cover
Contact Name
Sofyan Mustoip
Contact Email
sofyanmustoip@gmail.com
Phone
+628818241383
Journal Mail Official
sofyanmustoip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III Tuparev-Cirebon Tlp. 0231-246215
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
EduBase: Journal of Basic Education
ISSN : -     EISSN : 27221520     DOI : https://doi.org/10.47453/edubase.v5i1.2020
Core Subject : Education,
Journal of Basic Education (Edubase) is an international peer-reviewed journal that publishes original research papers and reviews in the field of basic education conducted by educational practitioners such as teachers, lecturers, basic education observers, basic education policy makers and students. This journal is dedicated to promoting global scientific and technological progress by providing a platform for researchers, scientists and academics to publish their research findings and share their knowledge with the wider scientific community. Edubase receives input from researchers, scientists and academics around the world on topics including: Basic Education: Learning Strategies, Learning Models, Learning Methods, Learning Media, Teaching Materials, Learning Resources, and School Management in the basic education domain. All submissions to Edubase undergo a rigorous peer review process to ensure the quality and validity of published research. This journal encourages the submission of papers that present innovative and original research, and contribute to the development of new theories, methodologies and techniques in the field of elementary education science. Edubase is committed to promoting open access to scientific research and aims to make research accessible to a wider audience, including researchers and students in the global arena, especially developing countries who may not have access to expensive scientific journals. This journal also seeks to foster collaboration and partnerships between researchers around the world and facilitate the exchange of ideas and knowledge between scientific disciplines.
Articles 148 Documents
Efektivitas Penerapan Metode Drill Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Desa Karangsari Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon Eni Eni; Agus Prayitno
EduBase : Journal of Basic Education Vol 1 No 1 (2020): Edubase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v1i1.43

Abstract

The ability to read is a very basic ability. But in fact the ability to read students in Madrasah Ibtidaiyah (MI) there are some who have not reached the target. This needs to be improved so that students can read fluently effectively using the Drill Method. This study aims to look at the Effectiveness of the Application of the Drill Method in Improving Students' Reading Ability. The research method used is a quantitative method Experiment with the type of Classical experimental design. Data analysis technique is to test the requirements of the analysis performed with the Data Normality Test. The results of this study are: 1) The drill method is an effective way to improve reading skills; 2) Class 1A students who do not use the drill method are less capable in reading skills. The average reading level is 7.19, the median is 7.17, the mode is 7.00, while the minimum and maximum values ​​are 6.00 and 8.00 with a total reading ability of 215.61; 3) Students in class 1 B get an average reading ability of 7.55, a median of 7.83 mode 8.00 while minimum and maximum scores of 6.50 and 8.50 with a total number of pretests of 241.51; 4) Effectiveness in learning to read, can be seen with an increasing percentage in each reading exercise; 5) The difference in reading ability between the control class and the experimental class is that the overall average is 25,9. Keywords: effectiveness; drill method; reading. Abstrak Kemampuan membaca merupakan kemampuan yang sangat mendasar. Namun kenyataanya kemampuan membaca peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) terdapat beberapa yang belum mencapai target. Hal ini perlu diperbaiki agar peserta didik dapat membaca dengan lancar secara efektif menggunakan Metode Drill. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Efektivitas Penerapan Metode Drill Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif Experimen dengan jenis Classical experimen design. Teknik analisis data yaitu dengan pengujian persyaratan analisis yang dilakukan dengan Uji Normalitas data. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Metode drill merupakan cara yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca; 2) Siswa Kelas 1A yang tidak menggunakan metode drill kurang cakap dalam kemampuan membaca. Tingkat kemampuan membacanya rata-rata sebesar 7,19, median 7,17, modus 7,00, sementara nilai minimal dan maksimal sebesar 6,00 dan 8,00 dengan jumlah total kemampuan membaca sebesar 215,61; 3) Siswa kelas 1 B memperoleh nilai rata-rata kemampuan membaca sebesar 7,55, median 7,83 modus 8,00 sementara nilai minimal dan maksimal sebesar 6,50 dan 8,50 dengan jumlah total pretes sebesar 241,51; 4) Efektivitas dalam belajar membaca, bisa dilihat dengan persentase yang terus meningkat pada setiap latihan membaca; 5) Perbedaan kemampuan membaca antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu keseluruhan rata-rata sebesar 25,9. Kata Kunci: efektivitas; metode dril; membaca.
Implementasi Pendidikan Karakter Peserta Didik SDN Jumapolo 1 Pasca Pandemi Covid-19 Elinda Rizkasari; Prima Trisna Aji
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 1 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah melewati pembelajaran online selama pandemi Covid-19, penanaman pendidikan karakter pada Sekolah dasar dirasa kurang dikarenakan pembelajaran online yang membatasi guru untuk mendidik siswa secara langsung. Setelah kemudian memasuki pembelajaran offline disekolah dasar, pendidikan karakter sudah mulai digalakkan dibeberapa sekolah karena perkembangan zaman serta teknologi yang semakin cepat. Sehingga, perlu penguatan dari dalam diri siswa agar dapat terus berkembang juga tanpa adanya distorsi terhadap kebudayaan asli Indonesia. Selain itu bagi siswa Sekolah dasar Pendidikan karakter sangat penting dalam mengembangkan potensi anak, Karakter, kebiasaan perilaku, menanamkan jiwa kepemimpinan tanggung jawab, kreativitas dan mengembangkan kemampuan peserta didik supaya mandiri, berwawasan berilmu, kreatif dan berbudaya. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan bagaimana implementasi pendidikan karakter di Sekolah Dasar Negeri Jumapolo Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar negeri Jumapolo karanganyar. Instrument penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokmentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar negeri jumapolo karanganyar sangat baik hal ini berdasarkan hasil dari aspek perencanaan didapatkan hasil : a) Merancang kondisi sekolah yang kondusif b) Menciptakan muatan lokal penguatan kepribadian c) Penataan sarana Pembelajaran Sekolah d) Penataan pembelajaran diluar kelas. Indikator pelaksanaan yang dilaksanakan antara lain : a) Kerja sama antar warga didalam sekolah b) Memberikan penghargaan pada siswa c) Menjalin hubungan yang baik antara pengajar dan siswa. Indikator selanjutnya pada tahap evaluasi antara lain : a) Rapat evaluasi bersama orang tua siswa b) Pengawasan yang ketat terhadap adab dan perilaku c) Melakukan kunjungan rumah siswa.
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Berbasis Etnosains untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Susi Purnama Sari; Siti Mapuah; Ivandha Sunaryo
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 1 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i1.284

Abstract

This research refers to the lack of students' critical thinking skills in science subjects. This is caused by passive teacher learning because it still dominates learning activities and the lack of students paying attention to the environment in socio-culture. Peethnoscience learning teaches science which is contained in local wisdom in society, in this case, learning about local culture can improve students' critical thinking skills. It will need ethnoscience directly could observing learning about the culture as a learning environment in the learning process in elementary schools, so that students can identify scientific problems and explain phenomena scientifically. This research aims to analyze about important role of ethnoscience-based Natural Science learning to develop the thinking skills of elementary school students. Type the research method used was the literature review method (literature review). Data collection techniques in this study are from various sources, namely articles and scientific journals that come from google scholar and Scopus. The conclusion of this study ethnoscience-based learning encourages students to think critically through mental activity, it's using ethnoscience-based science learning that can support students to develop abilities in response to information received by considering all aspects related to that information. Abstrak Penelitian ini merujuk pada kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA. Hal tersebut disebabkan oleh pembelajaran guru yang pasif karena masih mendominasi kegitan pembelajaran dan kurangnya siswa dalam memperhatikan lingkungan pada sosial budaya. Pembelajaran etnosains mengajarkan Ilmu Pengetahuan yang didalamnya terkandung pada kearifan lokal di masyarakat,dalam hal ini pembelajaran tentang budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Maka diperlukannya etnosains yang secara langsung dapat mengamati pembelajaran tentang budaya sebagai lingkungan belajar dalam proses pembelajaran di sekolah dasar, agar siswa dapat mengidentifikasi masalah keilmuan dan menjelaskan fenomena secara ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tentang pentingnya peranan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam berbasis etnosains untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa sekolah dasar. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode tinjauan pustaka (literature review). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah berbagai sumber yaitu artikel dan jurnal ilmiah yang berasal dari google scholar dan scopus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran berbasis etnosains mendorong siswa untuk berpikir kritis melalui aktivitas mental, oleh karena itu penggunaan pembelajaran IPA berbasis etnosains dapat mendukung siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam menanggapi informasi yang diterima dengan mempertimbangkan semua aspek yang berkaitan dengan informasi tersebut.
Eksplorasi Etnomatematika di Bengkulu sebagai Sumber Belajar Matematika pada Materi Penyajian Data Bentuk Diagram Batang Ike Kurniawati; Mochamad Guntur; Neza Agusdianita
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 1 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan budaya adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya pada hakikatnya merupakan hasil olah karya, rasa, dan cipta manusia yang berlaku dalam suatu masyarakat, sedangkan pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap inidividu. Etnomatematika merupakan sebuah pendekatan yang dapat digunakan untuk menjembatani antara budaya dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksplorasi etnomatematika dibengkulu sebagai sumber belajar matematika pada materi penyajian data dalam bentuk diagram batang. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa dalam kebudayaan yang ada di Bengkulu terdapat unsur-unsur matematika yang dapat dijadikan sumber belajar diantaranya adalah untuk mengajarkan materi penyajian data dalam bentuk diagram batang secara konkret. Sumber belajar tidak hanya bersumber dari buku-buku pelajaran saja, namun dapat didukung dari lingkungan maupun budaya setempat yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Pada Era Pandemi Covid 19 Muhammad Iqbal Al Ghozali; Sri Fatmawati; Sofyan Mustoip
EduBase : Journal of Basic Education Vol 2 No 2 (2021): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v2i2.427

Abstract

The Covid-19 pandemic has affected all sectors of human activity, including the education sector. The pandemic forced learning activities to be carried out online (online). Of course this is a new habit especially at the elementary school level where the learning process is carried out face-to-face in full. In overcoming these problems, various distance learning media in the form of applications were introduced to students and parents. However, there is an application that is familiarly used by students and parents of students that can be used for the online learning process, namely the Whatsapp application. The purpose of this study is to look at the online learning process in elementary schools during the Covid-19 pandemic era. This study uses a qualitative approach with survey research methods. The research subjects were teachers of SDN 1 Kalipasung in Cirebon Regency as well as research informants. The data collection technique was carried out by conducting in-depth interviews related to the process of implementing online learning for elementary school teachers during the Covid-19 pandemic. The activity of analyzing and presenting research data is carried out descriptively. The results of this study are Online Learning in Elementary Schools During the Covid 19 Pandemic Era, especially at SDN Kalipasung 1 when viewed from the learning process, it is only used as a means of sending assignments, but the learning process does not involve WhatsApp media completely. In the aspect of supervision, the teacher is also not fully able to monitor the student learning process, as a result, the teacher must cooperate with parents in conducting supervision. The responses of parents and students related to the online learning process stated that they wanted to return to carrying out normal learning (face to face) as usual because they felt they were not used to online learning. Abstrak Pendemi Covid-19 telah mempengaruhi segala sektor aktifitas kegiatan manusia, termasuk sektor pendidikan. Pandemi tersebut memaksa kegiatan pembelajaran dilakukan secara dalam jaringan (daring). Tentu ini menjadi kebiasan baru apalagi di jenjang sekolah dasar yang mana proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka secara penuh. Dalam mengatasi permasalah tersebut, berbagai media pembelajaran jarak jauh dalam bentuk aplikasi mulai diperkenalkan kepada siswa maupun orangtua siswa. Namun ada aplikasi yang familiar digunakan oleh siswa maupun orang tua siswa yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran daring yakni aplikasi Whatsapp. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk melihat proses pembelajaran daring di sekolah dasar pada era panedemi Covid – 19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian survei. Subjek penelitian ialah guru-guru SDN 1 Kalipasung yang ada di Kabupaten Cirebon sekaligus menjadi informan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam (In-depth Interview) terkait proses pelaksanaan pembelajaran daring guru Sekolah Dasar selama pandemik Covid-19. Kegiatan analisis dan penyajian data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini yakni Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar Pada Era Pandemi Covid 19 khususnya di SDN Kalipasung 1 jika ditinjau dari proses pembelajarannya hanya dijadikan sebagai sarana pengiriman tugas, tetapi proses pembelajaran tidak melibatkan media whatsapp sepenuhnya. Dalam aspek pengawasan juga tidak sepenuhnya guru dapat memantau proses belajar siswa, alhasil guru harus bekerjasama dengan orang tua dalam melakukan pengawasan. Adapun respon orangtua siswa dan siswa terkait dengan proses pembelajaran daring menyatakan ingin kembali melaksanakan pembelajaran secara normal (tatap muka) seperti biasa karena merasa belum terbiasa dengan pembelajaran daring.
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Pada Siswa SD dengan Menggunakan Model Teams Games Tournament (TGT) Yenny Royani; Jajang Bayu Kelana
EduBase : Journal of Basic Education Vol 3 No 1 (2022): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the low understanding of the concept of learning mathematics in elementary schools. In addition, it is known that there are many problems that occur in learning mathematics. The purpose of this study was to determine the scenario and implementation of understanding mathematical concepts using the TGT model, student responses, and the difficulties experienced by students. The research method used is descriptive qualitative. The subjects in this study were third grade students of SD Prasistha in Bandung City with a total of 10 students consisting of 4 female students and 6 male students. The results showed that there was an increase in the quality of learning when the TGT model was applied. Thus, it can be concluded that the results of the study show the scenario and implementation of learning as indicated by the average result of the respondents' attitudes of 71% which are included in the good category. And the difficulties experienced by students with an average of 26% contained in the concept understanding indicator. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep pada pembelajaran matematika di sekolah dasar. Selain itu diketahui banyaknya permasalahan yang terjadi pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui skenario dan implementasi pemahaman konsep matematika dengan menggunakan model TGT, respon siswa, serta kesulitan-kesulitan yang dialami seswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Prasistha di Kota Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang yang terdiri dari 4 orang siswa perempuan dan 6 orang siswa laki-laki. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran ketika diterapkannya model TGT. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan skenario dan implementasi pembelajaran ditunjukkan dengan hasil rata-rata responden sikap siswa sebesar 71% yang termasuk kategori baik. Dan kesulitan yang dialami siswa dengan rata-rata 26% yang terdapat pada indikator pemahaman konsep.
Pembuatan Media Herbarium Kering Dalam Pembelajaran Dikotil dan Monokotil di Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Suwignyo Prayogo; Umi Salamatus Sakdiyah; Ning Fafa Fashokha
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 2 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v4i2.903

Abstract

This study aims to determine the effect of dry herbarium learning media on students' enthusiasm in the learning process. This type of research is qualitative with data collection methods in the form of observation, interviews, documentation, and practice. Before starting to make learning media, students get an explanation of the material presented by researchers regarding dicot and monocot plants. After that, the students did a simple practice of making herbarium learning media with plants such as rice, chili, and papaya. In practice, students are divided into four groups according to their seats. The object of the research were 22 students of class IV MIMA Salafiyah, Kedunglangkap, Kencong, Jember. From the implementation of the research that has been done, the results of the research show the enthusiasm of the students which is very clear, especially when doing the practice of making herbarium learning media and answering questions asked before ending the lesson. Like the classification of rice, laurels, and papaya plants, they are classified as dicots or monocots. In addition, through practice it can also train students to work together in completing the making of herbarium learning media. Keywords: herbarium; practice; MI/SD
Peran Orang Tua Dalam Proses Pembelajaran Online Anak Pada Masa Pandemi Covid 19 Somantri Somantri; Dian Ajeng Pratiwi; Muhammad Iqbal Al Ghozali; Ratna Purwati
EduBase : Journal of Basic Education Vol 3 No 2 (2022): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v3i2.658

Abstract

This research is motivated by the lack of attention of parents at home to children's learning activities. Since the pandemic, parents must participate in the learning process. Parents must also be able to replace teachers, so that learning remains effective and smooth. This study aims to determine the online learning process for fifth grade students at SDN I Kemantren, to find out the role of parents in helping the online learning process for fifth grade students at SDN I Kemantren, to find out the problems faced by parents in online learning. learning for fifth graders. V SDN I Kemantren. This research uses a qualitative approach, with the type of case study research. Data collection techniques were carried out by interview, observation and documentation. Data analysis in this study consisted of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that. 1.) The learning process at SDN I Kemantren during the Covid-19 pandemic was carried out online. During the online learning process, teachers continue to participate by filling in attendance figures through WhatsApp groups. As well as providing guidance to students so they don't get bored of learning 2.) Parents play a very important role in the child's online learning process. Children need special guidance and assistance from their parents. The role of parents in online learning is to guide as a facilitator and replace the teacher. 3.) Online learning problems faced by parents are time-sharing and wasting internet quota. The role of parents is very influential for their children, because parents are the first and foremost educators for their children. Therefore, parents must have knowledge and insight in order to provide teaching and education to their children. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya perhatian orang tua dirumah terhadap kegiatan belajar anak. Sejak adanya pandemi orang tua harus berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Orang tua juga harus bisa menggantikan guru, agar pembelajaran tetap efektif dan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran online pada siswa kelas V di SDN I Kemantren, untuk mengetahui peran orang tua dalam membantu proses pembelajaran online pada siswa kelas V di SDN I Kemantren, untuk mengetahui masalah yang yang dihadapi orang tua dalam pembelajaran online pada siswa kelas V SDN I Kemantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian Studi Kasus. Tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa. 1.) Proses pembelajaran di SDN I Kemantren selama pandemi Covid-19 ini dilakukan secara online, Selama proses pembelajaran online, guru terus berpartisipasi dengan mengisi angka kehadiran melalui grup WhatsApp. Serta memberikan bimbingan kepada siswa agar tidak bosan dengan pembelajaran 2.) Orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran online anak. Anak-anak membutuhkan bimbingan dan bantuan khusus dari orang tua mereka. Peran orang tua dalam pembelajaran online adalah untuk membimbing sebagai fasilitator dan menggantikan guru. 3.) Masalah pembelajaran online yang dihadapi oleh orang tua yaitu time-sharing dan kuota internet yang terbuang percuma. Peran orang tua ini sangat berpengaruh bagi anak-anaknya, karena orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anaknya. Oleh karena itu, orang tua harus memiliki ilmu dan wawasan supaya mampu memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anaknya.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Pada Murid Sekolah Dasar Rosdiana Rosdiana; Nasrah Nasrah; A. Muafiah Nur
EduBase : Journal of Basic Education Vol 4 No 2 (2023): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : Jurnal IAI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v4i2.1189

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu guru sering kali menyampaikan materi pelajaran IPA dengan metode ceramah, sehingga murid merasa bosan dan kurang tertarik untuk belajar IPA. Hal ini dapat menyebabkan hasil belajar murid menjadi rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran inkuiri murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang mencakup empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone sebanyak 13 murid yang terdiri atas 6 laki-laki dan 7 perempuan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes (evaluasi), dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri, hasil belajar IPA murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone mengalami peningkatan. Pada siklus I, nilai rata-rata hasil belajar murid 60 dengan 5 murid atau dengan presentase 38%. Sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 93 dengan 13 murid atau dengan presentase 100%. Dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa hasil belajar IPA pada murid kelas V SD Inpres 12/79 Hulo Kabupaten Bone dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran inkuiri.
A Qualitative Case Study of How Finnish Teachers Transform Grade 2 English Reading Subject into Students’ Imaginative and Character-building Adventures Tholchah, Muchammad; Bhattarai, Devi Prasad
EduBase : Journal of Basic Education Vol. 6 No. 2 (2025): EduBase : Journal of Basic Education
Publisher : LJPI UI Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edubase.v6i2.3185

Abstract

Finland’s consistently high performance in international assessments such as PISA has drawn global attention to its early educational practices, particularly in literacy instruction. Objective: This study explores the role of teachers in English reading subject in lower-grade Finnish classrooms, emphasizing how literacy education extends beyond technical skill acquisition. Novelty: This integrated approach positions literacy as both a cognitive and socio-emotional enterprise, central to holistic learner development. Methods: Using a qualitative case study design, data were collected through interviews with a teacher, a parent, and a Grade 2 student, complemented by analysis of instructional materials. Results: Framed by Pedagogical Content Knowledge (PCK), the findings demonstrate that Finnish teachers use English reading subject not only to develop academic skills such as fluency and comprehension but also to stimulate imagination and cultivate positive character values. Conclusions: While the small sample limits generalizability, the study offers critical insights for advancing literacy pedagogy and highlights directions for cross-cultural and longitudinal research.

Page 8 of 15 | Total Record : 148