PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
The scope of PITIMAS is wide range of community dedication topics in the following fields: health, pharmacy, nursing, health promotion, homecare, midwifery, and nutrition
Articles
80 Documents
MENINGKATKAN KEBERSIHAN DIRI MELALUI PRAKTIK CUCI TANGAN (PRACITA) BAGI SISWA SISWI SDN 005 RENGAT BARAT
Julita, Sety
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i1.920
Generasi penerus bangsa merujuk pada kelompok anak dan remaja yang menjadi calon pemimpin dan membuat perubahan di masa depan. Generasi penerus bangsa kelompok anak – anak yang berusia 6 – 12 periode menggambarkan atau membangun perkembangan kognitif mereka. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk menularkan perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok, atau pun Masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Memberikan demonstrasi cuci tangan pakai sabun dan meningkatkan pengetahuan dibidang Kesehatan terhadap siswa/i SDN 005 Km 2 Rengat Barat di Desa Pekan Heran. Metode yang digunakan dimulai dengan pemberian pre-test, pemaparan materi, dilanjutkan dengan permaianan mengoper handsinitizer dan diakhiri dengan post-test. Jawaban yang diberikan siswi pada pre-tes dan pos-test menjadi tolak ukur dari tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan sebelumnya.Sedangkan untuk menilai keberhasilan dari permainan mengoper handsinitizer kami menilai pemahaman setiap kelompok mengenai permaianan. Siswa/i kelas 3 yang berjumlah 30 orang. Rata – rata berumur 9 sampai 10 tahun. Pada SDN 005 Km 2 Rengat Barat di desa Pekan Heran untuk fasilitas mencuci tangan telah tersedia tepatnya berada didepan kelas 3 dengan jumlah 4 kran air. Setelah tim PKM melakukan kegiatan maka didapatkan hasil signifikan dengan melakukan pre-test 33% dan post-test 100%. Maka didapatkan peningkatan pengetahuan siswa/i SDN 005 Km 2 Rengat Barat di desa Pekan Heran meningkat sebanyak 67% Dengan memberikan permainan mengoper hand sanitizer dan praktik cuci tangan.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM DETEKSI DINI STUNTING PADA BALITA DI DESA TALANG JERINJING
Deswita, Deswita;
Yulianto, Yulianto;
Hindratni, Findy
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i1.921
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya Kejadian anak stunting di Riau mencapai 16.275 orang yang tersebar di berbagai kabupaten. Indragiri Hulu mencatat kejadian anak stunting sebanyak 831 orang termasuk ke dalam urutan ke 12 terbanyak se-kabupaten di Riau. Berdasarkan SK Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional No. Kep 42/M.PPN/HK/04/2020, kabupaten Indragiri Hulu termasuk Lokus Stunting tahun 2021. Untuk itu diperlukan berbagai upaya dalam pengentasan kejadian stunting pada di masyarakat. Peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam upaya tersebut. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan oleh pihak Puskesmas adalah dengan penunjukan kader yang berasal dari masyarakat. Dengan harapan kader merupakan perpanjangan tangan pihak puskesmas dalam menyampaikan informasi kesehatan dan mendeteksi secara dini masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dengan demikian perlu adanya upaya pemberdayaan kader dalam mendeteksi masalah stunting yang terjadi di masyarakat.. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran kader dalam deteksi dini stunting pada balita di Desa Talang Jerinjing Kabupaten Indragiri Hulu. Sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu balita yang berjumlah 10 orang dengan kegiatan sebanyak 4 kali pertemuan. Hasil kegiatan ini adalah kader meningkat pengetahuan dan keterampilannya dalam mendeteksi tanda-tanda stunting pada belita. Target luaran yang akan dihasilkan adalah publikasi pada jurnal nasional yang terakreditasi dan video deteksi tanda- tanda stunting pada balita.
EDUKASI GIZI DENGAN MEDIA KOMIK TERHADAP POLA KONSUMSI SAYUR BUAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KOTA PEKANBARU
Zulaikha, Amanda Ratu;
Sari, Mutiara Indah;
Zafira, Nurul Izzah;
Yulika, Tri;
Yolahumaroh, Yolahumaroh;
Halimah, Windi Krisna Nur
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i1.922
Anak sekolah merupakan salah satu kelompok rentan gizi. Kekurangan gizi dan kelebihan gizi pada anak akan memberi dampak negatif terhadap potensi pertumbuhan ekonomi bangsa. Anak-anak yang kekurangan makan bergizi akan tertinggal pertumbuhan fisik, mental dan intelektual. Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi pendek pada anak usia 5-12 tahun mencapai 30,7%3, prevalensi kurus 11,2%., dan prevalensi gemuk masih tinggi yaitu 18,8%, terdiri dari gemuk 10,8% dan sangat gemuk (obesitas) 8.8%. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk pencegahan status gizi buruk pada anak sekolah dasar dan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar yaitu dengan edukasi gizi dengan media komik terhadap pola konsumsi sayur buah pada anak usia sekolah dasar secara langsung. Edukasi gizi sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan gizi anak usia sekolah, membentuk sikap positif terhadap makanan bergizi dalam rangka membentuk kebiasaan makan yang baik. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada anak usia sekolah dasar ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya konsumsi sayur dan buah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2023 di SDN 194 Pekanbaru dengan metode sosialisasi dan pendampingan praktik pada anak usia sekolah dasar. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terhadap pentingnya konsumsi sayur dan buah. Nilai rata-rata pengetahuan sebelum mendapat edukasi berupa buku komik dengan judul “Anak Hebat Makan Sayur Dan Buah” adalah 30% dari 37 siswa. Sedangkan setelah mendapat edukasi adalah 70% dari 37 siswa. Maka, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan anak sebelum dan sesudah edukasi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMPN 01 RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Yulianto, Yulianto;
Deswita, Deswita;
Fadmiyanor, Isye
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i1.923
Abstrak Sekitar 75% wanita Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% di antaranya mengalami keputihan dua kali atau lebih. Hal ini, di karena Indonesia merupakan daerah tropis sehingga membuat keadaan tubuh menjadi lebih lembab dan berkeringat. Keputihan sering terjadi pada remaja dalam masa pubertas karena pengaruh peningkatan hormonal dan aktifitas remaja yang masih tinggi mengakibatkan area lembab pada alat genital (Utami, 2021). Hasil penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan bahwa remaja di Indonesia mengalami keputihan sekitar 75% minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya mengalami dua kali atau lebih. Angka berbeda tajam dengan negara yang berbeda iklim dengan Indonesia (Dechacare, 2016). Masalah keputihan merupakan masalah yang umum dan terjadi di berbagai wilayah. Namun dapat diatasi dengan mudah melalui upaya peningkatan pengetahuan tentang masalah kesehatan reproduksi sehingga diharapkan remaja putri mampu mencegah munculnya masalah kesehatan reproduksi (Depkes, 2018). Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan Januari s/d Agustus 2023. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah siswa kelas VII di SMPN 01 Rengat Barat dengan 3 kali pertemuan. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswi tentang kesehatan reproduksi dan terbentuknya kelompok diskusi siswa tentang masalah kesehatan reproduksi. Luaran yang dithasilkan adalah publikasi di Jurnal nasional terakreditasi dan video edukasi tentang masalah kesehatan reproduksi.
PEMBENTUKAN KOMUNITAS “IBU CERDAS GIZI ANAK SEHAT” UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA RANAH SINGKUANG KABUPATEN KAMPAR
Fitri, Fitri;
Lailiyana, Lailiyana;
Oktariani, Falinda
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i1.927
Berdasarkan Keputusan Menkes RI nomor: 747/Menkes/SK/2007 dijabarkan bahwa pengertian Kadarzi sebagai suatu keluarga yang mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U). Berat kurang dan kurus merupakan dampak masalah kekurangan gizi yang bersifat akut sedangkan pendek merupakan manifestasi kekurangan gizi yang bersfikat kronis. hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan terjadi penurunan prevalensi stunting balita di tingkat nasional sebesar 0,1% dari tahun 2022. Angka prevalensi stunting di tingkat nasional pada tahun 2023 yaitu 21,5 %. Di Provinsi Riau terjadi penurunan angka stunting dari 17,0 % di tahun 2022 menjadi 13,6 % di tahun 2023. Berdasarkan hasil SKI Tahun 2023 prevalensi balita wasting 8,1% di Provinsi Riau tahun 2023. Salah satu cara penanganan balita stunting dan wasting yaitu dengan menerapkan Kadarzi di dalam keluarga. Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang mempraktekkan perilaku gizi yang baik dan benar. Kegiatan pengabmas dilakukan pada Februari s/d Oktober 2024 dengan melakukan pemetaan penerapan KADARZI, penyuluhan, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabmas yaitu terbentuknya komunitas kader dan ibu balita bertujuan menyebarkan informasi tentang indikator perilaku kadarzi, serta penanganan balita stunting dan wasting bagi balita yang ada di Desa Ranah Singkuang.
Pemberdayaan Kader Melalui Kegiatan Pelatihan Dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Identifikasi Masalah Kesehatan Jiwa
Rosy, Alice;
Elmukhsinur, Elmukhsinur
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 1 (2024): Vol 3 No 1 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i1.928
Kesehatan jiwa adalah kondisi sejahtera yang dihubungkan dengan rasa bahagia, kepuasan hati, memiliki prestasi/pencapaian, optimis, dan memiliki harapan yang jelas. Sekitar 30% dari seluruh pasien yang dilayani di pelayanan kesehatan primer (puskesmas) adalah pasien yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Pasien dengan gangguan jiwa di Puskesmas Pekanheran menempati urutan pertama terbanyak ODGJ di Kabupaten Indragiri hulu. Selain itu masih banyak masyarakat dengan keluarga gangguan jiwa yang tidak mau memeriksakan atau berobat secara rutin setiap bulannya untuk itu perlu dibentuk kader kesehatan jiwa. Kader kesehatan jiwa yang yang terbentuk sebanyak 18 orang di wilayah kerja puskesmas pekanheran. Kategori rata-rata usia kader kesehatan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Pekanheran adalah 36 tahun dengan jenis kelamin laki-laki hanya 5,6% dan didominasi oleh perempuan sebesar 94,5%. Latar belakang pendidikan kader terbanyak adalah pendidikan menengah yaitu 72,2%. Rata-rata pengetahuan kader pre test 65,18 dan post test 75,56, artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara nilai pre test dan post test pengetahuan kader kesehatan jiwa tentang masalah gangguan jiwa, dan semua kader dapat menamukan adanya 2 kasus baru ODGJ berdasarkan deteksi dengan menggunbakan buku kerja.
PENERAPAN CPPOB UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK OLAHAN IKAN PATIN DI KAMPUNG PATIN XIII KOTO KAMPAR
Asih, Esthy Rahman;
Arsil, Yuliana
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 2 (2024): Vol 3 No 2 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i2.978
Ikan patin adalah salah satu jenis ikan air tawar yang sedang digalakkan budidayanya di Provinsi Riau terutama di Kabupaten Kampar. Ikan patin mengandung protein sebanyak 17 g; lemak 6,6 g; fosfor 173 mg; kalsium 31 mg dan kalium 346 mg. Produk olahan ikan patin dapat menghilangkan kejenuhan konsumen pada produk yang monoton seperti ikan goreng, disup atau dibakar saja. Dengan pengolahan, ikan patin dapat menghasilkan produk yang menarik dan memiliki masa simpan yang lebih lama dan akan meningkatkan harga jual ikan patin. Permasalahan yang dihadapi oleh sentra pengolahan ikan patin di kampung patin XIII Koto Kampar tersebut adalah bagaimana produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global. Oleh karena itu mendorong tim pengabdian masyarakat untuk membantu menghasilkan produk yang bermutu, aman dan bergizi. Untuk menghasilkan produk yang mampu berdaya saing maka diperlukan pengetahuan tentang bagaimana Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Mutu produk yang dihasilkan juga akan dinilai kandungan gizinya sehingga dapat memberikan informasi bagi konsumen. Terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku penjamah setelah dilakukan penyuluhan. Mutu olahan ikan patin yaitu bakso, naget dan abon ikan yang dihasilkan sudah sesuai dengan SNI.
MENINGKATKAN KEBERSIHAN DIRI MELALUI PRAKTIK CUCI TANGAN (PRACITA) BAGI SISWA SISWI SDN 005 RENGAT BARAT
Julita, Sety
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 2 (2024): Vol 3 No 2 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i2.989
Generasi penerus bangsa merujuk pada kelompok anak dan remaja yang menjadi calon pemimpin dan membuat perubahan di masa depan. Generasi penerus bangsa kelompok anak – anak yang berusia 6 – 12 periode menggambarkan atau membangun perkembangan kognitif mereka. Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk menularkan perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok, atau pun Masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Memberikan demonstrasi cuci tangan pakai sabun dan meningkatkan pengetahuan dibidang Kesehatan terhadap siswa/i SDN 005 Km 2 Rengat Barat di Desa Pekan Heran. Metode yang digunakan dimulai dengan pemberian pre-test, pemaparan materi, dilanjutkan dengan permaianan mengoper handsinitizer dan diakhiri dengan post-test. Jawaban yang diberikan siswi pada pre-tes dan pos-test menjadi tolak ukur dari tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan sebelumnya.Sedangkan untuk menilai keberhasilan dari permainan mengoper handsinitizer kami menilai pemahaman setiap kelompok mengenai permaianan. Siswa/i kelas 3 yang berjumlah 30 orang. Rata – rata berumur 9 sampai 10 tahun. Pada SDN 005 Km 2 Rengat Barat di desa Pekan Heran untuk fasilitas mencuci tangan telah tersedia tepatnya berada didepan kelas 3 dengan jumlah 4 kran air. Setelah tim PKM melakukan kegiatan maka didapatkan hasil signifikan dengan melakukan pre-test 33% dan post-test 100%. Maka didapatkan peningkatan pengetahuan siswa/i SDN 005 Km 2 Rengat Barat di desa Pekan Heran meningkat sebanyak 67% Dengan memberikan permainan mengoper hand sanitizer dan praktik cuci tangan.
INOVASI COOKIES SUBSTITUSI TEPUNG KULIT ARI KEDELAI DAN PISANG AMBON UNTUK PENINGKATAN GIZI ANAK DI POSYANDU SUKOHARJO
Wati, Desti Ambar
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 2 (2024): Vol 3 No 2 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i2.990
Stunting masih menjadi masalah kesehatan besar di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023 persentase kejadian stunting yaitu 21,5% diatas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menargetkan prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022 mengungkapkan bahwa Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting sebesar 16,2%. Salah satu upaya dalam menindaklanjuti masalah tersebut adalah menciptakan produk pangan dengan bahan inkonvensional yang mengandung zat gizi yang cukup, terjangkau dan mudah diperoleh seperti kulit ari biji kedelai. Kandungan protein dan mikronutrien pada kulit ari kedelai yang dikombinasikan dengan pisang ambon memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam upaya pemenuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting serta pemanfaatan kulit ari kedelai sebagai bahan dasar dalam pembuatan cookies. Kegiatan dilakukan dengan sosialisasi dan demo masak di Posyandu Sukoharjo dengan sasaran ibu balita. Pengetahuan tentang stunting dan pemanfaatan kulit ari kedelai menjadi produk cookies menjadi meningkat di kalangan masyarakat.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI MAKANAN PENDAMPING ASI TINGGI PROTEIN
Sammeng, Wahyuni;
Marsaoly, Michran
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 3 No 2 (2024): Vol 3 No 2 (2024): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/pitimas.v3i2.991
Kekurangan zat gizi pada tahap awal pertumbuhan akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga anak menjadi stunting (kurang gizi kronik). Salah satu faktor penyebab kejadian stunting adalah pemberian makanan tambahan yang tidak adekuat, dalam hal ini adalah memberikan makanan pendamping ASI. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu bayi dan balita terkait makanan pendamping ASI tinggi protein. Bahan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi, alat tulis, lembar pretest dan post test, dan leaflet stunting yang dibagikan saat edukasi dilakukan oleh tim pengabdi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan data, dan pemenuhan target luaran. Pada tahap pelaksanaan, peserta pelatihan adalah ibu balita kader posyandu di Dusun Bandari yang terdiri dari 12 orang dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2024. Setelah pembukaan kegiatan dilakukan, pengabdian dimulai dengan membagikan lembar pretest kepada sasaran yang hadir. Selanjutnya edukasi dilakukan dengan memberikan materi tentang makanan pendamping ASI yang kaya protein. Tahap akhir pelaksanaan, lembar posttest. Pengolahan data dihitung rata-ratanya dengan menggunakan SPSS. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu-ibu balita dalam makanan pendamping ASI tinggi protein.