cover
Contact Name
Agus Dian Alirahman
Contact Email
permata.bbc@gmail.com
Phone
+6282127692371
Journal Mail Official
permata.bbc@gmail.com
Editorial Address
Jl. Widarasari III, Tuparev, Sutawinangun, Kedawung, Cirebon City, West Java, Indonesia
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 27466760     DOI : https://doi.org/10.47453/permata.v5i1.2020
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Islamic Education Journal) is a National and International Journal that has open-access and is rigorously peer-reviewed and publishes original research articles and scientific discussions on Islamic Education in formal education, non-formal education, and informal education. The journal emphasizes aspects related to the study of Islamic Education in Schools, Colleges, Universities, and other Islamic Education Institutions such as Madrasah (Islamic schools) and Pesantren (Islamic boarding schools), Educational Curriculum, Educational Models and Methods, Educational Technology and Media, Teaching Materials and Educational Learning Resources, Educational Evaluation Systems and other related Islamic Education Sciences. Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam (Islamic Education Journal) invites Scientists, Scholars, Researchers, Practitioners, and Observers, as well as Professionals in the field of Islamic Education from within the country and abroad, to publish their research in our Journal.
Articles 205 Documents
Strategi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Khoerunnisa, Risyda Aini; Fathurrohman, N; Arifin, Zaenal
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.416

Abstract

A motivational strategy in learning is a plan that includes a series of activities spescifically designed and developed to meet certain educational goals. Therefore, it is necessary to realize the goals of an ideal education plan in accordance with educational values. Therefore, teachers must have a learning motivation strategy to inspire students to learn in a fun, interesting and not monotonous way. To achieve the goal of increasing student motivation, teachers must increasingly choose and apply motivational teaching strategies, methods, and methods that are in accordance with these abilities. The purpose of this study is describing teachers strategies applied in increasing student motivation in Islamic Religious Education subjects and describing the increase in students learning motivation in the subject of Islamic Religious Education. Abstrak Strategi motivasi dalam pembelajaran adalah suatu rencana yang mencakup serangkaian kegiatan yang dirancang dan dikembangkan secara khusus untuk memenuhi tujuan pendidikan tertentu. Oleh karena itu, perlu diwujudkan tujuan dari rencana pendidikan yang ideal sesuai dengan nilai-nilai pendidikan. Oleh karena itu, guru harus memiliki strategi motivasi belajar untuk menginspirasi peserta didik agar belajar dengan cara yang menyenangkan, menarik dan tidak monoton. Untuk mencapai tujuan meningkatkan motivasi siswa, guru harus semakin memilih dan menerapkan strategi, metode, dan metode pengajaran motivasi yang sesuai dengan kemampuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru yang diterapkan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam serta mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Analisis Minat Belajar Siswa Kelas X pada Pembelajaran Akidah Akhlak Pendidikan Agama Islam Maryani, Siti; Sitika, Achmad Junaedi; Syarief, Ceceng
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.423

Abstract

In the context of the analysis of the learning process of aqidah akhlaq Islamic religious education in class X students, the interaction process of students experienced a decrease who were less motivated in learning aqidah. This study reveals that if you want to increase students' interest in learning in class X, and the spirit of students' learning activities, the teacher's ability to provide learning motivation and also student learning responses through class lessons. This research also aims to be able to regenerate interest in student learning, to find out how students' learning activities are, the teacher's ability to provide development and direction about interest in learning, and also to know the learning responses of students through classroom learning. The strategy that can be applied as a teacher is through classroom learning so that the effectiveness of students in being interested in learning Aqidah Akhlah & PAI is better than before. However, teachers as teachers are also required to have creativity and interesting innovations if they want to create a conducive and effective learning atmosphere. Abstrak Dalam konteks analisis proses pembelajaran aqidah akhlaq pendidikan agama Islam pada peserta didik kelas X proses interaksi peserta didik mengalami penurunan yang kurang termotivasi dalam belajar aqidah. Penelitian ini mengungkapkan bahwa jika ingin meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas X ini, dan jiwa aktivitas belajar peserta didik, kemampuan guru pun dalam memberikan motivasi belajar dan juga respon belajar peserta didik melalui pelajaran di kelas. Penelitian ini pula bertujuan untuk dapat menumbuhkan kembali minat pada pembelajaran peserta didik, untuk mengetahui bagaimana aktivitas belajar peserta didik, kemampuan guru dalam memberikan pengembangan dan arahan tentang minat belajar, dan juga mengetahui responsi belajar peserta didik melalui pembelajaran di kelas. Strategi yang dapat diterapkan sebagai guru ialah melalui pembelajaran di kelas sehingga efektivitas peserta didik dalam berminat untuk belajar Aqidah Akhlah & PAI menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Namun juga demikian, guru sebagai pengajar juga dituntut untuk memiliki kreativitas serta inovasi yang menarik jika ingin menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan efektif.
Implementasi Model Pembelajaran Blended Learning Pada Mata Pelajaran PAI Mildan, Abd Rachman
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v2i2.502

Abstract

Abstrak Pembelajaran Blended Learning tidak berarti menggantikan model pembelajaran tatap muka dalam kelas, melainkan memperkuat model belajar tersebut melalui pengembangan teknologi pendidikan. Merujuk pada model pembelajaran gabungan (Blended learning), dalam penelitian ini akan mengupas model pembelajaran penggabungan (Blended learning) pada mata pelajaran PAI yang mana mengkombinasikan antara pembelajaran daring (online) dengan pembelajaran luring (offline) yaitu pembelajaran tatap muka sebagai penggunaan instruksional dalam mengajar yang berguna untuk memudahkan pemahaman siswa. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses implementasi model pembelajaran blended learning pada mata pelajaran PAI serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan di lapangan (field research). Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model pembeljaran blended learning yakni memadukan pembelajaran daring dan luring. Pembelajaran luring melalui kegiatan belajar tatap muka dengan mematuhi protikol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan pembelajaran daring dilakukan melalui aplikasi Whatsapp, google Classroom, jetse meet dan Quizzis. Kegiatan pembelajaran daring dan luring dilaksanakan dengan komposisi 40% luring dan 60% daring. Pada mata pelajaran PAI menggunakan kurikulum yang disederhanakan sesuai edaran dari kemendikbud dan porsi jam pelajarannya dikurangi dari 40 menit menjadi 30 menit. Dalam proses pembelajaran PAI dilakukan dengan 3 tahapan yakni tahap yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Dalam pelaksanaan implementasi blended learning pada mata pelajaran PAI peneliti menemukan hambatan-hambatan. Adapun solusi yang diberikan oleh sekolah yaitu melakukan sosialisai dan pendampingan dalam implementasi blended learning tersebut. Learning Blended Learning does not mean replacing the face-to-face learning model in the classroom, but strengthening the learning model through the development of educational technology. Referring to the blended learning model, this study will explore the blended learning model in PAI subjects which combines online learning with offline learning, namely face-to-face learning as an instructional use in teaching. useful to facilitate student understanding. The purpose of this study was to find out how the process of implementing the blended learning learning model in PAI subjects and the obstacles faced in its implementation. In this study, the authors use qualitative research conducted in the field (field research). The learning process is carried out using a blended learning model that combines online and offline learning. Offline learning through face-to-face learning activities by complying with health protocols as recommended by the government and online learning through the Whatsapp application, Google Classroom, Jetse Meet and Quizzis. Online and offline learning activities are carried out with a composition of 40% offline and 60% online. The PAI subject uses a simplified curriculum according to a circular from the Ministry of Education and Culture and the portion of the lesson hours is reduced from 40 minutes to 30 minutes. The PAI learning process is carried out in 3 stages, namely the preliminary activities, core activities and closing activities. In implementing the implementation of blended learning in PAI subjects, the researchers found obstacles. The solution provided by the school is to carry out socialization and assistance in the implementation of the blended learning.
Strategi Pendidikan Membentuk Karakter Santri Mandiri dan Percaya Diri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 3 Malyuna, Sita Isna
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i1.616

Abstract

The challenges of the Indonesian people today are increasingly severe when faced with the millennial era, where the era requires us to always think ahead so as not to be left behind by The Times. One of the effects of the changing times has been the lack of interaction between people, high individual attitudes, easy to complain and despair and always think everything can be done in an instant. This encourages how character education in the current era is very important, building a strong identity.Several factors encourage this, among others, the importance of education, placing teachers as good role models, the educational process, the material provided, a good environment to the culture of the students in the process of character formation in Modern Islamic boarding school Darussalam Gontor Putri 3.The object used in this research is to use natural Research where the object is done there is no engineered or manipulation by researchers, so that when researchers perform activities relatively unchanged object. It is hoped that it can provide a wealth of knowledge for others and can provide a new thought, way or method in forming a confident and independent character of female students at Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 3.This study obtained the results, that the formation of character using exemplary methods, refraction, discipline, feel and do, which is contained in the intraculicular and extraculicular activities. The result of the implementation of the strategy of character formation in students is that students have good skills and survive, it is not easy to depend on others to have a great spirit of life. The implication of the character strategy is the increasing public trust in pesantren regarding the quality of Education, pesantren management, running systems and pesantren that are getting better and better known.Keyword: Education Strategy; Character Formation; Independent and Confident. Abstrak Tantangan bangsa Indonesia saat ini semakin berat ketika dihadapkan pada era milenial, dimana era tersebut menuntut kita untuk selalu berpikir maju kedepan agar tidak tertinggal oleh zaman. Salah satu dampak dari perubahan zaman tersebut sudah berkurangnya seseorang melakukan interaksi antar sesama, sikap individual yang tinggi, mudah mengeluh dan putus asa dan selalu berpikir segala seuatunya bisa dilakukan dengan cara instan. Hal tersebut mendorong bagaimana pendidikan karakter di era sekarang sangat penting, membangun jati diri yang kuat.Beberapa faktor mendorong hal tersebut anatara lain, pentingnya pendidikan, menempatkan guru sebagai suri tauladan yang baik, proses pendidikan, materi yang diberikan, lingkungan yang baik sampai dengan budaya para siswa dalam melakukan proses pembentukan karakter di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 3. Objek yang digunakan pada penilitian ini adalah menggunakan penelitian secara alamiah dimana objek yang dilakukan tidak ada yang direkayasa atau manipulasi oleh peneliti, sehingga pada saat peneliti melakukan kegiatan objek relatif tidak berubah. Harapannya dapat memberikan khasanah keilmuan bagia orang lain dan dapat memberikan suatu pemikiran, cara atau metode yang baru dalam membentuk karakter yang percaya diri dan mandiri santri putri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 3.Penelitian ini mendapatkan hasil, bahwa pembentukan karakter menggunakan metode keteladanan, pembiasan, kedisiplinan, merasakan dan melakukan, yang mana tertuang pada kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler. Hasil implementasi strategi pembentukan karakter pada santri yaitu santri memiliki keterampilan dan survive yang baik, tidak mudah menggantungkan kepada orang lain sampai dengan memiliki semangat hidup yang besar. Implikasi dari strategi karakter yaitu bertambahnya kepercayaan masyarakat kepada pesantren mengenai kualitas pendidikan, manajemen pesantren, sistem yang berjalan dan pesantren yang semakin baik dan banyak dikenal.Kata Kunci: Strategi Pendidikan; Pembentukan Karakter; Mandiri dan Percaya Diri.
Pengaruh Peran Guru Sebagai Motivator Terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran PAI Kelas X IPS 1 SMAN 9 Bandung Dafa, Alliqa; Salsabiil, Salwaa Rustin; Khansa, Zahra Hasna; Subakti, Ganjar Eka
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i1.646

Abstract

Every student has a different style and spirit of learning. In this case, the teacher is needed to provide the necessary motivation by the students. Learning motivation is the overall driving force in the student who raises learning activities and ensure the continuity of learning activities, and provide direction to learning activities, so that the desired goals by the subject of learning can be achieved. Islamic Religious Education teacher is one of the educators whose role is to convey the values of Islam well to students.The method chosen in this study is a qualitative method, due to find a deep understanding of the object under study. Subjects in this study were students of Class X IPS 1 SMAN 9 Bandung. In the results of the questionnaire in the form of Google Form on 35 students of Class X IPS 1 SMAN 9 Bandung stated that Islamic Education subject teachers influential as a motivator and has motivated students to be more active in learning. They stated that the teacher of Islamic Religious Education gave a good example and applied his knowledge and they agreed that the subject of Islamic Religious Education was fun.Keyword: Teacher Role; Motivation to Learn; Student. Abstrak Setiap siswa memiliki gaya dan semangat belajar yang berbeda-beda. Dalam hal ini, guru dibutuhkan untuk memberikan motivasi yang diperlukan oleh siswa. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar serta menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Guru Pendidikan Agama Islam adalah salah satu pendidik yang berperan menyampaikan nilai-nilai agama Islam dengan baik kepada siswa.Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dikarenakan untuk menemukan pemahaman mendalam bagi objek yang diteliti. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 SMAN 9 Bandung. Dalam hasil pembagian angket berupa Google Form pada 35 orang siswa kelas X IPS 1 SMAN 9 Bandung menyatakan bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam berpengaruh sebagai motivator dan sudah memotivasi siswa untuk lebih giat dalam belajar. Mereka menyatakan bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memberikan contoh yang baik serta menerapkan ilmu yang dimilikinya dan mereka setuju bahwa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menyenangkan.Kata Kunci: Peran Guru; Motivasi Belajar; Siswa.
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Program 3S (Salam, Sapa, Senyum) dan Tahsin di SDN 1 Cigadung Puri, Rayanti; Inah, Tarsinah; Barnawi, Barnawi; Amirudin, Amirudin
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i1.650

Abstract

The management of students at Binaul Ummah Kuningan integrated Islamic Elementary School is still very lacking in maintaining the school environment. As an alternative to overcome this SDN 1 Cigadung apply character education in forming good moral students. The problem in this study is how practical education management in applying and forming students with noble character. The purpose of this study was to determine the management of integrated Islamic education in forming students with noble character by maintaining the environment at SDN 1 Cigadung Kuningan school, and knowing what are the supporting and inhibiting factors.This study uses a qualitative research approach with a descriptive qualitative research design. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. This research method is a qualitative method, while the method of determining the subject using purposive sampling technique (random sample). After the data is collected, data analysis will be carried out, with data reduction steps, Data categories, data synthesis and conclusion.The results in this study revealed Student Management in improving student discipline are: first, the development of Student Management in improving student discipline SDN 1 Cigadung Kuningan is by trying to conduct student guidance on discipline through a program of daily, weekly, and monthly activities, the development of Student Discipline, Devotion in student development guidance,enforcement of student discipline. Secondly, the active role of parents. Third, adequate school facilities. Fourth, quality teachers and the assistant teacher. While the inhibiting factor is the lack of communication between parents and teachers, the lack of facilities used, students experience fatigue (partly) as well as teachers who feel fatigue from activities at school.Keyword: Character Education; Greetings; Smiles. Abstrak Manajemen peserta didik di Sekolah Dasar Islam Terpadu Binaul Ummah Kuningan masih sangat kurang di dalam menjaga lingkungan sekolah. Sebagai alternatif dalam mengatasi hal tersebut SDN 1 Cigadung menerapkan pendidikan karakter dalam membentuk siswa berahlak mulia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen Pendidikan yang berkrakter di dalam menerapkan dan membentuk siswa berakhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen Pendidikan Islam Terpadu dalam membentuk siswa berakhlak mulia dengan menjaga lingkungan disekolah SDN 1 Cigadung Kuningan, serta mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambatnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, sedangkan metode penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling (sample secara acak). Setelah data terkumpul maka akan dilakukan analisis data, dengan langkah-langkah reduksi data, kategori data, sintesis data dan penarikan kesimpulan.Hasil dalam penelitian ini mengungkapkan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa adalah: Pertama, pengembangan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa SDN 1 Cigadung Kuningan yaitu dengan berupaya melakukan pembinaan siswa tentang kedisiplinan melalui program kegiatan harian, mingguan, dan bulanan, pengembangan disiplin siswa, pengabdian dalam pembinaan pengembangan siswa,penegak disiplin siswa. Kedua, peran aktif orang tua. Ketiga, sarana fasilitas sekolah yang memadai. Keempat, guru berkualitas dan guru pendamping. Sedangkan faktor penghambatnya adalah minimnya komunikasi orang tua dan guru, minimnya sarana yang digunakan, peserta didik mengalami kecapean (sebagian) begitu juga dengan guru yang merasa keletihan dari aktivitas di sekolah.Kata Kunci: Pendidikan Karakter; Salam; Sapa; Senyum.
Pengaruh Media Linimasa Terhadap Hasil Belajar PAI Siswa di SDN 1 Cipinang Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Casta, Casta; Abas, Saehu; Mukaromah, Omah
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i1.700

