cover
Contact Name
Agus Dian Alirahman
Contact Email
permata.bbc@gmail.com
Phone
+6282127692371
Journal Mail Official
permata.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Tuparev, Sutawinangun, Kedawung, Cirebon City, West Java, Indonesia
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 27466760     DOI : https://doi.org/10.47453/permata.v5i1.2020
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Islamic Education Journal) is a National and International Journal that has open-access and is rigorously peer-reviewed and publishes original research articles and scientific discussions on Islamic Education in formal education, non-formal education, and informal education. The journal emphasizes aspects related to the study of Islamic Education in Schools, Colleges, Universities, and other Islamic Education Institutions such as Madrasah (Islamic schools) and Pesantren (Islamic boarding schools), Educational Curriculum, Educational Models and Methods, Educational Technology and Media, Teaching Materials and Educational Learning Resources, Educational Evaluation Systems and other related Islamic Education Sciences. Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Islamic Education Journal) invites Scientists, Scholars, Researchers, Practitioners, and Observers, as well as Professionals in the field of Islamic Education from within the country and abroad, to publish their research in our Journal.
Articles 205 Documents
Analisis Teori Perkembangan Kognisi Manusia Menurut Jean Piaget Whildan, Lissya
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i1.245

Abstract

The purpose of this study is to examine further the theory developed by Jean Piaget on the development of human cognition according to the level of thinking at certain stages. The method used in this research is the method of analysis. Sources of data used in this research are books, journals, articles and other scientific works. While the data study technique in this research is literature review (literacy study), and data analysis using content analysis (hemenetic). The result of the research is that the stages of cognitive development according to Jean Piaget are the motor sensory stage (0-2 years), the pre-operational stage (2-7 years), the concrete operational stage (7-12 years), and the formal operational stage (12 years). years and up). In actively understanding the world, children use schema, assimilation, accommodation, organization and equilibration. Children's knowledge is formed gradually in line with the experience of the information they find. According to Piaget, children undergo a definite sequence of stages of cognitive development that point to improvement. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh tentang teori yang dikembangkan oleh Jean Piaget terhadap perkembangan kognisi manusia sesuai tingkat berfikir pada tahapan-tahapan usia tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buku, jurnal, artikel, dan karya ilmiah lainnya. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah kajian pustaka (studi literasi), dan nalisis data menggunakan analisis isi (hemenetik). Hasil penelitian ini adalah bahwa tahapan-tahapan perkembangan kognisi menurut Jean Piaget yaitu tahap sensory motorik (0-2 tahun), tahap pra-operasional (2-7 tahun), tahap operasional konkret (7-12 tahun), dan operasional formal (12 tahun ke atas). Dalam memahami dunia secara aktif, anak menggunakan skema, asimilasi, akomodasi, organisasi dan equilibrasi. Pengetahuan anak terbentuk secara berangsur sejalan dengan pengalaman tentang informasi-informasi yang ditemui. Menurut Piaget, anak menjalani urutan yang sudah pasti dari tahap-tahap perkembangan kognitif yang menujukan peningkatan.
Implementasi Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan (Santri Kalong) dalam Membentuk Moral Siswa MTs Manba’ul Hikmah Gedongan Kecamatan Pangenan Rahmah, Eva Wardatur
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i1.248

