cover
Contact Name
Zauhani Kusnul H
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta, No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Pamenang
ISSN : 2988327X     EISSN : 29649625     DOI : https://doi.org/10.53599/jap.v2i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Abdimas Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 84 Documents
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT BANTU JALAN UNTUK MENCEGAH RISIKO JATUH PADA LANSIA: ASSISTANCE AND TRAINING ON THE USE OF MOBILITY AIDS TO PREVENT FALL RISK IN THE ELDERLY Didik Susetiyanto Atmojo; Zauhani Kusnul H; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.285

Abstract

Abstrak Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan fungsi fisik, kekuatan otot, serta keseimbangan tubuh, yang menyebabkan mereka lebih berisiko untuk jatuh. Jatuh pada lansia tidak hanya berpotensi menimbulkan cedera serius, seperti patah tulang dan trauma kepala, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup, memicu rasa takut berlebih, hingga menyebabkan hilangnya kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko jatuh pada lansia adalah dengan menggunakan alat bantu jalan, seperti tongkat atau walker. Namun, masih banyak lansia yang belum mengetahui cara memilih dan menggunakan alat bantu jalan secara tepat, yang justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak digunakan dengan benar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan alat bantu jalan kepada lansia melalui edukasi kelompok, simulasi praktik, dan pendampingan personal. Pelatihan dilakukan di komunitas lansia dengan melibatkan keluarga sebagai pendukung utama sejumlah 40 peserta.  Hasil dari program pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai pemilihan alat bantu yang sesuai serta kemampuan lansia dalam menggunakan alat bantu tersebut dengan benar dan aman. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kepercayaan diri lansia dalam bergerak, yang berdampak positif terhadap partisipasi mereka dalam kegiatan sosial. Kesimpulannya, pelatihan ini dapat membantu mencegah risiko jatuh pada lansia dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan memastikan keamanan dan kemandirian dalam mobilitas sehari-hari.   Kata kunci : Lansia, Pelatihan dan Pendampingan, Resiko Jatuh, Walking Aid   Abstract Elderly individuals are a vulnerable group that often experiences a decline in physical function, muscle strength, and body balance, which makes them more prone to falls. Falls in the elderly can lead to serious injuries, such as fractures and head trauma, and can decrease their quality of life, induce excessive fear, and cause a loss of independence in daily activities. One of the interventions that can be implemented to prevent fall risk is the use of mobility aids, such as canes or walkers. However, many elderly individuals are not yet familiar with the correct selection and use of these aids, which can actually increase the risk of accidents if not used properly. This community service program aims to provide training on the use of mobility aids for the elderly through group education, practical simulations, and personal assistance. The training was conducted in an elderly community by involving 40 elderly and family members as primary supporters. The results showed an increase in the elderly’s knowledge of selecting appropriate mobility aids and their ability to use these aids correctly and safely. Furthermore, the training also improved the confidence of the elderly in movement, which had a positive impact on their participation in social activities. In conclusion, this training can help reduce the risk of falls in the elderly and contribute to enhancing their quality of life by ensuring safety and independence in daily mobility.    Keywords: Elderly, Fall risk, Mobility aids, Training
PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM MENGONTROL REGULASI TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI RT 03 RW 08 GIRILAYA SURABAYA: INCREASING KNOWLEDGE IN CONTROLLING BLOOD PRESSURE REGULATION IN HYPERTENSIVE ELDERLY AT RT 03 RW 08 GIRILAYA SURABAYA Khafid, Muhamad; Priyo Mukti Pribadi Winoto; Nety Mawarda Hatmanti; Riska Rohmawati; Dyah Ika Krisnawati
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.286

Abstract

Abstrak Meningkatnya faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yaitu disebabkan oleh meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh atau obesitas, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol merupakan penyebab utama kematian di dunia. Salah satu PTM yang menjadi permasalahan kesehatan yang sangat serius saat ini yakni penyakit hipertensi/tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar atau sama dengan 90mmHg. Penyakit ini banyak diderita oleh orang dewasa terutama lansia serta dapat menyebabkan komplikasi pada organ didalam tubuh seperti otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Data dari Posyandu lansia RT 03 RW 08 Girilaya Surabaya terdapat 75 KK, 37 KK diantaranya mempunyai lansia dan 17 lansia diantaranya menderita hipertensi dan banyak dari mereka belum paham dan mengerti tentang bahaya penyakit hipertensi. Permasalahan yang menjadi perhatian di Posyandu ini berkaitan dengan kurangnya pengetahuan lansia terkait hipertensi dan upaya pencegahannya. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan memberikan informasi mengenai hipertensi serta aktifitas ringan yang harus dilakukan lansia dalam upaya pencegahannya. Metode digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini berupa penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dengan sasaran lansia (45-70 tahun). Intervensi dilakukan dengan metode ceramah secara luring dengan penyebaran media poster, penyuluhan kesehatan, dan praktik senam lansia. Setelah dilakukan penyuluhan  menggunakan poster dan video senam lansia, para lansia mengalami peningkatan pengetahuan Kata kunci: Hipertensi, lansia, kesehatan   Abstract Non-communicable diseases (NCDs), such as hypertension, diabetes, obesity, caused by the unhealthy life style are the main causes of death in the world. One of the NCDs that is becoming a very serious health problem today is hypertension. Hypertension is a condition where the systolic blood pressure greater than or equal to 140 mmHg and/or diastolic pressure is greater than or equal to 90 mmHg. This disease affects adults, especially the elderly, can cause complications in organs of the body such as brain, eyes, heart, kidneys, and blood vessels. In elderly’s posyandu RT 03 RW 08 Girilaya Surabaya, 37 families from 75 families has elderly. Then 17 among them has elderly with experienced hypertension. The concern at Posyandu is related to the elderly's lack of knowledge regarding hypertension and efforts to prevent of it. The aim of this activity is to increase public knowledge and understanding regarding hypertension and provide information about hypertension as well as light activities such as elderly exercise in an effort to prevent it. The method used in implementing this service is in the form of education regarding hypertension targeting the elderly (45-70 years). The intervention was carried out using an offline lecture method with the distribution of posters, health education, and exercise practices for the elderly. After conducting outreach using posters and videos of elderly exercise, the number of elderly knowlendge about hypertension was increasing.   Keywords: Hypertension, elderly, health
DIABETES SELF MANAJEMEN EDUCATION SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI DESA TUGUSUMBERJO PETERONGAN JOMBANG: DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION AS AN EFFORT TO IMPROVE THE QUALITY OF LIFE OF TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS IN TUGUSUMBERJO VILLAGE PETERONGAN JOMBANG Zatihulwani, Eliza Zihni; Nanang Bagus Sasmito; Kusuma Wijaya Ridi Putra; Prawito
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.289

Abstract

Abstrak   Latar Belakang: Diabetes Mellitus adalah ancaman serius untuk kesehatan global dan menjadi salah satu dari sepuluh penyebab kematian yang disebut sebagai silent killer. Seseorang dapat terdiagnosis diabetes mellitus jika hasil dari pemeriksaan kadar gula darah ≥200mg/dl. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penderita DMT2 tentang pentingnya manajemen diri. Metode: Pengabdian ini dilakukan di Desa Tugusumberjo Peterongan Jombang. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 22 penderita DMT2. Pengabdian masyarakat dilakukan selama dua hari. Hasil: Setelah diberikan edukasi penderita DMT2 terkait Dabetes Self Management, peserta lebih paham terkait pentingnya manajemen diri pada pasen DMT2. Setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan pengetahuan baik dari 18,18% menjadi 31,82%, pengetahuan cukup dari 50% menjadi 63,64% serta pengetahuan kurang dari 31,82% menjadi 4,54%. Kesimpulan: Edukasi tentang Diabetes Self Management meliputi edukasi tentang pengetahuan dasar diabetes, pengobatan, monitoring, nutrisi, olahraga dan aktivitas, manjemen stres, perawatan kaki, dan sistem pelayanan kesehatan. DSME dapat meningkatkan pengetahuan penderita DMT2 terkait manajemen diri pasien Diabetes sehingga dapat berdampak pula untuk meningkatkan Kualitas Hidup. Penderita DMT2 diharapkan patuh dengan pengobatan farmakologi dan dapat kombinasi dengan non farmakologi serta menerapkan DSME untuk menjaga kestabilan kadar glukosa darah. Kata kunci : Edukasi Managemen Diri Diabetes, Diabetes Mellitus Tipe II   Abstract  Background: Diabetes Mellitus is a serious threat to global health and is one of the ten causes of death known as the silent killer. A person can be diagnosed with diabetes mellitus if the results of a blood sugar level examination are ≥200mg/dl. The aim of this community service is to increase the knowledge of T2DM sufferers about the importance of self-management. Method: This service was carried out in Tugusumberejo Village, Peterongan, Jombang. There were 22 participants who took part in the activity with T2DM. Community service was carried out for two days. Results: After being given education for T2DM sufferers regarding Diabetes Self Management, participants understood better the importance of self-management for T2DM patients. After being given education, the level of knowledge was good from 18.18% to 31.82%, sufficient knowledge from 50% to 63.64% and insufficient knowledge from 31.82% to 4.54%. Conclusion: Education about Diabetes Self Management includes education about basic diabetes knowledge, treatment, monitoring, nutrition, exercise and activity, stress management, foot care, and the health service system. DSME can increase the knowledge of T2DM sufferers regarding self-management of Diabetes patients so that it can also have an impact on improving Quality of Life. T2DM sufferers are expected to comply with pharmacological treatment and can combine it with non-pharmacological treatment and apply DSME to maintain stable blood glucose levels. Keywords : Diabetes Self Management Education, Type 2 Diabetes Mellitus
PERAN INSTALASI GAWAT DARURAT DAN FUNGSI TRIAGE DI INSTALASI GAWAT DARURAT : THE ROLE OF THE EMERGENCY DEPARTMENT AND THE TRIAGE FUNCTION IN THE EMERGENCY DEPARTMENT Sholehah, Baitus; Adelya Salsabilah Nurramadhani; Arika Azizah; Adila Qotrunada
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.290

Abstract

Abstrak   Triage sangat penting dalam mengidentifikasi berat dan ringannya keadaan pasien untuk dilakukan prioritas penganganan oleh perawat triage. Beberapa pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilakukan triage dan diberikan tindakan sesuai dengan katagori triage yang telah ditetapkan kepada pasien. Kurangnya pengetahuan keluaga pasien yang menemani pasien saat masuk ke IGD menginginkan pasien diberikan tindakan segera tanpa mengetahui skala prioritas triage yang berlaku di IGD, dalam hal ini sering terjadi kesalahpahaman terkait tindakan yang tidak segera dilakukan oleh perawat kepada pasien. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang sistem triage yang ada di IGD Rumah Sakit. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyaraat ini yaitu memberikan edukasi system triage dan melakukan wawancara mendalam terkait dengan pengetahuan kepada keluarga pasien tentang system triage di IGD dengan melibatkan keluarga pasien. Hasil pengabdian memberikan pengetahuan yang baik kepada keluarga pasien tentang system triage yang ada di IGD dan memahami skala prioritas tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada pasien dari pasien yang mengancam nyawa sampai pasien yang bisa ditunda tindakannya.   Kata kunci: IGD, Keluarga Pasien, Pengetahuan, Triage.   Abstract   Triage is very important in identifying the severity and severity of the patient's condition and treatment priorities and triage nurses must be able to carry out response times quickly, namely <10 minutes, but in some cases there are many cases where patients come to the emergency room. must get help as soon as possible without knowing the triage categorization system carried out in the hospital emergency room. Objective: The aim of carrying out this activity is to provide education to the patient's family about how to identify life-threatening conditions and to determine the level of emergency category that requires immediate priority treatment. Method: The method used in this community service activity is providing education and conducting in-depth interviews regarding knowledge to the families of patients in the emergency department about the role of the Emergency Department (ED) and the triage function in the emergency department. Results: The results of this service can provide good knowledge regarding the function of the ED and the triage system in the ED, so that you understand the actions taken by nurses.  Keywords : Emergency Dapertement, Patient Family,  Knowledge, Triage
MENINGKATKAN INTEGRITAS PERAWAT MELALUI PENGEMBANGAN ORGANISASI PROFESI DI KABUPATEN TULUNGAGUNG : IMPROVING NURSE INTEGRITY THROUGH PROFESSIONAL ORGANIZATION DEVELOPMENT IN TULUNGAGUNG REGENCY Devangga Darma Karingga; Kun Ika Nur Rahayu; Moh Alimansur; Evi Tunjung Fitriani
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.291

Abstract

Abstrak   Integritas dalam profesi keperawatan meliputi kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan komitmen terhadap etika profesi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan integritas perawat melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Program ini terdiri dari pelatihan dan pendidikan etika, penyusunan dan pemutakhiran kode etik, serta pengembangan kebijakan yang mendukung integritas dalam praktik keperawatan. Metode yang digunakan meliputi survei awal, diskusi kelompok terfokus (FGD), program Training of Trainers (ToT), serta pendampingan dan konseling. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sebesar 87% pada tingkat pengetahuan cukup maupun baik dalam pemahaman dan keterampilan perawat mengenai integritas, serta peningkatan dukungan institusional. Evaluasi pasca pelatihan dan survei tindak lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar peserta melaporkan adanya peningkatan dalam penerapan prinsip integritas dalam praktik sehari-hari. Namun, tantangan seperti beban kerja yang tinggi masih ada dan perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Program ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan komitmen dari semua pihak yang terlibat, peningkatan integritas perawat dapat tercapai, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi pasien dan sistem kesehatan.   Kata kunci : integritas perawat, etika keperawatan, pelatihan, pendidikan, PPNI   Abstract   Integrity in the profession includes honesty, fairness, responsibility, and commitment to professional ethics. This community service aims to improve the integrity of nurses through a community service program that involves collaboration with the Indonesian National Nurses Association (PPNI). This program consists of ethics training and education, the preparation and updating of a code of ethics, and development policies that support integrity in protective practices. The methods used include an initial survey, focus group discussions (FGD), a Training of Trainers (ToT) program, and mentoring and counseling. The results showed a significant increase in nurses' understanding and skills regarding integrity, as well as increased institutional support. Post-training evaluation and follow-up supervision showed that most participants reported an increase in the application of integrity principles in daily practice. However, challenges such as high workloads still exist and need further attention. This program proves that with the right approach and commitment from all parties involved, improving nurse integrity can be achieved, which will ultimately provide great benefits to patients and the health system.  Keywords: nurse integrity, nursing ethics, training, education, PPNI
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI SEKOLAH DASAR : “MENINGKATKAN KESADARAN DAN PENERAPAN PHBS UNTUK KESEHATAN SISWA”: CLEAN AND HEALTHY LIFESTYLE (CHL) BEHAVIOR IN ELEMENTARY SCHOOLS: “ENHANCING AWARENESS AND IMPLEMENTATION OF CHL FOR STUDENT HEALTH” Wiwi Kustio Priliana; Teti Herlina
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.301

Abstract

Abstrak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu kunci penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan, terutama pada anak-anak yang masih dalam fase pembentukan kebiasaan hidup sehat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan PHBS pada siswa kelas 6 di Sekolah Dasar Negri Percobaan 2 Depok Sleman Yogyakarta, jumlah siswa yang mengikuti sebanyak 51 siswa. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, praktik langsung, serta pembelajaran yang menyenangkan tentang pentingnya kebersihan pribadi, pola makan sehat,istirahat yang cukup,olah raga, kesehatan mental dan kebersihan lingkungan sekolah. Hasilnya, ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta perubahan perilaku siswa, seperti dapat menjelaskan kembali apa saja gaya hidup sehat, mempraktekan cara mencuci tangan yang benar, kegiatan ini di lakukan pendekatan yang interaktif dan melibatkan seluruh siswa kelas 6 , program ini bertujuan untuk  membentuk kebiasaan sehat yang dapat diteruskan dalam kehidupan mereka sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah.   Kata Kunci :  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pendidikan Kesehatan, Sekolah Dasar, Kesehatan Anak.   Abstract Clean and Healthy Lifestyle Behavior (CHLB) is a key factor in improving health quality, especially for children who are in the process of forming healthy lifestyle habits. This community service program aims to introduce and implement CHLB among 6th-grade students at the State Elementary School of Percobaan 2, Depok Sleman, Yogyakarta, with a total of 51 students participating. The activities employed a combination of methods, including counseling, hands-on practice, and engaging lessons on the importance of personal hygiene, healthy eating habits, and maintaining a clean school environment. The results showed an increase in knowledge, understanding, and behavioral changes among the students. They were able to explain what constitutes a healthy lifestyle and practice proper handwashing techniques. This program used an interactive approach and involved all 6th-grade students. It has the potential to establish healthy habits that can be carried over into their daily lives, both at school and at home.   Keywords :  Clean and Healthy Lifestyle Behavior, Health Education, Elementary School, Children's Health.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG JENIS ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR: HEALTH EDUCATION ABOUT TYPES OF CONTRACEPTIVES IN WOMEN OF CHILDBEARING AGE Yunita, Astri; Liya Ni’matul Maula; Dily Ekasari; Ahmad Wasis Setyadi
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.303

Abstract

Abstrak Indonesia adalah salah satu negara terpadat di dunia yang menduduki posisi keempat setelah China, India dan Amerika Serikat. Angka unmet need di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 14,7% dari target nasional 8% pada tahun 2022. Pentingnya edukasi KB semakin meningkat mengingat adanya lonjakan angka kehamilan yang tidak direncanakan akibat keterbatasan akses ke layanan kesehatan. Program edukasi berbasis komunitas dan teknologi digital, seperti diskusi daring dan video edukasi, telah diterapkan di beberapa daerah untuk mengatasi tantangan ini. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang berbagai jenis alat kontrasepsi, sehingga harapannya adalah wanita usia subur memahami dan bisa menentukan pilihannya dalam menggunakan alat kontrasepsi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2024 pada 30 wanita usia subur di RT 02 RW 01 Desa Banaran Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Edukasi kesehatan dilakukan dengan tatap muka sebanyak 1 kali kegiatan dengan menggunakan media leaflet. Hasil pengetahuan menunjukkan sebelum edukasi pengetahuan kurang 13 WUS (43,33%), cukup 7 WUS (23,33%) dan baik 10 WUS (33,34%), sedangkan setelah edukasi pengetahuan kurang 6 WUS (20,00%), cukup 11 WUS (36,67%) dan baik 13 WUS (43,33%). Hal ini menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan WUS sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang jenis alat kontrasepsi.   Kata kunci : Edukasi, alat kontrasepsi, wanita usia subur   Abstract Indonesia is one of the most populous countries in the world, ranking fourth after China, India and the United States. The unmet need rate in Indonesia is still very high at 14.7% from the national target of 8% by 2022. The importance of family planning education is increasing given the surge in unplanned pregnancies due to limited access to health services. Community-based education programs and digital technologies, such as online discussions and educational videos, have been implemented in some areas to address this challenge. The purpose of this activity is to increase the knowledge of women of childbearing age about various types of contraceptives, so that the hope is that women of childbearing age understand and can make choices in using contraceptives. The activity was carried out on November 13, 2024 for 30 women of childbearing age in RT 02 RW 01 Banaran Village, Kandangan District, Kediri Regency. Health education was conducted face-to-face as much as 1 activity using leaflet media. The results of knowledge showed that before education knowledge was less 13 WUS (43.33%), enough 7 WUS (23.33%) and good 10 WUS (33.34%), while after education knowledge was less 6 WUS (20.00%), enough 11 WUS (36.67%) and good 13 WUS (43.33%). This shows that there are changes in the knowledge of WUS before and after being given health education about types of contraceptives.  Keywords : Education, contraceptives, women of childbearing age
PENYULUHAN NARKOBA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF REMAJA TOLAK NARKOBA SEBAGAI BENTUK PELAKSANAAN PROYEK MATA KULIAH WAJIB KURIKULUM : -DRUG COUNSELING AS A PREVENTIVE EFFORTS FOR TEENAGERS TO REJECT DRUGS AS A FORM OF IMPLEMENTATION OF A COMPULSORY COURSE PROJECT IN THE CURRICULUM Ganes Tegar Derana; Ratna, Ratna Feti Wulandari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.305

Abstract

Abstrak   Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja berpotensi menyebabkan kerusakan dalam aspek pendidikan, kehidupan sosial, kesehatan, hingga masa depan mereka. Tujuan dari pelaksaan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada siswa tentang bahaya narkoba, meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya narkoba, hukum dan sanksi penggunan narkoba supaya bisa membentuk sikap dari siswa untuk menghindari narkoba, serta tim pengabmas mampu menerapkan proyek mata kuliah wajib kurikulum di STIKES Pamenang. Metode kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 November 2024 pukul 08.00 sampai dengan selesai, tempat pelaksanaan diselenggarakan di MTS Zainul Hassan. Sasaran adalah siswa siswi kelas 7 sebanyak 52. Metode yang digunakan adalah metode ceramah interaktif, tanya jawab,kemudian diakhiri dengan edu games. Media yang digunakan adalah Power point, leafelt, X Banner. Hasil dari kegiatan ini yaitu kehadiran siswa dalam mengikuti kegiatan ini sejumlah 98%. Pengetahuan siswa tentang bahaya narkoba kategori baik dengan rata-rata prosentase 80% dari beberapa indikator, mampu meningkatkan motivasi siswa untuk menghindari narkoba. Pelaksanaan kegiatan ini secara garis besar berjalan dengan lancar.   Kata kunci : Narkoba, Penyuluhan, Preventif, Remaja   Abstract   Drug abuse among adolescents has the potential to cause damage in terms of education, social life, health, and their future. The purpose of implementing this activity is to provide education to students about the dangers of drugs, increase students' knowledge about the dangers of drugs, laws and sanctions for drug use in order to shape students' attitudes to avoid drugs, and the community service team is able to implement compulsory curriculum course projects at STIKES Pamenang. The method of this activity was carried out on November 2, 2024 at 08.00 until finished, the location of the implementation was held at MTS Zainul Hassan. The target is 52 students in grade 7. The method used is the interactive lecture method, questions and answers, then ending with edu games. The media used are Power point, leaflets, X Banners. The results of this activity are that student attendance in participating in this activity is 98%. Students' knowledge about the dangers of drugs is in the good category with an average percentage of 80% from several indicators, able to increase students' motivation to avoid drugs. The implementation of this activity generally went smoothly.   Keywords:Drugs,Counseling,Preventive,Teenagers
PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DENGAN PEMBATASAN KONSUMSI GULA, GARAM DAN LEMAK: IMPROVING ADOLESCENT HEALTH THROUGH EDUCATION ON PREVENTION OF INFECTIOUS DISEASES BY LIMITING SUGAR, SALT AND FAT CONSUMPTION Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i1.306

