cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 4 (2022)" : 26 Documents clear
ULASAN ARTIKEL: KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) DARI BERBAGAI JENIS VAKSIN COVID-19 YANG BEREDAR DI INDONESIA : ARTICLE REVIEW: ADVERSE EVENT FOLLOWING IMMUNIZATION (AEFI) FROM VARIOUS TYPES OF COVID-19 VACCINES IN INDONESIA Syahrul Hidayat; Asti Yunia Rindarwati; Dika Pramita Destiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.475

Abstract

Coronavirus Disease-19 (COVID-19) merupakan masalah kesehatan masyarakat serius yang telah menjadi pusat perhatian global sejak akhir 2019. COVID-19 merupakan pandemi yang menyebabkan komplikasi medis yang parah bahkan kematian di seluruh dunia pada beberapa kasus. Strategi penanggulangan yang paling efektif untuk mengatasi COVID-19 saat ini adalah pemberian vaksin COVID-19 yang efektivitasnya telah terbukti secara global. Beberapa vaksin COVID-19 di Indonesia yang telah beredar seperti Pfizer BioNTech®, Moderna, AstraZeneca, dan Coronavac telah memberikan perlindungan di masyarakat dengan merangsang respons kekebalan tubuh. Akan tetapi, pada beberapa kasus, vaksin-vaksin tersebut juga dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan setelah pemberiannya yang dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Artikel ini mengulas KIPI yang didapat dari artikel pada database PMC dan ScienceDirect dengan kriteria inklusi berupa artikel uji klinis pada 1 tahun terakhir dan berbahasa inggris. Ulasan ini mengeksklusi artikel review. Didapat 404 artikel tentang KIPI vaksin COVID-19 dan hanya 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. KIPI akibat vaksin COVID-19 dapat terjadi secara lokal maupun sistemik. KIPI lokal yang umum terjadi di antaranya nyeri, kemerahan, dan bengkak di situs injeksi sedangkan KIPI sistemik yang umum terjadi adalah demam, nyeri otot dan sakit kepala. KIPI lain yang mungkin terjadi di antaranya diare, mual, dan muntah. selain itu, beberapa vaksin berpotensi mengakibatkan limfadenopati unilateral, bells palsy, serta trombosis vena serebral. Namun, perlu data yang lebih kuat untuk membuktikan bahwa reaksi sistemik tersebut terjadi akibat vaksin COVID-19. KIPI terjadi pada resipien dengan usia lebih muda. Frekuensi KIPI bertahan rata-rata pada 1-2 hari dengan tingkat keparahan ringan sampai sedang.
HUBUNGAN POLA PENGGUNAAN OBAT TERHADAP LAMA RAWAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS : RELATIONSHIP PATTERNS OF MEDICINE USE ON THE LONG OF TREATMENT IN DIABETES MELLITUS PATIENT Riana Versita; Dian Handayani; Retno Adiningsih; Oktoviani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.476