Abstract

Religious extracurricular activities are very helpful in improving the abilities of students, especially in the field of Islamic religious education. With the implementation of religious extracurricular activities at MTs Manbaul Hikmah Gedongan, students have sufficient provisions to keep themselves away from negative things. Based on the background of the problem above, the writer conducted research with the aim of: (a) To describe and analyze religious extracurricular planning in forming the religious character of students (Santri Kalong) at MTs Manbaul Hikmah Gedongan (b) To describe and analyze the implementation of religious extracurricular activities in the formation of religious character of students ( Santri Kalong) at MTs Manbaul Hikmah Gedongan (c) To describe and analyze the evaluation of the implementation of religious extracurricular activities on religious characters in shaping Student Morals at MTs Manbaul Hikmah Gedongan. The method used in this research is a qualitative approach which intends to understand the phenomena experienced by research subjects such as: perceptions, actions, and others, holistically. The data was collected by means of observation, documentation, and interview techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The conclusion of this study is that: the results of the evaluation of the implementation of religious extracurricular activities in the formation of morale of students at MTs Alhikmah Gedongan can the researchers explain that there is a great influence on the existence of Islamic values both Divine and Insaniyah values which reflect the values of religious character which are formed from activeness. and high learning enthusiasm for students in following the implementation of religious extracurricular activities in schools with diligence and responsibility. Abstrak Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan peserta didik khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan Ekstrakurikuler keagamaan di MTs Manbaul Hikmah gedongan, maka peserta didik mempunyai bekal yang cukup untuk menjauhkannya diri dari hal yang negative. Berdasarkan latarbelakang masalah diatas penulis melakukan penelitian dengan tujuan : (a) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan ekstrakurikuler keagamaan dalam pembentukan karakter religious siswa (Santri Kalong) di MTs Manbaul Hikmah Gedongan (b) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan dalam pembentukan karakter religious siswa (Santri Kalong) di MTs Manbaul Hikmah Gedongan (c)Untuk mendeskripsikan dan menganalisis evaluasi pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan terhadap karakter religious dalam membentuk Moral Siswa di MTs Manbaul Hikmah Gedongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti :, persepsi, tindakan, dan lainnya, secara holistik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa : hasil evaluasi pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan dalam pembentukan Moral siswa di MTs Al-Hikmah gedongan dapat peneliti jelaskan bahwa terdapat pengaruh yang besar akan adanya nilai-nilai Islami baik nilai Ilahiyah maupun Insaniyah yang mencerminkan nilai-nilai karakter religius yang terbentuk dari keaktifan dan semangat belajar yang tinggi peserta didik dalam mengikuti pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah dengan tekun dan tanggung jawab.
Nilai-Nilai Pendidikan dalam Al-Qur’an (Kajian Surah An-Nahl) Muthohirin, Muthohirin
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i1.249

Abstract

Education in Islam is currently experiencing a crisis of Islamic values which has led to decline. Educational observers have analyzed several causes of the decline, including life material that does not refer to its main source, the occurrence of social and cultural crises, the loss of good role models, correct faith, and Islamic values. to the Koran. One of the surahs that can be used as an answer to these various problems is surah An-Nahl. Based on the background of the problem above, the authors conducted research with the aim, 1). What is the values of education contained in the story of An-Nahl surah? And, 2). What is the relevance values of education in the story of An-Nahl surah based on education now? This research uses qualitative method, with usescience approach to the interpretation of patterns analytical interpretation (analytical) which was used Holy Al-Qur’an and tafsir book.The results showed that: 1). There are some values of Islamic education in story of An-Nahl surah in the Holy Al-Qur’an, they are: Aqidah value likes: confidence to Allah swt, confidence to angel, confidence to holi books, confidence to messenger, confidence to day after and confidenceto qodho and qodhar. Syari‟ah value likes: responsibility, good job, halal foods, and akhlak value likes: say no to bad job, lie and the other. And, 2). A story of An-Nahl surah has relevance with education with education today. This story has education and model actually to world education today. Therefore, this story more important for actualized in the living for moslems, with it a moslem have good the intellectual dimension, intellegience, spiritual and good attitude. Abstrak Pendidikan dalam Islam saat ini sangat mengalami krisis nilai Islami yang menyebabkan kemunduran. Para pemerhati pendidikan telah menganalisis beberapa sebab terjadinya kemunduran tersebut, antara lain adalah materi kehidupan yang kurang merujuk kesumber utamanya, terjadinya krisis sosial dan krisis budaya, hilangnya teladan yang baik, akidah yang benar, dan nilai-nilai islami Dalam menghadapi semua problem tersebut harus kembali kepada Al-Qur’an. Salah satu surah yang bisa dijadikan sebagai jawaban dari berbagai masalah tersebut adalah surah An-Nahl. Berdasarkan latarbelakang masalah diatas penulis melakukan penelitian dengan tujuan: 1). Apa saja nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an surah An-Nahl? 2). Bagaimana relevansi nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an surah An-Nahl dengan pendidikan yang sekarang? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bercorak studi pustaka dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Adapun yang menjadi sumbernya adalah Al-Qur’an dan kitab tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Dalam Al-Qur’an surah An-Nahl terdapat nilai-nilai pendidikan akidah meliputi iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab, iman kepada Rasul, dan iman kepada hari kiamat. Nilai-nilai pendidikan syari’ah meliputi nilai ketaatan, amal saleh dan makan yang halal lagi baik. Dan nilai-nilai pendidikan akhlak meliputi akhlak mahmudah yakni adil, ihsan, memberi bantuan, menepati janji, syukur, dan sabar, dan akhlak mazmumah meliputi larangan berbuat keji, mungkar, permusuhan dan melanggar sumpah. 2). Nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an surah An-Nahl memiliki relevansi dengan pendidikan sekarang ini. Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan dalam surah An-Nahl menjadi lini penting diterapkan dalam pendidikan yang sekarang dengan harapan dapat mencetak generasi yang memiliki akidah yang kuat, ibadah yang berkelanjutan dan akhlak yang mulia.
Strategi Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Dalam Penanaman Shalat Lima Waktu Pada Madrasah Diniyah Takmiliyah Sindang Kabupaten Indramayu Wahidin, Wahidin
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i1.262

