cover
Contact Name
Sofyan Mustoip
Contact Email
sofyanmustoip@gmail.com
Phone
+628818241383
Journal Mail Official
sofyanmustoip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III Tuparev-Cirebon Tlp. 0231-246215
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
EduBase: Journal of Basic Education
ISSN : -     EISSN : 27221520     DOI : https://doi.org/10.47453/edubase.v5i1.2020
Core Subject : Education,
Journal of Basic Education (Edubase) is an international peer-reviewed journal that publishes original research papers and reviews in the field of basic education conducted by educational practitioners such as teachers, lecturers, basic education observers, basic education policy makers and students. This journal is dedicated to promoting global scientific and technological progress by providing a platform for researchers, scientists and academics to publish their research findings and share their knowledge with the wider scientific community. Edubase receives input from researchers, scientists and academics around the world on topics including: Basic Education: Learning Strategies, Learning Models, Learning Methods, Learning Media, Teaching Materials, Learning Resources, and School Management in the basic education domain. All submissions to Edubase undergo a rigorous peer review process to ensure the quality and validity of published research. This journal encourages the submission of papers that present innovative and original research, and contribute to the development of new theories, methodologies and techniques in the field of elementary education science. Edubase is committed to promoting open access to scientific research and aims to make research accessible to a wider audience, including researchers and students in the global arena, especially developing countries who may not have access to expensive scientific journals. This journal also seeks to foster collaboration and partnerships between researchers around the world and facilitate the exchange of ideas and knowledge between scientific disciplines.
Articles 148 Documents
Implementasi Media Pembelajaran Audio Visual Untuk Meningkatkan Kemampuan Calistung Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Gilang Maulana Jamaludin; Nuruddin Araniri; Syafa’atun Nahriyah
EduBase : Journal of Basic Education Vol 3 No 2 (2022): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the initial data obtained in class II SDN Cipameungpeuk, South Sumedang District, Sumedang Regency, in the learning material of Theme 7 Sub Theme 4 Learning 3 students' reading, writing and arithmetic skills are still low. Judging from the problem, audio-visual media is used by using a smarttv. This study aims to improve students' reading, writing and arithmetic. The method used in this research is classroom action research (CAR). The instruments used in this study include teacher performance observation sheets on planning and implementation, student activities, interview sheets, field notes, reading, writing and arithmetic tests for students. at the end of the cycle, namely cycle II, the results achieved the target. Thus, the use of audio-visual media in the material for Theme 7 Sub-theme 4 Learning 3 succeeded in improving reading, writing and arithmetic. Abstrak Berdasarkan data awal yang diperoleh di kelas II SDN Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, pada pembelajaran materi Tema 7 Sub Tema 4 Pembelajaran 3 kemampuan membaca, menulis dan berhitung siswa masih rendah. Dilihat dari masalah tersebut, maka digunakan media audio visual dengan menggunakan smarttv. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan membaca, menulis dan berhitung siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) Instrumen yang digunakan pada penelitian ini diantaranya adalah lembar observasi kinerja guru pada perencanaan dan pelaksanaan, aktivitas siswa, lembar wawancara, catatan lapangan, tes membaca, menulis dan berhitung siswa.Dari hasil penelitian pada akhir siklus yaitu siklus II didapatkan hasil yang mencapai target, Dengan demikian, penggunaan media audio visual pada materi Tema 7 Sub Tema 4 Pembelajaran 3 berhasil meningkatkan membaca, menulis dan berhitung.
Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) terhadap Keterampilan Berkomunikasi pada Muatan Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar Sabryna Putri Nirwana; Apri Irianto; Reza Rachmadtullah
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 2 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v4i2.926

