cover
Contact Name
Rahimatul Uthia
Contact Email
jpmpkr@pkr.ac.id
Phone
+6282318000848
Journal Mail Official
jpmpkr@pkr.ac.id
Editorial Address
Jl. Melur No.103, Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 29628040     EISSN : 29628040     DOI : https://doi.org/10.36929/pitimas
Core Subject : Health,
The scope of PITIMAS is wide range of community dedication topics in the following fields: health, pharmacy, nursing, health promotion, homecare, midwifery, and nutrition
Articles 73 Documents
SOSIALISASI PRAKTIK PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) pada IBU-IBU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU Yessi Marlina Marlina
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 1 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i1.407

Abstract

WHO dan UNICEF merekomendasikan empat hal untuk mencapai pertumbuhan optimal pada anak yaitu pemberian ASI pasca 30 menit bayi dilahirkan, ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, MP-ASI pada usia 6 – 24 bulan dan pemberian ASI sampai usia 24 bulan (WHO, 2003). Praktek pemberian MP-ASI dini sebelum usia enam bulan masih banyak dilakukan di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini akan berdampak terhadap kejadian infeksi yang tinggi seperti diare, infeksi saluran napas, alergi hingga gangguan pertumbuhan (Brown et al, 1998). Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilan makan dan rasa percaya diri pada bayi (DepKes, 2005). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus melakukan sosialisasi praktik pemberian MP-ASI yang tepat kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dari bulan Februari – Juli 2019 di PKK Tangkerang Labuai Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. Peserta pengabdian kepada masyarakat adalah ibu-ibu anggota PKK yang berjumlah 45 orang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD), pre-test dan post-test, penyuluhan, praktik pengolahan menu MP-ASI dan advokasi. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah 64,4% peserta pelatihan mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah diberikan penyuluhan mengenai praktik pemberian MP-ASI. Peserta sosialisasi juga telah mampu melakukan pengolahan MP-ASI menurut WHO dengan kriteria baik
EDUKASI PANGAN JAJANAN AMAN PADA SISWA SDN 37 PEKANBARU Sri Mulyani
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 1 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i1.429

Abstract

Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) sangat berperan penting dalam pemenuhan asupan energi dan gizi anak usia sekolah yaitu PJAS yang aman, bermutu dan bergizi yang akan sangat menentukan daya saing generasi emas bangsa Indonesia di kancah dunia nantinya. Gaya hidup dan kebiasaan anak sekolah dalam membeli jajanan sembarangan menjadi penyebab timbulnya masalah gizi pada anak sekolah. Hal ini dapat memberika dampak pada prestasi dan kemampuan belajar siswa di sekolah. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya suatu kegiatan pengabdian masyarakat dalam memberikan pembinaan dan edukasi pada anak sekolah dalam pemilihan pangan jajanan yang aman. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu memberikan edukasi dengan media leaflet dan poster/banner tentang pangan jajanan yang aman melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul“Edukasi Pangan Jajanan Aman pada Siswa SDN 37 Pekanbaru”. Tujuan jangka panjang dalam penelitian ini adalah dapat berkontribusi dalam penanganan masalah gizi yang ada melalui konsumsi pangan jajanan yang aman oleh siswa sekolah. Untuk jangka pendek bertujuan untuk menganalisis gambaran pengetahuan dan sikap anak tentang makanan jajanan dalam memilihan makanan jajanan di SDN 37 Pekanbaru. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dari bulan Januari 2021 s/d Juli 2021 di SDN 37 Pekanbaru kepada siswa dan siswi dengan metode edukasi dan advokasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi mengenai pemilihan pangan jajanan yang aman dan mengadvokasi pihak sekolah untuk melanjutkan penerapan pemilihan pangan jajanan yang aman pada siswa sekolah. Hasil pengabdian masyarakat di SDN 37 Pekanbaru menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa dan siswi SDN 37 Pekanbaru terhadap pemilihan pangan jajanan aman setelah diberikan edukasi. Pengetahuan siswa SDN 37 Pekanbaru sebelum diberikan edukasi kategori baik adalah 13%, meningkat menjadi 78% setelah diberikan edukasi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi dapat meningkatkan pengetahuan pada siswa SDN 47 Pekanbaru dalam pemilihan pangan jajanan aman.
the IMPROVING THE QUALITY OF ELDERLY WITH BALANCE EXERCISE IN KELURAHAN PEMATANG REBA KECAMATAN RENGATBARAT novita kusumarini; Deswita Deswita
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 2 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i2.436

Abstract

The percentage of the elderly population in Indonesia continues to increase, the structure of Indonesia's population which is starting to become an aging population is indicated by the percentage of the elderly population in 2020 is estimated to reach more than 10 percent, even in 2045 it is estimated that it will almost reach one-fifth of the entire population of Indonesia (BPS, 2020). Aging is a natural process that occurs as a biological fact. The aging process still causes problems physically, biologically, mentally and socio-economically. This situation results in a decrease in balance in the elderly. This of course affects the self-care of the elderly which will have an impact on the quality of life of the elderly. Decreased balance in the elderly can be corrected with various balance exercises. One of the balance exercises that can be done is Balance Exercise, which is a physical activity carried out to improve body stability by increasing lower extremity muscle strength The purpose of this activity is: to improve the quality of life of the elderly with balance exercise in Pematang Reba village. Activity results: During the implementation of this community service activity, the elderly have been able to carry out braces exercises independently. So as to improve the quality of life from the physical aspect.
PELAKSANAAN SENAM ASMA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PERNAFASAN PADA MASYARAKAT Yeni Devita
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 2 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i2.437

Abstract

Penyakit asma merupakan penyakit peradangan saluran napas dan obstruksi aliran udara yang ditandai dengan adanya mengi, sesak napas (dyspnea) dan batuk. Kasus asma di dunia cukup besar, berdasarkan World Health Organization (WHO) memperkirakan 100-150 juta penduduk dunia menderita asma, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah sebesar 180.000 orang setiap tahun. Salah satu upaya penatalaksanaan asma yang perlu dibudayakan pada pasien adalah senam asma. Tujuan dari kegiatan ini agar penderita asma dapat mengontrol asmanya dengan baik. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan tentang asma dan pelaksanaan senam asma. Selesai pelaksanaan kegiatan, masyarakat menyadari pentingnya melakukan senam asma secara teratur untuk mengontrol asma
PENDIDIKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) UNTUK ANAK-ANAK PRA SEKOLAH DI SEKOLAH RES COGITANS PEKANBARU Lidya Novita; yessi alza
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 2 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i2.474

Abstract

Kegiatan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk anak usia pra sekolah di sekolah Res Cogitans Pekanbaru telah dilakukan. Kegiatan ini mengemukakan edukasi secara menarik dan praktek langsung kepada anak agar anak merasakan pengalaman belajar secara langsung baik melalui gambar, video dan praktek individual. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak usia pra sekolah akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dan mengetahui kemampuan anak pra sekolah dalam melakukan kegiatan cuci tangan dan sikat gigi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan mengetahui terlebih dahulu tingkat pengetahuan awal anak tentang PHBS, pembacaan buku cerita terkait gambaran PHBS kepada anak yang dilakukan oleh guru disekolah, pemberian edukasi dari tim pengabdian masyarakat kepada anak melalui video dan gambar, praktek yang dilakukan masing-masing anak melalui alat dan bahan dan evaluasi berupa posttest. Sasaran kegiatan ini adalah anak pra sekolah di sekolah Res Cogitans Pekanbaru. Hasil dari kegiatan ini adalah diperoleh peningkatan pengetahuan anak pra sekolah tentang PHBS dari rata-rata nilai 68 menjadi 85. Hasil praktek diperoleh 87% anak sudah bisa melakukan cuci tangan yang benar dan 78% anak sudah bisa melakukan sikat gigi yang benar. Kegiatan ini memerlukan dukungan pihak sekolah untuk selalu menekankan agar anak-anak melakukan cuci tangan dan sikat gigi dengan langkah yang benar dengan tujuan hal tersebut menjadi suatu kebiasaan anak menuju perilaku hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan untuk bisa dikembangkan dengan konsep PHBS yang lainnya seperti UKS dan kebersihan lingkungan.
Implementation Of Counseling On Legs Exercises In The Elderly With Diabetes Mellitus Erma Mariam; Ria Muji Rahayu; Yossinta Salindri
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 2 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i2.484

Abstract

Abstract Introduction : Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by the inability of the body to metabolize carbohydrates, fats, and proteins early so that hyperglycemia occurs).Materials/methods : Implementation of examination, treatment, and foot exercises for people with diabetes mellitus was attended by 50 residents. Prior to education, a pre-test was carried out in the form of examination, treatment and exercise for DM's feet, residents carried out regular blood sugar checks, blood pressure checks and measurements of weight and height.Results : Elderly participants have less knowledge about diabetes mellitus and foot exercises are still lacking. Participants said that they had never received counseling about foot exercises.Conclusions : Examination, treatment and exercise for diabetic feet are highly recommended for people with diabetes mellitus to prevent complications of diabetic neuropathy. Keywords: Leg Exercise, Elderly, Diabetes mellitus Abstrak Pendahuluan : Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan adanya ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein awal sehingga terjadi hiperglikemia), Metode : Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan, perawatan, dan senam kaki bagi penderita diabetes mellitus dihadiri 50 warga. sebelum dilakukan edukasi dilaksanakan pre test berupa pemeriksaan, perawatan dan senam kaki DM, warga melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hasil : Peserta lansia mempunyai pengetahuan yang kurang tentang diabetes mellitus dan senam kaki masih kurang. Peserta mengatakan bahwa mereka belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang senam kaki. Kesimpulan : Pemeriksaan, perawatan dan senam kaki diabetes sangat dianjurkan bagi penderita diabetes mellitus untuk mencegah komplikasi neuropati diabetik.
PENDIDIKAN GIZI PADA IBU BALITA DI DESA RANAH SINGKUANG KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Fitri Fitri; Lily Restusari
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 3 (2022): Vol 1 No 3 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i3.516

Abstract

Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Kabupaten Kampar merupakan salah satu kabupaten yang ditetapkan sebagai lokus stunting. Desa Ranah Singkuang adalah desa lokus stunting di Kabupaten Kampar. Pengetahuan ibu yang baik tentang gizi seimbang dan pola asuh yang tepat penting terutama bagi kualitas kesehatan balita dan merupakan salah satu dasar terjadinya perubahan perilaku ibu dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan balita. Namun, pengetahuan ibu balita masih kurang yang ditandai dengan mempunyai balita stunting sehingga perlu dilakukan kegiatan pendidikan gizi kepada ibu balita di Posyandu. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untukmemberikan pendidikan gizi pada ibu balita di Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan januari sd juli 2021. Metode yang digunakan adalah pelatihan pada kader posyandu, penerapan dan pelaksanaan pada kegiatan posyandu, pendampingan pada kader posyandu dan monitoring evaluasi yang dilakukan pada ibu kader dan ibu balita. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat pada ibu kader posyandu terjadi peningkatan persentase pengetahuan ibu kader yaitu dalam kategori pengetahuan baik dan pengetahuan cukup dan tidak ada lagi yang berpengetahuan kurang sedangkan peningkatan persentase pengetahuan ibu balita di desa ranah singkuang menunjukkan sudah berpengetahuan baik.
CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR (PHBS) ON A COUPLE OF FERTILE AGE IN HOUSEHOLD ORDER RW 07RW 07 MEGA MARINA, PASIR PUTIH HOUSING COMPLEX, KOTO TANGAH DISTRICT, PADANG Dwi Pratiwi Kasmara; Afrida Yelni; Yanti Yanti
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.529

Abstract

Healthy conditions will be achieved if changing behavior from unhealthy to healthy behavior in order to create a healthy environment. Behavior is an individual's response to stimulation both from outside and from within him. PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning, which makes a person or family able to help themselves in the health sector and play an active role in realizing public health. Couples of Childbearing Age are married couples whose wives are between 15 and 49 years old or married couples whose wives are less than 15 years old and menstruating or whose wives are more than 50 years old, but still menstruating (menstruating). This activity was carried out by providing counseling about clean and healthy living behavior (PHBS) in RW 07 mega marina, white sand complex, Koto Tangah sub-district. The purpose of this activity is: to improve the quality of life of the elderly and the human development index (IPM). at RW 07 mega marina, white sand complex, Koto Tangah sub-district. Activity results: During the implementation of this community service activity, couples of childbearing age (PUS) have been able to carry out clean and healthy living behavior (PHBS). So that couples of childbearing age (EFA) are able to improve the quality of life and the human development index (IPM).
Edukasi Khasiat dan Pemanfaatan Tanaman Maman pada Masyarakat di Desa Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir lily restusari; Sri Mulyani
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 3 (2022): Vol 1 No 3 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i3.537

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan data Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus dan hipertensi. Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain, merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik serta rendahnya konsumsi buah dan sayur. Joruk Maman merupakan kuliner masyarakat Riau, bagi masyarakat yang hidup dibantaran sungai Rokan, khususnya Rokan Tengah (Roteng) Tanah Putih, Pujud, dan Rantau Kopar sudah tidak asing lagi dengan makanan ini. Makanan ini merupakan hasil fermentasi dari tanaman Maman yaitu sejenis sayuran rerumputan yang tumbuh secara liar di ladang-ladang para petani sekitar batang sungai Rokan. Meskipun pengolahan Joruk Maman ini dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Namun, dikarenakan tanaman maman belum dibudidayakan secara khusus membuatnya menjadi susah untuk ditemukan kecuali pada saat-saat tertentu. Misalnya pada saat lahan pertanian atau ladang masyarakat setelah musim panen. Jouk/Joruk maman adalah makanan fermentasi yang mempunyai banyak manfaat untuk Kesehatan. Masyarakat desa Sedinginan telah lama mengenal joruk maman karena makanan ini merupakan pangan tradisional lokal sejak dahulu kala. Berdasarkan hasil survei lapangan di desa Sedinginan, masyarakat desa memiliki kebiasaan turun temurun dari para tetua mereka bahwasanya Joruk Maman ini hanya sekedar dimakan sebagai pelemak rasa pada saat makan nasi. Masyarakat desa hanya sekedar tahu cara mengolah Joruk Maman tanpa mengetahui khasiatnya. Menurut beberapa penelitian sebelumnya, Joruk Maman mampu menghasilkan Bakteri Asam Laktat (BAL) yang dapat menurunkan kadar kolesterol, trigliserida dan tekanan darah yang merupakan beberapa indikator dari penyakit degeneratif. Sebagai produk lokal, Joruk maman ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi makanan fungsional probiotik. Pada saat ini, joruk maman tidak banyak dimanfaatkan secara maksimal karena makanan ini mempunyai bau tidak enak yang disebabkan oleh pengaruh fermentasi. Penikmat masakan ini hanya popular dikalangan tetua kampung dulu dan sekarang masakan ini jarang disuguhkan dalam acara adat. Hal ini dikhawatirkan akan menghilangkan budaya masyarakat untuk mengkonsumsi Joruk Maman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tanaman maman mengandung zat gizi makro yaitu 4,3% protein; 0,5% lemak; 1,8% karbohidrat; 1,6% kadar abu dan 91,8% air. Oleh karena itu diperlukan edukasi khasiat dan pemanfaatan tanaman maman serta pelestarian tanaman maman. Untuk memperkenalkan bentuk pengolahan selain pembuatan joruk maman, pengabdi melakukan pembuatan buku variasi berbagai macam menu olahan Tanaman Maman dan Joruk Maman untuk meningkatkan minat masyarakat mengkonsumsi dan menanam kembali tanaman maman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan suatu edukasi tentang manfaat dan pembuatannya melalui kegiatan pengabdian masyarakat “Edukasi Khasiat dan Pemanfaatan Tanaman Maman pada Masyarakat di Desa Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir.”
GERAKAN BINA BALITA “SEHAT” DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TELUK KENIDAI KABUPATEN KAMPAR Alyensi, Fatiyani Yensi; Laila, Ani; Susanti, Ari
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.540

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, terus berupaya mengoptimalkan program Bina Keluarga Balita (BKB) guna menghindari terjadinya peningkatan stunting atau gagal tumbuh pada balita di Provinsi Riau. Berdasarkan studi pendahuluan dengan melaksanakan wawancara pada Bidan penanggung jawab di desa Teluk Kenidai menyatakan bahwa telah dibentuk Bina Balita (BKB) yang bernama BKB “Sehat” dengan kelompok umur 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun dan 4-5 tahun. akan tetapi pelaksanaannya belum berjalan secara optimal dengan adanya Pandemic Covid 19 yang sudah berlangsung selama dua tahun ini membuat kegiatan tidak berjalan secara maksimal. Berdasarkan data pencatatan kader BKB “Sehat” pada bulan Maret tahun 2022 bahwa Balita yang berkunjung ke Posyandu dengan kelompok umur 0-1 tahun berjumlah 16 orang, umur 1-2 tahun berjumlah 22 orang, umur 2-3 tahun berjumlah 20 orang dan umur 4-5 tahun berjumlah 3 orang. Waktu pelaksanaan Februari sampai Agustus 2022 dengan peserta kegiatan adalah Kader BKB “Sehat” di Desa Teluk Kenidai yang berjumlah 30 orang. Metode dengan ceramah dan tanya jawab serta demonstrasi dalam praktik menyusui dan pembuatan MP ASI serta adanya monitoring dan evaluasi.Hasil kegiatan terdapatnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan Kader BKB Sehat serta terbinanya keluarga Balita Desa Teluk Kenidai wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar sebagai upaya pencegahan stunting