Abstract

This study is taken from the problem of the Covid-19 pandemic where all learning activities are diverted to online learning so that in the process there are several obstacles, especially to determine the influence of Whatsapp-based timeline media on PAI learning outcomes.This study aims to determine how well the use of Whatsapp-based timeline media on the learning outcomes of PAI 6th grade students in SDN 1 Cipinang, knowing the learning outcomes of PAI 6th grade students in the application of Whatsapp-based timeline media in SDN 1 Cipinang, and to determine the influence of Whatsapp-based timeline media on the learning outcomes of PAI 6th grade students in SDN 1 Cipinang.This study uses quantitative research method approach with ex-post facto research type, associative causality research design. Data collection using questionnaires given to a sample of 25 students using the validity and reliability of instruments, descriptive, classical assumption Test, simple regression analysis, and hypothesis.The results showed that the media learning timeline based on Whatsapp in SDN 1 Cipinang obtained a percentage value of 78.92% which means it belongs to the category of good. The learning outcomes of 6th grade students at SDN 1 Cipinang, obtained a percentage value of 79.04% which means it belongs to the category of good. The results of the hypothesis test concluded that there is a significant influence of Whatsapp-based timeline media on student learning outcomes indicated by the value of the coefficient thitung 3.121 > ttable, 1.713, then Ho is rejected and Ha is accepted which means there is a significant influence between Whatsapp-based timeline media on student learning outcomes. In conclusion, the use of Whatsapp timeline media has succeeded in improving the learning outcomes of PAI 6th grade students at SDN 1 Cipinang in online learning in the Covid-19 era.Keyword: Timeline Media; Whatsapp Media; Learning Outcomes. Abstrak Penelitian ini diambil dari adanya masalah pandemi Covid-19 dimana seluruh aktivitas belajar dialihkan pada pembelajaran daring sehingga dalam prosesnya mengalami beberapa hambatan terutama untuk mengetahui pengaruh media linimasa berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar PAI.Penelitian ini betujuan untuk mengetahui seberapa baik penggunaan media linimasa berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar PAI siswa kelas VI di SDN 1 Cipinang, mengetahui hasil belajar pada mata pelajaran PAI siswa kelas VI dalam penerapan media linimasa berbasis Whatsapp di SDN 1 Cipinang, dan untuk mengetahui pengaruh media linimasa berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar PAI siswa kelas VI di SDN 1 Cipinang.Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto, desain penelitian asosiatif kausalitas. Pengumpulan datanya menggunakan angket yang diberikan kepada sampel sebanyak 25 siswa dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas instrumen, deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi sederhana, dan hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media belajar linimasa berbasis Whatsapp di SDN 1 Cipinang didapat nilai persentase sebesar 78,92% yang berarti termasuk kategori Baik. Hasil belajar siswa kelas VI di SDN 1 Cipinang, didapat nilai persentase sebesar 79,04% yang berarti termasuk kategori Baik. Hasil uji hipotesis diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh yang Signifikan dari media linimasa berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar siswa ditunjukkan dengan nilai koefisien thitung 3,121 > ttabel, 1,713, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh yang Signifikan antara media linimasa berbasis Whatsapp terhadap hasil belajar siswa. Kesimpulannya penggunaan media linimasa Whatsapp berhasil meningkatkan hasil belajar PAI siswa kelas IV di SDN 1 Cipinang pada pembelajaran daring di era Covid-19.Kata Kunci: Media Linimasa; Media Whatsapp; Hasil Belajar.
Implementasi Standar Pendidikan Islam Non Formal MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) di Indonesia Naisabur, Chikal Anugrah Putra; Muchtarom, Muchtarom; Abdullah, Muhammad Nurbih; Fitrianingsih, Cas
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i1.701

Abstract

MDT education Model in Indonesia today in reality that the existence of Madrasah Diniyah Takmiliyah not dimasifkan quantity. The problem is whether the community is interested in sending (learning) to MDT? From the background of the above problems, the researchers want to analyze about: (1) How the implementation of non formal Islamic education standards MDT in Indonesia. (2) What obstacles are faced, and how the solution.Research methods are descriptive analytical, where research sources obtained through the study of literature.The results prove that the implementation of non formal Islamic education standards MDT in Indonesia there are several obstacles in its implementation include: (1) funding. (2) The Power of teaching. (3) facilities and facilities, as well as. (4) Time / Lesson Hours. So it takes a solution or effective steps in optimizing Madrasah Diniyah Takmiliyah in Indonesia.The solution is: (a) the need to improve the quality of academic by equipping students with the ability to religion properly and correctly. (b) the need to install human resources by selecting qualified teachers and optimal management. (c) maximization of the role, in addition to the collection of funds as a quality controller Madrasah Diniyah, also needed donors or donors who participated in helping in terms of funding. (d) the need to increase the role of parents, and local communities as objects as well as subjects of Education.Keyword: Implementation Educational Standards; Non Formal Islamic Education; Madrasah Diniyah Takmiliyah. Abstrak Model pendidikan MDT di Indonesia dewasa ini secara realita bahwa keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah tidak dimasifkan kuantitasnya. Masalahnya adalah apakah masyarakat berminat untuk menyekolahkan (belajar) ke MDT? Dari latar permasalahan di atas, maka peneliti hendak menganalisis tentang: (1) Bagaimana Implementasi Standar Pendidikan Islam Non Formal MDT di Indonesia. (2) Kendala apa saja yang dihadapi, serta bagaimana solusinya. Metode penelitian bersifat deskriptif analitis, dimana sumber penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan.Hasil penelitian membuktikan bahwa Implementasi Standar Pendidikan Islam Non Formal MDT di Indonesia terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaanya diantaranya meliputi: (1) Pendanaan. (2) Tenaga pengajar. (3) Fasilitas dan sarana, serta. (4) Waktu/Jam Pelajaran. Sehingga diperlukan solusi atau langkah efektif dalam pengoptimalan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Indonesia.Adapun solusiyna yaitu: (a) Perlunya peningkatan kualitas akedemik dengan membekali siswa terhadap kemampuan Agama dengan baik dan benar. (b) Perlunya memasang sumber daya manusia dengan menyeleksi guru-guru yang berkualitas serta manajemen yang optimal. (c) Pemaksimalan peran, selain pengumpulan dana sebagai pengendali mutu Madrasah Diniyah, juga dibutuhkan penyumbang dana atau donatur yang turut serta membantu dalam hal pendanaan. (d) Perlunya meningkatkan peran orang tua, dan masyarakat setempat sebagai obyek sekaligus subyek pendidikan.Kata Kunci: Implementasi Standar Pendidikan; Pendidikan Islam Non Formal; Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Implementasi Metode Pembelajaran Kitab Akhlak Lil-Banat dalam Menanamkan Akhlak Al-Karimah Santri Pondok Pesantren Putri Aisyah Kempek Cirebon Hasanah, Nurul; Maliki, Noval
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i1.704

Abstract

Man was created by God in the most perfect form in order to carry out the duties of the Caliph on Earth. To be a Caliph, of course, you must have good morals. Morality is an act that is firmly entrenched in the soul of a person, so that it becomes his personality. Therefore, the purpose of studying the Book of moral Lil-Banat is very important in order to apply in everyday life, so that it becomes a person who is loved by his Lord, parents, neighbors and relatives. The purpose of this study is to discuss the application of learning methods from The Book of Akhlak Lil-Banat in instilling morals al-karimah for beginner students at Pondok Pesantren putri Aisyah Kempek Gempol Cirebon. The method used in this study is a qualitative method. The results of this study showed that in instilling the morals of the beginner students, it is seen based on the stages of learning itself which includes the stages: first, the delivery of material contained in the book Akhlak Lil-Banat. Second, a Ustadzah directly practices directly the learning material to beginner students. Third, Ustadzah concluded the contents of the meter. Fourth, the contribution of the dormitory, to always control the younger classes in moral reform.Keyword: Learning Methods; Akhlak Lil-Banat; Akhlak Al-Karimah. Abstrak Manusia diciptakan Allah Swt dalam bentuk yang paling sempurna dalam rangka mengemban tugas Khalifah di bumi. Untuk menjadi seorang Khalifah tentunya harus memiliki akhlak yang baik. Akhlak adalah perbuatan yang sudah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga menjadi kepribadiannya. Oleh karena itu tujuan mempelajari kitab Akhlak Lil-Banat sangat penting agar menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi pribadi yang dicintai oleh TuhanNya, orang tua, tetangga dan kerabatnya. Tujuan Penelitian ini yaitu membahas tentang penerapan metode pembelajaran dari kitab Akhlak Lil-Banat dalam menanamkan akhlak al-karimah bagi santri pemula di Pondok Pesantren putri Aisyah Kempek Gempol Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam menanamkan akhlak santri pemula tersebut, maka dilihat berdasarkan tahapan pembelajaran itu sendiri yang meliputi tahap: Pertama, penyampaian materi yang ada dalam kitab Akhlak Lil-Banat. Kedua, seorang Ustadzah langsung mempraktikan secara langsung materi pembelajaran terhadap santri pemula. Ketiga, Ustadzah menyimpulkan isi dari meteri. Keempat, kontribusi dari pihak asrama, untuk selalu mengontrol adik-adik kelasnya dalam pembenahan akhlak.Kata Kunci: Metode Pembelajaran; Akhlak Lil-Banat; Akhlak Al-Karimah.
Aktualisasi Pendidikan Moral sebagai Nilai Daya Saing dalam Peningkatan Kualitas Moral Bangsa Rahayu, Rizqi
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i1.717

Abstract

Moral education is a series of basic moral principles and virtues of attitude and character (Tabi'at) that must be owned and made a habit by the child from the time of beginners until he becomes a Mukalaf, which is ready to sail the sea of life. Competitiveness is the capacity of a nation to face the challenges of international market competition and still maintain or increase its real income. To have competitiveness in improving the quality of the nation through education, of course, we must not forget our responsibility to the moral of the nation. Therefore, moral education is very important. Psychologically and socio-culturally, moral education in the individual is a function of all its potential (cognitive, affective, and psychomotor), in the context of socio-cultural interaction (in the family, school, and community), which lasts throughout life.Keyword: Moral Education; Competitiveness; Moral Nation. Abstrak Pendidikan moral adalah serangkaian prinsip dasar moral dan keutamaan sikap serta watak (tabi’at) yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga dia menjadi seorang Mukalaf, yakni siap mengarungi lautan kehidupan. Daya saing adalah kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar Internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya. Untuk memiliki daya saing dalam peningkatan kualitas bangsa lewat jalur pendidikan, tentunya tidak boleh melupakan tanggung jawab kita terhadap moral bangsa.Oleh karena itu, pendidikan moral sangat penting. Secara psikologis dan sosial kultural, pendidikan moral dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensinya (kognitif, afektif, maupun psikomotorik), dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat), yang berlangsung sepanjang hayat.Kata Kunci: Pendidikan Moral; Daya Saing; Moral Bangsa.