Abstract

Keterampilan berkomunikasi di era society 5.0 ini sangat diperlukan oleh calon generasi penerus bangsa dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan dimana keterampilan berkomunikasi akan mendorong tercapainya keberhasilan dalam belajar. Namun, keterampilan berkomunikasi peserta didik masih rendah dengan salah satu faktor penyebabnya adalah model pembelajaran yang monoton. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) terhadap keterampilan berkomunikasi di SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan metode one group pre-test-post-test design. Sampel penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V di SDN Sumur Welut III/440 Surabaya dengan jumlah 40 anak. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis (Paired Sample t-Test) sebagai uji prasyarat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari model pembelajaran Auditory, Intellectually, dan Repetition (AIR) terhadap keterampilan berkomunikasi peserta didik. Model pembelajaran Auditory, Intellectually, dan Repetition (AIR) menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indera yang dimiliki siswa sehingga siswa aktif dalam pembelajaran dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi yang dimiliki.
Kecenderungan Anak Bermain Gawai Hubungannya Dengan Motivasi Dan Prestasi Belajar Ahmad Hanafi
EduBase : Journal of Basic Education Vol 1 No 1 (2020): Edubase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v1i1.42

Abstract

Not a few children today, who call themselves millennial generation, compile in support of your goals, son? They answered that they no longer wanted to be doctors, engineers or others. AS want to be a YouTuber or a gamer. The results of this study indicate a link between the tendency of children to play Gawai with a decrease in motivation and their learning achievement, thus forming forms of game rentals such as Gawai, Gagget, Touch Screen Android Mobile, nitendo, sega and others need to get a backup in order to be searched not open when the child is in school hours. Likewise the use of touch screen Android phones by children, but it is part of the development of technology that can not be canceled, but the integration of the use of mobile phones for children must still be monitored and controlled by all parties, requires parents and teachers. Keywords: playing a device; motivation; learning achievement Abstrak Tidak sedikit anak zaman sekarang, yang menyebut dirinya sebagai generasi millennial, ketika ditanya apa cita-citamu, nak? Mereka menjawab bukan lagi ingin jadi dokter, insinyur atau lainnya. Tetapi lebih kepada ingin menjadi seorang youtuber atau gamer. Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan antara kecenderungan anak bermain Gawai dengan menurunnya motivasi dan prestasi belajar mereka, maka keberadaan bentuk-bentuk tempat penyewaan permainan game seperti Gawai, Gagget, Handphone Android Touch Screen, nitendo, sega dan lain-lain perlu mendapat masukan agar setidaknya tidak buka pada waktu anak sedang dalam jam pelajaran sekolah . Demikian juga penggunaan HP Android touch sreen oleh anak, meski sudah merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang tak bisa dihindari, namun intensitas pemakaian handphone bagi anak tetap harus terus dipantau dan dikontrol oleh semua pihak, terutama orang tua dan gurunya. Kata Kunci: bermain gawai; motivasi;prestasi belajar
Pengaruh Pendidikan Karakter melalui Kemandirian Siswa terhadap Tingkat Percaya Diri Siswa Sekolah Dasar Jayadi Jayadi; Zulela MS; Edwita Edwita; Gusti Yarmi
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 1 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. pendidikan karakter, yaitu; membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik, sehingga mampu mengantisipasi gejala krisis moral dan berperan dalam rangka pembinaan generasi muda. Masa Sekolah Dasar merupakan suatu masa peralihan dari kanak-kanak awal ke masa kanak-kanak akhir sampai menjelang masa pra-pubertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu siswa Sekolah Dasar berjumlah 40 orang di Kota Karawang. Penelitian ini menggunakan jenis intrumen penelitian berupa kuisioner. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis uji validitas, uji reliabilitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendidikan karakter memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri melalui kemandirian siswa.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Zat dan Perubahannya dengan Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Kaliwulu Kecamatan Plered Shulkhah Shulkhah; Lusiani Lusiani; Febriyansyah Febriyansyah
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 1 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i1.122

Abstract

The effectiveness of learning that boils down to mastery of learning material to the maximum in children is more determined by the ability of teachers to package a learning activity. If all teachers realize that meaningful learning processes and optimal results affect the ability of children to deal with problems in the future, then every time a teacher plans to prepare a lesson plan will try to create a scenario that can arouse student motivation. The purpose of this paper is "To find out the increase in student learning outcomes in matter substances and their changes through the experimental method". Research uses classroom action research through the preparatory stage, compiling an action plan and a class action research plan held in the Natural Sciences learning process. Data collection techniques that researchers do in class action research is to use test techniques and observation techniques. The data used to measure learning outcomes on subject matter and their changes through the experimental method are data from the results of the first cycle test, and the second cycle. The results of these tests are numbers, then the data analysis used is qualitative data, and the observational data as quantitative data. The data is used by researchers to determine the success of learning the first cycle and second cycle. The results of the study are that: Obtaining the value of the percentage of students in learning cycle 1 of 61.86% According to the Minimum Mastery Criteria (KKM) of 70, the results of improvement in learning cycle 1 need to be followed up by carrying out activities to improve learning cycle 2. Students feel happy in participating in learning activities , so that students 'mastery of the material increases, as evidenced by the increase in teacher activity reaching 88.75% (very good), the motivation of students to participate in learning reached 96% (excellent) and the acquisition of the percentage of students' value in improving learning cycle 3 is 81.86%. Thus, learning science with material substances and their changes is said to have succeeded in mastering the material. The use of experimental methods is proven to be able to improve students' ability to improve science learning outcomes on the subject matter of matter and its changes. The acquisition of student grades above the minimum completeness criteria is 70. Abstrak Efektifitas pembelajaran yang bermuara pada penguasaan materi pembelajaran secara maksimal pada anak lebih banyak ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengemas sebuah aktivitas pembelajaran. Jika semua guru menyadari bahwa proses pembelajaran yang bermakna dan hasil yang optimal berpengaruh pada kemampuan anak menghadapi masalah di masa depan, maka sudah seharusnya setiap kali mempersiapkan sebuah rencana pembelajaran guru akan berusaha menciptakan sebuah skenario yang mampu membangkitkan motivasi siswa.Tujuan penulisan ini adalah “Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam materi zat dan perubahannya melalui metode eksperimen”.Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas melalui tahap persiapan, menyusun rencana tindakan dan rencana penelitian tindakan kelas yang diselenggarakan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan pada Penelitian tindakan kelas yaitu dengan menggunakan teknik tes dan teknik observasi. Data yang digunakan untuk mengukur hasil belajar terhadap materi pokok zat dan perubahannya melalui metode eksperimen adalah data dari hasil tes siklus pertama, dan siklus kedua. Hasil tes tersebut adalah angka, maka analisa data yang digunakan adalah data kualitatif, dan data hasil observasi/pengamatan sebagai data kuantitatif. Data tersebut digunakan peneliti untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran siklus pertama dan siklus kedua. Hasil penelitian adalah bahwa: Perolehan nilai prosentase siswa pada pembelajaran siklus 1 sebesar 61,86% Sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70 maka hasil perbaikan pembelajaran siklus 1 perlu ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan perbaikan pembelajaran siklus 2.Siswa merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga penguasaan siswa pada materi meningkat, terbukti dengan meningkatnya aktivitas guru mencapai 88,75% (baik sekali), motivasi siswa mengikuti pembelajaran mencapai 96% (baik sekali) dan perolehan prosentasi nilai siswa pada perbaikan pembelajaran siklus 3 yaitu 81,86%. Dengan demikian, pembelajaran IPA dengan materi zat dan perubahannya dinyatakan telah berhasil menguasai materi. Penggunaan metode eksperimen terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam meningkatkan hasil belajar IPA pada materi pokok zat dan perubahannya. Adapun perolehan nilai siswa di atas standar kriteria ketuntasan minimal yaitu 70.
Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Persari Siaga di Sekolah Dasar Fitriyani Fitriyani; Ira Restu Kurnia; Sarah Saripah
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 1 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Pramuka menciptakan terwujudnya kaum muda Indonesia yang berwatak, berakhlak mulia, berkepribadian, memiliki kepedulian terhadap sesama makhluk hidup, dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi dari gerakan pramuka sendiri yaitu sebagai lembaga pendidikan non formal sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda Indonesia. Dalam Kurikulum Merdeka saat ini Pendidikan karakter menjadi salah satu dari perwujudan profile pelajar Pancasila, salah satu perwujudannya adalah melalui pendidikan pramuka dalam membentuk karakter pada diri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Penelitian ini mendeskripsikan pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan sebagai ektrakurikuler wajib berikut faktor dukungan maupun hambatan pada SD di Kecamatan Bogor Timur. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ciheuleut 1, Kecamatan Bogor Timur. Dalam proses pelaksanaannya gerakan pramuka berjalan dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan sesuai dengan perkembangan zaman disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara pendidikan pramuka membentuk karakter pada diri siswa di. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan pola data cara mengamati, wawancara dan dokumentasi yang hasilnya dideskripsikan dalam bentuk narasi.
Penerapan Metode Sakamoto dalam Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Kelas III Sekolah Dasar Qorina Widadiyah; Khujaimah Khujaimah
EduBase : Journal of Basic Education Vol 1 No 2 (2020): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v1i2.127

Abstract

This research aims to First, the application of the Sakamoto method to improve students' ability to solve story problems. Second, the results of applying the Sakamoto method to improve students' ability to solve story problems in mathematics. This study uses a qualitative approach to the type of Classroom Action Research (CAR) research with 2 (two) cycles. The subjects of this study were students of class III SDN Dukuh Sari I. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and tests. Qualitative data consisting of observations, interviews and documentation are analyzed descriptively qualitatively, while data in the form of numbers or quantitative data are sufficiently analyzed using quantitative descriptive analysis. The results of data analysis after the application of the learning method with the Sakamoto method show that the application of this method can improve students 'ability to solve mathematical problems in the form of material questions, summation operations and reduction of counting numbers on mathematical subjects. The results show that there is evidence of an increase in students' ability to solve problems mathematics in the form of story problems. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk; Pertama, penerapan metode sakamoto untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Kedua, hasil dari penerapan metode sakamoto untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dalam mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Dukuh Sari I. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Data yang bersifat kualitatif yang terdiri dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data yang berupa angka atau data kuantitatif cukup dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data setelah penerapan metode pembelajaran dengan metode sakamoto menunjukkan bahwa penerapan metode ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk soal cerita materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada mata pelajaran metematika. Hasil menunjukkan bahwa terbukti adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk soal cerita.
Efektifitas Model Pembelajaran Talking Stick dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Amirudin Amirudin; Laela Yohana Kurniasih
EduBase : Journal of Basic Education Vol 3 No 1 (2022): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the effectiveness of the talking stick learning model in learning Indonesian class 2B at MI Al Washliyah Perbutulan. The study was motivated by the low learning outcomes of Indonesian in the class, the learning model that lacks innovation, causing students to be less enthusiastic in learning. This study aims to determine the effectiveness of the talking stick learning model in learning Indonesian class 2B at MI Al Washliyah Perbutulan. The research method used is qualitative research. Data collection techniques using the interview method. Sources of data in this study include primary data, namely the homeroom teacher of class 2B and secondary data, namely learning outcomes of Indonesian language subjects for grade 2B students. . The results of the data were analyzed using an analytical model, from data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results showed that the application of learning for class 2B students at MI Al Washliyah Perbutulan before using the talking stick learning model in teaching and learning activities the teacher used various learning models, but in the Indonesian language subject there were obstacles caused by several factors, namely internal factors, namely factors within students. itself, is related to the interest and motivation of students to participate in learning activities at school. External factors are the use of learning models that are not in accordance with the material presented. Furthermore, after the application of the talking stick learning model to class 2B MI Al Washliyah Perbutulan there was a definite change compared to not using the talking stick learning model. This can be seen from the number of students who achieved a score above the KKM from a total of 27 students, only 2 students who had not achieved a score above the KKM. Abstrak Penelitian ini membahas efektivitas model pembelajaran talking stick dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 2B di MI Al Washliyah Perbutulan. Kajiannya dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia di kelas tersebut, model pembelajaran yang kurang inovasi sehingga menimbulkan siswa kurang semangat dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektivitas model pembelajaran talking stick dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas 2B di MI Al Washliyah Perbutulan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer yaitu guru walikelas 2B dan data sekundernya yaitu hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas 2B. . Hasil data dianalisis menggunakan model analisis, dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran siswa kelas 2B MI Al Washliyah Perbutulan sebelum menggunakan model pembelajaran talking stick dalam kegiatan belajar mengajarnya guru menggunakan berbagai model pembelajaran akan tetapi pada mata pelajran bahasa Indonesia mengalami kendala yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal yakni faktor dalam diri siswa itu sendiri, terkait dengan minat dan motovasi belajar siswa untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Faktor eksternal yaitu penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi yang di sampaikan. Selanjutnya, setelah penerapan model pembelajaran talking stick terhadap kelas 2B MI Al Washliyah Perbutulan terdapat perubahan yang pasti dibandingkan dengan tidak menggunakan model pembelajaran talking stick. Hal ini dapat terlihat dari jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM dari jumlah 27 siswa hanya 2 siswa saja yang belum mencapai nilai di atas KKM.
Analisis Pola Belajar Terbimbing Pada Siswa Yang Sulit Untuk Mengikuti Pembelajaran di Kelas VI SDN 3 Tugu Vidya Ayu Lestari
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 2 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v4i2.902

Abstract

Didalam proses pembelajaran setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, oleh karena itu dalam menangani siswa pun tidak bisa dengan menggunakan cara yang sama. Hal ini merupakan titik awal permasalahan dimana seorang pendidik tetap harus memberikan pengajaran kepada siswa agar tidak merasa bosan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang pola belajar terbimbing untuk siswa yang sulit diatur ketika proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan subjek penelitian pada siswa kelas VI di SDN 3 TUGU. Instrumen penelitian yang digunakan adalah media elektronik berupa tablet. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi bahwa penerapan dari pola belajar terbimbing dengan media pembelajaran tablet sangat memberikan keuntungan bagi proses pembelajaran dalam mengatasi siswa yang sulit belajar. Adanya perubahan semangat belajar siswa, sebelum dan sesudah penerapan pola belajar terbimbing dengan menggunakan media pembelajaran berupa tablet. Hal ini terlihat dari respon siswa saat mengikuti proses pembelajaran.Upaya yang dilakukan oleh guru pada siswa yang sulit mengikuti pembelajaran ialah menambahkan media media tablet pada pola belajar terbimbing, yang dimana media tablet ini berisikan konten-konten materi pembelajaran seperti powerpoint, video dan google from untuk pengerjaan tugas.Kata Kunci: Pola belajar terbimbing; media pembelajaran; kesulitan belajar.
Tanggapan Guru Sekolah Dasar Terhadap Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Novi Hidayati; Dwi Janur Wulan; Sofyan Mustoip
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 2 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i2.634

Abstract

Abstrak Sistem pembelajaran yang berubah karena Covid-19, memaksa sekolah untuk mencari alternatif pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolahnya. Pembelajaran online atau pembelajaran jarak jauh dalam jaringan ini menjadi salah satu alternatif bagi guru agar pembelajaran dapat berjalan seperti biasanya. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tanggapan guru terhadap pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang dikumpulkan melalui survei dan wawancara semi terstruktur dengan 55 guru kelas Sekolah Dasar Negeri Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Cirebon. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa perubahan sistem pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, waktu, dan penilaian pembelajaran. Selain itu, guru menanggapi pembelajaran daring yang digunakan pada masa pandemi Covid-19 secara positif didukung atau dimotivasi oleh berbagai pemangku kepentingan, dan guru menghadapi beberapa hambatan atau tantangan yang terkait dengan pelaksanaannya, dikarenakan banyak pihak yang memberikan reaksi negatif terhadap pembelajaran daring. Abstract The learning system has changed due to Covid-19, forcing schools to look for alternative learning that is appropriate and in accordance with the conditions of their school environment. Online learning or distance learning in this network is an alternative for educators so that learning can run as usual. The purpose of this study was to examine educators' responses to online learning during the Covid-19 pandemic. This data collection method used a qualitative case study approach which was collected through surveys and semi-structured interviews with 55 class teachers of public elementary schools in the city of Cirebon. The collected data were analyzed using thematic analysis techniques. The results of this study indicate that there are several changes in the learning system, namely learning objectives, learning steps, learning methods, learning media, time, and learning assessment. In addition, educators responding to online learning used during the Covid-19 pandemic were positively supported or motivated by various stakeholders, and educators faced several obstacles or challenges related to its implementation, because many parties gave negative reactions to online learning.

Page 6 of 15 | Total Record : 148