Abstract

Lama rawat adalah waktu yang dihabiskan oleh pasien selama mendapatkan penanganan di rumah sakit yang dihitung sejak pasien masuk sampai dengan pasien pulang. Pemberian pengobatan mempengaruhi lama rawat pasien selama di rumah sakit. Pola penggunaan obat yang mempengaruhi los di rumah sakit yaitu adanya faktor ketepatan dalam pemilihan obat baik obat antidiabetik oral ataupun insulin yang diberikan secara kombinasi atau tunggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola penggunaan obat terhadap lama rawat pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Dr. M. Yunus Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel penelitian 60 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lembar Pengumpul Data (LPD).Hasil penelitian dianalisis menggunakan spss 24 dengan uji chi-square. Hasil penelitian dari 60 sampel diperoleh 44 (73,33%) pasien dengan lama rawat cepat (?5 hari) dan 16 (26,67%) pasien dengan lama rawat lama (?5 hari). Untuk pemberian antidiabetik, pasien yang mendapatkan jenis insulin kombinasi sebanyak 52 (86,67%) dan jenis insulin tunggal terdapat 8 (13,33%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p 0.008 yang berarti p 0.008< p 0.05, terdapat hubungan yang signifikan antara pola penggunaan obat terhadap lama rawat pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Dr. M. Yunus Kota Bengkulu, jenis pengobatan menggunakan insulin kombinasi memberikan efek lama rawat yang lebih singkat ?5 hari dibanding penggunaan insulin tunggal ataupun oral.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN PROFIL KLT-BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN TREMBESI (Samanea saman (jacq.) Merr) TERHADAP BAKTERI Shigella dysenteriae : ANTIBACTERIAL ACTIVITY AND TLC-BIOAUTOGRAPHIC PROFILE OF ETHANOL EXTRACY OF TREMBESI (Samanea saman(Jacq.) Merr) LEAVES ON BACTERIA Shigella dysenteriae Lena Yulianti; Hendy Suhendy; Gatut Ari Wardani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.479

Abstract

Secara empiris, daun trembesi memberikan aktivitas sebagai antidiare, penelitian sebelumnya terbukti bahwa daun trembesi memberikan aktivitas terhadap E.coli. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun trembesi terhadap Shigella dysenteriae, nilai konsentrasi hambat minimal(KHM) dan propil KLT-Bioautografinya. Metode yang digunakan yaitu difusi cakram dengan konsentrasi uji aktivitas ekstrak etanol nya yaitu 10%, DMSO sebagai kontrol negatif, ciprofloksasin sebagai kontrol positif, konsentrasi hambat minimal (KMH) yaitu 4%,3%,2%,1%, monitoring senyawa golongan yang memberikan aktivitas antibakteri menggunakan KLT-Bioautogfi dan monitoring senyawa golongan metabolit sekunder sebagai antibakteri menggunakan KLT-Bioautografi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun trembesi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae dengan kategori kuat (29,1±3,12 mm), nilai konsentrasi hambat minimal (KHM) yang dihasilkan yaitu 1% dengan diameter zona bening nya yaitu 0,1±0,05 mm, dan hasil KLT-Bioautografi terdapat zona bening pada spot dengan nilai RF 0,7 dengan diameter zona beningnya yaitu 1,36 mm. Ekstrak etanol daun trembesi memberikan aktivitas antibakteri dimana senyawa golongan fenolik diduga merupakan senyawa yang berkontribusi terhadap aktivitas tersebut.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL TALI PUTRI (Cassytha filiformis L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Propianibacterium acnes: ANTIBACTERIAL ACTIVITY ETHANOL EXTRACT OF TALI PUTRI (Cassytha filiformis L.) AGAINST Staphylococcus aureus AND Propianibacterium acnes Suci Rahmawati; O. Oktoviani; Putri Rizky Lailatur Rahmah; Heru Dwi Nugroho; Sipriyadi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.489

Abstract

Staphylococcus aureus dan Propianibacterium acnes adalah bakteri yang menjadi salah satu penyebab masalah jerawat pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daya hambat dari ekstrak etanol 96% tali putri (Cassytha filiformis L.) terhadap S.aureus dan P. acnes. Uji aktivitas antibakteri yang dilakukan pada peneltian ini menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak etanol 96% tanaman tali putri diuji pada konsentrasi 0,75%, 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12%. Hasil uji aktivitas ekstrak etanol 96 % tanaman tali putri terhadap S. aureus pada konsentrasi ekstrak 0,75% , 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12% masing-masing memiliki diameter hambat (clear zone) rata-rata  adalah 6,3 mm, 6 mm, 5 mm, 4,3 mm, 3,9 mm, dan 3,1 mm. Sedangkan hasil uji aktivitas ekstrak etanol 96 % tanaman tali putri terhadap P. acnes pada konsentrasi ekstrak 0,75% , 1,5%, 3%, 6%, 9%, 12% masing-masing memiliki diameter daya hambat (clear zone) rata-rata  adalah 1,1 mm, 8,2 mm, 2,6 mm, 2,95 mm, 2,87 mm, dan 5,72 mm. Aktivitas hambatan ekstrak etanol 96% tali putri terhadap bakteri S. aureus dan P. Acne terlihat pada konsentrasi 0.75% dengan diameter daya hambat masing-masingnya adalah 6,3 mm dan 1,1 mm.
PERBANDINGAN PARAMETER SPESIFIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ALAMI PADA EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN EKSTRAK UMBI PORANG (Amarphopallus ancophillus) DENGAN METODE DPPH: COMPARISON OF SPECIFIC PARAMETERS AND NATURAL ANTIOXIDANT ACTIVITY IN WULUH STARFRUIT (Averrhoa bilimbi L.) AND PORANG TUBERS (Amarphopallus ancophillus Prain) EXTRACT USING DPPH METHOD Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.491

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang dapat terjadi akibat radiasi matahari. Radiasi yang terjadi terus menerus dari sinar ultraviolet dan polusi udara dapat menyebabkan kerusakan pada kulit seperti kulit kusam, tanning, kulit kemerahan dan melasma. Antioksidan alami yang tinggi bisa diperoleh tumbuhan alam dari buah belimbing wuluh dan porang karena memiliki senyawa flavonoid dan alkaloid. Penelitian dengan tujuan untuk melihat perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah belimbing wuluh dan ekstrak etanol umbi porang. Ekstrak buah belimbing wuluh dan ekstrak umbi porang dibuat dengan metode maserasi selama 3x24 jam dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Setelah diperoleh ekstrak kental, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan Spektrofotometer sinar tampak. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak buah belimbing wuluh positif mengandung  alkaloid, flavonoid,dan tanin sedangkan ekstrak umbi porang positif mengandung alkaloid dan flavonoid . Nilai IC50 dari ekstrak buah Belimbing Wuluh sebesar 450,19 ppm atau memiliki kategori lemah sedangkan ekstrak umbi porang 111,5 ppm atau memiliki kategori sedang.Hasil menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan pada ekstrak umbi porang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak buah belimbing wuluh.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK DAN ANTIPROLIFERASI ISOLAT HERBA TESPONG (Oenanthe javaniva Blume DC) TERHADAP SEL MCF 7: CYTOXIC ACTIVITY TEST AND ANTIPROLIFERATION OF TESPONG HERBAL ISOLATE (Oenanthe javaniva Blume DC) AGAINST MCF 7 CELLS Putri Agustina; Peni Indrayudha; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.504

Abstract

Herba Tespong (Oenanthe javanica (Blume) DC), merupakan salah satu tanaman tradisonal yang telah lama digunakan sebagai obat untuk meringankan berbagai penyakit. Berbagai aktivitas biologis telah diujikan salah satunya adalah antikanker. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa Oenanthe javanica mengandung alkaloid, flavonoid dan saponin, dan fenol. Pada penelitian lain, ekstrak etanol herba tespong dilaporkan memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai LC50 sebesar 91,20 ppm. Dalam penelusuran literatur, belum ditemukan penelitian mengenai uji sitotoksik dan antiproliferasi isolat herba tespong serta identifikasi dari isolate aktifnya. Oleh karena itu, peneltian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dan antiproliferasi dari isolat herba tespong terhadap sel kanker payudara MCF7 dan mengidentifikasi senyawa aktif yang terkandung dalam isolat herba tespong. Metode isolasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kromatografi radial atau kromatotron. Metode MTT digunakan untuk uji aktivitas sitotoksik dengan menggunakan konsentrasi 50; 40; 30; 20 dan 10 µg /mL dan kontrol positif doksorubicin dengan konsentrasi 25; 12,5; 6,25; 3,125 dan 1,625 µg /mL. Metode doubling time dilakukan untuk mengetahui aktivitas antiproliferasi dari isolat herba tespong dengan konsentarsi yaitu nilai IC50 dari uji sitotoksik. FTIR digunakan untuk identifikasi isolat aktif herba tespong. Dari hasil penelitian didapat nilai IC50 isolat aktif herba tespong sebesar 38,079 µg/mL dan dikategorikan sebagai moderat aktif. Hasil doubling time menunjukkan isolat aktif herba tespong mampu memperlambat waktu proliferasi sel MCF7 selama 135,885 jam.
ANALISIS BIAYA RIIL PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP TERHADAP TARIF INA-CBG’s DI RSNU JOMBANG : REAL COST ANALYSIS OF HYPERTENSION TREATMENT OF INSPIRED PATIENTS ON INA-CBG's RATES AT RSNU JOMBANG Istiqomah; Ika Purwidyaningrum; Titik Sunarni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.507

Abstract

Di Indonesia jumlah penduduk yang menderita hipertensi sekitar 260 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan pada penyakit hipertensi, biaya rerata pengobatan, faktor yang mempengaruhi biaya pengobatan pasien hipertensi rawat inap, serta kesesuaian biaya riil dengan biaya paket INA-CBGs pada pasien JKN. Penelitian ini termasuk dalam cross sectional, data diambil secara retrosfektif dengan subyek penelitian adalah pasien hipertensi rawat inap tanpa komorbid dan pasien hipertensi dengan komorbid gagal ginjal dan diabetes melitus, data yang diperoleh diolah dan dianalisis menggunakan software SPSS dengan one sampel t test. Hasil penelitian ini menunjukkan pola pengobatan hipertensi di RSNU Jombang paling banyak adalah Candesartan untuk terapi tunggal, jika kombinasi umumnya menggunakan obat golongan  CCB dan ARB. Faktor yang mempengaruhi biaya riil pasien hipertensi rawat inap pada tahun 2017 adalah komorbid, LOS, dan tingkat keparahan. Sedangkan pada tahun 2018 tidak ada faktor yang mempengaruhi biaya riil. Perbedaan biaya riil dengan tarif biaya INA-CBGs pada tahun 2017 dan 2018 menunjukkan perbedaan signifikan yang positif, hal ini berarti rumah sakit mampu melakukan efisiensi biaya pengobatan pasien hipertensi rawat inap. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat dilakukan dengan mengambil subyek penelitian yang lebih banyak sehingga dapat dilihat outcome terapi yang diperoleh pasien.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SHEET MASK EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amarantus tricolor): FORMULATION AND ANTIOXIDANT TEST OF SHEET MASK WITH RED SPINACH (Amarantus tricolor) EXTRACT Musfirotun Ni'am; Siti Nur Afifta; Nur Farlina; Dian Geatri Deasa; Romadhiyana Kisno Saputri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.510

Abstract

Kerusakan kulit akibat radikal bebas harus dicegah, salah satunya dengan pemakaian antioksidan topikal seperti sheet mask. Bayam merah, memiliki aktivitas antioksidan kuat berpotensi dikembangkan menjadi sumber antioksidan pada sheet mask. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi serta uji aktivitas antioksidan sheet mask dengan kandungan daun bayam merah. Daun bayam merah diekstraksi dengan metode maserasi, sediaan sheet mask dievaluasi dengan pengujian organoleptik dengan parameter bentuk, bau dan warna, uji homogenitas dengan melihat butiran atau partikel diatas object glass yang diolesi sediaan, uji pH menggunakan kertas indikator pH dan uji iritasi dengan mengoleskan sediaan di belakang telinga untuk melihat tanda-tanda iritasi. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Semua formulasi sheet mask berbentuk cair kental, memiliki bau yang khas dan memiliki warna putih hingga hijau pekat, homogen, nilai pH 5±0,222 hingga 5,7±0,082 dan tidak menimbulkan iritasi. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak daun bayam merah 68,55±0,041 ppm, sedangkan pada F0, F1, F2 dan F3 berturut-turut adalah 102,14±0,277 ppm, 147,12±1,474 ppm, 132,64±0,343 ppm dan 112,43±0,574 ppm. Sheet mask daun bayam merah homogen, memiliki pH aman untuk kulit dan tidak menyebabkan iritasi. Aktivitas antioksidan ekstrak daun bayam merah dalam kategori kuat dan sheet mask ekstrak daun bayam merah dalam kategori sedang.
KARAKTERISASI KITOSAN DAN PEMBUATAN NANOPARTIKEL KITOSAN DARI CANGKANG PUPA BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens): EXTRACTION CHITOSAN AND CHARACTERIZATION NANOPARTICLE CHITOSAN FROM PUPAE SHEELS OF BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens) Sivia Nindi Pratiwi; Nastiti Utami; Prashinta Nita Damayanti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.516

Abstract

Larva Black Soldier Fly (BSF) termasuk dalam larva lalat pengurai yang bukan merupakan vector penyakit. Cangkang pupa merupakan hasil samping budidaya BSF yang belum banyak dimanfaatkan. Cangkang pupa mengandung kitin yang dapat diubah menjadi kitosan yang dapat dimanfaatkan sebagai media penghantaran obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kitosan cangkang pupa BSF berdasarkan SNI No.7949-2013 dan aplikasinya dalam sediaan nanopartikel. Tahap isolasi kitosan meliputi: demineralisasi dengan HCl 3M, deproteinasi dengan NaOH 2M, depigmentasi dengan  2% dan asam oksalat 2%, serta deasetilasi dengan NaOH 50%. Kitosan hasil isolasi dikarakterisasi dan formulasi nanopartikel dengan metode gelasi ionik. Analisis nanopartikel kitosan dilakukan dengan PSA (Particle Size Analizer) dan FTIR (Fourier Transform Infra-red). Hasil penelitian yang didapat menunjukkan analisis spektra infra-red kitosan hasil isolasi menunjukkan gugus fungsi khas pada kitosan, rendemen kitosan 11,93%. Karakterisasi kitosan berupa serpihan serbuk, berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, kadar air 6,683%, kadar abu 0,33%, kadar nitrogen 4,091%, derajat deasetilasi 94,41% sehingga memenuhi SNI No.7949-2013. Formulasi nanopartikel kitosan memberikan hasil ukuran partikel 495,7 nm, gugus OH hidroksil tumpang tindih NH dan C=O karbonil muncul pada spektra nanopartikel kitosan.
REVIEW: FACTORS AFFECTING WAITING TIME FOR OUTPATIENT PRESCRIPTION DRUGS IN HOSPITALS Eka Kristia Ayu Astuti; Ayun Sriatmi; Farid Agushybana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.530

Abstract

Waiting is an activity which frequently causes uncomfortable feelings, particularly in health services. Patients who attend to health care facilities such as hospitals, are eager to receive good and quality health care system without having to wait for a long time. The quality of pharmaceutical services in hospitals influences the level of patient satisfaction with the services provided by pharmacy staff in drug services to patients. There are still numerous waiting times for outpatient prescription drug services in Indonesian hospitals which do not fulfill minimum service standards. Thus, the objective of this review articles is to determine the factors affecting the waiting time for outpatient prescription services at the hospital. This review was conducted by employing the literature review method with a sample size of 12 articles. The results acquired are several factors influencing the waiting time for outpatient drugs in hospitals encompassing: receiving prescriptions, providing etiquette, working on prescription drug concoctions, submitting drugs, facilities and infrastructure, human resources, hospital management information systems and standard operating procedures. Based on the complexity of the issue which was found in this review, the most dominant and influencing factors on the waiting time of outpatient drugs at the hospital are prescription reception, providing etiquette, preparation of prescription drugs, and submitting drugs.

Page 2 of 3 | Total Record : 26