masalah kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan edukasi kesehatan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui dampak kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja, yaitu didapatkan data sebelum edukasi nilai mean 65 dan sesudah edukasi nilai mean 81,87. Dengan pengetahuan yang baik diharapkan dapat meminimalkan perilaku seksual berisiko pada remaja sehingga angka pernikahan dini juga menurun. Kata kunci: kesehatan reproduksi, pengetahuan, remaja, Abstract Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence was a critical period, and it was the beginning of concerning sexual and romanticism. Without good reproductive health knowledge, there were more problems of reproductive health in adolescents that related to sexual behavior. This community service activity aims to increase adolescents’s knowledge about reproductive health through health education. The methods of community service activity were preparation, implementation, and evaluation. The activity was held on August 13, 2023, at Sambirobyong Village, Kediri Regency, targeting 16 adolescents. This activity is in the form of health education in PowerPoint and an educational video with material on the definition and classification of adolescents, changes in adolescents, how to maintain the cleanliness of reproductive organs, and reproductive health problems. Evaluation of community service activities has used a questionnaire by giving pre-tests and post-tests to determine the impact of health education. Health education through community service activity to adolescents can increase knowledge, the data obtained before education has a mean value of 65 and after education the mean value is 81,87. Good knowledge can minimize risky sexual behavior in teenagers so that the rate of early marriage also decreases.  Keywords: reproductive health, knowledge  adolescen
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KADER POSYANDU TENTANG PENTINGNYA TUMBUH KEMBANG BALITA DI DESA BABADAN KECAMATAN NGANCAR: HEALTH EDUCATION FOR POSYANDU CADRES ABOUT THE IMPORTANCE OF TODDLER GROWTH AND DEVELOPMENT IN BABADAN VILLAGE, NGANCAR DISTRICT Tria Jaya, Susanti; Luluk Susiloningtyas; Bambang Wiseno; Fannindya Hamdani Zeho; Nurin Fauziyah
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.257

Abstract

Abstrak   Masa balita merupakan tahapan periode penting perkembangan manusia, karena merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan penting yang menentukan kualitas hidup anak. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak dilakukan melalui kegiatan Posyandu. Desa Babadan  merupakan salah satu desa di lereng Gunung Kelud di Kabupaten Kediri yang mempunyai 25 balita dengan masalah pertumbuhan dan perkembangan. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita di Desa Babadan Kecamatan Ngancar.  Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui pendidikan kesehatan dengan media LCD dan Tanya jawab. Hasil kegiatan yang dilaksanakan berjalan lancar, 25 kader posyandu sebagai peserta berperan aktif dalam proses kegiatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan baik tentang pengetahuan  tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita sebanyak 88%. Pengetahuan kader posyandu tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita sangat penting untuk diberikan. Diharapkan dengan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu terhadap tentang pentingnya  pertumbuhan dan perkembangan balita untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Kata kunci : tumbuh kembang balita, kader posyandu   Abstract   Toddlerhood is an important period of human development because it is an important golden period of growth and development that determines the quality of a child's life. One of the efforts made by the government to optimize children's growth and development is through Posyandu activities. Babadan Village is one of the villages on the slopes of Mount Kelud in Kediri Regency which has 25 toddlers with growth and development problems. Community service is carried out by increasing the knowledge of Posyandu cadres about the importance of the growth and development of toddlers in Babadan Village, Ngancar District.  Implementing activities is done directly through health education using LCD and question-and-answer media. The results of the activities ran smoothly, 25 posyandu cadres as participants played an active role in the activity process. The evaluation showed an increase in good knowledge regarding the importance of the growth and development of toddlers by 82%. It is very important to provide posyandu cadres with knowledge about the importance of growth and development for toddlers. It is hoped that with this activity there will be an increase in posyandu cadres' knowledge of the importance of the growth and development of toddlers to form a healthy and high-quality generation.  Keywords: toddler growth and development, posyandu cadres
GELINTING KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN ANAK DENGAN PROBLEM TUMBUH KEMBANG MELALUI PEMBERIAN “GIZI ISI PIRINGKU” DI SUMBERJERUK KALISAT JEMBER : PREVENTING CHILDREN WITH GROWTH AND DEVELOPMENT PROBLEMS THROUGH PROVIDING "NUTRITION FILL MY PLATE" IN SUMBERJERUK KALISAT DISTRICT, JEMBER Wahyuning Asih, Susi; Bayu Wijayantini; Roudhotul Jannah; Rizki Ghifari Pratama
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.236

Abstract

Abstrak   Permasalahan gizi pada balita membutuhkan perhatian khusus. Stunting atau yang kemudian disebut dengan problem tumbuh kembang (PTK) anak balita. Problem Tumbuh Kembang masih menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia, termasuk kabupaten Jember. Salah satu upaya untuk pencegahan, penanganan atau mengatasinya adalah dengan mengikutsertakan seluruh anggota keluarga dalam kepedulian merawat anak. Pemantauan dan pendampingan balita dengan pengukuran BB/U dan TB/U beserta BB/TB sangatlah penting, ditambah pemberian gizi methode isi piringku. Kepedulian keluarga sangat diharapkan untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangan balita. Gerakan keluarga Peduli anak balita untuk mencegah stunting atau gelinting merupakan upaya peningkatan kepedulian keluarga terhadap anak dimulai dengan berubahnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan merawat  anak supaya terhindar dari Problem Tumbuh Kembang (PTK). Gelinting secara efektif mampu mendorong keluarga bergerak bersama. Setelah dilakuakan intervensi edukasi didapatkan peningkatan pengetahuan ibu dan keluarga tentang problem tumbuh kembang atau stunting di desa Sumberjeruk. Hasil  data setelah dilakukan intervensi 35 orang(67,3%), kategori cukup 12 orang (23,1%) dan kurang 5 orang (9,6%). Terdapat perubahan perilaku ibu dalam pemberian makanan kepada balita. Ibu lebih mengutamakan pemberian nutrisi kepada balita dengan menu sesuai prinsip isi piringku. Ibu juga secara rutin memberikan makanan tambahan berupa olahan daun kelor dan ikan yang mengandung banyak protein agar anak balita terhindar dari stunting atau Problem Tumbuh Kembang (PTK). Kata kunci : Gelinting, Balita, Problem Tumbuh Kembang, isi piringku Abstract   Nutritional problems in toddlers require special attention. Stunting or what is then called the growth and development problem (PTK) of toddlers. Growth and Development Problems are still one of the nutritional problems in Indonesia, including Jember Regency. One effort to prevent, handle or overcome it is to involve all family members in caring for children. Monitoring and mentoring toddlers by measuring BB/U and TB/U along with BB/TB is very important, plus providing nutrition using the isi piringku method. Family concern is highly expected to control the growth and development of toddlers. The Family Care Movement for Toddlers to prevent stunting or gelinting is an effort to increase family concern for children starting with changing knowledge, attitudes and skills in caring for children to avoid Growth and Development Problems (PTK). Gelinting is effectively able to encourage families to move together. After the educational intervention was carried out, there was an increase in knowledge of mothers and families about growth and development problems or stunting in Sumberjeruk village. The results of the data after the intervention of knowledge of 35 mothers who had good knowledge were (67.3%), sufficient (23,1%), and lacking (9,6%). There was a change in maternal behavior in providing food to toddlers. Mothers prioritize providing nutrition to toddlers with a menu according to the principle of my plate. Mothers also routinely provide additional food in the form of processed moringa leaves and fish that contain lots of protein so that toddlers can avoid stunting or Growth and Development Problems (PTK).  Keywords: Gelinting,Toddlers,Growth and Development Problems,Fill my plate
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN KEGAWATDARUTAN MENTAL PERILAKU KEKERASAN DIKARENAKAN DAMPAK BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH: HEALTH EDUCATION FOR PREVENTION OF MENTAL EMERGENCIES VIOLENT BEHAVIOR DUE TO IMPACT BULLYING TO SCHOOL AGE Yektiningsih, Erwin; Zulvana; Tri Jaya, Susanti; Khosasih , M.Ikhwan
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.264

Abstract

Abstrak Perilaku kekerasan berbasis bullying yang sering  terjadi di lingkungan sekolah, telah menjadi masalah serius mempengaruhi krisis kesehatan mental anak usia sekolah dasar. Berdasarkan KPAI  didapat data siswa sebagai pelaku bullying sebesar 51% dan korban sebesar 35.55%. Anak-anak sebagai pelaku maupun korban dari bullying sangat berisiko tinggi mengalami kondisi psikologis darurat, dimana keadaan mental yang mengancam kesejahteraan psikologi anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini dengan pemberian pendidikan kesehatan pada anak sekolah usia 7-12 tahun, supaya kegiatan ini menjadi alat penting menciptakan generasi sehat mental bebas dari dampak negatif bullying dapat berkontribusi pada lingkungan lebih harmonis dan  aman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini digunakan tiga tahapan metode yaitu perencanaan meliputi pembuatan proposal, perijinan, pebuatan media pendidikan PPT, implementasi  pemberian pendidikan kepada anak sekolah serta diskusi dengan PPT dan LCD, evaluasi diberikan kuisioner pre dan post kepada peserta dengan menganalisa perubahan score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan kesehatan pada anak sekolah dasar terdapat peningkatan score pengetahuan sebesar 13.9%. Maka tindakan pendidikan kesehatan direkomendasikan sebagai promosi kesehatan membantu mengurangi perilaku kekerasan yang disebabkan oleh dampak bullying di lingkungan sekolah dengan adanya kolaborasi yang sinergis antara pihak sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan aman yang mendukung peningkatan kesehatan mental anak. Kata kunci: anak sekolah, kegawatdarutan, bullying, pengetahuan, pendidikan kesehatan   Abstract   Bullying-based violent behaviour occurs in school environment has become a serious problem affecting the mental health crisis of elementary school children. KPAI data based obtained  students as perpetrators of bullying was 51% and victims were 35.55%. Children as perpetrators or victims bullying are at high risk of experiencing emergency psychological conditions, where mental conditions threaten  psychological well-being of children. The purpose community service  provided  health education in school to children aged 7–12 years. This activity became  important tool to create mentally healthy generation free from bullying  negative impacts can contribute  more harmonious and safe environment. This community service activity used three stages methods, namely planning, including making proposals and permits, making PPT educational media, the implementation  provided  education to schoolchildren and discussions with PPT and LCD, then evaluation was given pre- and post-questionnaires to participants by analyzing changes in scores. The study results showed health education program for elementary school children increased knowledge scores by 13.9%. Therefore, health education actions will be recommended as health promotion to help reduce violent behaviour caused by impact bullying in environment school with synergistic collaboration between schools, families, and healthcare professionals  to  safe environment, supports improving children's mental health.  Keywords: school children, emergencies, bullying, knowledge, health education  
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN TENTANG KONSUMSI JUS BUAH NAGA UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN ANEMIA: EFFORTS TO INCREASE THE KNOWLEDGE OF PREGNANT WOMEN THROUGH THE PROVISION OF HEALTH EDUCATION ABOUT DRAGON FRUIT JUICE CONSUMPTION TO INCREASE HEMOGLOBIN LEVELS WITH ANEMIA Rahayu, Septiana
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.266

Abstract

Abstrak Anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi sebanyak 48,9%. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko kelahiran bayi prematur dan perdarahan. Salah satu upaya yang dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil adalah mengkonsumsi makanan sumber zat besi, misalnya jus buah naga. Buah naga mengandung kalium dan flavonoid yang tinggi sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Pemberian edukasi kesehatan tentang konsumsi jus buah naga penting diberikan pada ibu hamil untuk menambah  pengetahuan  meningkatnya kadar hemoglobing dengan anemia. Tujuan pengabdian   masyarakat   ini   adalah untuk meningkatkan  pengetahuan  ibu  hamil  tentang konsumsi jus buah naga untuk meningkatkan  kadar hemoglobin dengan anemia. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang dilakukan kepada ibu hamil di PMB Marsia sebanyak 14 orang. Media  yang  digunakan    adalah  leaflet  yang    berisikan    tentang konsumsi jus buah naga. Hasil pengabdian  Masyarakat  ini  sebelum dilakukan penyuluhan sebanyak 42,9 % dan menunjukkan  adanya  peningkatan  pengetahuan  ibu  hamil dalam  pemberian konsumsi jus buah naga   sebanyak  78,6% selama  proses  penyuluhan, Penyuluhan berlangsung   peserta   sangat   antusias   mendengarkan   dari   awal   sampai   akhir   kegiatan, Sebagai petugas kesehatan perlunya melakukan edukasi kepada masyarakat dan memberikan informasi yang akurat tentang pentingnya mengkonsumsi jus buah naga dengan sasaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan skill masyarakat dalam menangani permasalahan yang dihadapi semasa kehamilan.   Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Jus Buah Naga   Abstract Anemia in pregnant women in Indonesia is still relatively high at 48.9%. Anemia in pregnant women can increase the risk of premature birth and bleeding. One of the efforts that can help prevent and overcome anemia in pregnant women is to consume foods that are sources of iron, such as dragon fruit juice. Dragon fruit contains high potassium and flavonoids so it can lower blood pressure. Providing health education about the consumption of dragon fruit juice is important for pregnant women to increase knowledge of increasing hemoglobin levels with anemia. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about dragon fruit juice consumption to increase hemoglobin levels with anemia. The method carried out is counseling or health education carried out to pregnant women at PMB Marsia as many as 14 people. The media used is a leaflet containing about the consumption of dragon fruit juice. During the counseling process, participants were very enthusiastic about listening from the beginning to the end of the activity. The results of this community service show that there is an increase in the knowledge of pregnant women in the consumption of dragon fruit juice by 78.6%. This shows that there were oral questions to the resource persons/officers during the question and answer session and the results of the evaluation regarding the consumption of dragon fruit juice which can increase hemoglobin levels with anemia. As health workers, it is necessary to educate the public and provide accurate information about the importance of consuming dragon fruit juice with the right goals so that it can improve people's knowledge and skills in dealing with problems faced during pregnancy.   Keywords : Knowledge, Pregnant Women, Dragon Fruit Juice
PROGRAM EDUKASI POLA KONSUMSI MAKANAN PADA REMAJA : EDUCATIONAL PROGRAM FOR FOOD CONSUMPTION PATTERNS IN ADOLESCENTS Nirmala K.S; Ratna Feti Wulandari; Fresty Africia
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.270

Abstract

Abstrak   Masa remaja ditandai dengan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat terjadi baik secara fisik, psikologis, dan intelektual. Oleh karena itu diperlukan gizi yang cukup dan seimbang, termasuk kalori, protein, dan berbagai mikronutrien zat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang pola konsumsi makanan yang baik melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 27 Mei 2024 di SMK Palapa Pare Kediri, sasaran 33 remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dan permainan. Evaluasi kegiatan edukasi kesehatan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui dampak kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja, yaitu didapatkan data sebelum edukasi nilai mean 65 dan sesudah edukasi nilai mean 81,87. Dengan pengetahuan yang baik diharapkan dapat meningkatkan pola konsumsi makanan yang baik.   Kata kunci : Remaja, Pola Konsumsi, Gizi   Abstract   Adolescence is characterized by a process of rapid growth and development both physically, psychologically and intellectually. Therefore, adequate and balanced nutrition is needed, including calories, protein and various micronutrients. This community service activity aims to increase teenagers' knowledge about good food consumption patterns through health education. The method for implementing community service activities is carried out in several stages, including preparation, implementation and evaluation of activities. The activity was held on May 27 2024 at Palapa Pare Vocational School, Kediri, targeting 33 teenagers. Activities include health education through power point media and games. Evaluation of health education activities is carried out by providing a pre-test and post-test to determine the impact of the health education activities carried out. This community service activity can increase teenagers' knowledge, namely obtaining data before education with a mean value of 65 and after education a mean value of 81.87. With good knowledge it is hoped that you can increase good food consumption patterns.   Keywords : Adolescents, Consumption Patterns, Nutrition
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA SARAPAN PAGI DAN KEBUTUHAN GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BALITA USIA 3-5 TAHUN DENGAN MEDIA LEAFLET: HEALTH EDUCATION ON THE IMPORTANCE OF BREAKFAST AND NUTRITIONAL NEEDS FOR GROSS MOTOR DEVELOPMENT IN TODDLERS AGED 3-5 YEARS USING LEAFLET MEDIA Tria Jaya, Susanti; Nurin Fauziyah
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.278

Abstract

Abstrak   Permasalahan gizi di Indonesia sangat banyak sekali salah satunya yaitu kekurangan gizi. Kekurangan gizi yaitu kurangnya asupan gizi yang dikonsumsi oleh seseorang sehingga menyebabkan ketidakstabilan fungsi tubuh kita salah satunya yaitu motorik kasar. Perkembangan motorik kasar adalah gerakan yang dipengaruhi dan dikendalikan oleh otot – otot besar (tangan dan kaki) yang terkoordinasi oleh pusat syaraf manusia.  Anak prasekolah adalah anak yang berusia 3 sampai 5 tahun yang mempunyai berbagai macam potensi. Potensi-potensi itu dirangsang dan dikembangkan agar pribadi anak tesebut berkembang secara optimal. Tujuan dari kegiatan ini diharapakan  ada peningkatan pengetahuan pada balita usia 3-5 tahun terkait sarapan pagi dan isi piringku sehingga menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan gizi untuk perkembangan motorik kasar saat ini. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024. Dari 54 siswa yang hadir, semuanya memperhatikan dan aktif dalam kegiatan. Pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan menyampaikan materi dengan menggunakan media leaflet. Di akhir kegiatan, peserta diberi pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan tentang pentingnya sarapan pagi dan kebutuhan gizi melalui isi piringku dan  perkembangan motorik kasar.   Kata kunci : Gizi, Balita, Motorik Kasar   Abstract There are many nutritional problems in Indonesia, one of which is malnutrition. Malnutrition is a lack of nutritional intake consumed by a person, which causes instability in our body functions, including gross motor skills. Gross motor development is a movement influenced and controlled by large muscles (hands and feet) coordinated by the human nervous system. Preschoolers are children aged 3 to 5 years who have various potentials. These potentials are stimulated and developed so that the child's personality develops optimally. The purpose of this activity is to increase knowledge in toddlers aged 3-5 years regarding breakfast and the contents of my plate so that they realize the importance of meeting nutritional needs for gross motor development today. The activity was carried out in August 2024. Of the 54 students who attended, all of them paid attention and were active in the activity. Implementation of health education by delivering material using leaflet media. At the end of the activity, participants were given questions to find out knowledge about the importance of breakfast and nutritional needs through the contents of my plate and gross motor development.   Keywords : Nutrition, Toddler, Gross Motor Skills
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DAMPAK PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI DI PAUD DAN TK AR-ROBITHOH DESA KERKEP KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI : HEALTH EDUCATION ON THE IMPACT OF GADGET USE ON EARLY CHILDREN IN PAUD AND KINDERGARTEN AR-ROBITHOH KERKEP VILLAGE GURAH DISTRICT KEDIRI DISTRICT Nurin Fauziyah; Susanti Tria Jaya
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.282

Abstract

Abstrak   Gadget, pada awalnya digunakan hanya sebagai sebuah alat komunikasi. Namun, seiring berkembangnya tekhnologi, gadget memiliki berbagai fitur yang sangat menarik, bervariasi, interaktif, dan dikemas dengan pengoperasian yang sangat mudah, sehingga menambah daya tarik bagi setiap orang, baik dari kalangan lansia hingga anak usia dini. Gadget sebenarnya memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan manusia jika digunakan dengan baik dan tepat, tetapi gadged juga memberikan dampak negatif bagi manusia khususnya bagi perkembangan anak jika digunakan tanpa pengawasan dan pengarahan dari orang tua, khususnya anak usia dini. Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini memiliki tujuan, yakni untuk memberikan edukasi kepada anak usia 3-6 tahun tentang bahaya penggunaan gadget baik positif maupun negative di Paud dan TK Ar-Robithoh. Metode yang diberikan menggunakan media LCD, dengan pemaparan materi cerita bergambar serta diberikan Leaftlet yang bisa dibaca kembali dirumah bersama orang tua. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan anak-anak mendapatkan informasi tentang dampak penggunaan gadget (baik negative maupun positif) dan memiliki kesadaran tinggi tentang memanajemen waktu dalam membatasi dirinya saat bermain gadget. Oleh karena itu penting untuk dibuat suatu aktivitas yang mengarah kepada kegiatan-kegiatan fisik, baik meliputi motorik halus maupun motorik kasar yang dapat merangsang tumbuh kembang anak tanpa menggunakan gadget.   Kata kunci : Gadget; Anak Usia Dini; Dampak Positif dan Negatif   Abstract   Gadgets were initially used only as a communication tool. However, as technology develops, gadgets have various features that are very interesting, varied, interactive, and packaged with very easy operation, thus increasing the appeal for everyone, from the elderly to young children. Gadgets actually have many benefits in human life if used properly and appropriately, but gadgets also have a negative impact on humans, especially on children's development if they are used without supervision and direction from parents, especially young children. Early childhood is children aged 0-6 years. This Community Service activity has the aim of providing education to children aged 3-6 years about the dangers of using gadgets, both positive and negative, in Ar-Robithoh Preschool and Kindergarten. The method given uses LCD media, with presentation of illustrated story material and leaflets are given which can be read again at home with parents. The final result of this service is that children receive information about the impact of using gadgets (both negative and positive) and have a high awareness of time management in limiting themselves when playing with gadgets. Therefore, it is important to create activities that lead to physical activities, including fine motor skills and gross motor skills, which can stimulate children's growth and development without using gadgets.   Key Words: Gadget; Early childhood; Positive and Negative Impact