cover
Contact Name
Rahimatul Uthia
Contact Email
jpmpkr@pkr.ac.id
Phone
+6282318000848
Journal Mail Official
jpmpkr@pkr.ac.id
Editorial Address
Jl. Melur No.103, Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 29628040     EISSN : 29628040     DOI : https://doi.org/10.36929/pitimas
Core Subject : Health,
The scope of PITIMAS is wide range of community dedication topics in the following fields: health, pharmacy, nursing, health promotion, homecare, midwifery, and nutrition
Articles 80 Documents
PELATIHAN KADER POSYANDU DALAM PEMBUATAN NUGGET DAGING IKAN PATIN DENGAN PENAMBAHAN TEMPE UNTUK PMT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMAPULUH KOTA PEKANBARU Atasasih, Hesti; Paramita, Irma Susan
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 1 (2023): Vol 2 No 1 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i1.669

Abstract

Balita merupakan salah satu golongan rawan, masa balita merupakan masa kritis dalam pertumbuhan seseorang. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini, walaupun prevalensi stunting sudah menurun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018 namun masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena masih diatas 30% dan masih di bawah target RPJMN 2019 yaitu 28%. Edukasi kepada kader dengan cara penyuluhan, demonstrasi dan praktek sangat baik dan diperlukan karena kader memiliki peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan posyandu dengan meningkatnya pengetahuan gizi kader akan berpengaruh pada PMT yang disediakan. Ikan Patin merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia, produksi ikan patin di Riau juga tinggi dibandingkan dengan jenis ikan yang lain, selain ikan patin Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dalam bentuk tempe. Protein yang terdapat dalam tempe tergolong mudah dicerna. Nugget adalah salah satu jenis makanan yang bisa dijadikan makanan PMT balita. Hasil dari kegiatan pengabmas adalah telah terlaksana penyuluhan kader yang berisi materi balita, stunting dan PMT, selain dari itu kader posyandu juga telah mampu membuat nugget daging ikan patin dengan penambahan tempe dan telah dijadikan menu PMT di posyandu.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) PEMANFAATAN MEDIA POWTOON UNTUK DETEKSI DINI KEHAMILAN RISIKO TINGGI PADA IBU HAMIL Suparni, Suparni; Aisyah, Risqi Dewi; Rachmani, Ferlinda Ainur
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.734

Abstract

Health promotion is an effort that aims to provide health messages to community groups so that people can implement healthy living behaviors. With health promotion, it is hoped that the public can have information related to health and efforts to prevent health problems itself because the provision of health promotion can be done by providing counseling about health to the community so as to increase public knowledge and attitudes in efforts to prevent health problems. In this digital era, the counseling media as a appliance to assist instructors giving education are variated, which one uses the Powtoon as an counseling media. The goal of PKM utilization of powtoon media for early detection of high risk pregnancy in pregnant women is to increase the knowledge of pregnant women about high risk pregnancy, how to handling the high risk during pregnancy, and determine high risk score with KSPR (Poedji Rochjati Scoring Card) score. The method used in this PKM activity is the teaching and learning process with Powtoon media. The results of this PKM for the knowledge of pregnant women guardians is an increase in the average pre-test score of 47,3 and the average post-test score is 89,6. The conclusion from this PKM is that this activity is able to increase the knowledge of pregnant women and stimulate the participation and involvement of pregnant women to participate in pregnancy class by health service facilities. Keywords: Powtoon Media, Early Detection Of High Risk Pregnancy, Health Promotion
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU TENTANG ASI EKSLUSIF DAN PRAKTIK MENYUSUI SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA DI DESA RANAH SINGKUANG Paramita, Irma Susan; Atasasih, Hesti; Hindratni, Findy
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.767

Abstract

Situasi gizi balita di dunia saat ini sebanyak 155 juta balita pendek (stunting), 52 juta balita kurus (wasting) dan 41 juta balita gemuk (overweight). Di Indonesia, berdasaran hasil Riskesdas 2018, 17,7% balita mengalami gizi buruk dan gizi kurang, 30,8% balita sangat pendek dan pendek, 10,2% balit sangat kurus dan kurus, 8% balita gemuk dan 30,8% balita stunting. Pemberian ASI pada bayi erat hubungannya dengan kondisigizi kurang dan gizi ebih (gemuk) pada anak. ASI merupakan sumber energi dan nutrisi terpenting pada anak unia 6-23 bulan. ASI memenuhi lebih dari setengah kebutuhan energi pada anak usia 6-12 bulan dan sepertiga dari kebutuhan energi pada anak usia 12-24 bulan. Persentase pemberian ASI sampai usia 6 bulan di dunia masih sangat rendah yaitu 41% sementara target yang ingin dicapai pada tahun 2030 aalah 70% (WHO,2018). Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 proporsi pola pemberian ASI pada umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% ASI eksklusif, 9,3% ASI parsial dan 3,3% ASI predominan. Hal ini masih jauh dari target capaian ASI eksklusif secara global yaitu 80%. Presentase pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-5 bulan di Provinsi Riau pada tahun 2018 sebesar 37%. Dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar termasuk salah satu yang terendah yatu 28,12%. Pada tahun 2018 jumlah bayi dengan ASI eksklusf hanya 20,7% di kecamatan Kampar (Profil Dinkes Kampar, 2018). Rendahnya cakupan ASI Ekslusif di seluruh Indonesia tidak terlepas dari kesadaran masyarakat umum khususnya ibu-ibu hamil untuk memberikan ASI setelah melahirkan. Banyak alasan yang dikemukakan oleh masyarakat tentang gagalnya pemberian ASI ekslusif. Untuk menumbuhkan kesadaran dan menerapkan ASI ekslusif sangat dipengaruhi oleh faktor yang paling mendasar yaitu tingkat pengetahuan tentang menyusui itu sendiri. Tingkat pengetahuan seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama lingkungan sosial budaya dan dorongan dari lingkungan terdekat agar memotivasi ibu hamil agar memberikan ASI setelah melahirkan. Sehubungan dengan hal tersebut rasa perlu memberikan pelatihan pada kader sebagai pendamping dalam gerakan meningkatkan ASI ekslusif di Kecamatan Kampar Desa Ranah Singkuang agar dapat meningkatkan kompetensi kader dalam mengedukasi dan mendampingi ibu hamil dan ibu balita dalam pemberian ASI ekslusif dan praktik menyusui. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang ASI ekslusif dan memberikan keterampilan praktik menyusui pada kader posyandu di Desa Ranah Singkuang Kabupaten Kampar. Hasil evaluasi pre-post test dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan dari pengetahuan kader Desa Ranah Singkuang sebesar 1,7 poin. Sebelum penyuluhan besar nilai maksimum yang dimiliki kader ialah 73 dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 86 (Kriteria baik). Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan kader ASI dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan kader ASI sehingga diharapkan dapat memotivasi kader untuk melaksanakan perannya dalam pemberian edukasi menyusui dan ASI Ekslusif pada ibu hamil dan menyusui di Desa Ranah Singkuang dalam upaya promosi kesehatan khususnya tentang ASI Ekslusif.
Pemberdayaan Keluarga Dalam Penerapan Terapi Aktifitas Kelompok ( TAK ) Stimulasi Persepsi Pada Pasien Dengan Halusinasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekan Heran Kabupaten Indragiri Hulu Rosy, Alice; Elmukhsinur, Elmukhsinur
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.771

Abstract

Sembilan puluh persen pasien skizofrenia mengalami halusinasi yang mengakibatkan ehilangan kontrol diri pada pasien yang mengalami halusinasi. Pasien akan panik dan halusinasi mengontrol perilakunya. Dalam kondisi seperti ini, pasien dapat melakukan hal-hal seperti bunuh diri (suicide), membunuh orang lain (homicide), bahkan merusak lingkungan. Untuk mengurangi efek yang ditimbulkan oleh halusinasi, diperlukan terapi yang tepat dan dukungan dari keluarga yaitu dengan Terapi Aktivitas Kelompok yaitu adalah salah satu terapi yang sering digunakan dalam pengobatan mengatasi halusinasi. Studi menunjukkan bahwa klien skizofrenia memiliki kemampuan yang signifikan untuk memutus halusinasi ketika mereka diberi stimulasi persepsi Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Ini membuat klien lebih terkendali saat menghadapi halusinasi mereka. Kegiatan ini dilakukan selama lima sesi, pada 20 pasien dan seluruhnya mampu mendemonstrasikan kembali cara mengatasi halusinasi serta mampu berbagi pengalaman sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien halusianasi
PEMBERDAYAAN KADER POSBINDU PTM DALAM UPAYA DETEKSI DINI STROKE DENGAN METODE FAST PADA PASIEN HIPERTENSI Elmukhsinur, Elmukhsinur; Rosy, Alice
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.775

Abstract

Stroke merupakan pembunuh nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker, namun merupakan penyebab kecacatan nomor satu. Hipertensi merupakan faktor risiko paling utama dan paling sering menyebabkan stroke. Dampak buruk dari stroke dapat di minimalisir jika tanda gejala serangan stroke dikenali lebih awal dan mendapatkan pertolongan sesegera mungkin. Cara mudah untuk mengetahui tanda gejala stroke adalah dengan metode FAST yaitu Fasial movement, Arm movement, Speech, Time. Kader Posbindu PTM merupakan salah satu komponen di masyarakat yang mempunyai peran sangat besar didalam upaya deteksi dini stroke, namun kader tidak ada yang mengetahui cara deteksi dini stroke dengan metode FAST. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu PTM tentang deteksi dini stroke dengan metode FAST. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara penyuluhan tentang hipertensi, stroke dan deteksi dini stroke dengan metode FAST dan praktik cara mendeteksi dini stroke dengan metode FAST. Hasil penelitian didapatkan peningkatan yang signifikan pengetahuan kader posbindu PTM tentang hipertensi, stroke dan deteksi dini stroke dengan metode FAST sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan, dengan P value masing-masing 0,000. Seluruh kader dapat mempraktikkan dengan baik dan benar tentang deteksi dini stroke dengan metode FAST setelah mensimulasikan dan mempraktikkan metode tersebut.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Pembuatan Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Dasar Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Ranah Singkuang Atasasih, Hesti; Paramita, Irma Susan; Forwaty, Erni
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.779

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas SDM, Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat menentukan kualitas hidup di masa depan. Penurunan stunting adalah agenda prioritas pembangunan kesehatan. Asupan yang baik dapat meningkatkan status gizi anak diantaranya dengan penambahan PMT. Tujuan dari pengabmas adalah peningkatan kapasitas kader dalam Pembuatan Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di desa ranah singkuang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi. Hasil evaluasi terjadi peningkatan sebesar 15 poin yaitu dari 65 menjadi 80. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan demonstrasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang PMT. PMT berbahan dasar pangan lokal telah diberikan pada dua posyandu balita di desa Ranah Singkuang. dan telah dimasukan kedalam siklus menu makanan tambahan balita yang akan diberikan kepada balita di posyandu. Pengabdian kepada Masyarakat telah memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat setempat, tercermin dari terlaksananya kegiatan dengan baik dan penerapan hasil kegiatan setelah dilakukan pengabmas.
Pendampingan Kader Menggunakan Cakram Gizi dan Interpretasi Status Gizi Balita 24-59 bulan Simanjuntak, Betty Yosephin; Rizal, Ahmad; Krisnasary, Arie
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.780

Abstract

Pemantauan berat badan balita akan berhasil dengan baik apabila ada partisipasi aktif masyarakat melalui kehadiran/kunjungan ibu menimbangkan anaknya di posyandu. Upaya meningkatkan cakupan partisipasi masyarakat (D/S) dapat dimulai keaktifan kader posyandu dan pendekatan yang dilakukan. Salah satu alternatif melalui kegiatan pemberdayaan kader dengan peningkatan pemahaman menggunakan media cakram. Kegiatan “Pendampingan Kader Menggunakan Cakram Gizi dan Interpretasi Status Gizi Balita 24-59 bulan” dilakukan di empat posyandu wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar yakni Posyandu Berkat, Tunas Muda, Cendana dan Sepakat, Kota Bengkulu. Tujuan kegiatan pengadian kepada masyarakat adalah mendampingi kader dalam penggunaan cakram dan menginterpretasikan status gizi balita 24-59 bulan dengan benar. Kegiatan dilaksanakan secara luring di 4 lokasi dan waktu yang berbeda. Sasaran pendampingan adalah sebanyak 14 orang kader aktif yang telah mendapatkan penjelasan mengenai cara penggunaan media cakram yang berisikan berat dan tinggi badan menurut usia balita. Hasil penimbangan dan pengukuran tinggi badan diinterprestasikan dengan benar oleh kader yang dibedakan atas warna merah, hijau dan kuning. Cakram dua sisi panjang badan dan tinggi badan balita usia 24-59 bulan merupakan media yang mudah dan sederhana digunakan untuk memantau pertumbuhan khususnya berat badan dan tinggi badan balita, sehingga deteksi dini status gizi balita dapat langsung dilakukan saat bersamaan dengan penimbangan di posyandu
Pemberdayaan Guru dalam Menilai Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Sosial Pada Anak Usia Pra Sekolah Melalui Pendampingan Terapi Bermain di TK Ibnu Sina Kids Pekanbaru SST, S.Kep., M. Kes, Magdalena Magdalena,
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.799

Abstract

Kebutuhan bermain tidak bisa dipisahkan dari dunia anak dan salah satu kebutuhan dasar untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Tahun 2016, TK Ibnu Sina Kids Pekanbaru dijumpai data keterampilan permainan pada anak usia pra sekolah sesuai dengan usianya berjumlah 21 orang anak (95,45%) dan mengalami gangguan (tidak sesuai) dengan usianya berjumlah 1 orang anak (4,55 %) dari 22 orang anak dan para guru belum pernah melakukan pemeriksaan dengan menggunakan format Denver II dan ketidak tahuan, ketidak pahaman para guru mengenai penilaian dengen menggunakan format Denver II oleh sebab itu dilakukan kegiatan pemberdayaan guru di TK Ibnu Sina Kids Pekanbaru melalui perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosial pada anak usia pra sekolah melalui pendampingan terapi bermain. Tujuan Pengabmas untuk meningkatkan pengetahuan guru TK tentang penilaian tumbuh kembang dan pemberdayaan guru dalam menilai perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosial pada anak usia pra sekolah melalui pendampingan terapi bermain di TK Ibnu Sina Kids Pekanbaru. Metode pengabdian dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, dilaksanakan di TK Ibnu Sina Kids Pekanbaru. Hasil pemberdayaan guru TK Ibnu Sina Kids Pekanbaru untuk menilai perkembangan motorik kasar, halus, bahasa dan social pada anak usia pra sekolah melalui pendampingn terapi bermain baru 66,67 % yang dapat terlaksana dengan baik sedangkan yang tidak terlaksana dengan baik sebanyak 33,33%. Penilaian pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah sebagian besar mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 66,67 % (2 orang) sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan adalah sebagian besar guru TK Ibnu Sina Kids mempunyai pengetahuan baik sebanyak 66,67 % (2 orang). Saran sebaiknya Guru TK Ibnu Sina Kids dapat menerapkan pemeriksaan tumbuh kembang dengan Formulir DDST
PENINGKATAN KETRAMPILAN KADER DALAM SISTEM LIMA MEJA DI POSYANDU TERATAI XII KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN Igiany, Prita Devy; Asriati, Yul
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 3 (2022): Vol 1 No 3 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i3.918

Abstract

Health cadres are a manifestation of the active participation of the community in posyandu. Cadres are the right target in implementing health programs because they are considered to be the first referral place for health services so that health cadres around the community are required to have a level of knowledge so that they can carry out the functions of the five tables properly. Cadres at Posyandu Teratai XII do not know and understand the five table system well, so the implementation of the posyandu is not optimal. The socialization and training of the five table system for Posyandu Teratai XII cadres are deemed necessary to increase the knowledge and competence of cadres in providing services to the community at the posyandu. The method used in this activity was to organize material debriefing and discussions by the community service team and assisting the implementation of the posyandu. Based on the pretest and post-test conducted on posyandu cadres, it showed that the cadres' level of knowledge about the five-table system had increased by 50%, the initial knowledge of 41.43% became 91.43%. In addition, based on the evaluation of posyandu activities, posyandu services have increased with the functioning of the five table system at Posyandu Teratai XII. This increase shows that the material provisioning activities and the five table system training, as well as mentoring, are running effectively.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KELUARGA UNTUK MENGONTROL TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAN HERAN Kusumarini, Novita; Julita, Sety
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 3 (2023): Vol 2 No 3 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i3.919

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang paling umum dan paling banyak diderita Masyarakat. Hasil riskesdas tahun 2018 terjadi peningkatan prevalensi hipertensi pada penderita berusia ≥ 18 tahun dibandingkan hasil riskesdas 2013, dari 23,8% menjadi 34,1%. Hipertensi bukan termasuk penyakit mematikan tapi kematian akibat penyakit ini sering terjadi. Pada dasarnya hipertensi dapat dikontrol bila factor risiko hipertensi mampu dikendalikan. Pengontrolan terhadap faktor resiko hipertensi membutuhkan kesadaran dari penderita dan dukungan keluarga. Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi dan tugas keluarga yakni memberikan perawatan kesehatan kepada keluarga agar kebutuhan kesehatan pada keluarganya dapat terpenuhi (Nisak & Daris, 2020). Salah satu peran keluarga dalam bidang kesehatan adalah pengendalian penyakit hipertensi. Hipertensi sebagai penyakit kronis membutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang panjang sehingga membutuhkan peran keluarga dalam pengendaliannya. Kader sebagai seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk masyarakat yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil survey kader diwilayah kerja Puskesmas Pekan Heran Belum Pernah Mendapatkan pelatihan terkait perawatan pada penderita hipertensi dan penderita hipertensi sendiri jarang melakukan kontrol tekanan darah ke pelayanan Kesehatan, mereka datang hanya Ketika gejala sudah dirasakan berat. Tujuan kegiatan Ini adalah memberdayakan kader dalam meningkatkan kemampuan keluarga Keluarga untuk Mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pekan Heran Hasil kegiatan: Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader terkait hipertensi dan cara-cara untuk mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi