cover
Contact Name
Rahimatul Uthia
Contact Email
jpmpkr@pkr.ac.id
Phone
+6282318000848
Journal Mail Official
jpmpkr@pkr.ac.id
Editorial Address
Jl. Melur No.103, Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 29628040     EISSN : 29628040     DOI : https://doi.org/10.36929/pitimas
Core Subject : Health,
The scope of PITIMAS is wide range of community dedication topics in the following fields: health, pharmacy, nursing, health promotion, homecare, midwifery, and nutrition
Articles 80 Documents
The Optimization Application of Clean and Healthy Living Behavior at TK Negeri Pembina West Rengat Nina Selvia Artha; Yulianto Yulianto
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 1 (2023): Vol 2 No 1 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i1.543

Abstract

Health is an important part for everyone to be able carry out activities. The concept of healthy living which is reflected in healthy behavior needs to be introduced as early as possible to the next generation and then internalized and practiced. Students are no longer solely as objects of health development but as subjects and thus it is hoped that they can play a conscious and responsible role in health development. The purpose of this community service is to optimize clean and healthy living behavior at TKN Pembina Rengat Barat. The target of this community service is 26 students of the State Kindergarten of Pembina Barat Rengat Barat. This activity was carried out 5 times while the implementation of each activity was the first meeting of the pretest followed by the PHBS snake and ladder game, the second meeting of washing hands properly using soap and running water, the third meeting of education about healthy food, the fourth meeting of education and the practice of disposing of waste. which is correct and the last is a post-test to see how far the participants' knowledge about PHBS has increased. The result of this community service activity is that there is an increase in the knowledge and skills of participants, this can be judged by the results of the pre-test knowledge level of the majority of the category less than 19 people (73.1%). Meanwhile, the post-test results showed that the majority of knowledge was good, is 14 people (53.8%). Suggestions for the school to always emphasize students to always get used to and carry out clean and healthy PHBS behavior with the aim of making it a habit.
Pemberdayaan Kader Melalui Kegiatan Pelatihan Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Identifikasi Masalah Kesehatan Jiwa Alice Rosy; Elmukhsinur Elmukhsinur
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 3 (2022): Vol 1 No 3 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i3.599

Abstract

Kesehatan jiwa adalah kondisi sejahtera yang dihubungkan dengan rasa bahagia, kepuasan hati, memiliki prestasi/pencapaian, optimis, dan memiliki harapan yang jelas. Sekitar 30% dari seluruh pasien yang dilayani di pelayanan kesehatan primer (puskesmas) adalah pasien yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Pasien dengan gangguan jiwa di Puskesmas Pekanheran menempati urutan pertama terbanyak ODGJ di Kabupaten Indragiri hulu. Selain itu masih banyak masyarakat dengan keluarga gangguan jiwa yang tidak mau memeriksakan atau berobat secara rutin setiap bulannya untuk itu perlu dibentuk kader kesehatan jiwa. Kader kesehatan jiwa yang yang terbentuk sebanyak 18 orang di wilayah kerja puskesmas pekanheran. Kategori rata-rata usia kader kesehatan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Pekanheran adalah 36 tahun dengan jenis kelamin laki-laki hanya 5,6% dan didominasi oleh perempuan sebesar 94,5%. Latar belakang pendidikan kader terbanyak adalah pendidikan menengah yaitu 72,2%. Rata-rata pengetahuan kader pre test 65,18 dan post test 75,56, artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara nilai pre test dan post test pengetahuan kader kesehatan jiwa tentang masalah gangguan jiwa, dan semua kader dapat menamukan adanya 2 kasus baru ODGJ berdasarkan deteksi dengan menggunbakan buku kerja.
PEMBERDAYAAN KADER PTM DALAM PENGOLAHAN MAKANAN BERBASIS PANGAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS DI KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR yessi alza; Lidya Novita
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 3 (2022): Vol 1 No 3 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i3.602

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang angka prevalensinya masih tergolong tinggi, dimana kabupaten Kampar memiliki kasus diabetes terbanyak kedua setelah Kota Pekanbaru. Data dari dinas kesehatan kabupaten Kampar prevalensi penyakit DM khususnya di wilayah kerja puskesmas Tambang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kandungan kalori dari makanan yang dikonsumsi menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes melitus. Hasil pertanian masyarakat di wilayah Tambang seperti jamur, buah-buahan dan sayur-sayuran adalah potensi bahan pangan yang dapat digunakan masyarakat di dalam penganekaragaman menu terutama untuk penderita diabetes melitus. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader PTM dalam peningkatan keterampilan mengolah makanan yang tepat untuk penderita diabetes melitus yang berbasis pangan lokal. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan keterampilan kader PTM dalam pengolahan pembuatan bakso jamur dan beberapa jus buah dan sayur. Selain itu. terjadinya peningkatan pengetahuan kader PTM dalam menghitung kandungan kalori dari menu bakso jamur dan jus buah sayur. Pemberdayaan kader PTM dalam pengolahan makanan dan menghitung kandungan zat gizi masakan diharapkan mampu membantu masyarakat di dalam pencegahan penyakit diabetes melitus yang ada diwilayah kerja poswindu kecamatan Tambang.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI DAN DEMONSTRASI MENU PMT- B2SA (BERAGAM, BERGIZI SEIMBANG DAN AMAN) BERBASIS PANGAN LOKAL MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO EDUKASI PADA IBU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI Irma Susan Paramita; Hesti Atasasih; Dewi Rahayu
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 1 (2023): Vol 2 No 1 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i1.628

Abstract

Salah satu masalah gizi di Indonesia yang masih menjadi perhatian utama saat ini adalah balita pendek (stunting). Prevalensi stunting sudah menurun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018 tetapi nilai ini masih di bawah target RPJMN 2019 yaitu 28% sehingga masalah balita pendek (stunting) masih menjadi PR Bersama (Balitbankes, 2018). Salah satu penyebab stunting pada balita adalah tidak cukup mendapat makanan bergizi seimbang yang disebabkan rendahnya pengetahuan keluarga tentang gizi dan cara pengolahannya. Salah satu intervensi spesifik yang harus dilakukan untuk mencegah stunting adalah tercukupinya konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) untuk balita. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru Provinsi Riau dan di laboratorium Penyelenggaraan Makanan Poltekkes Kemenkes Riau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada bulan Maret – September 2022. Ibu balita yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 17 orang dan ibu kader sebanyak 13 orang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu, Focus Grub Discussion (FGD), dan praktik membuat menu MPASI.
Sosialisasi dan Peltihan Cara Pengolahan Pangan yang Baik untuk Rumah Tangga di RTRW 03/24 Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani Mulyani, Sri; Yolahumaroh, Yolahumaroh
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.634

Abstract

Makanan yang baik dan sehat haruslah memenuhi syarat kesehatan yang merupakan salah satu upaya untuk mencapai tingkat kesehatan masyarakat yang optimal, sehingga perlu mendapatkan perhatian dari segi nilai gizi, segi kemurnian, maupun dari segi kebersihan. Sebab meskipun nilai gizi dan kemurnian baik namun kebersihan lingkungan tidak diawasi dan dipelihara, maka makanan tersebut dapat menimbulkan penyakit akibat dari kontaminasi. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dikatakan pula bahwa keamanan pangan penting untuk diperhatikan dalam pengelolaan atau pengolahan makanan. Pengolahan makanan yang baik yakni dengan mencegah terjadinya kerusakankerusakan makanan sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikuti kaidah atau prinsip-prinsip sanitasi dan higiene yang baik atau disebut GMP (Good Manufacturing Practice). Tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan cara pengolahan pangan yang baik untuk rumah tangga. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dari bulan Februari 2022 s/d Juli 2022 bertempat di RT/RW 03/24 Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tuah Madani dengan metode sosialisasi dan pendampingan praktik pada responden. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terhadap cara pengolahan pangan yang baik untuk rumah tangga oleh ibu-ibu rumah tangga RT/RW 03/24 Kelurahan Sialang Munggu. Pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi kategori baik adalah 60%, meningkat menjadi 75% setelah diberikan sosialisasi dan pendampingan praktik. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan melakukan praktik cukup efektif.
GEMAR CETING ( GERAKAN MAHASISWA DAN REMAJA CEGAH STUNTING) DENGAN PERMAINAN SETATAK Julita, Sety; Bahri, Aisyah Amanda; Hardita, Lisha Febrianty; Rifani, Putri Ardila; Sari, Maya
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.651

Abstract

Stunting is a health problem that must be of particular concern to all sectors. Stunting is a condition of failure to thrive in toddlers due to chronic malnutrition that occurs since the baby is in the womb so that the child is shorter than his age and will appear after the child is 2 years old. Prevention of stunting must be done early, because it can affect the growth and development of children. Young women have a role in controlling stunting reduction in accordance with Presidential Decree No. 72 of 2021 Chapter 2 Article 3 implementation of accelerated reduction of stunting with the main target group being teenagers. The community service student creativity program (PKM-M) involves 25 grade 9 girls at SMPN 1 Rengat Barat as targets and are expected to become agents of change in stunting control. . From this activity it was found that the level of knowledge of young women increased as seen from the results of the post test scores which were higher than the pre test. This activity ran smoothly according to the goals
EMPOWERMENT OF FAMILIES WITH PREGNANT WOMEN IN STUNTING PREVENTION IN TALANG JERINJING VILLAGE, RENGAT BARAT DISTRICT INDRAGIRI HULU DISTRICT WITA, DESWITA DES; Kusumarini, Novita; Julita, Sety
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.658

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake for quite a long time, resulting in impaired growth in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. Stunting prevention should be carried out from the time of pregnancy, so that the growth of the fetus in the womb can develop properly. The condition of a short child's body is often said to be a hereditary (genetic) factor from both parents, so that many people just accept it without doing anything to prevent it. In fact, as we know, genetics is a determinant of health that has the least influence when compared to behavioral, environmental (social, economic, cultural, political) and health care factors. In other words, stunting is a problem that can actually be prevented. The purpose of implementing this community service is to increase the independence of families with pregnant women in preventing stunting. This community service is carried out in Talang Jerinjing Village, the working area of the Pekan Heran Health Center from January to September 2022. The target of this community service is families with pregnant women in Talang Jerinjing Village The result of the activity: increasing the independence of families with pregnant women in efforts to prevent stunting from an early age. Keywords: Empowerment, family, pregnant women, prevention, stunting
Diabetic Foot Treatment and Foot Sensitivity Recording for Diabetes Mellitus Patients in Talang Jerinjing Village Nina Selvia Artha; Yulianto Yulianto; Nur Aulia
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.659

Abstract

Perawatan Kaki Diabetes dan Pemeriksaan Sensifitas Kaki pada Penderita Diabetes Melitus di Desa Talang JerinjingDiabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan yang paling cepat berkembang di abad ke-21, dengan jumlah orang dewasa yang menderita diabetes meningkat lebih dari tiga kali lipat selama 20 tahun terakhir. Berdasarkan estimasi IDF (International Diabetes Federation) terdapat 463 juta orang dewasa hidup dengan diabetes. Tanpa tindakan yang cukup untuk mengatasi pandemik ini, maka diperkirakan akan meningkat menjadi 578 juta orang pada tahun 2030 dan melonjak hingga 700 juta pada tahun 2045. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah Membantu klien diabetes mencegah gejala-gejala kerusakan saraf (Neuropathy) dengan cara perawatan kaki diabetes yang dapat memperlancar peredaran darah di kaki, memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot kaki. Menjelaskan pentingnya pemeriksaan sensifitas kaki dengan monofilament test pada penderita Diabetes Melitus agar menurunkan resiko neuropati perifer sensori. Pengabdian masyarakat ini akan dilakukan dari bulan Januari sampai dengan September 2022. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah penderita DM sebanyak 10 orang. Hasil pemeriksaan monofilament tes didapatkan 2 orang mengalami penurunan sensitifitas kaki yakni tidak merasakan tiga titik dan satu titik dari sepuluh titik pemeriksaan, disetrai dengan keluhan sering kesemutan. Kegiatan selanjutnya edukasi dan perawatan kaki diabetes, edukasi dan pelaksanaan senam kaki diabetes serta evalusi kegiatan.
Pemberdayaan orang tua PEMBERDAYAAN ORANG TUA TENTANG PENTINGNYA SARAPAN PAGI MENGGUNAKAN METODE PERMAINAN KARTU PADA SISWA KELAS V SDN 028 RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU WITA, DESWITA DES
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 1 (2023): Vol 2 No 1 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i1.663

Abstract

Sarapan pagi merupakan faktor penunjang dalam keberhasilan melakukan kegiatan dalam keseharian, tidak hanya kegiatan yang membutuhkan latihan fisik namun terlebih lagi untuk kegiatan yang memerlukan energi otak (Aryastmai, 2017). Anak-anak usia sekolah sangat membutuhkan sarapan sehat sebagai asupan gizi untuk proses pembelajaran. Pentingnya sarapan memang sudah dipahami berbagai kalangan, akan tetapi karena berbagai alasan, kegiatan sarapan sering diabaikan (Kementerian Kesehatan, 2020). Berdasarkan survey awal yang dilakukan di SDN 028 dari 20 orang siswa, yang melaksanakan sarapan pagi hanya 7 orang dan hasil wawancara dengan siswa yang tidak melaksanakan sarapan pagi, didapatkan berbagai alasan yang diantaranya adalah tidak biasa sarapan dan tidak suka sarapan. Padahal sarapan pagi sebenarnya sangat dibutuhkan oleh siswa untuk proses menerima pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan orang tua akan pentingnya sarapan pagi bagi siswa kelas V SDN 028 Rengat Barat kabupaten Indragiri Hulu Riau. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan edukasi dalam bentuk permainan kartu pada siswa. Hasil yang diharapkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman orang tua dan siswa akan pentingnya sarapan pagi. Kata kunci: pemberdayaan, orang tua, sarapan pagi
pembiasaan PEMBIASAAN MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK MELALUI METODE PERMAINAN BERSAMA TIMMY DAN TOMMY DI SDN 030 RAWA BANGUN RENGAT INDRAGIRI HULU Yulianto, Yulianto; Deswita, Deswita; Sukma, Dewi Melati; Bahri, Aisyah Amanda; Hardita, Lisha Febrianty; Rifani, Putri Ardila
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.665

Abstract

Dental and oral health is often the umpteenth priority for some people. In fact, as we know, teeth and mouth are the gateways for germs and bacteria to enter so that they can interfere with the health of other organs of the body. (Infodatin, 2017). The problem of cavities is still a lot of complaints by children and cannot be allowed to get worse because it will affect the quality of life where they will feel pain, discomfort, disability, acute and chronic infections, eating and sleeping disorders and have a high risk of being hospitalized. causing high medical costs and reduced time spent studying at school (Elina and Sumiarti, 2016) School-age children are a strategic target for implementing health programs, because apart from their large number, they are also an easy target to reach because they are well organized. The target of this activity is prioritized for elementary schools. This activity was carried out to increase students' knowledge about the importance of maintaining oral and dental hygiene in particular and body health in general. In addition, it aims to get used to maintaining dental and oral hygiene from an early age. (Indonesian Health Profile, 2015). The purpose of this activity is to increase children's knowledge and attitudes in maintaining oral hygiene using the Timmy and Tommy game method at SDN 030 Rawa Bangun Rengat Indragiri Hulu Keywords: habituation, maintaining cleanliness, teeth and mouth, game method