cover
Contact Name
Reyhan Ainun Yafi
Contact Email
reyainunyafi@gmail.com
Phone
+6287773666282
Journal Mail Official
nagripustaka@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padat Karya Komplek Green Rich Residence Blok A 32, RT 004 RW 015, Kelurahan Saigon, Kec. Pontianak Timur, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, 78132
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 30320151     DOI : 10.62238
Education Covers social education studies such as history, geography, sociology, civic education, economics and those related to character education. History History is the study of past events that support the development of nationalism and the formation of national character. Its main focus is on the social, economic, political and cultural aspects of Indonesia and other related regions. This study is also used to foster a sense of nationalism. Culture Culture encompasses studies in anthropology, geography and ancient texts, relating to cultural change, local wisdom, oral traditions, symbols, knowledge, crafts, religion and cultural diversity. These studies are important for understanding and maintaining the identity and cultural heritage of a society.
Articles 41 Documents
PENGARUH BUDAYA TERHADAP PERILAKU KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PRAKTIK BEBUBUS PADA MASYARAKAT LOMBOK Elna Rohimaturroi; M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v3i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya terhadap perilaku kesehatan masyarakat dalam praktik bebubus di Desa Surabaya, Lombok. Latar belakang penelitian didasarkan pada kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari masyarakat pengguna, praktisi bebubus, serta tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bebubus tidak hanya berfungsi sebagai metode pengobatan, tetapi juga sebagai sistem pengetahuan yang diwariskan dan dipertahankan melalui nilai budaya, pengalaman kolektif, serta peran keluarga dan komunitas. Masyarakat cenderung menjadikan bebubus sebagai langkah awal dalam merespons gangguan kesehatan. Praktik ini juga bertahan dalam komunitas diaspora sebagai bagian dari identitas budaya. Temuan ini menegaskan bahwa perilaku kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga diperlukan pendekatan pelayanan kesehatan yang sensitif terhadap konteks lokal
Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Tasya Alinda
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i1.119

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu aspek penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terutama dalam mendorong keterlibatan aktif peserta didik selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran teknologi digital dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SDIT Darul Hikmah Pekanbaru. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga guru yang mewakili kelas II, IV, dan VI, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital dimanfaatkan melalui penggunaan proyektor, laptop, video pembelajaran, presentasi digital, dan aplikasi pendukung pembelajaran. Pemanfaatan teknologi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi belajar siswa yang ditunjukkan melalui meningkatnya perhatian terhadap materi, keaktifan dalam bertanya, keberanian mengemukakan pendapat, serta keterlibatan dalam diskusi kelas. Selain itu, dukungan fasilitas sekolah dan pelatihan bagi guru turut mendukung integrasi teknologi dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi digital berperan sebagai instrumen pedagogis yang mendukung pembelajaran IPS yang lebih interaktif, partisipatif, dan sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka.The integration of digital technology has become an essential component of the Merdeka Curriculum implementation, particularly in fostering students’ active engagement during the learning process. This study aims to analyze the role of digital technology in enhancing student participation in Social Studies learning at the elementary school level. A descriptive qualitative approach was employed, with the research conducted at SDIT Darul Hikmah Pekanbaru. Data were collected through semi-structured interviews with three classroom teachers representing grades II, IV, and VI and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that digital technology is utilized through projectors, laptops, instructional videos, digital presentations, and learning-support applications. The use of these technologies contributes to increased student participation, as reflected in greater attention to learning materials, higher levels of questioning, increased confidence in expressing opinions, and more active involvement in classroom discussions. In addition, school facilities and teacher training support the effective integration of technology into learning activities. These findings indicate that digital technology serves as a pedagogical instrument that promotes more interactive and participatory Social Studies learning in line with the principles of the Merdeka Curriculum
Adaptasi Masyarakat Grobogan Menghadapi Kekeringan dalam Kebijakan Swasembada Pangan 1988-1998 Wiji Astuti
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i1.283

Abstract

Kabupaten Grobogan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap kekeringan di Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (2023), Grobogan menempati posisi tertinggi di Jawa Tengah dengan 87 desa terdampak kekeringan, menggambarkan kondisi yang telah berlangsung lama sejak periode pelaksanaan kebijakan swasembada pangan (1988–1998). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi sosial, ekonomi, dan teknologi masyarakat Grobogan dalam menghadapi kekeringan serta menilai pengaruh kebijakan swasembada pangan terhadap strategi bertahan hidup dan pola produksi pertanian masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan analisis dokumen, serta pengolahan data sekunder dari BNPB dan sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Grobogan mengembangkan adaptasi sosial berbasis gotong royong, diversifikasi ekonomi rumah tangga, dan inovasi teknologi sederhana seperti pembuatan sumur dangkal, embung kecil, serta penggunaan pompa air. Kebijakan swasembada pangan berpengaruh signifikan terhadap pola tanam bergilir antara padi dan palawija serta peningkatan penggunaan input modern, meskipun efektivitasnya terbatas oleh kondisi alam yang kering. Kesimpulannya, kemampuan masyarakat Grobogan untuk beradaptasi secara mandiri menjadi faktor utama ketahanan pangan lokal di tengah keterbatasan kebijakan nasional dan perubahan lingkungan. Grobogan Regency is known as one of the areas in Java Island that is highly vulnerable to drought. According to data from the National Disaster Management Agency (BNPB, 2023), Grobogan ranks highest in Central Java, with 87 villages affected by drought reflecting a condition that has persisted since the implementation of the national food self-sufficiency policy (1988–1998). This study aims to analyze the forms of social, economic, and technological adaptation of the Grobogan community in facing drought, as well as to assess the influence of the government’s food self-sufficiency policy on their survival strategies and agricultural production patterns. The research uses a descriptive qualitative method with a historical approach and document analysis, utilizing secondary data from BNPB and related literature sources. The results indicate that the Grobogan community developed social adaptations based on mutual cooperation, household economic diversification, and simple technological innovations such as shallow wells, small reservoirs (embung), and the use of water pumps. The food self-sufficiency policy significantly influenced crop rotation patterns between rice and secondary crops and increased the use of modern agricultural inputs, although its effectiveness was limited by the region’s arid conditions. In conclusion, the community’s capacity for self-reliant adaptation became the key factor in maintaining local food resilience amid national policy constraints and environmental challenges.
Sejarah Pemikiran Gus Dur sebagai Sumber Perumusan Nilai Gerakan PMII Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang Alaik Dzulni'a Mussya'ban Zidnal Fais; Fanny Ayu Az Zahra; Naqiya Karimah Amanina; Mawarda Alistina Fia Ningtyas; M. Rikza Chamami
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i1.341

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam gerakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid UIN Walisongo Semarang. Kajian ini berangkat dari pentingnya memahami bagaimana gagasan pluralisme, humanisme, dan keadilan sosial diterjemahkan ke dalam praktik kaderisasi organisasi mahasiswa Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses internalisasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai humanisme universal, pluralisme, keadilan sosial, kebebasan berpikir, dan keberanian moral telah menjadi bagian integral dari budaya organisasi dan proses kaderisasi PMII Rayon Abdurrahman Wahid. Internalisasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dialog lintas identitas, advokasi kelompok rentan, serta tradisi diskusi kritis yang mendorong tumbuhnya kesadaran sosial kader. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Gus Dur tidak berhenti sebagai simbol organisasi, melainkan berfungsi sebagai landasan nilai yang membentuk orientasi gerakan dan identitas kader dalam kehidupan sosial yang majemuk. This study examines the internalization of K.H. Abdurrahman Wahid’s (Gus Dur) values within the Indonesian Islamic Student Movement (PMII) of the Abdurrahman Wahid Rayon at UIN Walisongo Semarang. The research is grounded in the need to understand how the principles of pluralism, humanism, and social justice are translated into the organizational culture and cadre development of an Islamic student movement. Employing a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to generate a comprehensive understanding of the value internalization process. The findings reveal that universal humanism, pluralism, social justice, freedom of thought, and moral courage have become integral components of both organizational practices and cadre formation. These values are reflected in community engagement programs, interfaith interactions, advocacy for marginalized groups, and critical intellectual discussions. The study concludes that Gus Dur’s intellectual legacy functions not merely as a symbolic organizational identity but as a living ethical framework that shapes the worldview, social commitment, and movement orientation of PMII cadres within a diverse society
Jejak Islamisasi Sunan Katong di Kaliwungu Kendal: Studi Historis atas Dakwah dan Tradisi Ziarah Masyarakat Ramdhani Eka Prastyana; Zahrotus Tsaniyah; Suci Analisa; Novita Elfa Riyani; M Rikza Chamami
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i1.342

Abstract

Proses Islamisasi di Jawa tidak hanya berlangsung melalui penyebaran ajaran agama, tetapi juga melalui interaksi yang intensif antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Salah satu tokoh yang berperan dalam proses tersebut di Kaliwungu Kendal adalah Sunan Katong, yang jejak dakwahnya masih dapat ditemukan melalui tradisi ziarah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sunan Katong dalam Islamisasi Kaliwungu, strategi dakwah yang digunakan, serta representasi jejak Islamisasi tersebut dalam tradisi ziarah yang masih berlangsung hingga saat ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunan Katong menerapkan dakwah yang bersifat adaptif terhadap budaya lokal sehingga Islam dapat diterima secara luas oleh masyarakat. Tradisi ziarah makam Sunan Katong tidak hanya berfungsi sebagai praktik religius, tetapi juga sebagai media pelestarian memori kolektif, penguatan identitas sosial-keagamaan, serta pewarisan nilai sejarah dan budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi ziarah menjadi salah satu bentuk keberlanjutan jejak Islamisasi dalam kehidupan masyarakat Kaliwungu hingga masa kini. The Islamization process in Java developed not only through the dissemination of Islamic teachings but also through intensive interactions between Islamic values and local cultural traditions. One of the figures who played a significant role in this process in Kaliwungu, Kendal, was Sunan Katong, whose missionary legacy continues to be reflected in local pilgrimage traditions. This study aims to analyze Sunan Katong’s role in the Islamization of Kaliwungu, the preaching strategies he employed, and the representation of his Islamization legacy through pilgrimage practices that persist today. The study employed a qualitative approach with a historical method. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and literature review, and were analyzed using heuristic, source criticism, interpretation, and historiographical procedures. The findings reveal that Sunan Katong adopted culturally adaptive preaching strategies that enabled Islam to be widely accepted by local communities. The pilgrimage tradition to Sunan Katong’s tomb functions not only as a religious practice but also as a medium for preserving collective memory, strengthening socio-religious identity, and transmitting historical and cultural values. This study confirms that pilgrimage traditions represent a continuing manifestation of the Islamization process within contemporary Kaliwungu society.
Implementasi Pendidikan Karakter untuk Membangun Perilaku Anti-Bullying di Lingkungan Sekolah Lisa Retno Sari; Karsiwan; Dian Permata Sari; Rima Yuni Saputri
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i1.351

Abstract

Perundungan masih menjadi salah satu permasalahan yang menghambat terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi perkembangan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi pendidikan karakter dalam membangun perilaku anti-bullying siswa di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 27 siswa kelas VIII sebagai subjek penelitian. Intervensi dilakukan melalui program pendidikan karakter yang berfokus pada penguatan nilai empati, integritas, dan tanggung jawab sosial. Data dikumpulkan menggunakan skala perilaku anti-bullying dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan perilaku anti-bullying setelah intervensi, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 62,4 menjadi 84,8 serta perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Peningkatan paling menonjol ditemukan pada aspek tanggung jawab sosial yang mencerminkan tumbuhnya keberanian siswa untuk menolak dan mencegah perundungan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat menjadi strategi preventif yang efektif dalam membangun budaya sekolah yang lebih aman, inklusif, dan berorientasi pada penghormatan terhadap sesama. Bullying remains a persistent challenge in educational settings, undermining students’ well-being and the creation of a safe learning environment. This study examines the effectiveness of character education implementation in fostering anti-bullying behavior among students. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was employed involving 27 eighth-grade students as research participants. The intervention consisted of a structured character education program emphasizing empathy, integrity, and social responsibility. Data were collected through an anti-bullying behavior scale and analyzed using a paired sample t-test. The findings revealed a substantial improvement in students’ anti-bullying behavior following the intervention, as indicated by an increase in the mean score from 62.4 to 84.8 and a statistically significant difference between the pretest and posttest results. The most notable improvement was observed in the dimension of social responsibility, reflecting students’ increased willingness to intervene and oppose bullying practices. These findings suggest that character education serves as an effective preventive approach for promoting positive social behavior and strengthening a more inclusive, respectful, and supportive school culture.
Konflik Pencemaran Lingkungan Tambak Udang PT Sinta Aqua Culture di Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Hamdi Asrori
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika konflik yang terjadi antara warga Desa Menceh dan PT Sinta Aqua Culture di Kabupaten Lombok Timur serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertentangan berkembang melalui tiga fase, yaitu pra-konflik, pertentangan, dan konflik terbuka. Pemicu utama berasal dari persepsi warga terhadap penurunan kualitas ekosistem yang memengaruhi sumber daya alam dan keberlanjutan mata pencaharian. Situasi tersebut mendorong lahirnya resistensi kolektif sebagai upaya mempertahankan hak-hak ekologis. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa perselisihan yang terjadi tidak hanya menimbulkan konsekuensi sosial, ekonomi, dan politik, tetapi juga meningkatkan kesadaran ekologis serta memperkuat solidaritas komunitas. Studi ini menegaskan bahwa persoalan ekologis di kawasan pesisir berkaitan erat dengan keadilan, partisipasi publik, dan tata kelola pembangunan yang berkelanjutan. This study examines the conflict dynamics between the residents of Menceh Village and PT Sinta Aqua Culture in East Lombok Regency and explores its consequences for affected stakeholders. A qualitative approach with a descriptive case study design was employed. Data were gathered through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the dispute evolved through three phases: pre-conflict, confrontation, and open conflict. The primary trigger was the community’s perception of ecological degradation affecting natural resources and local livelihoods. These conditions stimulated collective resistance aimed at defending ecological rights and communal interests. The study further reveals that the dispute generated social, economic, and political consequences while simultaneously fostering ecological awareness and strengthening community solidarity. The findings suggest that coastal ecological issues extend beyond biophysical concerns and are closely associated with justice, public participation, and sustainable development governance.
Konsep Kepribadian dan Pengaruhnya terhadap Perilaku Interaksi Sosial Siswa pada Era Digital Elsi Dayatri; Pilma Pilma; Marsya Nurmalati; M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.423

Abstract

Perkembangan era digital membawa perubahan terhadap kepribadian dan pola interaksi sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepribadian dan pengaruhnya terhadap perilaku interaksi sosial siswa pada era digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur (literature review) melalui pengumpulan data dari artikel ilmiah, jurnal nasional, dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memahami hubungan antara perkembangan teknologi digital, kepribadian, dan interaksi sosial peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital memberikan dampak positif berupa kemudahan komunikasi, perluasan relasi sosial, peningkatan kreativitas, dan mendukung pembelajaran kolaboratif. Namun, era digital juga menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya komunikasi tatap muka, munculnya perilaku individualistis, rendahnya empati sosial, cyberbullying, serta ketergantungan media sosial terhadap pembentukan identitas diri siswa. The development of the digital era brings changes to the personality and social interaction patterns of students in everyday life. This study aims to analyze the concept of personality and its influence on students' social interaction behavior in the digital era. The study used a qualitative method with a literature review approach through data collection from scientific articles, national journals, and books relevant to the research topic. Data analysis techniques were carried out using content analysis to understand the relationship between the development of digital technology, personality, and students' social interactions. The results of the study indicate that the digital era has a positive impact in the form of ease of communication, expansion of social relations, increased creativity, and support for collaborative learning. However, the digital era also has negative impacts such as decreased face-to-face communication, the emergence of individualistic behavior, low social empathy, cyberbullying, and dependence on social media in the formation of students' self-identity.
Pembentukan Kepribadian Positif pada Remaja dalam Menghadapi Tantangan Sosial di Era Digital: Kajian Literatur Yaniarti Ferna Natasya; M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.424

Abstract

Perubahan sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai tantangan dalam proses pembentukan kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis berbagai temuan penelitian mengenai pembentukan kepribadian positif pada remaja dalam menghadapi tantangan sosial di era digital. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap 32 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan pembentukan kepribadian positif remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, sekolah, teman sebaya, dan media digital merupakan faktor utama yang memengaruhi pembentukan kepribadian positif. Keempat faktor tersebut membentuk ekosistem sosial yang berperan dalam mengembangkan karakter, identitas diri, kemampuan adaptasi, dan keterampilan sosial remaja. Penelitian ini memberikan sintesis konseptual mengenai keterkaitan faktor-faktor sosial yang memengaruhi pembentukan kepribadian positif remaja dalam konteks kehidupan digital kontemporer. Social changes driven by digital technological advancements have created various challenges in the process of adolescent personality formation. This study aims to analyze and synthesize previous research findings concerning the formation of positive personality among adolescents in facing social challenges in the digital era. The study employed a literature review method with a descriptive qualitative approach by examining 32 scientific articles published between 2020 and 2025. Data were analyzed using content analysis to identify major themes related to positive personality formation among adolescents. The findings reveal that family, school, peers, and digital media are the primary factors influencing the development of positive personality. These factors collectively form a social ecosystem that contributes to the development of character, self-identity, adaptability, and social competence among adolescents. This study provides a conceptual synthesis of the interrelationships among social factors shaping positive personality formation within the context of contemporary digital life.
Modal Sosial Masyarakat dalam Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban di Dukuh Kalisalak Kelurahan Jatisawit M Zainul Hafizi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2026): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v4i2.427

Abstract

Praktik kurban pada masyarakat Muslim pedesaan tidak hanya merupakan bentuk pelaksanaan ibadah keagamaan, tetapi juga menjadi aktivitas sosial yang berpotensi memperkuat modal sosial masyarakat. Meskipun demikian, penelitian yang secara khusus mengkaji modal sosial dalam pelaksanaan kurban masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk modal sosial yang muncul dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Dukuh Kalisalak, Kelurahan Jatisawit. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas panitia kurban, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga yang terlibat dalam kegiatan kurban. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban memperkuat modal sosial melalui tingginya partisipasi masyarakat, praktik gotong royong, kepercayaan sosial, dan solidaritas komunitas. Temuan tersebut tercermin dalam pengelolaan bersama tujuh ekor sapi dan delapan belas ekor kambing serta distribusi daging kurban kepada sekitar 400 kepala keluarga pada lima RT di dua RW. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik keagamaan kolektif berperan penting dalam memelihara kohesi sosial dan mereproduksi modal sosial dalam masyarakat pedesaan.Qurban practices in rural Muslim communities are not only expressions of religious devotion but also social activities that have the potential to strengthen community social capital. Nevertheless, studies specifically examining social capital within qurban implementation remain limited. This study aimed to describe the forms of social capital manifested in the implementation of qurban slaughter activities in Kalisalak Hamlet, Jatisawit Village. A qualitative descriptive approach was employed using participant observation, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. Research participants consisted of qurban committee members, religious leaders, community leaders, and local residents involved in qurban activities. Data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that qurban implementation strengthens social capital through active community participation, mutual cooperation, social trust, and community solidarity. These dimensions were reflected in the collective management of seven cattle and eighteen goats as well as the distribution of qurban meat to approximately 400 households across five neighborhood units within two community areas. The study highlights the important role of collective religious practices in maintaining social cohesion and reproducing social capital in rural communities.