Abstract

Abstrak   Penyakit tidak menular banyak berkaitan dengan aspek perilaku dan gaya hidup. Di kalangan remaja, pola konsumsi garam, gula, dan lemak yang berlebihan perlu menjadi perhatian utama karena kebiasaan ini dapat menyebabkan obesitas, hipertensi, diabetes tipe 2, dan gangguan metabolisme lainnya yang memengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit menular. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pola makan tidak sehat karena pengaruh lingkungan, akses mudah terhadap makanan cepat saji, dan minimnya pemahaman tentang pentingnya pola makan seimbang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga pola makan dengan mengendalikan konsumsi gula, garam dam lemak untuk mencegah penyakit tidak menular di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terselenggara dalam format kegiatan pertemuan kader posyandu remaja yang dilaksnakan di ruang Kahuripan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri pada hari selasa-rabu, 24-25 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 37 kader posyandu remaja perwakilan dari kecamatan kecamatan di Kabupaten Kediri. Pemberian materi dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, permainan dan tanya jawab. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan peserta menyatakan bahwa mereka mendapat banyak informasi baru terkait pentingnya bertindak bijak dalam menjaga pola konsumsi sehari hari terutama konsumsi gula, garam dan lemak untuk mecegah berbagai penyakit tidak menular di masa depan. Kata kunci : penyakit tidak menular, gula, garam, lemak, remaja   Abstract   Non-communicable diseases are closely related to behavioral and lifestyle aspects. Among adolescents, excessive consumption of salt, sugar, and fat needs to be a major concern because this habit can cause obesity, hypertension, type 2 diabetes, and other metabolic disorders that affect the body's resistance to infectious diseases. According to data from the World Health Organization (WHO), adolescents are an age group that is vulnerable to unhealthy eating patterns due to environmental influences, easy access to fast food, and minimal understanding of the importance of a balanced diet. The purpose of this activity is to increase adolescent knowledge and awareness of the importance of maintaining a diet by controlling sugar, salt, and fat consumption to prevent non-communicable diseases in the future. This community service activity was held in the format of a meeting of adolescent posyandu cadres which was carried out in the Kahuripan room of the Kediri Regency Health Office on Tuesday-Wednesday, September 24-25, 2024. This activity was attended by 37 adolescent posyandu cadres representing sub-districts in Kediri Regency. The provision of material was carried out using lecture, discussion, game and question and answer methods. Overall the activity went well and participants stated that they got a lot of new information related to the importance of acting wisely in maintaining daily consumption patterns, especially sugar, salt and fat consumption to prevent various non-communicable diseases in the future. Keywords: non-communicable diseases, sugar, salt, fat consumption, teenagers
PEMANFAATAN SAYUR DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA MENCEGAH ANEMIA PADA IBU HAMIL: THE USE OR MORINGA LEAF VEGETABLES AS AN EFFORT TO PREVENT ANEMIA IN PREGNANT WOMEN Rahayu, Septiana
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v3i2.325

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil, adalah anemia. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi terutama selama masa kehamilan. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 angka anemia kehamilan yaitu sebesar 48,9%, angka ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun 2013 yaitu sebesar 37,1%. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan zat besi dapat dilakukan dengan mengonsumsi sayur yang mengandung zat besi, antara lain yaitu sayur daun kelor. Kandungan zat besi pada daun kelor berperan untuk pembentukan hemoglobin. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat sayur daun kelor. Metode yang dilakukan yaitu penyuluhan dan pembagian sayur daun kelor bagi peserta penyuluhan. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adanya peningkatan penegtahuan sebesar 58,82% tentang pemanfaatan sayur daun kelor. Diharapkan pengembangan program pengabdian masyarakat lebih optimal dengan integrasi program kesehatan ibu hamil, dinas dan pemerintah terkait yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.  Kata kunci : Anemia, Sayur Daun Kelor   Abstract A health problem that often occurs in pregnant women is anemia. Iron deficiency anemia is one of the most common disorders, especially during pregnancy. Based on Riskesdas in 2018 the rate of gestational anemia was 48.9%, this figure shows an increase when compared to the results of Riskesdas in 2013 which was 37.1%. One alternative to meet iron needs can be done by consuming vegetables that contain iron, including moringa leaf vegetables. The iron content in spinach plays a role in the formation of hemoglobin. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of moringa leaf vegetables.The method carried out was counseling and distribution of moringa leaf vegetables for extension participants. The results obtained in this activity were an increase in knowledge by 58,85% about the use of moringa leaf vegetables. It is hoped that the development of community service programs will be more optimal with the integration of health programs for pregnant women, related agencies and governments which are carried out periodically and sustainably. Keywords: Anemia, Moringa Leaf, Vegetables