Abstract

Madrasah Diniyah is a non-formal educational institution that provides Islamic religious education to broaden students' insights. Not all children's needs related to religion can be fulfilled at school even though the school hours at SD have now been increased from 2 hours to 4 hours. The awareness of the five daily prayers cannot be maximized if only implemented in schools. This requires the support of parents to support this. By enrolling children in Madrasah Diniyah is the right choice to support children having awareness of the five daily prayers. Based on the background of the above problems, the authors conducted the research with the aim of: 1). Describing the strategy of madrasah teachers in planting five daily prayers at Madrasah Diniyah Sindang, Indramayu Regency? and 2). Describe the implementation of planting five daily prayers at Madrasah Diniyah Diniyah Sindang, Indramayu Regency? 3). Describe the inhibiting and supporting factors for planting five daily prayers at Madrasah Diniyah Sindang, Indramayu Regency? This research method is field research with research subjects Ustadz / Ustadzah at Madrasah Diniyah Takmiliyah Sunan Songo. The data collection used by interview, observation, and documentation techniques. The results of this study are as follows: (1) the strategy of the Madrasah Diniyah Takmiliyah sindang teacher in Indramayu district in planting the five daily prayers is the indirect strategy. The methods are like lectures, advice, prayer is like eating, sin, the story of the Prophet, and exemplary; (2) The implementation is divided into three, namely students have extensive knowledge about the five daily prayers, students feel the need to perform the five daily prayers, and students obey the five daily prayers at the beginning of the time; and (3) supporting factors such as support and public awareness of the five daily prayers and its inhibiting factors such as the increasingly complex challenges of globalization and lack of communication during the Covid-19 pandemic. Abstrak Madrasah diniyah merupakan lembaga pendidikan non-formal yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam untuk menambah wawasan bagi siswa. Tidak semua kebutuhan anak berkaitan dengan keagamaan dapat terpenuhi di sekolah walaupun jam pelajaran di SD sekarang sudah ditambah yang awalnya 2 jam menjadi 4 jam. Kesadaran shalat lima waktu tidak bisa maksimal jika hanya diterapkan disekolah. Hal ini perlu dukungan orang tua siswa untuk mendukung hal tersebut. Dengan memasukkan anak ke Madrasah diniyah adalah pilihan yang tepat untuk mendukung anak memiliki kesadaran shalat lima waktu. Berdasarkan latarbelakang masalah diatas penulis melakukan penelitian dengan tujuan: 1). Mendeskripsikan strategi guru madrasah dalam penanaman shalat lima waktu pada Madrasah Diniyah Sindang Kabupaten Indramayu? Dan 2). Mendeskripsikan implementasi penanaman shalat lima waktu pada Madrasah Diniyah Diniyah Sindang Kabupaten Indramayu? 3). Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung penanaman shalat lima waktu pada Madrasah Diniyah Sindang Kabupaten Indramayu? Metode penelitian ini adalah field research dengan subjek penelitian Ustadz atau Ustadzah pada Madrasah Diniyah Takmiliyah Sunan Songo. Adapun pengumpulan data yang digunakan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) strategi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Sindang Kabupaten Indramayu dalam penanaman shalat lima waktu ialah indirect strategy. Adapun metodenya seperti ceramah, nasihat, shalat ibarat makan, dosa, kisah Nabi, dan keteladanan; (2) Implementasinya dibagi menjadi tiga, yaitu siswa mempunyai pengetahuan luas mengenai shalat lima waktu, siswa merasa butuh untuk melaksanakan shalat lima waktu, dan siswa taat melaksanakan shalat lima waktu di awal waktu; dan (3) faktor pendukungnya seperti dukungan dam kesadaran masyarakat mengenai shalat lima waktu dan faktor penghambatnya seperti tantangan globalisasi yang semakin kompleks dan kurangnya komunikasi di masa pandemi covid-19.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Islam pada Pendidikan Dasar Alirahman, Agus Dian
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i1.320

Abstract

Islamic Religious Education can be defined as education carried out based on Islamic teachings. But nowadays Islamic Religious Education as a scientific discipline and subjects at every level of education still finds obstacles, including that it has not received the attention of students, this is because it is better known as a subject whose material content is dominated by memorization and does not pay attention to the development of learning strategy designs. Concrete efforts are needed to improve learning in Islamic Education subjects, especially at the basic education level. As a solution, it is necessary to make innovations in Islamic education learning, namely innovations that are able to improve learning through problematic studies and strategic solutions for the implementation of Islamic education through a constructive model. The implementation of Islamic Education learning in schools is not only oriented towards rote learning, it is not only inclined to teacher centered. The constructivism learning model seems to be one of the answers that provides knowledge and shapes the attitudes, personalities, and skills of students in practicing teachings. The constructive learning model is able to have an impact on the activity of students or students are preferred. The teaching and learning process in the constructivism model is characterized more by student centered than teacher centered. Constructive model innovation is able to become a strategic solution in improving the implementation of Islamic Education learning at the basic education level. Abstrak Pendidikan Agama Islam dapat diartikan sebagai pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan ajaran Islam. Namun dewasa ini Pendidikan Agama Islam sebagai disiplin keilmuan dan mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan masih menemukan kendala, diantaranya belum mendapat perhatian para siswa, hal itu dikarenakan lebih dikenal sebagai mata pelajaran yang muatan materinya didominasi pada hafalan serta kurang memperhatikan perkembangan disain strategi pembelajaran. Perlu usaha konkret untuk meningkatkan pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Islam khususnya pada jenjang Pendidikan Dasar. Sebagai sebuah solusi maka perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran Pendidikan Islam, yakni inovasi yang mampu meningkatkan pembelajaran melalui kajian problematika dan solusi strategis penyelenggaraan pendidikan Islam melalui model konstruktif. Penyelenggaraan pembelajaran Pendidikan Islam di sekolah tidak hanya berorientasi pada hafalan-hafalan saja, tidak hanya condong kepada teacher centered. Model pembelajaran konstruktivisme nampaknya merupakan salah satu jawaban yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran. Model pembelajaran konstruktif mampu memberikan dampak keaktivan siswa atau peserta didik lebih diutamakan. Proses belajar mengajar pada model konstruktivisme lebih diwarnai student centered daripada teacher centered. Inovasi model konstruktif mampu menjadi solusi strategis dalam peningkatan penyelengaraan pembelajaran Pendidikan Islam pada jenjang Pendidikan Dasar
Pengaruh Kegiatan Santri Kalong terhadap Pedidikan Karakter Anak Desa Winong Kabupaten Pekalongan: Jurnal PAI Sari, Tiara Kartika; Atqia, Wirani
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.397

Abstract

Islamic boarding school is an educational institution that is in great demand to gain knowledge. Besides being able to add insight, Islamic boarding schools are also places of education that change a person's character for the better. Not all who are in the boarding school are mukim students, but many also become bat students to gain knowledge. Santri bats are someone who lives not far from the boarding school area and participates in the activities of the Islamic boarding school. The activities carried out by the bat students certainly trigger a lot of social and behavioral changes. This can be a way out for children who are still not well behaved and morally. Based on the background of the problem above, the author conducted a study with the aim of examining the major influence that occurs on the character of the child when carrying out the activities of the santri kalog. What method do you use so that the influence of Islamic boarding school education is far more influential than other general education. This research method is using the field method by targeting the research subject, namely one of the bat students and the caretaker of the Islamic boarding school. The data collection used by interview, observation and documentation techniques. The results of this study include that the activities of the bat students affect the character of each child but not all of them experience changes in their character. This is because every child has a different mindset. However, the santri bat activity is a very positive activity and very easy for all children to participate in. The method used when carrying out these activities is scheduled so as not to interfere with formal school activities. This activity is very useful to be a provision of religion for every child. Abstrak Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan yang banyak diminati untuk menimba ilmu, khususnya ilmu agama. Selain dapat menambah wawasan, pondok pesantren juga merupakan tempat pendidikan yang banyak mengubah karakter seseorang menjadi lebih baik. Tidak semua yang berada di pondok pesantren adalah santri mukim, melainkan banyak pula yang menjadi santri kalong untuk menimba ilmunya. Santri kalong merupakan seseorang yang tempat tinggalnya tidak jauh dari kawasan pondok pesantren dan megikuti kegiatan dari pondok pesantren tersebut. Kegiatan yang dilakukan santri kalong tersebut tentunya banyak memicu perubahan pergaulan dan tingkah laku. Hal tersebut bisa menjadi jalan keluar bagi anak-anak yang masih kurang baik perilaku dan akhlaknya. Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk meneliti pengaruh besar yang terjadi pada karakter anak jika melaksanakan kegiatan santri kalog tersebut. Meggunakan metode apa sehingga pengaruh pendidikan pondok pesantren itu jauh lebih berpengaruh dari pendidikan umum lainnya. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode lapangan dengan membidik subjek penelitian yaitu salah satu santri kalong dan pengasuh pondok pesantren tersebut. Adapun pengumpulan data yang digunakan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diantaranya yaitu bahwa kegiatan santri kalong berpengaruh kepada karakter masing-masing anak tetapi tidak semua mengalami perubahan pada karakternya. Hal tersebut dikarenakan setiap anak mempunyai pola pikir yang berbeda. Meski demikian, kegiatan santri kalong merupakan kegiatan yang sangat positif dan sangat gampang untuk diikuti oleh semua anak. Untuk metode yang digunakan pada saat melakukan kegiatan tersebut yaitu dijadwalkan agar tidak mengganggu kegiatan sekolah formal. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menjadi bekal agama bagi setiap anak.
Pendidkan Pendidikan Akidah Akhlak dalam Membentuk Karakter Siswa Parnanda, Muhammad Feby
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.398

Abstract

From an Islamic perspective, morality or morals have a high position. Thus the high moral position in Islam until the Muhammad SAW make it as a barometer of faith. He said, “The most perfect believer of his faith is the best in his morals” (HR. Abu Danwud and Tirmidzi. In Islam, morality is strongly related to the faith and is not separated from it. The relationship between faith and morality is also evident in the Muhammad SAW briefings about morality. He often attributes faith in God and the Last Day to Morals. When a person has a high orientation and ideals that is the pleasure of God, then by itself he will consider low anything that is contrary to those ideals that are all deeds or attributes hated by God. Islamic morals have several special features and characteristics that distinguish them from other moral systems. Among the characteristics of Islamic morality are: (a) Rabbaniyah or converted to The Lord (God), (b) Insaniyah (humane), (c) Syumuliyah (universal and encompassing all life), and (d) Wasathiyah (middle attitude). One of the things emphasized in Islam is that moral education must begin from an early age because childhood is the most conducive time to instill good habits. Abstrak Dalam perspektif Islam, akhlak atau moral memiliki kedudukan yang tinggi. Demikian tingginya kedudukan akhlak dalam Islam hingga Muhammad SAW menjadikannya sebagai barometer keimanan. Beliau bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Dalam Islam, akhlak sangat terkait dengan keimanan dan tidak terpisah darinya. Keterkaitan antara iman dengan akhlak juga terlihat jelas pada pengarahan-pengarahan Muhammad SAW tentang akhlak. Beliau sering sekali mengaitkan keimanan kepada Allah dan hari akhir dengan akhlak. Ketika seseorang memiliki orientasi dan cita-cita yang tinggi yaitu ridha Allah, maka dengan sendirinya ia akan menganggap rendah apa saja yang bertentangan dengan cita-cita tersebut yaitu seluruh perbuatan atau sifat yang dibenci oleh Allah. Akhlak Islami memiliki beberapa keistimewaan dan ciri-ciri khusus (karakteristik) yang membedakannya dari sistem akhlak lainnya. Di antara karakteristik akhlak Islami tersebut adalah: (a) Rabbaniyah atau dinisbatkan kepada Rabb (Tuhan), (b) Insaniyah (bersifat manusiawi), (c) Syumuliyah (universal dan mencakup semua kehidupan), dan (d) Wasathiyah (sikap pertengahan). Suatu hal yang ditekankan dalam Islam adalah pendidikan akhlak wajib dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak adalah masa yang paling kondusif untuk menanamkan kebiasaan yang baik.
Perspektif Al-Qur’an tentang Nilai Moderasi Beragama untuk Menciptakan Persatuan Indonesia Alfaini, Sania
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.399

Abstract

From an Islamic perspective, morality or morals have a high position. Thus the high The differences that exist in the Indonesian nation makes its people appreciate and respect all kinds of diversity, one of them in religion. The attitude that can be taken by a Muslim to balance aspects of nationality and religion is to moderate religion. The research method used is descriptive qualitative with the collection of theoretical triangulation of various literature studies and domain analysis between various concepts.Religious moderation is taken from the perspective of the Qur'an with several interpretation references. It can be concluded that religious moderation in its implications in accordance with the teachings of the guidelines of Muslims, namely the Qur'an. Abstrak Perbedaan yang ada pada bangsa Indonesia menjadikan rakyatnya menghargai dan menghormati segala macam keragamannya, salahsatunya dalam beragama. Sikap yang dapat diambil oleh seorang muslim untuk menyeimbangkan aspek kebangsaan dan keagamaan adalah dengan bermoderasi agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan triangulasi teori dari berbagai studi literatur dan analisis domain antar berbagai konsepnya. Moderasi beragama diambil dari perspektif Al-Qur’an dengan beberapa rujukan tafsiran. Dapat disimpulkan bahwa moderasi beragama dalam implikasinya sesuai dengan ajaran pedoman umat Islam, yakni Al-Qur’an.
Strategi Pembelajaran Guru dalam Memotivasi Siswa untuk Mencari Keberkahan Ilmu di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Bangsri Jepara Haikal, Muhammad Fikri; Atqia, Wirani
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.401

Abstract

To get perfect results in a lesson, what must be considered is the teacher's learning strategy concerned with students. All teachers want their students to be able to provide useful results for the nation and state. In this case, the researcher concludes that the teacher's strategy in motivating students to seek the blessings of knowledge is very effective and efficient by studying the book Hidayatul Muta'alim written by Father Yai H. Taufiqul Hakim (Peesantren Pondok Peesantren Darul Falah Amtsilati). Which is read by students at the beginning and at the end of the KBM (Teaching and Learning Activities), the Hidayatul Muta'alim Book is one of the first books he wrote that discusses students' manners in seeking knowledge which refers to the Ta'limul Muta'alim Book, which consists of three languages, namely Arabic, Javanese, and Indonesian. With this strategy over time the contents of the book will enter their subconscious. So a to be able to create a generation that is highly knowledgeable, noble, and virtuous. Abstrak Upaya mendapat hasil yang sempurna dalam suatu pembelajaran, maka yang harus di perhatikan adalah strategi pembelajaran guru yang bersangkutan pada peserta didik. Semua guru pasti menginginkan anak didiknya dapat memberikan hasil yang berguna bagi bangsa maupun negara. Dalam hal ini peneliti menyimpulkan bahwa strategi guru dalam memotivasi siswa untuk mencari keberkahan ilmu sangatlah efektif dan efisien dengan mengkaji kitab Hidayatul Muta’alim karangan dari Romo kiyai H. Taufiqul Hakim (Pengasuh Pondok Peesantren Darul Falah Amtsilati). Yang dibaca oleh para siswa di awal dan di akhir KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), Kitab Hidayatul Muta’alim adalah kitab salah satu karangan beliau yang pertama kali yang membahas tentang adab siswa dalam mencari ilmu yang merujuk pada Kitab Ta’limul Muta’alim, yang terdiri dari tiga bahasa, berupa bahasa arab, bahasa jawa, dan bahasa indonesia. Dengan strategi inilah seiring berjalannya waktu isi dari kitab tersebut akan masuk ke dalam alam bawah sadar mereka. Sehingga mampu menciptakan generasi yang berilmu tinggi, berahklak mulia, serta berbudi luhur.
Efesiensi Penggunaan Metode Qiroati di TPQ Al-Idhotussalafiyyah Palimanan Cirebon Sya'roni, Mohamad Mizan; Marisa, Iin; Darini, Darini
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.412

Abstract

Journal of this research was conducted to know the efficiency of the use of qiroati method in improving the ability to read the Koran TPQ Al-Idhotusssalafiyyah Palimanan Cirebon students. The type of research used is Field Research. descriptive Qualitative approach. In this study, researchers will describe the efficiency of the use of qiroati method in the study of the Quran. The research was conducted at TPQ Al-Idhotusssalafiyyah Palimanan Cirebon in March 2021. The data collection techniques that will be used are by interview method, student achievement card collection, and documentation. The results of the study are divided into two categories, namely the achievements of individuals and institutions. Efficient way in the implementation of this qiroati method is to exemplify the correct reading and students read together, then conducted privately to know the individual achievements of each student. With qiroati method students can know how to read right and can learn fun. To improve the reading ability of the Qur'an TPQ Al-Idhotussalafiyyah students use several methods in helping to solve problems related to improving reading ability. One of them is the Qiroati method. Qiroati method is seen as an effective method in improving students' ability to read the Qur'an. Abstrak Jurnal penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efesiensi penggunaan metode qiroati dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa TPQ Al-Idhotusssalafiyyah Palimanan Cirebon. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Lapangan (Field Research). dengan pendekatan deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti akan mendeskripsikan efesiensi penggunaan metode qiroati dalam pembelajaran Al-Quran. Tempat penelitian dilakukan di TPQ Al-Idhotusssalafiyyah Palimanan Cirebon pada bulan Maret tahun 2021. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah dengan metode wawancara, pengmpulan kartu prestasi siswa, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian dibagi pada dua kategori yaitu capaian individu dan lembaga. Cara efesien dalam pelaksanaan metode qiroati ini yaitu dengan mencontohkan bacaan yang benar dan siswa membaca bersama-sama, kemudian dilakukan privat untuk mengetahui pencapaian secara individu masing-masing siswa. Dengan metode qiroati siswa dapat mengetahui bagaimana cara membaca yang benar dan dapat belajar dengan menyenangkan. Untuk meningkatkan kemampuan bacaan Alquran siswa TPQ Al-Idhotussalafiyyah menggunakan beberapa metode dalam membantu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan bacaan. Salah satunya adalah metode Qiroati. Metode Qiroati dipandang sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa.