cover
Contact Name
Moch Wahib Dariyadi
Contact Email
wahib.fs@um.ac.id
Phone
+6281333991883
Journal Mail Official
jurnal@tifani.org
Editorial Address
Jl. Semarang 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2809008X     DOI : -
Jurnal Tifani menerbitkan hasil karya-karya inovasi dosen di Indonesia dalam mempublikasikan produk ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat luas utamanya masyarakat pedesaan dan publik yang membutuhkan kemajuan kehidupan melalui sharing knowledge antara para akademisi. Selain itu Jurnal tifani juga memuat hasil penelitian, pengembangan teknologi tepat guna, inovasi serta strategi pemberdayaan masyarakat.
Articles 81 Documents
Digitalisasi Kaligrafi Arab Melalui Aplikasi Anā Muhtārif Āl-Khāt Dina Nurul Arofah; Ikhwan Nur Rois
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arabic has a characteristic in its writing which is known as Arabic calligraphy (khāt). Calligraphy is the art of writing in Arabic, so it requires a medium or writing tool. This type of research is a qualitative research using a descriptive approach. Anā Muhtārif āl-Khāt is a tool that helps improve one's ability to write in Arabic. Anā Muhtārif āl-Khāt is a solution in the form of digitizing Arabic calligraphy. The results of this study are in the form of an explanation related to calligraphy, types of khāt, khāt expert figures and the process of making Arabic calligraphy with the Anā Muhtārif āl-Khāt application.
Peran SAKAL dalam Penyebaran Kaligrafi Arab Bermanhaj Taqlidy Hamidi Muhammad Abdul Rohman Al Chudaifi; Zainul Mujib
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manhaj taqlidy Hamidi dengan basis pendidikannya, memiliki ciri khas tersendiri yaitu adanya sanad kelimuan kaligrafi yang otentik. Sanad ini bisa didapatkan oleh peserta kaligrafi melalui tahapan-tahapan yang telah dirancang untuk memudahkan pemula dalam menguasai semua jenis kaligrafi Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan Peranan Manhaj Taqlidy Hamidi dalam pengembangan kaligrafi al-Qur’an yang dilakukan oleh Sekolah Kaligrafi al-Qur’an (SAKAL) Denanyar Jombang. Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan Fenomenologi dengan metode penulisan deskriptif-kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian field research dengan langkah-langkah observatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manhaj taqlidy Hamidi merupakan cara pembelajaran kaligrafi Al-Qur’an sebagai pengembangan dari metode klasik (taqlidy) yang sudah lama digunakan oleh negara-negara Islam dibawah bimbingan Syaikh Belaid Hamidi. Prinsip-prinsipnya mengacu kepada jenis-jenis gaya kaligrafi al-Qur’an yang telah ditetapkan oleh ulama kaligrafi terdahulu. Sedangkan peranannya adalah sebagai salah satu manhaj kaligrafi yang mengarahkan kepada akar keilmuan dan fokus pada peningkatan mutu tulisan kaligrafi Al-Qur’an, berorientasi pada pembelajaran kaligrafi yang sistematis dan sebagai salah satu acuan pendidikan kaligrafi Al-Qur’an di Indonesia. Sehingga dengan adanya metode ini juga, penulisan kaligrafi al-Qur’an terus terjaga akan kelestariannya.
Perkembangan Khat Arab (Fase Awal, Pemberian Titik dan Harakat, Mauzun, Mansub dan Tanqih wal Istifa’) Athoillah
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khat arab seperti halnya tulisan-tulisan lain di dunia mengalami perkembangan seiring dengan kebutuhan manusia untuk mempermudah bacaan dan tersampainya pesan. Disamping itu kebutuhan manusia akan seni menulis juga tumbuh seiring dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi. Maka khat arab pun juga mengalami perkembangan tersebut. Perkembangan khat arab tidaklah terjadi dalam waktu singkat, melainkan menghabiskan waktu selama berabad abad untuk mencapai kematangan yang paripurna. Pergulatan ilmu pengetahuan serta riset amatlah lekat dalam perkembangan tersebut, bahkan dari perkembangan khat arab memunculkan sebuah disiplin ilmu baru dikenal dengan nahwu atau grammar bahasa arab. Tuntutan akan tulisan yang mudah dalam penulisan serta tetap memperhatikan estetika, menjadikan khat arab yang asalnya kaku karena pengaruh khat nibthi, menurunkan banyak gaya yang lebih lentur dan mudah di tulis serta cepat dalam penulisannya. Maka muncullah ribuan gaya (jenis) khat pada beberapa era kekhalifahan Islam, dan kematangan paripurna dalam khat tercapai pada era kekhalifahan turki utsmani.
Inovasi Pembelajaran Kaligrafi di Pesantren Kaligrafi dan Madrasah Jamaluddin Shiddiq
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengidentifikasi dan membandingkan inovasi pembelajaran kaligrafi di dua situs berbeda yaitu pesantren kaligrafi yang diwakili oleh PSKQ dan madrasah yang diwakili oleh Madrasah Ponpes Darul Huda. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan di antara kedua situs meliputi metode pengajaran kaidah khat yang meliputi menjiplak, meniru dan modifikasi, sumber belajar yang sama yaitu dari gaya Syauqi dan gaya Izat, alat dan bahan yang dipakai meliputi handam, qalam, tinta serta evaluasi pembelajaran meliputi setoran karya. Perbedaan di antara kedua situs yaitu: 1) alokasi waktu di PSKQ relatif lebih lama dibandingkan di Madrasah Ponpes Darul Huda, 2) program pelatihan di PSKQ meliputi 3 program: reguler, kursus dan pasaran, 3) metode pembelajaran meliputi pembelajaran di kelas dan di lapangan, 4) konsep pembelajaran yang memadukan antara seni kaligrafi murni dengan seni lain seperti seni pahat, seni ukir, seni lukis, seni batik dan lain sebagainya serta 5) kurikulum pelengkap di luar kaligrafi berupa entrepreneurship, kajian kitab, tilawah, GRC, dan lain sebagainya. Sedangkan pembelajaran kaligrafi di Madrasah Ponpes Darul Huda mempunyai 1) alokasi waktu yang relatif lebih terbatas, 2) kurikulum yang berfokus hanya pada tulisan dan hiasan, dan 3) materi kaligrafi yang bukan menjadi fokus utama pembelajaran di Pondok Pesantren.
Penggunaan Seni Kaligrafi Dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis (Maharah Kitabah) Asna Ainun Ni’ma
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis (maharah al-kitabah) merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Keterampilan Bahasa ada empat macam yaitu keterampilan menyimak (maharah al-istima’) kemudian keterampilan berbicara (maharah al-kalam), keterampilan membaca (maharah al-qira’ah) dan keterampilan menulis (maharah al-kitabah). Menulis merupakan kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan ekspresi dalam bentuk tulisan. Dalam meningkatkan keterampilan maharah al-kitabah terdapat beberapa macam Teknik salah satunya adalah khat (kaligrafi). Khat merupakan proses menulis rapi, keindahan, sehingga dalam pembelajaran khat peserta didik tidak hanya menulis menulis huruf dan membentuk kata serta kalimat saja, tetapi juga menyentuh aspek estetika atau keindahan,
Peran Kaligrafer Perempuan Andalusia dalam Peradaban Islam Arab Pradibyo Herdiansyah
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaligrafi Arab telah melalui perjalanan panjangnya mulai dari awal kemunculannya dalam bentuk yang sederhana sampai kepada bentuk yang lebih rumit dan detail seiring bertambahnya dekorasi dalam kaligrafi. Kemudian menjadi beberapa jenis khat yang berbeda dan memiliki karakteristik dan memiliki kaidah-kaidah dan dasar-dasarnya tersendiri. Jenis-jenis khat tersebut terbentuk baik dari ciri khas tersendiri atau pun juga melalui proses penggabungan 2 jenis khat yang kemudian memunculkan jenis khat yang baru. Kemudian pembelajaran penulisan khat Arab dianggap sebagai keistimewaan yang mendapatkan posisi di kalangan masyarakat sehingga menjadi disiplin ilmu tersendiri. Pada perkembangannya, ilmu kaligrafi Arab dibutuhkan untuk mengetahui ilmu-ilmu lainnya sebab perbedaan bentuk tulisan-tulisan dan penyalinan melalui jenis khat yang berbeda pula. Bahkan khat Arab tidak hanya digunakan dalam penulisan buku-buku atau dokumen resmi, tapi juga mulai digunakan untuk menghiasi dinding-dinding, papan-papan, dan pintu masjid. Baik laki-laki maupun perempuan di Timur ikut andil dalam perkembangan ilmu kaligrafi, bahkan dari kalangan pembantu (budak). Mereka menggunakan keahlian mereka baik dalam urusan keilmuan maupun urusan pemerintahan yang ada di sana, sampai kepada urusan keluarga di Andalusia. Keahlian mereka dalam khat telah didapatkan sejak mereka belajar di sekolah dasar, dan dikembangkan di pendidikan yang lebih tinggi sehingga menguasai bidang ilmu lain, seperti sastra, fikih, dan periwayatan hadis.
PENDAMPINGAN HAFALAN SURAH PENDEK SANTRI DI MUSHOLLA NUR BASYIRAH KELURAHAN KERENG BANGKIRAI KOTA PALANGKA RAYA Hujjatusnaini, Noor; Nurohman, Farkhan; Maulida; Uswatun Khasanah, Purnama; Rahmadiyah, Novia; Widya Ningsih, Sri Indah; Mufaddilah, Fira; Sonia; Rita, Ambar; Ahmad, Dony; Hamid, Nasim
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sangat penting untuk menghadapi berkembangnya zaman di era sekarang yang semakin maju, sehingga pendidikan harus dilaksanakan dengan sabaik mungkin. Pendidikan Islam seharusnya sudah diajarkan dengan anak sedari dini, seperti pendidikan menghafal surah-surah dalam al-Qur’an. Penulisan ini bertujuan menjelaskan bagaimana kaderisasi masyarakat di Jl. Panenga Permai rw.003/rt.002, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya sebagai tenaga pendidik baca tulis Al-Qur’an atau mengajar mengaji santri di Musholla Nur Basyirah. Hasil pendampingan yang dilaksanakan menggambarkan adanya peningkatan kemampuan hapalan surah pendek santri di musholla Nur Basyirah Kelurahan Kereng Bengkirai Kota Palangka Raya Education is very important to face the development of the era in the present era which is increasingly advanced, so education must be carried out as well as possible. Islamic education should have been taught to children from an early age, such as memorizing the suras in the Qur'an. This writing aims to explain how community regeneration on Jl. Panenga Permai rw.003/rt.002, Kereng Bangkirai Village, Palangka Raya City as educators for reading and writing the Qur'an or teaching the Koran for children at the Nur Basyirah Mosque. The results of the mentoring carried out illustrate an increase in the ability to memorize short surahs of students in the Nur Basyirah prayer room, Kereng Bengkirai Village, Palangka Raya City.
PENGEMBANGAN TEKA-TEKI SILANG BUKU MADAARIJ AD-DURUUS AL-ARABIYYAH JILID IV UNTUK PAKET DASAR 4 faqoth, ahmad; Murtadho, Nurul
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa arab yang belum tepat guna, dipandang sebagai penyebab utama tidak maksimalnya proses pembelajaran bahasa arab, terlebih lagi dalam proses pembelajaran penguasaan kosakata bahasa arab. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan awal yang dilakukan peneliti di lembaga PIQ Singosari, didapatkan hasil bahwa siswa dan guru pengajar membutuhkan media pembelajaran pendamping buku ajar dalam pembelajaran bahasa Arab, yaitu kitab Madarij al-Duruus al-Arabiyah Jilid IV untuk mengembangkan media buku Teka-teki silang (TTS) yang layak pakai sebagai buku pendamping dalam pembelajaran kitab Madaarij ad-Duruus al-Arabiyyah jilid 4. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement and Evaluate). Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah para peserta didik PIQ Singosari. Data yang disajikan dalam penelitian ini merupakan data kualitatif deskriptif yang dihasilkan dari pengambilan data angket analisis kebutuhan, validasi ahli media, ahli materi, respon siswa dan penilaian guru. Hasil dari uji validasi mendapat hasil valid dengan persentase validitas media sebesar 58,66%, persentase validitas materi sebesar 76%, dan persentase respon siswa sebesar 66,2%. Oleh karena itu, media buku teka-teki silang bahasa Arab Madaarij ad-Duruus al-Arabiyyah Jilid 1 untuk paket dasar I, dinyatakan layak digunakan sebagai buku pendambing bahan ajar mata pelajaran bahasa Arab yang digunakan di PIQ Singosari. Learning Arabic that has not been appropriate, is seen as the main cause of the ineffectiveness of the Arabic learning process, especially in the process of learning Arabic vocabulary mastery. Based on the results of the initial needs analysis conducted by researchers at the Singosari PIQ institution, it was found that students and teaching teachers needed learning media to accompany textbooks in learning Arabic, namely the Madarij al-Duruus al-Arabiyah book Volume IV to develop media for crossword puzzles. (TTS) which is suitable to be used as a companion book in the study of the book of Madaarij ad-Duruus al-Arabiyyah volume 4. This research is a type of descriptive qualitative research using the ADDIE development model (Analysis, Design, Develop, Implement and Evaluate). The test subjects in this study were Singosari PIQ students. The data presented in this study is descriptive qualitative data resulting from the collection of needs analysis questionnaires, validation of media experts, material experts, student responses and teacher assessments. The results of the validation test got valid results with a media validity percentage of 58.66%, a material validity percentage of 76%, and a student response percentage of 66.2%. Therefore, the medium of the Arabic crossword puzzle Madaarij ad-Duruus al-Arabiyyah Volume 1 for the basic package I, was declared suitable to be used as a companion book for teaching materials for Arabic subjects used at PIQ Singosari.  
Pelatihan Nasional Pembelajaran Kalam bagi Guru Bahasa Arab Nurhidayati, Nurhidayati; Kholisin, Kholisin; Mahliatussikah, Hanik; Ahsanuddin, Mohammad Ahsanuddin
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam rangka mengupdate mutu guru maka kegiatan ini dilaksanakan, khususnya pelatihan pembelajaran berbicara (selanjutnya disebut kalam). Kalam merupakan  salah satu kemahiran berbahasa Arab yang mayoritas mahasiswa merasa sulit menguasainya, karena sering ditemui mahasiswa yang pandai dalam kemahiran berbahasa yang lain, pandai membaca, menulis, menyimak, dan pandai gramatika bahasa, namun tidak bisa berbicara dalam bahasa Arab. Konsep pembelajaran kalam, yaitu: (1) memahami unsur-unsur metode kalam, (2)menyusun RPP untuk pembelajaran kalam, (3) menerapkan metode mutakhir dalam pembelajaran kalam,(4)  mengunakan media kreatif dan mutakhir untuk pembelajaran Kalam, (5) menyusun  assesmen untuk pembelajaran kalam, dan (6) mampu menerapkannya dalam proses belajar mengajar bahasa Arab. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pelatihan ini dilakukan dua macam evaluasi, yaitu evaluasi program dan evaluasi hasil program. Evaluasi program dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan umpan balik dari peserta mengenai pelaksanaan program. Hasil evaluasi program menyatakan bahwa mereka sangat puas terhadap kegiatan pelatihan sejumlah 56, 2% , dan puas sejumlah 39,02%, cukup puas sejumlah 5,6 %, dan kurang puas sejumlah 0,51% dari total peserta sejumlah 165 guru. Evaluasi hasil belajar dilakukan dengan memberikan tugas untuk membuat  RPP untuk pembelajaran kalam dan menerapkanya dalam proses pembelajaran, serta hasil dari pantauan terhadap tugas yang diberikan pada peserta yang diunggah pada group Whatshapp. In order to update the quality of teachers, this activity was carried out, especially training in learning to speak (hereinafter referred to as kalam). Kalam is one of the Arabic language skills which the majority of students find it difficult to master, because students are often found who are good at other language skills, are good at reading, writing, listening, and good at language grammar, but cannot speak Arabic. The concept of learning kalam, namely: (1) understanding the elements of the kalam method, (2) compiling lesson plans for learning kalam, (3) applying the latest methods in learning kalam, (4) using creative and up-to-date media for learning Kalam, (5) compiling an assessment for learning kalam, and (6) being able to apply it in the teaching and learning process of Arabic. To determine the success of this training activity, two kinds of evaluations were carried out, namely program evaluation and program result evaluation. Program evaluation was carried out using a questionnaire to obtain feedback from participants regarding program implementation. The results of the program evaluation stated that they were very satisfied with the training activities as many as 56.2%, and satisfied as many as 39.02%, quite satisfied by 5.6%, and less satisfied by 0.51% of the total participants of 165 teachers. Evaluation of learning outcomes is carried out by giving the task of making lesson plans for learning kalam and applying it in the learning process, as well as the results of monitoring the assignments given to participants which are uploaded to the WhatsApp group.
MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA MELALUI MODEL MUHADATSAH YAUMIYYAH SMAN 1 SIAK: MUHADATSAH YAUMIYYAH WANTI, DESY
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to increase students' interest in learning Arabic through the application of the Muhadatsah Yaumiyyah model. This research is a classroom action research. The research subjects were students of class XI IPA 1 SMAN 1 Siak, totaling 32 people. In this study the data obtained through observation. Data analysis was carried out with a qualitative descriptive with a percentage technique. The results showed that the application of the Muhadatsah Yaumiyyah Model in learning Arabic could increase students' interest in learning. In the first cycle the interest of students who have an interest in learning amounted to 61.8% with the category "Less Interest". In cycle II students who have an interest in learning increased to 80.6% with the category "Interested".Keywords: Arabic, Muhasatsah Yaumiyyah, Qualitative Descriptive, Improving, Interest in learning